• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Publik Yang Prima

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Bukittinggi, 2 Januari 2018 (Halaman 23-28)

1. Akreditasi Penjaminan Mutu

Pengadilan Negeri Bukittinggi merupakan Pilot Project Akreditasi Penjaminan Mutu Badan peradilan Umum untuk wilayah hukum Pengadilan Tinggi

Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Bukittinggi 2017 20 Padang tahun 2016. Mengawali kegiatan Akreditasi Penjaminan Mutu Badan Peradilan Umum pada Pengadilan Negeri Bukittinggi telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi tentang Akreditasi Penjaminan Mutu oleh Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Tinggi Padang. Pengadilan Negeri Bukittinggi dipilih sebagai Pilot Project Akreditasi Penjaminan Mutu karena pada tahun 2014 Pengadilan Negeri Bukittinggi pernah mendapat Piagam Penghargaan Adhi DANDAPALA sebagai Terbaik III atas prestasinya dalam Peningkatan Kinerja Pengadilan oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Bapak Herri Swantoro. Kegiatan pertama yang harus dilaksanakan Pengadilan Negeri Bukittingi dalam melaksanakan Akreditasi Penjaminan Mutu adalah membentuk Tim Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri Bukittingi dengan Surat Keputusan Ketua, kemudian dilaksanakan pembuatan dokumen Standar Pelayanan Mutu APM meliputi keseluruhan proses pelayanan yang menjadi tugas pokok dan fungsi seluruh unit di Pengadilan Negeri Bukitinggi, sebagai berikut:

a. Manajemen Peradilan b. Administrasi perkara c. Administrasi persidangan d. Administrasi Umum e. Pelayanan Publik f. Pengelolaan Kas

g. Pengadaan Barang dan Jasa h. Pengawasan

Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Bukittinggi 2017 21 i. Penanganan Pengaduan

Setelah semua kegiatan persiapan pelaksanaan Akreditasi Penjaminan Mutu selesai, dilakukan penataan sebagaimana yang telah dituangkan dalam dokumen Akreditasi Penjaminan Mutu, baik fisik kantor maupun pelayanan.

Penyerahan dokumen APM ke Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum, sekaligus permintaan untuk dilakukan Audit APM oleh TAPM Badilum. Sebelum pelaksanaan Audit oleh TAPM Badilum, terlebih dahulu dilakukan aksistensi oleh Tim dari Badilum sebagai pra akreditasi. Audit oleh Tim Akreditasi Badan Peradilan Umum dilaksanakan pada tanggal 25 April 2017 s.d 26 April 2017, meliputi Dokumen APM dan Kondisi kantor.

Setelah menunggu ± 3 (tiga) bulan, hasil Audit Akreditasi Penjaminan Mutu diumumkan oleh Badan Peradilan Umum pada tanggal 24 Juli 2017 di Banyuwangi, sekaligus penyerahan sertifikat Akreditasi Penjaminan Mutu oleh Ketua Mahkamah Agung RI Bapak M. Hatta Ali dengan Nomor Sertifikat TAPM.020/QMR/SERTIFIKAT/7/2017. Pada penyerahan sertifikat Akreditasi Penjaminan Mutu Badan Peradilan Umum, Pengadilan Negeri Bukittingi lolos sebagai Peringkat 4 (empat) untuk Tingkat Pengadilan Negeri Kelas IB se-Indonesia, dan peringkat 1 (satu) untuk Tingkat Sumatera Barat.

Sesuai dengan sertifikat TAPM, Pengadilan Negeri Bukittinggi akan diaudit setiap 6 (enam) bulan sekali dengan jadwal sebagai berikut:

a. Januari 2018 b. Juli 2018 c. Januari 2019

Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Bukittinggi 2017 22 d. Juli 2019

e. Januari 2020 f. Juli 2010 2. Posbakum

Posbakum Pengadilan adalah layanan yang dibentuk oleh dan ada pada setiap Pengadilan tingkat pertama untuk memberikan layanan hukum berupa informasi, konsultasi, dan advis hukum, serta pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Kekuasaan Kehakiman, Peradilan Umum, Peradilan Agama, dan Peradilan Tata Usaha Negara.

