DAFTAR PUSTAKA
2. Pelaksanaan supervisi klinis dalam meningkatkan profesional
guru pada SMA Negeri 1 Ingin Jaya.
Dalam menjalankan tugas sebagai supervisor kepala sekolah dibantu oleh staf-staf bawahannya sesuai dengan tugasnya masing-masing. Sebagai supervisor kepala
sekolah SMA Negeri 1 Ingin Jaya hams senantiasa memberi stimulus pada guru-guru didalam menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiiknya, Mulyasa (2005:111) Supervisi berfungsi membantu, memberi support dan mengajak mengikutsertakan. Dilihat dari fungsinya, tampak dengan jelas peranan supervise itu. Peranan itu tampak
dalam kiner a supervisor yang
melaksanakan tugasnya. Mengenai peranan
supervisor, Sahertian (2005: 25)
mengemukakan: "Seorang supervisor dapat berperan sebagai (1) koordinator, (2) konsultan, (3) Pemimpin kelompok dan (4) Evaluator". Berikut merupakan uraian dari 4 (empat) pesan supervisor".
a)
Sebagai koordinator, supervisor dapatmengkoordinasi program belajar
mengajar, tugas-tugas anggota staf berbagai kegiatan yang berbedabeda diantara guru-guru. Contoh konkret mengkoordinasi tugas mengajar sate mats pelajaran yang dibina oleh berbagai guru.
b)
Sebagai konsultan, supervisor dapatmemberi bantuan, bersama
mengkonsultasikan masalah yang
dialami guru baik secara individual maupun secara kelompok. Sebagai pemimpin kelompok, supervisor dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok, pada saat mengembangkan kurikulum, materi pelajaran dan , kebutuhan profesional guru-guru secara bersama.
Sebagai pemimpin kelompok,
supervisor dapat mengembangkan
keterampilan dan kiat-kiat dalam bekerja untuk kelompok, bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok.
c)
d) Sebagai evaluator, supervisor dapat membantu guru-guru dalam menilai hasil dan proses belajar, dapat menilai kurikulum yang sedang dikembangkan. la juga, belajar menatap dirinya sendiri. Supervisor dibantu dalam merefleksi dirinya, yaitu konsep dirinya, ide/cita-cita dirinya, realitas dirinya.Sebagai motivator, kineda yang
dilakukan kepala sekolah adalah
memberikan motivasi kepada guru dan tenaga kependidikan dan administrasi
sehingga mereka bersemangat dan
bergairah dalam menjalankan tugasnya
dalam rangka meningkatkan mutu.
bentuk hadiah atau hukuman baik fisik maupun nonfisik. Namur, dalam rangka
memberikan motivasi ini hares
dipertimbangkan rasa keadilan dan kelayakannya. Dalam hal ini penting bagi kepala, sekolah untuk menciptakan iklim yang kondusif.
Kemampuan guru di depan kelas tidak lain adalah kemampuan mengajar, yaitu kemampuan untuk membuat murid lebih gist belajar. Kemampuan tersebut meliputi beberapa segi, yakni segi pengetahuan, keterampilan dan sikap. Segi pengetahuan mencakup penguasaan materi bidang studi yang diajarkan, pengetahuan tentang berbagai metode dan alai yang dapat di pilih untuk menyampaikan materi, pengetahuan tentang murid dari sudut ilmu jiwa dan teori belajar. Ketrampilan dalam
mengajar mencakup antara lain
keterampilan berkomunikasi, menggunakan bahasa, memilih dan menerapkan metode dan alai sesuai dengan kemampuan sasaran. Hal ini membantu peningkatan proses belajar murid dan hasil belajarnya.
Peningkatan kemampuan mengajar guru, kepala sekolah hendaknya melakukan supervisi dengan memilih teknik-teknik supervisi yang tepat, sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Untuk kepentingan tersebut, teknik-teknik yang digunakan dalam melakukan supervisi adalah (a) kunjungan dan observasi kelas, (b) pembicaraan individual, (c) diskusi kelompok, dan (d) demonstrasi mengajar. Kepala sekolah sebagai supervisor
harus diwujudkan dalam kemampuan
menyusun, dan melaksanakan program supervisi pendidikan, serta memanfaatkan hasilnya. Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan harus diwujudkan dalam penyusunan program supervisi kelas, pengembangan program supervisi untuk kegiatan eksft-akurikuler, pengembangan
progam supervisi perpustakaan,
laboratorium, dan ujian. Kemampuan melaksanakan program supervisi dan program supervisi kegiatan ekstrakurikuler.
