1.4. Konsep Diri Cosplayer
5.4.3. Pemahaman Cosplayer tentang dirinya
Konsep diri seseorang dapat dibagi menjadi dua, yaitu Konsep Diri Positif dan Konsep Diri Negatif. Selanjutnya adalah pemaparan hasil dari wawancara dan juga observasi yang dilakukan peneliti terhadap sikap sehari-hari cosplayer, untuk dapat mengkategorikan konsep diri Cosplayer, termasuk dalam Konsep Diri Positif ataukah Konsep Diri Negatif.
Pertama adalah Henky. Setelah membentuk komunitas dan menjadi salah satu pendiri komunitas Jaico, kemudian pernah menjadi ketua, dia mengaku sering juga terjadi masalah antara dia dengan anggota lain, ataupun juga dihadapkan dengan
masalah antar anggota dalam komunitas, dari sana Henky belajar untuk menghadapi orang yang tidak jarang membuat kesal, tetapi harus tetapi dihadapi dan menyelesaikan masalah tanpa dengan emosi.
Sudah banyak kesempatan yang diambil oleh Henky dan tampil di atas panggung, khususnya dalam kegiatan cosplay. Hal tersebut membuatnya belajar sedikit demi sedikit melatih dan menambah rasa percaya diri saat tampil di depan banyak orang. Tak jarang juga Henky mendapatkan juara dalam kompetisi cosplay yang dia ikuti, hal tersebut membuat Henky semakin percaya diri dan menghilangkan perasaan minder dalam dirinya, dan menambah keyakinan bahwa dia mampu dan berhasil melakukan cosplay dengan baik. Beberapa kemenangan yang dia dapatkan dalam kompetisi cosplay membuatnya pada saat ini banyak juga mendapatkan pujian dari orang lain, baik dari orang terdekat maupun orang awam yang melihat penampilannya saat sedang cosplay. Tetapi hal tersebut membuatnya tidak langsung tinggi hati, karena baginya masih ada orang lain yang lebih baik dari dirinya. Dan jika ada orang khususnya cosplayer yang lebih baik dari dia, maka sikapnya terhadap orang tersebut adalah menghormatinya.
Cita-cita yang diharapkan Henky sampai saat ini, yaitu walaupun telah menjadi cosplayer, tetap sama, yaitu, membuka lapangan usaha sendiri untuk menyediakan lapangan pekerjaan untuk orang-orang disekitarnya juga. Kesempatan menjadi cosplayer dia gunakan untuk mengenal banyak orang baru,menambah teman berarti menambah peluang, begitu menurutnya, dan hal tersebut membuatnya semakin optimis untuk dapat mencapai cita-cita yang diharapkannya. Bagi Henky, cosplay juga membuatnya tidak mudah menyerah, karena rasa percaya dirinya tumbuh dalam kegiatan cosplay, dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik.
Berikutnya adalah Maulida, atau yag biasa dipanggil Reyra. Setelah bergabung dengan komunitas Jaico dan menjadi cosplayer, Reyra memiliki beberapa teman dekat yang dikenalnya melalui cosplay ini. Dengan teman-teman yang sudah akrab dia belajar untuk saling mengerti satu sama lain, dan jika salah satu teman dekat sedang membuatnya kesal, yang dilakukan adalah mengajak
temannya berbicara dan jika ada saling pengertian dan kedekatan mereka, maka tanpa harus dengan emosi maka setiap masalah atau salah paham yang terjadi akan selesai, bisa introspeksi diri dan akhirnya saling mengerti supaya tidak saling membuat kesal.
Cosplay membuat Reyra sudah tidak canggung atau minder lagi ketika harus tampil di depan orang banyak. Di luar cosplay, Reyra saat ini juga senang mengikuti kompetisi karaoke lagu-lagu Jepang yang diadakan juga dalam Festival Jepang yang diadakan khususnya di daerah Semarang, dan ternyata Reyra tidak hanya mendapatkan juara ketika cosplay saja, tetapi dalam bidang menyanyipun kemampuannya sangat baik dibuktikan dengan beberapa juara yang telah dia raih ketika mengikuti lomba karaoke lagu-lagu Jepang. Banyaknya prestasi yang diraih oleh Reyra membuat dirinya tidak jarang menerima pujian dari orang-orang terdekat yang disampaikan secara langsung maupun tidak langsung. Hal tersebut menurut Reyra adalah seperti mendapatkan dukungan, dan membuatnya semakin bersemangat untuk bisa mempertahankan dan menampilkan seusatu yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Setelah menjadi cosplayer, Reyra banyak bertemu dengan cosplayer lain yang lebih hebat dari dirinya. Hal tersebut dinilainya sebagai inspirasi yang dapat dijadikan contoh menjadi cosplayer yang lebih baik. Dan Reyra juga yakin bahwa setiap cosplayer termasuk dirinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Keyakinan tersebut yang membuatnya tidak iri dengan kelebihan yang orang lain miliki, karena dia juga percaya kalau dia juga punya kelebihan yang orang lain tidak miliki.
