• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGANTAR. Assalamualaikum Wr.. Wb.. Sampurasun...

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGANTAR. Assalamualaikum Wr.. Wb.. Sampurasun..."

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.. Wb.. Sampurasun ....

Berdasarkan ketentuan pasal 27 Undang–undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 bahwa Kepala Daerah berkewajiban menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat.

Sejalan amanat tersebut dan sesuai dengan komitmen kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, maka Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ini dapat memberikan gambaran kinerja Pemerintah Kabupaten Purwakarta secara utuh selama Tahun 2011 dalam menerapkan implementasi kebijakan Pemerintahan Daerah, yang mengakumulasikan ketepatan sebuah perencanaan pemerintahan, kecermatan dalam pengendalian kegiatan oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta ketegasan dalam proses pengawasan seluruh kegiatan beserta peran serta masyarakat daerah.

Oleh karena itu, atas segala perhatian dan kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini, kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, mudah-mudahan apa yang telah kita rumuskan saat ini dapat mendatangkan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Purwakarta ke depan

Semoga, Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat ini, akan bermanfaat dan semakin memberikan informasi yang lebih obyektif terhadap upaya nyata seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Purwakarta.

Wassalammualaikum wr..wb.. Digjaya Purwakarta……….

(2)

INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH ( ILPPD )

KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2011

1. PENDAHULUAN

Penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagai bagian dari pemerintahan nasional tidak terlepas dari kebijakan penyelenggaraan negara secara keseluruhan. Sejalan dengan pelaksanaan pemerintahan daerah di bawah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, semangat otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab secara ideal diharapkan dapat mendorong terwujudnya good governance pada penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga pelaksanaan pembangunan daerah dan penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik dan optimum.

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di Kabupaten Purwakarta pada Tahun 2011 menitikberatkan kepada Visi “ Purwakarta Berakarakter “ sesungguhnya secara sederhana merupakan pencerminan dari aspek kepribadian; ciri khas (branded); kumpulan peran; mandiri; berdaya saing; tangguh; serta maju sesuai dengan tata nilai masyarakat Purwakarta yang berlandaskan religi keislaman dan tata nilai lokal pilemburan (local values).

Dengan misinya adalah : (1) Mengembangkan pembangunan berbasis religi dan kearifan lokal, yang berorientasi pada keunggulan pendidikan, kesehatan, pertanian, industri, perdagangan dan jasa, (2) Mengembangkan infrastruktur wilayah yang berbasis nilai – nilai kearifan lokal dan berorientasi pada semangat perubahan kompetisi global, (3) Meningkatkan keutuhan lingkungan baik hulu maupun hilir, fisik maupun sosial, (4) Mengembangkan struktur pemerintahan yang efektif, yang berorientasi kepada kepuasan pelayanan publik, mengembangkan potensi kewirausahaan birokrasi yang berorientasi kemakmuran rakyat.

Dalam penyusunan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Purwakarta tahun 2011 ini yang menjadi dasar penyusunan adalah Undang – Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2005 yang telah ditetapkan dengan Undang – Undang nomor 8 Tahun 2005 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah sebagai Petunjuk pelaksanaannya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat.

1.1. Gambaran Umum Kabupaten Purwakarta

Kabupaten Purwakarta merupakan bagian dari Wilayah Propinsi Jawa Barat yang terletak diantara 107o30’ – 107o40’ BT dan 6o25’ – 6o45’ LS. Secara administratif, Kabupaten Purwakarta

mempunyai batas wilayah: Bagian Barat dan sebagian wilayah Utara berbatasan dengan Kabupaten Karawang; Bagian Utara dan sebagian wilayah bagian Timur berbatasan dengan Kabupaten Subang; Bagian Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat; Bagian Barat Daya berbatasan dengan Kabupaten Cianjur. Kabupaten Purwakarta berada pada titik-temu tiga jalur utama lalu-lintas yang sangat strategis, yaitu jalur Purwakarta-Jakarta, Purwakarta-Bandung dan Purwakarta-Cirebon yang merupakan jalur utama ke wilayah Jawa Tengah.

Kabupaten Purwakarta termasuk pada zona iklim tropis, dengan rata-rata curah hujan 3.093 mm/Tahun dan terbagi ke dalam 2 wilayah zona hujan, yaitu : Zona dengan suhu berkisar antara 22o

-28o dan zona dengan suhu berkisar 17o-26o.

Zona mata air di Kabupaten Purwakarta yang berpengaruh terhadap keseimbangan air permukaan wilayah regional terdapat di Gunung Burangrang, Sanggabuana, Pegunungan Parang, Pasir Kutangandak di Kecamatan Wanayasa dan Pasir Madang di Kecamatan Campaka. Zona air tanah di Kabupaten Purwakarta merupakan zona air tanah sedang sampai dangkal, terdapat di wilayah Sungai Cikao Kecamatan Purwakarta, Plered dan Campaka, serta zona air tanah dalam terdapat di wilayah Kecamatan Darangdan dan Wanayasa. Zona air permukaan berupa air sungai dan air genangan. Sungai terbesar yang terdapat di Kabupaten Purwakarta adalah Sungai Citarum

(3)

dan sungai kecil meliputi Sungai Cikao, Sungai Ciherang dan Sungai Cilamaya. Air genangan yang terdapat di Kabupaten Purwakarta adalah Waduk Ir. H. Juanda dan sebagian Waduk Cirata.

Kondisi geologi di Kabupaten Purwakarta terdiri dari batuan sedimen klasik, berupa: batu pasir, batu gamping, batu lempung, batuan vulkanik (turf, breksi vulkanik, batuan beku terobosan, batu lempung napalan, konglemerat dan napal). Batuan beku terobosan terdiri dari andesit, diorit, vetrofir, basal dan gabro. Batuan tersebut umumnya bertebaran di sebelah Barat Daya wilayah Kabupaten Purwakarta.

Bahan galian yang terdapat di wilayah Kabupaten Purwakarta diantaranya adalah: batu kali, batu pasir, batu andesit, batu gamping, lempung, pasir, pasir kuarsa, sirtu, tras, posfat, barit dan gips.

Sementara itu, jumlah penduduk Kabupaten Purwakarta berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil mengalami kenaikan sebesar 11,50 %, yaitu 975.498 jiwa pada tahun 2011 dibandingkan jumlah penduduk tahun 2010 sebanyak 874.871 jiwa. Rata- rata angka pertambahan penduduk Kabupaten Purwakarta pada tahun 2011 adalah 20,52, sedangkan jumlah pertumbuhan penduduk pada tahun 2011 adalah 138.568.

1.2. Potensi Unggulan Daerah

Keanekaragaman potensi unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Purwakarta yang tersebar di semua kecamatan pada tahun 2011 sangat beragam sesuai karakteristik wilayah yang dimiliki Kabupaten Purwakarta secara menyeluruh, sehingga potensi yang ada di wilayah kecamatan ini dapat menggambarkan potensi secara keseluruhan Kabupaten Purwakarta dan dapat di gambarkan sebagai berikut :

NO KECAMATAN POTENSI UNGGULAN & KEGIATAN UTAMA 1 Purwakarta Jasa dan Perdagangan, Industri Kecil dan Menengah dan

Pariwisata

2 Campaka Pertanian/Perkebunan/Agribisnis,Industri Kecil dan Menengah 3 Jatiluhur Industri Pengolahan, Industri Kecil dan Menengah dan Pariwisata 4 Plered Industri Kecil dan Menengah, Perikanan Air Darat dan Pariwisata 5 Sukatani Peternakan, Industri Kecil dan Menengah

6 Darangdan Agribisnis, Industri Kecil dan Menengah, Peternakandan Perikanan Air Darat

7 Maniis Agribisnis, Peternakan dan Perikanan Air Darat

8 Tegalwaru Industri Kecil dan Menengah, Peternakan, Perikanan Air Darat dan Pariwisata

9 Wanayasa Agribisnis, Industri Kecil dan Menengah, Peternakan, Perikanan Air Darat dan Pariwisata

10 Pasawahan Industri Kecil dan Menengah, Peternakan dan Perikanan Air Darat 11 Bojong Agrobisnis, Peternakan dan Pariwisata

12 Babakancikao Agrobisnis, Industri Pengolahan dan Perikanan Air Darat 13 Bungursari Agrobisnis, Industri Kecil dan Menengah, Industri Pengolahan 14 Cibatu Agrobisnis, Pertanian, Perikanan Air Darat dan Industri Pengolahan 15 Sukasari Pertanian, Peternakan dan Perikanan Air Darat

16 Pondoksalam AgrobisnisdanPeternakan

17 Kiarapedes Agrobisnis, Industri Kecil dan Menengah, Perikanan Air Darat, Peternakan dan Pariwisata

1.3. Pertumbuhan Ekonomi / PDRB 1.3.1. Produk Domestik Regional Bruto

Kinerja pembangunan perekonomian daerah Kabupaten Purwakarta merupakan gabungan kemampuan produksi daerah, baik yang bersumber daya lokal maupun yang bersumber daya dari luar daerah. Perkembangan produksi Kabupaten Purwakarta secara agregat dapat di lihat berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Perubahan angka PDRB menunjukkan bahwa perkembangan perekonomian daerah di tengah ketidakstabilan makro ekonomi mengalami perlambatan, namun struktur ekonomi daerah dapat

(4)

dikatakan masih cukup kuat. Hal ini dapat dibuktikan dengan perkembangan angka PDRB antara tahun 2007 – 2010 yang mengalami pertumbuhan positif.

