2. Langkah-langkah penelitian
3.6 Metode Analisis Data
4.1.2 Hasil Penelitian Siklus I .1Perencanaan.1Perencanaan
4.1.2.2.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I, pertemuan I
Dalam tahap ini kegiatan yang dilakukan antara lain secara klasikal guru menyampaikan tentang cara kerja metode kontekstual yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran. Langkah pertama diawali dengan apersepsi untuk mengingat kembali materi lalu yang masih ada kaitannya dengan materi yang akan dipelajari. Selanjutnya memberikan pengetahuan yang bermakna dan relevan dengan memberi penjelasan tentang garis besar materi komunikasi serta memperlihatkan contoh proses berkomunikasi dengan cara memberikan pemodelan proses berkomunikasi.
Pembelajaran dilakukan dengan menetapkan metode CTL dan guru membagi siswa menjadi 7 kelompok, masing-masing kelompok terbagi menjadi 6 orang. Pembentukan anggota kelompok ditentukan oleh guru berdasarkan nomor urut absen siswa, sebagian siswa menjadi marah-marah karena tidak suka dengan teman kelompoknya dan meminta kepada guru untuk memilih kelompoknya sendiri. Guru berusaha memberikan pengertian kepada siswa dengan memberikan penjelasan bahwa semua adalah teman dan tidak boleh saling membeda-bedakan. Untunglah siswa dapat segera mengerti dan menjalankan perintah yang diberikan guru.
Guru memberikan tugas masing-masing kelompok untuk mendiskusikan pengertian komunikasi dan unsur dari komunikasi menurut pendapat mereka masing-masing kepada setiap kelompok untuk diselesaikan sesuai dengan pengalaman sehari-hari siswa dengan bimbingan guru. Selanjutnya hasil diskusi dipresentasikan, sedangkan kelompok yang lain memperhatikan dan diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang sedang dipresentasikan. Selesai berdiskusi hasil tugas dari salah satu kelompok dibahas bersama-sama. Dalam pembahasan bersama ada kelompok lain yang ramai sendiri karena merasa pekerjaannya sudah benar, guru memberikan penjelasan untuk menghargai orang walaupun dirinya merasa sudah benar, kemudian dilanjutkan proses pembelajaran, guru meluruskan
konsep yang masih keliru dan menguatkan materi-materi yang penting. Siswa mendengar, mencatat informasi dari guru, mencocokkan informasi guru dengan buku. Selanjutnya guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi. Selesai memberi tindakan guru menutup pelajaran. 4.1.2.2.2Pelaksanaan Tindakan Siklus I, pertemuan II
Dalam tahap ini kegiatan yang dilakukan antara lain secara klasikal guru menyampaikan tentang cara kerja metode konstekstual yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran kemudian diawali dengan apersepsi untuk mengingat kembali materi lalu yang masih ada kaitannya dengan materi yang akan dipelajari dan menjelaskan materi tentang mengidentifikasi proses komunikasi.
Guru memberikan tugas masing-masing kelompok untuk mendiskusikan tentang proses dan lambang dari komunikasi kepada setiap kelompok untuk diselesaikan sesuai dengan pengalaman sehari-hari siswa dengan bimbingan guru, kemudian hasil diskusi dipresentasikan, sedangkan kelompok yang lain memperhatikan dan diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat atau pertanyaan yang berkaitan dengan masalah yang sedang dipresentasikan. Selesai berdiskusi hasil tugas dari salah satu kelompok dibahas bersama-sama. Dalam pembahasan bersama ada kelompok lain yang ramai sendiri karena merasa pekerjaannya sudah benar, guru memberikan penjelasan untuk menghargai orang walaupun dirinya
merasa sudah benar, kemudian dilanjutkan proses pembelajaran, guru memberikan soal evaluasi kepada siswa, setelah siswa selesai mengerjakan soal, guru meluruskan konsep yang masih keliru dan menguatkan materi-materi yang penting. Siswa mendengar, mencatat informasi dari guru, mencocokkan informasi guru dengan buku. Selanjutnya guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi.
