SDB – COOLING TOWER 4 SDB – COOLING TOWER 5
4.13 Implementasi Peluang Hemat Energi
4.13.3 Peluang Penghematan Dari Penggunaan Chiller
Berdasarkan beban terpasang yang terbesar diketahui pada penggunaan energi listrik pada Chiller dan komponen pendukungnya seperti FCU dan AHU.
Tabel 4.28 Profil Penggunaan Arus Listrik Untuk Sistem Pendingin Rumah Sakit USU
No Nama Sub Distribution Daya Terpasang (W) % 1 Chiller 1 dan 2 720,000 65% 2 AHU 30.000 32% 3 FCU 360.000 3% Jumlah 111.000 100%
Gambar 4.18 Grafik Komposisi Nilai AHU, FCU, dan Chiller Sebagai Konponen Pendingin.
Dari data diatas bias dilihat bahwa chiller merupakan komponen yang menyerap energi terbesar. Namun hal ini akan difokuskan untuk mencari peluang penghematan konsumsi energi dimulai dari komponen AHU dan FCU, walaupun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa peluang penghematan justru akan didapat dari chiller setelah terlebih dahulu kinerja dari AHU dan FCU dianalisis. Hal ini sangat wajar karena unit chiller adalah sebagai unit pembangkit yang haya bertugas menyediakan air dingin untuk pendinginan, sedangkan seberapa besar tingkat pemakaian semua itu ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh unit FCU dan AHU yaitu sebagai unit pemakai.
Beberapa hal yang melandasi pemilihan mencari peluang penghematan konsumsi energi diawali dengan AHU dan FCU adalah sebagai berikut:
a. Sudah banyak studi kasus tentang peluang penghematan pada unit chiller (unit pembangkitan) dimana rata-rata berkisar tentang analisis penggantian refrigeran. b. Jika usaha penghematan konsumsi diarahkan kepada usaha penggantian refrigeran, hal ini kurang efisien ditetapkan pada rumah sakit USU karena jenis refrigerant yang dipakai sudah sesuai dengan standar pabrik.dan menjadi pertimbangan juga jika efek terhadap peralatan ketika jenis refrigerannya berubah, sedangkan usaha untuk mengubah parameter output-nya dipengaruhi oleh seberapa output yang dihasilkan oleh FCU dan AHU yang dimiliki.
Hal ini dapat mengakibatkan rusaknya beberapa kompresor. Atas dasar perincian kondisi seperti di atas, dapat diprioritaskan usaha mencari peluang penghematan konsumsi energi listrik pada unit AHU dan FCU.
c. Unit chiller adalah unit pembangkit, sedangkan unit AHU dan FCU adalah sebagai unit pemakai. Besarnya kapasitas chiller ditentukan oleh beban yang akan ditanggung oleh AHU maupun FCU, sedangkan analisis peluang hemat bisa diawali dengan perhitungan kembali beban yang ditanggung oleh AHU dan FCU. d. Pihak manajemen rumah sakit menginginkan adanya usaha peningkatan efisiensi peralatan dan pengurangan konsumsi energi, diawali dengan jalan mengoptimalkan kerja peralatan dengan jalan yang simple, tidak memerlukan biaya yang besar dan yang pasti tidak perlu mengganggu atau bahkan menghentikan operasi peralatan pengkondisian udara yang pastinya akan mengganggu operasional Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara dan kenyamanan rumah sakit.
Berdasarkan analisis di atas, maka akan dilakukan pencarian peluang hemat energi yang terkait dengan kerja FCU. Setelah dilakukan observasi pada unit-unit FCU yang terdapat di Rumah Sakit USU dapat dikenali Peluang Hemat Energi (PHE) antara lain:
a. Dengan pembersihan pada unit FCU, yaitu meliputi pembersihan saringan udara (filter), sudu kipas, sirip (fin) evaporator dan kisi keluaran (grill) pada unit FCU. FCU yang telah lama digunakan akan terjadi pengotoran. Pengotoran tersebut diakibatkan adanya debu-debu yang menempel pada saringan udara (filter) yang berasal dari udara balik (return) dan juga debu pada grill pada ujung saluran udara. Adanya debu tersebut mengakibatkan kualitas atau debit udara yang dihasilkan oleh kipas menjadi berkurang.
Dan untuk mempertahankan debit semula pada kondisi FCU kotor adalah dengan menaikkan kecepatan putaran kipas (fan). Naiknya putaran kipas ini berakibat naiknya daya listrik sehingga konsumsi energi listrik pada FCU kotor akan naik. Selain itu debu-debu yang melekat di atas permukaan fin evaporator akan menyebabkan proses perpindahan panas yang terjadi tidak optimal karena karena debu yang melekat akan berfungsi sebagai isolator sehingga dingin yang
berasal dari air chiller tidak sepenuhnya dapat dikirim ke udara yang dihembuskan dengan bantuan kipas.
b. Mengatur (setup) temperatur air keluar (Leaving Chilled Water Temperatur = LCWT) pada chiller. Dengan menaikkan LCWT dapat menyebabkan kapasitas pendinginan dari chiller menjadi berkurang. Pengurangan kapasitas chiller ini akan berdampak pada penurunan konsumsi listrik. Karena kenaikan LCWT datat menyebabkan naiknya suhu ruangan seluruh rumah sakit, maka dengan pengaturan LCWT sebaiknya perlu diatur agar temperature ruangan-ruangan masih berada di kondisi nyaman. Dari pengenalan peluang hemat energi (PHE) di atas diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi listrik terutama pada sistem pendingin rumah sakit dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai IKE listrik rumah sakit.
C. Analisis Peluang Hemat Energi
Setelah dilakukan pengenalan peluang penghematan energi, selanjutnya dilakukan analisis terhadap peluang hemat energi tersebut. Diketehui bahwa di Rumah Sakit USU tedapat 153 unit FCU yang tersebar di ruangan-ruangan mulai dari lantai lantai 1 sampai kelantai 5 dan unit FCU yang terbagi menjadi 2 kategori yaitu FCU dengan menggunakakn daya motor 20 watt dan 750 watt yang terletak di setiap kolidor.
Dalam peluang hemat ini akan dilihat seberapa besar perubahan laju aliran volume udara suplai yang terjadi akibat pengotoran debu pada kipas (fan) dan menentukan seberapa besar perbedaan konsumsi energi listrik untuk kondisi kotor dan bersih. Untuk pengukuran mula-mula diukur terlebih dahulu besar kecepatan keluar dari saluran udara (ducting) pada suatu unit FCU, kemudian dengan mengukur pula dimensi dari saluran udara (ducting), mengukur besar arus listrik dan waktu pengkondisisan suatu ruangan untuk mencapai kondisi nyaman. Setelah itu menghitung dan membedakan antara banyaknya udara yang dihasilkan kipas (fan) baik kondisi kotor ataupun kondisi bersih.
Selama observasi dan wawancara dengan staf engineering dijelaskan bahwa periode pembersihan unit FCU dilakukan selam 1 s/d 2 bulan sekali
Pengenalan peluang hemat energi (PHE) di atas diharapkan dapat menurunkan konsumsi energi listrik terutama pada sistem pendingin Rumah Sakit dan pada akhirnya dapat menurunkan nilai IKE listrik Rumah Sakit.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN