PERENCANAAN FASILITAS RUMAH SAKIT
1. Pelayanan Pasien Dalam Rumah Sakit / Inpatient
A. Instalasi Gawat Darurat Fungsi
Memberikan pelayanan kesehatan karena kondisi gawat darurat dan memerlukan penanganan cepat dan tepat, meliputi kasus bedah (traumatologi dan terkait dengan organ tubuh bagian dalam) dan non bedah (penyakit dalam, anak dan syaraf).
Ukuran Umum
Jumlah bed pada unit ini tidak boleh melebihi 35 bed, meskipun maksimal yang dianjurkan adalah 30 bed. Berbeda dengan bagian Ibu dan rawat Anak dengan jumlah maksimal 20-25 bed. Paling tidak, 25% dari jumlah keseluruhan bed merupakan single bed, dengan tiap-tiap persyaratan fasilitas yang memadai.
Tata letak dan persyaratan ruang:
- Mudah dicapai dan terlihat jelas dari area eksternal Rumah sakit
- Secara fungsional mempunyai hubungan langsung dengan unit ICU, Diagnostik, dan Kamar Bedah, serta kemudahan akses dengan Unit Rawat Inap.
- Adanya pemisahan antara tindakan untuk pasien bedah dan non bedah. - Adanya pemisahan akses antara pasien dengan perawat/ dokter.
- Pembentukan ruang-ruang yang dimungkinkan untuk digunakan sebagai ruang observasi dan ruang resusitasi. Fleksibilitas ruang diarahkan pula terhadap terjadinya bencana masal sehingga memungkinkan ditampung di IGD
- Pada kasus ibu melahirkan, IGD mempunyai akses langsung dengan IKB - Keseluruhan ruang dan alat ditetapkan untuk digunakan selama 24 jam.
- ruangan dengan banyak bed jarak antar bed 2,4 meter. Untuk alasan kesehatan, jarak minimal adalah 1, 2 meter. Dimensi tempat tidur menjadi pertimbangan yang penting dalam merancang ukuran ruang.
Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gawat Darurat
Disediakan untuk memfasilitasi pasien yang harus menginap di Rumah sakit dalam tahap kuratif dan rehabilitatif dengan perawatan intensif 24 jam. Penempatannya berada pada area dengan tingkat privasi dan ketenangan yang tinggi dan memiliki akses pencapaian yang mudah dengan zona bedah dan zona penunjang medis.
Tata letak dan persyaratan ruang:
1. Persyaratan Luas Ruang untuk Instalasi Rawat Inap -Standar luas ruangan sesuai ketentuan adalah :
- Luas ruang klas I : 24 m² / tt
- Luas ruang klas II : 12 m² / tt
- Luas ruang klas III : 12 m² / tt
- Luas ruang khusus bayi : 6 m² / tt
- Lebar minimum area tempat tidur pasien 251,5 cm, sehingga kedua sisi di samping tempat tidur pasien memiliki lebar masing-masing 76,2 cm.
- Luas area depan pintu 152,4 cm x 152,4 cm untuk mengakomodasi pemakai kursi roda. Sebuah kursi roda juga dapat digunakan dalam area 121,9 cm x 121,9 cm
- Lebar pintu antara 116,8 – 121,9 cm adalah jarak standar untuk dapat mengakomodasi tempat tidur pasien standar (121 cm x 99 cm).
2. Kualifikasi Ruang untuk Instalasi Rawat Inap
- Khusus untuk pasien tertentu harus dipisahkan seperti : - Pasien yang menderita penyakit menular.
- Pasien atau penyakit dan pengobatan yang menimbulkan bau. - Pasien yang mengeluarkan suara gaduh
- Adanya pengelompokan ruang sesuai kelasnya, dengan tujuan agar lebih dapat memastikan tingkat penyampaian mutu pelayanan.
- Khusus rawat inap ibu-anak akan berada pada kelompok ruang yang terpadu dengan VK dan terpisah dengan rawat inap infeksius maupun penyakit dalam atau degeneratif.