Untuk tahun anggaran 2017, pelaksanaan Posbakum Pengadilan Negeri Bukittinggi menjalin perjanjian kerjasama perseorangan dengan Advokad Fan Hamel Sianturi, S.H. dengan nilai anggaran sejumlah Rp. 24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah) berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Nomor W3.U2/01/KU/2017 tanggal 10 Januari 2017. Kerja sama perseorangan dilaksanakan karena pada wilayah hukum Pengadilan Negeri Bukittinggi tidak ada Lembaga Pemberi Layanan Hukum sebagaimana yang dipersyaratkan oleh Pasal 24 ayat (3) Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum Bagi Masyarakat Tidak Mampu di Pengadilan.

3. Sidang Keliling/ Pelayanan Terpadu

Sidang di luar Gedung Pengadilan adalah sidang yang dilaksanakan secara tetap, berkala atau sewaktu-waktu oleh Pengadilan di suatu tempat yang ada di

Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Bukittinggi 2017 23 dalam wilayah hukumnya tetapi di luar tempat kedudukan gedung Pengadilan dalam bentuk Sidang Keliling atau Sidang di Tempat Sidang Tetap.

Pada DIPA 03 Pengadilan Negeri Bukitinggi untuk Tahun Anggaran 2017, tidak mendapat anggaran untuk sidang keliling.

4. Perkara Prodeo

Layanan Pembebasan Biaya Perkara adalah Negara menanggung biaya proses berperkara di Pengadilan sehingga setiap orang atau sekelompok orang yang tidak mampu secara ekonomi dapat berperkara secara cuma-cuma.

Tahun anggaran 2017 Pengadilan Negeri Bukittinggi mendapatkan anggaran pembebasan biaya perkara (Biaya Prodeo) untuk 2 (dua) perkara dengan nilai anggaran sebesar Rp. 1.460.000,00 (satu juta empat ratus enam puluh ribu rupiah).

Anggaran tersebut tidak dapat dijalankan/ tidak terserap karena tidak ada perkara prodeo yang masuk ke Pengadilan Negeri Bukittinggi selama tahun anggaran 2017.

Sosialisai mengenai Pembebasan Biaya Perkara dan Posbakum telah dilaksanakan melalui pengumuman, spanduk, liflet, banner, website Pengadilan Negeri Bukittinggi, serta melalui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah oleh Ketua Pengadilan Negeri Bukittinggi.

Laporan Tahunan Pengadilan Negeri Bukittinggi 2017 24 A. Sumber Daya Manusia

Suatu organisai yang baik tentunya didukung oleh sumber daya manusia yang terampil, yaitu adanya kesesuaian antara pendidikan dengan pekerjaan yang dijalankannya, sehingga istilah The right man on the right place, sangat menentukan maju mundurnya suatu organisasi. Sebagai organisasi yang tupoksinya di bidang hukum dan peradilan tentunya lebih dominan oleh SDM yang berpendidikan hukum dan ilmu penunjang lainnya.

Sumber daya manusia teknis yudisial pendidikan peradilan merupakan suatu komponen dalam pengembangan peradilan. Pengembangan kapasitas yang terkait dalam proses penyelesaian perkara memastikan pemberian pelayanan peradilan yang tidak memihak dan efisien. Hasil akhir dari program Sumber daya manusia peradilan adalah meningkatkan layanan bagi masyarakat yang diberikan oleh personel yang berkompeten, efisien, efektif, kinerjanya menarik kepercayaan dan rasa hormat masyarakat yang dilayaninya. Ini akan menghasilkan sistem peradilan yang berfungsi dengan baik. Sumber daya manusia yang memadai akan menciptakan kinerja yang baik dalam melaksanakan setiap tantangan kerja yang dihadapi, begitu juga pada Pengadilan Negeri Bukittinggi selalu berusaha meningkatkan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan teknik yudisial serta di tunjang dan di dukung oleh sarana dan pra sarana yang juga memadai, serta sumber daya manusia yang berkualitas dan kuantitasnya mencukupi.

Keadaan sumber daya manusia yang ada di Pengadilan Negeri Bukittinggi dapat digambarkan dalam matrik berikut ini:

BAB III

Dalam dokumen KATA PENGANTAR. Bukittinggi, 2 Januari 2018 (Halaman 23-28)

Dokumen terkait