• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

3. Pelatihan dan Pengembangan

a. Pengertian Pelatihan dan Pengembangan

Menurut Sedarmayanti (2014:163) Pelatihan dan Pengembangan merupakan usaha mengurangi atau mengilangkan terjadinya kesenjangan antara kemampuan karyawan dengan yang dikehendaki organiasasi. Usaha tersebut dilakukan melalui peningkatan kemampuan kerja yang dimiliki karyawan dengan cara menambah pengetahuan dan ketrampilan serta merubah sikap.

Menurut Veithzal Rivai (2013:212) Pelatihan secara singkat didefinisikan sebagai suatu kegiatan untuk meningkatan kinerja saat ini dan kinerja di masa mendatang. Pengembangan diberikan untuk membantu karyawan memegang tanggung jawab di masa mendatang.

Sedangkan menurut Wilson Bangun (2012:202) Pelatihan (training) adalah suatu proses memperbaiki keterampilan kerja karyawan untuk membantu pencapaian tujuan perusahaan.

Dari pengertian para ahli, penulis menyimpulkan bahwa pelatihan dan pengembangan adalah proses untuk menyelesaikan suatu pekerjaan saat ini, meningkatkan capaian karier di masa mendatang untuk mencapai tujuan perusahaan. Peningkatan pengetahuan, skill, oerubahan sikap, perilaku, koreksi terhadap kekurangan-kekurangan kinerja dibutuhkan untuk meningkatka kinerja dan pelayanan melalui pelatihan, kemampuan kerja dan motivasi.

b. Sasaran Pelatihan dan Pengembangan

Pada dasarnya setiap kegiatan yang terarah tentu harus mempunyai sasaran yang jelas, memuat hasil yang ingin dicapai dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Sasaran pelatihan yang dapat dirumuskan dengan jelas akan dijadikan sebagai acuan penting dalam menentukan materi yang akan diberikan, cara dan sarana-sarana yang diperlukan.

Menurut Veithzal Rivai (2013:214) Sasaran pelatihan dapat dirumuskan dengan jelas akan bermanfaat dalam:

1) Menjamin konsistensi dalam menyusun program pelatihan yang mencakup materi, metode, cara penyampaian, sarana pelatihan. 2) Memudahkan komunikasi antara penyusun program pelatihan

dengan pihak yang memerlukan pelatihan.

3) Memberikan kejelasan bagi peserta tentang apa yang harus dilakukan dalam rangka mencapai sasaran.

4) Memudahkan penilaian peserta dalam mengikuti pelatihan. 5) Memudahkan penilaian hasil program pelatihan.

6) Menghindari kemungkinan konflik antara penyelenggara dengan orang yang meminta pelatihan mengenal efektivitas pelatihan yang diselenggarakan.

c. Tujuan Pelatihan dan Pengembangan

Menurut Veithzal Rivai (2013:215) tujuan dari pelatihan sumber daya manusia adalah sebagai berikut:

1) Untuk meningkatkan kuantitas output. 2) Untuk meningkatkan kualitas output.

3) Untuk menurunkan biaya limbah dan perawatan.

4) Untuk menurunkan jumlah dan biaya terjadinya kecelakaan. 5) Untuk menurunkan turnover, ketidakhadiran kerja serta

meningkatkan kepuasan kerja.

6) Untuk mencegah timbulnya antisipasi karyawan.

Tujuan dari diadakannya pelatihan adalah memberikan kesempatan kepada pegawai untuk meningkatkan kualitasnya baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun sikap sebagai asset perusahaan untuk mencapai keberhasilan perusahaan. Dengan peningkatan kualitas, maka akan meningkatkan kuantitas/hasil kerja yang diberikan oleh pegawai kepada perusahaan. Selain itu, pelatihan yang diberikan untuk memberikan kejelasan kepada pegawai atas tanggung jawabnya sehingga pegawai memahami apa yang seharusnya dikerjakan dan mengapa harus dikerjakan. Jika pemahaman akan tugas dan tanggung jawabnya tersebut.

d. Manfaat Pelatihan dan Pengembangan

Menurut Veithzal Rivai (2013:217-218) manfaat pelatihan dibagi menjadi tiga bagian, adalah sebagai berikut:

1) Manfaat pelatihan dan pengembangan bagi pegawai adalah sebagai berikut:

a) Membantu pegawai dalam membuat keputusan dan pemecahan masalah yang lebih efektif.

b) Melalui pelatihan dan pengembangan, variabel pengenalan, pencapaian prestasi, pertumbuhan, tanggung jawab dan kemajuan dapat diinternalisasi dan dilaksanakan.

c) Membantu mendorong dan mencapai pengembangan diri dan rasa percaya diri.

d) Membantu karyawan mengatasi stress, tekanan, frustasi dan konflik.

