• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN TEORETIS

C. Pemahaman Peserta Didik

C. Pemahaman Peserta Didik

inti serta menyampaikan kembali baik dalam bentuk perkataan, tulisan maupun simbol dari materi yang telah disampaikan.

2. Indikator Pemahaman

Untuk memperjelas pengertian dari pemahaman akan dijelaskan beberapa indikatornya. Terdapat beberapa indikator dalam pemahaman di antaranya:

a. Menjelaskan Kembali

Setelah selesai program pembelajaran, peserta didik akan mampu mengurangi kembali materi yang telah disampaikan dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Dalam hal ini peserta didik menjelaskan dengan kata yang berbeda tetapi mempunyai makna yang sama.

b. Mengurangi dengan kata-kata sendiri.

Setelah selesai proses pembelajaran, peserta didik akan mampu mengurangi kembali materi yang telah disampaikan dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Dalam hal ini peserta didik menjelaskan dengan kata yang berbeda tetapi mempunyi makna yang sama.

c. Merangkum

Peserta didik mampu meringkas uraian dari pendidik maupun anggota kelompok dalam proses diskusi tanpa mengurangi kandungan makna yang dalam materi.

d. Memberikan Contoh

Setelah selesai proses pembelajaran, peserta didik akan mampu memberiakan contoh-contoh suatu peristiwa yang berkaitan dengan materi. Dari penjelasan yang ada akan dikembangkan melalui contoh-contoh yang lebih nyata dalam kehidupan yang dialami.

e. Menyimpulkan

Peserta didik akan mampu menentukan inti yang paling mendasari dari materi yang telah dipelajari.

3. Keberaduan Pemahaman

B.S. Bloom bersama rekannya berusaha untuk mengklarifikasikan tujuan intruksional pendidikan. Pengklasifikasikan tersebut telah memunculkan istilah taksonomi. Taksonomi ini terdiri dari tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik. Ranah kognitif meliputi pengetahuan, pemahaman analisis, sintesis dan evaluasi. Ranah afektif meliputi penerimaan, partisipasi, penilian, organisasi, dan pembukaan pola hidup. Ranah psikomotorik meliputi presepsi, kesepian, gerakan terbimbing, gerakan yang kopleks, penyusuaian pola gerakan, dan kreativitas.

Berdasarkan pegklasifikasian yang ada pemahaman masuk pada ranah yang pertama yaitu ranah kognitif. Pemahaman menempati pada posisi kedua tepatnya setelah pengetahuan. Jika dilihat melalui taksonomi yang ada maka dalam usaha memahamkan memerlukan metode yang tepat karena lebih tinggi dari pengetahuan.

4. Faktor-Faktor yang memengaruhi Pemahaman

Seperti yang telah dipaparkan di atas, pemahaman merupakan bagian dari pada tujuan pendidikan, sehingga pemahaman merupakan hasil dari adanya proses pembelajaran. Hal tersebut menggambarkan bahwa pemahaman merupakan salah satu bagian dari hasil belajar sehingga faktor-faktor yang memengaruhi hasil belajar juga sama dengan faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman.

Keberhasilan suatu pembelajaran bagi peserta didik tidak terlepas dari aktivitas peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Aktivitas dari masing-masing peserta didik akan memberikan kesan tersendiri serta berpengaruh pada

cepat dan tidaknya peserta didik dalam menangkap materi yang ada. Hal selaras dengan pendapat Bobbi DePorter dalam Quantum Teaching, mengutip pendapat Veron A Magnesium yang menyatakan bahwa orang belajar 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang dilihat dan didengar, 70% dar apa yang dikatakan, dan 90% dari apa yang dikatakan dan dilakukan.23

