DESKRIPSI, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
1. Pelaksanaan Tindakan Siklus I
a. Perencanaan (Planning).
Sebelum melakukan tindakan, pada tahap ini peneliti membuat rancangan yang dibuat untuk penelitian pada siklus I berupa RPP sebagai panduan dalam proses pelaksanaan pembelajaran, Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berfungsi untuk latihan soal buat siswa untuk didiskusikan, dipresentasikan, dan dipertanggungjawabkan. Langkah selanjutnya membuat kisi-kisi soal digunakan untuk mengetahui ruang lingkup dalam penulisan soal atau untuk mengetahui indikator soal yang ingin dicapai. Menyiapkan lembar observasi aktivitas siswa untuk mengetahui kegiatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, lembar aktivitas guru untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung, menyediakan alat dan media yang mendukung agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dan menyiapkan soal untuk tes (postes) di akhir pertemuan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mempelajari materi yang diajarkan oleh guru.
b. Pelaksanaan /Tindakan (Action).
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar siklus I secara berkesinambungan antara pertemuan I dan pertemuan ke 2. Pertemuan ke I dilaksanakan pada hari Senin, 07 April 2014 di kelas V dengan jumlah siswa 27 orang, dan materi yang dibahas adalah Persiapan Kemerdekaan dan Perumusan Dasar Negara, dengan metode diskusi menggunakan tekhnik Town Meeting (Rapat kota). Dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:
1) Guru menyajikan materi sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya, serta memberikan gambaran tentang cara pembelajaran dengan metode diskusi, materi pada siklus I adalah Persiapan Kemerdekaan dan Perumusan Dasar Negara.
2) Guru mengelompokkan siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 5-6 orang. Hal ini dilakukan untuk mengefektifkan kerja kelompok dan menghindari siswa yang ngobrol dan bercanda. Anggota
33
kelompok terdiri dari beragam kemampuan (pintar, sedang, dan kurang), serta jenis kelamin.
3) Guru membagikan materi kepada masing-masing kelompok untuk dipahami dan didiskusikan oleh masing-masing kelompok.
4) Guru berkeliling, mengamati, memotivasi, dan membimbing siswa dalam kelompok.
5) Selesai berdiskusi dalam kelompok masing-masing, guru meminta perwakilan dari masing-masing kelompok untuk membacakan hasil kerjanya di depan kelas, dan kelompok yang lain memperhatikan dan menanggapi pendapat siswa yang presentasi tersebut.
6) Guru memberikan tanggapan dan penegasan atau penguatan atas pendapat dari siswa-siswa serta menyimpulkan materi.
7) Selanjutnya guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan penghargaan /reward kepada siswa/kelompok yang memberikan pendapat dengan tepat.
8) Sebelum mengakhiri pembelajaran, guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan ke 2 dilaksanakan pada tanggal 10 April 2014, dengan kegiatan awal menyanyikan lagu wajib yaitu ”Hari Merdeka” yang bertujuan untuk memotivasi agar mereka lebih bersemangat lagi dan menghargai jasa-jasa dari para pejuang bangsa yang telah berjuang dengan segenap jiwa raga demi kemerdekaan bangsa Indonesia.
Selanjutnya guru mengingatkan kembali materi pada pertemuan terdahulu dengan mengadakan tanya jawab sebagai appersepsi, mengingat alokasi waktu pada pertemuan 2 ini hanya satu jam pelajaran (35 menit). Karena alokasi waktu untuk mata pelajaran IPS hanya tiga jam pelajaran dalam satu minggu. Guru memberikan teknik ”Berkirim Soal” pada kelompok lain, hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada siswa melatih pengetahuan dan ketrampilan mereka. Sehingga mereka akan merasa lebih terdorong untuk belajar menjawab pertanyaan dan membuat pertanyaan. Langkah-langkah Berkirim Soal adalah sebagai berikut:
1) Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok dengan cara berhitung 1 sampai 5, sehingga masing-masing kelompok berjumlah 5-6 orang.
2) Setiap kelompok memberikan pertanyaan kepada kelompok yang dituju, kemudian kelompok yang minta segera memberikan jawabannya.
3) Kelompok yang lain juga diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan tersebut, karena kemungkinan kelompok yang lain memiliki pendapat yang berbeda dengan jawaban yang pertama.
4) Begitu seterusnya sampai semua kelompok mendapat giliran memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dari temannya.