Pada tahun 2011 PDRB Kabupaten Purwakarta atas harga berlaku diperkirakan meningkat hingga mencapai 16,916 trilyun rupiah dan PDRB atas harga konstan tahun 2000 meningkat menjadi 7,701 trilyun rupiah.

1.3.2. Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE )

Laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Purwakarta pada tahun 2010 mengalami peningkatan dengan tingkat pertumbuhan sebesar 5,98 %. Pada tahun 2011 ini diprediksi terus meningkat menjadi 6,10 %.

1.3.3. Kemampuan Daya Beli Masyarakat

Pertumbuhan indeks daya beli masyarakat Purwakarta dari tahun ke tahun dapat dicermati, berdasarkan data BPS Kabupaten Purwakarta, tingkat daya beli masyarakat di Kabupaten Purwakarta yang dihitung berdasarkan pengeluaran konsumsi per kapita riil pada tahun 2010 adalah sebesar Rp.633.150,- mengalami peningkatan bila dibanding dengan tahun 2009 yang sebesar Rp.632.200,-. Sedangkan untuk tahun 2011 BPS belum mengeluarkan data Indeks Daya Beli, tetapi pertumbuhannya telah diestimasi yaitu sebesar Rp.638.742,-. Salah satu alasan peningkatan ini adalah pembangunan ekonomi Purwakarta yang mengalami pertumbuhan positif akan berdampak pada kenaikan pendapatan per kapita masyarakat pada periode yang sama sehingga hal ini akan mempengaruhi tingkat kemampuan daya beli masyarakat secara umum.

Besarnya peningkatan daya beli masyarakat tidak sama dengan besarnya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan PDRB perkapitanya, hal ini disebabkan selain adanya perbedaan metode penghitungan juga merupakan dua sisi yang berbeda, di mana PDRB perkapita dilihat dari sisi pendapatan (produksi) secara bruto sedangkan daya beli diukur dari sisi pengeluaran. Namun secara teoritis dan empiris peningkatan dua perubah ini dapat sejalan, peningkatan PDRB perkapita akan mendorong peningkatan daya beli masyarakat.

1.3.4. Laju Inflasi

Inflasi merupakan gejala kenaikan harga umum yang terjadi pada suatu wilayah, hal ini dipengaruhi oleh harga barang dan jasa serta kebijakan pemerintah. Pengukuran inflasi bisa dilakukan dengan menggunakan Indeks Harga Konsumen atau dengan menggunakan deflator PDRB. Perkembangan inflasi sebagaimana yang tercermin pada nilai PDRB atas dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan, menunjukkan adanya bentuk keseimbangan antara permintaan (demand) dengan penyediaan (supply).

Perkembangan inflasi di Kabupaten Purwakarta pada tahun 2010, berdasarkan data dari BPS Kabupaten Purwakarta mencapai 6,96%, sedangkan pada tahun 2011 ini inflasi di Kabupaten Purwakarta mencapai angka 3,10 % lebih rendah 3,86 poin bila dibanding tahun 2010 yang lalu.

1.3.5. Penduduk Miskin

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Purwakarta dari tahun ke tahun cenderung mengalami penurunan, namun dinamika eksternal yang mempengaruhi nilai inflasi tinggi dan aktivitas ekonomi membuat jumlah penduduk miskin sampai dengan tahun 2011 cenderung mengalami penurunan.

Kemiskinan adalah keadaan dimana individu atau sekelompok masyarakat tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan yang layak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Purwakarta, jumlah penduduk miskin Kabupaten Purwakarta pada tahun 2011 adalah sebanyak 59.175 RTS. Adapun jumlah penduduk miskin dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2011 mengalami penurunan yang cukup signifikan

(5)

2. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH KABUPATEN PURWAKARTA 2.1. Visi dan Misi

Rumusan Visi dan Misi Pembangunan Tahun 2008-2013 didasarkan atas inspirasi dari analisis terhadap lingkungan dan isu strategis lokal Kabupaten Purwakarta. Gambaran Lingkungan Strategis dan Isu Strategis harus dapat disikapi secara proporsional berdasarkan potensi dan kemampuan daerah. Atas pemikiran dan tekad yang kuat untuk mewujudkan “ Purwakarta Digjaya ” serta didorong dengan itikad Ngawujudkeun Purwakarta Nagri Raharja.

Visi Pembangunan Kabupaten Purwakarta Tahun 2008-2013, sebagai arah utama pembangunan jangka menengah daerah, yaitu : ” Purwakarta Berkarakter “ yang sesungguhnya secara sederhana merupakan pencerminan dari aspek kepribadian; ciri khas (branded); kumpulan peran; mandiri; berdaya saing; tangguh; serta maju sesuai dengan tata nilai masyarakat Purwakarta yang berlandaskan religi keislaman dan tata nilai lokal pilemburan (local values).

Dengan misinya adalah sebagai berikut :

(1) Mengembangkan pembangunan berbasis religi dan kearifan lokal, yang berorientasi pada keunggulan pendidikan, kesehatan, pertanian, industri, perdagangan dan jasa,

(2) Mengembangkan infrastruktur wilayah yang berbasis nilai – nilai kearifan lokal dan berorientasi pada semangat perubahan kompetisi global,

(3) Meningkatkan keutuhan lingkungan baik hulu maupun hilir, fisik maupun sosial,

(4) Mengembangkan struktur pemerintahan yang efektif, yang berorientasi kepada kepuasan (5) pelayanan publik, mengembangkan potensi kewirausahaan birokrasi yang berorientasi

kemakmuran rakyat.

Dalam rangka operasionalisasi dan membumikan Visi Pembangunan : Purwakarta Berkarakter, pada tataran pragmatis operasional ditempuh melalui “ SALAPAN LENGKAH NGAWANGUN NAGRI RAHARJA ”, sebagai strategi, target, sekaligus pula kerangka kerja pelaksanaan pembangunan Purwakarta Tahun 2008 - 2013.

Salapan Lengkah Ngawangun Nagri Raharja (Program Pembangunan Purwakarta 2008-2013), adalah sebagai berikut :

a. Pendidikan Gratis Sampai Tingkat SLTA Bagi Masyarakat Miskin.

Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang lebih berkualitas merupakan mandat yang harus dilakukan, hal tersebut sesuai dengan tujuan negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Pendidikan merupakan salah satu pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia. Pada saat ini pendidikan merupakan syarat dalam meningkatkan kualitas SDM, dimana pendidikan berperan sebagai salah satu parameter yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia. Sehingga oleh karenanya pembangunan pendidikan di daerah harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, termasuk terhadap penduduk yang tidak beruntung pada sisi ekonomi atau berkategori miskin. Tanpa adanya pola terobosan untuk menjamin masyarakat miskin dapat memperoleh pendidikan secara mudah dan gratis, peningkatan pendidikan secara merata di Kabupaten Purwakarta hanya akan tetap menjadi wacana. Kesenjangan tingkat pendidikan, seperti antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara penduduk di perkotaan dan perdesaan menjadi berier penghambat tersendiri dalam mewujudkan tingkat pemerataan pendidikan masyarakat. Faktor ekonomi merupakan alasan utama anak putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan, baik karena tidak memiliki biaya sekolah maupun karena harus bekerja untuk ikut membantu ekonomi keluarga. Hal tersebut berdampak pada tingginya kesenjangan tingkat pendidikan antara penduduk miskin dengan penduduk kaya. Masyarakat miskin masih menilai bahwa pendidikan masih terlalu mahal dan belum memberikan

(6)

tersebut, langkah strategis guna melindungi dan memberikan treatment serta perhatian yang lebih terhadap kondisi pendidikan masyarakat miskin di Kabupaten Purwakarta, yaitu melalui Pendidikan Gratis Sampai Dengan Tingkat SLTA Bagi Penduduk Miskin. Hal ini tentunya dalam rangka mewujudkan masyarakat Purwakarta Cageur, Bageur, Bener, Tur Singer secara merata, pada semua lapisan masyarakat. Diharapkan dengan pola langkah yang demikian, permasalahan masih cukup rendahnya tingkat pendidikan masyarakat Purwakarta dapat tertangani dengan cepat dan terarah, sehingga mampu mendongkrak peningkatan signifikansi kualitas SDM Purwakarta secara totalitas.

b. Pembebasan Biaya Pembelian Buku Sekolah dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Baca Tulis Al Quran Bagi Siswa TK,SD, SLTP dan SLTA Yang Beragama Islam.