e) Memberi informasi tentang meningkatnya pengetahuan kepemimpinan, keterampilan komunikasi dan sikap.

f) Meningkatkan kepuasan kerja dan pengakuan.

g) Membantu karyawan mendekati tujuan pribadi sementara meningkatkan keterampilan interaksi.

h) Memenuhi kebutuhan personal peserta dan pelatih.

i) Memberikan nasihat dan jalan untuk pertumbuhan masa depan. j) Membangun rasa pertumbuhan dalam pelatihan.

k) Membantu pengembangan keterampilan mendengar, bicara dan menulis dengan latihan.

l) Membantu menghilangkan rasa takut melaksanakan tugas baru. 2) Manfaat pelatihan dan pengembangan bagi suatu organisasi

atau instansi adalah sebagai berikut:

a) Mengarahkan untuk meningkatkan probabilitas atau sikap yang lebih positif terhadap orientasi profit.

b) Memperbaiki pengetahuan kerja dan keahlian pada semua level perusahaan.

c) Memperbaiki moral sdm.

d) Membantu karyawan untuk mengetahui tujuan perusahaan. e) Membantu menciptakan image perusahaan yang lebih baik. f) Mendukung otentisitas, keterbukaan dan kepercayaan. g) Meningkatkan hubungan antara atasan dan bawahan. h) Membantu mengembangkan perusahaan.

i) Belajar dari peserta.

j) Membantu mempersiapkan dan melaksanakan kebijakan perusahaan.

k) Memberikan informasi tentang kebutuhan perusahaan di masa depan.

l) Perusahaan dapat membuat keputusan dan memcahkan masalah yang lebih efektif.

n) Membantu mengembangkan keterampilan kepemimpinan, motivasi, kesetiaan, sikap dan aspek lain yang biasanya diperlihatkan pekerja.

o) Membantu meningkatkan efisiensi, efektivitas, produktivitas dan kualitas kerja.

p) Membantu menekan biaya dalam berbagai bidang seperti produksi, sdm dan administrasi.

q) Meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap kompetensi dan pengetahuan perusahaan.

r) Meningkatkan hubungan antar buruh dengan manajemen. s) Menguarangi biaya konsultan luar dengan menggunakan

konsultan internal.

t) Mengurangi perilaku merugikan

u) Menciptakan iklim yang baik untuk pertumbuhan v) Membantu meningkatkan komunikasi organisasi

w) Membantu karyawan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.

x) Membantu menangani konflik sehingga terhindar dari stress dan tekanan kerja.

3) Manfaat pelatihan dan pengembangan dalam hubungan SDM, intra dan antargrup dan pelaksanaan kebijakan adalah sebagai berikut:

b) Membantu dalam orientasi bagi pegawai baru dan pegawai transfer atau promosi.

c) Memberikan informasi tentang kesamaan kesempatan dan aksi afirmatis.

d) Memberikan informasi tentang hukum pemerintah dan kebijakan internasional.

e) Meningkatkan keterampilan interpersonal.

f) Membuat kebijakan perusahaan, aturan dan regulasi. g) Meningkatkan kualitas moral.

h) Membangun kohevitas dalam kelompok.

i) Memberikan iklim yang baik untuk belajar, pertumbuhan dan koordinasi.

j) Membuat perusahaan menjadi tempat yang lebih baik untuk bekerja dan hidup.

e. Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan

Menurut Veithzal Rivai (2013:222) agar pelatihan dan pengembangan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan yang diinginkan, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1) Penilaian Kebutuhan. 2) Instruktur/Pelatih.

f. Metode Pelatihan dan Pengembangan

Menurut Veithzal Rivai (226) metode pelatihan dan pengembangan yang dipilih hendak disesuaikan dengan jenis pelatihan yang akan dilaksanakan dan yang dapat dikembangkan oleh suatu perusahaan. Ada beberapa teknik pelatihan yang akan menjadikan prinsip belajar tertentu menjadi lebih efektif, yaitu:

1) On The Job Training (OT)

On The Job Training (OT) atau disebut juga dengan pelatihan dengan instruksi pekerjaan sebagai suatu metode pelatihan dengan cara para pekerja atau calon pekerja ditempatkan dalam kondisi pekerjaan yang riil, dibawah bimbingan dan supervisi dari pegawai yang telah berpengalaman atau seorang supervisor.

(a) Rotasi.

Rotasi atau pelatihan silang (cross-line) bagi karyawan agar mendapat variasi kerja, para pengajar memindahkan para peserta pelatihan dari tempat kerja yang satu ke tempat kerja yang lainnya.

(b) Magang

Metode ini dilakukan dengan cara peserta mengikuti pekerjaan/kegiatan yang dilakukan oleh pemangku jabatan tertentu, untuk mempelajari bagaimana cara melakukan suatu kegiatan.

