• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Urusan Pilihan 1.Perikanan dan Peternakan

Dalam rangka mengembangkan budidaya perikanan secara optimal sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai tambah dan pendapatan pembudidaya ikan, maka ditetapkan suatu kebijakan yang kemudian dituangkan dalam program pembangunan di tahun 2011, yaitu Program Pengembangan Budidaya Perikanan.

Adapun Program dan Kegiatan Pembangunan yang dilaksanakan tahun 2011 untuk Urusan Peternakan dan Perikanan adalah sebagai berikut :

No Program Nama Kegiatan

1 2 3

1. Peningkatan Kesejahteraan Petani Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani 2. Peningkatan Ketahanan Pangan - Pengembangan Kawasan Peternakan dan

Perikanan Terpadu 3. Pencegahan dan Penanggulangan

Penyakit Ternak - Rehabilitasi Rumah Potong Hewan Purwakarta- Peningkatan Pelayanan Kesehatan Hewan 4. Peningkatan Produksi Hasil Peternakan - Pengembangan Ternak Sapi Potong

- Pengembangan Ternak Domba

- Pendampingan Kegiatan Pesta Patok Tingkat Propinsi Jawa Barat

5. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi

Peternakan - Pencapaian Pembangunan Infrastruktur Peternakan 6. Peningkatan penerapan teknologi

peternakan

- Pengembangan Teknologi Inseminasi Buatan (IB) 6. Pengembangan Budidaya Perikanan § Pembinaan dan Pengembangan Perikanan

§ Adm Umum DAK Bidang Kelautan dan Perikanan

§ Rehabilitasi Saluran BBI Sukajadi

§ Pembinaan Dan Pengembangan Perikanan (Luncuran DAK tahun 2009)

7. Pengembangan Perikanan Tangkap § Penebaran Benih Ikan di Perairan Umum (Restocking)

8. Pengembangan Kawasan Budida ya

Laut, Air Payau dan Air Tawar §§ Pengawasan dan Pengendalian Budidaya KJAOptimalisasi Produksi Budidaya Ikan Keramba

2. Kehutanan

Hal-hal nyata yang telah dilakukan dalam upaya peningkatan pembangunan bidang kehutanan dan konservasi tanah di Kabupaten Purwakarta pada tahun 2011, yaitu meliputi:

a) Dalam rangka pengembangan dan pemanfaatan hasil hutan telah dilakukan beberapa kegiatan pembinaan, pengelolaan dan pengembangan hutan seperti pengelolaan hutan bersama masyarakat dan pengembangan hasil hutan non kayu (budidaya jamur kayu, persuteraan alam, budidaya lebah madu, budidaya sarang burung walet dan budidaya bambu).

b) Dalam rangka penyuluhan telah dilakukan beberapa kegiatan seperti pembinaan kelompok, pertemuan umum, kunjungan ke individu, pembinaan administrasi kelompok, demonstrasi teknik penanaman dan pemeliharaan, lomba penghijauan, pemberian informasi melalui media komunikasi dan gerakan bersama dan pelatihan.

c) Dalam rangka konservasi sumber daya alam telah dilakukan upaya perlindungan hutan bekerjasama dengan Perum perhutani, KPH Purwakarta dan BKSDA seksi IV Purwakarta, seperti perlindungan kebakaran hutan dan perlindungan tanaman dari hama dan penyakit

d) Dalam rangka rehabilitasi hutan dan lahan dilaksanakan Gerakan Purwakarta Menanam tertanam sebanyak 20.000 bibit tanaman keras yang pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam pohon.