3. Upaya pelaksanaan supervisi
Minis dalam meningkatkan
kemampuan profesional guru pada SMA Negeri 1 Ingin Jaya. Upaya pelaksanaan supervisi klinis dalam meningkatkan profesional guru pada SMA Negeri 1 Ingin Jaya adalah dengan
cara mengikutsertakan guru pada
pelatihan- pelatihan, seminar, mengadakan rapat khusus yang mencakup tentang pembinaan dan peningkatan profesionali guru yakni KKG (Kelompok Kerja Guru) yang diadakan sate bulan sekali agar guru-guru di SMA Negeri 1 Ingin Jaya mempunyai wawasan yang lebih lugs lagi tentang dunia. pendidikan.
Dengan demikian maka para guru semakin cakap dan terampil dalam melaksanakan tugas-tugasnya sesuai dengan tuntutan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dibidang tersebut. dan dengan diadakannya pelatihanpelatihan seperti kegiatan work shop, MGMP, dan rapat diharapkan dapat meningkadm profesional guru dalam proses belajar mengajar dan dapat
menyelesaikan problem-problem
pendidikan yang muncul serta dapat membuat kiat-kiat khusus dalam rangka meningkatkan mute pendidikan di SMA Negeri 1 Ingin Jaya.
Indikator keberhasilan supervise pendidikan terhadap kiner a guru, hakekatnya Anwar (2005: 63) menyatakan bahwa: "Supervise kinerja guru ditekankan pads tiga kemampuan dasar, yaitu: (1) Kemampuan professional, (2) Kemampuan pribadi, dan (3) Kemampuan social". Berikut merupakan uraian kinerja guru ditinjau dare kemampuan professional, kemampuan pribadi, dan kemampuan social. Masing, musing poin di atas dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Kemampuan Profesional
Guru dituntut untuk dapat
menciptakan situasi belajar yang dapat mendorog siswa untuk belajar, menguasai materi pelajaran, menguasai metode mengajar. Di selama tidak meninggalkan kaedah didaktik. Setelah melaksanakan proses pembelajaran guru diharapkan dapat melaksanakan evaluasi dengan tujuan yang ingin dicapai. Penggunaan teknik evaluasi harus benar dan tepat agar siswa termotivasi belajar. Secara rinci komponen kemampuan profesional yang seharusnya dimiliki seorang guru, menurut Purwanto (2005: 43) adalah sebagai berikut: (1) Dapat merumuskan tujuan pembelajaran, (2) Memanfaatkan somber belajar, (3) Mengorganisasikan materi belajar, (4) Memilih dan menggunakan media belajar, (5) Menciptakan interaksi belajar-mengajar yang menyenangkan, (6)
mengevaluasi dan mengadministrasikannya, serfs (7) Mengembangkan semua kemampuannya sehingga berdaya guna dan berhasil guna.
2.
Kemampuan pribadiPendidikan adalah proses yang
direncanakan agar siswa tumbuh dan berkembang melalui kegiatan belajar. Guru
sebaik pendidik dengan sengaja
mempengaruhi tata nilai yang dianggap baik di masyarakat. Adapun tata nilai tersebut berupa norms etika, estetika dan ilmu pengetahuan yang mempengaruhi prilaku siswa sebagai pribadi dan sebagai anggota masyarakat. Penerapan disiplin yang baik dalam proses pembelajaran akan menimbulkan sikap mental dan kepribadian siswa yang kuat. Siswa akan berdisiplin
apabila guru memberikan contoh
kedisiplinan dalam tugasnya sehari-hari. Kemampuan pribadi tersebut akan terwujud dan melekat pads seorang guru apabila: 1) memahami identitas dirinya, 2) komit terhadap tugas dan tanggung jawab dan, 3) mengembangkan diri secara sehat dan cepat tanggap terhadap perubahan yang terjadi terutama di bidang pendidikan.