5) Guru memberikan reward kepada kelompok yang telah membuat pertanyaan dengan baik dan menjawab pertanyaan temannya dengan benar.
Kemudian guru mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban tersebut untuk dijadikan acuan penilaian hasil belajar pada siklus berikutnya. Pelajaran diakhiri dengan pelaksanaan post test selama 10 menit, dan menyimpulkan secara bersama-sama materi yang telah dipelajari pada pertemuan ini.
c. Pengamatan (Observasi). 1) Hasil Nilai Diskusi
Berdasarkan hasil perencanaan untuk setiap kali pertemuan guru menilai pada fase mempertanggungjawabkan tugas yaitu berupa laporan siswa dalam bentuk tulisan dari apa yang telah dikerjakannya, diantaranya keaktifan siswa dalam diskusi, kerjasama/kekompakan, dan mempresentasikan dari hasil jawabannya. Pada siklus I pertemuan pertama nilai mempertanggungjawabkan tugas yang dilaksanakan pada hari Senin, 07 April 2014 di kelas V dengan jumlah siswa 27 orang, dan materi yang dibahas adalah Persiapan Kemerdekaan dan Perumusan Dasar Negara, dengan metode diskusi menggunakan teknik Town Meeting (Rapat kota), didapat nilai hasil diskusi kelompok sebagai berikut:
35
Tabel 4.1
Hasil Diskusi Kelompok Pada Siklus I Pertemuan Pertama N
o
Nama Kelompok
Aspek yang dinilai Total Nilai Keaktipan Siswa Kerjasama/ke kompakan Siswa Mempresentasikan Diskusi 1 A 2 2 2 6 2 B 2 2 3 7 3 C 3 2 2 7 4 D 3 2 3 8 5 E 2 2 2 6 Jumlah 12 10 12 34 Nilai Rata-rata 2,4 2,0 2,4 6,8
Keterangan Katagori Penilaian Total Tidak Baik : 1 Kurang Baik : 5 - 8 Kurang Baik : 2 Cukup Baik : 9 - 12 Cukup Baik : 3 Baik : 13 - 16 Baik : 4
Berdasarkan tabel 4.1 hasil diskusi kelompok pada siklus I pertemuan pertama di atas menunjukkan bahwa, siswa dibagi menjadi 5 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 sampai 6 orang. Nilai yang diperoleh pada pertemuan pertama siklus I pada fase mempertanggungjawabkan diperoleh nilai 2 (kurang baik) pada semua aspek penilaian, baik itu dalam aspek keaktipannya, kerjasama /kekompakan, maupun dalam mempresentasikan diskusinya. Sebab sebagian kelompok masih kurang aktif dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan. Hasil ini juga serupa dengan nilai kerjasama dalam kelompok juga masih kurang kompak, siswa masih mengerjakan secara individual, dan belum terbentuk adanya kerjasama yang bagus. Padahal tujuan dibentuknya suatu kelompok agar ada kerjasama dalam setiap kelompok tersebut, dengan tujuan siswa yang pemahamanya rendah dapat bertanya ke siswa yang pemahamannya tinggi, dan sebaliknya siswa yang merasa memiliki kemampuan lebih dapat berbagi ilmu atau
membimbing siswa yang kemampuannya rendah, namun hal ini belum bejalan lancar.
Dampak dari kekurang kompakan atau kerjasama yang kurang, sehingga mengakibatkn pada saat mempresentasikannyapun masih kurang yakin. Hal ini terlihat dari penyelesaian tugas lembar kerja siswa (LKS), yang mengerjakan hanya didominasi oleh siswa yamg memiliki kemampuan tinggi dan memahami materi serta mampu mengerjakannya, sedangkan siswa yang memiliki kemampuan rendah dan tidak memahami materi, serta kurangnya memperhatikan penjelasan dari guru sangat terlihat jelas siswa tersebut kebingungan untuk menjawab soal dan menyelesaikannya, mereka hanya bergantung pada siswa yang lain yang memiliki kemampuan tinggi.
Data yang diperoleh pada pertemuan pertama adalah tentang penilaian pengamatan/observasi, yaitu aktivitas dan interaksi siswa dalam kelompok yang masih bingung, serta keberanian ketika membacakan hasil kerja kelompok di depan kelas yang juga masih perlu bimbingan dari guru.
