BAB IV SITUASI UPAYA KESEHATAN
A. PELAYANAN KESEHATAN
IV.1 Cakupan K1, K4, LINAKES, dan YANNIFAS Kota Pasuruan 2009-2012
1. KUNJUNGAN IBU HAMIL K-1
Cakupan kunjungan ibu hamil K-1 memberikan gambaran ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar yang pertama kali pada masa kehamilan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Indikator ini digunakan untuk mengetahui jangkauan pelayanan antenatal serta kemampuan program dalam menggerakkan masyarakat.
Cakupan kunjungan ibu hamil K-1 di Puskesmas se-Kota Pasuruan pada tahun 2012 (Tabel 28 Profil) sebanyak 3.749 dari total 3.937 ibu hamil sasaran (95,22%).
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya maka tahun ini lebih baik meski tidak setinggi saat tahun 2009.
Untuk selalu meningkatkan cakupan kunjungan ibu hamil K-1, Dinas Kesehatan terus mengoptimalkan upaya promotif dan preventif oleh Puskesmas dan jaringannya terutama dengan semakin didukungnya program BOK dan jaminan persalinan pada tahun 2013 dan tahun-tahun berikutnya.
2. KUNJUNGAN IBU HAMIL K-4
Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 yang dimaksud adalah cakupan ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan minimal satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada
75 80 85 90 95 100 K1 K4 LINAKES YANNIFAS 97.51 87.2 98.4 83.4 94.56 87.8 97.21 95.8 92.94 88.7 99.44 99.4 95.22 90.47 93.51 93.48 2009 2010 2011 2012 %
21
triwulan kedua dan dua kali pada triwulan ketiga umur kehamilan dan mendapat 90 tablet Fe selama periode kehamilannya di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Indikator ini digunakan untuk mengukur keberhasilan pelayanan pada masa kehamilan. Melalui kegiatan kunjungan ibu hamil antenatal care diharapkan deteksi dini dan perawatan kehamilan dapat dilaksanakan dengan baik dan berkualitas.
Pada tahun 2012 cakupan kunjungan ibu hamil K-4 di Puskesmas se-Kota Pasuruan sebanyak 3.562 ibu hamil dari total 3.937 ibu hamil sasaran (90,47%) dengan cakupan per wilayah kelurahan seperti tampak pada gambar IV.1 berikut :
Pencapaian cakupan kunjungan ibu hamil K-4 di Kota Pasuruan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, namun angka ini belum memenuhi target SPM tahun 2012 sebesar 92%. Kondisi ini berbeda pada tahun 2009 pencapaian cakupan K4 87,2% dapat memenuhi target yang hanya sebesar 85%.
Gambar IV.2 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-4 Kota Pasuruan Tahun 2009-2011
Sumber: Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
Penyuluhan lebih intensif baik melalui posyandu, kelurahan siaga maupun kegiatan pemberdayaan lain, manajemen KIA yang lebih optimal serta kerja sama lintas program dan lintas sektor sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan indikator ini agar riwayat ibu hamil dapat diikuti secara lengkap minimal sampai dengan persalinan.
3. PERSALINAN DITOLONG TENAGA KESEHATAN
Sasaran ibu bersalin di Kota Pasuruan pada tahun 2012 sebanyak 3.758 ibu bersalin. Cakupan ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan mengalami penurunan paling rendah 4 tahun terakhir yakni sebesar 93,51% (94%).
Apabila dibandingkan dengan target SPM, cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan di Kota Pasuruan selama 4 tahun terakhir telah memenuhi target sebagaimana ditunjukkan oleh grafik dibawah ini :
85 90 91 92 87.2 87.8 88.7 90.47 80 82 84 86 88 90 92 94 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN %
22
Gambar IV.3 Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Kota Pasuruan Tahun 2009-2012
Sumber: Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
Tingginya cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan dikarenakan telah dioptimalkannya pelayanan persalinan di Puskesmas dan jaringannya. Hal ini juga mengindikasikan keberhasilan kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk memotivasi masyarakat bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan didukung peningkatan kemampuan petugas dalam memberikan pertolongan persalinan. Namun yang penting untuk dilakukan perbaikan lagi adalah pelayanan yang lebih optimal dalam hal sumber daya (sarana dan SDM) maupun manajemen KIA.
