• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN TAHUN 2016 (Halaman 57-69)

SITUASI DALAM UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

A. Pelayanan kesehatan Dasar

1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Upaya-upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janin dalam kandungan hingga kelahiran, masa nifas dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya antara lain melalui peningkatan pelayanan antenatal sesuai standar bagi seluruh ibu hamil di semua fasilitas kesehatan dan peningkatan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan kompeten yang diarahkan ke fasilitas kesehatan.

a. Pelayanan Kesehatan Sebelum Melahirkan (Ante Natal Care/ANC)

Pelayanan antenatal merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan professional (dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter umum, bidan dan perawat) kepada ibu hamil selama masa kehamilannya, yang mengikuti program pedoman pelayanan antenatal yang ada dengan titik berat pada kegiatan promotif dan preventif. Hasil pelayanan antenatal dapat dilihat dari cakupan K1 dan K4. Cakupan K1 merupakan gambaran besaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan antenatal. Sedangkan K4 adalah

gambaran besaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan ibu hamil sesuai dengan standar serta paling sedikit empat kali kunjungan, dengan distribusi sekali pada trimester pertama, sekali pada trimester dua dan dua kali pada trimester ketiga. Gambaran persentase cakupan pelayanan K4 di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2016 sebesar 2.369 (87,97%) dari ibu hamil sebanyak 2.693orang. (Tabel 29)

Gambar 4.1 Grafik Cakupan Pelayanan K1 dan K4 di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2012 - 2016

Sumber: Profil Kesehatan Tahun 2012 – 2016 dan Bidang Kesmas

Gambar 4.1 memperlihatkan cakupan pelayanan K1 ibu hamil tahun 2016 mengalami peningkatan dari tahun 2015 dan sudah berada diatas target nasional, sedangkan cakupan K4 mengalami penurunan dari tahun 2015 dan tidak mencapai target SPM nasional.

Ibu hamil mendapatkan pelayanan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) pada kunjungan K1 sampai K4. Cakupan imunisasi TT tahun 2016 terlihat pada gambar berikut ini.

2012 2013 2014 2015 2016 K1 87,5 85,7 98,1 95,4 97,18 K4 79,4 83,1 94,7 89,7 87,97 TARGET 95 95 95 95 95 87,5 85,7 98,1 95,4 97,18 79,4 83,1 94,7 89,7 87,97 0 20 40 60 80 100 120

Gambar 4.2 Grafik Cakupan Imunisasi TT 1 dan TT 2 Ibu Hamil di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2016

Sumber: Bidang Kesmas

Gambar 4.2 memperlihatkan bahwa cakupan imunisasi TT-1 dan TT-2 di Kabupaten Pulang Pisau tahun 20TT-16 belum mencapai target. Cakupan TT-1 rata-rata di Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 65,29 persen (target 95%), Puskesmas yang cakupan TT-1 nya diatas target hanya Puskesmas Sebangau dimana cakupan TT-1 nya mencapai 101,3 persen. Cakupan TT-2 rata-rata di Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 58,98 persen (target 90%), Puskesmas Sebangau cakupan TT-2 nya sudah diatas target.

Pelayanan Antenatal Care (ANC) meliputi Penimbangan Berat badan, Pemeriksaan Kehamilan, pemberian tablet Besi, pemberian imunisasi TT, pemeriksaan tensi dan konsultasi. ANC juga mendeteksi resiko terjadinya komplikasi kehamilan diantaranya abortus, hiperemesis gravidarum, perdarahan per vaginam, hipertensi dalam kehamilan, kehamilan lewat waktu dan ketuban pecah dini.

Ibu hamil resti atau dengan komplikasi ditangani di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2016 sebanyak 488 orang atau

BHT BHL PKH MLK PP BER JAB BR TANGK BAW SEB

TT1 93,8 67,8 62,4 45,6 40,4 88,3 40,1 31,4 93,7 53,4 101,3 TT2 87,5 17,2 56,2 34,6 46,3 87,4 33,3 40,9 88,9 55,2 101,3 0,0 20,0 40,0 60,0 80,0 100,0 120,0 Pers en ta se