Cita-cita dan harapan Reyra semakin ingin dicapainya setelah mengikuti dan aktif menjadi cosplayer, yaitu ingin pergi ke Jepang. Bergabungnya dia dalam komunitas Jaico, banyak mengikuti kompetisi baik di dalam dan di luar kota semarang membawa dia mengenal banyak orang baru. Dengan demikian harapan Reyra dengan banyaknya “link” yang ada semakin mempermudah untuknya supaya bisa merealisasikan cita-citanya. Keyakinan terus dibangun oleh Reyra agar selalu berusaha memberikan yang terbaik, karena dia menyadari ada banyak orang lain yang
juga memiliki keinginan yang sama, maka dia harus berusaha lebih keras supaya lulus dengan maksimal dalam setiap tes yang harus ditempuh, segera menyelesaikan kuliah, dan harus tetap optimis kalau cita-citanya untuk ke Jepang akan segera terealisasi. Kegagalan tidak jarang dialami dalam usahanya, tetapi karena semakin kuatnya keinginannya untuk meraih apa yang dia harapkan, maka dia tidak mau menyerah begitu saja dan berhenti di tengah jalan dan akan terus berusaha sampai cita-cita ke Jepang dapat bener-benar terealisasi.
Cosplayer selanjutnya adalah Tora.Karena pernah menjabat sebagai ketua di dalam Komunitas Cosplay Jaico, Tora mulai belajar untuk menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, karena sebagai ketua dia bertanggung jawab untuk menyelesaikan setiap masalah dan kesalahpahaman yang sering terjadi dalam komunitas. Selain itu, selama menjadi ketua di Jaico, Tora juga belajar untuk bisa lebih percaya diri memimpin sebuah organisasi. Karena selama menjadi ketua, dia memimpin teman-temannya untuk ikut kompetisi cosplay kabaret yang ada di luar kota, dengan begitu selagi memimpin teman-teman yang baru pertama kali mengikuti kompetisi di luar kota, dia juga belajar untuk juga menanamkan rasa percaya diri dalam dirinya sendiri. Sikapnya ketika menerima pujian setelah menjadi cosplayer adalah tidak mudah puas, dan akan terus berusaha untuk dapat menjadi lebih baik lagi.
Mengikuti kompetisi cosplay baik di Semarang ataupun di kota lain membuat Tora mulai mengenal cosplayer dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Jawa, bahkan sampai cosplayer dari luar negeri. Dengan bertemu banyak orang, dia banyak menemukan orang-orang luar biasa yang sudah hebat dalam bidang cosplay. Orang-orang tersebut dia anggap sabagai sumber inspirasi dan contoh untuk dapat manjadi cosplayer yang lebih baik lagi. bukan hanya dalam bidang cosplay, mengenal orang baru juga menambah pengalaman dan belajar mengenal orang dengan karakter yang berbeda-beda.
Setelah menikmati menjadi seorang cosplayer, Tora memiliki harapan dan keinginan baru, yaitu ingin mengembangkan kemampuannya dalam bidang cosplay.
tetapi baginya cosplay tetaplah sebuah hobi, dan hobi tidak akan mengganggu karier dan cita-cita yang seemula dia ingin raih. Kedepannya Tora ingin sekali mengikuti kompetisi cosplay bertaraf nasional bahkan Internasional. Untuk mencapai harapan dan cita-cita tersebut, tentunya harus semakin pandai membagi waktu, pikiran bahkan keuangan. Agar berjalan seimbang, antara kuliah, pekerjaan dan hobi. Sikap optimis tetap ada dan terus bertambah, karena dengan keyakinan yang kuat, pasti akan membawa semangat yang tinggi juga dalam usaha yang ditempuh dan kerja keras yang dilakukan. Dan jika mengalami kegagalan tentunya tidak boleh menyerah sampai mencapai apa yang diharapkan, untuk bisa membanggakan orang tua dengan pekerjaan yang baik dan menjadi cosplayer yang dikenal dengan karyanya.
Beralih kepada cosplayer berikutnya yaitu Adi. Ketika menghadapi orang yang kesal, dengan pembawaannya yang tenang, tanpa harus marah, Adi mengajak orang tersebut berbicara dan menyelesaikan masalah yang ada.