Biaya pendidikan di Kabupaten Purwakarta sampai dengan saat ini dinilai oleh beberapa pihak masyarakat masih dirasa sangat memberatkan. Meskipun SPP sekolah, terutama Sekolah Dasar (SD) sudah sejak tahun 2004 secara resmi melalui dukungan APBD telah dihapuskan oleh Pemerintah Daerah. Tetapi pada kenyataannya masyarakat masih harus dibebani oleh pengeluaran-pengeluaran lain di luar iuran sekolah, salah satunya berupa pembelian buku sekolah. Buku-buku mata pelajaran merupakan komponen penting unsur pengajaran. Bahan bacaan yang berkualitas mutlak harus diperoleh siswa-siswa sekolah di Kabupaten Purwakarta. Hanya saja untuk memperoleh buku-buku bahan bacaan yang berkualitas pada semua jenjang tingkatan sekolah membutuhkan biaya yang cukup mahal, dan itu semua dibebankan kepada masyarakat. Guna menanggulangi permasalahan tersebut, diperlukan langkah strategis agar peserta didik, mulai dari tingkat TK, SD, SLTP dan SLTA, baik di perkotaan ataupun di perdesaan secara merata dapat memperoleh buku mata pelajaran secara mudah, merata dan seragam. Langkah strategisnya adalah pemberian buku secara gratis kepada siswa sekolah pada semua jenjang tingkatan pendidikan mulai dari TK, SD, SLTP hingga SLTA.

Kemudian guna mewujudkan masyarakat Purwakarta yang Bener , secara normatif diperlukan pola pengembangan kehidupan keagamaan yang dibangun sejak dini. Penanaman nilai-nilai agama sebagai kekuatan lokal kepada masyarakat terutama anak usia sekolah sejak dini harus kita lakukan. Pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama di kalangan peserta didik sampai dengan saat ini masih dinilai belum memuaskan. Hal ini merupakan tantangan bagi pelaksanaan pendidikan keagamaan di masa yang akan datang. Kendala utama adalah kurangnya jumlah dan rendahnya mutu pendidik dan tenaga kependidikan lainnya, terbatasnya sarana dan prasarana, serta minimnya fasilitas pendukung keagamaan. Pada sisi yang lain, derasnya arus globalisasi terutama melalui media cetak dan elektronik yang semakin kuat mempengaruhi perilaku anak didik yang cenderung ke arah negatif, yang seharusnya dapat dicegah atau dikurangi dengan pemahaman dan penghayatan agama.

Atas dasar hal tersebut, mengingat sebagian besar penduduk Purwakarta beragama Islam, maka dipandang perlu untuk dikembangkan dan terapkan Kurikulum Baca Tulis Al Qur’an bagi siswa sekolah TK, SD, SLTP dan SLTA yang beragama Islam, agar transformasi nilai-nilai agama dapat berjalan secara terus menerus, berjenjang dan berlangsung sejak dini. Dari strategi ini diharapkan dapat terbentuk siswa didik yang cerdas, siap pakai dan berakhlaku karimah.

c. Pelayanan KTP, Kartu Keluarga dan Akta Kelahiran Gratis Bagi Seluruh Masyarakat Dengan Sistem Pelayanan Di Tingkat Desa dan Kelurahan.

Optimalisasi peran Desa dan Kelurahan pada masa-masa mendatang harus terus didorong. Objek-objek layanan masyarakat yang selama ini masih dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat Kabupaten, guna lebih mendekatkan dengan masyarakat sudah selayaknya diserahkan kepada Desa dan Kelurahan sebagai ujung tombak Otonomi Daerah. Pola Otonomisasi Desa dan Kelurahan yang selama ini hanya baru berupa wacana utopis, pada kurun waktu lima tahun kedepan akan direalisasikan seutuhnya, terutama menyangkut objek-objek layanan langsung masyarakat.

Salah satu objek layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yaitu layanan administrasi kependudukan dalam bentuk layanan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan layanan kependudukan lainnya. Layanan-layanan administrasi kependudukan tersebut merupakan hak masyarakat, pemerintah atau penyedia layanan diwajibkan untuk memberikan pelayanan

(7)

sebaik-baiknya. Dengan dukungan APBD dan dukungan semua pihak, Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan mengambil langkah memberikan Pelayanan KTP, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran dan layanan kependudukan lainnya secara Gratis Penuh bagi seluruh masyarakat Purwakarta, dengan pusat layanan di Desa dan Kelurahan. Perangkat-perangkat guna mendukung upaya ke arah tersebut, baik aturan (berupa kebijakan), sarana (berupa alat penunjang), maupun sumber daya manusia (aparatur), akan disiapkan dengan segera.

d. Pembangunan Puskesmas Rawat Inap Di Seluruh Kecamatan.

Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kesehatan juga merupakan investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Meskipun secara umum dari waktu ke waktu kualitas kesehatan masyarakat Purwakarta berdasarkan data kuantitatif telah menunjukan angka yang meningkat, tetapi disparitas status kesehatan antar tingkat sosial ekonomi, antar kawasan, dan antar daerah perkotaan-perdesaan masih cukup tinggi. Angka kematian bayi dan angka kematian balita pada golongan masyarakat miskin hampir empat kali lebih tinggi dari golongan masyarakat kaya. Selain itu, angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan lebih tinggi di daerah perdesaan dan pada penduduk dengan tingkat pendidikan rendah. Persentase anak balita yang berstatus gizi kurang dan buruk di daerah perdesaan lebih tinggi dibandingkan daerah perkotaan. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih dan cakupan imunisasi pada golongan miskin lebih rendah dibanding dengan golongan masyarakat kaya. Rendahnya kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan faktor terbesarnya disebabkan kerena masih belum mencukupinya jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang ada dibandingkan dengan jumlah penduduk dan persebarannya. Sehingga guna lebih mendekatkan layanan kesehatan masyarakat, Puskesmas-Puskesmas yang telah ada sekarang, yang tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Purwakarta, pada lima tahun kedepan secara bertahap harus dorong untuk mampu memberikan layanan rawat inap.

Distribusi Dokter, Perawat, Bidan, alat kesehatan, obat-obatan dan sarana prasarana penunjang lainnya akan diarahkan ke Puskesmas-Puskesmas yang tersebar di Kecamatan-Kecamatan di seluruh Wilayah Kabupaten Purwakarta.

e. Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Pegawai Melalui Insentif Kehadiran, Serta Peningkatan Kesejahteraan Kepala Desa, Aparatur Desa, Bamusdes, LPM, Linmas Hansip, Kadus, RW, RT, DKM, dan Guru Ngaji Melalui Otonomi Desa dan Kelurahan.

Fungsi utama pemerintahan adalah fungsi pengaturan (regulation) dan fungsi pelayanan (services). Tujuan pembentukan pemerintahan adalah untuk menjaga suatu sistem ketertiban dimana masyarakat bisa menjalani kehidupannya secara wajar. Hakekat pemerintahan modern merupakan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah tidaklah diadakan untuk melayani diri sendiri tetapi untuk melayani masyarakat, menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mengembangkan kemampuan serta kreatifitasnya dalam mencapai kemajuan bersama. Pemerintah Daerah di masa yang akan datang, dihadapkan pada permasalahan internal dan eksternal. Dari sisi eksternal, pemerintah daerah akan dihadapkan pada dampak globalisasi yang sarat dengan persaingan dan liberalisme arus informasi, investasi, modal, tenaga kerja, dan budaya. Di sisi internal, pemerintah daerah akan menghadapi kondisi masyarakat yang semakin cerdas (knowledge based society) dan masyarakat yang semakin banyak tuntutan (demanding community). Upaya untuk mewujudkan proses penyelenggaraan pemerintahan yang baik, antara lain dapat tercermin dari indikator : keterbukaan, akuntabilitas, efektivitas dan efisiensi, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan membuka partisipasi masyarakat yang dapat menjamin kelancaran, keserasian dan keterpaduan tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

Untuk itu diperlukan langkah-langkah kebijakan yang terarah pada perubahan kelembagaan dan sistem ketatalaksanaan; kualitas sumber daya manusia aparatur; dan sistem pengawasan dan

(8)

semua pihak yaitu permasalahan Rewards (penghargaan), Renumeration (penggajian) dan Punishmen (penghukuman).

Tuntutan terbentuknya aparatur yang profesional dengan tingkat kinerja yang tinggi, tentunya harus diikuti dengan Rewards (penghargaan) dan Renumeration (penggajian/pengupahan) yang memadai. Pada lima tahun mendatang, dalam rangka meningkatkan motivasi kerja, kami akan mengambil langkah untuk memberikan insentif dalam bentuk tunjangan kepada pegawai dan guru di Kabupaten Purwakarta, pada semua jenjang pemerintahan daerah, atas dasar tingkat kehadiran dan kinerja masing-masing pegawai dan guru. Diharapkan melalui langkah ini akan terbangun motivasi kerja yang positif, sehingga peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai.

Selain perhatian dalam bentuk pemberian insentif kepada pegawai Pemerintah Kabupaten, elemen lain sebagai supporting agen pembangunan di Purwakarta yang perlu diperhatikan tingkat kesejahteraannya yaitu Kepala Desa, Aparatur Desa, Bamusdes, LPM, Linmas/Hansip, Kadus, RW, RT, DKM, dan Guru Ngaji.

