DESKRIPSI, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
2. Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Siklus II ditekankan pada perbaikan dan penyempurnaan tindakan yang telah dilakukan pada siklus I. Tindakan pada siklus II ini diarahkan pada optimalisasi proses pembelajaran dan untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi yang diajarkan, serta diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang mengacu pada hasil belajar siswa pada siklus I, yang telah dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Siklus II dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan yaitu tanggal 14 April 2014 dan 17 April 2014.
a. Perencanaan (Planning).
Tahap perencanaan siklus II berdasarkan dari hasil refleksi pada tindakan pelaksaan siklus I. Pada tahap ini guru mempersiapkan perangkat pembelajaran
yang terdiri dari RPP pertemuan ke 3 dan pertemuan ke 4, Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi, serta alat dan media yang mendukung agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Peneliti juga harus lebih tegas dalam mengkondisikan kelas, memberikan pengarahan kepada siswa lebih jelas lagi, dan menciptakan atau menjadikan suasana kelas menjadi santai, tidak tegang, dan tidak terburu-buru. Mengarahkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran, baik keaktifan dalam bertanya maupun dalam memberikan bimbingan kepada teman yang kurang jelas, serta mampu mempertanggungjawabkan hasil tugasnya dengan benar.
b. Tindakan/Pelaksanaan (Action).
Siklus II dilaksanakan secara berkesinambungan antara pertemuan ke 3 dan pertemuan ke 4, dengan materi pembelajaran yaitu”Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)”. Pertemuan ke 3 dilaksanakan pada tanggal 14 April 2014, dengan menggunakan tekhnik Saling Beradu Pendapat (Point Counterpoint). Kegiatan pembelajaran diawali dengan menyanyikan lagu
wajib Indonesia“Maju Tak Gentar”. Dengan tujuan memotivasi siswa agar mereka bersemangat mengikuti pembelajaran serta mencintai tanah air. Kemudian dilanjutkan dengan appersepsi atau tanya jawab seputar materi yang lalu yaitu pada pertemuan I dan 2. Adapun langkah-langkah Saling Beradu Pendapat (Point Counterpoint) adalah sebagai berikut:
1) Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok dengan cara menghitung 1-5, sehingga terbentuklah beberapa kelompok diskusi yang terdiri dari 5-6 orang.
2) Guru membagikan lembar kerja kepada masing-masing kelompok untuk didiskusikan, dipahami, dan dikerjakan.
3) Selesai berdiskusi dalam kelompok masing-masing, guru meminta perwakilan dari masing-masing kelompok untuk membacakan hasil kerjanya di depan kelas, dan kelompok yang lain memperhatikan dan menanggapi pendapat siswa yang presentasi tersebut.
43
4) Guru memberikan tanggapan dan penegasan atau penguatan atas pendapat dari siswa-siswa serta menyimpulkan materi.
5) Selanjutnya guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan penghargaan /rewards kepada siswa/kelompok yang memberikan pendapat dengan tepat.
6) Sebelum mengakhiri pembelajaran, guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
7) Kegiatan pada pertemuan ke 3 ini diakhiri dengan pemberian tugas PR. Pertemuan ke 4 dilaksanakan pada tanggal 17 April 2014, karena alokasi waktu yang hanya I jam pelajaran, maka hanya digunakan untuk memeriksa hasil pekerjaan rumah PR, dilanjutkan dengan permainan Tebak Kartu. Kelompok yang dapat menjawab dengan benar mendapat permen sebagai hadiah. Langkah-langkahnya adalah:
1) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau kalimat.
2) Guru memasang sebuah kalimat atau kata di depan, dan siswa mencari pasangannya dengan cara mengacak kartu.
3) Guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk mencari pasangannya dan memasangkannya pada kata yang sudah ada di depan. 4) Kelompok yang lebih dulu menyelesaikan tugas dan betul serta sesuai
dengan pernyataan dialah yang dianggap benar.