Setelah banyak mengikuti kompetisi cosplay, rasa minder sudah mulai hilang. Terkadang rasa kurang percaya diri masih muncul ketika tampil di hadapan orang-orang baru atau misalkan mengikuti kompetisi cosplay di luar Semarang.
Menanggapi pujian dari orang lain Adi tetap selalu interospeksi dan melihat dirinya, apakah memang sesuai dan sudah baik seperti yang orang lain katakan. Rasa senang ketika dipuji pasti ada, dan pasti dijadikan motivasi dan semangat untuk bisa lebih baik lagi. dan jika melihat ada orang memiliki apa yang tidak dimiliki atau memiliki lebih baik dari yang dia miliki, Adi mencari tahu kelebihan dari orang tersebut, kemudian menjadikannya motivasi untuk jadi lebih baik, dan bisa menjadi panutan untuk lebih mengembangkan diri.
Harapan dan cita-cita Adi tetap sama, ingin mendapat kenaikan pangkat dan rejeki yang banyak supaya dapat menabung untuk masa depan. Selain untuk tabungan masa depan, dari uang yang dia hasilkan dengan usaha nya sendiri Adi ingin juga mengembangkan dirinya dalam bidang cosplay, dengan membuat kostum yang lebih baik. Sehingga cosplay benar-benar menjadi hobi yang menyenangkan dan dapat digunakan supaya tidak stress karena terlalu maikirkan pekerjaan. Untuk
mewujudkan keinginan tersebut tentunya harus selalu berusaha dan bekerja tanpa banyak megeluh agar tidak menyerah sebelum harapan terwujud dan berakhir hanya menjadi mimpi.
Terakhir adalah Bety. Jika menghadapi orang yang membuatnya kesal, Bety tidak akan langsung marah-marah, tetapi jika orang tersebut sudah keterlaluan dan hal tersebut dapat merusak hubungan antar teman dalam komunitas, maka Bety tidak segan untuk berbicara langsung kepada orang tersebut, agar tidak menjadi masalah yang berakibat buruk pada komunitas. Anggota yang lebih senior dari Bety sekarang banyak yang sedang sibuk menyelesaikan skripsi atau tugas akhir mereka, maka sekarang Bety terbeban untuk membimbing teman-teman anggota komunitas dan terkadang terlihat banyak bicara dan marah-marah, tetapi Bety mengatakan bahwa dia tidak akan marah tanpa ada alasan, dan dia akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk sahabat dan komunitasnya.
Karena sudah terbiasa tampil di depan banyak orang, yaitu melakukan kegiatan cosplay ataupun dance, sedikit demi sedikit Bety dapat mengurangi rasa minder. Bety yang sekarang semakin sering tampil dan mengikuti kompetisi baik cosplay maupun dance, berhasil meraih juara dan mendapat banyak dukungan, maka dapat menambah rasa percaya dirinya dan tidak gampang minder lagi. kemudian jika mendapat pujian dari prestasinya, maka Bety tidak akan lupa mengucapkan terima kasih atas pujian yang orang lain berikan, dan akan semakin termotivasi untuk dapat menjadi lebih baik dan tidak puas begitu saja dengan pujian yang diterimanya.
Jika ada orang lain yang lebih baik atau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki maka Bety akan memperhatikan orang tersebut, melihat apa kelebihan dari orang tersebut, menjadikannya inspirasi, dan motivasi untuk bisa membuat karya yang lebih baik dengan kemampuannya.
Cita-cita dan harapan Bety berubah karena sudah banyak menyibukan diri dan tergabung dalam Komunitas Cosplay Jaico dan juga aktif dalam kegiatan cosplay ataupun dance. Harapannya dia segera menyelesaikan kuliah, mendapatkan pekerjaan, mencari modal yang cukup dan selama itu akan terus berkarya sampai
akhirnya tercapai cita-citanya untuk menjadi seniman yang memiliki karya yang dapat dibanggakan dan dapat membanggakan orang tua. Keterlibatannya menjadi cosplayer dan bergabungnya Bety dalam komunitas Cosplay Jaico dijadikannya sarana untuk menambah pengalaman, mengenal orang-orang baru. Dan harapannya sekarang setelah dapat bekerja dan memiliki penghasilan sendiri adalah membuat kostum untuk cosplay yang selama ini tidak bisa dibuat karena keterbatasan dana.
Optimis dan keyakinan harus dimiliki untuk dapat mencapai apa yang diharapkan, tetapi dalam usaha mencapai harapan tersebut pasti pernah mengalami kegagalan, yang harus dilakukan saat mengalami kegagalan adalah mengumpulkan semangat untuk bisa bangkit lagi, berusaha lagi dan dengan dukungan dari teman, keluarga dan juga sahabat akan membantu semangat untuk berusaha lagi akan ada.