4.1.2.3 Pengamatan
Hasil pengamatan siklus I dicatat dalam lembar observasi yang telah dipersiapkan. Pengamatan siklus I diperoleh hasil sebagai berikut :
1) Lembar Observasi Aktivitas Siswa
Hasil observasi siswa dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning pada siklus I dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 4.1
Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Rata-rata Kategori Keseluruhan
Interval Skor Kategori Frekuensi Persentase
43 – 50 Sangat Baik 0 0.0%
35 – 42 Baik 5 10.7%
27 – 34 Cukup 34 79.8%
19 – 26 Kurang 4 9.5%
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan hasil observasi aktivitas siswa, terlihat bahwa 4 siswa (10,7%) dinyatakan dalam kategori baik, 34 siswa (79,8%) dinyatakan dalam kategori cukup, dan 4 siswa (9,5%) dinyatakan dalam kategori kurang. Secara umum aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dinyatakan dalam kategori cukup.
Adapun deskripsi per indikator untuk lembar pengamatan aktivitas siswa pada observer1 adalah sebagai berikut:
a. Perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan
Indikator perhatian siswa terhadap materi terdiri dari 5 kriteria, dengan interval skor tertinggi 5 dan interval skor terendah 1. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa sebagian besar perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan terbilang baik. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2
Perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 4 9.5%
4 Baik 7 16.7%
3 Cukup 16 38.1%
2 Kurang 12 28.6%
Tabel 4.2 menunjukkan tentang perhatian siswa terhadap materi yaitu terdapat 4 siswa (9,5%) tingkat perhatian siswa sangat baik, 7 siswa (16,7%) tingkat tingkat perhatian siswa baik, 16 siswa (38,1%) termasuk kategori cukup, 12 siswa (28,6%) termasuk dalam kategori kurang, dan sisanya 3 siswa (7,1%) termasuk kategori sangat kurang.
b. Siswa menemukan dan menerapkan idenya mengenai materi yang disampaikan.
Menemukan dan menerapkan ide mengenai materi pelajaran merupakan salah satu factor penting dalam proses pembelajaran CTL. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui keaktifan siswa menemukan dan menerapkan idenya mengenai materi yang disampaikan masih dalam
kategori kurang. Hasil penelitian dapat dilihat pada table berikut ini: Tabel 4.3
Siswa menemukan dan menerapkan idenya mengenai materi yang disampaikan
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 0 0.0%
4 Baik 9 21.4%
3 Cukup 10 23.8%
2 Kurang 17 40.5%
Tabel 4.3 menunjukkan tentang keaktifan siswa menemukan dan menerapkan idenya mengenai materi yang disampaikan yaitu terdapat 0 siswa (0%) dalam kategori sangat baik, 9 siswa (21,4%) dalam kategori baik, 10 siswa (23,8%) termasuk kategori cukup, 17 siswa (40,5%) termasuk dalam kategori kurang, dan sisanya 6 siswa (14,3%) termasuk kategori sangat kurang.
c. Keaktifan siswa saat menjalankan tugas kelompok
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui keaktifan siswa saat menjalankan tugas kelompok masih dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.4
Keaktifan siswa saat menjalankan tugas kelompok
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 0 0.0%
4 Baik 6 14.3%
3 Cukup 23 54.8%
2 Kurang 10 23.8%
1 Sangat Kurang 3 7.1%
tabel diatas menunjukkan tentang keaktifan siswa saat menjalankan tugas kelompok yaitu terdapat 0 siswa (0%) dalam kategori sangat baik, 6 siswa (14,3%) dalam kategori baik, 23 siswa (54,8%) termasuk kategori
cukup, 10 siswa (23,8%) termasuk dalam kategori kurang, dan sisanya 3 siswa (7,1%) termasuk kategori sangat kurang.
d. Keberanian siswa mengeluarkan pendapat saat berdiskusi
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui Keberanian siswa mengeluarkan pendapat saat berdiskusi masih dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.5
Keberanian siswa mengeluarkan pendapat saat berdiskusi interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 9 21.4%
4 Baik 10 23.8%
3 Cukup 12 28.6%
2 Kurang 9 21.4%
1 Sangat Kurang 2 4.8%
Tabel diatas menunjukkan tentang keberanian siswa mengeluarkan pendapat saat berdiskusi yaitu terdapat 9 siswa (21,4%) dalam kategori sangat baik, 10 siswa (23,8%) dalam kategori baik, 12 siswa (28,6%) termasuk kategori cukup, 9 siswa (21,4%) termasuk dalam kategori kurang, dan sisanya 2 siswa (4,8%) termasuk kategori sangat kurang.
