• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA DATA

5.4. Pelayanan yang Ramah

Manager juga selalu berupaya untuk mengingatkan pegawainya agar

bekerja sesuai dengan prosedur yang telah dibuat, karena prosedur tersebut dibuat

untuk memudahkan kerja dari petugas sendiri. Jadi prosedur tidak hanya untuk

memudahkan pelanggan tapi juga untuk memudahkan para pegawai dalam

melaksanakan tugas/pekerjaannya.

Jadi pelanggan sudah mendapatkan pelayanan yang mudah saat membayar

rekening, mereka hampir tidak pernah mendapatkan kesulitan atau dipersulit saat

membayar rekening, ketika mereka kesulitan, petugas selalu membantu dan

menjawab pertanyaan mereka.

5.4. Pelayanan yang Ramah

Sudah menjadi keharusan bila seorang pedagang bersikap ramah terhadap

pembelinya. Disamping pepatah bahwa pembeli adalah raja, pedagang juga harus

membuat calon pembeli tertarik untuk membeli dan puas akan pelayanan yang

89 atau sekelompok orang yang akan dilayani, maka pedagang dalam hal ini adalah

petugas pelayanan harus memenuhi empat persyaratan pokok yakni:

1. tingkah laku yang sopan,

2. cara penyampaian yang bisa atau mudah ditanggap oleh penerima layanan,

3. waktu penyampaian yang tepat , dan

4. keramahtamahan.

Tingkah laku yang sopan sudah menjadi norma masyarakat, bahwa sopan

santun merupakan suatu bentuk penghargaan atau penghormatan kepada orang

lain. Dengan sopan santun orang merasa dihormati dan dihargai sebagai layaknya

dalam hubungan kemanusiaan dan dengan demikian sudah merupakan suatu

kepuasan tersendiri bagi yang bersangkutan. Hal ini menjadi modal utama dan

permulaan yang baik dalam hubungan kepentingan selanjutnya. Suatu permulaan

yang baik biasanya akan memperlancar tindakan berikutnya. Kesopanan dalam

bertingkah laku tidak terbatas pada tindakan saja melainkan ada rangkaian

tuturkata dan tegur sapa.

Seorang pembeli akan merasa ditolak atau tidak diterima kehadirannya

apabila diperlakukan dengan tidak semena-mena. Seorang pembeli akan merasa

senang bila diperhatikan, dan tingkah laku yang sopan menjadi bagian atau bentuk

dari perhatian yang diberikan. Pembeli bersangkutan tidak akan sungkan lagi

untuk kembali datang membeli, bahkan akan membawa temannya untuk ikut

membeli disitu. Pembeli bersangkutan juga akan sabar apabila ada sesuatu hal

yang membuat proses pelayanan tertunda. Hal ini disebabkan adanya kesan positif

90 Cara penyampaian pesan hendaknya memperhatikan prinsip sesuai dengan

ketentuan yang berlaku. Hal ini untuk menghindari penyampaian yang membuat

atau memberi arti keliru terhadap pelanggan. Penyampai pesan harus sesuai

dengan tempatnya serta berada pada waktu yang tepat. Keramahtamahan hanya

bisa disampaikan dengan lisan. Baik itu berhadapan langsung maupun melalui

kontak telepon. Perwujudan keramahtamahan dapat ditandai melalui;

1. Cara pembicaraan yang wajar, dalam arti tidak dibuat-buat,

2. Jelas, sehingga tidak menimbulkan keraguan,

3. Disampaikan dengan hati tulus dan terbuka, dan

4. Gaya bahasa yang sopan dan benar.

Menurut Tjandra dkk (2005:11), pelayanan yang prima adalah pelayanan

yang diberikan dengan ketulusan dan integritas dari si pemberi layanan, dimana

ketulusan dan integritas tersebut bermuara pada hal-hal:

1. Keramahan, kesopanan, perhatian dan persahabatan dengan orang yang

2. menghubunginya.

3. Kredibilitas dalam melayani pelanggan, berpedoman pada prinsip;

ketulusan dan kejujuran dalam menyajikan jasa pelayanan yang sesuai

dengan harapan pelanggan dan sesuai dengan komitmen pelayanan yang

menempatkan pelanggan pada urutan nomor satu.

4. Akses, maksudnya seorang aparatur yang tugasnya melayani pelanggan

mudah dihubungi baik langsung atau tidak langsung.

5. Penampilan fasilitas pelayanan yang dapat mengesankan pelayanan sesuai

91

6. Kemampuan dalam menyajikan pelayanan sesuai dengan keinginan

pelanggan (waktu, biaya, kualitas dan moral).