4. PELAYANAN IBU NIFAS
Cakupan pelayanan nifas adalah cakupan pelayanan kepada ibu nifas sebanyak 3 kali pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca persalinan sesuai standar.
Pada tahun 2012 terdapat 3.513 dari sasaran 3.758 ibu nifas (94%) yang mendapatkan pelayanan.
Gambar IV.4 Cakupan Pelayanan Nifas Kota Pasuruan Tahun 2009-2011
Sumber: Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
90 90 93 94 98.4 97.2 99.4 94 84 86 88 90 92 94 96 98 100 102 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN 90 94 95 95 83.4 95.8 99.4 94 75 80 85 90 95 100 105 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN % %
23
Apabila dibandingkan dengan target SPM selama 4 tahun terakhir, cakupan pelayanan nifas di Kota Pasuruan kembali tidak memenuhi target SPM, hanya pada tahun 2010 dan 2011 yang sempat memenuhi target sebagaimana terlihat pada grafik diatas.
Grafik yang meningkat dari tahun ke tahun mengindikasikan tingginya kesadaran ibu nifas untuk mendapatkan pelayanan pasca melahirkan. Namun disayangkan pada tahun ini kembali mengalami penurunan.
5. IBU HAMIL MENDAPAT TABLET Fe-3
Pada tahun 2012 di Kota Pasuruan tercatat 2.697 ibu hamil mendapat 90 tablet Fe-3 dari 3.937 ibu hamil yang ada atau cakupan sebesar 68,5% (Tabel 30 Profil). Pencapaian cakupan ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 50,35%.
Pencapaian cakupan ibu hamil mendapat tablet Fe-3 jauh dari harapan dikarenakan pemberian Fe-3 oleh Bidan Praktek Swasta (BPS) dan Dokter Praktek Swasta (DPS) belum tercatat dan terlaporkan seluruhnya atau dengan kata lain belum maksimalnya sistem pencatatan dan pelaporan. Contoh konkret di lapangan: 1) BPS sering memberi resep kepada ibu hamil pasiennya dan resep tersebut tidak tercatat sebagai pemberian Fe; 2) Pemberian Fe di BPS yang tidak berasal dari stok Dinas Kesehatan (Fe) dengan merk yang familiar di masyarakat) tidak tercatat sebagai pemberian (Fe).
Upaya optimalisasi manajemen pencatatan, pelaporan dan perencanaan kebutuhan obat untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) terutama Fe untuk ibu hamil harus lebih ditingkatkan kualitasnya.
6. IBU DENGAN KOMPLIKASI KEBIDANAN YANG DITANGANI
Ibu dengan komplikasi kebiadanan yang ditangani merupakan salah satu variabel SPM terpilih yang dihitung dari cakupan ibu dengan komplikasi kebidanan yang mendapat penanganan difinitif di satu wilayah kerja pada kurun waktu 1 tahun dibagi perkiraan / estimasi 20% dari total ibu hamil.
Komplikasi kebidanan ditangani adalah kesakitan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan atau bayi yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan.
Adapun Penanganan definitif dimaksud adalah pemberian tindakan terakhir untuk menyelesaikan permasalahan setiap kasus komplikasi kebidanan.
Pada tahun 2012 di Kota Pasuruan terdapat 704 dari 787 perkiraan target sasaran ibu dengan komplikasi kebidanan ditangani sebesar 89,41% (Tabel 31 Profil).
Apabila dibandingkan dengan target SPM, cakupan komplikasi kebidanan ditangani di Kota Pasuruan selama 4 tahun terakhir telah memenuhi target sebagaimana tertuang dalam grafik berikut :
24
Gambar IV.5 Cakupan Komplikasi Kebidanan Ditangani Kota Pasuruan Tahun 2009-2011
Sumber: Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
7. NEONATAL RISTI/KOMPLIKASI YANG DITANGANI
Cakupan neonatus risti/komplikasi yang ditangani adalah neonatus dengan komplikasi di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh sarana pelayanan kesehatan.
Adapun yang dimaksud dengan neonatus komplikasi adalah neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat menyebabkan kesakitan, kecacatan, dan kematian yaitu neonatus dengan komplikasi seperti asfiksia, ikterus, hipotermia, tetanus neonatorum, infeksi/ sepsis, trauma lahir, BBLR, sindroma gangguan pernafasan, dan kelainan kongenital.