Guna menjamin kehidupan dan penghidupan para Kepala Desa, Aparatur Desa, Bamusdes, LPM, Linmas/Hansip, Kadus, RW, RT, DKM, dan Guru Ngaji, maka perlu diberikan insentif penghasilan yang wajar. Anggaran biaya untuk insentif akan teralokasikan dalam Alokasi Dana Desa (ADD) dan Kelurahan melalui optimalisasi dan pengembangan Otonomisasi Desa dan Kelurahan.

f. Pengembangan dan Pelebaran Jalan Hotmix Serta Listrik Sampai Pelosok Perdesaan, Membuat/Mengoptimalkan Jalur Tembus Cikao Bandung-Babakancikao, Kiarapedes-Cibatu, Pasawahan-Kiarapedes-Cibatu, Pasawahan-Pondoksalam, Pasawahan-Purwakarta, Pondoksalam-Bojong, Wanayasa-Pondoksalam, Bojong-Darangdan dan, Campaka-Cibatu-Bungursari, Membuka Pintu Tol Sawit, Serta Pelebaran Jalan Sawit-Wanayasa.

Pembangunan infrastruktur adalah bagian integral dari keseluruhan proses pembangunan. Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Kegiatan sektor transportasi merupakan tulang punggung pola distribusi baik barang maupun orang. Infrastruktur lainnya seperti sarana listrik terkait dengan upaya modernisasi dan penyediaannya merupakan salah satu aspek terpenting untuk meningkatkan produktivitas sektor ekonomi masyarakat. Sarana jalan merupakan modal transportasi utama yang berperan penting dalam mendukung pembangunan daerah serta mempunyai kontribusi terbesar dalam melayani mobilitas manusia maupun distribusi komoditi perdagangan dan industri. Infrastruktur jalan semakin diperlukan untuk menjembatani kesenjangan dan mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan antar wilayah, antarperkotaan dan antarperdesaan serta untuk mempercepat pengembangan wilayah. Fungsi jaringan jalan sebagai salah satu komponen prasarana transportasi sudah saatnya diletakkan pada posisi prioritas untuk segera mendapat penanganan. Daerah-daerah perdesaan di Kabupaten Purwakarta yang selama ini masih memiliki sarana jalan berkondisi buruk, pada kurun waktu tahun 2008 sampai dengan tahun 2013 akan ditingkatkan statusnya menjadi jalan beraspal hotmix. Area-area di Kabupaten Purwakarta yang selama ini masih terputus dan belum terkoneksi, pada 5 tahun ke depan akan diupayakan untuk dilakukan pembuatan jalur tembus. Langkah terobosan ini diambil, karena masih banyak ruas-ruas jalan, yang sebetulnya memiliki nilai ekonomi tinggi tetapi belum terhubung dengan baik satu sama lain. Ruas-ruas jalan tersebut seperti misalnya : Jalur Tembus Cikao Bandung-Babakancikao, Kiarapedes-Cibatu, Pasawahan-Cibatu, Pasawahan- Pondoksalam, Pasawahan-Purwakarta, Pondoksalam-Bojong, Wanayasa-Pondoksalam, Bojong-Darangdan, Campaka-Cibatu-Bungursari.

Selanjutnya dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan daerah dari sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan mengajukan permohonan kepada PT. Jasa Marga Persero sebagai BUMN pengelola Jalan Tol Purbaleunyi agar dapat membuka Pintu Tol Sawit. Upaya tersebut dimaksudkan agar arus wisatawan dari Jakarta dan Bandung dapat mengarah langsung ke wilayah Kecamatan Bojong dan Wanayasa, mengingat di kedua Kecamatan tersebut selain didukung dengan suhu yang sejuk, juga terdapat area wisata agro, alam, budaya, dan wisata air (Situ). Guna mendukung perkembangan pariwisata dan memperlancar transportasi dari Pintu Tol Sawit ke Wanayasa dan Bojong, langkah pertama yang akan dilakukan yaitu memperlebar dan meningkatkan kualitas jalan Ruas Bojong-Wanayasa, sehingga cukup representatif untuk dilalui arus wisatawan.

(9)

g. Pengembangan Air Bersih dan Irigasi Perdesaan Secara Menyeluruh Dan Mengoptimalkan Sungai Ciherang Untuk Irigasi Perairan Pondoksalam-Pasawahan, Sungai Cikao Untuk Irigasi Perairan Bojong-Darangdan-Jatiluhur, dan Sungai Cimunjul Untuk Irigasi Perairan Purwakarta-Babakancikao. Pengembangan Irigasi Cilamaya Untuk Pertanian Kiarapedes-Wanayasa-Cibatu-Campaka-Bungursari, Serta Mengoptimalkan Fungsi Bendungan Cirata dan Jatiluhur Untuk Pertanian Masyarakat Maniis, Plered, Tegalwaru, Sukatani, Sukasari, dan Jatiluhur Dengan Pola Integrasi Kehutanan, Pengairan, Perikanan, Pertanian, Peternakan dan Pariwisata.

Air merupakan kebutuhan pokok manusia untuk melangsungkan kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan. Pembangunan di bidang sumber daya air pada dasarnya adalah upaya untuk memberikan akses secara adil kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan air agar mampu berperikehidupan yang sehat, bersih, dan produktif. Meningkatnya ancaman terhadap keberlanjutan daya dukung sumber daya air, baik air permukaan maupun air tanah. Kerusakan lingkungan yang semakin luas akibat kerusakan hutan secara signifikan telah menyebabkan penurunan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam menahan dan menyimpan air. Hal yang memprihatinkan adalah indikasi terjadinya proses percepatan laju kerusakan daerah tangkapan air. Oleh karenanya Pemerintah Daerah akan mengambil langkah untuk menyelamatkan daerah hulu, daerah aliran sungai, daerah sekitar aliran serta daerah resapan untuk dijaga tingkat kelestariannya.

Selajutnya berkaitan dengan pengembangan sumber air untuk irigasi guna memenuhi kebutuhan pertanian, langkah strategis yang akan dilakukan yaitu melalui optimalisasi peran dan fungsi sungai dan danau di Kabupaten Purwakarta yang telah ada. Sungai Ciherang akan diarahkan untuk Irigasi Perairan Pondoksalam-Pasawahan, Sungai Cikao untuk Irigasi Perairan Bojong-Darangdan-Jatiluhur, dan Sungai Cimunjul untuk Irigasi Perairan Purwakarta-Babakancikao. Kemudian menyangkut pengembangan irigasi, Irigasi Cilamaya akan dikembangkan untuk Pertanian Kiarapedes – Wanayasa – Cibatu – Campaka - Bungursari, Bendungan Cirata dan Jatiluhur akan diarahkan untuk Pertanian Masyarakat Maniis, Plered, Tegalwaru, Sukatani, Sukasari, dan Jatiluhur melalui Pola Integrasi Kehutanan, Pengairan, Perikanan, Pertanian, Peternakan dan Pariwisata.

Pola Integrasi Kehutanan, Pengairan, Perikanan, Pertanian, Peternakan dan Pariwisata yang dimaksud merupakan adopsi tata nilai simbiosis mutualisme antar sektor dan antar bidang pembangunan. Pemikiran sederhananya adalah dengan menyatukan peternakan, perikanan, pertanian, kehutanan, dan pengairan sebagai bagian dari komponen sistem yang tersimbiosis mutualisme satu dengan yang lain serta terhubung secara sistemik satu dengan yang lain.

h. Pengembangan Kawasan Terpadu Kecamatan Bungursari, Pengembangan Tata Kota dan Tata Bangunan Yang Beridentitas Purwakarta, Renovasi Bangunan Tua, Pengembangan Halaman Stasion, Penyempurnaan Situ Buleud, Penataan Alun-Alun, Integrasi Bangunan Pemerintah, Serta Pemberian Perlindungan Yang Menyeluruh Terhadap Keberadaan Dan Kualitas Pedagang Serta Pasar Tradisional.

Kecamatan Bungursari, karena letaknya cukup strategis yaitu sebagai pintu gerbang Purwakarta, perlu mendapat treatment perhatian yang lebih. Pada aspek ekonomi, wilayah Kecamatan Bungursari dapat mendatangkan potensi untuk dikembangkan menjadi pusat area industri dan perdagangan/jasa. Guna menuju ke arah tersebut, infrastruktur dan tata ruang wilayahnya perlu ditata dengan baik, agar wilayah Bungursari dapat tampil sebagai area yang unik, berkarakter dan khas. Untuk hal tersebut, tampilan wilayah mulai dari kondisi jalan, taman kota, bentuk bangunan pemerintah, bangunan perumahan masyarakat, sarana publik, kehidupan sosial masyarakat dan aspek-aspek lainnya ke depan akan ditata, agar dapat menunjukan karakter dan budaya lokal Purwakarta (identity factor).

Pada aspek tata ruang kota Kabupaten dan tata bangunan gedung pemerintah dan masyarakat akan diarahkan agar dapat menunjukan Karakter Purwakarta. Bangunan-bangunan tua

(10)

sejarah, ke depan akan dikembalikan kepada kondisi semula, sehingga dapat menunjukan kondisi tempo dulu Purwakarta. Selanjutnya aspek-aspek wilayah lainnya seperti Kawasan Situ Buleud, Alun-Alun, dan Bangunan Pemerintah Daerah akan ditata, sesuai dengan karakter lokal Purwakarta.