Dalam melakukan pelayanan kepada pelanggan secara langsung

(pelanggan bertatap muka dengan petugas pelayanan) dibutuhkan sikap pelayanan

yang ramah kepada pelanggan. Sikap yang dimaksud adalah suatu bentuk akal dan

pikiran yang ditunjukkan pada objek tertentu yang seedang dihadapi. Hasil dari

aktivitas tersebut yaitu suatu pilihan atau ketetapan hati terhadap objek itu, baik

itu senang, tidak senang, menerima, menolak, ragu, masa bodoh, curiga dan

sebagainya. Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, sikap merupakan

hal penting dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan. Pencerminan sikap

dan tingkah yang sopan tersebut biasanya bisa dilihat dari berlangsungnya proses

pelayanan yang diberikan oleh organisasi yang bergerak di bidang jasa pelayanan

kepada pelanggan.

Seseorang akan merasa diperhatikan apabila mendapat keramahan dari

petugas dalam bentuk tegur sapa. Hal itu akan menjadi awal yang baik dalam

proses pelayanan selanjutnya. Pelanggan yang mungkin sedang kecewa terhadap

pelayanan PLN dan ingin melampiaskan amarahnya kepada petugas akan sedikit

mereda karena perlakuan petugas yang ramah dan sopan, hatinya yang sedang

panas disejukkan oleh perlakuan ramah dan sopan dari petugas pelayanan.

Standar dalam pelayanan dapat dilihat dari sikap petugas ketika

menghadapi pelanggan antara lain: (1) selalu senyum, (2) selalu tampil dalam

keadaan bersih dan sopan, (3) percaya diri dan ramah, (4) memperhatikan ego

92 konsentrasi dalam melayani, (7) memperlakukan pelanggan dengan hormat dan

sopan, (8) meminta maaf jika ada kesalahan, (9) selalu menepati janji, (10)

konsisten dalam memberikan pelayanan yang baik, (11) pastikan pelanggan puas

dengan pelayanan kita, (12) ucapkan salam pada awal pelayanan, dan (13)

ucapkan terimakasih pada akhir pelayanan. Kualitas pelayanan berhasil dibangun

apabila pelayanan yang diberikan kepada pelanggan mendapatkan pengakuan dari

pihak-pihak yang dilayani. Pengakuan ini tidak hanya dari/ bukan dari

aparatur/petugas tetapi dari customer atau pelanggan. Apakah petugas sudah

menerapkan sikap ramah dan sopan kepada pelanggan atau belum.

Pada kantor PLN Cabang Sibolga Kecamatan Sarudik, bagian pelayanan

rekening, si petugas harus bisa bersikap baik ketika melayani pelanggan, misalnya

memberikan senyuman ketika pelanggan tiba atau berhadapan dengan pelanggan,

bertutur kata sopan sewaktu melayani pelanggan dan selalu mengucapkan terima

kasih pada pelanggan apabila proses pelayanan telah selesai. Dengan melakukan

hal tersebut maka setiap kali pelanggan datang untuk membayar rekening,

pelanggan akan merasa senang bila berjumpa lagi dengan petugas tersebut,

sehingga dia akan memberikan persepsi positif terhadap petugas tersebut, persepsi

positif itu tidak bisa dilepaskan dari organisasi pemberi pelayanan.

Sesuai dengan hasil wawancara dengan masyarakat dan juga petugas

pelayanan rekening. Dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, Manager

Ranting juga mengingatkan agar petugas pelayanan rekening untuk selalu

bersikap ramah dan sopan kepada pelanggan sewaktu melayani pelanggan.

93 komunikasi yang baik dan akrab kepada pelanggan. Petugas juga harus bisa

bertutur kata sopan saat berbicara dengan pelanggan dan selalu menunjukkan

sikap yang baik untuk membantu pelanggan bila pelanggan mengalami kesulitan

sehubungan dengan proses pelayanan/pembayaran rekening maupun pelayanan

lainnya sesuai dengan kemampuan si petugas. Selalu bersikap tenang dan sabar

ketika menghadapi pelanggan yang sedang emosi. Dan tidak lupa agar selalu

mengucapkan terima kasih di saat proses pelayanan telah selesai.

Petugas pelayanan pembayaran rekening mengakui sudah menerapkan

sikap-sikap itu, karena apabila bersikap tidak sopan ada saja pelanggan yang

temperamen dan berani memarahi si petugas bahkan ada yang memaki si petugas.

Petugas selalu berusaha menahan emosi apabila menemukan pelanggan yang

emosiona dan marah-marah, baik itu berkaitan dengan pelayanan yang diberikan

maupun sudah sifat dari si pelanggan yang emosian. Petugas harus memahami

bahwa ada beragam karakter dari pelanggan, jadi petugas dituntut untuk tetap bisa

mengendalikan diri dalam menghadapi keragaman dari pelanggan. Seperti yang

diakui oleh Bapak P. Simangunsong.