Pada tahun 2012 di Kota Pasuruan terdapat 489 dari 519 sasaran neonatus risti/komplikasi yang ditangani atau cakupan sebesar 94,25% (Tabel Profil 31). Apabila dilihat tren 4 tahunan, maka cakupan ini memiliki tren meningkat setiap tahunnya dan sudah memenuhi target SPM.
Gambar IV.6 Cakupan Neonatal Risti /Komplikasi Ditangani Kota Pasuruan Tahun 2009-2012
Sumber: Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
80 80 80 80 91.4 89.1 91.8 89.41 74 76 78 80 82 84 86 88 90 92 94 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN 80 71 73 75 88.8 90.7 91.5 94.25 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN % %
25
Tingginya cakupan dikarenakan optimalisasi pelayanan kesehatan di Dinas Kesehatan dan jaringannya disertai dengan keterjangkauan akses pelayanan kesehatan baik dari segi tempat, waktu maupun biaya.
8. BAYI DAN ANAK BALITA MENDAPAT KAPSUL VITAMIN A
Pada tahun 2012 cakupan bayi (6-11 bulan) mendapat vitamin A sebesar 106,53% atau sebanyak 3.685 bayi mendapat vitamin A dari sasaran 3459 bayi di Kota Pasuruan.
Sedangkan cakupan anak balita yang mendapat vitamin A 2 kali di Kota Pasuruan sebesar 90,93% (12.897 dari jumlah total 14.184 balita 1-4 tahun yang ada).
Pemberian vitamin A pada bayi dan anak balita balita (Tabel 32 Profil) dilakukan secara serentak pada bulan Februari dan Agustus setiap tahun. Untuk kemajuan program di masa yang akan datang dan pencapaian indikator yang lebih baik, Dinas Kesehatan dan jaringannya akan terus berupaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat terutama di posyandu-posyandu se-Kota Pasuruan dan kelurahan siaga aktif dalam pelaksanaan program perbaikan gizi.
9. PESERTA KB AKTIF
Data peserta KB Aktif (Tabel 33 Profil) terdistribusi berdasarkan jenis-jenis kontrasepsi yang digunakan.
Peserta KB aktif sebagian besar 75,33 adalah pengguna non-MKJP (Non-Metode Kontrasepsi Jangka Panjang). Angka ini hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, 2011 sebesar 74,8%, dan 2010 sebesar 74,59%.
Distribusi Jenis non-MKJP kisaran 75,33% tersebut adalah 1) jenis suntik masih mendominasi meski mengalami penurunan dibanding tahun lalu sebesar 53,35%, sedangkan di tahun 2011 sebesar 54,5%, adapun tahun 2010 sebesar 52,4%; 2) jenis pil tahun 2012 sebesar 20,08, angka ini naik dari tahun sebelumnya yakni 19%, namun turun dari tahun 2010 yakni 21,5%; dan 3) jenis kondom tahun 2012 meningkat sebesar 1,91% naik dari tahun-tahun sebelumnya yakni 2011 sebesar 1,3% dan tahun 2010 sebesar 0,69%.
Distribusi Jenis MKJP kisaran 24,67% tersebut adalah 1) jenis IUD tahun 2012 menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 8,86%, tahun 2010 sebesar 11,1% dan tahun 2010 sebesar 12%; 2) jenis MOP/MOW tahun 2012 sebesar 6,26 naik dibanding tahun-tahun sebelumnya, tahun 2011 sebesar 5,7% dan tahun 2010 sebesar 4,4%; dan 3) jenis implant tahun 2012 sebesar 9,65, naik dibanding tahun-tahun sebelumnya yaitu 2011 sebesar 8,3% dan tahun 2010 sebesar 9,04%.
Yang dimaksud dengan MOP adalah Modus Operatif Pria atau sering disebut dengan vasektomi dan MOW adalah Modus Operatif Wanita atau sering disebut dengan tubektomi.
26
Cakupan peserta KB aktif juga merupakan variabel terpilih dalam SPM yang dihitung berdasarkan jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan cara/alat kontrasepsi dibagi jumlah PUS di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Data PUS tahun 2012; 2011; 2010; 2009 secara berturut-turut adalah 32.657; 32.851; 32.835, 33.360 angka ini didapat dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana.
