BAB III METODE PENELITIAN
3.6. Pelaksanaan Penelitian
3.6.1 Pemeriksaan Kualitatif
Sampel yang telah dibeli dari pabrik masing-masing sebanyak 250 gram kemudian dibawa ke Laboratorium Departemen Kesehatan Daerah, Provinsi Sumatera Utara bagian Toksikologi untuk diperiksa. Pemeriksaan sampel (unit analisis) secara kualitatif dilakukan sekali saja dengan dua metode yaitu metode reaksi kimia (identifikasi Rhodamin B) dan metode kromatografi dengan prosedur sebagai berikut:
A. Metode Reaksi Kimia
Dilakukan dengan cara menambahkan pereaksi-pereaksi berikut: HCl pekat, H2SO4 pekat, NaOH 10% dan NH4OH 10%. Lalu diamati reaksi apa yang terjadi (reaksi perubahan warna) pada masing-masing sampel yang sudah dilakukan pemisahan dari bahan-bahan pengganggu (matriks) (Cahyadi, 2005).
Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan ini adalah: Peralatan:
1. Gelas kimia 100 ml 2. Gelas Ukur 50 ml 3. Pipet Tetes 4. Tabung Reaksi 5. Rak Tabung Reaksi
Bahan: 1. Aquadest 2. HCl pekat 3. H2SO4 pekat 4. NaOH 10% 5. NH4OH 10% 6. Rhodamin B
7. Sampel/Unit Analisis (Keripik Balado) B. Metode Kromatografi
1. Timbang 30-50 gr sampel kemudian masukkan ke dalam gelas kimia 100 ml.
2. Tambahkan 10 ml asam asetat 10% kemudian masukkan bulu domba, didihkan selama 30 menit sambil diaduk.
3. Bulu domba dipisahkan dari larutan dan dicuci dengan air dingin berulang- ulang hingga bersih.
4. Pewarna dilarutkan dari bulu domba dengan penambahan ammonia 10% di atas penangas air hingga sempurna.
5. Larutan berwarna yang didapat dicuci lagi dengan air hingga bebas ammonia.
6. Totolkan pada kertas kromatografi dan masukkan ke dalam zat pelarut (eluen).
7. Hitung Rf masing-masing zat pewarna kemudian bandingkan dengan standar zat warna (Cahyadi, 2005).
Jarak gerak zat terlarut Rf =
Jarak gerak zat pelarut
Peralatan dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan ini adalah: Peralatan: 1. Gelas Kimia 100 ml 2. Botol Aquadest 3. Chamber 4. Gelas Ukur 50 ml 5. Pipet Mikro
6. Tabel Standar Zat Warna 7. Timbangan Listrik
8. Water Bath (Penangas Air)
Bahan: 1. Aquadest 2. Bulu Domba
3. Eluen yaitu campuran dari 5 ml NH4OH (pekat), 2 gram Tri-Natrium Citrat dan 95 ml aquades
4. Kertas Kromatografi 5. KHSO4 10%
7. Sampel/Unit Analisis (Keripik Balado)
Secara skematis alur prosedur kromatografi dapat dilihat seperti gambar berikut: Penimbangan sampel 25 gr
10 ml as. Asetat Bulu domba Pemanasan 30 menit
(mendidih)
Pemisahan bulu domba dari larutan NH4OH 10%
Pemisahan bulu domba dari pewarna
Pencucian
Penotolan Kertas Kromatografi
Perhitungan Rf Gambar 3.1 Alur Prosedur Kromatografi 3.6.2 Pemeriksaan Kuantitatif
Untuk pemeriksaan kuantitatif, pembelian sampel dilakukan sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 31 Maret 2009 dan 01 April 2009 masing-masing sebanyak 250 gram kemudian dibawa ke Laboratorium Departemen Kesehatan Daerah, Provinsi Sumatera Utara untuk diperiksa. Pemeriksaan sampel dilakukan melalui metode gravimetri dengan prosedur sebagai berikut:
1. Bulu domba dicuci dengan n-Hexana lalu dikeringkan dalam oven dan didinginkan dalam desikator kemudian ditimbang (berat a).