Berdasarkan pemaparan atau penjelasan di atas, dapat dilihat bagaimana pemahaman cosplayer tentang dirinya, atau yang disebut dengan konsep diri. Setelah menjadi cosplayer dan bergabung menjadu anggota komunitas Jaico, pemahaman mereka tentang diri mereka banyak berkaitan dengan kegiatan mereka sebagai cosplayer. Mulai dari mereka yang banyak belajar dari pengalaman yang di dapatkan dari kegiatan cosplay ini, dan juga bagaimana mereka merancang strategi yang berhubungan dengan masa depan atau cita-cita mereka dalam berkarir di pekerjaan atau harapan dalam perkembangan kegiatan cosplay yang mereka lakukan. Dari pemahaman mereka tentang diri mereka yang sudah menjadi cosplayer, kita dapat melihat bahwa konsep diri cosplayer, khususnya cosplayer senior Komunitas Jaico yang menjadi informan dalam penelitian ini masuk dalam kategori Konsep Diri Positif, karena pemahaman mereka tentang dirinya masuk dalam ciri-ciri Konsep diri positif, antara lain, dapat belajar dari pengalaman masalahnya selama menjadi cosplayer, bersikap positif dalam menghadapi orang lain yang lebih hebat ketika sedang mengikuti kompetisi cosplay, mampu menyikapi masalah yang dihadapi selama menjadi cosplayer, dan dapat merancang strategi untuk masa depan dan harapannya yang akan datang, merancang bagaimana rencana cosplay untuk kegiatan atau event selanjutnya.
Seperti yang telah dijelaskan, kehidupan cosplayer diibaratkan seperti panggung pertunjukan, yaitu memiliki panggung depan dan juga panggung belakang. Di dalam panggung depan maupun panggung belakang, cosplayer melakukan komunikasi dan berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya baik secara lisan ataupun dengan simbol-simbol melalui tingkah laku dan penampilannya. Pada panggung belakang, yaitu situasi dimana para cosplayer ini belum mengenal cosplay, dan masih berada dalam komunitas alamiahnya yaitu dengan budaya Jawa, sampai kepada panggung depan yaitu situasi pada saat mereka masuk menjadi anggota Komunitas Cosplay Jaico dan menjadi cosplayer kemudian melakukan kegiatan cosplay, dan akhirnya berada dalam situasi dimana mereka sudah menjadi cosplayer dan menjalani kehidupdan sehari-hari mereka sebagai sesorang yang masih harus melaksanakan aktifitas sesuai dengan budaya alami nya yaitu budaya Jawa, dan juga sebagai anggota komunitas cosplay yang sangat erat kaitannya dengan budaya pop Jepang.
Dalam menjalani kehidupan, setiap orang tentunya dihadapkan pada berbagai situasi dan juga berada dalam komunitas atau lingkungan yang berbeda-beda. Hal tersebut membuat setiap orang melakukan apa yang disebut dengan pengelolaan kesan atau disebut dengan impression management. Pengelolaan kesan dilakukan oleh setiap orang untuk dapat memenuhi harapan dari setiap komunitas atau lingkungan dimana dia berada. Begitu juga dengn cosplayer yang menjadi obyek penelitian ini. Sebagai seseorang yang berasal dari keturunan Jawa, walaupun sudah menjadi cosplayer, cosplayer dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat atau dalam kehidupan dengan keluarga maka akan tetap melakukan aktifitas sesuai budaya Jawa, seperti berbicara sopan dengan bahasa Jwa yang sopan kepada orang tua, dan kehidupan sehari-hari yang masih menggunakan bahasa Jawa. Lain halnya ketika cosplayer sedang berada dalam komunitas dan berinteraksi dengan anggota komunitas cosplay, mereka akan cenderung mengikuti dan menerapkan sedikit banyak hal yang berhubungan dengan budaya pop Jepang, seperti mengucapkan salam dalam bahasa Jepang, memakai pakaian dan gaya rambut ala harajuku, dan
juga mendengarkan musik dari band Jepang yang mereka sukai. Karena dihadapkan situasi yang berbeda itulah, cosplayer melakukan pengelolaan kesan. Saat berada di lingkungan budaya Jawa dia harus tetap menjunjung tinggi budaya Jawa sebagai budaya alamiahnya, dan saat dalam komunitas cosplay mengikuti budaya Jepang. Pengelolaan Kesan dilakukan untuk dapat menciptakan hubungan dengan masyarakat yang harmonis. Karena jika setiap orang dapat menempatkan diri sesuai dengan situasi dan lingkungan dimana dia berada, maka selain dapat diterima menjadi anggota masyarakat atau anggota komunitas yang baik, hubungan satu-sama lain akan berjalan dengan baik dan harmonis.