Sementara persepsi masyarakat sendiri mengenai sikap petugas saat

melayani pembayaran rekening, memberikan persepsi bahwa petugas sudah

bersikap dengan ramah dan sopan dalam menghadapi dan memberikan pelayanan

kepada pelanggan.

Seperti halnya diakui oleh Bapak Sahlan Siregar, Umur: 25 Tahun,

Pekerjaan Pegawai Negeri Sipil (PNS);

”saat saya datang untuk membayar rekening listrik, biasanya petugas menyapa saya dengan ramah dan berkata dengan sopan. Petugas melayani saya

94 dengan cepat, karena masih banyak pelanggan yang antri di belakang saya, sehingga petugas tidak bisa berlama-lama melayani atau berhadapan dengan pelanggan, namun walaupun begitu petugas tidak pernah mengabaikan dan bersikap tidak sopan kepada para pelanggan.”

Petugas memperlakukan pelanggan dengan baik dan menunjukkan sikap

bersahabat sehingga terjalin sikap akrab antara petugas dan pelanggan, sikap

bersahabat itu tidak terlepas dari sikap ramah yang ditunjukkan oleh petugas. Hal

ini diakui oleh Bapak P. Simangunsong, Umur 41 Tahun, sebagai Staf Pelayanan

Pembayaran Rekening mengatakan;

”dalam waktu melayani pelanggan biasanya pelanggan langsung memasang wajah kecewa apabila mereka harus menunggu lama, dan kadang ada saja pelanggan yang marah-marah kalau pelayanan saya lambat, apalagi bila ada kekeliruan. Bahkan bisa di maki kalau bersikap tidak sopan dan ramah. Disamping tuntutan pelayanan, hal tersebut diatas membuat para pegawai PLN yang bertugas untuk selalu ramah dan sopan dalam melayani, dan juga saya harus cepat dan tepat dalam melayani”

Dari analisa diatas bisa dilihat bahwa pelayanan yang ramah telah

dijalankan oleh petugas dan telah berjalan dengan baik. Petugas sudah berusaha

untuk tetap bersikap ramah dan sopan kepada semua pelanggan, dan pelanggan

memberikan respon positif terhadap perilaku ramah dan sopan si petugas, ini

ditunjukkan dengan terjalinnya sikap akrab antara petugas dan pelanggan.

Keramahan petugas selalu ditanggapi positif oleh pelanggan, hal ini dibuktikan

dengan membalas salam dan senyum dari si petugas. Jadi bisa dilihat bahwa

Manager mampu mengarahkan pegawainya untuk menjalankan pelayanan yang

ramah dan si pegawai juga telah berhasil menerapkan perilaku ramah dan sopan

dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Dimana sikap ramah dan sopan

itu bertujuan untuk memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan

95 5.5. Pelayanan Gratis

Dukungan kepada pelanggan dapat bermakna suatu bentuk pelayanan yang

memberikan kepuasan bagi pelanggannya, selalu dekat dengan pelanggannya,

sehingga kesan yang menyenangkan senantiasa diingat oleh para pelanggannya.

Bahwa pelayanan merupakan usaha apa saja yang mempertinggi kepuasan

pelanggan. Selain itu membangun kesan yang dapat memberikan citra positif

dimata pelanggan karena jasa pelayanan yang diberikan dengan biaya yang

terkendali/terjangkau bagi pelanggan yang membuat terdorong/termotivasi untuk

bekerja sama/berperan aktif dalam pelaksanaan pelayanan yang prima. Jadi

sehubungan dengan pernyataan diatas, dijelaskan bahwa harga/nilai dari jasa

pelayanan yang dibayarkan harus sesuai dengan jasa yang didapatkan oleh

pelanggan.

Ada nilai yang harus dibayar untuk suatu produk. Suatu nilai yang

dibayarkan harus sesuai dengan kualitas produk yang dihasilkan. Pelayanan

merupakan produk yang diterima masyarakat, sehingga masyarakat harus

membayar untuk produk yang sudah dinikmati yaitu untuk ketersediaan tenaga

listrik. Kewajaran dan kepastian biaya atau nilai yang harus dibayarkan

masyarakat atau pengguna layanan harus sesuai dengan produk yang diterima

tersebut. Artinya nilai yang dibayarkan masyarakat harus sebanding dengan

layanan yang didapat.

Pembayaran yang dilakukan pelanggan terhadap pelayanan atau biaya

yang harus dibayarkan pelanggan terhadap pemberi layanan harus wajar sesuai

96 sehingga tidak terjadi kesalahan di masa mendatang. Disinilah maksud dari

pelayanan gratis yang diutarakan, bahwa memperoleh pelayanan secara wajar

tanpa gerutu atau untaian kata lain yang mengarah pada permintaan sesuatu baik

untuk alasan dinas seperti pembelian kertas, ganti ongkos cetak atau sejenisnya.

