• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

2. Pelaksanaan Tindakan Kelas

Berdasarkan hasil analisis pada kegiatan pendahuluan, peneliti bersama guru menyusun perencanaan tindakan kelas. Berikut ini disajikan langkah-langkah perencanaan tindakan :

1) Membagi siswa dalam kelompok

Peneliti bersama guru mitra memetakan siswa berdasarkan kemampuan akademiknya. Berdasarkan hasil ulangan harian sebelumnya, siswa dibagi menjadi tiga ranking yaitu siswa yang berkemampuan tinggi, berkemampuan sedang dan yang berkemampuan rendah. Setiap kelompok yang dibentuk akan terdiri dari enam siswa. Jumlah kelompok yang terbentuk adalah empat kelompok. Kelompok tersebut selanjutnya diberi nama kelompok harta, hutang, modal, dan beban.

2) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Peneliti bersama guru menyusun RPP. RPP tersebut berisi standar kompetensi, kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, metode dan media pembelajaran, materi ajar dan evaluasi. RPP menjadi pedoman bagi guru mitra dan peneliti dalam melaksanakan langkah-langkah pembelajaran. Berikut ini diuraikan bagian- bagian RPP sebagaimana disebutkan di atas :

a) Membuat lembar penilaian kelompok

Peneliti bersama guru membuat lembar penilaian untuk mencatat skor kelompok pada saat games.

b) Materi pembelajaran

Materi pembelajaran ini adalah jurnal umum. Cakupan materi adalah analisis bukti transaksi sampai mencatatnya dalam buku jurnal. Berdasarkan materi pembelajaran pembelajaran tersebut, peneliti selanjutnya melakukan pengemasan materi dalam bentuk games.

c) Media pembelajaran

Peneliti mempersiapkan media pembelajaran yang mendukung jalannya penelitian pada saat itu. Berikut media pembelajaran yang dipersiapkan :

(1) Kartu soal dan jawaban

Jumlah kartu soal dan jawaban adalah 48 kartu, terdiri dari 12 kartu soal bukti transaksi, 18 kartu analisis bukti transaksi, dan 18 kartu jurnal.

(2) Papan nama kelompok

Papan nama kelompok menunjukkan nama-nama anggota setiap kelompok. Papan nama kelompok diletakkan di atas meja kelompok yang digunakan sebagai identitas setiap kelompok.

(3) Meja permainan

Jumlah meja permainan setiap kelompok ada dua buah. Meja permainan disesuaikan dengan jumlah anggota setiap kelompok. Jumlah keseluruhan meja yang dibutuhkan adalah 8 buah meja.

(4) Papan tempel

Papan tempel adalah media untuk menempelkan soal dan jawaban setiap kelompok di papan tulis. Jumlah papan tempel yang digunakan adalah 4 buah. Setiap kelompok mempunyai papan tempel sendiri untuk kelompoknya. (5) Kotak investasi

Kotak investasi yang digunakan untuk meletakkan uang yang diinvestasikan kelompok untuk menjawab setiap soal.

(6) Uang-uangan

Uang-uangan kertas digunakan sebagai investasi kelompok pada saat menjawab pertanyaan. Besarnya investasi kelompok pada setiap pertanyaan menjadi dasar perhitungan poin kelompok dalam mengerjakan soal (7) Hadiah

Hadiah dimaksudkan sebagai penghargaan bagi kelompok yang memperoleh skor tertinggi, setelah skor pada saat

permainan diakumulasikan. Hadiah yang diberikan berupa makanan ringan.

3) Peneliti menyusun dan menyiapkan instrumen pengumpulan data, yang meliputi :

a) Instrumen (kuesioner) untuk mengetahui tingkat motivasi belajar siswa. Kuesioner akan diberikan kepada siswa sebelum dan sesudah pembelajaran (lampiran 3 hal 154)

b) Lembar observasi guru selama menerapkan model pembelajaran make a match (lampiran 9 hal 168)

c) Lembar observasi aktivitas siswa di kelas selama penerapan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran make a match (lampiran 10 hal 169).

d) Lembar observasi kondisi kelas selama penerapan proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran make a match (lampiran 11 hal 171).

e) Lembar refleksi bagi para guru setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran make a match (lampiran 12 hal 172).

f) Lembar refleksi bagi para siswa setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran make a match (lampiran 13 hal 173).

g) Soal pre-test dan post-test bagi para siswa untuk mengetahui pemahaman awal dan akhir mengenai jurnal umum (lampiran 29 hal 208).