Tabel 4.2
Hasil Diskusi Kelompok Pada Siklus I Pertemuan ke dua N
o
Nama Kelompok
Aspek yang dinilai Total Nilai Keaktipan Siswa Kerjasama/ke kompakan Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi 1 A 3 3 3 9 2 B 3 3 4 10 3 C 3 3 3 9 4 D 4 3 3 11 5 E 3 3 3 9 Jumlah 16 15 16 47 Nilai Rata-rata 3,2 3,0 3,2 9,4
Keterangan Katagori Penilaian Total Tidak Baik : 1 Kurang Baik : 5 - 8 Kurang Baik : 2 Cukup Baik : 9 - 12 Cukup Baik : 3 Baik : 13 - 16 Baik : 4
37
Berdasarkan tabel 4.2 hasil diskusi kelompok pada siklus I pertemuan kedua di atas menunjukkan bahwa adanya perubahan sedikit dari pertemuan pertama ke pertemuan kedua. Nilai pada fase mempertanggungjawabkan yang diperoleh siswa baik dilihat dari sisi keaktifannya, kerjasamanya, dan cara mempresentasikannya masing-masing memperoleh nilai 3 (cukup baik). Hanya ada beberapa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi untuk pertemuan selanjutnya di siklus II.
Data yang diperoleh dari pertemuan ke 2 adalah tentang ketrampilan siswa dalam membuat pertanyaan/soal, yang mana masih memerlukan bimbingan dan arahan dari guru dalam pembuatannya.
2) Lembar aktivitas Guru
Tabel 4.3
Tabel aktivitas Guru Siklus I
No Aspek yang diobservasi Pertemuan ke I Pertemuan ke 2 4 3 2 1 4 3 2 1
I Pendahuluan
1 Mengkondisikan situasi pembelajaran dan kesiapan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran
2 Appersepsi
3 Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu siswa (motivasi)
II Kegiatan Inti
Fase Pembelajaran
4 Menyampaikan tujuan/ indikator yang ingin dicapai
5 Penggunaan media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi
6 Menjelaskan metode diskusi yang ingin digunakan
7 Pemusatan perhatian siswa terhadap proses pembelajaran
8 Teknik menjelaskan materi
9 Pengelolaan pembelajaran dengan metode diskusi
Fase Penugasan
berhitung 1-5
11 Membagikan LKS pada setiap siswa
Fase pelaksanaan tugas
12 Membimbing/mengarahkan siswa
13 Memberikan kesempatan siswa untuk berpikir
14 Mengamati kesulitan dan kemajuan siswa
Fase Mempertanggungjawabkan
15 Menilai siswa dalam mempertanggungjawabkan nilai yang didapat
16 Memberikan evaluasi sesuai indikator yang ingin dicapai
III Penutup
17 Memberikan kesimpulan materi yang sudah didapat
Jumlah - 24 18 - 8 39 4 -
Total 42 51
Nilai Rata-rata 2,4 3,0 Kualifikasi Cukup Baik Cukup Baik
Skor Maksimal : 68 Skor Minimal : 1
Keterangan
Tidak baik : 1 Katagori Penilaian Total Kurang Baik : 2 Kurang Baik : 21 - 36 Cukup Baik : 3 Cukup Baik : 37 - 52 Baik : 4 Baik : 53 - 68
Dari tabel 4.3 aktivitas guru pada Siklus I di atas masih tergolong rendah atau dikatagorikan cukup, dengan perolehan nilai 42 (cukup) dan 51 (cukup), sedangkan nilai idealnya adalah 68. Hasil yang diperoleh dari aktivitas guru pada siklus I ini akan dijadikan bahan rujukan/acuan untuk memperbaiki kualitas pengajaran pada siklus II.