5) Di akhir pembelajaran guru memberikan penegasan dan kesimpulan materi yang telah diajarkan, kemudian memberikan tes formatif di akhir siklus untuk mengukur/mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus ke II.
c. Pengamatan/Observasi 1) Hasil Nilai Diskusi
Berdasarkan perencanaan pada siklus II pertemuan ke 3 yang dilaksanakan
pada tanggal 14 April 2014, dengan materi pembelajaran yaitu”Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI)”, didapat nilai hasil diskusi
Tabel 4.5
Hasil Diskusi Kelompok Pada Siklus II Pertemuan Ke 3 N
o
Nama Kelompok
Aspek yang dinilai Total Nilai Keaktipan Siswa Kerjasama/ke kompakan Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi 1 A 3 4 3 10 2 B 4 4 4 12 3 C 3 4 4 11 4 D 4 3 4 11 5 E 4 4 4 12 Jumlah 18 19 19 56 Nilai Rata-rata 3,6 3,8 3,8 11,2
Keterangan Katagori Penilaian Total Tidak Baik : 1 Kurang Baik : 5 - 8 Kurang Baik : 2 Cukup Baik : 9 - 12 Cukup Baik : 3 Baik : 13 - 16 Baik : 4
Berdasarkan tabel 4.5 hasil diskusi kelompok pada siklus II pertemuan ke tiga di atas menunjukkan bahwa adanya perubahan sedikit dari pertemuan pertama dan kedua pada siklus I. Nilai pada fase mempertanggungjawabkan yang diperoleh siswa baik dilihat dari sisi keaktifannya, kerjasamanya, dan cara mempresentasikannya masing-masing memperoleh nilai 3 (baik). Artinya sudah ada keaktifan dan kerjasama siswa dalam berdiskusi baik dilihat dari pertanyaan yang diajukan maupu dari jawaban yang diberikan oleh setiap kelompok. Setiap kelompok tidak hanya mengandalkan pada satu orang saja, namun sudah ada kerjasama dalam mengerjakannya, dalam asfek hasil diskusi juga sudah ada peningkatan dari siklus I. Sedangkan pada aspek mempresentasikan diskusi nilai rata-rata yang diperoleh setiap kelompok yaitu nilai 4. Hanya ada beberapa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi untuk pertemuan selanjutnya.
45
Tabel 4.6
Hasil Diskusi Kelompok Pada Siklus II Pertemuan Ke 4 N
o
Nama Kelompok
Aspek yang dinilai Total Nilai Keaktipan Siswa Kerjasama/ke kompakan Siswa Mempresentasikan Hasil Diskusi 1 A 4 4 4 12 2 B 4 4 4 12 3 C 4 4 4 12 4 D 4 4 4 12 5 E 4 4 4 12 Jumlah 20 20 20 60 Nilai Rata-rata 4,0 4,0 4,0 12,0
Keterangan Katagori Penilaian Total Tidak Baik : 1 Kurang Baik : 5 - 8 Kurang Baik : 2 Cukup Baik : 9 - 12 Cukup Baik : 3 Baik : 13 - 16 Baik : 4
Berdasarkan tabel 4.6 hasil diskusi kelompok pada siklus II pertemuan ke empat di atas menunjukkan bahwa adanya perubahan dari pertemuan ke tiga pada siklus II. Nilai pada fase mempertanggungjawabkan yang diperoleh siswa baik dilihat dari sisi keaktifannya, kerjasamanya, dan cara mempresentasikannya masing-masing memperoleh nilai 4 (baik). Artinya sudah ada keaktifan dan kerjasama siswa dalam berdiskusi baik dilihat dari pertanyaan yang diajukan maupun dari jawaban yang diberikan oleh setiap kelompok. Setiap kelompok tidak hanya mengandalkan pada satu orang saja, namun sudah ada kerjasama dalam mengerjakannya. Dalam aspek mempresentasikan hasil diskusi juga sudah ada peningkatan dari siklus I. Mereka tidak lagi malu-malu untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya, bahkan mereka rebutan ingin lebih dulu maju ke depan.