3. Pertanian dan Perkebunan

Adapun hasil yang telah dicapai dalam pembangunan bidang pertanian selama tahun 2011 diantaranya adalah meningkatkan produktivitas lahan pekarangan; meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan kelompok mandiri pangan; meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan kelompok tani dalam pengelolaan agribisnis manggis; menekan kehilangan hasil pasca panen dan peningkatan nilai jual produk hasil olahan; efektifnya pelaksanaan kegiatan dana alokasi khusus dalam pemberdayaan dan pengembangan kelembagaan kelompok tani; meningkatan fungsi jalan produksi, jalan usaha tani dan jaringan irigasi; terkendalinya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) terhadap tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan; serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam teknologi budidaya dan pengelolaan tanaman teh.

Dalam mencapai tujuan dan sasaran pembangunan di bidang pertanian, ditetapkan suatu kebijakan yang kemudian dituangkan dalam program, untuk mengembangkan pertanian dan perkebunan kearah agribisnis dengan memperkuat sub sistem hulu, tengah dan hilir. Arah dan Kebijakan Umum Pemerintah Kabupaten Purwakarta di bidang pertanian, diantaranya adalah mengupayakan keseimbangan dan kesinambungan produksi pertanian tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan; mengembangkan pertanian tanaman pangan, hortikultura aneka tanaman dan perkebunan berdasarkan keunggulan kompetitif dan komparatif; mendorong berkembangnya usaha-usaha pertanian tanaman pangan dan perkebunan yang berdaya saing, efektif dan efisien serta mengoptimalkan pengelolaan kelembagaan perbenihan/perbibitan pertanian dan perkebunan.

Pada tahun 2011, kebijakan pemerintah dalam bidang pertanian dijabarkan dalam berbagai program dan kegiatan sebagai berikut :

1. Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan, dengan kegiatan : • Penyusunan Programa Penyuluh Pertanian

• Pertanian Terpadu dan Pengembangan Sekolah Berbasis Pertanian • Pengelolaan Tenaga Harian Lepas (THL) Penyuluh Pertanian 2. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, dengan kegiatan :

• Peningkatan Produktivitas Lahan Pekarangan

• Pemberdayaan Kelompok Pengembangan Usaha dan Pengelolaan Hasil Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan

3. Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian dan Perkebunan, dengan kegiatan : § Expo Agribisnis, Penyebaran Informasi Pertanian/Perkebunan

4. Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan, dengan kegiatan : • Pembinaan Kelompok Jasa Usaha Alat dan Mesin Pertanian

5. Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan

• Pengawasan dan Pengendalian Sarana Produksi Pertanian dan Perkebunan • Pengembangan Tanaman Murbel

• Desiminasi Teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Perkebunan dan Holtikultura • Pengembangan Pertanian Organik

• Peningkatan Produktivitas Palawija • Pengembangan Komoditas Sayuran

• Pengelolaan Sarana, Jaringan Irigasi Tata Guna Air Tingkat Usaha Tani/WISMP • Pengembangan Tanaman Perkebunan

4. Energi dan Sumber Daya Mineral

Pembangunan bidang energi dan sumber daya mineral yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah secara umum menekankan pada upaya pengendalian eksploitasi SDA secara berlebihan dan pemenuhan kebutuhan energi listrik. Penekanan ini dipilih dengan maksud untuk meminimalisir dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari aktivitas pertambangan serta menjaga pasokan input penting bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

Dalam kebijakan tahun 2011 Bidang Energi Sumber Daya Mineral menitik beratkan kepada kegiatan sektor :

1) Pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan

2) Pengawasan dan penertiban kegiatan rakyat yang berpotensi merusak lingkungan 3) Pembinanan dan Pengembangan Ketenagalistrikan

4) Inventarisasi dan survey pemanfaatan bahan tambang, air tanah dan energi 5) Pengawasan bidang mineral, air tanah dan panas bumi

6) Pembinaan, pengawasan dan pengendalian geologi 5. Pariwisata

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor perekonomian yang keterkaitan dan efek multiplier yang signifikan di tingkat lokal. Tingkat kesejahteraan masyarakat yang mendiami kawasan yang telah menjadi daerah tujuan wisata umumnya pada umumnya relatif cukup baik. Sebagai daerah yang memiliki posisi geografis yang strategis serta objek dan daya tarik wisata yang cukup beragam, wilayah Kabupaten Purwakarta mempunyai potensi untuk menjadi daerah tujuan wisata. Jumlah potensi objek dan daya tarik wisata di wilayah Kabupaten Purwakarta tidak kurang 39 lokasi, baik berupa wisata alam maupun budaya.