- Setiap nurse station maksimum melayani 25 tempat tidur, dan terletak pada daerah yang mudah terjangkau dengan arah orientasi kepada kamar-kamar pasien.
- Sinar matahari pagi diupayakan dapat masuk ke dalam ruangan.
- Ruang perawat terhadap ruang pasien harus sedekat mungkin sehingga memudahkan jangkauan - Barrier nursing, yaitu prosedur perawatan khusus untuk mengurangi penyebaran infeksi melalui
kontak langsung/perawatan
- Pemisahan penderita infeksius, dirawat pada "single room" atau isolator plastik untuk mengurangi penyebaran melalui udara atau dari penderita
- Ventilasi mekanik di ruang rawat inap isolasi, untuk mengurangi penyebaran melalui udara dengan cara mengeluarkan bakteri dari kamar penderita dan pada isolasi protektif yang membebaskan kamar penderita dari bakteri yang ada diluar kamar.
- Memaksimalkan terhidarnya kontaminasi didalam ruang rawat inap infeksius dengan menjaga aliran udara dari anteroom menuju ke ruang pasien, dan dari koridor ke ruang rawat setiap saat - Tersedia tempat cuci tangan bagi perawat atau dokter didalam ruangan rawat inap infeksius
(isolasi) dan fasilitas km/wc sendiri di dalam ruangan
- Kamar mandi untuk perawatan jangka panjang seharusnya dirancang untuk menggunakan peralatan yang dapat mengangkat pasien, di lain kondisi penambahan peralatan unit servis perawatan akut. Lift hidrolik tempat mandi (bath up) merupakan pertimbangan investasi kesehatan yang baik.
- Harus memenuhi ketentuan untuk akses orang cacat seperti pada bagian untuk komplemen dari batang pegangan dan rel pada area toilet dll., handrails harus diberikan pada koridor.
A R S IT E K T U R R U M A H S A K IT 55
- Terakomodasi panel kontrol untuk ruang rawat pasien. Panel-panel tersebut meliputi katub gas atau oksigen, rumahan untuk panggilan perawat, jam digital, tombol tanda alarm, stop kontak bawah, papan monitor dengan perlengkapan outlet, lampu atas tempat tidur dan lampu tarik-ulur.
3. Tingkat Kebersihan dan Mutu Udara untuk Instalasi Rawat Inap
- Tingkat kebersihan lantai untuk ruang perawatan isolasi 0-5 kuman/cm2.
- Mutu udara memenuhi persyaratan untuk tidak berbau (terutama H2S dan Amoniak). - Kadar debu tidak melampaui 150 ug/m3 udara dalam pengukuran rata-rata 24 jam.
- Angka kuman ruang perawatan isolasi kurang dari 700 koloni/m3 udara dan bebas kuman pathogen alpha streptococus haemolitius.
A R S IT E K T U R R U M A H S A K IT 56
Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi Gawat Darurat Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008
C. Instalasi Rawat Intensif (ICU) Umum / fungsi
ICU juga dikenal sebagai Intensive Therapy Unit ( I.T.U.) , dalam menangani beragam tipe penyakit. Jenis utama yang ditangani sebagai berikut:
- operasi
- Perawatan serangan jantung (ccu = coronary care) - Penyakit anak-anak dan neonatal
- Luka bakar dan spesialis atau penyakit khusus
Pengembangan fasilitas perawatan intensif dapat berbeda dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, dan bergantung pada apa yang disebut Statement of Function
Zonasi fungsi pada Instalasi rawat Intensif: Zonasi dibagi menjadi :
a.Daerah steril yang terdiri dari ruang perawatan ICU / ICCU, nurse station terutama bagian yang langsung berkaitan dengan keperawatan.
b.Daerah non steril / ruangan umum yang tidak berkaitan langsung dengan perawatan intensif, terdiri dari fungsi-fungsi penunjang baik medik maupun non medik.
mempunyai hubungan langsung dengan radiologi, laboratorium, IGD dan rawat Inap - Harus bebas dari gelombang elektromagnetik dan kedap getaran.
