• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELEMBAGAAN NHA

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 38-43)

A. Isu Strategis Pelembagaan NHA

Pada umumnya para pengambil kebijakan dan stakeholder terkait baik di pusat maupun di daerah belum mengetahui apakah NHA, PHA, dan DHA sudah berjalan atau belum kecuali beberapa orang yang berminat atau memang sudah menerima pelatihan sebelumnya. Sedangkan manfaat dari NHA, PHA, dan DHA tersebut akan terasa terutama dalam hal kebijakan, perencanaan, dan penganggaran dikarenakan data pembiayaan kesehatan dapat tergambar dengan jelas.

Data NHA yang tersedia sekarang ternyata tidak sebanding (komparabel) dengan data internasional, sehingga sulit sebagai perbandingan. Selain itu data NHA yang tersedia juga masih terfragmentasi pada masing-masing institusi sehingga NHA Indonesia belum mampu menghasilkan data/informasi yg lengkap dan komprehensif.

Memperhatikan permasalahan tersebut maka diperlukan suatu proses pelembagaan yang nantinya data NHA, PHA, dan DHA tersebut dapat tersedia, terpercaya dan diperbandingkan, tepat waktu serta berkesinambungan. Dengan demikian maka data NHA tersebut selain dapat digunakan untuk perumusan kebijakan kesehatan, khususnya pembiayaan kesehatan, juga sangat diperlukan dalam perencanaan dan penganggaran kesehatan, baik di pusat maupun di daerah

B. Pengertian Pelembagaan

Pengertian pertama pelembagaan dalam proses pelembagaan NHA adalah upaya untuk menyebarluaskan pemahaman akan arti, manfaat dan kegiatan NHA, khususnya kepada pelaku-pelaku utama dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pembangunan kesehatan. Ini termasuk kalangan internal sektor kesehatan baik di pusat maupun didaerah serta pengambil keputusan diluar sektor kesehatan, terutama pemerintah dan lembaga legislatif (di pusat dan di daerah).

Pengertian kedua adalah pelembagaan dalam arti struktural, yaitu adanya unit tertentu dalam organisasi pemerintah yang mempunyai mandat dan kemampuan untuk melaksanakan atau mengkoordinasikan kegiatan NHA serta melakukan diseminasi hasil NHA.

C. Model kelembagaan

Ada lima yang mencirikan model kelembagaan yang perlu dikembangkan dalam proses pelembagaan NHA, yaitu; 1) tugas dan fungsi lembaga, 2) struktur organisasi, 3) opsi kelembagaan, 4) legitimasi kelembagaan, dan 5) pembiayaan. Kelima kegiatan yang mencirikan model kelembagaan tersebut harus dilakukan sebelum lembaga NHA mulai berjalan atau difungsikan.

1. Tugas dan fungsi lembaga - Tugas pokok dan fungsi :

(a) pengumpulan dan manajemen data, termasuk pengelolaan bank data, (b) analisis dan interpretasi data sesuai format NHA,

(c) produksi dan diseminasi hasil NHA

(d) mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan NHA/PHA dan DHA yang dilakukan oleh berbagai pihak

- Tugas dan fungsi tambahan :

(a) sebagai “clearing house” data/informasi NHA dan DHA, (b) inventarisasi referensi tentang NHA,

(c) memberikan “technical assistance” kepada unit atau lembaga lain yang melakukan Health Account dan

(d) membantu “users” NHA.

- Tugas dan fungsi pengelolaan (manajemen) termasuk (a) membina jejaring kerja sama dengan sumber data dan (b) membina kerja sama dengan para analist NHA.

2. Struktur organisasi :

Tugas dan fungsi seperti disampaikan diatas memerlukan sebuah organisasi yang terdiri dari :

(1) Kepala,

(2) Sekretasis/Tata Usaha, (3) Unit Manajemen Data, (3) Unit analisis dan

(4) Unit dokumentasi dan diseminasi.

Selain itu perlu dibentuk Advisory Group yang terdiri dari wakil-wakil lintas Departemen/Lembaga, termasuk Depkes, Bappenas, Depkeu, Depdagri, BPS, Perusahaan Asuransi Kesehatan, Perguruan Tinggi dan Perorangan (Ahli), dll. Advisory Group memberikan arahan dan bimbingan kepada unit pelaksana NHA tersebut diatas.