Keberhasilan suatu diskusi dalam kelompok ditentukan dengan adanya kerjasama antar anggota kelompok. Berdasarkan data yang diperoleh
diketahui kerjasama siswa dalam menjalankan diskusi kelompok masih dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.6
Siswa saling bekerjasama dalam menjalankan diskusi kelompok interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 3 7.1%
4 Baik 11 26.2%
3 Cukup 21 50.0%
2 Kurang 7 16.7%
1 Sangat Kurang 0 0.0%
Tabel diatas menunjukkan tentang keaktifan siswa saat bekerjasama dalam menjalankan diskusi kelompok yaitu terdapat 3 siswa (7,1%) dalam kategori sangat baik, 11 siswa (26,2%) dalam kategori baik, 21 siswa (50,0%) termasuk kategori cukup, 7 siswa (16,7%) termasuk dalam kategori kurang.
f. Siswa mau mendengarkan pendapat orang lain/ teman
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui siswa yang mau mendengarkan pendapat orangt lain saat berdiskusi masih dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.7
Siswa mau mendengarkan pendapat orang lain/ teman
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 5 11.9%
4 Baik 12 28.6%
3 Cukup 24 57.1%
2 Kurang 1 2.4%
1 Sangat Kurang 0 0.0%
Tabel diatas menunjukkan tentang siswa mau mendengarkan pendapat orang lain/ teman diskusi dalam kelompok yaitu terdapat 5 siswa (11,9%) dalam kategori sangat baik, 12 siswa (28,6%) dalam kategori baik, 24 siswa (57,1%) termasuk kategori cukup, dan 0 siswa (0%) termasuk dalam kategori kurang.
g. Aktif dalam menjawab pertanyaan teman
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui keaktifan sisawa dalam menjawab pertanyaan dari teman masih dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.8
Aktif dalam menjawab pertanyaan teman
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 4 9.5%
4 Baik 8 19.0%
3 Cukup 13 31.0%
2 Kurang 10 23.8%
1 Sangat Kurang 7 16.7%
Tabel diatas menunjukkan keaktifan siswa dalam menjawab
pertanyaan dari teman yaitu terdapat 4 siswa (9,5%) dalam kategori sangat baik, 8 siswa (19,0%) dalam kategori baik, 13 siswa (31,0%) termasuk kategori cukup, 10 siswa (23,8%) termasuk dalam kategori kurang dan dalam kategori sangat kurang terdapat 7 siswa (16,7%).
h. Siswa melakukan presentasi di depan kelas
Keaktifan siswa saat melakukan presentasi di depan kelas masih dalam kategori baik. hal ini diketahui dari hasil pengamatan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.9
Siswa melakukan presentasi di depan kelas
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 4 9.5%
4 Baik 8 19.0%
3 Cukup 19 45.2%
2 Kurang 8 19.0%
1 Sangat Kurang 3 7.1%
Berdasarkan tabel diatas dapat bahwa keaktifan siswa dalam
kategori sangat baik, 8 siswa (19,0%) dalam kategori baik, 19 siswa (45,2%) termasuk kategori cukup, 8 siswa (19,0%) dalam kategori kurang, dan dalam kategori sangat kurang terdapat 3 siswa (7,1%).
