• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelatihan Ketrampilan bagi Rumah Tangga Miskin (RTM)

Tahap I 1 Surat permohonan pencairan √

Bulan 1-3 Ket 1 Surat pengantar dari desa √

B. Penanggulangan Kemiskinan

5. Pelatihan Ketrampilan bagi Rumah Tangga Miskin (RTM)

Pelatihan ketrampilan bagi RTM bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan sebagai modal ketrampilan kerja ataupun usaha. Materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang yang ada, misalnya : pelatihan menjahit, pelatihan pengolahan makanan, pelatihan pengolahan hasil laut, pelatihan budidaya perikanan, pelatihan budidaya pertanian dan perkebunan, pelatihan kewirausahaan, pengelolaan ekonomi rumah tangga dan lain-lain.

Pelatihan diberikan dalam kurun waktu yang disesuaikan dengan target capaian kurikulum paket kegiatan atau dengan metode sistem magang, sehingga peserta pelatihan mempunyai ketrampilan yang cukup untuk dapat diaplikasikan sebagai upaya peningkatan perekonomiannya.

BAB XII

MITIGASI DAN PENANGANAN BENCANA ALAM DAN NONALAM SESUAI DENGAN KEWENANGAN DESA

Prioritas Penggunaan Dana Desa dapat digunakan untuk mitigasi dan penanganan bencana alam dan nonalam meliputi:

i. Mitigasi dan penanganan bencana alam

Pengadaan, pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana sarana prasarana penanggulangan bencana alam dan/atau kejadian luar biasa lainnya sesuai dengan kewenangan Desa yang antara lain :

• pembuatan peta potensi rawan bencana di Desa;

• Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Desa

• P3K untuk bencana;

• pembangunan jalan evakuasi;

• penyediaan penunjuk jalur evakuasi;

• kegiatan tanggap darurat bencana alam;

• penyediaan tempat pengungsian;

• pembersihan lingkungan perumahan yang terkena bencana alam;

• rehabilitasi dan rekonstruksi lingkungan perumahan yang terkena bencana alam; dan

• sarana prasarana untuk penanggulangan bencana yang lainnya sesuai dengan kewenangan Desa dan diputuskan dalam musyawarah Desa.

ii. Mitigasi dan penanganan bencana nonalam

• Desa Aman COVID

1. Penggunaan Dana Desa untuk mendukung aksi Desa Aman COVID-19 antara lain :

a. membentuk Pos Jaga Desa atau memberdayakan Pos Jaga Desa yang telah ada;

b. sosialisasi dan edukasi adaptasi kebiasaan baru dan penerapan secara ketat protokol kesehatan;

c. pembelian masker, vitamin dan obat sesuai arahan Satgas COVID-19 Kabupaten/Kota bagi warga kurang mampu, serta kebutuhan lainnya yang diputuskan dalam musyawarah Desa khusus/musyawarah Desa insidental;

d. menyiapkan tempat cuci tangan dan/atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer);

e. melakukan penyemprotan cairan disinfektan sesuai keperluan;

f. menyiapkan dan/atau merawat ruang isolasi Desa agar sewaktu-waktu siap digunakan ketika dibutuhkan;

g. memfasilitasi kebutuhan logistik warga kurang mampu yang sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumah dan/atau ruang isolasi Desa;

h. melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin dan melaporkannya kepada Satuan Tugas Penanganan COVID- 19 Daerah; dan

i. mendukung operasional tugas Relawan Desa Aman COVID- 19.

j. memfasilitasi penentuan KPM BLT DD mulai dari pendataan, verifikasi, validasi, perangkingan dan penetapan.

2. relawan Desa Aman COVID-19

Relawan Desa aman COVID-19 dengan struktur sebagai berikut:

a. ketua: kepala Desa

b. wakil: ketua badan permusyawaratan Desa c. anggota:

i. perangkat Desa;

ii. anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) iii. kepala dusun atau yang setara;

iv. ketua rukun warga;

v. ketua rukun tetangga;

vi. pendamping lokal Desa;

vii. pendamping Program Keluarga Harapan (PKH);

viii. pendamping Desa sehat;

ix. pendamping lainya yang berdomisili di Desa;

x. bidan Desa;

xi. tokoh agama;

xii. tokoh adat;

xiii. tokoh masyarakat;

xiv. karang taruna;

xv. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK); dan xvi. Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).

3. mitra:

a. Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas);

b. Bintara Pembina Desa (Babinsa); dan c. pendamping Desa.