3.
Kemampuan sosialKeahlian guru dalam berinteraksi baik dengan rekan ker a maupun dengan atasannya akan memperlancar kegiatan dalam PBM. Setiap guru hares memiliki ketiga kemampuan dasar tersebut sebagai bekal untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Fattah (2006: 101) mengemuklan bahwa : "Seorang guru hares di evaluasi pekedaannya baik oleh kepala
sekolah maupun oleh pengawas.
Pengawasan adalah proses paksa, memaksa agar kegiatan pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan rencana, yang telah ditetapkan".
Secara, umum Sahertian (2005: 34) menyatakan bahwa guru yang professional memiliki kompetensi yang tinggi (skill
ability). Dengan demikian tujuan supervise ialah memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa. Bukan saja memperbaiki kemampuan mengajar tape juga, untuk pengembangan potensi kualitas guru.
4. Hambatan supervisi Klinis dalam meningkatkan kemampuan profesional guru pada SMA Neged 1 Ingin Jaya.
Secara garis besar hambatan-hambatan itu menurut kepala sekolah hambatan yang dihadapi adalah fidak semua guru memiliki motivasi yang sama dalam meningkatkan kualitas dirinya, sehingga ada guru yang mampu mengikuti dengan cepat dan menyesuaikan dengan lingkungan, tetapi jugs ada yang tidak
mampu mengikuti pola yang kits
kembangkan sesuai dengan harapan" Kurangnya kemampuan kepala sekolah mengadakan supervisi klinis secara efektif baik dare teknik-teknik supervisi yang
digunakan maupun cars pemberian
bimbingan merupakan salah satu
penghambat kepala sekolah melaksanakan supervise klinis.
Masalah-masalah yang dialami guru disekolah dapat mempenganihi kineda. di sekolah, maka diperlukan adanya upaya pemberian bantuan atau bimbingan ke arch supervise yang baik sehingga setiap guru bermasalah perlu dibina agar masalahnya
terselesaikan dan dapat kembali
melaksanakan tugas dengan baik. Sahertian (2005:130) menyebutkan usaha-usaha membina dan mengembangkan potensi sumber daya guru dan profesi mengajar, adalah -
a. Masalah-masalah umum yang dihadapi dalam tugas mengajar dan mendidik yang mencakup :
1.
Membantu guru dalammenedemahkan kurikulum dan pusat ke dalam bahasa belajar mengajar.
2.
Membantu guru-guru dalammeningkatkan program belajar
mengajar
3.
Membantu dalam merancangprogram belajar-mengajar.
4.
Membantu dalam melaksanakanproses belajar-mengajar.
5.
Membantu dalam menilai proses dan hasil belajar-mengajarb. Masalah-masalah khusus yang dihadapi guru, antara lain :
1.
Membantu guru dalam menghadapi kesulitan dalam mengajarkan tiap mata pelajaran.2.
Membantu guru dalam memecahkan masalah-masalah pribadi (personelproblem).
3.
Membantu guru dalam menghadapi masalah khusus ditiap tingkat mulai SD sampai SMA.betapa pentingnya supervise klinis terhadap guru bermasalah karena setiap guru
bermasalah paste menghadapi banyak
persoalan persoalan baik persoalan secara umum persoalan khusus yang pada akfurnya akan mempengaruhi pekerja yang akan ditangani terutama dalam mengajar di sekolah.
Disiplin guru meliputi kehadiran dalam kelas dan diluar kelas. Disiplin diluar kelas meliputi kehadiran kesekolah tepat waktu, mempersiapkan materi pelajaran yang akan diajarkan kepada siswa sesuai dengan kurikulum dan prosedur yang berlaku dan melaksanakan tugas sebagai piket dan memperhatikan kesiapan siswa dalam kelas untuk memulai proses pembelajaran. Disiplin guru di dalam kelas meliputi masuk kelas sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, melaksanakan pembelajaran secara tertib sesuai dengan kurikulum, membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar mengajar, menjaga kebersihan dan iklim kelas yang mengalami kesulitan dalam belajar mengajar, menjaga kebersihan dan iklim kelas yang menyenangkan sehingga proses belajar mengajar siswa berjalan ekektif
Dalam supervisi klinis jugs terdapat beberapa teknik yang perlu dilakukan agar pelaksanaan supervisi klinis dapat bedalan dengan baik (Sudiyono 2011: 160). Adapun teknik-teknik supervisi Minis adalah sebagai berikut
1.