Kebijakan pengembangan pariwisata di Kabupaten Purwakarta pada Tahun 2011 diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan program pengembangan pemasaran pariwisata. Upaya pengembangan pemasaran pariwisata di Wilayah Kabupaten Purwakarta ditekankan pada tiga aspek, yaitu pembinaan, promosi, dan kerjasama. Kegiatan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah pada tahun 2011 adalah pameran promosi wisata, standarisasi klasifikasi usaha pariwisata, pengembangan duta pariwisata daerah, pembinaan dan pengendalian usaha di bidang pariwisata, serta peningkatan SDM Kelompok Penggerak Pariwisata.

6. Industri dan Perdagangan

Sektor industri di Kabupaten Purwakarta mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, mengingat kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lokasi yang cukup strategis.

Di Kabupaten Purwakarta, telah dialokasikan 2.000 Ha lahan untuk Kawasan Industri yang berlokasi di Kecamatan Bungursari dan Kecamatan Babakancikao serta seluas 50 Ha di Kecamatan Campaka. Untuk kawasan industri yang berlokasi di Bungursari dikelola oleh PT. Besland Pertiwi dengan nama Kawasan Industri Bukit Indah (KIBI), dari luas yang ada baru dimanfaatkan sekitar 60 %. Kawasan ini menyediakan berbagai fasilitas antara lain area yang siap dikembangkan menjadi kawasan berikat, tersedia pula infrastruktur, logistik, fasilitas komersial, perumahan dan community development.

Dalam rangka pencapaian strategi pembangunan daerah di bidang industri, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan telah menetapkan arah kebijakan pembangunan sebagai berikut :

1. Pembinaan dan Pengembangan Pemeliharaan Industri Kecil dan Menengah Diarahkan Melalui Model Cluster, Pengembangan Sentra dan Komoditi Unggulan.

2. Penguatan Peran Litbang Industri Keramik dan Pengemasan Industri Makanan/Minuman.

3. Pembinaan Industri Secara Terpadu (Peran Aktif Instansi. Lembaga Swasta, Profesional, Dunia Usaha dan Masyarakat).

Adapun hasil yang telah dicapai dalam pembangunan bidang perindustrian ini diantaranya adalah meningkatnya nilai tambah pada produk industri keripik pisang; dipromosikannya potensi IK/kerajinan unggulan melalui pameran luar propinsi dan dalam kabupaten serta meningkatnya kinerja pengurus dekranasda; meningkatnya ketrampilan wanita industri kecil pedesaan di bidang teknologi produksi; terbinanya IKM pengrajin karet dan meningkatnya kemampuan teknik produk alas kaki; tersedianya tenaga ahli pembuatan keramik; serta meningkatnya kemampuan teknik produksi pengrajin genteng.

Sedangkan dalam rangka pencapaian strategi pembangunan daerah di bidang perdagangan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan telah menetapkan arah kebijakan pembangunan sebagai berikut :