i. Menyelesaikan tugas individu tepat waktu
Berdasarkan data hasil pengamatan yang diperoleh diketahui keaktifan siswa dalam menyelesaikan tugas individu tepat waktu masih dalam
kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.10
Menyelesaikan tugas individu tepat waktu
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 1 2.4%
4 Baik 5 11.9%
3 Cukup 25 59.5%
2 Kurang 11 26.2%
1 Sangat Kurang 0 0.0%
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan kegiatan siswa dalam menyelesaikan tugas individu dengan tepat waktu menunjukkan 1 siswa (2,4%) dalam kategori sangat baik, 5 siswa (11,9%) dalam kategori baik, 25 siswa (59,5%) termasuk kategori cukup dan dalam kategori kurang terdapat 11 siswa (26,2%).
j. Siswa membuat rangkuman hasil diskusi kelompok
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui keaktifan siswa dalam membuat rangkuman dari hasil diskusi kelompok dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.11
Siswa membuat rangkuman hasil diskusi kelompok
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 6 14.3%
4 Baik 14 33.3%
3 Cukup 10 23.8%
2 Kurang 7 16.7%
1 Sangat Kurang 5 11.9%
Tabel di atas menukjukkan bahwa dalam kategori sangat baik terdapat 6 siswa (14,3%), kategori baik menunjukkan 14 siswa (33,3%), kategori cukup sebanyak 10 siswa (23,8%), kategori kurang sebanyak 7 siswa (16,7%), sedangkan dalam kategori sangat kurang terdapat 5 siswa (11,9%).
Adapun deskripsi per indikator untuk lembar pengamatan aktivitas siswa pada observer2 adalah sebagai berikut:
a. Perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan
Indikator perhatian siswa terhadap materi terdiri 5 kriteria, dengan interval skor tertinggi 5 dan interval skor terendah 1. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa sebagian besar perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan terbilang baik. Hasil tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.12
Perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 2 4.8%
4 Baik 6 14.3%
3 Cukup 17 40.5%
2 Kurang 12 28.6%
1 Sangat Kurang 5 11.9%
Tabel 4.12 menunjukkan tentang perhatian siswa terhadap materi yaitu terdapat 2 siswa (4,8%) tingkat perhatian siswa sangat baik, 6 siswa (14,3%) tingkat perhatian siswa baik, 17 siswa (40,5%) termasuk kategori cukup, 12 siswa (28,6%) termasuk dalam kategori kurang, dan sisanya 5 siswa (11,9%) termasuk kategori sangat kurang.
b. Siswa menemukan dan menerapkan idenya mengenai materi yang disampaikan.
Menemukan dan menerapkan ide mengenai materi pelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembelajaran CTL. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui keaktifan siswa menemukan dan menerapkan idenya mengenai materi yang disampaikan masih dalam
Tabel 4.13
Siswa menemukan dan menerapkan idenya mengenai materi yang disampaikan
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 0 0.0%
4 Baik 12 28.6%
3 Cukup 10 23.8%
2 Kurang 15 35.7%
1 Sangat Kurang 5 11.9%
Tabel diatas menunjukkan tentang keaktifan siswa menemukan dan menerapkan idenya mengenai materi yang disampaikan yaitu terdapat 0 siswa (0%) dalam kategori sangat baik, 12 siswa (28,6%) dalam kategori baik, 10 siswa (23,8%) termasuk kategori cukup, 15 siswa (35,7%) termasuk dalam kategori kurang, dan sisanya 5 siswa (11,9%) termasuk kategori sangat kurang.
c. Keaktifan siswa saat menjalankan tugas kelompok
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui keaktifan siswa saat menjalankan tugas kelompok masih dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.14
Keaktifan siswa saat menjalankan tugas kelompok
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 0 0.0%
4 Baik 10 23.8%
3 Cukup 20 47.6%
2 Kurang 9 21.4%
1 Sangat Kurang 3 7.1%
Tabel diatas menunjukkan tentang keaktifan siswa saat menjalankan tugas kelompok yaitu terdapat 0 siswa (0%) dalam kategori sangat baik, 10 siswa (23,8%) dalam kategori baik, 20 siswa (47,6%) termasuk kategori cukup, 9 siswa (21,4%) termasuk dalam kategori kurang, dan sisanya 3 siswa (7,1%) termasuk kategori sangat kurang.