- Gedung harus terletak pada daerah yang tenang. - Temperatur ruangan harus terjaga.
- Aliran listrik tidak boleh terputus.
- Harus tersedia pengatur kelembaban udara.
- Penghawaan udara menggunakan penghawaan buatan berupa air conditioner (AC). - Terisolasi dan mempunyai standar tertentu terhadap:
a. Bahaya api b. Ventilasi c. AC d. Exhausts fan e. Pipa air f. Komunikasi g. Bakteriologis h. Kabel monitor
- Harus ditunjang dengan jaringan gas medic
- Akses,Penempatan ICU/UGD akan memudahkan pengaksesan ke dan dari Penanganaan Kecelakaan,Ruang Operasi,Patologi (pelayanan analisis darah),Radiologi ( pelayanan sinar x). - Direkomendasikan ketetapan minimum tempat tidur untuk ICU adalah 5. Direkomendasikan
maksimumnya hingga 15. Semaksimal mungkin adalah 10.
- Untuk membantu staf pengamatan atas pasien di dalam ruang tidur atau pasien tunggal menginap, jendela pengamatan, ditempatkan untuk dapat memastikan kondisi pasien tanpa halangan dari pos perawat, seharusnya dapat disediakan.
- Masing-masing area tempat tidur pasien akan mempunyai ketetapan untuk privasi visual dari pengamatan pasien dan pengunjung lain
- Setiap tempat tidur harus mempunyai akses secara visual, selain sinar matahari alami, terhadap lingkungan/ ruang luar yang tidak kurang dari satu jendela setiap ruangnya. Jarak dari tempat tidur pasien terhadap jendela tidak kurang dari 15 meter. Jika memakai partisi, pasien diharuskan melihat ruang luar tidak lebih dari dua panel kaca yang terpisah.
- Fasilitas panggilan pelayanan staf ini harus tersedia pada setiap tempat tidur untuk penanganan cepat
Persyaratan Pencahayaan, Suhu dan Kelembaban pada Ruang perawatan intensif: - Mempunyai pendingin ruangan/AC yang dapat mengontrol suhu dan kelembaban sesuai dengan
luas ruangan. Suhu 22º–25º kelembaban 50–70%.
- Pencahayaan yang cukup dan adekuat untuk observasi klinis dengan lampu TL day light 10 watt/m2. Jendela dan akses tempat tidur menjamin kenyamanan pasien dan personil. Desain dari unit juga memperhatikan privasi pasien.
A R S IT E K T U R R U M A H S A K IT 57
Hubungan Fungsional antar ruang pada Instalasi rawat intensif Sumber: Project Studio Global Rancang Selaras, 2008
D. Instalasi Rawat Intensif Koroner/ ICCU Fungsi
Pasien Cardiac punya kebutuhan khusus. bentuk perawatan segera dan kritis.sebagai tambahan pada standar ICU diatas, berikut ini yang diperlukan dalam Coronary Care Unit (CCU).
Tata letak dan persyaratan ruang: - Ketentuan tempat tidur
Jumlah tempat tidur pada ICCU akan sama dengan ICU pada umumnya. Open plan pada layout tempat tidur tidak dapat diterapkan. Ini adalah pilihan bahwa tiap pasien Cardiac punya kamar terpisah atau kamar berukuran kecil untuk privasi dari penglihatan dan pendengaran, walaupun 2 tempat tidur dalam 1 kamar diperbolehkan. Minimum 50% dari pasien ICCU harus diakomodasikan dalam pasien ruang singlebed. Dimana 5 tempat tidur dikombinasikan ICU/ICCU yang tersedia, paling tidak 2 harus didalam kamar-kamar, kamar atau kamar berukuran kecil.
- Toilet
Tiap pasien Cardiac harus dapat mengakses bagian dari WC. Rasio antara pasien dan rasio tidak lebih dari 4:1. jarak tempuh tidak boleh lebih besar dari 15m dari tempat tidur sampai ke fasilitasnya. - Multiple equipment display
Peralatan untuk memonitor pasien Cardiac harus mempunyai ketentuan untuk penglihatan visual pada tempat tidur dan pusat pelayanan. Pasien pediatrik yang kritis, dari neonates sampai adolescent, mempunyai kebutuhan fisik dan psikologi yang unik. Tidak pada tiap Rumah Sakit dapat atau harus menerima Pediatric Intensive Care Unit yang terpisah.