2) Lembar aktivitas Guru
Tabel 4.7
Tabel Aktivitas Guru Sikus II
No Asfek yang diobservasi Pertemuan ke 3 Pertemuan ke 4 4 3 2 1 4 3 2 1
I Pendahuluan
1 Mengkondisikan situasi pembelajaran dan kesiapan siswa untuk mengikuti proses pembelajaran
2 Appersepsi
3 Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu siswa (motivasi)
II Kegiatan Inti
Fase Pembelajaran
4 Menyampaikan tujuan/ indikator yang ingin dicapai
5 Penggunaan media pembelajaran yang disesuaikan dengan materi
6 Menjelaskan metode diskusi yang ingin digunakan
7 Pemusatan perhatian siswa terhadap proses pembelajaran
8 Teknik menjelaskan materi
9 Pengelolaan pembelajaran dengan metode diskusi
Fase Penugasan
10 Membagi kelompok dengan cara berhitung 1-5
11 Membagikan LKS pada setiap siswa
Fase pelaksanaan tugas
12 Membimbing/mengarahkan siswa
13 Memberikan kesempatan siswa untuk berpikir
14 Mengamati kesulitan dan kemajuan siswa
Fase Mempertanggungjawabkan
15 Menilai siswa dalam mempertanggungjawabkan nilai yang didapat
16 Memberikan evaluasi sesuai indikator yang ingin dicapai
47
17 Memberikan kesimpulan materi yang sudah didapat
Jumlah 20 36 - - 44 18 - -
Total 56 62
Nilai Rata-rata 3,2 3,6
Kualifikasi Baik Baik
Skor Maksimal : 68 Skor Minimal : 1 Keterangan
Tidak baik : 1 Katagori Penilaian Total Kurang Baik : 2 Kurang Baik : 21 - 36 Cukup Baik : 3 Cukup Baik : 37 - 52 Baik : 4 Baik : 53 – 68
Dari tabel 4.7 aktivitas guru siklus II di atas tergolong nilai baik, hal ini berarti mengalami perbaikan dari siklus I ke siklus II. Dari nilai ideal 68 diperoleh nilai 56 dan 62 atau dikatagorikan baik. Peningkatan hasil aktivitas guru pada proses pembelajaran pada siklus II ini dikarenakan adanya perbaikan- perbaikan yang dilakukan oleh peneliti terhadap pelaksanaan siklus ini. Peneliti banyak belajar dari kekurangan yang terjadi di dalam pelaksanaan siklus I. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.8
Nilai Peningkatan Aktivitas Guru
Keterangan Siklus I Siklus II
P I P 2 P 3 P 4
Total Nilai 42 51 56 62
Kualifikasi Cukup Baik Cukup Baik Baik Baik
Skor Maksimal : 68 Skor Minimal : 1
Keterangan
Tidak baik : 1 Katagori Penilaian Total Kurang Baik : 2 Kurang Baik : 21 - 36 Cukup Baik : 3 Cukup Baik : 37 - 52 Baik : 4 Baik : 53 – 68
Berasarkan tabel 4.8 aktivitas guru di atas dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti disetiap pengajarannya. Diawal pembelajarannya Senin, 07 April 2014 terdapat berbagai kekurangan yang dilakukan peneliti, nilai yang diperoleh dari kualitas pengajaran di siklus I pada pertemuan I dan 2 diperoleh nilai 42 dan 51 dengan kualifikasi nilai cukup dari nilai ideal yang seharusnya yaitu 68. Untuk memperbaiki kekurangan yang ada, peneliti mencoba pada siklus II. Dimana pada pertemuan ke tiga dan ke empat diperoleh nilai 56 dan 62 dengan kualifikasi nilai baik dari nilai idealnya 68, sehingga dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai dari setiap siklusnya.
