• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rumah Sakit Umum Daerah

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 33-38)

PENGEMBANGAN NHA/PHA/DHA

C. Rumah Sakit Umum Daerah

Data dikumpulkan dari hasil wawancara dan FGD dengan responden dari Rumah Sakit Umum Daerah sebanyak 10 orang. Hasilnya sebagai berikut:

Dari 10 responden yang diwawancarai, 70 % dari responden mengatakan bahwa unit yang bertanggung jawab melakukan PHA adalah Dinas Kesehatan Provinsi.

Semua responden mengatakan bahwa PHA perlu kerjasama antar unit terkait dan semua responden mengatakan kerjasama dengan unit terkait tersebut perlu dikukuhkan oleh SK Gubernur.

Dari 10 responden yang diwawancarai, 70 % dari responden yang menjawab bahwa pembiayaan PHA bersumber dari APBN khusus pusat, selebihnya responden mengatakan dari APBD Provinsi.

Separuh dari jumlah responden mengatakan permintaan data PHA dari kabupaten/kota adalah Bappeda Provinsi dan separuh lagi menjawab Dinas Kesehatan Provinsi.

Permintaan data NHA dari pusat, semua responden memberi jawaban sebaiknya adalah Depkes Pusat.

Semua responden mengatakan peran provinsi adalah mengirim PHA secara lengkap ke pusat, baik PHA yang berasal dari provinsi maupun DHA yang berasal dari kabupaten.

Untuk sumber data health account, dalam hal kategori, hampir semua responden (90%) memberikan jawaban data health account sebaiknya dikatagorikan menurut program kesehatan.

Pengumpulan data health account, 50% dari responden menjawab data health account dikumpulkan melalui pertemuan stakeholder dan 50% lain menjawab melalui tim khusus. Sedangkan untuk penanggung jawab data health account di provinsi, 70% dari responden jawabannya adalah tim khusus yang dibentuk dengan SK Gubernur. Tim khusus tersebut dari lintas bagian/bidang sub dinas.

Mengenai stakeholder penyediaan data, semua responden menjawab adalah pemerintah.

Semua responden memberi jawaban bahwa data health account bermanfaat, terutama untuk Dinas Kesehatan, Bappeda dan Biro Keuangan Pemda.

Semua responden mengatakan sebaiknya di tingkat provinsi yang melaksanakan health account adalah Dinas Kesehatan Provinsi.

Sumber biaya health account tingkat provinsi, 60% dari responden jawabannya adalah dana dekonsentrasi, lainnya menjawab dana APBD Provinsi.

Semua responden mengatakan bahwa selama 5 tahun terakhir tidak dilakukan health account di tingkat provinsi, dengan demikian laporannya juga tidak ada.

Mekanisme penyampaian laporan, semua responden memberi jawaban untuk penyampaian laporan hendaknya berjenjang yaitu dari kabupaten/kota ke provinsi dan provinsi akan menyampaikan ke pusat.

Faktor pendukung penerapan health account, 60% dari responden mengatakan pendukungnya adalah sarana dan prasarana, selebihnya adalah legalitas dan SDM. Sedangkan faktor pnghambat hampir sama dengan faktor pendukung jawaban dari 50 % responden adalah sarana dan prasarana karena tanpa sarana dan prasana tidak mungkin health account bisa diterapkan dan selebihnya jawaban responden tetap berkisar pada legalitas dan SDM, tanpa legalitas dan SDM.

Hasil pengumpulan data primer untuk pelaksanaan Health Account di Rumah Sakit Umum Daerah dapat dilihat juga dalam Tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3 Pelaksanaan Health Account di Rumah Sakit Umum Daerah N

o. Informasi Hasil / Tanggapan Responden

1. Kapasitas melakukan PHA - Penaggungjawab PHA

- Kerjasama dengan unit terkait - Sumber pembiayaan PHA

- Dinkes Provinsi - Dikukuhkan dg SK Gubernur - APBN Pusat 70% 100% 70% 2. Mekanisme hubungan kerja dengan

Kabupaten/Kota /Provinsi

- Penanggung jawab permintaan data PHA - Bappeda 50% 3. Mekanisme hubungan kerja dengan Pusat

- Permintaan data oleh pusat - Informasi yang dikirim ke pusat

- Depkes

- Data PHA dan DHA

100% 100% 4. Mekanisme Pengumpulan Data

- Katagori sumber data DHA - Mekanisme pengumpulan data - Penanggungjawab pengumpulan data - Faktor pendukung