Supervisor sebaiknya mendengar dengan cermat permasalahan yang disampaikan guru dan berbicara seperlunya saja.2.
Memberikan komentar yang tepat, artinya komentar disesuaikan dengan permasalahan guru.3.
Menegaskan ertanyaan/peryataan guru agar lebih jelas dan mudah dipahamiProsedur supervisi klinis berlangsung dalam suatu proses berbentuk siklus terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap pendahuluan, tahap pengamatan dan tahap pertemuan balikan. Pada tahap pendahuluan, supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana tentang materi observasi yang akan dilaksanakan. Pada tahap berikutnya guru melatih kemampuan mengajar berdasarkan
komponen keterampilan yang telah
disepakati dalam pertemuan pendahuluan. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam tingkah laku guru ketika mengajar
berdasarkan komponen keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi antara guru dan siswa. Sebelum tahap pertemuan balikan dilaksanakan,
supervisor mengadakan analisis
pendahuluan terhadap rekaman observasi
yang dibuat. Supervisor harus
mengusahakan data yang obyektif,
menganalisis dan menginterpretasikan secara kooperatif dengan guru tentang apa yang telah berlangsung dalam mengajar.
Hal ini perlu sebagai rujukan dan pedoman terhadap proses pembinaan dan peningkatan kemampuan profesional guru. Dalam proses pengkajian terhadap berbagai cara pemecahan yang mungkin dilakukan, setiap alternatif pemecahan dipelajari kemungkinan keterlaksanaannya dengan cara mempertimbangkan faktor-faktor peluang yang dimiliki seperti fasilitas dan kendala yang mungkin dihadapi. Alternatif pemecahan masalah yang terbaik adalah alternatif yang paling mungkin dilakukan, dalam arti lebih banyak faktor-faktor
pendukungnya dibandingkan dengan
kendala yang dihadapi selain memiliki nilai tambah yang paling besar bagi pengingkatan mutu proses dan hasil belajar siswa.
A. Kesimpulan
1.
Program supervisi klinis dalammeningkatkan kemampuan profesional guru pads SMA Negeri 1 Ingin Jaya adalah melalui: (a) kegiatan kelompok,
dilakukan dengan meningkatkan
hubungan kerjasama, yang harmonis antar guru, dan memotivasi keterlibatan guru dalam kelompok, dan (b) Kegiatan belajar individual guru, dilakukan pengawas sekolah dengan meningkatkan kemampuan akademik guru (penyusunan
program pengajaran, pelaksanaan
program pengajaran, pelaksanaan
program pengajaran serta evaluasi basil proses belajar) dan meningkatkan rasa sosial guru dengan pembinaan mental, moral, fisik dan artistik.
2.
Supervisi klinis dalam meningkatkan profesional guru pada SMA Negeri 1 Ingin Jaya. kepala sekolah sangat berperan, karena kepala sekolah sebagai supervisor harus mampu melakukan pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan profesionalitas tenaga kependidikanmeningkatkan profesional guru pads SMA Negeri 1 Ingin Jaya adalah dengan cars mengilcutsertakan guru pads
pelatihan- pelatihan, seminar,
mengadakan rapat khusus yang
mencakup tentang pembinaan dan
peningkatan profesionali guru yakni KKG (Kelompok Keda Guru) yang diadakan satu bulan sekali agar guru-guru di SMA Negeri 1 Ingin Jaya mempunyai wawasan yang lebih luas, lagi tentang dunia pendidikan.
4.
Hambatan supervisi klinis dalam meningkatkan kemampuan profesional guru pads SMA Negeri 1 Ingin Jaya. Kurangnya kemampuan kepala sekolah mengadakan supervisi Minis secara efektif baik dare teknik-teknik supervisi yang digunakan maupun pemberianbimbingan merupakan salah satu
penghambat kepala sekolah
melaksanakan supervisi klinis