Selain itu, Bobbi DePorter juga menjelaskan bahwa keberhasilan belajar juga ditentukan oleh pengaruh suasana menyenangkan dan menggembirakan. Jika peserta didik merasa tidak nyaman dan terbebani dalam mengikuti pembelajaran maka kenikmatan belajar akan hilang dan menyisakan keterpaksaan. Untuk lebih memperjelas tentang beberapa faktor yang memengaruhi pemahaman akan dipaparkan secara rinci sebagai berikut:

a. Faktor Internal

Faktor ini berasal dari dalam diri peserta dididk di antaranya faktor psikologi yang berhubungan dengan jiwa peserta didik dan keinginan yang meliputi intelegensi, minat dan perhatian, bakat, motif serta kemangatan peserta didik. Adapun penjelasan dari faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:

1) Inteligensi

Intelegensi meruapakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya prestasi belajar. Intelegensi meruapakan dasar potensi bagi pencapaian hasil belajar maksudnya hasil belajar yang dicapai akan bergantung pada tingkat Intelegensi.24 Pernyataan tersebut mengandung makna bahwa semakin tinggi tingkat intelegensi maka akan semakin tinggi hasil belajar yang akan dicapai.

23Bobbi DePorter, Quantum Teaching, (Bandung: Kaifa, 2000), h. 57.

24 Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2004, Panduan Pembelajaran KBK, (Bandung: PT Remaja Roskadarya, 2005), Cet V, h. 193-194

2) Minat dan Perhatian

Minat adalah kecenderungan seorang terhadap sesuatu. Sedangkan perhatian adalah melihat dan mendengarkan dengan baik dan teliti terhadap sesuatu.25 Perhatian bisa dipupuk dengan memberikan stimulus yang baru, beraneka ragam atau berorientasi tinggi.26 Dengan demikian jika sesorang peserta didik mempunyai minat dan perhatian terhadap materi dalam mata pelajaran yang diterimanya maka akan memberikan hasil yang positif terhadap hasil atau prestasi belajarnya.

3) Bakat

Bakat atau talent adalah kemampuan potensial yang dimiliki seorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Dengan demikian, sebenarnya setiap orang pasti mempunyai bakat dalam arti berpotensi untuk mencapai prestasi sampai ketingkat tertentu sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Jadi secara global bakat itu mirip dengan intelegensi. Itulah sebabnya seorang anak yang berintelegensi sangat cerdas (superior) atau cerdas luar biasa (very superior) disebut juga sebagai talente chilid, yakni anak berbakat.27 Dilihat dari pertanyaan tersebut bakat sangat erat hubungannya dengan prestasi belajar.

4) Motif

25Abdul Wahib, “Menumbuhkan Bakat dan Minat Anak”, Dalam Chabib Thoa dan Abdul Mu‟thi, PBM-PAI di Sekolah, Eksistensi dan Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajaran, 1998), h. 79.

26S. Nasution, Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), h. 180.

27Muhiban Syah, Psikologi Belajar (Jakarta: Logos, 1999), h. 135.

Motif merupakan dorongan yang membuat seseorang berbuat sesuatu.28 Motif selalu mendasari dan mempengaruhi setiap usaha serta kegiatan seseorang untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Motif yang kuat akan mempunyai pengaruh terhadap seberapa besar usaha dan kegiatan untuk mencapai tujuan belajar.

5) Kemataman

Kemataman adalah suatu fase dalam pertumbuhan seseorang anak menjadi baik, dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru.

Hal tersebut dapat dilihat dari sudah sempurnanya organ tubuh seperti dengan tangan anak bisa menulis, dengan kaki yang kuat anak bisa berjalan dan dengan otaknya seorang anak bisa berfikir dan lain sebagainya.

b. Faktor External

Faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang timbul dari luar diri peserta didik yakni faktor yang mendukung hasil belajar pada diri peserta didik di antaranya faktor keluarga, kurikulum, metode megajar, guru, sarana dan fasilitas, lingkungan. Adapun penjelasan dari beberapa faktor tersebut adalag sebagai berikut:

1) Faktor Keluarga

Keluarga sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Dalam hal ini peran orang tua sangat akan mewarnai sikap seorang peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

2) Kurikulum

Kurikulum adalah a plan of learning yang merupakan unsur substansial dalam pendidikan.29 Tanpa kurikulum kegiatan belajar mengajar tidak dapat

28Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), h. 60.