3. Opsi kelembagaan

Kegiatan NHA, PHA, DHA perlu dilakukan secara rutin. Oleh sebab itu diperlukan sebuah lembaga yang kuat yang selain mempunyai otoritas dan kapasitas teknis pelaksanaan NHA, juga mempunyai jaringan kerja yang baik dengan instansi-isntansi dalam organisasi pemerintah, perguruan tinggi, LSM dan Swasta, juga memungkinkan mobilisasi dana pemerintah untuk mendukung kegiatan NHA tersebut.

Beberapa kesepakatan Lokakarya berkaitan dengan opsi kelembagaan tersebut adalah sebagai berikut:

- Perlu dibentuk sebuah Pusat yang menangani NHA

- Pusat tersebut sebaiknya berada dalam organisasi Departemen Kesehatan - Karena pembentukan Pusat memerlukan waktu relatif lama, untuk

sementara fungsi-fungsi NHA tersebut diatas dapat dilaksanakan oleh unit yang sudah ada.

- Saran peserta adalah menunjuk Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan (PPJK), dibantu oleh unit-unit lain dan Perguruan Tinggi

4. Legitimasi kelembagaan

Uraian diatas menunjukkan bahwa untuk memantapkan kelembagaan NHA ada 3 (tiga) tahap dalam proses kelembagaan, dengan legitimasi sebagai berikut:

- Tahap-1: Untuk sementara pelaksanaan NHA dapat dilakukan dengan Surat Keputusan Sekjen Depkes

- Tahap-2: Peleburan fungsi NHA pada unit yang ada, yaitu PPJK dilakukan dengan Surat Keputusan Menkes

- Tahap-3: Pembentukan Pusat NHA dalam organisasi Depkes melalui Surat Keputusan Menkes

5. Pembiayaan

Pelembagaan dan pelaksanaan NHA memerlukan pembiayaan. Dalam jangka pendek, persiapan pembentukan pelembagaan NHA dalam bentuk kajian dapat dibiayai dari anggaran Bappenas dan selanjutnya melalui anggaran Depkes (DIPA PPJK).

Untuk pelaksanaan NHA secara rutin, anggarannya dapat dimasukkan dalam DIPA PPJK dan kelak apabila Pusat NHA terbentuk, dibebankan pada DIPA Pusat NHA tersebut.

Selain itu, Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (nanti Pusat NHA) dapat melakukan mobilisasi sumber dana lain (misalnya dari badan internasional: WHO, bantuan bilateral, dll).

Biaya dalam pelembagaan dan pelaksanaan kegiatan NHA terdiri dari unsur-unsur atau elemen sebagai berikut:

(1) Biaya ”start up” (investasi awal dan pengembangan) pelembagaan - Pembentukan ”sub-unit” NHA di PPJK

- Pembentukan Pusat NHA di bawah Menteri Kesehatan (2) Biaya operasional (rutin) lembaga NHA

- Biaya personil sekretariat - Biaya ATK

- Biaya dokumentasi - Biaya diseminasi hasil

(3) Biaya pelaksanaan NHA

- Biaya pengumpulan data (tergantung jenis dan skala kegiatan pengumpulan data)

- Biaya analisis - Biaya publikasi

D. Proses Pelembagaan (Road Map)

Proses pelembagaan NHA tidak bisa dilakukan secara singkat karena membutuhkan komitmen dari semua pihak yang terkait, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Pelembagaan NHA juga terkait langsung kegiatan Health Account yang berada di provinsi (PHA) dan kabupaten/kota (DHA).

Proses pelembagaan NHA dimulai dengan kegiatan sosialisasi dan peningkatan “awareness” pengambil keputusan dan stakeholder lain tentang manfaat dan pentingnya Health Account baik di tingkat pusat maupun di daerah, selanjutnya dilakukan penentuan “focal point” sebagai unit yang melaksanakan dan mengkoordinir kegiatan NHA secara nasional, sedangkan di tingkat daerah ” focal point ” ditunjuk setelah pusat NHA terbentuk. Langkah selanjutnya adalah peningkatan kapasitas HA di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

BAB VI

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 38-43)

Dokumen terkait