Berikut tren 4 tahunan cakupan peserta KB aktif Kota Pasuruan yang selalu memenuhi target SPM meskipun sempat mengalami penurunan pencapaian di tahun 2010 (Tabel 35 Profil).
Gambar IV.7 Cakupan Peserta KB Aktif Kota Pasuruan Tahun 2009-2012
Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
10. PESRTA KB BARU
Gambar IV.8 Persentase Penggunaan Kontrasepsi Jenis MKJP dan Non MKJP pada Peserta KB Baru di Kota Pasuruan Tahun 2010 s/d 2012.
Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
67 68 70 70 87.5 75.9 88 88.24 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN 0 10 20 30 40 50 60 2010 2011 2012 IUD MOP/MOW Implant Suntik Pil Kondom % %
27
Data peserta KB Baru (Tabel 34 Profil) terdistribusi berdasarkan jenis-jenis kontrasepsi yang digunakan.
Peserta KB baru di Kota Pasuruan pada tahun 2012 mencapai 2.547 PUS, angka ini turun dari tahun sebelumnya 2011 sebesar 2.566 PUS, dan masih naik dari tahun 2010 sebesar 1.811 PUS.
Apabila dilihat menurut jenis penggunaan kontrsepsi baik MKJP maupun non MKJP pada peserta KB baru seperti tampak pada gambar IV.9 diatas.
11. KUNJUNGAN NEONATUS (KN) 1 DAN LENGKAP
Kunjungan Neonatus (KN) 1 adalah pelayanan kesehatan neonatal dasar pada 6-24 jam setelah lahir. Pada tahun 2012 ini cakupan KN 1 Kota Pasuruan sebesar 99,25% dari 3.459 bayi (tabel 36 Profil). Angka ini naik dari tahun sebelumnya sebesar 97,7%.
Kunjungan Neonatus (KN) Lengkap adalah pelayanan kesehatan neonatal dasar meliputi ASI eksklusif, pencegahan infeksi berupa perawatan mata, tali pusat, pemberian vitamin K 1 injeksi dan imunisasi hepatitis B 1 bila tidak diberikan saat lahir, dan manajemen terpadu bayi muda. Dilakukan sesuai standar sedikitnya 3 kali, pada 6-24 jam setelah lahir, pada 3-7 hari, dan pada -28 hari setelah lahir yang dilakukan di fasilitas kesehatan maupun kunjungan rumah.
Pada tahun 2012 ini cakupan KN Lengkap Kota Pasuruan sebesar 98,41, dari 3.459 bayi (Tabel 36 Profil). Angka ini naik dari tahun 2011 dan 2010 berturut-turut sebesar 97,5% dan 89,06%.
12. KUNJUNGAN BAYI
Kunjungan bayi pada tabel 37 Profil adalah cakupan kunjungan bayi (29 hari - 11 bulan) paling sedikit 4 kali yaitu 1 kali pada umur 29 hari – 3 bulan, 1 kali pada umur 3-6 bulan, 1 kali pada umur 6-9 bulan, dan 1 kali pada umur 9-11 bulan.
Pelayanan kesehatan yang diterima bayi meliputi pemberian imunisasi dasar lengkap (BCG, DPT/HB 1-3, Polio 1-4, Campak), Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) bayi dan penyuluhan perawatan kesehatan bayi. Adapun yang dimaksud penyuluhan perawatan kesehatan bayi meliputi konseling ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI sejak usia 6 bulan, perawatan dan tanda bahaya bayi sakit (sesuai MTBS), pemantauan pertumbuhan dan pemberian vitamin A kapsul biru pada usia 6-11 bulan.
Capaian kunjungan bayi pada tahun 2012 di Kota Pasuruan mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sebagaimana grafik IV.10 dibawah.
Kunjungan bayi pada tahun 2012 sebanyak 3.235 dari 3.459 bayi sasaran atau sebesar 93,52%, angka ini naik dari tahun sebelumnya sebesar 85% (Tabel 37 Profil). Sedangkan tahun 2010 sebesar 86% dan tahun 2009 sebesar 91%.
