• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

D. PEMAHAMAN KONSEP DAN DIMENSI KONSEP

1. Pengertian Pemahaman Konsep

Pemahaman konsep terdiri dari dua kata pokok, yaitu pemahaman dan konsep. Pemahaman dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti sesuatu hal yang dipahami dan dimengerti seseorang dengan benar. Sedangkan menurut Arikunto (2009) pemahaman adalah bagaimana seseorang mempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, memperluas, menyimpulkan, menggeneralisasikan, memberikan contoh, menuliskan kembali, dan memperkirakan.

Sedangkan definisi konsep menurut sebagian besar orang adalah sesuatu yang diterima dalam pikiran atau ide yang umum dan abstrak. Menurut salah satu ahli, konsep adalah suatu abstraksi yang mewakili suatu kelas objek, kejadian, kegiatan, atau hubungan yang mempunyai atribut yang sama (Croser, 1984:22). Adapun menurut Dahar (2006:62) bahwa konsep merupakan penyajian internal sekelompok stimulus, konsep tidak dapat diamati; konsep harus disimpulkan dari perilaku. Dari berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep adalah peyampaian suatu hal yang dipahami dan dimengerti seseorang dengan benar, sehingga dapat diterima dalam pikiran atau ide yang umum dan abstrak.

2. Dimensi Konsep

Konsep merupakan kategori yang diberikan pada stimulus yang ada di lingkungan kita. Konsep menyediakan skema terorganisasi untuk mengasimilasikan stimulus baru dan menentukan hubungan di dalam dan di antara kategori-kategori. Belajar konsep merupakan hasil utama pendidikan. Konsep merupakan batu pembangun berpikir. Konsep merupakan dasar bagi proses mental yang lebih tinggi untuk merumuskan prinsip dan generalisasi. Untuk memecahkan masalah, seorang siswa harus mengetahui aturan yang relevan dan aturan-aturan ini didasarkan pada konsep-konsep yang diperolehnya.

Mungkin tidak ada satu pun definisi yang dapat mengungkapkan arti konsep secara kaya atau berbagai macam konsep yang diperoleh para siswa. Karena konsep merupakan penyajian internal sekelompok stimulus, konsep tidak dapat diamati; konsep harus disimpulkan dari perilaku. Walaupun dapat diberikan definisi verbal suatu konsep, suatu definisi tidak mengungkapkan semua hubungan antara konsep itu dengan konsep-konsep yang lain.

Macam-macam konsep yang seseorang pelajari sangat tidak terbatas. Misalnya konsep panas sangat berbeda dengan konsep relativitas dalam beberapa dimensi. Menurut Flavell (1970) dalam Dahar (2006:62) menyarankan bahwa konsep-konsep dapat berbeda dalam tujuh dimensi, yaitu sebagai berikut:

a) Atribut. Setiap konsep mempunyai sejumlah atribut yang berbeda. Contoh-contoh konsep harus mempunyai atribut yang relevan; termasuk juga atribut yang tidak relevan. Contoh-contoh konsep meja harus mempunyai suatu permukaan yang datar dan sambungan-sambungan yang mengarah ke bawah yang mengangkat permukaan itu dari lantai. Atribut dapat berupa fisik, seperti warna, tinggi, bentuk, atau dapat juga berupa fungsional. b) Struktur. Struktur menyangkut cara terkaitnya atau tergabungnya

atribut-atribut itu. Berikut tiga macam struktur yang dikenal: 1) Konsep konjungtif, yaitu konsep yang di dalamnya terdapat

dua atau lebih sifat, sehingga dapat memenuhi syarat sebagai contoh konsep. Misalnya: Seorang aktris adalah seorang wanita yang bermain dalam film. Dua atribut, yaitu wanita dan bermain dalam film harus ada agar dapat mewakili konsep aktris.

2) Konsep disjungtif adalah konsep yang di dalamnya satu dari dua atau lebih sifat harus ada. Konsep paman merupakan konsep disjungtif. Paman dapat merupakan kakak ibu atau ayah atau seorang pria yang menikah dengan kakak wanita ayah atau ibu.

3) Konsep relasional menyatakan hubungan tertentu antara atribut konsep. Kelas sosial merupakan salah satu contoh konsep relasional. Kelas sosial ditentukan oleh hubungan antara

pendapatan, pendidikan, jabatan atau pekerjaan, dan faktor-faktor lainnya.

c) Keabstrakan. Konsep-konsep dapat dilihat dan konkret atau konsep itu terdiri atas konsep-konsep lain. Suatu segitiga dapat dilihat; keinginan lebih abstrak.

d) Keinklusifan. Ini ditunjukkan pada jumlah contoh yang terlibat dalam konsep itu. Bagi seorang anak kecil, konsep kucing ditujukan pada seekor hewan tertentu, yaitu kucing keluarga. Bila anak itu telah mengenal beberapa kucing lainnya, konsep kucing akan menjadi luas, termasuk lebih banyak contoh.

e) Generalitas atau keumuman. Bila diklasifikasikan, konsep dapat berbeda dalam posisi superordinat atau subordinatnya. Konsep wortel adalah subordinat terhadap konsep sayuran, selanjutnya konsep sayuran subordinat terhadap konsep tanaman yang dapat dimakan. Makin umum suatu konsep, makin banyak asosiasi yang dapat dibuat dengan konsep lainnya.

f) Ketepatan. Ketepatan suatu konsep menyangkut apakah ada sekumpulan aturan untuk membedakan contoh dengan non-contoh suatu konsep.

g) Kekuatan. Kekuatan konsep ditentukan oleh sejauh mana orang setuju bahwa konsep itu penting.

Pemahaman konsep merupakan kompetensi yang ditunjukkan siswa dalam memahami konsep dan dalam prosedur yang luwes, akurat, efisien dan tepat. Pemahaman konsep siswa dapat ditinjau melalui

dimensi konsep yang ada. Berikut adalah tabel dimensi konsep disertai dengan beberapa indikator yang tercakup dalam dimensi konsep tersebut, yaitu:

Tabel 2.1 Indikator Dimensi Konsep No Dimensi

Konsep

Indikator Dimensi Konsep Bahasan yang terkait

1 Atribut Menentukan unsur-unsur prisma dengan tepat.

Unsur-unsur prisma

2 Struktur a. Memilih dan menggunakan secara tepat, informasi yang tersedia. b. Memanfaatkan konsep lain untuk menentukan konsep.

 Menentukan luas permukaan dan volume prisma melalui pengetahuan yang lain, misalnya luas dan keliling bangun sisi datar dan tripel Pythagoras.

 Luas prisma yang terdiri dari luas alas, keliling alas, dan tinggi prisma.

 Volume prisma terdiri dari luas alas dan tinggi prisma. 3 Keabstrakan a. Menentukan bagian pada

prisma melalui sebuah simbol dan bilangan untuk luas permukaan dan volume prisma. b. Menggambarkan bangun ruang prisma.  Menghitung luas permukaan dan volume prisma.  Menggambarkan sketsa prisma beserta ukurannya.

4 Keinklusifan Mengklasifikasi objek menurut sifat tertentu.

5 Generalitas/ Keumuman

Memilih suatu konsep untuk konsep yang dibentuk.

Rumus luas permukaan dan volume prisma sesuai dengan bentuk prisma yang diketahui.

6 Ketepatan Menentukan unsur-unsur prisma, rumus luas permukaan, dan volume secara tepat untuk bangun ruang prisma yang diketahui.

Unsur-unsur prisma, luas permukaan dan volume prisma.

Dokumen terkait