• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING PEMERINTAH

PELAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING PEMERINTAH KOTA MEDAN

3.1 Sejarah Singkat Perpustakaan Keliling Sumatera Utara

Keliling di Perpustakaan Umum Pemko Medan. Perpustakaan Keliling pertama dimulai beroperasi pada tanggal 01 Desember 1978 dengan menggunakan satu unit mobil Perpusrtakaan Keliling. Mobil yang digunakaan saat pertama kali operasi adalah buatan Ford tahun 1987 dengan bahan bakar berjenis solar. Mobil Perpustakaan keliling ini dilengkapi dengan koleksi pertama berjumlah sekitar 6.000 judul buku, yang berasal dari pusat pembinaan Perpustakaan Jakarta . diawali Surat Keputusan Walikota Medan Kepala Daerah Kota Medan no.839/1972 tanggal 27 desember 1972 tentang mendirikan pusat Perpustakaan Umum Kota Medan.Untuk mengetahui jalannya sejarah Perpustakaan pengoperasiannya, perpustakaan keliling ini hanya melayani desa- desa disekitar kota Medan.

Pada tahun 1985, Perpustakaan Keliling Pemko Medan ditambah dengan empat unit mobil perpustakaan baru bermesin Daihatsu yang pengoperasiaannaya dilakukan di Kabupaten Karo 6 desa, Kotamadya Tebing Tinggi 8 desa, Kotamadya Binjai 7 desa dan Kotamadya Medan 20 desa, yang keseluruhannya terdiri dari 41 desa. Kelima buah mobil tersebut beroperasi dari Perpustakaan Daerah Sumatera Utara dan akan kembali setelah operasi dilakukan.

Pada tahun 1986 mobil Perpustakaan Keliling Pemko Medan ditambah lima unit lagi, yang biayanya berasal dari proyek Pengembangan Perpustakaan Depdikbud Kelima buah unit mobil perpustakaan ini menggunakaan mesin isuzu berjenis Truk, yang dioperasikan di daerah : Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Selatan, Kelima mobil ini dikelola oleh Perpustakaan Umum setempa. Kemudian pada tahun 1991 Perpustakaan Keliling Pemko Medan menerima dua unit mobil bermesin Toyota yang keduanya dioperasikan didaerah; Kabupaten Dairi dan Kotamadya Pematang Siantar. Dua buah mobil terakhir yang diberikan juga di kelola oleh Perpustakaan Umum Setempat.

3.1.1 Visi Perpustakaan Keliling Pemko Medan

Visi yang telah ditetapkan oleh perpustakaan keliling pemko Medan agar tujuan dapat terlaksana degan baik yaitu mewujudkan Perpustakaan yang handal dalam rangka membentuk Masyarakat Kota Medan yang memiliki budaya baca dan cinta buku

3.1.2 Misi Perpustakaan Keliling Pemko Medan

Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, maka perpustakaan keliling Pemko Medan mempunyai misi yaitu:

1. Meningkatkan kuliatas dan kuantitas Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Khusus dan Perpustakaan Masyarakat

2. Mewujudkan masyarakat yang gemar membaca dan mencintai buku 3. Meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap keberadaan

Perpustakaan

3.2 Tujuan, Fungsi dan Tugas Perpustakaan Keliling Pemko Medan 3.2.1 Tujuan Perpustakaan Keliling Pemko Medan

Tujuan pokok yang ingin dicapai kantor perpustakaan kota Medan yaitu melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan urusan pemerintah daerah di bidang Perpustakaan.

3.2.2 Fungsi Perpustakaan Keliling Pemko Medan

Untuk mencapai tujuan yang sempurna perpustakaan harus mampu melakukan fungsinya dengan baik, adapun fungsi perpustakaan keliling Pemko Medan adalah:

1. Perumusan kebijakan teknis dibidang perpustakaan

2. Pemberian dukungan atas penyelenggara pemerintah daerah dibidang perpustakaan

3. Pembinaan dan pelaksaan tugas dibidang perpustakaan

3.2.3 Tugas Perpustakaan Keliling Pemko Medan

Untuk mencapai tujuan dan fungsinya dengai baik, perpustakaan keliling Pemko Medan mempunyai tugas yang harus dilaksanakan yaitu:

1. Memberikan layanan secara gratis kepada masyarakat. 2. Meningkatkan sarana dan prasarana perpustakaan. 3. Menyediakan koleksi bahan pustaka perpustakaan.