d. Keberanian siswa mengeluarkan pendapat saat berdiskusi
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui Keberanian siswa mengeluarkan pendapat saat berdiskusi masih dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.15
Keberanian siswa mengeluarkan pendapat saat berdiskusi interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 7 16.7%
4 Baik 12 28.6%
3 Cukup 15 35.7%
2 Kurang 8 19.0%
1 Sangat Kurang 0 0.0%
Tabel diatas menunjukkan tentang keberanian siswa mengeluarkan pendapat saat berdiskusi yaitu terdapat 7 siswa (16,7%) dalam kategori
sangat baik, 12 siswa (28,6%) dalam kategori baik, 15 siswa (35,7%) termasuk kategori cukup, 8 siswa (19,0%) termasuk dalam kategori kurang. e. Siswa saling bekerjasama dalam menjalankan diskusi kelompok
Keberhasilan suatu diskusi dalam kelompok ditentukan dengan adanya kerjasama antar anggota kelompok. Berdasarkan data yang diperoleh
diketahui kerjasama siswa dalam menjalankan diskusi kelompok termasuk dalam kategori baik. Hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.16
Siswa saling bekerjasama dalam menjalankan diskusi kelompok interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 3 7.1%
4 Baik 15 35.7%
3 Cukup 19 45.2%
2 Kurang 5 11.9%
1 Sangat Kurang 0 0.0%
Tabel diatas menunjukkan tentang keaktifan siswa saat bekerjasama dalam menjalankan diskusi kelompok yaitu terdapat 3 siswa (7,1%) dalam kategori sangat baik, 15 siswa (35,7%) dalam kategori baik, 19 siswa (45,2%) termasuk kategori cukup, 5 siswa (11,9%) termasuk dalam kategori kurang.
f. Siswa mau mendengarkan pendapat orang lain/ teman
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui siswa yang mau mendengarkan pendapat orang lain saat berdiskusi masih dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.17
Siswa mau mendengarkan pendapat orang lain/ teman
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 1 2.4%
4 Baik 12 28.6%
3 Cukup 24 57.1%
2 Kurang 5 11.9%
1 Sangat Kurang 0 0.0%
Tabel diatas menunjukkan tentang siswa mau mendengarkan pendapat orang lain/ teman diskusi dalam kelompok yaitu terdapat 1 siswa (2,4%) dalam kategori sangat baik, 12 siswa (28,6%) dalam kategori baik, 24 siswa (57,1%) termasuk kategori cukup, dan 5 siswa (11,9%) termasuk dalam kategori kurang.
g. Aktif dalam menjawab pertanyaan teman
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dari teman masih dalam kategori baik. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.18
Aktif dalam menjawab pertanyaan teman
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 0 0.0%
4 Baik 14 33.3%
3 Cukup 14 33.3%
2 Kurang 10 23.8%
1 Sangat Kurang 4 9.5%
Tabel diatas menunjukkan keaktifan siswa dalam menjawab
baik, 14 siswa (33,3%) dalam kategori baik, 14 siswa (33,3%) termasuk kategori cukup, 10 siswa (23,8%) termasuk dalam kategori kurang dan dalam kategori sangat kurang terdapat 4 siswa (9,5%).
h. Siswa melakukan presentasi di depan kelas
Keaktifan siswa saat melakukan presentasi di depan kelas masih dalam kategori baik. hal ini diketahui dari hasil pengamatan yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.19
Siswa melakukan presentasi di depan kelas
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 6 14.3%
4 Baik 9 21.4%
3 Cukup 17 40.5%
2 Kurang 7 16.7%
1 Sangat Kurang 3 7.1%
Berdasarkan tabel diatas dapat bahwa keaktifan siswa dalam
melakukan presentasi di depan kelas menunjukkan 6 siswa (14,3%) dalam kategori sangat baik, 9 siswa (21,4%) dalam kategori baik, 17 siswa (40,5%) termasuk kategori cukup, dalam kategori kurang terdapat 7 siswa (16,7%) dan pada kategori sangat kurang terdapat 3 siswa (7,1%).