Dalam rangka mengembangkan sektor perdagangan, perlindungan terhadap pasar perlu terus dilakukan, terutama pasar-pasar tradisional yang tersebar di beberapa Kecamatan. Pasar-pasar tradisional tersebut, ke depan akan dikembangkan dan dioptimumkan peran dan fungsinya, terutama dalam rangka dinamisasi ekonomi perdesaan.

i. Pengembangan Investasi Dengan Menyiapkan Tanah Untuk Industri Dengan Sistem Sewa Yang Disiapkan Oleh Pemerintah Daerah.

Pada aspek letak, Kabupaten Purwakarta berada pada posisi pertemuan antara Jalur Jakarta-Bandung dan Jalur Jakarta-Cirebon (Pantura). Berdasar pada aspek letak yang strategis tersebut, Purwakarta berpotensi untuk berkembang menjadi daerah industri. Guna menyiapkan dan menangkap peluang yang ada, Pemerintah Daerah akan mengambil langkah untuk menyiapkan area/zona industri melalui sistem sewa kepada Pemerintah Daerah. Melalui pola ini diharapkan dapat tercapai pola hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dengan Investor, serta menjadi faktor penarik masuknya investasi ke wilayah Purwakarta (insentif investasi).

2.2. Prioritas Strategi dan Arah kebijakan Daerah

Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengakomodasikan agenda dan prioritas pembangunan disesuaikan dengan visi, misi dan kebijakan yang telah ditetapkan. Adapun kebijakan untuk melaksanakan prioritas pembangunan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Bidang Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

A. Sasaran Pembangunan Bidang Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), meliputi : 1) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Pendidikan

1. Meningkatnya taraf pendidikan masyarakat 2. Meningkatnya kualitas pendidikan

3. Meningkatnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan 4. Meningkatnya efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan 2) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Kesehatan

1. Meningkatnya umur harapan hidup 2. Menurunnya angka kematian bayi

3. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan

4. Menurunnya prevalensi gizi kurang dan gizi lebih pada anak balita

3) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana

1. Terkendalinya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil berkualitas 2. Meningkatnya kualitas pelaksanaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan 4) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Ketenagakerjaan

1. Tersedianya pendidikan dan latihan bagi tenaga kerja untuk meningkatkan keterampilannya.

2. Tersedianya informasi lapangan pekerjaan.

3. Terciptanya lapangan kerja diberbagai bidang usaha, dan tersedianya sistem informasi dan perencanaan tenaga kerja.

4. Terbentuknya kemitraan antara pemerintah dan swasta dalam penyelenggaraan pelatihan dan meningkatnya kompetensi pekerja untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.

5) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat 1. Meningkatnya kualitas hidup penyandang masalah kesejahteraan sosial sesuai harkat

dan martabat kemanusiaan;

2. Meningkatnya kemampuan dan kepedulian sosial masyarakat dalam pelayanan kesejahteraan sosial;

3. Meningkatnya kualitas dan partisipasi pemuda di berbagai bidang pembangunan; 4. Meningkatnya kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat serta prestasi olahraga; 5. Meningkatnya pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.

(11)

6. Meningkatnya peran serta dan kecintaan masyarakat dalam pelestarian nilai-nilai luhur budaya daerah.

7. Meningkatnya indikator makro kualitas perempuan dan anak. 6) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Agama

1. Meningkatnya suasana kehidupan agama yang semakin kondusif di Kabupaten Purwakarta ;

2. Meningkatnya pelayanan kegiatan intern umat beragama serta antar umat beragama ;

3. Meningkatnya kualitas dan kuantitas pendidikan agama.

4. Meningkatnya kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana keagamaan.

B. Arah Kebijakan dan Program Bidang Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) 1. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Pendidikan

a) Peningkatan pendidikan bagi anak usia dini yang lebih merata dan bermutu agar seluruh potensi anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat usianya sehingga mereka memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya

b) Peningkatan perluasan dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang berkualitas

c) Peningkatan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah baik umum maupun kejuruan untuk mengantisipasi meningkatnya lulusan sekolah menengah pertama sebagai dampak keberhasilan Program Wajardikdas 9 tahun, dan penyediaan tenaga kerja lulusan pendidikan menengah yang berkualitas

d) Peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengikuti pendidikan Peningkatan kualitas dan relevansi semua jalur, jenis dan jenjang pendidikan, untuk memberikan kecapakan peserta didik sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya

e) Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah/satuan pendidikan lainnya secara lebih optimal;

f) Peningkatan kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan; g) Peningkatan mutu pendidikan.

Program-Program Pembangunan dalam bidang Pendidikan : a. Program Wajib Belajar 9 Tahun Pendidikan Menengah

Program ini bertujuan untuk mengurangi angka buta huruf, meningkatkan rata-rata lama sekolah, dan akhirnya untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. b. Program pembinaan dan pendidikan luar sekolah

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan luar sekolah sehingga tercipta peserta didik yang berprestasi

c. Program Pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan pemerataan pendidikan. d. Program Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Program ini bertujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

e. Program Peningkatan mutu Pendidkan

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lembaga pendidikan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta

f. Program peningkatan jumlah dan kualitas SDM tenaga pengajar

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga pengajar. g. Program pengembangan budaya baca

Program ini bertujuan untuk mengembangkan budaya baca, bahasa, sastra Indonesia dan daerah dalam masyarakat termasuk peserta didik dan masyarakat umum guna membangun masyarakat berpengetahuan, berbudaya, maju dan mandiri.

(12)

2. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Kesehatan

a) Mendorong upaya-upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta peningkatan AHH di Kabupaten Purwakarta.

b) Mendorong upaya peningkatan status gizi masyarakat dan pencegahan KLB gizi. c) Mendorong terwujudnya daya dukung lingkungan yang kondusif untuk hidup sehat d) Mendorong terwujudnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kemandirian di

bidang kesehatan.

e) Mewujudkan upaya peningkatan sarana dan prasarana kesehatan Program-Program Pembangunan yang dilaksanakan :

a. Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat seperti : pencegahan dan penanggulangan Napza, Operasi Katarak dan bibir sumbing dan pembinaan terapetik/obat, obat tradisional.

b. Program Peningkatan Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG)

Program ini ditujukan untuk meningkatkan status gizi masyarakat dalam rangka meningkatkan kemandirian, intelektualitas dan produktivitas sumber daya manusia. c. Program Upaya Peningkatan Perbaikan Gizi Keluarga

Program ini ditujukan untuk meningkatkan pemerataan dan mutu upaya kesehatan masyarakat yang berhasil guna dan berdaya guna, serta terjangkau oleh segenap anggota masyarakat.

d. Program Pengawasan Obat, Makanan, dan Bahan Berbahaya;

Program ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, keterjangkauan serta mutu obat dan perbekalan kesehatan secara terpadu dan saling mendukung; melindungi masyarakat dari penggunaan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan keamanan serta meningkatkan potensi daya saing industri farmasi, terutama yang berbasis sumber daya alam dalam negeri. e. Program Perilaku Hidup Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat;

Program ini ditujukan untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari ancaman bahaya dan masalah kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan yang tidak sehat, sehingga tercapai derajat kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat yang optimal.

f. Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit

Program ini ditujukan untuk menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakit menular dan tidak menular serta mencegah penyebaran serta mengurangi dampak sosial akibat penyakit, sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat.

g. Program Peningkatan Sumber Daya Kesehatan

Program ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah, mutu dan penyebaran tenaga kesehatan; meningkatkan jumlah, efektivitas dan efisiensi penggunaan biaya kesehatan; dan meningkatkan ketersediaan sarana, prasarana, dan dukungan logistik pada sarana pelayanan kesehatan yang semakin merata, terjangkau, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

h. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan (SIK)

Program ini ditujukan untuk mengembangkan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan yang efektif dan efisien yang didukung dengan iptek kesehatan, sehingga dapat tercapai pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.

i. Program Kebijakan Dan Manajemen Pembangunan Kesehatan

Program ini ditujukan untuk mengembangkan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan guna mendukung penyelenggaraan sistem kesehatan daerah.

j. Program Peningkatan Sarana Prasarana dan Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan oleh rumah sakit.

(13)

3. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana a) Pengendalian pertumbuhan penduduk serta meningkatkan keluarga kecil b) Penataan pembangunan kependudukan

Program-Program Pembangunan yang dilaksanakan : a. Program Pengembangan Kebijakan Kependudukan

Tujuan program ini untuk menyeserasikan kebijakan kependudukan yang berkelanjutan di berbagai bidang pembangunan baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

b. Program Penataan Administrasi Kependudukan

Tujuan program ini untuk menata administrasi kependudukan dalam upaya mendorong terakomodasinya hak-hak penduduk, tertib administrasi penduduk, tersedianya data dan informasi penduduk yang akurat dan terpadu dengan konsep Relation Data Base Management System (RDBMS), dan reformasi pelayanan registrasi penduduk dan peran serta masyarakat, dengan memperhatikan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan, serta mendorong tertib pelayanan publik.

c. Program Keluarga Berencana

Tujuan program ini untuk memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi yang berkualitas, termasuk di dalamnya upaya-upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dalam rangka membangun keluarga kecil berkualitas.

d. Program Kesehatan Reproduksi Remaja

Tujuan program ini untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan kualitas generasi mendatang. e. Program Penguatan Pelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas

Tujuan program ini untuk membina kemandirian dan sekaligus meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, serta ketahanan dan pemberdayaan keluarga, terutama yang diselenggarakan oleh institusi masyarakat di daerah perkotaan dan pedesaan, dalam rangka melembagakan keluarga kecil berkualitas.

4. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Ketenagakerjaan

a) Menciptakan fleksibilitas pasar kerja dengan memperbaiki kebijakan ketenagakerjaan yang berkaitan dengan rekrutmen, outsourcing, pengupahan, PHK, serta memperbaiki aturan main antara pekerja dengan pengusaha.

b) Menyempurnakan kebijakan program pendukung pasar kerja dengan mendorong terbentuknya informasi pasar kerja serta membentuk bursa kerja.

c) Meningkatkan pelatihan kerja dengan mendorong secara swadaya dengan memanfaatkan peluang kerja pada sektor formal maupun informal baik di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Purwakarta dan kesempatan kerja di luar negeri. Program-Program Pembangunan :

a. Program Perluasan Dan Pengembangan Kesempatan Kerja

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja produktif serta mendorong mobilitas tenaga kerja dalam rangka mengurangi penganggur dan setengah penganggur baik di perdesaan maupun di perkotaan.

b. Program Peningkatan Kualitas Dan Produktivitas Tenaga Kerja

Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, keahlian, dan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas. Peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui pendidikan formal, pelatihan kerja, dan pengembangan di tempat kerja sebagai satu kesatuan sistem pengembangan SDM yang komprehensif dan terpadu.

(14)

Program ini bertujuan menciptakan suasana hubungan kerja yang harmonis antara pelaku produksi melalui peningkatan pelaksanaan hubungan industrial yang merupakan sarana untuk mempertemukan aspirasi pekerja dengan pemberi kerja. 5. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan

Masyarakat

a) Meningkatkan kualitas pelayanan dan bantuan dasar kesejahteraan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.

b) Meningkatkan pemberdayaan fakir miskin, penyandang cacat, dan kelompok rentan sosial lainnya.

c) Meningkatkan peran serta pemuda dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama.

d) Mengembangkan kebijakan dan manajemen olahraga dalam upaya mewujudkan penataan sistem pembinaan dan pengembangan olahraga secara terpadu dan berkelanjutan.

e) Melestarikan apresiasi nilai-nilai kesenian dan kebudayaan tradisional serta menggalakkan dan memberdayakan sentra-sentra kesenian.

f) Meningkatkan taraf pendidikan dan layanan kesehatan serta bidang pembangunan lainnya, untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumber daya kaum perempuan dan anak.

g) Meningkatkan Perlindungan terhadap perempuan dan anak. Program-Program Pembangunan :

a. Program Pelayanan Dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial

b. Tujuan program ini untuk memulihkan fungsi sosial, memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi para PMKS, termasuk bagi lanjut usia terlantar, penyandang cacat, dan anak terlantar, untuk kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya. c. Program Pemberdayaan Fakir Miskin Dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial

Lainnya

d. Tujuan program ini untuk meningkatkan kemampuan, keberdayaan sosial dan kualitas hidup keluarga, fakir miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya.

e. Program Pengembangan Sistem Perlindungan Sosial

f. Tujuan program ini untuk penataan sistem dan mekanisme kelembagaan, serta pengembangan kebijakan perlindungan sosial di tingkat daerah, termasuk pengkajian strategi pendanaan perlindungan sosial, terutama bagi penduduk miskin dan rentan.

g. Program Pembinaan Masyarakat Penyandang Masalah Sosial.

h. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pembinaan terhadap para anggota masyarakat yang menyandang masalah sosial seperti : para penyandang cacat baik fisik maupun mental, gelandangan dan pengemis, korban narkoba.

i. Program Pembinaan Dan Peningkatan Partisipasi Pemuda

j. Tujuan program ini untuk meningkatkan kualitas pemuda sebagai insan pelopor penggerak pembangunan, dan sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai tantangan dan memanfaatkan peluang untuk berperan serta dalam pembangunan.

k. Program Pengembangan Kebijakan Dan Manajemen Olahraga

l. Tujuan program ini untuk mengembangkan berbagai kebijakan pembangunan olahraga dan meningkatkan jumlah, efektivitas dan efisiensi pembiayaan olahraga. m. Program Pembinaan Dan Pemasyarakatan Olahraga

n. Tujuan program ini untuk meningkatkan budaya olahraga, kesehatan jasmani, mental dan rohani masyarakat dan anak didik mulai dari pendidikan dasar, menengah hingga tinggi; mendorong dan menggerakkan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung hakekat dan manfaat olahraga sebagai kebutuhan hidup; meningkatkan kegiatan olahraga termasuk olahraga masyarakat

(15)

dan olahraga tradisional; meningkatkan upaya pemanduan bakat dan pembibitan olahraga sejak dini usia; serta mendukung upaya pencapaian prestasi olahraga yang setinggi-tingginya.

o. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Olahraga

p. Tujuan program ini untuk menyediakan, mengadakan, dan membangun sarana dan prasarana olahraga untuk mendukung kegiatan pembinaan dan pengembangan olahraga, serta pencapaian prestasi olahraga.

q. Program Pengembangan Nilai Budaya Daerah

r. Program ini bertujuan untuk memperkuat dan menegaskan jati diri budaya masyarakat daerah. Tujuan tersebut dicapai antara lain melalui upaya memperkokoh ketahanan budaya daerah sehingga mampu menangkal penetrasi budaya asing yang bernilai negatif dan memfasilitasi proses adopsi dan adaptasi budaya asing yang bernilai positif dan produktif. Di samping itu, diupayakan pula pembangunan moral masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai kejujuran, amanah, keteladanan, sportivitas, disiplin, etos kerja, gotong-royong, kemandirian, sikap toleransi, rasa malu, tanggungjawab, yang kesemuanya merupakan adopsi dari nilai-nilai masyarakat pilemburan atau perdesaan.

s. Program Pembinaan Dan Pengembangan Kesenian Daerah.

t. Program ini bertujuan untuk mendorong dan mengembangkan kesenian sebagai ungkapan budaya bangsa agar mampu menunjukkan daya cipta seniman, sastrawan dan pelaku seni budaya lainnya di daerah. Juga untuk mendorong apresiasi dan kreativitas seni masyarakat, dan memperluas kesempatan masyarakat untuk menikmati seni dan budaya.

u. Program Peningkatan Kualitas Hidup Dan Perlindungan Perempuan

v. Tujuan program ini untuk meningkatkan kualitas hidup, peran, dan kedudukan perempuan di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan; dan meningkatkan perlindungan bagi perempuan terhadap berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

w. Program Peningkatan Kesejahteraan Dan Perlindungan Anak

x. Tujuan program ini untuk meningkatkan kesejahteraan anak dan mewujudkan anak Kabupaten Purwakarta yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia; serta melindungi anak terhadap berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. 6. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Agama

a) Peningkatan suasana kehidupan agama yang semakin kondusif di Kabupaten Purwakarta ;

b) Peningkatan pelayanan kegiatan intern umat beragama serta antar umat beragama ;

c) Peningkatan kualitas dan kuantitas pendidikan agama.

d) Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana keagamaan. Program-Program Pembangunan :

a. Program Peningkatan forum-forum dialogis umat beragama

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama sekaligus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

b. Program Peningkatan Kerjasama Ulama, Umaro, Pemuka Agama dan Tokoh Masyarakat dalam Kehidupan Beragama

Program peningkatan kerukunan hidup beragama ini bertujuan untuk meningkatkan kerukunan diantara sesama pemeluk agama, ataupun antara pemeluk satu agama dengan agama yang lainnya.

c. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Keagamaan

Program ini bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kapasitas, kualitas, kuantitas prasarana keagamaan serta peran lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menunjang perubahan sosial masyarakat,

(16)

mengurangi dampak negatif ekstrimisme masyarakat, serta memberikan pelayanan pendidikan agama.

2. Bidang Penguatan Struktur Ekonomi

A. Sasaran Pembangunan Bidang Penguatan Struktur Ekonomi

1) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Peternakan dan Perikanan

1. Meningkatnya kemampuan petani untuk dapat menghasilkan komoditas yang berdaya saing tinggi;

2. Diversifikasi produksi pertanian untuk menurunkan ketergantungan pada komoditi beras;

3. Meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap protein hewani yang berasal dari ternak dan ikan;

4. Meningkatnya produksi hasil pertanian dan perikanan;

5. Tersedianya sumber daya pertanian yang berkualitas dan membangun sarana dan prasarana pertanian.

6. Mempertahankannya swasembada pangan, membina pertanian rakyat sesuai dengan potensi sumberdaya dengan mengacu kepada sistem agribisnis, penanggulangan kemiskinan, mengaitkan pembangunan pertanian dengan pengembangan wilayah dan pedesaan serta meningkatkan peran serta petani dan swasta.