28
Apabila dibandingkan dengan target SPM, maka cakupan kunjungan bayi di Kota Pasuruan kembali memenuhi target seperti halnya pada tahun 2009, sebagaimana tertuang dalam grafik berikut :
Gambar IV.9 Cakupan Kunjungan Bayi Kota Pasuruan Tahun 2009-2012
Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
13. KELURAHAN UCI
Persentase kelurahan Universal Child Immunization (UCI) di Kota Pasuruan tahun 2012 adalah sebesar 100% 34 kelurahan di Kota Pasuruan UCI (Tabel 38 Profil).
Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) merupakan kelurahan dimana ≥ 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun. Imunisasi dasar lengkap sangat penting karena mencegah bayi terserang penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Pencapaian target kembali terjadi pada tahun ini, hal ini dikarenakan terjadinya pembenahan kinerja seksi pencegahan penyakit surveilans imunisasi, terlebih pada tahun ini terdapat kegiatan SUB PIN DIPTERI serentak di daerah tapal kuda termasuk Kota Pasuruan.
Gambar IV.10 Cakupan UCI Kota Pasuruan Tahun 2009-2012
Sumber : Seksi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
75 90 90 90 91 86 85 93.52 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN 90 95 95 95 91 91 68 100 0 20 40 60 80 100 120 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN % %
29
Pada tahun 2011 dari 34 kelurahan yang ada di Kota Pasuruan, sebanyak 23 kelurahan sudah mencapai UCI (67,65%).
Gambar IV.11 Cakupan UCI Menurut Kelurahan Kota Pasuruan Tahun 2011
Sumber : Seksi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2011.
Pencapaian ini lebih rendah daripada tahun 2010 sebanyak 31 kelurahan mencapai UCI sebagaimana ditunjukkan gambar berikut :
Gambar IV.12 Cakupan UCI Menurut Kelurahan Kota Pasuruan Tahun 2010
Sumber : Seksi Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2010.
UCI TIDAK UCI UCI TIDAK UCI
30 14. CAKUPAN IMUNISASI BAYI DAN DROP OUT RATE
Pada tahun 2011 angka cakupan imunisasi di Kota Pasuruan secara berturut-turut adalah imunisasi DPT1+HB1sebesar 104,13%; imunisasi DPT3+HB3 sebesar 103,53%; imunisasi campak 106,91%; imunisasi BCG 104,80%; imunisasi polio 102,23% (Tabel 39-40 Profil).
Sedangkan angka DO (drop out) tercatat sebesar -2,67%. Angka -2,67% didapat dari jumlah bayi yang tidak mendapat imunisasi lengkap dengan cara mendeteksi bayi yang mendapat imunisasi DPT-HB1 tetapi tidak terdeteksi pada imunisasi campak.
15. BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF
Keberhasilan penyuluhan perilaku sehat juga dapat dilihat dari persentase bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Berdasarkan data yang tercatat pada tabel 41 Profil, dari total 2.171 bayi yang terpantau dan terdistribusi di 8 wilayah kerja Puskesmas sebanyak 43,62% mendapat ASI eksklusif.
Angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun 2010 yakni sebesar 37% atau 613 bayi telah mendapat ASI eksklusif dari 1.657 bayi yang terpantau saat itu.
Gambar IV.13 Persentase Bayi yang Mendapat ASI Eksklusif Per Wilayah Kerja Puskesmas di Kota Pasuruan Tahun 2011-2012.
Sumber : Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
Capaian persentase bayi yang mendapat ASI eksklusif bervariasi pada tiap Puskesmas di Kota Pasuruan.
Capaian tertinggi tahun ini di wilayah kerja Puskesmas Sekarsono yakni sebesar 64,91%, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dicapai oleh Puskesmas Karangketug yakni sebesar 68,64%. Sedangkan capaian terendah tahun ini di wilayah kerja Puskesmas Kebonsari yakni sebesar 27,03%, berbeda dengan tahun sebelumnya capaian terendah oleh Puskesmas Bugulkidul yakni sebesar 12,3% (gambar IV.14).
