• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil Tempat Penelitian

B. Deskripsi Siklus I

2. Pelaksanaan Tindakan

Dalam tahap pelaksanaan tindakan guru menyiapkan semua perangkat pembelajaran mulai dari RPP, Lembar Kerja Siswa dalam bentuk tugas terstruktur, soal post test serta soal ulangan harian. Pelaksanaan Pembelajaran dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap Pendahuluan, Kegiatan inti serta penutup dengan rincian kegiatan kegiatan sesuai dengan fase pembelajaran Problem Based Learning dengan rincian sebagai berikut :

a. Pendahuluan

Pada kegiatan Pendahuluan guru membuka pelajaran dengan berdoa dan mengecek kehadiran siswa dalam pembelajaran. Pada Kegiatan pendahuluan guru memberikan apersepsi tentang peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan dengan menayangkan film adanya peristiwa Rengasdengklok dengan maksud untuk menggugah semangat dari siswa. Pada kegiatan pendahuluan merupakan fase 1 pada sintaks PBL yaitu memberikan orientasi tentang permasalahan kepada siswa dengan guru memberikan tujuan pembelajaran mendeskripsikan serta memotivasi siswa. Pada kegiatan pendahuluan diadakan post test dengan tanya jawab bersama tentang peristiwa Rengasdengklok serta perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda.

b. Kegiatan Inti

Pada Kegiatan inti dibagi menjadi 3 fase yaitu fase Eksplorasi, fase Elaborasi serta fase Konfirmasi. Pada Fase ekplorasi guru menjelaskan tentang perbedaan perspektif antar kelompok sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia serta kronologi proklamasi kemerdekaan, pada fase ini guru

membentuk kelompok yang beranggotakan 5 siswa dalam kelompok dan sesuai dengan fase Problem Based Learning yang terdiri dari 5 fase maka dalam kegiatan inti guru menberikan permasalahan serta membentuk kelompok pada siswa tentang perbedaan perspektif antar kelompok sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia pada fase selanjutnya menugaskan siswa untuk meneliti tentang permasalahan tersebut untuk diteliti oleh siswa pada fase ini guru membimbing siswa dalam penelitian tersebut. Pada fase Elaborasi siswa mencoba mempresentasikan terhadap materi yang telah dibahas dalam pemecahan masalah tersebut. Pada fase ini yang merupakan fase akhir dari Problem Based Learning yaitu menganalisis dan mengevaluasi dalam pemecahan masalah yang telah dibahas dalam kelompok.

Fase selanjutnya pada kegiatan inti adalah fase Konfirmasi di mana guru bersama-sama dengan siswa mencoba untuk merefleksi terhadap permasalahan- permasalahan yang telah dibahas dalam perbedaan perbedaan perspektif antar kelompok sekitar proklamasi kemerdekaan Indonesia. Dengan menberi tugas presentasi terhadap permasalahan yang telah didiskusikan bersama.

c. Kegiatan Penutup

Pada kegiatan penutup guru memberi evaluasi sebagai data siklus I dengan memberikan soal ulangan harian dengan soal berbentuk Essay dengan jumlah soal sebanyak 5 butir. Pada fase ini termasuk pada fase 5 dalam PBL yaitu menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah.

3. Observasi

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada pelaksanaan tindakan I ini siswa masih belum terbiasa dengan kegiatan pembelajaran dengan metode Problem Based Learning sehingga banyak siswa yang masih belum aktif dalam kegiatan belajar ini terbukti masih ada sebagian kecil siswa yang tidak aktif dalam kelompoknya sebagian ada yang bercakap-cakap dan sebagian ada yang aktif dalam berinteraksi dengan anggota kelompok lainnya bahkan ada yang menyelesaikan materi diskusi secara individual. Adapun tabel hasil observasi tentang motivasi belajar adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6 Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Cepu Pada Siklus I

Aspek yang dinilai

Hasil Observasi Jumlah Siswa/

kelompok Prosentase Kerjasama siswa

dalam kelompok 2 5 40%

Interaksi siswa dengan guru di

kelas 15 25 60%

Tanggung jawab siswa dalam

proses belajar 15 25 60 %

Kehadiran Siswa 25 25 100 %

Ketuntasan belajar siswa mengikuti pelajaran Sejarah merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan penelitian ini. Sedangkan hasil dari nilai prestasi belajar adalah pada tabel berikut:

Tabel 4. 7 Nilai Prestasi Belajar Sejarah Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Cepu Pada Siklus I

No Uraian Ulangan Harian

1 Nilai terendah 60

2 Nilai tertinggi 85

3 Nilai rerata 74,2

4 Rentang nilai 25

Adapun Interval nilai siswa dapat disajikan dalam tabel 4.8 sebagai berikut:

Tabel 4.8 Interval Nilai Prestasi Belajar Sejarah Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Cepu Pada Siklus I