29Syaiful Bahri Djamarah, Psikologi Belajar (Cet. II; Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h. 84.

berlangsung karena guru harus menyampaikan materi yang sesuai dengan kurikulum yang ada. Muatan kurikulum akan memengaruhi intensitas dan frekuensi belajar peserta didik.

3) Metode Mengajar

Metode mengajar adalah suatu cara yang harus dilalui di dalam mengajar.

Metode guru yang kurang baik akan mempengaruhi tingkat pemahaman peserta didik dan belajar peserta didik. Sehingga dalam proses pembelajaran seorang guru harus kreatif dalam memilih metode mengajar di dalam suatu instansi pendidikan.

4) Guru

Peran guru dalam proses belajar sangat mempengaruhi hasil belajar karena hampir seluruh aktifitas yang dilakukan oleh peserta didik sangat tergantung kepada guru. Proses belajar tidak akan berlangung satu arah (one way system) melainkan terjadi secara timbl balik antara peserta didik dan pendidik. Kedua belah pihak berperan secara aktif dalam kerangka kerja (frame of reference).130

Adapun peran guru dalam proses pembelajaran di antaranya:

1. Guru sebagai demonsrator sehingga guru hendaknya menguasai materi pembelajaran dan selalu mengembangkan kemampuan dalam bidang ilmu yang dimilinya.

2. Guru sebagai pengelola kelas sehingga guru bertanggung jawab memelihara lingkungan fisik kelas agar senantiasa menyenangkan untuk belajar dan mengarahkan serta membimbing proses-proses intelektual, sosial, emosional, moral, spiritual di dalam kelas, serata mengembangkan kompetensi dan kebiaasaan kerja secara efektif dikalangan peserta didik.

30Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2004 Panduan Pembelajaran KBK (Cet.V; Bandung:

PT remaja Rosdakarya, 2005), h. 193-194.

3. Guru sebagai fasilitator, peran guru erat kaitannya dengan perannya sebagai pengelola kelas.

4. Guru sebagai mediator, guru tidak hanya sebagai penyampaian informasi dalam pembeljara, tetapi sebgai perantara dalam hubungan antara pendidik dan peserta didik.

5. Guru sebagai evaluator, guru harus mampu menilai proses dan hasil belajar yang telah dicapai, serta memberikan umpan balik terhadap keefektifan pembelajaran yang telah dilakukan bersifat membantu berkolerasi positif dengan kecendurungan peserta didik untuk bekerja sama, berpartisipasi dalam kegiatan kelas atau sekolah dan hasil belajar.

5) Sarana dan Fasilitas

Sarana yang memadai akan mempermudah pengelola dalam suatu lembaga pendidikan dan meningkatkan kenyamanan dari pengguna. Selain itu, fasilitas juga akan mendukung proses pembelajaran yang ada. Semakin memadai fasilitasnya, pembelajaran akan semakin mudah.

6) Faktor Lingkungan

Lingkungan merupakan bagian dari kehidupan peserta didik yang tidak dapat dipisahkan. Lingkungan dapat dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan alam dan lingkungan sosial.

Lingkungan alam merupakan lingkungan tempat tinggal peserta didik hidup dan berusaha di dalamnya yang kaitannya dengan keadaan suhu kelembapan udara.31 Hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik karena adanya udara yang segar akan menjadikan peserta didik menjadi nyaman dalam mengikuti pembelajaran sehingga hasilnya akan baik, tetapi

31Syaiful Bahri Djamaran, Strategi Belajar Mengajar (Cet.V; Jakarta: Rineka Cipta 2013), h. 176.

sebaliknya udara yang pengap menjadikan peserta didik tidak nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga menimbulkan hasil yang kurang memuaskan.

Lingkungan sosial merupakan lingkunga tempat tinggal peserta didik yang ada dalam masyarakat. Berbagai norma-norma yang ada dalam masyarakat akan berpengaruh terhadap perilaku peserta didik.

33

Dokumen terkait