i. Menyelesaikan tugas individu tepat waktu
Berdasarkan data hasil pengamatan yang diperoleh diketahui keaktifan siswa dalam menyelesaikan tugas individu tepat waktu masih dalam
Tabel 4.20
Menyelesaikan tugas individu tepat waktu
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 1 2.4%
4 Baik 11 26.2%
3 Cukup 25 59.5%
2 Kurang 5 11.9%
1 Sangat Kurang 0 0.0%
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan kegiatan siswa dalam menyelesaikan tugas individu dengan tepat waktu menunjukkan 1 siswa (2,4%) dalam kategori sangat baik,11 siswa (26,2%) dalam kategori baik, 25 siswa (59,5%) termasuk kategori cukup dan dalam kategori kurang terdapat 5 siswa (11,9%).
j. Siswa membuat rangkuman hasil diskusi kelompok
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui keaktifan siswa dalam membuat rangkuman dari hasil diskusi kelompok dalam kategori baik. Hasil pengamatan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.21
Siswa membuat rangkuman hasil diskusi kelompok
interval skor Kategori Frekuensi Persentase
5 Sangat Baik 6 14.3%
4 Baik 16 38.1%
3 Cukup 10 23.8%
2 Kurang 7 16.7%
1 Sangat Kurang 3 7.1%
Tabel di atas menukjukkan bahwa dalam kategori sangat baik terdapat 6 siswa (14,3%), kategori baik menunjukkan 16 siswa (38,1%), kategori cukup sebanyak 10 siswa (23,8%), kategori kurang sebanyak 7
siswa (16,7%), sedangkan dalam kategori sangat kurang terdapat 3 siswa (7,1%).
Berdasarkan hasil pengamatan dari observer 1 dan observer 2 dapat diketahui bahwa pada observer 1 masih ada indikator yang masih termasuk dalam kategori kurang yaitu pada indikator siswa menemukan dan menerapkan idenya mengenai materi yang disampaikan. Kesimpulan yang dapat diambil dari keterangan diatas adalah proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan CTL pada siklus 1 belum terlaksana dengan maksimal.
2) Data hasil tes
Data hasil ulangan harian sebelum penelitian, hasil tes evaluasi siklus I mengalamai peningkatan seperti pada tabel 4.22 dibawah ini :
Tabel 4.22
Data Hasil Belajar Sebelum dan Sesudah Siklus I
No Hasil tes Data awal Siklus I
1. Nilai tertinggi 90 93
2. Nilai terendah 50 53
3. Rata-rata nilai tes 69,33 77,71
4. Ketuntasan belajar siswa (%) 59,52% 66,67% Berdasarkan hasil tes evaluasi pada siklus I, secara klasikal ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dimana jumlah siswa sebanyak 42 yang tidak tuntas belajarnya adalah 14 siswa karena tidak
mencapai batas tuntas yang telah ditentukan yaitu memperoleh nilai 75. Sehingga jika dipersentasekan ketuntasan belajar secara klasikal meningkat 7,14% dari 59,52% menjadi 66,67%. Nilai rata- rata sebelum dan sesudah siklus I meningkat dari 69,33 menjadi 77,71. Berdasarkan data diatas terlihat ada kenaikan pada siklus I namun belum mencapai indikator yang telah ditentukan sehingga perlu dilanjutkan ke siklus II.
3) Hasil observasi Guru
Pengamatan aktivitas guru siklus diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.23
Data Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus I Observer 1
N
o Aspek yang diamati
S
K K C B
SB 1. Keterampilan guru dalam membuka
pelajaran √
2. Guru menyampaikan tujuan dan
indikator pembelajaran √
3. Kemampuan guru dalam menyampaikan
materi pelajaran √
4. Keterampilan guru dalam menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning
√
5. Kemampuan guru dalam mengelola
waktu √
6. Kemampuan guru dalam mengelola
kondisi kelas √
7. Guru memberi kesempatan pada siswa
untuk bertanya √
8. Kemampuan guru membimbing siswa
dalam mengerjakan tugas √
9. Kemampuan guru dalam menjawab
pertanyaan siswa √
1 0.
