KELUARGA INDONESIA
PELATIHAN/ORIENTASI PBDKI
46|Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia
E. OPERASIONAL PEMUTAKHIRAN BASIS DATA
KELUARGA INDONESIA
1. PEMUTAKHIRAN BASIS DATA KELUARGA INDONESIA
Kegiatan untuk memutakhirkan Basis Data Keluarga Indonesia dilakukan dengan caramelengkapi, memperbaiki, memperbaharui, mencatat mutasi, mencatat migrasi, dan mendata keluarga baru yang belum ada dalam BDKI melalui kunjungan rumah ke rumah dengan cara mewawancara dan atau mengobservasi kepala keluarga.
a. Melengkapi
Bila pada Data Keluarga Indonesia masih ditemui variable yang MASIH KOSONG atau diisi oleh system dengan ANGKA DEFAULT (mis: 99, dll), yang disebabkan antara lain karena :
Wawancara tidak dilakukan
Dokumen pendukung tidak ditemukan
Kader Pelaksana PBDKI dan Responden tidak memahami variabel tersebut
Misalnya :
NIK Tertulis : KOSONG
NIK Seharusnya : 327505210519830017
b. Memperbaiki
Bila pada Data Keluarga Indonesia masih ditemui variable yang isiannya SALAH, yang disebabkan antara lain karena : Pada saat wawancara responden salah menjawab, atau
Pelaksana PBDKI salah mencatat
Pada saat perekaman data, operator salah mengetik Misalnya :
Nama Tertulis : AGUS SAPARDI
Panduan Pencatatan dan Pelaporan|47 c. Memperbaharui
Bila pada Data Keluarga Indonesia masih ditemui variable yang isiannya SUDAH TIDAK SESUAI, yang disebabkan antara lain karena sudah terjadi perubahan DATA SAAT INI dan data saat pendataan keluarga tahun 2015
Misalnya :
Pendidikan Tertulis : Masih SD/MI
Pendidikan Seharusnya : Masih SLTP/MTSN
d. Mencatat Mutasi
Bila pada Data Keluarga Indonesia sudah terjadi MUTASI yang disebabkan antara lain karena :
1) Penambahan anggota keluarga karena a) Kelahiran anggota keluarga baru b) Adopsi
c) Janda/Duda yang menikah lagi 2) Pengurangan anggota keluarga karena
a) Meninggal dunia b) Terjadi perceraian
c) Anak yang sudah Menikah e. Mencatat Migrasi
Bila terdapat satu keluarga PINDAH KELUAR dari tempat tinggal/domisili sebelumnya, misalnya antara lain :
1. Pindah Nomor Rumah saja, masih dalam wilayah RT yang sama
2. Pindah keluar dari wilayah RT, masih dalam wilayah Dusun/RW yang sama
3. Pindah keluar dari wilayah Dusun/RW, masih dalam wilayah Desa/Kelurahan yang sama
4. Pindah keluar dari wilayah Desa/Kelurahan, masih dalam wilayah Kecamatan yang sama
5. Pindah keluar dari wilayah Kecamatan, masih dalam wilayah Kabupaten/Kota yang sama
6. Pindah keluar dari wilayah Kabupaten/Kota, masih dalam wilayah Provinsi yang sama
7. Pindah keluar dari wilayah Provinsi, masih dalam wilayah negara yang sama
48|Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia f. Mendata Keluarga Baru
Bila keluarga belum terdata pada Basis Data Keluarga Indonesia, misalnya :
Keluarga yang baru menikah
Keluarga yang belum pernah terdata pada Pendataan Keluarga atau Pemutakhiran Data Keluarga
2. PEMUTAKHIRAN PETA KELUARGA DAN PUS
Berdasarkan hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia, Sub PPKBD lalu memutakhirkan peta keluarga sebagai berikut:
a. Peta Keluarga dimutakhirkan olehSub PPKBD, datanya berdasarkan F/I/BDKI/15 dan F/I/PK/15.
b. Pemutakhiran Peta Keluarga oleh Sub PPKBD/PPKBD dibantu oleh para kader, dan PLKB/PKB bertanggung jawab atas pelaksanaannya.
c. Pemutakhiran peta keluarga dilakukan dengan cara menempelkan stiker kupon keluarga yang baru pada peta keluarga sesuai dengan keadaan keluarga hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia.
d. Pada tiap petak lokasi rumah keluarga pada peta, ditempelkan kupon yang arti warna dan nomornya sesuai dengan status kesertaan kelompok kegiatan dan status kesertaan ber-KB menurut cara/alat kontrasepsi yang digunakan.
e. Berdasarkan indikator-indikator Pembangunan Keluarga, maka Kader Pelaksana PBDKI dapat menentukan status kesertaan kelompok kegiatan dengan ketentuan sebagai berikut :
1) Keluarga Punya Sasaran Ikut Kelompok Kegiatan, jika keluarga mempunyai sasaran pembinaan dan mengikuti pembinaan dalam kelompok kegiatan.