39
3) Hasil Belajar Siswa
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dilakukan tes kemampuam siswa. Adapun hasil tes kemampuan siswa tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4
Rekap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sebelum dan Sesudah Tindakan
No Nama Siswa Nilai Siklus I Sebelum Tindakan/Pre Tes Pos Tes N-Gain Ket
01 Ade Adiyanto 50 55 0,1 Rendah
02 Ali Husen 55 60 0,11 Rendah
03 Delia Nur’aini 60 65 0,12 Rendah 04 Dika Sapta Dewi 55 60 0,11 Rendah 05 Evita Amanda 50 55 0,1 Rendah 06 Faturrohmah 55 60 0,11 Rendah
07 Ibrahim 55 60 0,11 Rendah
08 Ilham Badrussalam 50 55 0,1 Rendah 09 Linawati Dewi 55 60 0,11 Rendah 10 Lulu Salsabila 65 68 0,08 Rendah 11 Lutfie Dhias 68 70 0,06 Rendah 12 M. Ikhsan Fathin 68 70 0,06 Rendah
13 M. Rafli 50 55 0,1 Rendah
14 M. Rahuli Akbar 50 55 0,1 Rendah
15 M. Rifai 55 60 0,11 Rendah
16 Muchtar Jubaidi 50 55 0,1 Rendah 17 Muis Hadi Prayoga 50 55 0,1 Rendah
18 Nopiyanti 70 75 0,16 Rendah
19 Fathir Ramadhan 50 55 0,1 Rendah 20 Soraya Nada 60 65 0,12 Rendah 21 Siti Khoirotunnisa 67 70 0,09 Rendah 22 Siti Rohmah 50 55 0,1 Rendah
23 Tri Rekso 50 55 0,1 Rendah
24 Angga 67 70 0,09 Rendah
25 Pudiansyah 50 57 0,14 Rendah
26 Abdul Latief 55 60 0,11 Rendah
27 M. Faruq 55 60 0,11 Rendah
Jumlah 1515 1640 2,74
Perhitungan Skor N-Gain N-Gain : Skor Post Test – Skor Pre Test
Skor Ideal – Skor Pre Test
Contoh n- gain siswa no. I pada siklus I N- Gain : 55 - 50 = 5 = 0,1 100 - 50 50
Maka nilai N Gain yang diperoleh siswa tersebut adalah 0,1.
Dari tabel 4.4 di atas hasil belajar siswa pada siklus I dapat disimpulkan bahwa, hasil belajar siswa pada siklus I masih harus ditingkatkan lagi karena masih banyak siswa yang nilainya di bawah nilai KKM yang ditentukan sekolah yaitu 65. Adapun nilai yang diperoleh siswa adalah 10 orang mendapat nilai 55, 1 orang mendapat nilai 57, 8 orang mendapat nilai 60, 2 orang mendapat nilai 65, 1 orang mendapat nilai 68, 4 orang mendapat nilai 70, dan 1 orang mendapat nilai 75. Selain itu dapat pula dijelaskan nilai rata-rata pretes yaitu 56,11, tetapi setelah mengalami proses pembelajaran dengan metode diskusi nilai rata-rata hasil belajar siswa mengalami peningkatan sedikit, yaitu nilai postes menjadi 60,74. Dengan demikian proses pembelajaran dengan metode diskusi akan dilanjutkan pada siklus ke II, dengan tujuan agar dapat meningkatkan hasil belajar IPS.
d. Refleksi Tindakan Pada Siklus I
Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi terhadap hasil analisis data dan seluruh pelaksanaan pembelajaran siklus I. Dalam pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan I dan 2 diperoleh informasi hasil dari pengamatan sebagai berikut:
1) Ketika guru membagikan siswa dalam kelompok, awalnya terlihat siswa masih bingung, tetapi kemudian mulai dapat menunjukkan ketertarikan dan rasa ingin tahunya. Mereka ada yang bertanya apa yang akan di lakukan oleh gurunya.
2) Guru mempersilahkan siswa untuk membuka buku tentang materi yang akan dibahas bersama.
41
3) Tampak pada awal diskusi, mereka lebih banyak diam dengan pikiran masing-masing, hanya siswa yang pintar saja yang terlihat mulai membaca materi yang diberikan, bahkan ada siswa (pintar) yang enggan berbagi dengan teman sekelompoknya dan memilih mengerjakan sendiri.
4) Seiring dengan berjalannya waktu dan tentu saja dengan bimbingan dan arahan dari guru tampak mereka mulai berusaha berinteraksi dengan teman sekelompoknya.
5) Sebagian siswa belum terampil dalam membuat dan menjawab pertanyaan sendiri, sehingga masih perlu bimbingan dan arahan dari guru.
6) Secara umum motivasi siswa belum terlihat, hanya sebagian kecil saja siswa yang menunjukkan rasa ketertarikannya terhadap pembelajaran.
Pada pelaksanaan siklus I berdasarkan hasil tes kemampuan siswa yang telah dilakukan selama proses pembelajaran diputuskan bahwa, hasil belajar siswa belum memenuhi standar nilai indikator yang diharapkan. Adapun nilai yang diharapkan adalah 100% seluruh siswa mencapai nilai KKM sekolah yang telah ditetapkan yaitu 65. Tetapi pada siklus I ini hanya 8 siswa yang mencapai nilai KKM (29,63%) saja, oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitan tindakan kelas ini pada siklus ke II.