0 10 20 30 40 50 60 70 12.3 35.3 60.4 23.8 29.5 47.3 68.6 56.4 37.38 36.14 64.91 55.93 27.03 30.68 49.31 49.8 2011 2012
31
Pemberian ASI eksklusif sampai dengan saat ini masih menjadi hal yang kurang diperhatikan oleh masyarakat. Berbagai kepentingan dan alasan yang dianggap wajar menjadi penguat untuk tidak dilakukannya pemberian ASI eksklusif, diantaranya alasan kecantikan, kekhawatiran bayi (0-6 bulan) kurang mendapatkan asupan makanan bila dari ASI saja, ibu yang bekerja, dan berbagai alasan lain sehingga upaya pemberdayaan untuk memotivasi ibu menyusui menjadi kurang berhasil. Semua alasan ini pada dasarnya dapat dijelaskan dengan dasar keilmuan yang tepat. Oleh karena itu, penyuluhan yang lebih intensif disertai bukti riil dan penjelasan keilmuan yang mudah dicerna oleh ibu atau keluarga dengan bayi harus terus dilakukan.
16. MP-ASI ANAK USIA 6-23 BULAN GAKIN
Cakupan MP-ASI anak usia 6-23 bulan keluarga miskin tahun 2012 Kota Pasuruan (Tabel 42 Profil) sebesar 100%.
MP-ASI adalah Makanan Pendamping Air Susu Ibu anak usia 6-23 bulan dari keluarga miskin dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Pemerintah setempat dan diberikan selama 90 hari. MPASI bisa berupa makanan pabrikan (bubuk instan) untuk bayi usia 6 – 11 bulan dan biskuit untuk anak usia 12 – 23 bulan.
17. CAKUPAN PELAYANAN ANAK BALITA
Cakupan pelayanan anak balita adalah jumlah anak balita (12-59 bulan) yang memperoleh pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun.
Pemantauan pertumbuhan adalah pengukuran berat badan per tinggi /panjang badan (BB/TB). Pemantauan ini dilaksanakan melalui posyandu, Taman Bermain, Pos Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Penitipan Anak, dan Taman Kanak-Kanak serta Raudhatul Athfal, dll.
Gambar IV.14 Cakupan Pelayanan Anak Balita Kota Pasuruan Tahun 2009-2012
Sumber : Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
Cakupan pelayanan anak balita 85,96% pada tahun ini kembali memenuhi target SPM dibandingkan dengan tahun sebelumnya (Tabel 43 Profil).
75 79 81 83 75.8 83.4 79.7 85.96 68 70 72 74 76 78 80 82 84 86 88 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN %
32 18. BALITA DITIMBANG, BERAT BADAN NAIK DAN BGM
Jumlah balita (0 - 59 bulan) di Kota Pasuruan pada tahun 2011 adalah 17.643 dan yang ditimbang sebesar 82,78% atau sebesar 14.605 balita. Angka ini naik bila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 69,9%.
Jumlah balita yang pada waktu ditimbang naik berat badannya sesuai ketentuan program adalah 62,9% atau sebesar 9.187 balita, sedangkan yang hasil penimbangan berat badannya berada di Bawah Garis Merah (BGM) pada Kartu Menuju Sehat (KMS) sebesar 1,62% atau 237 balita (Tabel 44 Profil).
Pencapaian persentase terbesar untuk balita yang naik berat badannya masih terdapat di wilayah kerja Puskesmas Purworejo (72,43%) dan persentase terkecil masih terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kandangsapi (55,47%).
Cakupan balita Bawah Garis Merah (BGM) BGM per wilayah kerja Puskesmas seperti tampak pada gambar III.10. Pencapaian persentase terkecil untuk balita BGM terdapat di wilayah kerja Puskesmas Bugulkidul yakni sebesar 1,06%. Persentase terbesar balita BGM masih terdapat di wilayah kerja Puskesmas Kandangsapi, yakni 2,25%.
Gambar IV.15 Balita Ditimbang, Berat Badan Naik, dan BGM Kota Pasuruan Tahun 2009-2012
19. BALITA GIZI BURUK MENDAPAT PERAWATAN
Yang dimaksud balita gizi buruk mendapat perawatan dalam hal ini adalah balita gizi buruk yang ditangani di sarana pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana gizi buruk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Kasus balita gizi buruk di Kota Pasuruan pada tahun 2012 sebanyak 65 balita. Dari jumlah tersebut, seluruhnya (100%) sudah mendapatkan perawatan dari Puskesmas (Tabel 45 Profil) sehingga sudah memenuhi target SPM sebesar 100%. Pencapaian ini
69.9 61.8 3.1 82.78 62.9 1.62 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Ditimbang Naik BB BGM 2012 2011
33
sama dengan tahun sebelumnya dimana balita gizi buruk harus tertangani seluruhnya dan mendapat perawatan.