b. Tindakan

Pelaksanaan tindakan kelas diselenggarakan pada hari Senin, 29 Oktober 2012 pukul 08.00-09.45 WIB. Jumlah siswa kelas XI IPS 1 pada tahun ajaran 2012-2013 yang hadir adalah 24 siswa. Dengan kata lain, seluruh siswa hadir pada saat pelaksanaan tindakan kelas. Berikut diuraikan langkah-langkah pada tahap tindakan kelas :

1) Kegiatan awal pembelajaran

a) Memeriksa kesiapan ruang, alat pembelajaran, dan media Sebelum memulai tindakan kelas, guru dibantu peneliti mempersiapkan segala keperluan dan media yang dibutuhkan pada saat pelaksanaan.

b) Memeriksa kesiapan siswa

Guru mengabsen siswa melalui presensi dan memastikan siswa siap untuk melaksanakan tindakan kelas. Kemudian guru membuka pelajaran dengan mengucap salam pembuka.

c) Melakukan kegiatan apersepsi

Pada awal pembelajaran, guru melakukan apersepsi untuk mengingatkan kembali kepada siswa pelajaran yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

d) Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai Guru meyampaikan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, dan tujuan dari pembelajaran yang akan dicapai. e) Melaksanakan pre-test

Guru membagikan soal pre-test kepada siswa untuk megukur kemampuan awal siswa mengenai jurnal umum sebelum diadakan tindakan kelas. Pre-test dikerjakan selama 10 menit. Setelah selesai, guru mengumpulkan kembali lembar pre-test dari siswa. Hasil tes tersebut dapat dilihat pada tabel berikut (lampiran 47 hal 282):

Tabel 5.6

Deskripsi Awal Pemahaman Siswa

No Interval Frek. Frek. Relatif (%) Interpretasi 1 8,1–10,0 0 0% Sangat Tinggi 2 6,6–8,0 1 4% Tinggi 3 5,6–6,5 6 25% Sedang 4 4,6–5,5 12 50% Rendah 5 0– 4,5 5 21% Sangat Rendah Total 24 100%

Tabel 5.6 menunjukkan jumlah siswa yang memiliki pemahaman dengan kriteria tinggi adalah 1 orang (4%). Jumlah siswa yang memiliki pemahaman dengan kriteria sedang adalah 6 orang (25%). Jumlah siswa yang memiliki tingkat pemahaman rendah adalah 12 orang (50%). Jumlah

siswa dengan pemahaman sangat rendah adalah 5 orang (21%). Rata-rata tingkat pemahaman siswa = 5,12, median = 5,0, dan modus = 5,0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa sebelum tindakan kelas termasuk dalam kriteria rendah.

2) Kegiatan inti

a) Membacakan daftar pembagian kelompok siswa

Guru membacakan daftar kelompok siswa yang telah dibuat sebelumnya. Guru memastikan siswa telah berada dalam kelompoknya masing-masing.

b) Membagikan handout

Guru membagikan handout yang berisi materi jurnal umum. Kemudian, guru menyampaikan materi di depan kelas berdasarkan ringkasan tersebut.

c) Membagikan lembar kerja siswa

Siswa dalam kelompok menerima dua lembar kerja siswa. Pengerjaan soal tersebut bersifat kelompok, maka dalam pengerjaannya siswa dapat berdiskusi dan saling membantu satu sama lain.

d) Membahas soal bersama-sama

Setelah pengerjaan soal selesai, guru dan siswa membahas soal tersebut bersama-sama.

e) Membacakan prosedur dan aturan main make a match

Sebelum memulai permainan, guru menyampaikan prosedur dan aturan main make a match. Dengan aturan main yang sudah dibuat permainan dapat berlangsung dengan lancar. f) Memandu jalannya simulasi permainan di kelas

Guru memandu simulasi dengan dibantu oleh fasilitator yang bertugas. Seluruh siswa diperbolehkan memperhatikan dan maju ke depan untuk melihat simulasi permainan.

g) Membagikan kartu permainan dan uang investasi

Guru membagikan kartu permainan pada setiap kelompok. Masing-masing kelompok mendapat 48 kartu, terdiri dari 12 kartu bukti transaksi, 18 kartu analisis bukti transaksi dan 18 kartu jurnal umum. Selain itu, guru juga membagikan uang yang digunakan sebagai investasi. Setiap kelompok mendapat investasi sebesar Rp 180.000,00.

h) Membacakan sudut pandang perusahaan yang dijadikan acuan untuk menjawab soal

Nama perusahaan yang digunakan dalam pembelajaran akuntansi adalah Butik Patbhe. Guru menjelaskan jika dalam penyelesaian soal, bukti transaksi yang nantinya dicatat dalam jurnal umum dilakukan berdasarkan sudut pandang pada Butik Patbhe.

i) Memimpin jalannya permainan make a match

(1) Pada setiap soal, guru akan mengatakan “Silahkan investasikan dana untuk pengerjaan soal di tempat yang

sudah disediakan’. Kemudian selanjutnya mengatakan “Silahkan kerjakan soal nomor satu”.

(2) Siswa dalam masing-masing kelompok yang memegang kartu soal wajib menaruh kartu tersebut di meja dalam kelompok. Siswa lain yang memegang kartu analisis bukti transaksi dan jurnal menyusul meletakkan kartu miliknya yang cocok dengan soal.

(3) Penyelesaian satu soal berlangsung selama 2 menit dari proses menjawab sampai proses menempel di depan kelas. Pengerjaan soal ditandai dengan bunyi peluit satu kali. Jika bunyi peluit dua kali, perwakilan masing-masing kelompok menempel jawaban di depan kelas pada media yang sudah disediakan. Proses penempelan selama 30 detik. Pada bunyi peluit tiga kali, siswa yang menjadi perwakilan kelompok dipersilahkan duduk kembali.

(4) Guru mengatakan “Soal nomor satu selesai” pertanda waktu penyelesaian satu soal telah habis.

(5) Setiap siswa selesai mengerjakan soal, guru menilai jawaban masing-masing kelompok.

(6) Selanjutnya pengerjaan soal nomor 2 dan seterusnya dilakukan dengan langkah-langkah sebagaimana tersebut di atas.

3) Kegiatan Penutup

a) Melaksanakan post-test

Setelah permainan selesai dilaksanakan, guru membagikan soal post-test kepada siswa untuk mengetahui tingkat pemahaman yang dicapai setelah melakukan pembelajaran make a match. Post-test tersebut dikerjakan secara individu. Berikut ini disajikan rangkuman hasil tes tersebut (lampiran 47 hal 283):

Tabel 5.7

Deskripsi Pemahaman Siswa Setelah Tindakan

No Interval Pemahaman Frek. Frek. Relatif (%) Interpretasi 1 8,1 – 10,0 14 58,3% Sangat Tinggi 2 6,6 – 8,0 10 42,7% Tinggi 3 5,6 – 6,5 0 0% Sedang 4 4,6 – 5,5 0 0% Rendah 5 0 – 4,5 0 0% Sangat Rendah Total 24 100%

Tabel 5.7 menunjukkan jumlah siswa yang memiliki pemahaman dengan kriteria tinggi adalah 14 orang (58,3%). Jumlah siswa yang memiliki pemahaman dengan kriteria tinggi adalah 10 orang (42,7%). Rata-rata tingkat pemahaman siswa = 8,79, median = 9,0 dan modus = 8,0. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa pemahaman siswa setelah tindakan kelas termasuk dalam kriteria sangat tinggi.

b) Melakukan refleksi

Guru membagikan lembar refleksi tentang proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan kepada siswa. Berikut disajikan rangkuman refleksi siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe make a match :

Tabel 5.8

Refleksi Siswa Terhadap Perangkat dan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match

No Uraian Komentar 1 Bagaimana menurut Anda tentang pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran make a match (topik pembahasan, media pembelajaran, situasi kelas, penampilan guru, lingkungan kelas, dll) ?

Semua siswa menyatakan pembelajaran make a match sangat menyenangkan, menarik, efektif, metodenya mengasyikan, situasi kelasnya kondusif 2 Apakah Anda berminat mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran make a match ?

23 siswa menyatakan bahwa sangat berminat dalam pembelajaran make a match. Sedangkan hanya ada 1 siswa yang menyatakan bahwa tidak berminat dalam proses pembelajaran make a match.

3 Apa saja yang anda lakukan selama pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran make a match ?

Banyak siswa mengatakan bahwa mereka aktif dan fokus dalam mengerjakan soal. Dalam kelompok, mereka saling berdiskusi dan berunding dalam menjawab

Tabel 5.8 menunjukkan bahwa semua siswa menyatakan senang dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Menurut siswa, model pembelajaran kooperatif tipe

soal. Semua siswa berusaha mengorganisasikan

kelompok mereka dengan baik. Siswa juga mengatakan bahwa dalam pembelajaran, mereka saling berkompetisi dan bersaing antar

kelompok. 4 Apakah anda lebih

paham tentang materi penyusunan jurnal umum pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran make a match ?

