• Tidak ada hasil yang ditemukan

*Jumlah Kumulatif

C. Pelayanan Kesehatan Lainnya

1. Analisa Situasi a. Faktor Internal

1) Kekuatan

a) Ditetapkannya Akreditasi Laboratorium Kesehatan sebagai salah satu Indikator Kinerja Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan

b) Terdapat kebijakan pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, diantaranya ditetapkannya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 298 Tahun 2008 tentang Akreditasi Laboratorium Kesehatan

c) Terdapat sumber alokasi anggaran dalam pelaksanaan program Akreditasi Laboratorium Kesehatan.

d) Adanya Direktorat Mutu Dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan

e) Tersedianya peta jalan pelaksanaan akreditasi Laboratorium Kesehatan tahun 2016-2020

f) Tersedia sistem upaya kesehatan sampai tingkat Puskesmas. g) Adanya tenaga surveior dan pendamping Akreditasi.

h) Kewenangan Dinas Kesehatan dalam melaksanakan pembangunan bidang kesehatan

i) Tersedianya Standar Pelayanan Minimal sebagaimana yang tercantum dalam PMK 43/2016

j) Sudah memiliki standar akreditasi Laboratorium Kesehatansebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 298 Tahun 200

k) Adanya Komisi Akreditasi Laboratorium Kesehatan

2) Kelemahan

a) Pelaksanaan UU NO. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah belum optimal.

b) Perencanaan pembangunan kesehatan sering belum dilaksanakan secara terpadu baik dilintas program maupun lintas sektor.

| Renaksi Dit.Mutu & Akreditasi Yankes 30 c) Penyelenggaraan manajemen kesehatanbelum terpadu dan

berkesinambungan

d) Belum semua daerah mampu melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan

e) Penempatan tenaga belum sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan. f) Pelaksanaan pembinaan teknis bidang kesehatan masih kurang. g) Keterbatasan sarana prasarana dan alkes

h) Sistem Informasi kesehatan untuk mendukung manajemen kesehatan masih belum optimal.

i) Biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan akreditasi cukup besar j) Jumlah tenaga pendamping masih kurang

b. Faktor Eksternal 1) Peluang

a) Tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu pelayanan Laboratorium Kesehatan

b) Akreditasi Laboratorium Kesehatanmerupakan salah satu persyaratan perpanjangan ijin operasional Laboratorium Kesehatan.

c) Terdapat peraturan perundangan yang terkait dengan Akreditasi Laboratorium Kesehatan.

d) Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

e) Adanya kebijakan nasional tentang percepatan pembangunan dalam bidang kesehatan.

f) Adanya desentralisasi yang memberikan peluang cukup besar kepada pemerintah daerah untuk menggali potensi sumber daya, mengelola dan memanfaatkannya sesuai dengan kompetensi dan kepentingannya.

g) Kemajuan yang pesat ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kesehatan 2) Tantangan

a) Semakin terbukanya pasar bebas dengan diberlakukannya MEA.

b) Belum tersedia tenaga pendamping di daerah yang mampu menyiapkan Laboratorium Kesehatan untuk diakreditasi

c) Sarana dan prasarana, serta tenaga kesehatan di Laboratorium Kesehatan belum terpenuhi sesuai kebutuhan

d) Pencairan dana pelaksanaan akreditasi tidak sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

| Renaksi Dit.Mutu & Akreditasi Yankes 31 2. Analisis Posisi Bersaing

Setelah mengetahui faktor internal dan faktor eksternal, selanjutnya dilakukan Analisis Posisi Bersaing. Namun sebelum dilakukan Analisis Posisi Bersaing maka perlu ditentukan faktor internal dan eksternal tersebut yang menjadi faktor kunci keberhasilan (FKK) atau faktor strategis yang dapat mempercepat pencapaian tujuan dan sasaran. FKK adalah faktor yang memiliki potensi atau kekuatan lebih besar dari pada faktor-faktor lain yang terkait dalam pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan atau faktor apa yang menyebabkan organisasi dapat berhasil mewujudkan tujuan dan sasaran organisasi.Untuk memperoleh FKK dilakukan pembobotan semua elemen yang ada pada faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Dalam menentukan bobot faktor dilakukan Focus Discution Group (FGD) berdasarkan urgensi faktor internal dan faktor eksternal. Beberapa faktor strategis yang dianggap dapat mempercepat pencapaian tujuan dan sasaran adalah sebagai berikut:

1. Kekuatan

NO. STRENGH BOBOT RATING NILAI

TERBOBOT 1 Ditetapkannya Akreditasi Laboratorium Kesehatan

sebagai salah satu Indikator Kinerja Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan

0,3 80 24

2 Terdapat kebijakan pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, diantaranya ditetapkannya Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 298 Tahun 2008 tentang Akreditasi Laboratorium Kesehatan

0.25 75 18,75

3 Terdapat sumber alokasi anggaran dalam pelaksanaan program Akreditasi Laboratorium Kesehatan.

0.25 75 18,75 4 Adanya Direktorat Mutu Dan Akreditasi Pelayanan

Kesehatan 0.2 70 14

TOTAL 1 79

2. Kelemahan

NO. WEAKNESS BOBOT RATING NILAI

TERBOBOT 1 Pelaksanaan UU NO. 23 tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah belum optimal. 0.3 80 24 2 Perencanaan pembangunan kesehatan sering

tidak dilaksanakan secara terpadu baik dilintas program maupun lintas sektor.