5. Memberikan layanan kepada masyarakat dan sekolah – sekolah dipinggiran kota Medan melalui unit mobil perpustakaan keliling. 6. Memberikan layanan terpadu bagi perpustakaan sekolah

7. Memberikan pembinaan dan koordinasi kepada perpustakaan – perpustakaan yang berada di kota medan.

8. Memberikan stimulan untuk mendorong perkembangan perpustakaan di masyarakat.

9. Memberikan permasyarakatan minat baca di masyarakat.

3.2.4 Struktur Organisasi

Pada umumnya perpustakaan atau instansi manapun mempunyai struktur organisasi yang jelas. Dengan adanya struktur organisasi semua pegawai mengetahui kedududkan dan tanggung jawab masing-masing dan kepada siapa mereka harus mempertanggungjawabkan pekerjaan atau tugas yang mereka laksanakan, karena kelancaran suatu pekerjaan sebagian besar bergantung pada peraturan dan pembagian tugas dalam instansi tersebut. Adapun struktur organisasi perpustakaan umum Pemko Medan adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Struktur organisasi perpustakaan umum Kota Medan.

Struktur organisasi perpustakaan umum Kota Medan berdasarkan tugasnya masing-masing adalah:   KEPALA PERPUSTAKAAN  SEKSI PEMBINAAN  TEKNIS  PERPUSTAKAAN  SEKSI  PENGEMBANGAN  DAN PENGOLAHAN  SUB BAGIAN   TATA USAHA  KELOMPOK JABATAN  FUNGSIONAL  SEKSI  PELAYANAN  KEPUSTAKAWAN

1. Kepala perpustakaan

a. Membuat rencana strategis bagi pengembangan perpustakaan b. M dana bagi pelaksanaan kerja tim

c. Membuat langkah-langkah kebijakan atau policy untuk mewujudkan rencana pengembangan perpustakaan d. Mempertanggungjawabkan kebijakan yang telah diambil e. Membuat laporan kepada rector

f. Mengidentifikasi permasalahan dan membuat langkah-langkah pemecahan masalah

g. Melaksanakan pekerjaan sesuai perintah atasan 2. Kasubbag tata usaha

a. Menyiapkan bahan penyusunan konsep rencana dan program kerja perpustakaan

b. Melakukan urusan rumah tangga perpustakaan c. Melakukan administrasi kepegawaian

d. Melakukan urusan administrasi keuangan e. Melakukan kearsipan dan persuratan 3. Kasi pengembangan koleksi

a.Pelaksanaan pengembangan koleksi dan pengolahan bahan pustaka b.Pelaksanaan distribusi dan tukar-menukar bahan pustaka

4. Kasi pembinaan teknis perpustakaan

a.Memastikan bahwa tugas di pelayanan teknis berjalan lancer b. Membuat rencana untuk menerapkan full otomasi perpustakan c. Membuat job deskripsi para kour. di bidangnya

d. Mengevaluasi kinerja staf di bidangnya

e.Mempertanggungjawabkan pelayanan umum kepada kepala perpustakaan

f. Koordinasi dengan kobid. pelayanan umum 5. Kasi pelayanan kepustakawanan

a.Memastikan bahwa tugas di pelayanan umum berjalan lancer b.Membuat rencana untuk menerapkan full otomasi perpustakan c.Membuat job deskripsi para kour. di bidangnya

d. Mengevaluasi kinerja staf di bidangnya

e.Mempertanggungjawabkan pelayanan umum kepada kepala perpustakaan

f. Koordinasi dengan kobid. pelayanan teknis

Data pegawai /staf yang ada pada kantor Perpustakaan Umum Pemko Medan adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Data pegawai perpustakaan umum Pemko Medan

No. NAMA JABATAN

1. ZULKARNAEN, SH Kepala Kantor

2. UMAR TAUFIK LUBIS, SE Kasubbag Tata Usaha 3. Dra. ROHANI Kasi Pengembangan Koleksi 4. SYARIFAH HURIAH, SH Kasi Pembinaan Teknis

Perpustakaan

5. ARRIANI YUSRA, SE Kasi Pelayanan Kepustakaan

Pada struktur perpustakaan umum Kota Medan, perpustakaan keliling masih belum jelas kedudukannya. Untuk sementara waktu Perpustakaan Keliling ditempatkan dibawah seksi LPI (layanan Pustaka dan Informasi). Untuk memperoleh gambaran yang jelas, dapat dilihat pada struktur organisasi di bawah ini.

