• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA

5.5 Pemakaian Tanda Baca

a. Tanda Titik (.)

1.

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat pernyataan. Misalnya:

Saya pernah mengalami kecelakaan motor. Bibi tidak pernah memarahiku.

2.

Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

Misalnya:

a. I. Kondisi Ekonomi di Indonesia

A.

Ekonomi Makro 1. Kedudukan 2. Fungsi

B.

Ekonomi Makro 1. Kedudukan 2. Fungsi b. 1. Tujuan

1.1

Tujuan Umum

1.2

Tujuan Khusus

1.2.1 Menjelaskan konsep promosi kesehatan 1.2.2 Menampilkan metode Emo Demo 1.2.3 ...

2.

Patokan Khusus...

Catatan:

(1)

Tanda titik tidak dipakai pada angka atau huruf yang sudah bertanda kurung dalam suatu perincian.

Misalnya:

1)

Panglima TNI,

2)

Panglima Polri

(2)

Tanda titik tidak digunakan pada akhir penomoran digital yang lebih dari satu angka (misalnya 3a).

(3)

Tanda titik tidak digunakan pada angka terakhir dalam penomoran deret digital yang lebih dari satu angka dalam judul tabel, bagan, grafik, atau gambar.

Misalnya:

Tabel 1 Kondisi Kebahasaan di Indonesia

Tabel 1.1 Kondisi Demografi Masyarakat Indonesia Bagan 2 Struktur Organisasi

Bagan 2.1 Bagian Umum

Grafik 4 Sikap Masyarakat Perkotaan terhadap Bahasa Derah Gambar 1.1 Echinodermata

3.

Tanda titik digunakan sebagai pemisah antara angka jam, menit, dan detik yang menjadi penunjuk waktu atau jangka waktu.

Misalnya:

pukul 02.15.53 (pukul 2 lewat 15 menit 53 detik atau pukul 2, 15 menit, 53 detik)

03.14.35 jam (3 jam, 14 menit, 35 detik)

4.

Tanda titik digunakan dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhiran tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit. Misalnya:

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sucipto, C.D. 2011. Vektor Penyakit Tropis. Pontianak: Gosyen Publishing

5.

Tanda titik digunakan sebagai pemisah bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Misalnya:

Desa itu memiliki penduduk sekitar 123.000 jiwa.

Anggaran kegiatan lomba karya tulis ilmiah nasional mencapai Rp 5.000.000,00

Catatan:

(1)

Tanda titik tidak digunakan sebagai tanda pemisah bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. Misalnya:

- Saya lahir pada tahun 1999 di Sidrap.

67

(2)

Tanda titik tidak digunakan pada akhir judul yang merupakan

kepala karangan, ilustrasi, atau tabel. Misalnya:

- Undang-undang Dasar 1999 Si Kancil dan Si Rusa

(3)

Tanda titik tidak digunakan di belakang (a) alamat penerima

dan pengirim surat serta (b) tanggal surat. Misalnya:

- Yth. Bapak Samsul

- Jalan Basuki Raya No. 34 Kabuh - Jombang 46484

b.

Tanda Koma (,)

1.

Tanda koma digunakani di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.

Misalnya:

-

Sapi, kambing, dan ayam termasuk hewan ternak. Buku, pensil, dan penghapus harus kalian bawa.

2.

Tanda koma digunakan sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara).

Misalnya:

-

Saya sudah lelah, tetapi belum selesai.

-

Itu bukan hak anda, melainkan hak orang bersama.

3.

Tanda koma digunakan sebagai pemisah untuk anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya.

Misalnya:

-

Karena sudah tua, kakek jadi lupa.

-

Supaya mendapat tubuh yang sehat, kita harus berolahraga.

Catatan:

Tanda koma tidak digunakan apabila induk kalimat mendahului anak kalimat. Misalnya:

-

Kakek jadi lupa karena sudah tua.

-

Kita harus berolahraga supaya mendapat tubuh yang sehat.

4.

Tanda koma digunakan di belakang kata atau ungkapan penghubung

antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian.

Misalnya:

-

Sampah yang ada di sungai menyebabkan banjir. Oleh karena itu, warga mengadakan kerja bakti untuk membersihkan sungai.

5.

Tanda koma digunakan sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti

Pak, Nek, atau Kak. Misalnya:

-

O, iya?

-

Wah, seru sekali! Hai, apa kabar?

6.

Tanda koma dipakai sebagai pemisah antara petikan langsung dan bagian lain dalam kalimat.

Misalnya:

-

Kata nenek saya, “Kita harus berjuang untuk mendapatkan keberhasilan.” “Setiap orang tidak pernah luput dari kesalahan,” ucap Kakek, “sebab kita hanyalah manusia biasa yang tidak sempurna.”

Catatan: Tanda koma tidak digunakan sebagai pemisah antara petikan

langsung yang berupa kalimat tanya, kalimat perintah, atau kalimat seru dengan bagian lain yang mengikutinya.