Kemampuan guru dalam menutup
Berdasarkan tabel diatas bahwa kinerja guru dilihat dari: 1) keterampilan guru dalam membuka pelajaran dalam kategori baik, 2) guru menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran dalam kategori cukup, 3) Kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran dalam kategori baik, 4) Keterampilan guru dalam menerapkan model pembelajaran
Contextual Teaching and Learning dalam kategori cukup, 5) Kemampuan guru dalam mengelola waktu dalam kategori cukup, 6) Kemampuan guru dalam mengelola kondisi kelas dalam kategori cukup, 7) Guru memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya dalam kategori cukup, 8) Kemampuan guru membimbing siswa dalam mengerjakan tugas dalam kategori baik, 9) Kemampuan guru dalam menjawab pertanyaan siswa dalam kategori cukup, dan 10) Kemampuan guru dalam menutup pelajaran dalam kategori baik.
Tabel 4.24
Data Hasil Observasi Kinerja Guru Siklus I Observer 2
No Aspek yang diamati SK K C B SB
1. Keterampilan guru dalam membuka pelajaran
√
2. Guru menyampaikan tujuan dan
indikator pembelajaran √
3. Kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran
√
4. Keterampilan guru dalam menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning
√
5. Kemampuan guru dalam mengelola
waktu √
6. Kemampuan guru dalam mengelola
kondisi kelas √
7. Guru memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya
√
8. Kemampuan guru membimbing siswa dalam mengerjakan tugas
√
9. Kemampuan guru dalam menjawab
pertanyaan siswa √
10. Kemampuan guru dalam menutup
Berdasarkan tabel diatas bahwa kinerja guru dilihat dari: 1) keterampilan guru dalam membuka pelajaran dalam kategori cukup, 2) guru menyampaikan tujuan dan indikator pembelajaran dalam kategori baik, 3) Kemampuan guru dalam menyampaikan materi pelajaran dalam kategori cukup, 4) Keterampilan guru dalam menerapkan model pembelajaran
Contextual Teaching and Learning dalam kategori cukup, 5) Kemampuan guru dalam mengelola waktu dalam kategori baik, 6) Kemampuan guru dalam mengelola kondisi kelas dalam kategori kurang, 7) Guru memberi kesempatan pada siswa untuk bertanya dalam kategori cukup, 8) Kemampuan guru membimbing siswa dalam mengerjakan tugas dalam kategori cukup, 9) Kemampuan guru dalam menjawab pertanyaan siswa dalam kategori baik, dan 10) Kemampuan guru dalam menutup pelajaran dalam kategori cukup.
Berdasarkan hasil pengamatan dari observer 1 dan observer 2, dapat diketahui bahwa pada observer 2 indikator kemampuan guru dalam mengelola kondisi kelas masih dalam kategori kurang sehingga dalam siklus selanjutnya harus lebih ditingkatkan.
4.1.2.4 Refleksi
Siklus pertama merupakan siklus awal, suasana dalam proses pembelajaran belum ada perkembangan yang cukup berarti. Artinya siswa masih banyak yang ramai dan kurang memperhatikan penjelasan dari guru.
Dibawah ini dipaparkan kelebihan dan kelemahan kegiatan siswa dan guru dalam proses pembelajaran melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning pada siklus I sebagai berikut ini :
1) Kelebihan
a. Siswa mendengarkan dengan seksama dan mencatat informasi dari guru ketika guru menjelaskan tentang materi yang diajarkan secara klasikal
b. Siswa mampu mencocokkan informasi dari guru dengan kehidupan nyata
c. Siswa sudah mampu berdiskusi dengan baik dan mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk guru
2) Kelemahan
a. Ketika guru menjelaskan materi pelajaran, masih ada beberapa siswa yang ramai dan tidak memperhatikan penjelasan dari guru.
b. Keberanian siswa dalam mengeluarkan pendapat belum tampak secara menyeluruh, hanya siswa yang pandai bertanya kepada guru sedangkan yang lain diam.
c. Dalam mengomentari tanggapan atas penjelasan dari guru, masih didominasi oleh siswa yang pandai. Siswa yang kurang pandai tidak pernah menjawab pertanyaan dari guru.