Gambar 2. Layanan pustaka dan informasi

Jumlah pegawai yang ikut serta dalam melakukan pelayanan perpustakaan keliling Pemko Medan berjumlah empat orang yaitu:

1. Koordinator perpustakaan keliling: 1 orang

2. Pustakawan : 3 orang

3.3 Koleksi

Berdasarkan buku Panduan Penyelenggara Perpustakaan Keliling yang diterbitkan oleh perpustakaan Nasional RI, perpustakaan yang baik minimal memiliki 1000 judul koleksi, yang terdiri dari 2.500 eksemplar. Sedangkan koleksi perpustakaan keliling pemerintah kota medan saat ini telah memiliki 5.400 judul buku, yang terdiri dari 15.661 eksemplar. Dengan perbandingan ini berarti

LPI

SUPIR  PUSTAKAWAN 

koleksi yang disediakan oleh Perpustakaan Keliling Pemerintah kota Medan sudah memadai.

Tabel 2. Koleksi Perpustakaan Keliling Pemko Medan

No. KELOMPOK DISIPLIN

ILMU JUDUL EKSEMPLAR

1. 000 KARYA UMUM 484 1449 2. 100 FILSAFAT 570 1551 3. 200 AGAMA 471 1381 4. 300 ILMU SOSIAL 523 1497 5. 400 BAHASA 525 1461 6. 500 ILMU MURNI 620 1491 7. 600 TEKNOLOGI 902 2291 8. 700 KESENIAN 448 997 9. 800 KESUSASTRAAN 615 1741 10. 900 SEJARAH 240 851

11. FIKSI, NON FIKSI 951

JUMLAH 5.400 15.661

3.4 Anggaran Operasional Perpustakaan Keliling Pemko Medan

Anggaran adalah unsur utama untuk menjalankan perpustakaan tanpa anggaran perpustakaan tidak mungkin dapat berjalan dengan baik meskipun sistemnya bagus dan pustakawannya bermutu. Maka semua pustakawan harus mau dan mampu ikut ambil bagian dalam perencanaan biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan suatu perpustakaan, paling tidak untuk keperluan satu tahun. Setiap perpustakaan harus membuat rencana anggaran dan mengajukannya kepada lembaga lain yang berkewajiban untuk memberi anggaran kepada perpustakaan. Perpustakaan Pemko Medan menerima dana sebesar

Rp. 79.030.000,- dari APBD.

3.5Sarana dan Prasarana Perpustakaan Keliling Pemko Medan

Pada dasarnya Perpustakaaan keliling memerlukan kendaraan untuk mengangkut bahan pustaka ke rute-rute yang telah ditentukan sebelumnya. Pada umumnya kendaraan yang digunakan biasanya kendaraan beroda empat seperti mobil, namun Perpustakaan Keliling dibutuhkan kendaraan yang mempunyai

ruang yang cukup luas untuk biasa membuat bahan pustaka yang akan dilayankan kepada pengguna nantinya.

Perlengkapan perpustakaan keliling merupakan sarana dan alat untuk mencapai tujuan perpustakaan keliling perlengkapan perpustakaan keliling merupakan barang-barang untuk kebutuhan kerja,pelayanan dan penyimpanan barang-barang perpustakaan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan perpustakaan keliling. Perlengkapan Perpustakaan Keliling Pemko Medan adalah sebagai berikut 

1. 2 buah Mobil Keliling

2. 4 buah kursi biasa

3. 2 rak buku yang disusun didalam mobil keliling 4. 1 meja untuk petugas sirkulasi,

5. kipas, ac, tv, av, speaker, dvd, kulkas, toa . 3.6 Pelayanan

Sebagaimana telah diketahui bahwa pelayanan mempunyai peranan penting dalam penyebaran informasi karena titik layanan merupakan kegiatan peredaran bahan pustaka, oleh karena itu dalam melayani masyarakat pengguna terlebih dahulu petugas perpustakaan keliling memeriksa keadaan mobil, menyusun koleksi, mempersiapkan alat-alat administrasi dan lain-lain yang dianggap perlu. Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan maka pada jam 09.00 wib, mobil perpustakaan keliling berangkat menuju pos pelayanan yang telah ditentukan.

3.6.1 Sistem Pelayanan

Setiap perpustakaan dalam menyelenggarakan pelayanan harus menentukan sistem yang dianggap sesuai dengan tujuan perpustakaan dan juga penggunanya. Pelayanan pengguna dapat dilakukan dengan dua sistem yaitu system layanan terbuka (open access ) dan sistem layanan tertutup (close access ).