7. Meningkatnya efisiensi produksi hasil hutan, mengupayakan reboisasi dan konservasi tanah, mengendalikan bahaya banjir dan erosi hutan, eksploitasi lahan hasil hutan serta ekstensifikasi dan pengembangan tanaman ekonomis yang mempunyai daya dukung untuk menjaga kelestarian tanah dan air.

2) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Industri, Perdagangan dan Jasa

1. Terwujudnya iklim investasi yang sehat dengan upaya reformasi yang komprehensif.

2. Meningkatnya investasi secara bertahap sehingga peranannya terhadap Produk Domestik Regional Bruto dapat meningkat dari tahun ke tahun.

3. Meningkatnya efisiensi dan efektivitas sistem distribusi dan mobilitas melalui penyediaan infrastruktur.

4. Mendorong investasi sektor swasta pada sub sektor industri, perdagangan dan jasa berdasakan peruntukan lahan yang diatur di dalam rencana tata ruang. 3) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

1. Meningkatnya produktivitas UKM dengan didukung daya saing produk yang tinggi; 2. Meningkatnya proporsi usaha kecil formal;

3. Meningkatnya kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi sesuai dengan jatidiri koperasi.

4. Berkembangnya jaringan produksi, distribusi dan prasarana penunjang Pengusaha Kecil Menengah dan Koperasi (PKMK) melalui wadah kemitraan usaha atau koperasi; meningkatnya kemampuan manajemen Pengusaha Kecil dan Menengah (PKM) melalui wadah koperasi; dan meningkatnya kemampuan lembaga pelayanan pengembangan usaha, teknologi dan informasi bagi Pengusaha Kecil Menengah dan Koperasi (PKMK).

4) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Pariwisata

1. Meningkatnya kontribusi bidang pariwisata dalam perolehan Pendapatan Asli Daerah.

2. Meningkatnya jumlah kunjungan wisata. 3. Meningkatnya nilai investasi bidang pariwisata. B. Arah Kebijakan dan Program Bidang Penguatan Struktur Ekonomi

1. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Peternakan dan Perikanan

(17)

a. Peningkatan kemampuan petani dan pelaku pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

b. Peningkatan produktivitas, produksi, daya saing dan nilai tambah produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

c. Pemanfaatan hutan untuk diversifikasi usaha.

d. Mengembangkan pertanian ke arah agribisnis dengan memperkuat sub sistem hulu tengah (pertanian dalam arti luas) dan hilir

e. Meningkatkan program pengembangan pertanian tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan melalui intensifikasi dan diversifikasi dan pemberdayaan usaha pertanian rakyat serta upaya lain yang dapat menunjang kinerja produksi pertanian didaerah.

Program-program Pembangunan :

a. Program Peningkatan Ketahanan Pangan

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan dan keberlanjutan ketahanan pangan sampai ke tingkat rumah tangga.

b. Program Pengembangan Agribinis

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi berkembangnya usaha agribisnis yang mencakup usaha di bidang agribisnis hulu, on farm, hilir dan usaha jasa pendukungnya.

c. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing petani, terutama petani yang tidak dapat menjangkau akses terhadap sumberdaya usaha pertanian.

d. Program Pengembangan Budidaya Perikanan

Program ini bertujuan untuk mengelola, mengembangkan, dan memanfaatkan budidaya perikanan secara optimal dan berkelanjutan dalam rangka peningkatan nilai tambah pendapatan pembudidaya ikan.

e. Program Pengembangan Usaha Peternakan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi peternakan. f. Program Peningkatan Produksi Perkebunan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan produksi komoditi perkebunan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri dalam rangka menunjang perkembangan industri serta meningkatkan mutu dan jumlah bahan eksport non migas, meningkatkan teknologi baik teknis produksi maupun tata niaga perkebunan, memperluas kesempatan kerja.

g. Program Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Hutan Dan Pengembangan Hutan Rakyat

Program ini bertujuan untuk lebih memanfaatkan potensi sumberdaya hasil hutan, secara efisien, optimal dan berkelanjutan.

2. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Industri, Perdagangan dan Jasa

a. Meningkatkan akses dan perluasan pasar ekspor, terutama bagii pengusaha kecil dan menengah, salah satunya melalui promosi baik di media cetak, elektronik mapun melalui pameran-pameran produk yang berskala propinsi, nasional dan internasional.

b. Meningkatkan ketersediaan infrastruktur yang dapat menjamin kondusivitas lalu lintas barang dan jasa.

c. Mengusahakan terbangunnya pusat perdagangan (trade centre) dan penambahan sarana perdagangan baru (pasar-pasar baru).

d. Mendorong investasi sektor swasta pada sub sektor industri, perdagangan dan jasa berdasakan peruntukan lahan yang diatur di dalam rencana tata ruang. Program-program Pembangunan :

(18)

Program ini bertujuan menciptakan iklim investasi Kabupaten Purwakarta yang berdaya saing nasional dan global.

b. Program Peningkatan Promosi Dan Kerjasama Investasi

Program ini bertujuan membangun citra Kabupaten Purwakarta sebagai daerah tujuan investasi yang menarik.

c. Pengembangan Kapasitas Pelayanan Infrastruktur

Pengembangan kapasitas dan pelayanan infrastruktur dimaksudkan sebagai faktor penopang upaya peningkatan investasi bidang pertanian, industri, perdagangan dan jasa serta bidang pariwisata.

d. Program Peningkatan Dan Pengembangan Ekspor

Tujuan dari program ini adalah mendukung upaya peningkatan daya saing global produk daerah serta meningkatkan peranan ekspor barang dan jasa dalam memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purwakarta.

e. Program Perlindungan Konsumen Dan Pengamanan Perdagangan

Tujuan program ini adalah untuk memberdayakan konsumen dan penguatan lembaga perlindungan konsumen.

f. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan

Tujuan program ini adalah meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa yang lebih efisien dan efektif serta mengembangkan sistem usaha dan lembaga perdagangan yang efektif dan efisien, yang berpihak pada usaha kecil, menengah, dan koperasi.

3. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

a. Mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) yang diarahkan untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing; sedangkan pengembangan usaha skala mikro lebih diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

b. Memperkuat kelembagaan dengan memperluas akses kepada sumber permodalan khususnya perbankan; memperbaiki lingkungan usaha dan menyederhanakan prosedur perijinan; serta memperluas dan meningkatkan kualitas institusi pendukung yang menjalankan fungsi intermediasi sebagai penyedia jasa pengembangan usaha, teknologi, manajemen, pemasaran dan informasi.

c. Membangun koperasi yang diarahkan dan difokuskan pada upaya-upaya untuk: (i) membenahi dan memperkuat tatanan kelembagaan dan organisasi koperasi di tingkat makro, meso, maupun mikro, guna menciptakan iklim dan lingkungan usaha yang kondusif bagi kemajuan koperasi; (ii) meningkatkan pemahaman, kepedulian dan dukungan berbagai stakeholders kepada koperasi; dan (iii) meningkatkan kemandirian koperasi, terutama menyangkut permodalan.

d. Meningkatkan pengusahaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia usaha terutama usaha kecil, menengah dan koperasi guna meningkatkan daya saing produk yang berbasis sumber daya lokal.

Program-program Pembangunan :

a. Program Penciptaan Iklim Usaha Bagi UKM

Tujuan program ini adalah untuk memfasilitasi terselenggaranya lingkungan usaha yang efisien secara ekonomi, sehat dalam persaingan, dan non-diskriminatif bagi kelangsungan dan peningkatan kinerja usaha UKM, sehingga dapat mengurangi beban administratif, hambatan usaha dan biaya usaha.

b. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UKM

Program ini bertujuan untuk mempermudah, memperlancar dan memperluas akses UKM kepada sumber daya produktif. Sumber daya produktif dimaksud

(19)

seperti sumber daya manusia, modal, pasar, teknologi, dan informasi, termasuk mendorong peningkatan fungsi intermediasi lembaga-lembaga keuangan bagi UKM.

c. Program Pengembangan Kewirausahaan

Program ini ditujukan untuk mengembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan dan meningkatkan daya saing UKM sehingga pengetahuan serta sikap wirausaha semakin berkembang, produktivitas meningkat, wirausaha baru berbasis pengetahuan dan teknologi meningkat jumlahnya, dan ragam produk-produk unggulan UKM semakin berkembang.

d. Program Pemberdayaan Usaha Skala Mikro

Program ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi di sektor informal yang berskala usaha mikro, terutama yang masih berstatus keluarga miskin dalam rangka memperoleh pendapatan yang tetap, melalui upaya peningkatan kapasitas usaha sehingga menjadi unit usaha yang lebih mandiri, berkelanjutan dan siap untuk tumbuh dan bersaing.

e. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi agar koperasi mampu tumbuh dan berkembang secara sehat sesuai dengan jati dirinya menjadi wadah kepentingan bersama bagi anggotanya untuk memperoleh efisiensi kolektif, sehingga citra koperasi menjadi semakin baik. 4. Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Pariwisata

a. Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara b. Mengembangkan pariwisata melalui pendekatan sistem yang utuh dan terpadu

bersifat interdisipliner dan parsitipatoris dengan menggunakan kriteria ekonomis, teknis agronomis, sosial budaya, hemat energi, melestarikan alam dan tidak merusak lingkungan.

c. Meningkatkan peran pariwisata dengan mengembangkan potensi objek wisata unggulan

Program-program Pembangunan :

a. Program Pengembangan Pariwisata Daerah

Program Pengembangan Pariwisata ditujukan untuk meningkatkan pengelolaan wisata dan aset-aset warisan budaya menjadi obyek daya tarik wisata yang atraktif dengan pendekatan profesional, kemitraan swasta, pemerintah, dan masyarakat dan memperkuat jaringan kelembagaan serta mendorong investasi. b. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata

Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata ditujukan untuk menciptakan promosi pariwisata yang efektif dengan pendekatan profesional, kemitraan antara swasta, pemerintah, dan masyarakat dan memperkuat jaringan kelembagaan. c. Program Pengelolaan Objek Wisata

Program ini bertujuan untuk mengembangkan objek wisata yang telah ada sehingga akan menjadi objek wisata yang layak jual.