90,61 persen (Tabel 33). Cakupan ini sudah melebihi dari target SPM nasional yang seharusnya dicapai pada tahun 2015 yaitu 80 persen. Cakupan tahun 2016 ini mengalami peningkatan cukup besar dari tahun 2015, selengkapnya dapat dilihat dari grafik berikut ini:

Gambar 4.3 Grafik Cakupan Ibu hamil dengan komplikasi kebidanan yang ditangani Tahun 2012 – 2016

Sumber: Profil Kesehatan Tahun 2012 – 2016 dan Bidang Kesmas

Salah satu kesakitan pada ibu hamil adalah anemia yang dapat menyebabkan kematian ibu karena perdarahan pada saat persalinan. Anemia karena defisiensi zat besi sebagai penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan defisiensi zat gizi lain. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. Ibu hamil saat ANC diberikan tablet Fe 90 tablet untuk pencegahan dan pengobatan anemia gizi besi. Cakupan pemberian tablet Fe-1 dan Fe-3 untuk ibu hamil di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2012 - 2016 terlihat pada gambar berikut.

2012 2013 2014 2015 2016

Bmil dengan Komplikasi

Kebidanan 68,6 58,8 63,51 56,06 90,61 TARGET 80 80 80 80 80 68,6 58,8 63,51 56,06 90,61 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Gambar 4.4 GrafikCakupan Ibu hamil yang mendapatkan Tabel Fe 1 dan Fe 3 Tahun 2012 - 2016

Sumber: Profil Kesehatan Tahun 2012 – 2016 dan Bidang Kesmas

Gambar 4.4 memperlihatkan bahwa pada tahun 2016 di Kabupaten Pulang Pisau, cakupan pemberian tablet Fe-1 sebanyak 97,18 persen dan tablet Fe-3 sebanyak 87,97 persen,

Cakupan ini mengalami penurunan dari tahun-tahun

sebelumnya yaitu tahun 2013 dan 2014, ini juga berarti belum semua ibu hamil mendapatkan tablet Fe sebanyak 90 tablet. Cakupan ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe 1 dan Fe 3 tahun 2016 ini selegkapnya dapat dilihat pada table 32.

b. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan.

Tenaga yang dapat memberikan pertolongan persalinan dapat dibedakan menjadi dua yaitu tenaga kesehatan (Dokter spesialis kebidanan, dokter umum dan bidan / perawat) serta dukun bayi ( dukun bayi terlatih dan tidak terlatih). Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi pada masa di sekitar persalinan, disebabkan karena

2012 2013 2014 2015 2016 Fe 1 84,94 99,37 98,08 95,4 97,18 Fe 3 79,9 96,03 94,71 89,74 87,97 0 20 40 60 80 100 120 Per sen tase

pertolongan persalinan yang tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan yang profesional (memiliki kompetensi kebidanan).

Hasil pengumpulan data tahun 2016 menunjukan bahwa persentase cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebanyak 2.155 orang (83,85%) berarti sekitar 16,15 persen persalinan ditolong oleh tenaga non kesehatan (dukun beranak). Data terinci dapat dilihat pada lampiran (Tabel. 29).

Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau tahun 20012 - 2016 dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 4.5 Grafik Cakupan Persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2012 – 2016

Sumber: Profil Kesehatan Tahun 2012 – 2016 dan Bidang Kesmas

Gambar 4.5 mempelihatkan bahwa cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan sudah berada diatas target SPM secara nasional (90%) pada tahun 2013 dan 2014, namun kembali menurun dan berada dibawah target pada tahun 2015 dan 2016.

86,4 94,8 93,2 79,6 83,85 70 75 80 85 90 95 100 2012 2013 2014 2015 2016

Pada tahun 2016, jika cakupan pelayanan K4 pada dibandingkan dengan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, maka cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan lebih rendah daripada cakupan pelayanan K4 ibu hamil sebanyak 4,12 persen atau sekitar 214 ibu hamil yang sudah mendapatkan pelayanan K4 saat bersalin tidak ditolong oleh tenaga kesehatan.

c. Komplikasi Neonatal yang ditangani oleh Tenaga Kesehatan

Banyak masalah pada bayi baru lahir yang berhubungan dengan gangguan atau kegagalan penyesuaian biokimia dan faali yang disebabkan oleh prematuritas, kelainan anatomik, dan lingkungan yang kurang baik dalam kandungan, pada persalinan maupun sesudah lahir. Yang termasuk neonatus resiko tinggi antara lain yaitu BBLR, asfiksia neonatorum, ikterus, perdarahan tali pusat, kejang, hypotermi, hypertermi dan tetatus neonatorum. Risiko terbesar kematian neonatus terjadi pada 24 jam pertama kehidupan, minggu pertama dan bulan pertama kehidupannya.