Sistem layanan yang digunakan pada Perpustakaan Keliling Pemko Medan adalah system layanan terbuka (open access ) dimana pengguna dapat mencari bahan pustaka secara langsung pada rak-rak buku tanpa perantara.

3.6.2 Jenis Layanan

Layanan yang digunakan oleh Perpustakaan Keliling Pemko Medan adalah layanan sirkulasi dan layanan baca.

3.6.2.1 Pelayanan Sirkulasi

Sebagaimana telah diketahui bahwa layanan sirkulasi merupakan ujung tombak dari sebuah perpustakaan. Demikian juga layanan sirkulasi pada Perpustakaan Keliling Kota Medan, layanan sirkulasi perpustakaan mempunyai peranan penting dalam penyebaran informasi karena titik layanan merupakan pusat peredaran bahan pustaka.

Adapun tugas pelayanan sirkulasi yang dilakukan pada Perpustakaan

Keliling Kota Medan meliputi:

1. Keanggotaan

Anggota Perpustakaan Keliling Kota Medan terdiri dari berbagai masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa tanpa memandang status sosialnya di dalam masyarakat.Untuk menjadi anggota Perpustakaan Keliling ini, tidak hanya banyak menuntut persyaratan yang memberatkan calon anggota. Asalkan saja calon anggota tersebut melek huruf dan warga daerah layanan Perpustakaan Keliling. Walaupun demikian, setiap calon anggota yang ingin mendaftar perlu memenuhi persyaratan, yaitu :

1. Mematuhi peraturan-peraturan Perpustakaan Umum Kota Medan. 2. Mengembalikan buku yang dipinjam tepat pada waktunya.

3. Menjaga dan memelihara dengan baik buku yang dipinjam.

4. Membayar atau mengganti dengan buku yang sama apabila buku yang dipinjam rusak atau hilang

5. Buku yang telambat dikembalikan si peminjam (anggota) dengan batas waktu yang ditentukan dikenakan sanksi dengan memberikan peringatan pertama, kedua dan ketiga dan apabiala hal tersebut tidak diindahkan maka keanggotaannya dicabut dan dapat menjadi anggota kembali dengan waktu + 1 (satu) tahun setelah mendapatkan pertimbangan dari Kepala Perpustakaan Umum.

6. Jangka waktu peminjaman selama 14 ( empat belas) hari dan dapat diperpanjang 7 hari lagi dengan terlebih dahulu memberi tahu petugas pelayanan umum sebelum masa peminjaman berakhir.

7. Maksimal buku yang dapat dipinjam sebanyak 3 (tiga) eksemplar. 8. Pas foto ukuran 2 x 3 cm sebanyak 1 (satu) lembar.

9. Kartu pelajar/KTP terlampir (KTM Kota Medan).

Setelah memenuhi persyaratan diatas maka calon anggota diberi kartu tanda anggota perpustakaan secara cuma-cuma. Kemudian dapat meminjam sebagaimana layaknya anggota yang lain. Menurut pengamatan penulis, pada umumnya anggota Perpustakaan Keliling Kota Medan adalah pelajar. Hal ini disebabkan oleh karena faktor-faktor sebagai berikut :

1. Mobil Perpustakaan Keliling cenderung berpos disekitar gedung sekolah 2. Tidak berfungsinya Perpustakaan Sekolah di daerah tersebut.

2. Peminjaman

Sesuai dengan sistem layanan yang dilaksanankan Perpustakaan Keliling Kota Medan sistem pelayanan terbuka maka pengguna dapat mengambil sendiri buku yang dibutuhkan kejajaran koleksi. Apabila anggota ingin meminjam bahan pustaka, mereka harus menunjukkan kartu anggota yang masih berlaku kepada petugas perpustakaan. Adapun syarat peminjaman buku pada Perpustakaan Keliling Kota Medan adalah sebagai berikut:

1. Setiap pengguna berhak meminjam 1 judul buku.

2. Lama waktu peminjaman dua menggu dan dapat diperpanjang sekali selama satu minggu.

3. Buku yang terlambat dikembalikan maka pengguna diberi peringatan apabila peringatan tersebut tidak diindahkan oleh pengguna tersebut maka sebagai sanksinya peminjaman tidak dibenarkan lagi meminjam bahan pustaka untuk sementara waktu.

