• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Tindakan

Dalam dokumen Untitled Document (Halaman 50-61)

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

4.1. Deskripsi Hasil Penelitian Tindakan Kelas

4.1.1. Deskripsi Hasil Penelitian Tindakan Kelas Siklus

4.1.1.2. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan sebelum pembelajaran dilakukan, maka langkah yang pertama yang dikukan adalah membuat pretes kepada siswa. Pretes dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dan untuk membuat soal-soal yang baik yang akan dibagikan nanti kepada siswa setelah pembelajaran selesai selama dua kali pertemuan.

Kegiatan pembelajaran untuk siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Proses belajar mengajar mengacu pada skenario pembelajaran yang termuat dalam RPP.

Pada pertemuan pertama tujuan pembelajaran adalah mengenalkan tokoh- tokoh pahlawan nasional. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan Kooperatif Tipe STAD. Tahapan pembelajaran melalui 3 tahap yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan awal adalah mengucapkan salam, menyampaikan tujuan pembelajaran, membangkitkan pengetahuan awal degan mengingatkan kembali materi perjuangan melawan penjajah yang sudah dipelajari

dikelas IV melalui tanya jawab, dan mengaitkan materi pelajaran dengan karakter bangsa. Pada Kegiatan awal ini berlangsung selama 5 menit.

Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan inti adalah mengarahkan siswa dalam mempelajari perjuangan melawan penjajah dengan pendekatan Kooperatif Tipe STAD. Kegiatan yang dilakukan siswa sesuai dengan langkah-langkah pada RPP dan pada LAS. Guru mengarahkan siswa untuk mengikuti langkah-langkah pada RPP untuk menjawab masalah pada LAS, yaitu menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, menyajikan inpormasi, mengordinasikan siswa kedalam kelompok kooperatif, membimbing kelompok bekerja dan belajar, evaluasi, dan memberikan penghargaan. Sebelumnya siswa belum pernah mengerjakan LAS, sehingga kelihatan sedikit lambat memahaminya. Dalam mengerjakan LAS ada kelompok yang mengalami hambatan tentang penjelasan kata-kata dalam LAS. Untuk itu guru berkeliling kelas melihat siswa mengerjakan LAS dan memberikan arahan pada kelompok yang mengalami hambatan, seperti memberi penjelasan tentang maksud soal yang diminta, kemudian guru meminta siswa maju kedepan untuk mempersentasikan yang mereka buat.

Setelah guru menganggap siswa mampu dan setiap kelompok selesai mengerjakan LAS kemudian guru menyuruh siswa presentase kedepan. Pada kesempatan ini hanya satu kelompok yang dapat mempresentasikan hasil kerjanya, karena keterbatasan waktu. Selanjutnya guru meminta siswa mengidentifikasi apa saja yang sudah dilakukan tadi, kemudian mengarahkan siswa menyimpulkan pelajaran hari ini. Kegiatan ini berlangsung selama 60 menit.

Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan penutup adalah memberi kuis pada siswa. Namun tidak semua siswa selesai mengerjakan kuis. Selanjutnya guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya, dan memberi salam sebagai penutup pertemuan pertama tersebut. Kegiatan ini berlangsung selama 5 menit.

Pada pertemuan kedua tujuan pembelajaran adalah mengetahui tokoh- tokoh pergerakan nasional dan peranan sumpah pemuda. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan Kooperatif Tipe STAD. Tahapan pembelajaran melalui 3 tahap yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Kegiatan yang dilakukan pada awal adalah mengucapkan salam, menyampaikan tujuan pembelajaran, membangkitkan pengetahuan awal dengan mengingatkan kembali materi yang sudah dipelajari melalui tanya jawab. Kegiatan berlangsung 5 menit.

Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan inti adalah mengarahkan siswa dalam mempelajari tokoh-tokoh pergerakan nasional dan peranan sumpah pemuda dengan pendekatan Kooperatif Tipe STAD. Kegiatan yang dilakukan siswa sesuai dengan yang diminta RPP dan pada LAS dengan bimbingan dari guru. Guru mengarahkan siswa untuk mengikuti langkah-langkah pada RPP, yaitu menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, menyajikan inpormasi, mengordinasikan siswa kedalam kelompok kooperatif, membimbing kelompok bekerja dan belajar, evaluasi, dan memberikan penghargaan. Guru tetap berkeliling melihat siswa mengerjakan LAS dan memberikan arahan pada

kelompok yang masih mengalami hambatan. Setelah seluruh LAS selesai dikerjakan siswa, kemudian guru meminta siswa mempersentasikan hasil diskusi mereka. Kelompok yang belum tampil pada pertemuan pertama diberi kesempatan utama untuk mempersentasikan hasil kerja kelompoknya. Pada kesempatan ini juga tidak semua kelompok dapat mempersentasikan hasil kerjanya. Selanjutnya guru meminta siswa mengidentifikasi apa saja yang sudah dilakukan tadi, kemudian mengarahkan siswa menyimpulkan pelajaran hari itu. Kegiatan ini berlangsung selama 55 menit.

Kegiatan yang dilakukan pada kegiatan penutup adalah memberi kuis pada siswa. Bagi siswa yang tidak selesai mengerjakannya dapat dilanjutkan di rumah dan memberi salam sebagai penutup pertemuan . Kegiatan ini berlangsung selama 10 menit.

4.1.1.3. Pengamatan

Pengamatan dilaksanakan secara bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pengamatan dilakukan terhadap penerapan pembelajaran dan karakter yang muncul yang dilakukan pada setiap pertemuan meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Pada siklus I dari temuan yang terlihat di beberapa pertemuan, kegiatan awal pada aspek aktivasi keseharian guru belum sempurna melakukannya. Mengabsen siswa dan memeriksa kelengkapan kelas seperti buku dan perlengkapan siswa terlupan oleh guru Sehingga karakter hubungannya dengan diri sendiri belum muncul. Tujuan pembelajaran telah disampaikan guru, namun

tidak diiringi dengan penyampaian pentingnya materi pelajaran sehingga karakter hubungannya dengan sesama dan diri sendiri belum muncul. Pada aspek membangkitkan pengetahuan awal, guru tidak menanyakan pengetahuan atau pengalaman siswa tentang materi perjuangan melawan penjajah sehingga karakter hubungannya dengan Negara belum muncul misalnya menghargai tokoh pahlawan. Hanya beberapa siswa yang mulai terlihat karakternya, sebagian besar belum terlihat. Dalam mengorganisasikan siswa dalam kerja kelompok, guru tidak secara jelas memberitahukan tugas kelompok sehingga pada saat unjuk kerja siswa kurang siap untuk menampilkannya ke depan dan karakter hubungannya dengan diri sendiri dan karakter hubungannya dengan sesama belum muncul. Guru sudah menyediakan media berupa LAS dan ilustrasi gambar pada LAS agar lebih menarik bagi siswa.

Dari keseluruhan kegiatan guru sudah melakukan sesuai RPP, namun guru kurang memberikan stimulus pada siswa, misalnya kurangnya penguatan yang diberikan guru pada siswa yang menyajikan hasil kerjanya. Dalam mengerjakan LAS, umumnya hanya 1 atau 2 orang siswa yang tertarik dan aktif bekerjasama menyelesaikannya. Beberapa siswa terlihat diam saja menunggu hasil kerja temannya.

Pada saat merangkum materi guru masih kurang memberi arahan, sehingga kebanyakan siswa diam saja waktu guru meminta siswa mengidentifikasi aktivitas yang sudah dilakukan dalam menyelesaikan soal. Namun umumnya siswa mencatat rangkuman yang ditemukan. Dalam kegiatan

unjuk kerja, siswa masih kurang siap tampil menyajikan hasil kerjanya sehingga karakter hubungannya dengan diri sendiri belum muncul misalnya sikap kritis.

Pada kegiatan penutup kekurangan terjadi pada aspek merangkum materi yang diberikan guru sehingga karakter hubungannya dengan diri sendiri belum muncul misalnya sikap disiplin.