0.25 75 18,75 3 Penyelenggaraan manajemen kesehatan belum

terpadu dan berkesinambungan 0.25 70 17,5 4 Belum semua daerah mampu melaksanakan

Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang

kesehatan 0.2 70 14

| Renaksi Dit.Mutu & Akreditasi Yankes 32

3. Peluang

NO. OPPORTUNITY BOBOT RATING NILAI

TERBOBOT 1 Tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu

pelayanan Laboratorium Kesehatan 0.35 80 28 2 Akreditasi Laboratorium Kesehatanmerupakan salah

satu persyaratan perpanjangan ijin operasional Laboratorium Kesehatan.

0.3 75 22,5 3 Terdapat peraturan perundangan yang terkait dengan

Akreditasi Laboratorium Kesehatan. 0.2 70 14 4 Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah 0.15 70 10,5

TOTAL 1 75

4. Tantangan

NO. THREAT BOBOT RATING NILAI

TERBOBOT 1 Semakin terbukanya pasar bebas. 0,3 75 22,5 2 Belum tersedia tenaga pendamping di daerah yang

mampu menyiapkan Laboratorium Kesehatan untuk diakreditasi

0.25 70 17,5 3 Sarana dan prasarana, serta tenaga kesehatan di

Laboratorium Kesehatan belum terpenuhi sesuai kebutuhan

0.25 65 16,25 4 Pencairan dana pelaksanaan akreditasi tidak sesuai

dengan jadwal yang telah direncanakan. 0.2 65 13

TOTAL 1 69,25

Setelah pembobotan selesai, maka kita menentukan koordinat untuk grafik analisis. Untuk koordinat x diisi dengan bagian jumlah skor dari strengh dan jumlah skor dari weakness, sedangkan di koordinat y diisi dengan bagian jumlah skor dari threat dan jumlah skor dari opportunity. Dari hasil pembobotan, ditetapkan posisi bersaing sebagai berikut:

| Renaksi Dit.Mutu & Akreditasi Yankes 33 Dari penetapan kuadran di atas, Program Akreditasi Laboratoriun Kesehatanberada di kuadran I yang mengindikasikan bahwa Akreditasi Laboratoriun Kesehatanmempunyai posisi bersaing dengan kondisi kekuatan lebih menonjol daripadakelemahan, dan mempunyai peluang yang masih lebih tinggi dari ancamannya, sehingga Akreditasi Laboratoriun Kesehatan merupakan alat ukur yang tepat untuk menilaimutu pelayanan Laboratoriun Kesehatan.

Peta Jalan Akreditasi Laboratoriun Kesehatan

Salah satu Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Direktorat Mutu dan akreditasi sebagaimana yang tercantum dalam Kontrak Kinerja Direktorat Mutu dan akreditasi tahun 2017 yaitu jumlah kabupaten/kota yang memiliki minimal laboratorium kesehatan tersertifikasi akreditasi. Hingga saat ini ada 1.206 laboratorium kesehatan mandiri yang tersebar di 321 kabupaten/kota. Indikator ini sejalan dengan diberlakukannya Permenkes nomor 99 tahun 2015 tentang Pelayanan JKN dimana akreditasi dipersyaratkan sebagai salah syarat untuk dapat bekerjasama dengan BPJS Bidang Kesehatan yang akan diberlakukan pada tahun 2021. Sampai dengan tahun 2017, ada 120laboratorium kesehatan telah tersertifikasi akreditasi yang tersebar di 34 kabupaten/kota. Dengan demikian masih ada 1.086laboratorium kesehatan yang belum tersertifikasi akreditasi yang tersebar di 480kabupaten/kota. Keseluruhan laboratorium kesehatan tersebut diupayakan tersertifikasi akreditasi dalam kurun waktu 4 tahun ( 2017 – 2020).

Untuk mengupayakan terwujudnya percepatan pencapaian target tersebut, perlu disusun Peta Jalan Akreditasi laboratorium kesehatan tahun 2017-2020 yang dibagi dalam 4 tahapan. Penentuan target per tahun (tahun 2017 – 2020) kabupaten/kota yang memiliki minimal 1 laboratorium kesehatan tersertifikasi akreditasi didasarkan pada base line data laboratorium kesehatan yang terakreditasi di tahun 2016. Dan target pertahun telah tercantum dalam Renaksi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan tahun 2016 -2020, yaitu :

(1) Tahun 2016 sudah tercapai 25 laboratorium kesehatan (2) Tahun 2017 ditargetkan : 100 laboratorium kesehatan (3) Tahun 2018 ditargetkan : 200 laboratorium kesehatan (4) Tahun 2019 ditargetkan : 320 laboratorium kesehatan (5) Tahun 2020 ditargetkan : ... laboratorium kesehatan

Tahap pelaksanaan a. Tahun 2017

1) Target pada tahun ini adalah 75 laboratorium kesehatan tersertifikasi akreditasi. 2) Target kumulatif: 100 laboratorium kesehatan

b. Tahun 2018

1) Target pada tahun ini adalah 100 laboratorium kesehatan tersertifikasi akreditasi. 2) Target kumulatif: 200 laboratorium kesehatan tersertifikasi akreditasi

| Renaksi Dit.Mutu & Akreditasi Yankes 34 c. Tahun 2019

1) Target pada tahun ini adalah 120 laboratorium kesehatan tersertifikasi akreditasi. 2) Target kumulatif: 320 laboratorium kesehatan tersertifikasi akreditasi,

d. Tahun 2020

1) Target pada tahun ini adalah ... laboratorium kesehatan tersertifikasi akreditasi. 2) Target kumulatif: ... laboratorium kesehatan tersertifikasi akreditasi.

Gambar 3. Peta Jalan Akreditasi Laboratorium Kesehatan tahun 2016 - 2020

Dari hasil analisis SWOT dan peta jalan upaya peningkatan mutu dan akreditasi Puskesmas, Rumah Sakit dan Laboratorium Kesehatan diatas, maka dapat teridentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan sebagai dasar penyusunan Rencana Aksi Kegiatan Direktorat.

Dokumen terkait