Jika keluarga memiliki sasaran pembinaan lebih dari satu (anak balita, anak remaja, dan lansia), maka dikatakan “Keluarga Punya Sasaran Ikut Kelompok Kegiatan” jika keluarga tersebut mengikuti pembinaan minimal pada satu kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL, atau UPPKS).
Jika keluarga tidak memiliki sasaran pembinaan tetapi mengikuti kelompok kegiatan UPPKS, maka keluarga tersebut dikatakan “Ikut Kelompok Kegiatan”.
Panduan Pencatatan dan Pelaporan|49
Contoh : Keluarga A memiliki 2 (dua) anak usia 4 tahun dan
11 tahun. Keluarga A mengikuti pembinaan pada BKB tetapi tidak mengikuti pembinaan pada BKR. Maka, keluarga A dikatakan “ikut kelompok kegiatan”.
2) Keluarga Tidak Punya Sasaran, jika keluarga tidak memiliki
sasaran pembinaan dan juga tidak mengikuti kelompok kegiatan UPPKS.
3) Keluarga Punya Sasaran Tidak Ikut Kelompok Kegiatan, jika keluarga mempunyai sasaran pembinaan tetapi tidak mengikuti kelompok kegiatan, dengan ketentuan sasaran pembinaan sebagai berikut :
BKB : Anak yang berumur 1-5 tahun BKR : Anak remaja berumur 10- 24 tahun
BKL : Anggota keluarga berumur 60 tahun keatas
4) Selanjutnya, pada stiker kupon berwarna yang menunjukkan status kesertaan kelompok kegiatan dapat dituliskan angka-angka dengan ketentuan sebagai berikut :
a) Angka 1 : keluarga punya balita b) Angka 2 : keluarga punya remaja c) Angka 3 : keluarga punya lansia d) Angka 4 : keluarga ikut UPPKS
3. PENGUMPULAN DAN PELAPORAN
Pelaksanaan Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia dilakukan secara serentak pada tanggal 1 sampai dengan 31 Mei. Pengumpulan dan pelaporan hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia merupakan kegiatan yang dilakukan mulai dari Kader Pelaksana PBDKIhingga ke tingkat provinsi. Setelah Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia di tingkat RT dinyatakan selesai, kemudian Kader Pelaksana PBDKI melaporkan kepada Supervisor bahwa Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia sudah selesai dilakukan dan menyerahkan bundel hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia yang berisi seluruh data keluarga. Kemudian supervisor melakukan verfikasi dan validasi terhadap data keluarga yang sudah diterima, berdasarkan cakupan, kelengkapan dan konsistensi antar variabel, juga terhadap tata cara pengisian data keluarga.
Untuk mengantisipasi seluruh laporan hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia bisa terkumpul secara lengkap dan tepat waktu, maka menjelang batas akhir pengumpulan tiba,laporan belum juga diterima, bisa dilakukan penjemputan
50|Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia
laporan hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia secara berjenjang satu tingkat ke bawahnya, dengan terlebih dahulu dilakukan koordinasi dengan para penanggung jawab Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia disetiap tingkatan.Proses pengumpulan dan pelaporan ini sekaligus juga berfungsi sebagai alur klaim biaya operasional Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia, untuk selanjutnya diproses pencairan dana operasional Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia berdasarkan klaim yang sudah diajukan.
Panduan Pencatatan dan Pelaporan|51
Gambar 8 : Pengumpulan dan Pelaporan Hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia
Buku BDKI 2015 DESAIN FORMAT Mencetak dan Mendistribusikan Menerima dan Mendistribusikan Menerima dan Mendistribusikan Menerima dan Mendistribusikan Menerima dan Mendistribusikan Menerima dan Memvalidasi Pusat Provinsi Kab/Kota Kecamatan Desa/Kel Dusun/RW RT Melaksanakan PBDKI Bundel Hasil PBDKI Bundel Hasil PBDKI Bundel Hasil PBDKI Bundel Hasil PBDKI Hasil PBDKI Pengolahan Pengolahan Pengolahan