• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELINGKUPAN WILAYAH STUD

Dalam dokumen Panduan Pelingkupan Dalam AMDAL pdf (Halaman 62-66)

Batas wilayah studi dibentuk dari empat unsur yang berhubungan dengan dampak lingku- ngan suatu rencana kegiatan, yaitu:

batas proyek

• , yaitu lokasi dimana seluruh komponen rencana kegiatan akan dilakukan, terutama komponen kegiatan yang menjadi sumber dampak. Batas proyek ditetapkan berdasarkan batas kepemilikan lahan (property right) yang dimiliki oleh pemrakarsa;

batas ekologis

• , yaitu wilayah terjadinya sebaran dampak-dampak yang akan dikaji, mengikuti media lingkungan masing-masing. Batas ekologis akan mengarahkan penentuan lokasi pengumpulan data rona lingkungan awal dan analisis persebaran dampak;

batas sosial

• , yaitu ruang di mana masyarakat, yang terkena dampak limbah, emisi atau kerusakan lingkungan, tinggal atau melakukan kegiatan. Batas sosial

akan mempengaruhi identifikasi kelompok masyarakat yang terkena dampak sosial- ekonomi-kesehatan masyarakat dan penentuan masyarakat yang perlu dikonsultasikan (pada tahap lanjutan keterlibatan masyarakat);

batas administratif

• , yaitu wilayah administratif (desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten) yang wilayahnya tercakup dalam salah-satu unsur diatas. Batas administratif sebenarnya diperlukan untuk mengarahkan Pelaksana Kajian ke lembaga pemerintah daerah yang relevan, baik untuk koordinasi administratif (misalnya peniliaian AMDAL dan pelaksanaan konsultasi masyarakat), pengumpulan data tentang kondisi rona lingkungan awal, kegiatan di sekitar lokasi kegiatan, dan sebagainya.

Masing-masing batas di-plotkan pada peta yang kemudian ditumpangkan satu-sama lain (overlay) sehingga dapat ditarik garis luar gabungan keempat batas tersebut. Garis luar gabungan itu yang disebut sebagai ’batas wilayah studi’.

Batas proyek secara mudah dapat di-plotkan pada peta, karena lokasi-lokasinya dapat diperoleh langsung dari peta-peta pemrakarsa. Selain tapak proyek utama, batas proyek harus juga meliputi jalur-jalur transportasi untuk bahan baku atau produk, fasilitas pendukung seperti perumahan, dermaga, tempat penyimpanan bahan, bengkel, dan sebagainya. Untuk sebagian sektor, batas proyek ini mungkin tumpang-tindih dengan wilayah yang hak pemanfaatannya sudah ada pada pemrakarsa, seperti Kuasa Pertambangan,

Contract of Work, Hak Pengusahaan Hutan, dan sebagainya.

Penentuan batas ekologis sedikit lebih rumit, karena harus mempertimbangkan setiap komponen lingkungan biogeofisik-kimia yang terkena dampak (dari daftar dampak pen-ting hipotetik). Untuk masing-masing dampak, batas persebarannya dapat di-plotkan pada peta sehingga batas ekologis memiliki beberapa garis batas, sesuai dengan jumah dampak penting hipotetik. Tabel dibawah ini menunjukkan hal-hal yang menentukan batas ekologis untuk sejumlah komponen lingkungan terkena dampak.

58 Panduan Pelingkupan dalam AMDAL

Batas sosial diperoleh dengan memperhatikan lokasi-lokasi pemukiman (desa, kampung, dan sebagainya) dan lokasi-lokasi kegiatan masyarakat (ladang, kebun, sawah, fasilitas umum/sosial) di mana diperkirakan pengaruh dampak akan terasa (batas ekologis masing-masing komponen lingkungan terkena dampak). Misalnya, batas sosial terkait penurunan kualitas air permukaan harus ditentukan dengan mengidentifikasi pemukiman yang terletak di daerah hilir sungai (terkena sebaran limbah) di mana warganya menggunakan air sungai untuk berbagai keperluan. Seluruh pemukiman dan lokasi kegiatan masyarakat yang teridentifikasi kemudian di-plotkan pada peta sehingga garis batas luar dapat digambar pada peta.

Batas administratif diperoleh dengan melihat garis-garis batas yang telah di-plotkan untuk tiga unsur batas di atas. Dengan overlay peta wilayah administratif kepemerintahan pada garis batas yang telah di-plotkan, akan terlihat desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan provinsi mana saja yang masuk dalam wilayah batas proyek, ekologis, dan sosial. Nama-nama wilayah administratif tersebut perlu dicatat dan akan dipakai saat harus menentukan lembaga pemerintah daerah yang relevan untuk dihubungi saat mencari informasi/data di tahap ANDAL serta untuk dilibatkan dalam proses penilaian/ presentasi ANDAL, dan sebagainya. Jika di-plotkan pada peta, batas administratif ini tidak berarti bahwa seluruh wilayah suatu kabupaten atau provinsi perlu dikaji – sasaran kajian rona lingkungan dan prakiraan dampak tetap diarahkan oleh batas ekologis dan batas sosial. Setelah semua batas diatas di-plotkan pada peta maka diperoleh batas wilayah studi. Sebuah contoh dari kegiatan pertambangan di Kalimantan diperlihatkan dibawah ini.

Batas Proyek mencakup tapak proyek untuk tambang batubara, instalasi pengolahan batubara, jalan tambang untuk kegiatan transportasi batubara, kantor perusahaan, perumahan karyawan, bengkel perbaikan alat berat/ken- daraan, tempat penimbunan tanah penutup/batubara (stockpile), pelabuhan batubara.

Batas Ekologis mengikuti pola hidrologi dan arah angin di sekitar lokasi kegiatan. Pola hidrologi ditentukan oleh daerah aliran sungai (DAS) Kendilo yang terdiri dari sejumlah sub-DAS seperti Sungai Rongan (Tulus), Sungai Langkaan, Sungai Kuaro, Sungai Kendilo, Komam dan DAS Sungai Uwi (sub- DAS Ayu). Sungai-sungai ini diperkirakan meneri- ma dampak langsung dari serangkaian kegiatan penambangan, antara lain pembersihan lahan, pe- ngupasan tanah pucuk, penggalian tanah penutup, penimbunan batubara, pengolahan batubara dan pengangkutan batubara. Selain itu, batas ekologis juga mencakup daerah pasang-surut wilayah pesi- sir estuary Sungai Pekasau pada radius 2 mil dari pelabuhan, yang digunakan untuk pengapalan ba- tubara dan tempat labuh kapal.

Batas Sosial mencakup perkampungan penduduk yang diperkirakan terkena dampak, termasuk Desa Sali- kung, Solan, Lano, Muara Langon, Muara Komam, Ser- akit Busui, Songka, Batu Sopang, Kasunga, sungai Terik, Kuaro, Rangan, dan Kertabumi.

Batas Administratif adalah wilayah pemerintahan desa, Kecamatan dan Kabupaten yang dilalui oleh batas proyek, batas ekologis dan batas sosial. Tabel dibawah merangkum wilayah administratif yang dilalui komponen ke- giatan dan dampak-dampaknya:

Batas wilayah studi adalah perpaduan dari ke-empat wilayah diatas, dan merupakan memben- tuk lokasi dimana kajian akan dilakukan

60 Panduan Pelingkupan dalam AMDAL

Dalam dokumen Panduan Pelingkupan Dalam AMDAL pdf (Halaman 62-66)

Dokumen terkait