Pada tahun 2016 dari 2148 jumlah lahir hidup, diperkirakan neonatal yang mengalami komplikasi sebesar 322 orang, diperoleh capaian neonatal resiko tinggi atau dengan komplikasi yang ditangani di Kabupaten Pulang Pisau sebesar 60,2 persen, berarti sekitar 39,8 persen neonatal resiko tinggi atau dengan komplikasi tidak tertangani. Capaian ini pun masih dibawah target SPM nasional sebesar 80 persen. Capaian neonatal resiko tinggi atau dengan komplikasi di Kabupaten Pulang Pisau dapat dilihat pada lampiran (table 33).

Gambar 4.6 Grafik Cakupan Penanganan Komplikasi Neonatal pada Tahun 2012 – 2016

Sumber: Profil Kesehatan Tahun 2012 – 2016 dan Bidang Kesmas

d. Pelayanan Kesehatan Neonatus.

Bayi baru lahir atau neonatus meliputi umur 0-28 hari. Kehidupan pada masa neonatus ini sangat rawan oleh karena memerlukan penyesuaian fisiologik agar bayi di luar kandungan dapat hidup sebaik-baiknya. Hal ini dapat dilihat dari tinggi angka kesakitan dan angka kematian neonatus.

Pelayanan kesehatan neonatus adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang kompeten kepada neonatus sedikitnya 3 kali, selama periode 0 sampai dengan 28 hari setelah lahir, baik di fasilitas kesehatan maupun melalui kunjungan rumah.

Pelaksanaan pelayanan kesehatan neonatus: (1) Kunjungan Neonatal ke-1 (KN 1) dilakukan pada kurun waktu 6 – 48 jam setelah lahir; (2) Kunjungan Neonatal ke-2 (KN 2) dilakukan pada kurun waktu hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah lahir; (3) Kunjungan Neonatal ke-3 (KN 3) dilakukan pada kurun waktu hari ke 8 sampai dengan hari ke 28 setelah lahir.

Kunjungan neonatal bertujuan untuk meningkatkan akses neonatus terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan/masalah kesehatan pada neonatus. Cakupan Kunjungan Neonatus 1 kali (KN1) secara

69 126,3 57,7 75,5 60,2 0 20 40 60 80 100 120 140 2012 2013 2014 2015 2016

keseluruhan di pulang pisau tahun 2016 sebanyak 2.148 (100%) dari seluruh jumlah lahir hidup 2.148 dan kunjungan neonatal 3 kali (KN Lengkap) 2.105 (98%) dari seluruh jumlah lahir hidup. Cakupan KN dirinci menurut Puskesmas dapat dilihat pada lampiran (tabel 38).

Gambar 4.7 Grafik Cakupan KN1 dan KN 3(KN Lengkap) Tahun 2012 – 2016

Sumber: Profil Kesehatan Tahun 2012 – 2016 dan Bidang Kesmas

e. Pelayanan Kesehatan Bayi

Pelayanan kesehatan bayi adalah pelayanan kesehatan sesuai standar yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada bayi sedikitnya 4 kali, selama periode 29 hari sampai dengan 11 bulan setelah lahir. Pelaksanaan pelayanan kesehatan bayi: (1) kunjungan bayi satu kali pada umur 29 hari – 2 bulan; (2) Kunjungan bayi satu kali pada umur 3 – 5 bulan; (3) Kunjungan bayi satu kali pada umur 6 – 8 bulan; (4) Kunjungan bayisatu kali pada umur 9 – 11 bulan.

Kunjungan bayi bertujuan untuk meningkatkan akses bayi terhadap pelayanan kesehatan dasar, mengetahui sedini mungkin bila terdapat kelainan pada bayi sehingga cepat mendapat

2012 2013 2014 2015 2016 KN 1 90 100,1 95,8 100 100 KN 3 87,5 100 78,6 99,95 98 90 100,1 95,8 100 100 87,5 100 78,6 99,95 98 0 20 40 60 80 100 120 Per sen tase

pertolongan, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit melalui pemantauan pertumbuhan, imunisasi, serta peningkatan kualitas hidup bayi dengan stimulasi tumbuh kembang.