E. Unit Penyakit jiwa Umum / Fungsi
- unit perawatan yang berdiri sendiri atau unit perawatan yang berupa kelompok; - unit perawatan yang berintegrasi di dalam sebuah rumah sakit umum;
- beberapa dari ruangan pasien yang dijadikan ruangan tambahan untuk unit perawatan penyakit akut. A R S IT E K T U R R U M A H S A K IT 58
Mempertimbangkan hal-hal di bawah ini ketika menentukan level perlengkapan/syarat keamanan di dalam fasilitas penyakit jiwa:
- keselamatan pasien dan staf - hak-hak legal pasien
- status rumah sakit
Unit perawatan penyakit jiwa harus mempunyai perlengkapan/syarat keamanan umum pada Unit Perawatan Penyakit Akut, walaupun hanya terdapat satu Ruang Pengasingan per unit perawatan, harus disediakan untuk situasi darurat.
Fasilitas harus merupakan tempat isolasi aman yang bisa dikunci, di dalam area demi area dan sebagai sebuah unit perawatan yang lengkap. Ini untuk memastikan penahanan situasi bahaya yang potensial dengan beberapa pasien, seperti bahaya pada staf dan pasien lain (penyerangan) dan terhadap pasien sendiri (bunuh diri).
Unit perawatan atau bagian unit perawatan yang aman, bergantung pada level perlengkapan/syarat, harus mempunyai suatu kesatuan barrier yang tahan (lantai, dinding, plafond dan penetrations – pintu dan jendela) untuk memastikan penahanan yang disebutkan di atas. Untuk tambahan, konstruksi dan perabot harus menyediakan perlindungan dari self injury dan kerusakan properti seperti pergeseran door handles, pencahayaan yang tahan terhadap vandalisme, dan lain-lain.
Pemilihan door hardware harus menyediakan jaminan keamanan pasien dengan penggunaan yang mudah oleh staf, khususnya pada situasi darurat, seperti tombol tekan digital di lokasi darurat sebagai pengganti sistem pengaktifan dengan kunci. Perlindungan earth leakage (kebocoran) terhadap sirkuit listrik dan temper proof outlets harus disediakan di dalam fasilitas penyakit jiwa. Pertimbangan harus diberikan pada proses pengaktifan system alarm oleh staf. Pengaktifan bisa dari call points yang tersembunyi yang cocok atau transmitter personal yang bisa dipindah. Ketika fasilitas penyakit jiwa terletak di dalam bangunan bertingkat tinggi, akses menuju ruang luar di atas ground level, (seperti balkon, atap, dan lain-lain) harus dicegah.
- Jumlah Tempat Tidur
Jumlah maksimum tempat tidur di dalam unit perawatan penyakit jiwa sebaiknya 30. Sekurang-kurangnya 50% tempat tidur sebaiknya diletakkan di dalam single bed rooms, masing-masing dengan akses menuju fasilitas kamar pasien yang lain. Akses langsung bisa dipilih, tapi tidak diharuskan.
- Kamar Pasien
Kamar pasien harus mengikuti standard berikut:
a. Ukuran minimum kamar, kamar-kamar eksklusif, built in robes, meja, lemari, alcoves (ruang kecil di dalam suatu kamar), peralatan mekanikal yang dipasang di lantai dan lain-lain adalah:
b. Single bed room – 10.5 m2 c. Two bed room – 17.5 m2 d. Four bed room – 30 m2 - Acoustic Privacy
Akustik ruang harus dipertimbangkan dan diakomodasi dengan baik. - Security and Glazing
Semua jendela dan panel-panel observasi harus dipasangi dengan kaca yang aman atau material alternatif lainnya yang sesuai, seperti polycarbonate dan lain-lain.