3) Hasil Belajar Siswa
Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada siklus II dilakukan tes kemampuam siswa. Adapun hasil tes kemampuan siswa tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 4.9
Rekap Hasil Belajar Siswa Kelas V Siklus II
No Nama Siswa Nilai Siklus II Sebelum Tindakan/Pre Tes Pos Tes N-Gain Ket
01 Ade Adiyanto 64 75 0,30 Sedang
02 Ali Husen 67 78 0,33 Sedang
03 Delia Nur’aini 75 85 0,4 Sedang 04 Dika Sapta Dewi 67 75 0,24 Rendah 05 Evita Amanda 60 70 0,25 Rendah 06 Faturrohmah 67 75 0,24 Rendah
49
08 Ilham Badrussalam 65 75 0,28 Rendah 09 Linawati Dewi 65 75 0,28 Rendah 10 Lulu Salsabila 70 80 0,33 Sedang 11 Lutfie Dhias 75 85 0,4 Sedang 12 M. Ikhsan Fathin 75 85 0,4 Sedang
13 M. Rafli 60 75 0,37 Sedang
14 M. Rahuli Akbar 60 70 0,25 Rendah
15 M. Rifai 68 75 0,21 Rendah
16 Muchtar Jubaidi 64 75 0,30 Sedang 17 Muis Hadi Prayoga 60 75 0,37 Sedang
18 Nopiyanti 78 85 0,31 Sedang
19 Fathir Ramadhan 60 70 0,25 Rendah 20 Soraya Nada 70 80 0,33 Sedang 21 Siti Khoirotunnisa 75 88 0,52 Sedang 22 Siti Rohmah 60 70 0,25 Rendah
23 Tri Rekso 60 70 0,25 Rendah
24 Angga 75 88 0,52 Sedang
25 Pudiansyah 65 75 0,28 Rendah
26 Abdul Latief 65 75 0,28 Rendah
27 M. Faruq 62 70 0,21 Rendah
Jumlah 1.802 2.079 8,48
Rata-Rata 66,74 77,00 0,31
Perhitungan Skor N-Gain N-Gain : Skor Post Test – Skor Pre Test
Skor Ideal – Skor Pre Test
Contoh n- gain siswa no. I pada siklus II N- Gain : 75 - 64 = 11 = 0,30 100 - 64 36
Maka nilai N Gain yang diperoleh siswa tersebut adalah 0,30.
Pada tabel 4.9 hasil belajar siswa pada siklus II nilai rata-rata pretest 66,74, tetapi setelah dilakukan tindakan proses pembelajaran nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 77,00. Jumlah siswa yang berhasil mencapai keberhasilan pada tes akhir ( postest) sebanyak 27 siswa. Hal ini berarti penelitian tindakan telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu 100% dari jumlah siswa mencapai nilai KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 65.
Tabel 4.10
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II
No Nama Siklus I Siklus II Pre Test Pos Test N-gain Ket Pre Test Pos Test N-gain Ket 01 A 50 55 0,1 Rendah 64 75 0,30 Sedang 02 B 55 60 0,11 Rendah 67 78 0,33 Sedang 03 C 60 65 0,12 Rendah 75 85 0,4 Sedang 04 D 55 60 0,11 Rendah 67 75 0,24 Rendah 05 E 50 55 0,1 Rendah 60 70 0,25 Rendah 06 F 55 60 0,11 Rendah 67 75 0,24 Rendah 07 G 55 60 0,11 Rendah 70 80 0,33 Sedang 08 H 50 55 0,1 Rendah 65 75 0,28 Rendah 09 I 55 60 0,11 Rendah 65 75 0,28 Rendah 10 J 65 68 0,08 Rendah 70 80 0,33 Sedang 11 K 68 70 0,06 Rendah 75 85 0,4 Sedang 12 L 68 70 0,06 Rendah 75 85 0,4 Sedang 13 M 50 55 0,1 Rendah 60 75 0,37 Sedang 14 N 50 55 0,1 Rendah 60 70 0,25 Rendah 15 O 55 60 0,11 Rendah 68 75 0,21 Rendah 16 P 50 55 0,1 Rendah 64 75 0,30 Sedang 17 Q 50 55 0,1 Rendah 60 75 0,37 Sedang 18 R 70 75 0,16 Rendah 78 85 0,31 Sedang 19 S 50 55 0,1 Rendah 60 70 0,25 Rendah 20 T 60 65 0,12 Rendah 70 80 0,33 Sedang 21 U 67 70 0,09 Rendah 75 88 0,52 Sedang 22 V 50 55 0,1 Rendah 60 70 0,25 Rendah 23 W 50 55 0,1 Rendah 60 70 0,25 Rendah 24 X 67 70 0,09 Rendah 75 88 0,52 Sedang 25 Y 50 57 0,14 Rendah 65 75 0,28 Rendah 26 Z 55 60 0,11 Rendah 65 75 0,28 Rendah 27 AA 55 60 0,11 Rendah 62 70 0,21 Rendah Jumlah 1515 1640 2,74 1802 2079 8,48 Rata-rata 56,11 60,74 0,10 66,74 77,00 0,31
