• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAYAN RAKYAT

Dalam dokumen KAJIAN BIROKRASI (Halaman 182-188)

TRANSFORMASI BIROKRASI

C. PELAYAN RAKYAT

Dalam ilmu politik dan administrasi Negara, pelayanan umum atau pelayanan public merupakan istilah yang menggambarkan bentuk dan jenis pelayanan pemerintah kepada rakyat atas dasar kepentingan umum. Pelayanan public dapat diartikan sebagai pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.

Hakekat pemerintahan adalah pelayanan kepada rakyat. Ia tidaklah diadakan untuk melayani dirinya sendiri, tetapi untuk melayani rakyat, dengan kata lain pemerintah adalah “pelayan rakyat”. Pelayanan public (public service) oleh birokrasi merupakan salah satu perwujudan dari fungsi aparatur Negara sebagai abdi masyarakat di samping sebagai abdi Negara.

Dalam kondisi masyarakat yang semakin kritis, transformasi birokrasi public merupakan agenda mendesak, dengan mengubah posisi dan peran (revitalisasi) dalam memberikan pelayanan public.

Pemberian pelayanan public pleh aparatur pemerintahan kepada rakyat sebenarnya merupakan implikasi dari fungsi aparat Negara sebagai pelayan rakyat. Karena itu, kedudukan aparatur pemerintah dalam pelayanan umum sangat strategis karena akan sangat menentukan sejauhmana pemerintah mampu memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi rakyat, sehingga akan menentukan sejauhmana Negara telah menjalankan perannya dengan baik sesuai dengan tujuan pendiriannya.

178 Moenir (2000) mengemukakan bahwa pelayanan public adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang dengan landasan faktor material melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya.

Pada kenyatannya, wajah birokrasi public sebagai pelayan rakyat masih jauh dari yang diharapkan, di dalam praktek penyelenggaraan pelayanan, rakyat menempati posisi yang kurang menguntungkan. Beragam keluhan dan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan public menunjukan mendesaknya suatu pembaruan makna baik dari sisi substansi hubungan Negara-masyarakat dan pemerintha-rakyat maupun perbaikan-perbaikan di dalam internal birokrasi public itu sendiri.

● Netral Dan Profesional

Tantangan netralis dan profrsionalisme aparat birokrasi salah satunya kasus kesewenang-wenangan pejabat politik di daerah terhadap pejabat karier. Transformasi birokrasi menuntut sikap professional yang berlaku untuk semua aparat mulai dari tingkat atas sampai tingkat bawah. Professional dapat diartikan sebagai suatu kemampuan dan keterampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan menurut bidang dan tingkatan masing-masingprofesionalismenyangkut kecocokan antara kemampuan yang dimiliki oleh birokrasi dengan kebutuhan tugas. Terpenuhinya kecocokan antara kemampuan dengan kebutuhan tugas merupakan syarat terbentuknya aparatur yang professional. Artinya keahlian dan kemampuan aparat merefleksikan arah dan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu organisasi.

Karakter profesionalisme aparatur sesuai dengan tuntuan good governance, diantaranya,

179 1. Equality

Perlakuan yang sama atas pelayanan yang diberikan, hal ini didasarkan atas tipe perilaku birokrasi rasional yang secara konsisten memberikan pelayanan yang berkualitas kepada semua pihak tanpa memandang afiliasi politik, status social dan sebagainya. Bagi mereka memberikan perlakuan yang sama identik dengan berlaku jujur.

2. Equity

Perlakuan yang sama kepada masyarakat tidak cukup. Selai itu juga perlakuan yang adil. Untuk masyarakat yang pluralistic kadang-kadang diperlukan perlakuan yang adil dan perlakuan yang sama. Misalnya menghapus diskriminasi pekerjaan, sekolah, perumahan dan sebagainya, serta kadang-kadang pula diperlukan perlakuan yang adil tetapi tidak sama kepada orang tertentu.

3. Loyality

Kesetiaan diberikan kepada konstitusi, hokum, pimpinan, bawahan dan rekan kerja. Berbagai jenis kesetiaan tersebut terkait satu sama lain dan tidak ada kesetiaan yang mutlak diberikan kepada satu jenis kesetiaan tertentu dengan mengabaikan yang lainnya.

4. Accountability

Setiap aparat pemerintah harus siap menerima tanggungjawab atas apapun yang ia kerjakan dan harus menghindarkan diri dari sindroma “ saya sekedar melaksanakan perintah atasan”.