A R S IT E K T U R R U M A H S A K IT 59
- Jendela
Pada bagian jendela yang dapat dibuka, memiliki fitur keamanan/elemen-elemen pengamanan yang efektif seperti jendela-jendela sempit yang tidak memungkinkan pasien untuk lari, harus disediakan. Dilengkapi pula dengan kunci-kunci yang dikontrol oleh staf rumah sakit. Elemen-elemen estetis sebisa mungkin dikurangi pada bagian ini.
· Pada Unit Perawatan Penyakit Akut, tiap pasien sebaiknya mempunyai akses menuju kamar pasien, atau toilet terpisah dan kamar mandi. Kelengkapan tersebut akan dapat menunjang perlindungan dari perlukaan pada diri sendiri dan kerusakan properti. Bisa dilakukan, tetapi tidak diharuskan, bahwa kamar pasien bisa diakses langsung dari kamar-kamar pasien yang lain dan tidak melalui area koridor umum.
- Cermin. Kaca-kaca harus dari kaca yang aman atau bahan lain yang cocok yang tahan dan konstruksi yang tahan pecah atau tidak mudah hancur.
- Nurse Station
Harus ada 'nurses station' sehingga staf yang bertugas dalam aktifitas rutin dapat mengawasi pasien secara berkala. Hal ini dilakukan untuk menghindari pasien merasa bahwa mereka 'selalu diawasi'. Dalam hal ini, 'charting area' harus disediakan dengan persyaratan privasi akustik dan visual yang memadai. Jendela observasi diluar area pasien dapat digunakan jika pengaturannya tetap mengkondisikan file-file pasien tidak dapat dibaca dari luar 'charting space'.
- Ruang sosial ( Ruang-ruang Harian )
Setidaknya terdapat 2 ruang sosial yang terpisah harus disediakan, satu ruang digunakan untuk 'quiet activities' , dan satu ruang lainnya digunakan untuk 'noisy activities'. Area tersebut ukurannya
2 2
3,75 m untuk tiap pasien dengan ukuran ruang minimal 12 m tiap ruang. Ruang tersebut
2
digunakan untuk ruang makan. Tambahkan 1,5 m per pasien untuk kebutuhan area makan. sebuah pantry berdampingan dengan area makan juga harus disediakan. Ukuran dan kebutuhan pantry akan bergantung pada fasilitas yang direncanakan
- Group Therapy
Ruang bagi kelompok terapi harus tersedia. Ruang ini dapat digabungkan dengan 'quite space' seperti disebutkan di atas. Ruangan bagi kegiatan terapi membutuhkan penambahan ruang seluas
2 2
0,7 m untuk tiap pasien dan ukuran ruang minimal seluas 21 m , serta tertutup untuk kebutuhan privasi.
- Koridor
Variasi dari lebar minimum koridor bergantung pada : a. Fungsi yang diakomodir.
b. Kelengkapan peralatan untuk menggunakan fasilitas tersebut. - Gudang Perlengkapan
Ruang gudang untuk troli, kursi roda dan lain sebagainya, dapat berada di luar unit psikiatri dengan catatan bahwa dibuat akses yang baik untuk perlengkapan tersebut sebagaimana dibutuhkan. - Pemeriksaan dan Perawatan
Minimal 1 ruang pemeriksaan dan perawatan harus tersedia untuk setiap 30 bed unit rawat psikiatri. Ruangan ini dapat menggunakan fasilitas bersama dengan unit perawatan lainnya. Lokasi dalam unit psikiatri tidaklah esessial, tapi harus dapat di akses dengan mudah ke unit tersebut.
- Occupational Theraphy
2
Tiap unit psikiatri harus memiliki 1,5 m ruangan terpisah bagi tiap pasien untuk kegiatan terapi
2
dengan minimum total area 20 m .
Ruang tersebut harus menyediakan area untuk : a. handwashing b. work tops c. gudang d. displays A R S IT E K T U R R U M A H S A K IT 60
menyebabkan kebisingan. Dengan kata lain, dibutuhkan 1 m tiap pasien tambahan pada total luas area.