d. Refleksi Tindakan Pada Siklus II
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan/observasi tentang aktivitas belajar siswa dalam kelompok pada siklus II yaitu pada pertemuan ke 3 adalah siswa sudah terlihat adanya kerjasama antara sesama anggota kelompok. Masing-masing bertanggung jawab terhadap tugas yaang diberikan, sebagian siswa berani membacakan/mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas, namun begitu
51
masih ada juga kelompok yang lamban dan tidak serius dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru.
Hasil pengamatan pada pertemuan ke 4, siswa sangat bergairah dan antusias dalam mengerjakan tugas. Hal ini terbukti dari sebagian mereka berkata kaya
kemarin bu….. kaya kemarin lagi…….aja.
Dalam pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan ke 3 dan ke 4 diperoleh informasi hasil dari pengamatan sebagai berikut:
1) Perhatian siswa membaik, seperti adanya keseriusan dalam mengerjakan soal dan keaktifan dalam bertanya maupun menjawab pertanyaan.
2) Sebagian kelompok siswa mulai melakukan pemahaman materi dengan selalu berdiskusi dengan teman sekelompoknya, namun masih ada kelompok yang kurang serius, masih ada yang suka bercanda, dan berbicara masalah lain.
3) Adanya peningkatan rasa percaya diri dalam diri siswa untuk mempertanggungjawabkan diskusinya.
4) Adanya rasa tanggung jawab pada diri siswa untuk mengerjakan setiap soal yang diberikan.
5) Secara keseluruhan/umum minat siswa untuk mempelajari materi cukup baik, hal ini terihat pada saat melakukan mencari kartu pasangannya, mereka berkompetensi untuk menjadi yang pertama.
Dari hasil refleksi di atas dapat disimpulkan bahwa, dengan diterapkannya metode diskusi dapat memberikan masukan yang baik terhadap setiap siswa. Karena dengan adanya metode diskusi dan latihan soal yang sering dikerjakan serta dipertanggungjawabkan, maka dapat merangsang siswa untuk aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Serta tertanamnya sikap disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab, sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS dapat meningkat.
Berdasarkan hasil belajar siswa pada siklus II diketahui bahwa hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan dari siklus I. Pada siklus II dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa telah memenuhi standar indikator yang diharapkan. Adapun indikator yang diharapkan adalah bahwa seluruh siswa 100% telah
memiliki nilai postest (nilai akhir) diatas KKM sekolah yaitu 65. Dan ternyata, pemberian tindakan pada siklus II menunjukkan seluruh siswa mencapai KKM tersebut. Selain itu seluruh siswa juga sudah mampu melakukan kegiatan pembelajaran tersebut dengan lebih baik dan sudah tercipta suasana pembelajaran yang nyaman. Oleh karena itu, peneliti memutuskan untuk menghentikan pemberian tindakan karena seluruh siswa telah mencapai nilai KKM sekolah.