3. Bidang Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Infrastruktur Wilayah

A. Sasaran Pembangunan Bidang Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Infrastruktur Wilayah

1)

Tercapainya pola pengelolaan sumber daya air yang terpadu dan berkelanjutan;

2)

Meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan air;

3)

Meningkatnya aksesibilitas wilayah melalui dukungan pelayanan prasarana jalan yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan transportasi.

4)

Meningkatnya kondisi prasarana LLAJ terutama menurunnya jumlah pelanggaran lalu lintas dan muatan lebih di jalan sehingga dapat menurunkan kerugian ekonomi yang

(20)

5)

Meningkatnya kelaikan dan jumlah sarana LLAJ.

6)

Meningkatnya keterjangkauan pelayanan transportasi umum bagi masyarakat luas di perkotaan dan pedesaan serta dukungan pelayanan transportasi jalan perintis di wilayah terpencil untuk mendukung pengembangan wilayah.

7)

Meningkatnya SDM profesional dalam perencanaan pembinaan dan penyelenggaraan LLAJ.

8)

Terwujudnya pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat melalui terciptanya pasar primer yang sehat, efisien, akuntabel, tidak diskriminatif, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang didukung oleh system pembiayaan perumahan jangka panjang yang market friendly, efisien, dan akuntabel.

9)

Meningkatnya cakupan pelayanan air minum kepada masyarakat.

10)

Meningkatnya jumlah sampah terangkut hingga 75 persen serta meningkatnya kinerja pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang berwawasan lingkungan (environmental friendly).

B. Arah Kebijakan dan Program Bidang Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Infrastruktur Wilayah a) Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi.

b) Pendayagunaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air baku.

c) Meningkatkan kondisi pelayanan prasarana jalan melalui penanganan muatan lebih secara komprehensif, dan melibatkan berbagai instansi terkait.

d) Meningkatkan kelancaran pelayanan angkutan jalan secara terpadu.

e) Meningkatkan penyediaan prasarana dan sarana dasar bagi kawasan rumah sederhana dan rumah sederhana sehat.

f) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola persampahan dan drainase melalui uji kompetensi, pendidikan, pelatihan, dan perbaikan pelayanan kesehatan. Program-Program Pembangunan :

a. Program Pengembangan Dan Pengelolaan Jaringan Irigasi

Program ini ditujukan untuk mewujudkan pengelolaan jaringan irigasi dalam rangka mendukung program pengembangan pertanian sehingga kemampuan pemenuhan kebutuhan air untuk pertanian dapat meningkat.

b. Program Peningkatan Kinerja Pengelolaan Persampahan Program ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan pelayanan persampahan, meningkatnya pemanfaatan teknologi tepat guna, meningkatnya kinerja pengelola persampahan.

c. Program Pengembangan Sarana Dan Prasarana Drainase Perumahan Dan Permukiman Perkotaan

Program ini bertujuan untuk pemeliharaan, peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana drainase perumahan dan permukiman perkotaan.

d. Program Pengembangan Sarana Dan Prasarana Jalan Lingkungan Perumahan Dan Permukiman Perkotaan

Program ini bertujuan untuk pemeliharaan, peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana jalan lingkungan perumahan dan permukiman perkotaan.

e. Program Pengembangan Sarana Dan Prasarana Persampahan Perumahan Dan Permukiman Perkotaan

Program ini bertujuan untuk peningkatan, pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana persampahan perumahan dan permukiman perkotaan.

f. Program Pembangunan Jalan Dan Jembatan

Program ini bertujuan untuk mewujudkan pembangunan jalan dan jembatan yang dapat memperlancar kegiatan perekonomian serta dapat membuka keterisolasian. g. Program Peningkatan Jalan Dan Jembatan

Program ini bertujuan untuk mewujudkan peningkatan jalan dan jembatan yang menunjang kelancaran kegiatan perekonomian.

h. Program Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan

Program ini bertujuan untuk lebih terpeliharanya kondisi jalan dan jembatan dalam rangka menunjang kelancaran kegiatan perekonomian.

(21)

i. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Transportasi

Program ini bertujuan untuk mewujudkan pengembangan, peningkatan dan pemeliharaan infrastruktur transportasi yang dapat melayani pergerakan orang, barang dan jasa.

j. Program Penataan Ruang

Program ini bertujuan untuk merencanakan arahan kegiatan pembangunan secara efektif dan efisien dengan mempertahankan fungsi keserasian dan keselarasan ruang. k. Program Pembangunan Sarana Dan Prasarana Jalan Perdesaan

Program ini bertujuan untuk mewujudkan pengembangan, peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana jalan perdesaan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

l. Program Pembangunan Sarana Dan Prasarana Air Bersih Perdesaan

Program ini bertujuan untuk mewujudkan pengembangan, peningkatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih perdesaan dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat pedesaan.

4. Bidang Peningkatan Kualitas SDA dan Lingkungan Hidup

A. Sasaran Pembangunan Bidang Peningkatan Kualitas SDA dan Lingkungan Hidup 1) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Pertambangan dan Sumber Daya Alam

a. Optimalisasi peran pertambangan dan penggalian terhadap Pendapatan Asli Daerah guna menunjang pertumbuhan ekonomi daerah;

b. Meningkatnya investasi pertambangan dan penggalian yang ramah lingkungan, sehingga dapat memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha;

c. Berkurangnya kegiatan pertambangan dan penggalian tanpa ijin (PETI) dan usaha-usaha pertambangan yang merusak dan yang menimbulkan kerusakan lingkungan.

2) Sasaran Pembangunan Sub Bidang Lingkungan Hidup

a. Meningkatnya kualitas air permukaan dan kualitas air tanah disertai pengendalian dan pemantauan;

b. Meningkatnya kualitas udara;

c. Meningkatnya sistem pengelolaan dan pengawasan limbah B3 (bahan berbahaya beracun);

d. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara lingkungan hidup.

B. Arah Kebijakan dan Program Bidang Peningkatan Kualitas SDA dan Lingkungan Hidup 1). Arah Kebijakan dan Program Sub Bidang Pertambangan dan Sumber Daya Alam

a) Meningkatkan eksploitasi SDA dengan selalu memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan, khususnya mempertimbangkan kerusakan hutan, keanekaragaman hayati dan pencemaran lingkungan;

b) Meningkatkan pembinaan dan pengawasan pengelolaan pertambangan. Program Pembangunan :

a) Program Pembinaan Usaha Pertambangan Dan Penggalian

Program ini bertujuan untuk mencapai optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertambangan dan penggalian.

b) Program Pengembangan Kapasitas Pengelolaan Sumber Daya Alam Dan Lingkungan Hidup

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sumber daya alam dan fungsi lingkungan hidup melalui tata kelola yang baik (good environmental governance) berdasarkan prinsip transparansi, partisipasi dan akuntabilitas.

Referensi

Dokumen terkait

• Kedua apabila masyarakat keberatan hasil Konsultasi Publik tetapi tidak mengajukan gugatan ke pengadilan, mk proses kegiatan akan berlangsung dlm 20 tahap dg jangka waktu paling

Master Plan ini berisikan analisis daya dukung lahan, analisis kebutuhan ruang dan bangunan, rencana pengembangan fisik kampus serta rencana penataan lahan

Dioda merupakan suatu piranti dua elektroda dengan arah arus yang tertentu, dapat juga dikatakan dioda bekerja sebagai penghantar bila tegangan listrik diberikan dalam arah

Dari penelitian tersebut diketahui bahwa material yang dikenai beban berulang atau beban dinamis, akan rusak pada tegangan jauh lebih rendah dibanding dengan tegangan yang

Bagian ini merupakan BAB VI tesis, yang membahas hasil penelitian secara menyeluruh. Disini akan dilakukan perbandingan hasil penelitian pada bab hasil tersebut dengan teori dan

Disparitas putusan hakim pidana merupakan masalah yang telah lama menjadi pusat perhatian kalangan akademisi, pemerhati dan praktisi hukum. Disparitas putusan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, terdapat berbagai macam faktor lain yang dapat menyebabkan katarak, dimana semua faktor risiko tersebut dihubungkan oleh

Ini bertujuan agar siswa dapat mengurangi masalah hubungan sosialnya melalui games yang diberikan guru bimbingan konseling pada saat memberikan layanan