4. Tugas relawan Desa aman COVID-19:

a. melakukan edukasi dan sosialisasi tentang adaptasi kebiasaan baru di Desa untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan yaitu:

memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan membatasi mobilitas atau pergerakan penduduk dan menghindari kerumunan;

b. mendata penduduk rentan sakit, seperti orang tua, balita, serta orang yang memiliki penyakit menahun, penyakit tetap, dan penyakit kronis lainnya, serta mendata keluarga yang berhak mendapat manfaat atas berbagai kebijakan terkait jaring pengamanan sosial dari Pemerintah Pusat maupun daerah, baik yang telah maupun yang belum menerima;

c. melakukan penyemprotan disinfektan jika diperlukan, menyediakan tempat cuci tangan dan/atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di tempat umum;

d. menyiapkan dan/atau merawat ruang isolasi Desa agar sewaktu-waktu siap digunakan ketika dibutuhkan;

e. menyediakan alat kesehatan untuk deteksi dini, perlindungan, serta pencegahanpenyebaran wabah dan penularan Corona Virus Disease (COVID-19);

f. memfasilitasi kebutuhan logistik bagi warga kurang mampu yang sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumah dan/atau ruang isolasi Desa; dan

g. menyediakan informasi penting terkait dengan penanganan COVID-19 seperti nomor telepon rumah sakit rujukan, nomor telepon ambulan, dan lain-lain.

iii. bencana non alam lainnya sesuai dengan kewenangan Desa dan diputuskan melalui musyawarah Desa.

BAB XIII

SISTEM INFORMASI DESA

Salah satu kegiatan prioritas dalam penggunaan Dana Desa di bidang Pemberdayaan Masyarakat adalah pengelolaan dan pengembangan Sistem Informasi Desa (SID). Pendataan dan penyebaran informasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa yang dikelola secara terpadu perlu ditunjang dengan pengembangan kapasitas dan pengadaan aplikasi perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware) komputer.

Dana Desa sebagai bagian dari sumber penerimaan APBDesa, tidak terpisahkan dari proses perencanaan pembangunan Desa. Maka penyusunan dan pengembangan SID harus berbasis masyarakat yang terfokus pada upaya mewujudkan peningkatan kualitas hidup manusia, peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa dan penanggulangan kemiskinan harus didukung oleh ketersediaan data dan informasi yang faktual dan valid sebagai salah satu inputnya.

Beberapa hal yang menjadi kelebihan SID berbasis masyarakat adalah sebagai berikut:

a. Dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat;

b. Ada proses rekonfirmasi sehingga data yang diperoleh lebih faktual dan valid;

c. Data bersifat mikro dengan by name, by address sehingga perencanaan pembangunan desa lebih tepat sasaran;

d. Data dan informasi yang dihasilkan menjadi salah satu referensi untuk melengkapi hasil pengkajian keadaan Desa dalam menyusun rencana kerja pembangunan Desa.

SID yang berbasis masyarakat terdiri dari beberapa tahapan kegiatan sebagai berikut:

a. Peningkatan kapasitas Tim Pendata yang direkrut dari masyarakat Desa;

b. Pendataan oleh Tim Pendata;

c. Peningkatan kapasitas Tim Operator Entry Data yang direkrut dari masyarakat Desa;

d. Proses entry data, cleaning data, rekonfirmasi data dan analisis data;

e. Pengelolaan data dan updating data;

f. Publikasi data dan informasi dan lain-lain.

Publikasi data pembangunan Desa melalui SID tentang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Desa merupakan bentuk pengelolaan pemerintah desa secara transparan partisipatif, terpadu dan akuntabel.

Keterbukaan informasi pembangunan Desa dilakukan dengan menyebarluaskan beragam informasi tentang pembangunan Desa. Cara penyebaran informasi pembangunan Desa antara lain:

a. penyebarluasan informasi melalui pertemuan sosialisasi;

b. penyebarluasan informasi melalui media cetak seperti papan informasi, poster, baliho, leaflet buletin Desa, koran Desa;

c. penyebarluasan informasi melalui media pandang-dengar (audio-visual) seperti, radio, layar tancap keliling, website Desa, televisi;

d. pengelolaan penyebaran informasi secara partisipatif yang dilakukan melalui jurnalisme warga, balai rakyat, jaringan bloger Desa, web desa, dan penggiat seni budaya.

Desa dapat menggunakan Dana Desa untuk membiayai kegiatan penyebaran informasi pembangunan Desa dengan cara mengadakan peralatan yang dibutuhkan untuk menyebarkan informasi, maupun menggunakan Dana Desa untuk membiayai pengelolaan kegiatan keterbukaan informasi pembangunan Desa.

BAB XIV

TATA CARA KERJA SAMA DESA DI BIDANG PEMERINTAHAN DESA

Kerja Sama Desa Bidang Pemerintahan Desa yang selanjutnya disebut kerjasama Desa, adalah kesepakatan bersama antar-Desa dan/atau dengan pihak ketiga yang dibuat secara tertulis untuk mengerjakan bidang pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat, yang menjadi potensi dan kewenangan Desa serta menimbulkan hak dan kewajiban para pihak, kerja sama Desa terdiri atas:

Dokumen terkait