- Faktor penghambat

- Program kesehatan - Pertemuan Stakeholder - Tim khusus dg SK Gubernur - Sarana dan prasarana - Sarana dan prasarana

90% 50% 70% 60% 50%

Dari hasil tersebut di atas, maka dapat dibeberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Tingkat Provinsi(termasuk rumah sakit daerah)

1. Unit yang bertanggung jawab melakukan PHA adalah Dinas Kesehatan Provinsi.

2. Dalam pelaksanaan PHA perlu kerjasama dengan sector terkait. Kerjasama ini perlu dikukuhkan oleh SK Gubernur.

3. Sumber pembiayaan PHA adalah APBD Provinsi, selebihnya responden mengatakan sumber pembiayaan PHA sebaiknya adalah dari APBN Khusus Pusat.

4. Permintaan data PHA dari Provinsi sebaiknya adalah Bappeda Provinsi 5. Peran provinsi dalam melaksanakan NHA adalah mengirimkan data PHA

dan data DHA dengan lengkap ke pusat.

6. Data health account dikumpulkan melalui tim khusus. Sedangkan untuk penanggung jawab data health account di tingkat provinsi adalah tim khusus yang dibentuk dengan SK Gubernur. Sebaiknya tim khusus tersebut terdiri dari lintas badan/dinas

7. Penyediaan data di tingkat kabupaten/kota, adalah pemerintah.

8. Data health account bermanfaat, terutama yang memanfaatkan data tersebut adalah Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Biro Keuangan Provinsi.

9 Sebaiknya yang melaksanakan health account di tingkat provinsi adalah Dinas Kesehatan Provinsi

9. Sekitar 70 % dari responden mengatakan bahwa selama 5 tahun terakhir pernah dilakukan health account dan selebihnya mengatakan tidak pernah dilakukan health account di tingkat Provinsi.

10. Penyampaian laporan sebaiknya berjenjang yaitu dari kabupaten/kota ke provinsi dan dari provinsi disampaikan ke pusat.

11. Faktor pendukung penerapan health account adalah sarana & prasarana, selebihnya adalah legalitas dan kebijakan. Sedangkan faktor pnghambat hampir 50 % responden mengatakan bahwa faktor penghambat utama adalah

SDM, sarana & prasarana, dan legalitas, karena tanpa SDM, sarana & prasarana, dan legalitas, tidak mungkin health account bisa diterapkan.

2. Tingkat Kabupaten/Kota

1. Unit yang bertanggung jawab untuk melakukan DHA adalah Bappeda Kabupaten/Kota

2. Dalam pelaksanaan DHA perlu kerjasama dengan sector terkait. Kerjasama ini perlu dikukuhkan dengan SK Bupati/Walikota

3. Sumber pembiayaan DHA adalah APBD kabupaten/kota, selebihnya mengatakan APBD Prop, juga mencakup dana dekonsentrasi

4. Permintaan data DHA dari kabupaten/kota sebaiknya adalah Bappeda Provinsi, sedangkan permintaan data NHA dari pusat, semua responden mengatakan sebaiknya dilakukan oleh Depkes Pusat.

5. Pengumpulan data Health Account, sebaiknya oleh tim khusus yang dibentuk, dan yang bertanggung dengan data Health Account juga tim khusus yang dibentuk dengan SK Bupati/Walikota. Tim khusus tersebut terdiri atas lintas badan/dinas.

6. Penyediaan data di tingkat kabupaten/kota, adalah pemerintah.

7. Data health account bermanfaat, terutama yang memanfaatkan data tersebut adalah Dinas Kesehatan, Bappeda dan Biro Keuangan Pemda.

8. Sebaiknya yang melaksanakan health account di tingkat Kabupaten/Kota adalah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.

9. 50 % responden mengatakan pernah mengikuti pelatihan DHA dan 50 % lainnya mengatakan tidak pernah mengikuti pelatihan DHA.

10. untuk penyampaian laporan sebaiknya berjenjang yaitu dari kabupaten/kota ke provinsi dan provinsi akan menyampaikan ke pusat.

11. Faktor pendukung penerapan health account adalah sarana dan prasarana, selebihnya adalah legalitas dan kebijakan. Sedangkan faktor pnghambat responden mengatakan bahwa adalah sarana dan prasarana, SDM dan dana operasional, karena tanpa sarana dan prasana, SDM dan dana operasional, tidak mungkin health account bisa diterapkan.

BAB V

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG (Halaman 33-38)

Dokumen terkait