Semua siswa menyatakan bahwa dengan pembelajaran make a match ini mereka dapat lebih paham dan mengerti tentang jurnal umum.

5 Hambatan apa yang anda temui selama melaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran make a match ?

Menurut siswa, hambatan yang ditemui dalam proses pembelajaran make a match ini antara lain : waktu terasa begitu cepat habis karena mereka merasa senang saat pembelajaran, kesulitan memahami prosedur permainan di awal

permainan, kesulitan dalam berkomunikasi non verbal. 6 Manfaat apa yang

anda peroleh pada pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran make a match?

Manfaat yang diperoleh siswa pada pembelajaran make a match antara lain : materi jurnal umum lebih mudah dipelajari, menambah semangat belajar, melatih kerja sama dalam kelompok dan berpikir cepat, cara belajar lebih menarik dan menyenangkan.

make a match sangat menarik dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran akuntansi. Dengan semangat dan antusias siswa yang tinggi, proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Situasi kelas yang kondusif juga sangat mendukung proses pembelajaran. Selama proses pembelajaran siswa aktif bertanya kepada guru. Pada saat permainan, siswa fokus dan membantu anggota lain untuk menjawab soal tersebut dengan benar. Setiap kelompok berusaha mengorganisasikan kelompok mereka dengan baik. Setiap siswa merasa mempunyai tanggung jawab terhadap kelompok mereka. Sikap saling membantu dalam kelompok membuat siswa yang awalnya tidak mengerti menjadi paham tentang jurnal umum. Dengan berdiskusi, semua siswa saling memberi pendapat untuk mendapatkan jawaban yang benar. Hambatan yang ditemui oleh siswa selama proses pembelajaran adalah: kurangnya waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif tipe make a match; kesulitan mereka dalam memahami prosedur permainan di awal pembelajaran; kesulitan berkomunikasi dalam kelompok karena menggunakan komunikasi melalui media kertas. Banyak manfaat yang diperoleh siswa dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe make a match antara lain: (1) materi jurnal umum lebih mudah dipelajari; (2) metode ini mampu menumbuhkan semangat belajar akuntansi; (3) diskusi yang dilakukan dapat melatih kerjasama dalam kelompok dan pemberian waktu pengerjaan pada setiap soal melatih siswa untuk berpikir cepat; (4) cara belajar akuntansi menjadi menarik, tidak menimbulkan rasa bosan dan mengantuk. c) Membagikan kuesioner motivasi belajar

Guru membagikan kuesioner motivasi belajar kepada siswa. Kuesioner motivasi digunakan untuk mengetahui tingkat motivasi siswa terhadap belajar sesudah tindakan kelas. Berikut disajikan rangkuman pengisian kuesioner motivasi siswa setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match (lampiran 46 hal 280):

Tabel 5.9

Deskripsi Motivasi Siswa Setelah Tindakan

No. Interval Frek. Frek. Relatif (%) Interpretasi 1. 69 – 80 6 25% Sangat Tinggi 2. 60 – 68 11 45,8% Tinggi 3. 54 – 59 7 29,2% Sedang 4. 49 – 53 0 0% Rendah 5. 20 – 48 0 0% Sangat Rendah Total 24 100%

Tabel 5.9 menunjukkan bahwa jumlah siswa yang memiliki tingkat motivasi belajar sangat tinggi adalah 6 orang (25%). Jumlah siswa yang memiliki tingkat motivasi belajar tinggi adalah 11 orang (45,8%). Jumlah siswa yang memiliki tingkat motivasi belajar sedang adalah 7 orang (29,2%). Rata-rata tingkat motivasi siswa = 63,00, median = 61, dan modus = 60. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar motivasi belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran make a match adalah tinggi.

d) Membagikan hadiah

Guru mengumumkan kelompok yang memiliki skor tertinggi dan memberikan penghargaan kepada kelompok tersebut. Skor didapat dari akumulasi investasi pada setiap kelompok.

e) Menutup pembelajaran

Setelah membagikan hadiah, guru menutup pembelajaran. Guru memberikan salam penutup dan mengucapkan terima kasih.

c. Observasi

Saat pembelajaran berlangsung, peneliti mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, kegiatan siswa, dan kondisi kelas. Berikut ini rangkuman pengamatan yang dilakukan oleh peneliti:

1) Observasi terhadap kegiatan guru

Aktivitas guru selama proses pembelajaran disajikan dalam tabel berikut (lampiran 36 hal 235):

Tabel 5.10

Hasil Observasi Guru Selama Menerapkan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match

No Deskripsi Ya Tidak Keterangan

1 Guru memeriksa media dan kesiapan siswa

 Guru memeriksa

kesiapan ruang dan alat pembelajaran dan memastikan semua siswa sudah berada di kelas dan siap mengikuti pembelajaran. 2 Guru membuka pelajaran  Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam. 3 Guru melakukan kegiatan apersepsi  Guru memberikan apersepsi sebelum pembelajaran dimulai.Guru mengingatkan kembali pelajaran yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. 4 Guru menyampaikan kompetensi dan tujuan pembelajaran  Guru menyampaikan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pembelajaran dan tujuan yang akan dicapai. Guru juga menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. 5 Guru memberikan materi pembelajaran melalui presentasi kelas  Guru menjelaskan materi jurnal umum berdasar pada handout yang telah dibuat. Guru memberi contoh yang relevan dan memberi

arahan kepada siswa. 6 Guru mengorganisasik an pokok bahasan yang lebih sempit untuk membantu siswa memahami materi

 Guru membahas soal

latihan yang dikerjakan siswa dalam kelompok. Dalam kegiatan ini, guru menjelaskan secara detail bagaimana menganalisis sebuah bukti transaksi dan membuat jurnal yang benar dari bukti tersebut. 7 Guru melaksanakan pembelajaran secara terkoordinasi  Pembelajaran di kelas terkoordinasi dengan baik. Guru memimpin jalannya pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan lancar. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alur

pembelajaran yang telah disusun. 8 Guru menggunakan metode belajar yang bervariasi  Guru menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Dengan metode ini, guru berperan sebagai fasilitator. 9 Guru

menggunakan media

 Guru menggunakan

berbagai macam media. Di antaranya power point, kartu permainan, uang investasi, papan tempel, kotak investasi, meja permainan serta peluit. 10 Guru melibatkan siswa dalam pemanfaatan media  Selama proses pembelajaran berlangsung, guru melibatkan siswa dalam pemanfatan media. Siswa memainkan kartu permainan dan

menggunakan media lainnya sebagai pendukung jalannya permainan. 11 Guru memberikan dorongan motivasi kepada siswa agar terlibat aktif dalam pembelajaran  Guru menumbuhkan

motivasi sehingga siswa sangat aktif

berpartisipasi dalam pembelajaran. Siswa sangat antusias saat menyelesaikan soal. Tingginya semangat siswa untuk saling berkompetisi antar kelompok. 12 Guru berinteraksi dengan siswa serta menjawab pertanyaan yang diajukan siswa.

 Guru merespons positif pertanyaan yang

diajukan siswa. Adanya komunikasi dua arah antara guru dan siswa sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

13 Guru

menumbuhkan rasa ingin tahu

 Informasi dan

penjelasan yang

disampaikan guru sangat disambut antusias oleh siswa. Guru

menumbuhkan rasa ingin tahu siswa mengenai bukti

transaksi dan bagaimana cara menjurnal dengan baik. 14 Guru meminta siswa untuk mengerjakan tugas di depan kelas

 Guru meminta siswa

mengerjakan soal di depan kelas. Kartu soal dan jawaban yang sudah dikerjakan kemudian ditempel pada papan tempel di depan.Masing- masing kelompok mewakilkan satu anggotanya secara

bergantian untuk maju ke depan. 15 Guru memantau kemajuan belajar siswa selama pembelajaran  Guru memantau

kemajuan belajar siswa. Pada saat presentasi dan membahas soal latihan di depan kelas, guru bertanya kepada siswa bagian mana yang belum dimengerti. Selama proses permainan, guru juga memantau sejauh mana pemahaman siswa mengenai jurnal umum. 16 Guru membiarkan siswa yang membuat kegaduhan di dalam kelas

 Guru menegur siswa yang membuat kegaduhan di kelas. Guru hanya memberi peringatan kecil karena guru sudah mengenal karakteristik siswa kelas tersebut. 17 Guru melakukan evaluasi pada akhir pembelajaran  Guru melakukan

evaluasi pada akhir pembelajaran. Guru membagikan soal post- test untuk mengukur pemahaman siswa mengenai jurnal umum setelah tindakan kelas. 18 Guru mengajak

siswa untuk melakukan refleksi

 Guru membagikan

lembar refleksi kepada siswa. Siswa diajak untuk merefleksikan apa saja yang mereka dapat dan bagaimana pendapat siswa terhadap

pembelajaran make a match.