1. Pengembangan Infrastruktur Perdagangan dan Berfungsinya Mekanisme Pasar.

2. Pembinaan Perdagangan Luar Negeri Melalui Promosi dan Fasilitas Ekspor, terutama Untuk Komoditas Unggulan.

3. Mengintensifkan Pembinaan, Pengawasan dan Penegakan Hukum di Bidang Perlindungan Konsumen.

Adapun hasil yang telah dicapai dalam pembangunan bidang perdagangan ini diantaranya adalah meningkatnya kemampuan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) dalam melakukan pengawasan barang dan jasa; meningkatnya tindak lanjut penyelesaian permasalahan pengaduan konsumen; meningkatnya perlindungan terhadap konsumen; meningkatnya kebenaran dan kepastian pengukuran UTTP yang ada di Kabupaten Purwakarta; tersedianya informasi realisasi ekspor yang akurat; terpromosinya potensi produk eksport Kabupaten Purwakarta; tersedianya suplay pupuk dengan harga yang wajar; tersedianya data harga kebutuhan masyarakat; tersedianya perlengkapan UPTD pasar; tersedianya kios yang layak pakai; serta tersedianya data perusahaan dengan harga yang wajar dan akurat.

7. Ketransmigrasian

Selama Tahun 2011 urusan ketransmigrasian di Kabupaten Purwakarta dilaksanaka oleh Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta, dimana selama tahun 2011 program yang dilaksanakan dalam bidang transmigrasai adalah Program Transmigrasi Regional.

Sedangkan kegiatan dalam hal urusan ketransmigrasian di Kabupaten Purwakarta selama Tahun 2011 adalah :

a. Rekutmen dan Pembekalan Calon Transmigrasi

b. Penjajagan dan Kerja sama Transmigrasi Regional Antar Daerah

4. TUGAS PEMBANTUAN

Dana Tugas Pembantuan yang diterima Pemerintah Kabupaten Purwakarta selama Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp. 10.098.093.000,-. Dana tersebut dialokasikan di 4 (empat) Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Dinas Kesehatan.

Proporsi Dana Tugas Pembantuan Kabupaten Purwakarta Tahun 2011, dapat dilihat pada grafik sebagai berikut :

Adapun pelaksanaan Tugas Pembantuan Di Kabupaten Purwakarta dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut :

a. Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan

Tugas Pembantuan yang diterima oleh Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan meliputi tiga program yaitu Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian sebesar Rp. 3.070.000.000,-, Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Tanaman Pangan untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan dengan anggaran sebesar Rp. 2.014.543.000,-, Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Produk Tanaman Holtikultura Berkelanjutan dengan anggaran sebesar Rp. 1.450.000.000,-.

b. Dinas Peternakan dan Perikanan

Dana Tugas Pembantuan yang diterima oleh Dinas Peternakan dan Perikanan sebesar Rp. 1.100.000.000,- terdiri dari satu program yaitu Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian. Program tersebut dilaksanakan di empat desa pada empat kecamatan, antara lain Desa Gurudug Kecamatan Pondoksalam, Desa Kutamanah Kecamatan Sukasari, Desa Cibukamanah Kecamatan Cibatu dan Desa Benteng Kecamatan Campaka.

c. Dinas Kesehatan

Tugas pembantuan yang diterima oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Tahun 2011 sebesar Rp. 1.500.000.000,- yang disalurkan melalui Program Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak. Program ini ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi bagi seluruh masyarakat yang diselenggarakan melalui 20 Puskesmas yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Dimana puskesmas-puskesmas tersebut diberikan Bantuan Operasional Kesehatan dan diselenggarakannya Lokakarya Mini untuk menunjang pencapaian SPM.

d. Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi

Tugas pembantuan yang diluncurkan dari Pemerintah Pusat untuk Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi sebesar Rp. 963.550.000,- terbagi dalam dua program yakni Program

Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 526.000.000,- dan Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktivitas dengan alokasi anggaran sebesar Rp. 437.550.000,-.

5. PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN

Dalam rangka meningkatkan efesiensi dan efektivitas pelaksanaan otonomi daerah, pelaksanaan tugas umum pemerintahan menggunakan asas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionalitas, akuntabilitas, efisiensi, dan asas efektivitas.

Implementasi pelaksanaan tugas umum pemerintahan di Kabupaten Purwakarta selama Tahun 2011 adalah sebagai berikut :

Dokumen terkait