No Interval Frekuensi

1 60 – 64 2

2 65 – 69 2

3 70-74 4

4 75-79 10

5 80-84 4

6 85-89 3

Jumlah siswa 25

Dari tabel 4.8 terlihat bahwa siswa yang mendapat nilai dibawah nilai KKM ada 8 siswa , hal ini dikarenakan dari 8 siswa yang belum tuntas hal ini disebabkan mereka belum terbiasa dengan metode yang digunakan dalam pembelajaran sehingga mereka masih terasa asing dalam pembelajarannya untuk lebih jelasnya perhatikan diagram berikut:

Gambar 4.2 Nilai Prestasi Belajar Sejarah Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Cepu Pada Siklus I

4. Refleksi

Hasil analisis data menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan pada siklus I cukup berhasil dari beberapa indikator yang sudah terpenuhi bahkan terjadi peningkatan dari kondisi awal antara lain aspek interaksi siswa dengan guru yang mencapai 60% lebih tinggi dibandingkan kondisi awal 20%, rasa tanggung jawab siswa terhadap proses belajar dan tugas-tugas mereka mencapai 60 % dan tingkat kehadiran siswa juga tinggi 100%. Adapun gambar indikator motivasi belajar adalah sebagai berikut:

Gambar 4.3 Diagram Indikator Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 3 Cepu dari Kondisi Awal ke Siklus I

Berdasarkan lembar observasi motivasi belajar siswa masih banyak siswa yang masih kurang kerjasama antara anggota satu dengan yang lain karena masih belum terbiasa dengan metode ini. Walaupun sebenarnya mereka sudah cukup akrab satu dengan yang lain, dalam kegiatan sehari-hari jam sekolah. Berdasarkan hasil observasi, kegiatan siswa dalam berinteraksi dengan guru dalam kegiatan kelompok maupun kegiatan lainnya sangat baik, di mana banyaknya siswa yang langsung bertanya jika tidak jelas serta antusias siswa dalam mengikuti pelajaran terespon dengan baik.

Untuk mengetahui hasil perkembangan prestasi belajar dari kondisi awal ke siklus I seperti terlihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.9. Perkembangan Prestasi Belajar Sejarah Kelas VIII C SMP Negeri 3 Cepu Kondisi Awal dan Siklus I

Keterangan Tes Awal Siklus I

Nilai terendah 50 60

Nilai tertinggi 80 85

Rata-rata nilai 61,8 74,2

Siswa belajar tuntas 32% 68%

Dari hasil analisa data perkembangan prestasi belajar siswa pada tes siklus I tabel 7 dapat disimpulkan bahwa hasil tes siswa yang tuntas mengalami

kenaikan dengan nilai batas tuntas 75 keatas, siswa yang tuntas belajar di siklus I sebesar 68%, yang semula pada tes awal hanya terdapat 32 % siswa mencapai batas tuntas. Besarnya nilai terendah yang diperoleh siswa pada tes awal sebesar 50 pada siklus I naik menjadi 60. Untuk nilai tertinggi terdapat kenaikan dari 70 naik menjadi 85 dan nilai rata-rata kelas yang pada tes awal sebesar 61,8 naik pada tes siklus I menjadi 74,2.

Dari hasil nilai prestasi belajar diatas ternyata belum mencapai tolak ukur 85% peserta didik mencapai ketuntasan sehingga diperlukan siklus II yang

diharapkan sebagai akhir dari tindakan penelitian dengan cara memperbaiki kekurangan-kekurangan pada siklus I, sehingga diharapkan pada siklus II menjadi

bermakna bagi peserta didik, guru serta peneliti.

Hasil yang diperoleh pada pelaksanaan tindakan pada siklus I ini kemudian peneliti dengan guru melakukan diskusi untuk mencermati dan mengkaji kendala-kendala yang menjadi penyebab kurang berhasilnya pembelajaran yang dilaksanakan. Berdasarkan hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa kurang berhasilnya pembelajaran yang dilakukan pada siklus I adalah disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pertama, pada siklus I ini siswa belum terbiasa dan masih kurang mempunyai pengalaman dengan pembelajaran metode Problem Based Learning sehingga pada awal-awal pembelajaran situasi dan keadaan kelas masih kurang kondusif. Kedua, masih rendahnya kerjasama siswa dalam kegiatan kelompok yang bertujuan untuk siswa saling bertukar daya serap perbedaan perspektif antar kelompok sekitar proklamasi Kemerdekaan Indonesia hal ini juga terlihat dari masih ada siswa yang terlihat kurang antusias dalam pembelajaran seperti tidak membawa lembar kerja siswa . Ketiga, sebagian besar

tugas diskusi kelompok masih dikerjakan secara individu sehingga kegiatan kelompok tidak berlangsung dengan baik. Adanya kekurangan-kekurangan ini dan belum tercapainya 80% siswa tuntas maka perlu adanya siklus II sebagai penyempurnaan dari siklus I.

Dokumen terkait