Adapun prosedur peminjaman

1. Peminjam melapor terlebih dahulu kepada petugas 2. Peminjaman dapat mencari langsung kerak

3. Setelah menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan kemudian membawanya kebagian sirkulasi guna melakukan transaksi peminjaman.

4. Petugas melakukan transaksi sebagai berikut :

1. Pengguna menyerahkan kartu tanda anggota dan buku kepada tugas sirkulasi.

2. Petugas memeriksa kartu untuk memastikan apakah kartu tanda anggota masih berlaku.

3. Petugas mencatat data buku denagn sistem manual.

4. Petugas men- stempel buku dan tanggal pengembalian buku. 3. Pengembalian

Setelah jangka waktu yang ditentukan telah selesai maka anggota perpustakaan harus mengembalikan buku tersebut kepada petugas sirkulasi.

Adapun prosedur pengembalian bahan pustaka pada Perpustakaan Keliling Kota Medan adalah sebagai berikut

1. Peminjam menyerahkan buku yang dipinjam kepada petugas. 2. Petugas memeriksa buku, apakah buku tersebut dalam kondisi baik

atau keadaan rusak

3. Petugas memeriksa batas akhir pengembalian, untuk memastikan buku terlambat atau belum.

4. Petugas menerima buku dari pengguna. 5. Petugas menyimpan buku ke rak.

6. Kartu buku kemudian dimasukkan kembali kekantong buku, sedangkan kartu anggota diikembalikan kepada peminjam.

4. Perpanjangan waktu pinjaman

Perpanjangan bahan pustaka dapat dilakukan sebanyak satu kali.Jangka waktu perpanjangan sampai tujuh hari lagi. Dalam proses perpanjangan petugas hanya mencatat tanggal kembali pada buku peminjaman dan kartu buku.

5. Penagihan pinjaman yang terlambat dikembalikan

Penangihan bahan pustaka yang dilakukan oleh Perpustakaan Keliling adalah kepada anggota atau pengguna yang meminjam bahan pustaka setelah batas waktu pengembalian yang ditentukan sudah lewat/terlambat dan bahan pustaka tersebut belum juga dikembalikan.

Dalam hal ini petugas akan memeriksa keterlambatan pengembalian bahan pustaka dan melakukan tindakan penagihan kepada pengguna yang meminjam buku dengan via telepon/sms agar segera mengembalikan bahan pustaka.

6. Sanksi

Masalah sanksi keterlambatan ini sengaja diberi kelonggaran mengingat pada umumnya penduduk membutuhkan waktu satu harian penuh untuk bekerja, sehingga kadang-kadang tidak sempat mengembalikan bahan pustaka tepat pada waktunya. Mengingat hal tersebut maka petugas Perpustakaan Keliling sengaja tidak memberikan sanksi berupa uang. Sebagai sanksinya, mereka tidak dibenarkan meminjam untuk sementara waktu.

Menurut penulis, tindakan yang diambil oleh petugas Perpustakaan Keliling Kota Medan dalam mengenakan sanksi keterlambatan kepada anggota sangatlah bijaksana. Karena pada dasarnya pengenaan sanksi berupa uang akan menurunkan minat baca pengguna.

3.6.2.2 Layanan Baca

Pada Perpustakaan Keliling Pemko Medan selain meminjamkan bahan pustaka, perpustakaan keliling menyediakan layanan baca anak-anak balita dan anak-anak usia 12 tahun. Mereka diarahkan untuk mengembangkan imajinasi, meningkatkan minat baca, dan gemar belajar serta rekreasi yang mendidik.

3.6.2.3 Pelayanan Pemutaran Film

Seperti yang telah diungkapkan didalam uraian teoritis sebelumnya, jenis layanan pemutaran film merupakan jenis layanan yang paling digemari dan merupakan sarana yang paling efektif untuk menyampaikan pesan-pesan dan promosi perpustakaan.

Walaupun layanan pemutaran film saat ini belum dilakukan namun untuk masa-masa mendatang layanan ini perlu diadakan. Mengingat perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat yang selalu menuntut masyarakat untuk harus mengikuti sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Untuk melakukan pemutaran film, memang memerlukan dana yang cukup besar. Namun hal ini tidak mutlak untuk menjadikan alasan. Jika permasalahannya terbentur pada dana, maka perpustakaan induk dapat bekerja sama dengan Pemda.