2) Off The Job Training

Off The Job Training adalah Metode pelatihan yang dilaksanakan di tempat kerja terpisah/di luar tempat kerja, dan di luar waktu kerja regular.

(a) Ceramah

Ceramah adalah pendekatan terkenal karena menawarkan sisi ekonomis dan material organisasi, tetapi partisipasi, umpan balik, transfer dan repetisi sangat rendah.

(b) Pelatihan Vestibule

Cara ini memungkinkan adanya transfer, repetisi, dan partisipasi serta material perusahaan bermakna dan umpan balik.

(c) Permainan Peran dan Model Perilaku

Permainan peran adalah alat yang mendorong peserta untuk membayangkan identitas lain.

(d) Case Study

Metode kasus adalah metode pelatihan yang menggunakan deskripsi tertulis dari suatu permasalahan riil yang dihadapi oleh perusaanatau perusahaan lain.

(e) Simulasi

Permainan simulasi dapat dibagi menjadi dua macam. Pertama, simulasi yang melibatkan simulator yang bersifat mekanik (mesin) yang mengandalkan aspek-aspek utama dalam suatu

situasi kerja. Metode pelatihan ini hampir sama dengan vestibule training, hanya saja simulator tersebut lebih sering menyediakan umpan balik yang bersifat instan dalam suatu kinerja. Kedua, simulasi komputer. Untuk tujuan pelatihan dan pengembangan, metode ini sering berupa games atau permainan.

(f) Belajar Mandiri dan Proses Belajar Terprogram

Teknik belajar mandiri berkisar pada cara manual sampai kaset rekaman dan video.

(g) Praktik Labolatorium

Pelatihan di labolatorium dirancang untuk meningkatkan keterampilan interpersonal. Juga dapat digunakan untuk membangun perilaku yang diinginkan untuk tanggung jawab pekerjaan di masa depan. Proses ini tergantung para partisipasi, umpan balik dan repetisi. Bentuk popular dari pelatihan ini adalah pelatihan kepekaan yang mencoba meningkatkan kepekaan seseorang terhadap perasaan orang lain.

(h) Pelatihan Tindakan

Pelatihan ini terjadi dalam kelompok kecil yang berusaha mencari solusi masalah nyata yang dihadapi oleh perusahaan, dibantu oleh fasilitator (dari luar atau dalam perusahaan). Fokus kelompok dalam mengatasi masalah sebagai cara untuk belajar ketika para anggota mengeksploitasi solusi, menggaris

bawahi pernyataan fasilitator sebagai pedoman dalam kelompk, pemecahan masalah dan hal-hal lain yang berkaitan dengan suatu masalah.

(i) Role Playing

Role Playing adalah metode pelatihan yang merupakan perpaduan antara metode kasus dan program pengembangan sikap.

(j) In-basket Technique

Melalui metode-metode in-basket-technique, para peserta diberikan materi yang berisikan berbagai informasi, seperti email khusus dari manajer dan daftar telpon.

(k) Management Games

Management Games menekankan pada pengembangan kemampuan problem-solving. Keuntungan dari simulasi ini adalah timbulnya integrasi antar berbagai interaksi, kemampuan bereksperimen melalui keputusan yang diambil, umpan balik dari keputusan, dan persyaratan-persyaratan bahwa keputusan dibuat dengan data-data yang tidak cukup. (l) Behaviour Modeling

Behavior modeling adalah suatu metode pelatihan dalam rangka meningkatkan keahlian interpersonal. Kunci dari behavior modeling adalah belajar melalui observasi atau imajinasi.

(m) Outdor Oriented Programs

Program ini biasanya dilakukan di suatu wilayah yang terpencil dengan melakukan kombinasi antara kemampuan diluar kantor dengan kemampuan di ruang kelas.

g. Evaluasi Program Pelatihan dan Pengembangan.

Menurut Veithzal Rivai (2013:233) kriteria yang efektif digunakan untuk mengevaluasi kegiatan pelatihan dan pengembangan adalah yang berfokus pada outcome-nya (hasil akhir). Para pengelola dan instruktur perlu memerhatikan hal berikut:

1. Reaksi dari para peserta pelatihan terhadap proses dan isi kegiatan pelatihan.

2. Pengetahuan atau proses belajar yang diperoleh melalui pengalaman pelatihan.

3. Perubahan perilaku yang disebabkan karena kegiatan pelatihan. 4. Hasil atau perbaikan yang dapat diukur baik secara individu maupun organisasi, seperti makin rendahnya turnover (berhenti kerja), makin sedikit kecelakaan, makin kecilnya ketidakhadiran, makin menurunnya kesalahan kerja, makin efisiennya penggunaan waktu dan biaya, serta makin produktifnya karyawan, dan lain-lain.

Dokumen terkait