- Ruang Terpisah (Seclusion Rooms)
Di dalam unit perawatan kejiwaan harus ada ruangan terpisah untuk pasien yang membutuhkan keamanan atau perlindungan. Ruangan tersebut harus berlokasi di tempat yang memungkinkan adanya pemantauan secara langsung dari staf perawat. Ruangan yang ada dapat difungsikan sebagai ruang harian ataupun ruangan bagi satu pasien saja. Konstruksi dan perencanaan harus dilaksanakan dengan matang untuk mencegah adanya pasien yang sembunyi, melarikan diri, terluka maupun bunuh diri. Misalnya, menghindari adanya tirai yang panjang di jendela, dan lain sebagainya.
Seclusion rooms dimaksudkan untuk ditempati dalam jangka waktu pendek oleh pasien yang menjadi korban bunuh diri. Penyelesaian, penyesuaian, dan konstruksi harus mengikuti kaedah ketentuan unit perawatan : Keamanan, Keselamatan, dan Hak Pasien. Pintu harus terbuka dan memungkinkan untuk perawat melakukan observasi terhadap pasien dengan tetap memperhatikan privasi dari pasien tersebut.
F. Unit Kamar Bersalin (VK) Fungsi
Memiliki akses langsung yang mudah dijangkau dan akses langsung ke zona penunjang medik serta rawat inap kebidanan. Memerlukan tingkat ketenangan yang tinggi. Meliputi ruang bersalin (VK), ruang resusitasi bayi (neonatal) dan ruang penunjang lainnya.
Tata letak dan persyaratan ruang:
- Kamar bersalin harus dekat dengan Instalasi Gawat Darurat, Laboratorium, Radiologi, ICU, dan Kamar Bedah, serta mempunyai hubungan langsung dengan Instalasi Rawat Inap khususnya IRNA Kebidanan.
- Ruang bersalin harus mengelompokkan pasien sesuai dengan jenis persalinannya, yaitu normal dan persalinan khusus.
- Birth Preparation Room
Setiap Birth/Preparation Room (Ruang persiapan kelahiran) didesain untuk single occupancy (satu kepemilikan), dengan dimensi minimal 3900x4800mm. Jarak 3900 mm disini adalah jarak dari ujung atas tempat tidur sampai ke dinding seberangnya. Ukuran ini adalah ruangan tanpa jendela, penggunaan ruang semaksimal mungkin, dan peletakan pintu dimana pintu tersebut paling kecil pengaruhnya terhadap ruang.
Jika ruangan tersebut memiliki jendela, dengan tetap menekankan optimalisasi, peletakkan jendela dan perawatan jendela harus lebih diperhatikan dalam hubungannya dengan lokasi peralatan dan servis. Oleh karena itu, sebaiknya dilakukan penambahan luas lantai. Ruang dengan ukuran 4000 x 5000 mm sangat direkomendasikan. Penentuan peralatan, termasuk tempat tidur dan kursi kelahiran sangat tergantung pada berapa dimensi ruang tersebut. Fasilitas lengkap yang harus disediakan untuk Birth/Preparation Room (Ruang persiapan kelahiran) adalah sebagai berikut:
1. Persiapan dan relaksasi pasien selama proses kelahiran labour 2. Grafik dari rekam medik
3. Peletakan pembalut dan trolley pengobatan
4. Servis yang berada di ujung atas tempat tidur, baik elektrikal maupun mekanikal
5. Akses untuk membantu berupa ensuite adjacent (ruang dalam ruangan tersebut yang berbatasan langsung dan merupakan fasilitas untuk pengguna ruangan tersebut)
A R S IT E K T U R R U M A H S A K IT 61
6. Penggunaan Nurse Call
7. Penggunaan Staff Assistant Call 8. Penggunaan telepon
9. Penggunaan intercom
10. Area untuk pengantaran tempat tidur
11. Pemberian Analgesics (Obat penahan sakit)
12. Task Lighting ( Examination/Minor Lighting) yaitu lampu untuk bekerja
13. Baby Resuscitation (Gases, power) yaitu saat dokter berusaha membuat bayi sadar atau agar bayi bisa bernafas lagi, dibutuhkan gas yang digunakan untuk operasi medis dan listrik