Namun angka absolut kasus gizi buruk ini mengalami penurunan jumlah kasus, jika tahun ini 65 balita maka tahun 2011 sejumlah 79 balita dengan gizi buruk.
Dinas Kesehatan dan jaringannya berupaya mengoptimalkan perencanaan, pelaksanaan, maupun monitoring dan evaluasi kegiatan dalam program perbaikan gizi buruk sesuai standar. Manajemen pelayanan gizi, pemberdayaan masyarakat, kerja sama lintas program dan lintas sektor mendukung keberhasilan ini dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
20. PENJARINGAN KESEHATAN SISWA SD DAN SETINGKAT
Penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat dilakukan pada siswa kelas 1 SD dan setingkat. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga kesehatan dan tenaga terlatih (guru UKS/dokter kecil) melalui penjaringan kesehatan di masing-masing wilayah kerja Puskesmas.
Cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat di Kota Pasuruan pada tahun 2012 (Tabel 46 Profil) sebanyak 3.578 dari 3.636 siswa SD dan setingkat yang terdaftar (98,4%). Angka ini mengalami kenaikan kembali dibandingkan dengan tahun 2011 yang persentase cakupannya sebesar 96,2%. Namun bila dibandingkan dengan target SPM sebesar 100% maka angka ini masih tidak memenuhi target SPM.
Gambar IV.16 Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD Dan Setingkat Kota Pasuruan Tahun 2009-2012
Sumber : Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
Dari 8 Puskesmas yang ada, 6 diantaranya mempunyai cakupan pemeriksaan kesehatan siswa SD dan setingkat sebesar 100%. Sedangkan 2 Puskesmas lain yakni Puskesmas Kandangsapi dan Bukir masing-masing dengan cakupan 92,33%, dan 96,39%. 100 100 100 100 96.3 98.2 96.2 98.4 94 95 96 97 98 99 100 101 2009 2010 2011 2012 TARGET SPM PENCAPAIAN %
34
Untuk kesinambungan dan peningkatan capaian program di masa yang akan datang, sosialisasi dan penyuluhan kepada siswa untuk meningkatkan PHBS terus dilakukan diantaranya melalui kegiatan UKS serta pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat.
21. PELAYANAN KESEHATAN PRA LANSIA DAN LANSIA
Yang dimaksud pra lansia adalah orang yang berumur 45-59 tahun, sedangkan lansia (lanjut usia) adalah orang yang berumur lebih dari atau sama dengan 60 tahun. Dari 12.245 usila yang ada di Kota Pasuruan, tercatat 21.488 diantaranya mendapatkan pelayanan kesehatan (cakupan sebesar 46,53%) seperti tampak pada tabel 48 Profil.
Cakupan tertinggi pada tahun 2012 terdapat di wilayah kerja Puskesmas Gadingrejo sebesar 75,65% dan terendah di wilayah kerja Puskesmas Bukir sebesar 7,48%, seperti tampak pada gambar IV.18 berikut:
Gambar IV.17 Jumlah Lansia yang Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Per Wilayah Kerja Puskesmas di Kota Pasuruan Tahun 2012.
Sumber : Seksi Pelayanan Kesehatan Khusus Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, 2012.
22. SARANA KESEHATAN DENGAN KEMAMPUAN PELAYANAN GAWAT DARURAT LEVEL 1
Indikator kinerja pelayanan gawat darurat dinilai dari adanya sarana kesehatan dengan kemampuan pelayanan gawat darurat yang memiliki Dokter Umum on site (berada di tempat) 24 jam dengan kualifikasi GELS (General Emergency Life Support), dan/atau ATLS (Advance Trauma Life Support) + ACLS (Advance Cardiac Life Support), serta memiliki alat transportasi dan komunikasi.
Sejak tahun 2007 sampai tahun 2012 pencapaian indikator tersebut sudah mencapai 100%, hanya Rumah Sakit Umum yang masuk dalam kategori ini (Tabel 49 Profil). Cakupan tersebut sudah memenuhi target SPM tahun 2012 sebesar 90%.