Misalnya:

-

“Mengapa kamu tidak menelponku?” tanya Dina. “Bersihkan cepat!” perintahnya.

7.

Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Misalnya:

-

Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember, Jalan Kalimantan, Kabupaten Jember. Kediri, 25 September 1999.

8.

Tanda komadigunakan sebagai pemisah nama yang susunannya

dibalik dalam daftar pustaka. Misalnya:

Soebachman, Adiba A. dan Fajar Nugroho. 2015. Kisah-Kisah

Dahsyat 12 Amalan Super Ajaib. Yogyakarta: Kauna Pustaka.

Sarwono, J. dan Budiono, H. 2012. Statistik Terapan: Aplikasi untuk

Riset Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta: PT Elex Komputindo.

9.

Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam footnote atau

endnote. Misalnya:

Havis Aravik, Ekonomi Islam (Palembang: Empatdua, 2016), hlm. 35. J.F. Gabriel, Fisika Kedokteran (Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1996), hlm. 65

10.

Tanda koma dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Misalnya:

- Sartono, M.Sc. - Ny.Yatmi, M.A.

69

11.

Tanda koma ditempatkan sebelum angka desimal atau di antara rupiah

dan sen yang dinyatakan dengan angka. Misalnya: - 3,5 km

- 3,5 kg - Rp3.500,00

12.

Tanda koma digunakan untuk mengapit keterangan tambahan atau aposisi. Misalnya:

Semua warga, baik tua maupun muda, berbondong-bondong mengikuti kegiatan kerja bakti dan gotong royong menyambut hari kemerdekaan.

Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit tanda koma

Mahasiswa yang lulus dengan nilai cumlaude dapat mengajukan beasiswa S2 pascasarjana.

13.

Penggunaan tanda koma di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat digunakan untuk menghindari kesalahan dalam membaca atau salah pengertian. Misalnya:

Untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular, pemerintah mencanangkan program Germas.

Demikian yang dapat kami sampaikan, kurang lebihnya kami mohon maaf.

Bandingkan dengan:

Untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular pemerintah mencanangkan program Germas.

Demikian yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf.

c.

Tanda Titik Koma (;)

1.

Tanda titik koma dapat digunakan sebagai pengganti kata hubung untuk memisahkan antarkalimat setara yang terdapat dalam kalimat majemuk. Misalnya:

Ayah mulai berangkat bekerja; Ibu sedang memasak; Kakak menyapu halaman. Pekan Raya telah usai; warga berharap akan ada hiburan lain yang serupa

2.

Tanda titik koma digunakan untuk merinci kata yang berupa klausa Misalnya:

Syarat penerimaan TNI adalah

(1)

Berkewarganegaraan Indonesia;

(2)

Berijazah SMA/MA program IPA, dengan memenuhi ketentuan nilai UAN;

(4)

Belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama mengikuti pendidikan pertama sampai dengan 1 (satu) tahun setelah pendidikan pertama dan;

(5)

Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3.

Tanda Titik koma digunakan untuk memisah perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Misalnya:

- Ratih membeli sayur bayam, kol, dan wortel; sabun mandi, pasta gigi dan sabun cuci piring.

- Agenda rapat makrab hari ini meliputi

a.

Alat dan bahan menyusun acara dan dekorasi;

b.

penyusunan rancangan anggaran belanja sie konsumsi, menyusun jadwal tampil perwakilan setiap angkatan oleh sie acara dan pendataan anggota;

c.

Foto panitia untuk ID card, dokumentasi, dan mendekor pentas.

D.

Tanda Titik Dua (:)

1)

Tanda titik dua digunakan di akhir sebuah pernyataan lengkap yang diikuti perincian atau penjelasan.

Misalnya:

- Dani memerlukan alat tulis: pensil, penggaris, penghapus, pensil warna.

- Hanya terdapat dua pilihan yang harus dijawab: benar atau salah.

2)

Tanda titik dua tidak digunakan apabila perincian atau penjelasan merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

Misalnya:

- Kita memerlukan buku gambar, pensil, penghapus, dan pensil warna untuk menggambar.

- Tahap merancang desain busana yang harus dilakukan yakni a. persiapan,

b. mensketsa, c. editing, d. pewarnaan.

3)

Tanda titik dua digunakan setelah kata atau ungkapan yang membutuhkan pemerian atau deskripsi dari kata sebelumnya.

Misalnya :

Nama : Nadia Fransischa Tempat tanggal lahir : Lumajang, 20 Juni 1999

71 Alamat : Tegal Rejo Gang.6

Tempursari-Lumajang

4)

Tanda titik dua digunakan dalam naskah drama yang ditempatkan setelah kata yang menunjukkan pelaku percakapan.

Misalnya :

- Lutfi: “Win, Minggu ini kamu tidak pulang?” - Windi : “Tidak lut. Kenapa?”

- Ibu: “Kalau pulang ayo mampir rumahku dulu.

5)

Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka. Misalnya :

- Horison, XLIII, No. 8/2008: 19

- Jurnal Pendidikan Dasar Islam.9(2): 1-10 Surah Alkahf: 1-10

E.

Tanda Hubung (- )

a.

Tanda hubung digunakan sebagai penanda bagian kata yang terpenggal karena adanya pergantian baris.

Misalnya:

Pahlawan perang di bumi pertiwi hanya meng- gunakan bambu runcing sebagai senjata.

b.

Tanda hubung digunakan sebagai penyambung unsur kata ulang. Misalnya:

Bermain-main Keabu-abuan Teman-teman

c.

Tanda hubung digunakan sebagai penyambung tanggal, bulan, tahun yang dinyatakan dengan angka atau menyambung huruf dalam kata yang dieja satu per satu.

Misalnya: 24-07-2017 p-r-a-m-u-k-a

d.

Tanda hubung dapat digunakan untuk memperjelas hubungan bagian kata atau ungkapan.

Misalnya:

Ber-ubah meng-hitung

lima-puluh-ribuan (50 x 1.000)

24/20 (dua-puluh-empat perdua-puluh) mesin hitung-tangan Bandingkan dengan:

be-rubah me-nghitung

20 4/20 (dua-puluh empat perdua-puluh-lima) mesin-hitung tangan

e.

Tanda hubung digunakan untuk merangkai.

1)

se- dengan kata berikutnya yang diawali huruf kapital (se-

Jawa-Bali, se- ASEAN);

2)

ke- dengan angka (urutan ke-67);

3)

angka dengan –an (uang 2000-an);

4)

kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf capital (ber-KTM, Hari-H);

5)

kata dengan kata ganti Tuhan (kehendak-Nya, atas

bimbingan-Mu);

6)

huruf dan angka (D-3, S-2, S-3); dan

7)

kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital (kartu ATM-nya, KK-mu).

Catatan:

Tanda hubung tidak digunakan di antara huruf dan angka apabila angka tersebut sebagai lambang jumlah huruf.

Misalnya:

P2DB (Penerimaan Peserta Didik Baru)

f.

Tanda hubung digunakan untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.

Misalnya:

di-paring-i (bahasa Jawa, ‘diberi’)

mar-dongan (bahasa Batak, ‘berteman’) di-download me-restart peng-upload-an

g.

Tanda hubung digunakan sebagai penanda bentuk terikat yang merupakan objek bahasan. Misalnya:

Kata akademis- berasal dari bahasa Belanda.

Akhiran - isasi pada kata betonisasi sebaiknya diubah menjadi

pembetonan.

F.

Tanda Pisah (—)

1.

Tanda pisah bisa digunakan sebagai pembatas untuk penyisipan kata atau kalimat yang memberi keterangan di luar bangun kalimat.

Misalnya:

Kemakmuran rakyat—saya optimis dapat terwujud— harus diperjuangkan bersama-sama oleh segenap unsur bangsa Indonesia.. Kekalahan itu—kami yakin tidak terulang—menjadi pelajaran berharga bagi semua atlet sepak bola nasional.

2.

Tanda pisah juga dapat digunakan sebagai penegas adanya keterangan aposisi atau keterangan lainnya.

73 Misalnya:

Nadiem Makariem—Pendiri Ojek Online— menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia.

Satu tahun dalam kalender Masehi—berdasarkan revolusi bumi— sebanyak 365 hari

3.

Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

Misalnya:

Tahun 2017—2018

Tanggal 9—14 Desember 2020 Probolinggo—Lumajang

G.

Tanda Tanya (?)

1.

Tanda tanya digunakan untuk mengakhiri kalimat tanya. Misalnya: Kapan paman berangkat ke Lubuk Linggau? Bagaimana keadaan Elmeira di rumah?

2.

Tanda tanya dalam tanda kurung digunakan untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Ir. Soekarno lahir di Surabaya (?). Di Asia Tenggara terdapat 10 (?) negara.

H.

Tanda Seru (!)

Tanda seru digunakan untuk mengakhiri pernyataan yang berupa seruan yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.

Misalnya:

- Alangkah luasnya halaman di Istana Bogor!

- Mari kita berkontribusi dalam Gerakan Hidup Sehat! Ambilkan susu untuk Adik!

- Masa! Shinta membohongiku? Semangat!

I.

Tanda Elipsis (…)

1.

Tanda elipsis digunakan sebagai penunjuk bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan terdapat bagian yang dihilangkan.

Misalnya:

- Penelitian di sungai Mahakam yang dilaksanakan mulai menghasilkan temuan biota perairan baru.

- Dalam buku karangan Aravik (2015), disebutkan bahwa konsumsi adalah suatu aktivitas memakai suatu produk barang atau jasa ….

Catatan:

(1)

Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2)

Tanda elipsis pada akhir kalimat diikuti oleh tanda titik (jumlah titik empat buah). 2 Tanda elipsis digunakan untuk menulis ujaran yang tidak selesai dalam dialog.

“Menurut pendapatku … apabila … betul, bukan?” “Makanya … kan, akhirnya jadi begini .”