Cakupan pelayanan kesehatan (minimal 4 kali) di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2016 yaitu 90,46 persen. Cakupan pelayanan kesehatan bayi di setiap Puskesmas dapat dilihat pada lampiran (tabel 40). Perkembangan kunjungan bayi di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2012 – 2016 terlihat pada grafik berikut:

Gambar 4.8 Grafik Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Tahun 2012 - 2016

Sumber: Profil Kesehatan Tahun 2012 – 2016 dan Bidang Kesmas

Gambar 4.8 memperlihatkan bahwa cakupan Pelayanan kesehatan bayi di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2013 – 2014 berada diatas target SPM Nasional yaitu 90 persen, namun sayangnya cakupan kunjungan bayi tahun 2015 menurun dibandingkan cakupan tahun 2013 – 2014 dan berada dibawah target SPM nasional, kemudian meningkat lagi pada tahun 2016 menjadi 90,46 persen.

Pelayanan kesehatan kepada bayi meliputi : Pemberian imunisasi dasar lengkap (BCG, Polio 1,2,3,4, DPT/HB 1,2,3,

65,1 98,7 95,6 86,3 90,46 0 20 40 60 80 100 120 2012 2013 2014 2015 2016

Campak) sebelum bayi berusia 1 tahun, Stimulasi deteksi intervensi dini tumbuh kembang bayi (SDIDTK), Pemberian vitamin A 100.000 IU (6-11 bulan), konseling ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, tanda – tanda sakit dan perawatan kesehatan bayi di rumah menggunakan Buku KIA serta penanganan dan rujukan kasus bila diperlukan.

f. Pelayanan Kesehatan Balita

Pelayanan kesehatan anak balita meliputi pelayanan pada anak balita sakit dan sehat. Pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai standar antara lain pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun yang tercatat dalam buku KIA dan pemberian Vitamin A dosis tinggi (200.000 UI).

Cakupan anak balita (12-59 bulan) yang mendapat pelayanan kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2012 – 2016 terlihat pada grafik berikut ini:

Gambar 4.9 Cakupan Anak Balita (12-59 tahun) Mendapat Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2016

BHT BHR PNG

KH MLK PP BER JAB BR

TAN

GKH BAW SEB Balita (12 - 59 bulan) 682 1109 1943 2042 1877 944 756 676 270 492 670 Balita Mendapat Yankes 415 835 1263 1400 1450 1071 517 450 179 292 505 % 60,85 75,29 65,00 68,56 77,25 113,45 68,39 66,57 66,30 59,35 75,37 0 20 40 60 80 100 120 0 500 1000 1500 2000 2500 Pers en ta se

Gambar 4.9 memperlihatkan bahwa rata-rata cakupan balita (12-59 bulan) yang mendapat pelayanan kesehatan di Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2016 hanya mencapai 73,09 persen. Ini berarti hampir masih ada 26,91 persen anak balita di Kabupaten Pulang Pisau yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun.

Pemantauan pertumbuhan adalah pengukuran berat badan anak balita setiap bulan yang tercatat pada Buku KIA/KMS. Hasil pemantauan pertumbuhan di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2016, balita yang ditimbang hanya sebanyak 73,20 persen dan balita di bawah garis merah (BGM) sebanyak 16,27 persen. Data cakupan penimbangan balita di setiap Puskesmas yang berada di Kabupaten Pulang Pisau terlihat pada gambar berikut.

Gambar 4.10 Grafik Cakupan Penimbangan Balita dan BGM Di Puskesmas yang ada di Kabupaten Pulang Pisau

Tahun 2016

Sumber: Bidang Kesmas

BHT BHR PNGK H MLK PP BER JAB BR TANG KH BAW SEB Balita yg dilaporkan 536 1018 1139 1869 1674 690 782 740 283 760 666 ditimbang 472 819 989 923 1324 490 535 591 211 610 471 BGM 10 111 74 445 147 172 75 106 25 4 41 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN TAHUN 2016 (Halaman 57-69)

Dokumen terkait