Kewajaran biaya pelayanan merupakan dari bentuk pelayanan gratis,

dimana pelanggan hanya membayar jasa/barang yang digunakannya. Jadi yang

menjadi kewajiban pelanggan adalah membayarcjasa yang diterimanya dan

menjalankan haknya yaitu mendapatkan jasa sesuai dengan harga yang telah

dibayarkannya ”Kalau bisa dipersulit untuk apa dipermudah, kalau bisa bayar kenapa diberi gratis”, pepatah ini muncul sebagai bentuk sindiran masyarakat terhadap kinerja birokrasi pelayanan publik. Juga sebagai bentuk ketidakpuasan

masyarakat terhadap pelayanan dan kinerja pelayan publik. Disini masyarakat

memandang bahwa tidak ada pelayanan yang gratis.

Hal ini menjadi rahasia umum, dimana hal-hal seperti ini masih marak

terjadi. Bila seorang ingin mengurus sesuatu pada birokrasi pemerintah, khusus di

beberapa instansi, ada tarif yang harus dikeluarkan oleh penerima layanan bila

urusannya ingin cepat selesai, sedangkan bila tidak membayar tarif yang

dimaksud, pihak instansi akan memperlama proses penyelesaiannya, sehingga si

penerima layanan akan terpancing untuk membayar agar pelayanan nya cepat

selesai. Hal ini sudah sering kita dengar, seperti adanya SIM “tembak”, KTP

”tembak” dan lain sebagainya. Seseorang akan meras dirugikan, dikecewakan,

dibohongi, dan tidak puas apabila harus membayar diluar kewajibannya. Hal ini

97 pegawainya. Citra negatif inilah yang sedang diberantas instansi pemerintah

dengan memperbaharui pelayanan yang ada.

Munculnya perilaku menyimpang dari proses pelayanan tidak bisa kita

pungkiri bahwa itu muncul dari sistem yang dibentuk oleh pemerintah sendiri,

terlepas dari beragam alasan lain mengapa hal seperti itu bisa terjadi. Namun

pemerintah harus tetap menjalankan tugas dan tujuannya yaitu memberikan

pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan dan pelayanan gratis sesuai dengan

yang dimaksudkan terdahulu merupakan bagian dari yang tidak terpisahkan dari

pencapaian tujuan itu.

Dari hasil wawancara dengan pelanggan/masyarakat, pelanggan

mengungkapkan bahwa pelanggan telah mendapatkan pelayanan yang gratis.

Pelanggan membayar sesuai dengan jasa yang dipakai oleh pelanggan.

Pembayaran bersifat wajar karena petugas tidak pernah meminta bayaran rekening

lebih dari jumlah yang tertera di rekening. Petugas juga tidak pernah mengarahkan

atau menunjukkan sikap agar diberi tip/uang terima kasih atas pelayanan yang

diberikannya. Seperti yang dikemukakan oleh Ibu Lisdawati Br. Panggabean,

Umur: 47 Tahun, Pekerjaan Pedagang;

”sewaktu membayar rekening, saya hanya membayar sesuai dengan jumlah yang tertera pada kertas rekening. Petugas juga tidak pernah menambah-nambahi jumlah pembayaran, karena para pelanggan akan melihat jumlah yang harus dibayar sudah tertera pada blangko rekening. Jumlah yang saya bayar juga sudah wajar, karena menurut saya penggunaan listrik saya tidak berbeda dari bulan ke bulan, jadi biasanya biaya rekeningnya sama/tidak jauh berbeda”

Petugas juga sependapat . dengan pelanggan, petugas tidak pernah

98 tidak pernah mengarahkan agar pelanggan memberikan uang lebih kepadanya.

Seperti pengakuan dari Bapak P. Simangunsong, Umur : 41 Tahun, sebagai Staf

Pelayanan Pembayaran Rekening;

”saat pelanggan membayar rekening listrik mereka, saya hanya membebankan biaya rekening sesuai dengan yang tertera pada blangko rekening, saya juga tidak mungkin menambah-nambahi jumlah biaya yang harus mereka bayarkan karena mereka juga bakal melihat berapa biaya yang harus mereka bayarkan. Saya juga tidak pernah meminta uang diluar dari biaya rekening yang harus mereka bayarkan.”

Jadi bisa diketahui bahwa pelayanan yang gratis, dimana yang dimaksud

dengan pelayanan gratis adalah memperoleh pelayanan secara wajar tanpa gerutu

atau untaian kata lain yang mengarah pada permintaan sesuatu baik untuk alasan

dinas seperti pembelian kertas, ganti ongkos cetak atau sejenisnya telah dilakukan

oleh PLN. Artinya bahwa PLN sudah berusah auntuk menerapkan pelayanan yang

gratis kepada pelanggannya.