180 D. PENGEMBANGAN APARATUR

Pada dasarnya pengembangan sumberdaya manusia menurut peendapat Handoko (2000) memiliki dua tujuan utama

1. Untuk menutup “gap” antara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan.

2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang ditetapkan.

Siagian (1997) memberikan tujuh criteria manfaat yang dapat dipetik dari adanya pengembangan sumber daya manusia, antara lain meliputi:

1. Peningkatan produktivitas kerja organisasi

2. Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan

3. Terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat

4. Meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam organisasi

5. Mendorong sikap keterbukaan manajemen 6. Memperlancar jalannya komunikasi yang efektif 7. Penyelesaian konflik secara fungsional

● Kemampuan Aparat

Secara umum pendidikan dan latihan sangat mempengaruhi personil dalam meningkatkan kecakapan dan keterampilan, terutama dalam bidang yang berhubungan dengan kepemimpinan, pengelolaan, pengawasan, dan teknis yang sangat diperlukan guna menciptakan pelayanan yang lebih professional.

Transformasi birokrasi harus diakselerasikan dengan pendidikan dan pelatihan kedinasan maupun pembelajaran

181 individual dan kelompok, sebab, diharapkan dapat mempercepat adaptasi kecakapan pengetahuan dan kepribadian pegawai dengan pekerjaan yang harus dilakukan dalam jabatan-jabatannya untuk mendapatkan hasil dan efisiensi kerja yang sebaik-baiknya.

Berkaitan dengan konsep kemampuan keterampilan aparatur pemerintah, menurut J.A.C Brown, ada tiga jenis kemampuan dasar yang harus dimiliki, baik sebagai manajer maupun pelaksana dalam pelayanan public

1. Kemampuan teknis

Kemampuan menggunakan pengetahuan, metode, teknik dan peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas yang diperoleh dari pengalaman, pendidikan dan training.

2. Kemampuan social

Kemampuan bekerjasama mencakup pemahaman tentang motivasi dan penerapan kepemimpinan yang efektif 3. Kemampuan konseptual

Kemampuan untuk memahami kompleksitas organisasi. Kemampuan ini memungkinkan seseorang bertindak selaras dengan tujuan organisasi secara menyeluruh daripada hanya atas dasar tujuan organisasi secara menyeluruh daripada hanya atas dasar tujuan dan kebutuhan kelompok sendiri.

● Kompetensi Aparat

Transformasi birokrasi dilihat dari profesionalisme dan kompetensi aparatur harus berorientasi terhadap pelayanan, sebagai keinginan yang tulus untuk membantu orang lain, saling

182 pengertian antar pribadi yang memadai untuk mengetahui kebutuhan dan suasana emosional pelanggan, cukup inisiatif untuk mengatasi rintangan-rintangan dalam organisasi sendiri guna memecahkan masalah pelanggan.

Kompetensi dalam dimensi konsep ini diukur melalui:

1. Perangai dan minat seorang terhadap pekerjaan

2. Kejelasan dan penerimaan ats penjelasan peranan seorang pekerja

3. Motivasi dan komitmen terhadap organisasi

4. Penguasaan dan pemecahan masalah serat kesediaan untuk bekerja sama

5. Mendelegasikan tugas secara efektif

6. Pelaksanaan yang sesuai dengan tingkat keahlian yang diperlukan untuk memenuhi standar yang diinginkan

● Pembangunan Sumber Daya Aparat

Transformasi birokrasi menuntut kualitas pelayanan public, maka kemampuan aparat sangat berperan penting untuk mewujudkan hal itu. Untuk itu indicator-indikator dalam kemampuan aparat adalah sebagai berikut:

1. Tingkat pendidikan aparat

2. Kemampuan penyelesaiian pekerjaan sesuai jadwal 3. Kemampuan melakukan kerja sama

4. Kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan yang dialami organisasi

5. Kemampuan dalam menyusun rencana kegiatan 6. Kecepatan dalam melaksanakan tugas

7. Tingkat kreativitas mencari tata kerja yang baik

183 8. Tingkat emampuan dalam memberikan

pertanggungjawaban kepada atasan

9. Tingkat eikutsertaan dalam pelatihan atau kursus yang berhubungan dengan bidang tugasnya

E. STRATEGI DAN KEBIJAKAN TRANSFORMASI BIROKRASI

Dalam dokumen KAJIAN BIROKRASI (Halaman 182-188)