Tabel 5.10 menunjukkan pada kegiatan pra pembelajaran, guru memeriksa kesiapan ruang dan media pembelajaran yang akan digunakan. Guru membuka pembelajaran dengan mengucap salam dan memberikan apersepsi. Guru mengingatkan kembali pelajaran yang telah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya. Guru menyampaikan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pembelajaran dan tujuan yang akan dicapai. Sebelum memulai permainan, guru menyampaikan materi melalui presentasi kelas. Materi yang disampaikan berdasarkan handout yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelah penyampaian materi, guru memberikan soal latihan kepada siswa. Pada saat pembahasan, guru menjelaskan secara detail bagaimana menganalisis sebuah bukti transaksi dengan benar dan membuat jurnal yang benar berdasarkan bukti transaksi tersebut. Guru melaksanakan pembelajaran secara runtut dan terkoordinasi dengan baik. Guru memimpin jalannya pembelajaran sesuai dengan alur model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Selama proses

19 Guru menutup pembelajaran

 Guru membagikan

hadiah sebagai bentuk penghargaan kepada kelompok yang

mendapat skor tertinggi. Selanjutnya, guru

mengucap salam dan terimakasih sebagai penutup pembelajaran.

pembelajaran, guru melibatkan siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran seperti kartu permainan, uang investasi, meja permainan, papan tempel dan kotak investasi. Guru menumbuhkan motivasi siswa untuk berpartisipasi dalam kelompok dan menunjukkan respons positif terhadap partisipasi siswa. Pada saat siswa bertanya, guru memberi jawaban yang bisa diterima siswa dengan baik. Guru memantau kemajuan belajar siswa selama pembelajaran. Pada saat presentasi kelas dan pembahasan soal, guru bertanya kepada siswa bagian mana yang belum siswa mengerti. Suasana kelas pada awalnya sedikit gaduh, namun dengan peringatan kecil siswa di kelas dapat mengendalikan diri mereka sehingga kondisi kelas sangat kondusif untuk melaksanakan pembelajaran. Pada kegiatan penutup, guru membagikan soal post-test kepada siswa. Selanjutnya, guru membagikan lembar refleksi untuk merefleksikan apa saja yang siswa peroleh selama pembelajaran. Guru juga membagikan kuesioner motivasi belajar setelah pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Guru membagikan hadiah kepada kelompok yang mendapatkan skor tertinggi. Guru mengucap salam dan terimakasih sebagai penutup pembelajaran. Dari deskripsi di atas, dapat disimpulkan bahwa guru mampu mengorganisasikan proses pembelajaran

menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan baik

2) Observasi terhadap siswa

Adapun kegiatan siswa selama proses pembelajaran disajikan dalam tabel berikut (lampiran 37 hal 239):

Tabel 5.11

Hasil Observasi Siswa Selama Menerapkan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match No Deskripsi Ya Tidak Keterangan

1 Siswa siap mengikuti proses pembelajaran  Siswa duduk di bangku masing- masing dan mempersiapkan alat tulis yang diperlukan 2 Siswa memperhatikan penjelasan guru  Siswa memberi perhatian penuh terhadap guru. Semua siswa fokus dan menghadap ke depan untuk memperhatikan penjelasan guru. 3 Siswa menanggapi pembahasan pembelajaran  Siswa menanggapi pembahasan guru dengan menanyakan hal yang belum dimengerti. 4 Siswa mencatat hal-

hal penting

 Siswa mencatat hal-

hal penting berdasarkan pembahasan guru. Siswa merasa bahwa materi jurnal umum itu penting.

5 Siswa mengerjakan tugas/latihan soal

 Siswa mengerjakan

dengan baik dengan baik. Siswa sangat antusias dalam

mengerjakannya. Tidak satupun soal yang mereka lewatkan. Pembelajaran make a match menumbuhkan semangat siswa dalam belajar. 6 Siswa mendapat

teguran dari guru

 Siswa mendapat

teguran dari guru. Pada awal pembelajaran, kelas sedikit gaduh. Namun dengan peringatan kecil kelas kembali kondusif dan proses pembelajaran dapat dilanjutkan.

7 Ada persaingan yang sehat dari diri siswa  Siswa menampakkan adanya persaingan di

Dokumen terkait