Hasil pengamatan di atas telah diobservasi oleh pengamat pada lembar pengamatan terhadap kegiatan guru dan karakter siswa. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh 2 orang pengamat terhadap karakter yang muncul selama siklus I. Dari data tersebut diperoleh rangkuman hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran dan karakter yang muncul selama pembelajaran siklus I pada tabel berikut.

Tabel 4.1. Hasil Pengamatan Terhadap Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siklus I

Kegiatan Aspek yang diamati Pengamat 1

Pengamat 2

Skor Total Awal 1. Melakukan aktivitas

keseharian

2. Menyampaikan tujuan

3. Membangkitkan pengetahuan awal

4. Mengorganisasikan Siswa 5. Menyediakan sarana dan

3 3,5 2,5 4,5 4 3 4 3,5 4 4 6 7,5 6 8,5 8

prasarana

Inti 1. Menstimulus siswa 2. Memberikan fakta/situasi 3. Memahami soal

4. Merencanakan penyelesaian 5. Menyelesaikan soal

6. Peran dalam unjuk kerja siswa 7. Rangkuman materi 4 5 2 4 3,5 3 3,5 4 5 2 4 4 3 4 8 10 4 8 7,5 6 7,5 Akhir 1. Melakukan evaluasi

2. Melkukan aktivitas keseharian

2,5 2 3,5 2 6 4 Jumlah Skor 47 50 97 Skor Rata-Rata 48,5 Persentase skor Rata-Rata 69,29%

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa penerapan pembelajaran masih dalam kategori kurang.

Sedangkan hasil pengamatan terhadap karakter siswa selama siklus I. Berikut dihitung skor dan persentase karakter siswa selama pembelajaran siklus I pada tabel berikut.

Tabel 4.2. Hasil Pengamatan Terhadap karakter siswa dalam pembelajaran Pendekatan Kooperatif Tipe STAD pada Siklus I

N O

Indikator Nilai Karakter Siswa Penelitian deskriptis Pengamat I Pengamat II BT MT MB MK BT MT MB MK 1 Nilai karakter hubungannya dengan tuhan 4 3 3 1 4 2 3 2 2 Nilai karakter hubungannya dengan diri sendiri 2 3 3 3 2 3 3 3 3 Nilai karakter hubungannya dengan sesame 4 4 2 1 3 4 3 1 4 Nilai karakter hubungannya dengan Negara 4 2 2 3 4 3 3 1 5 Nilai karakter hubungannya dengan alam

2 3 3 3 1 3 4 3

Jumlah 16 15 13 11 14 15 16 10

Berdasarkan tabel 4.1 di atas terlihat bahwa karakter untuk kategori belum terlihat masih banyak selama siklus I.

Angket karakter siswa tentang seberapa pentingnya nilai-nilai pendidikan karakter dapat dilihat dari angket yang diberikan pada siswa. Dari data angket siswa dapat dilihat secara keseluruhan pada tabel berikut.

Tabel 4.3. Angket Karakter Siswa pada Siklus I PERTANYAAN KETERANGAN PILIHAN Jumlah Siswa STP TP CP P SP Nilai Karakter Dalam Hubungannya dengan Tuhan

Saya menjalankan ajaran agama saya dengan ketentuan agama yang saya anut

6 6 10

Ajaran agama saya peroleh dari guru agama, orang tua, dan membaca buku

1 5 8 8

Ajaran agama penting bagi saya dalam menjalankan aktifitas sehari-hari

2 5 12 3

Sebelum belajar, saya selalu berdoa menurut ajaran agama saya

2 6 6 8

Sekolah menjadi sarana bagi saya dalam melatih sikap saya sesuai dengan tuntunan agama

2 5 7 8

Ketika berbicara dengan teman atau orang lain, saya menjaga sikap dan menaruh rasa hormat kepada mereka sesuai dengan nilai-nilai agama

3 6 6 7

Dalam merencanakan sesuatu, saya mengawalinya dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa

6 7 9

Nilai Karakter Dalam Hubungannya dengan Diri Sendiri Saya bertanggungjawab terhadap semua pekerjaan

yang saya lakukan

1 5 6 6 4

Saya menjaga pola hidup sehat di sekolah atau di luar sekolah

4 4 5 5 4

Saya menjaga sikap disiplin dengan hadir disekolah tepat waktu setiap hari

2 4 5 5 6

Saya tidak pernah meninggalkan pelajaran sekolah di jam-jam tertentu

Pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru senantiasa selalu saya selesaikan di rumah

2 4 5 6 5

Saya menjaga perasaan orang lain agar tidak terluka

3 5 5 4 5

Saya suka belajar 2 7 6 6 1

Saya mengerjakan pekerjaan rumah saya tanpa di bantu orang lain

2 4 5 6 5

Saya senang mengajarkan kembali ilmu yang saya peroleh kepada orang lain yang belum mengerti

2 6 7 7

Nilai Karakter Dalam Hubungannya dengan Sesama Saya sering mengikuti kegiatan gotong royong bersama masyarakat membantu membersihkan lingkungan, parit, sampah dan saluran sungai di sekitar tempat tinggal saya

1 6 6 8 1

Saya menjadi salah satu anggota kesiswaan di sekolah

4 6 5 3 4

Saya selalu menghargai dan menghormati karya orang lain

4 5 4 5 4

Sifat santun dalam pergaulan adalah modal utama bagi saya dalam bermasyarakat

4 2 9 7 2

Saya tidak membedakan orang kaya atau miskin dalam pergaulan saya sehari-hari

1 3 6 10 2

Sikap demokratis sering saya tunjukkan dalam diskusi kelompok

8 6 5 1 2

Nilai Karakter Dalam Hubungannya dengan Negara Saya mencintai negara saya di atas kepentingan diri saya sendiri dan kelompok

7 6 5 3 1

Saya setia terhadap negara 5 5 4 6 2

Saya akan di garis depan mempertahankan negara apabila ada ancaman dari negara lain

Saya tidak senang melihat orang korupsi 4 5 8 5 Saya sangat menghargai perbedaan (bhinneka)

dalam berbangsa dan bernegara

6 4 11 1

Nilai Karakter Dalam Hubungannya dengan Alam Saya membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya

2 3 5 8 4

Saya gemar menanam dan memelihara tanaman (misal: bunga) di depan rumah saya

5 4 8 3 2

Saya sangat senang memelihara burung, kucing dan anjing di rumah saya

2 4 6 8 2

Saya sering terlibat menanam pohon dalam acara- acara tertentu di sekolah/kelurahan

3 6 4 7 2

Saya sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang membantu masyarakat yang tertimpa bencana alam

4 5 6 5 2

Saya lebih menyukai gunung, pantai dan hutan menjadi tempat rekreasi keluarga

6 2 5 7 2

Saya menjadi salah satu anggota ke pramukaan sekolah

1 4 8 4 5

Persentase ketuntasan klasikal 527/748 x 100 = 70,5%

Nilai-nilai yang terdapat pada kolom STP, TP, CP, P, SS merupakan banyaknya siswa yang merasakan tentang seberapa penting nilai-nilai pendidikan karakter terhadap setiap pernyataan.

Dari data pada tabel di atas dapat dilihat umumnya siswa memberi respon positif terhadap setiap pernyataan yang diberikan. Hanya pada beberapa pernyataan saja yang memberikan respon negatif, yaitu nilai karakter hubungannya dengan negara, yaitu Saya akan di garis depan mempertahankan

negara apabila ada ancaman dari negara lain. Walaupun ada beberapa siswa memberikan respon posisitif pada pernyataan yang diberikan, namun secara umum belum memberikan respon yang positif. Sehingga dapat dikatakan bahwa siswa belum merasa penting terhadap karakter, sehingga secara umum perlu ditingkatkan karena belum mencapai batas yang ditetapkan yitu ≥ 80%. Gambaran persentase angket karakter siswa pada siklus I disajikan dalam diagram berikut:

Dalam dokumen Untitled Document (Halaman 50-61)

Dokumen terkait