14. Pembuangan linen kotor dan air kotor 15. Prosedur waktu (jam)
16. Ruang untuk penambahan peralatan jika dibutuhkan (termasuk infant incubator, mobile infant overhead heater, dll.)
17. Clinical Hand washing (hands off scrub up basin) 18. Akustik untuk privasi level tinggi
19. Ruang untuk suami/istri
Perhatian pada level desain interior juga sangat penting, terutama jika dapat menghadirkan suasana yang 'home-like' –seperti rumah sendiri. Warna-warna yang dipilih harus sedemikian rupa sehingga tidak timbul perubahan persepsi warna oleh pengamat.. Unit Kesehatan dari WA dapat membantu memberikan informasi tentang warna dinding dan lantai yang cocok. Finishing harus dipilih agar dapat memberikan kemudahan dalam membersihkan, selain itu juga harus tahan terhadap detergen yang kuat. Setelah semua hal di atas tersebut, Hak pasien atas privasi dan penghargaan harus dihormati. Tirai pada pintu masuk bisa dipertimbangkan. · Control/Nursing Station (Pusat Kontrol dan Kerja Perawat)
Berlokasi di tempat dimana observasi lalu lintas rumah sakit terutama jalan masuk dan keluar Birth Suite (Ruang Kelahiran).
- Patient's and Father's Lounge (Ruang tunggu pasien dan ayah)
Terletak dengan nyaman menuju Control/Nursing Station (Pusat Kontrol dan Kerja Perawat) untuk komunikasi antara pasien, sang ayah, dan staf. Toilet, telepon, tempat penjualan minuman, fasilitas untuk membuat teh, televisi, tempat sampah (salah satu alat untuk persiapan membuat teh), dan kursi yang nyaman, harus disediakan, demi kenyamanan ruang tunggu tersebut. Sebuah jendela menghadap keluar juga sangat diharapkan, untuk menciptakan dekorasi yang 'home-like' atau senyaman rumah tinggal).
- Sterile Supply
Akses menuju suplai dari peralatan yang telah steril dan dapat langsung digunakan. Fasilitas yang lebih besar sebaiknya memiliki akses langsung menuju unit ataupun ruang penyimpanan suplai steril(steril supply).
- Ruang Pendistribusian Obat (Drug Distribution Station)
Sebaiknya dibuat untuk penyimpanan, persiapan, dan distribusi obat-obatan yang dapat dikontrol, seperti di ruang perawat, atau di perlengkapan kebersihan (clean utility).
- Perlengkapan Bersih (Clean Utility)
Sebuah ruang kerja yang bersih dibutuhkan pada ruang kelahiran. Sebuah ruang supplai bersih disediakan untuk keperluan penyimpanan dan distribusi dari supplai yang steril dan bersih. Sebuah ruang penyimpanan yang kecil sekalipun masih perlu yang dilengkapi dengan perlengkapan kebersihan.
- Perlengkapan Kotor (Dirty Utility)
Ruang kerja kotor dibutuhkan pada ruang kelahiran. Sebuah ruang kerja kotor, yaitu ruang yang digunakan untuk pengumpulan maupun pembuangan dari material-material yang kotor, dapat di dibuat menyatu dengan fasilitas maupun perlengkapan yang lebih besar.
A R S IT E K T U R R U M A H S A K IT 62
ruang kelahiran(birth room). - Gudang Anestesi
Ruang penyimpanan untuk tabung gas untuk keperluan medis sebaiknya disediakan. Apabila perlatan anestesi yang digunakan mudah memiliki sifat terbakar, sebuah ruang terpisah sebaiknya disediakan untuk peralatan tersebut dan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Ruang ini dapat berbagi atau dapat dikases juga dari ruang operasi.
- Ruang Kerja Anestesi
Hanya pada ruang melahirkan yang berukuran besar, digunakan untuk membersihkan,