2. 30-50 ml sampel cair ditambahkan dengan larutan KHSO4 encer. Jika sampel padatan terlebih dahulu dicampurkan 25 gr sampel dengan air kemudian dihomogenkan, lalu diambil 30-50 ml dan ditambahkan dengan larutan KHSO4 encer.
3. Masukkan bulu domba yang sudah ditimbang tersebut ke dalam larutan, lalu didihkan selama 30 menit.
4. Bulu domba diangkat dan dicuci dengan air panas.
5. Bulu domba dikeringkan dan ditimbang kembali (berat b) dan dihitung selisih berat bulu domba sebelum dan sesudah perlakuan.
6. Perhitungan kadar zat pewarna yang digunakan adalah sebagai berikut: b-a
Kadar Zat Warna =
Berat sampel
Keterangan: a: Berat bulu domba sebelum perlakuan
b: Berat bulu domba sesudah penyerapan zat pewarna Adapun peralatan dan bahan yang digunakan dalam pemeriksaan ini adalah: Peralatan : 1. Gelas Kimia 250 ml 2. Botol Aquadest 3. Desikator 4. Gelas Ukur 50 ml 5. Oven listrik
6. Timbangan Listrik 7. Water Bath (Penangas Air)
Bahan: 1. Aquadest 2. Bulu Domba 3. KHSO4 4. N-Hexana
5. Sampel/Unit Analisis (Keripik Balado)
Alur prosedur gravimetri secara skematis dapat dilihat seperti gambar berikut: Pencucian bulu domba n-Hexana
Penimbangan Berat a
Pelarutan
Pemanasan 30 menit
Pencucian Air Panas
Penimbangan Berat b
Perhitungan Kadar (mg/kg) Gambar 3.2 Alur Prosedur Gravimetri
3.7 Defenisi Operasional
1. Keripik balado adalah makanan dari ubi/ketela pohon yang diiris tipis-tipis kemudian ditambahkan cabe untuk memberikan rasa pedas dan warna merah setelah proses penggorengan yang diproduksi di Kecamatan Payakumbuh Barat.
2. Uji laboratorium zat pewarna adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui mengidentifikasi zat pewarna secara kualitatif dan kuantitatif yang digunakan pada keripik balado yang diproduksi di Kecamatan Payakumbuh Barat.
3. Uji kualitatif adalah uji yang dilakukan untuk mengidentifikasi jenis zat pewarna yang digunakan pada keripik balado yang diproduksi di Kecamatan Payakumbuh Barat yaitu melalui metode reaksi kimia dan kromatografi. 4. Uji kuantitatif adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui kadar zat
pewarna yang digunakan pada keripik balado yang diproduksi di Kecamatan Payakumbuh Barat yaitu melalui metode gravimetri.
3.8 Aspek Pengukuran
Adapun aspek pengukuran dari pemeriksaan kandungan zat pewarna pada keripik balado adalah:
1. Ditemukan Rhodamin B artinya terjadi perubahan warna terhadap keempat reagen yang digunakan pada metode reaksi kimia.
2. Tidak ditemukan Rhodamin B artinya tidak terjadi perubahan warna terhadap satu atau lebih reagen yang digunakan pada metode reaksi kimia.
3. Memakai zat pewarna, artinya pada pemeriksaan secara kromatografi ditemuka n zat pewarna sintetis/kimia pada sampel keripik balado.
4. Tidak memakai zat pewarna, artinya pada pemeriksaan secara kromatografi tidak ditemukan zat pewarna sintetis/kimia pada sampel keripik balado.
5. Memenuhi syarat, artinya pada pemeriksaan kuantitatif diperoleh kadar zat pewarna yang tidak melebihi ambang batas yang telah ditetapkan.
6. Tidak memenuhi syarat, artinya pada pemeriksaan kuantitatif diperoleh kadar zat pewarna yang melebihi ambang batas yang telah ditetapkan.
3.9 Analisa Data
Data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium secara kualitatif dan kuantitatif diolah secara manual dengan mengacu pada Permenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan dan Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 4/M-DAG/PER/2/2006 tentang Distribusi dan Pengawasaan Bahan Berbahaya. Data yang telah diolah ditampilkan dalam bentuk tabel dan dijelaskan dalam bentuk narasi.