3.6.2.4 Pelayanan Bercerita

Dengan semakin cepatnya perkembangan dan ilmu teknologi informasi disegala bidang, maka masyarakat menuntut perlu adanya diverifikasi dalam layanan Perpustkaan Keliling. Bukan saja dalam hal peminjaman bahan pustaka, namun lebih dari itu. Mengingat layanan yang diberikan Perpustakaan Keliling bersifat umum, dengan tidak memandang tingkat sosial, ekonomi dan usia di dalam masyarakat, perlu kiranya pelayanan perpustakaan keliling diberikan kepada anak-anak prasekolah, yang memerlukan bagian dari pada masyarakat umum. Oleh karena anak-anak prasekolah pada dasarnya belum dapat menggunakan koleksi semestinya, maka perlu diberi pelayanan khusus disamping layanan pustaka, yaitu pembacaan cerita (Story Telling).

Tujuan utama dilakukan pembacaan cerita ini adalah untuk menumbuhkan minat baca anak sedini mungkin. Walaupun layanan ini lebih sering dilakukan oleh Perputakaan Umum, namun tidak tertutup kemungkinan bagi Perpustakaan Keliling untuk melakukan hal yang sama.

Oleh karena sasaran pembacaan cerita lebih ditekankan kepada anak-anak, sebaiknya jumlah pendengar dibatasi antara 20-25 orang anak, supaya pembaca cerita lebih efektif dan teratur, sebab jika jumlah pendengar terlalu banyak dapat menggangu konsentrasi pembaca dan pendengar cerita.

Tekhnik pembacaan cerita sama dengan yang dilakukan oleh Perpustakaan Umum. Dalam hal ini yang perlu dipersiapkan adalah pembaca cerita yang terampil, materi cerita dan tempat pembacaan cerita. Pembacaan cerita sebaiknya banyak mengetahui cerita rakyat setempat, pandai berdongeng pembacaan cerita banyak didengarkan oleh anak-anak, hendaknyak pembacaan cerita dilakukan disekitar Sekolah Taman Kanak-Kanak.

3.7 Tempat Layanan

Tempat layanan perpustakaan keliling pada dasarnya tidak hanya di unit keliling saja. Tempat layanan perpustakaan keliling sangat bergantung pada jenis layanan yang diberikan oleh masing-masing perpustakaan keliling yang bersangkutan, tempat layanan dapat saja dilakukan diruangan khusus yang disediakan oleh masyarakat setempat, seperti balai desa, sekolah atau pos RT/RW atau lapangan terbuka dengan menyediakan tenda dan kursi-kursi baca yang penting layanan tersebut diatur dan ditata rapi dan menarik supaya pengunjung suka berkunjung ke unit mobil perpustakaan keliling. Sedangkan tempat layanan yang dikunjungi Perpustakaan Keliling Pemerintah Kota Medan adalah sekolah dan pasar.

Dengan perbandingan ini berarti tempat layanan yang dikunjungi Perpustakaan Keliling Kota Medan belum memadai.

Tabel 3. Rute Perjalanan Perpustakaan Keliling setiap Senin s/d Jum’at sebagai berikut

Hari Pos Pemberhentian Daerah

Senin

- SMPN 17 - SMP ASISI

- PASAR TITI KUNING

- MEDAN TEMBUNG - MEDAN SELAYANG - MEDAN JOHOR Selasa - SMPN 20 - PASAR HALAT - SMP/SMA KARAKATAU - MEDAN MARELAN - MEDAN AREA - MEDAN TIMUR Rabu - TAMAN SISWA - SMPN 44

- PASAR TITI PAPAN

- MEDAN SELAYANG - MEDAN LABUHAN - MEDAN DELI Kamis

- SMP ALWASHLIYAH 30 - PESANTREN DARUL HIKMAH TELADAN

- MEDAN MARELAN - MEDAN KOTA - MEDAN TEMBUNG

Jum’at - PASAR AKSARA

3.7.1 Waktu Layanan

Berdasarkan buku Layanan Perpustakaan Keliling yang diterbitkan oleh Ikatan Pustakawan Indonesia. Secara ideal waktu layanan perpustakaan keliling perlu dilakukan dua shift perhari, yaitu shift pagi antara pukul 09.00 – 11.30 dan shift siang antara pukul 11.30 – 14.30. Sedangkan waktu layanan Perpustakaan Keliling Pemerintah Kota Medan hanya dilakukan satu shift yaitu shift pagi saja antara pukul 09.00 – 12.00.

Dengan perbandingan ini waktu layanan Perpustakaan Keliling Pemerintah Kota Medan belum memadai.

Dokumen terkait