• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemaknaan Denotatif dan Konotatif Tahap Pertama

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisis Program Variety Show Eat Bulaga Indonesia

4.3.1 Pemaknaan Denotatif dan Konotatif Tahap Pertama

Makna dan penganalisian secara teori dengan menggunakan teori Roland Barthes, akan ditampilkan dalam tabel berikut ini sesuai dengan pemaknaan denotatif dan konotatif tahap pertama.

Tabel 4.3.1.1

Shot Visual

Medium Shoot

Denotatif Konotatif

Pada segmen pembuka program, muncullah Jenny Tan (host) yang mengenakan mini dress berwarna ungu, memaknai bahwa ia adalah seorang wanita feminim, dan rompi tanpa lengan berwarna cokelat yang bercorak macan tutul, memberi kesan bahwa rompi tersebut terbuat dari kulit atau bulu hewan. Jenny juga memakai asesoris berupa jepitan rambut berbentuk tulang dan kalung berwarna putih berbentuk bulatan-bulatan kecil, terkesan dimanfaatkan olehnya sebagai hiasan untuk menambah keindahan pada dirinya. Hal tersebut menandakan

Pengambilan gambar yang terlihat

dekat terkesan ingin menampilkan sesuatu yang lebih jelas.

Apabila dikatakan Jenny adalah wanita yang hidup pada zaman batu, maka wujudnya tidak menyerupai manusia purba, karena ia memiliki wajah yang menarik. Sedangkan manusia purba memiliki wajah yang menyeramkan, karena dari bentuk rahangnya yang besar dan rambut yang menutupi wajahnya. Dan pakaian yang Jenny kenakan terbuat dari kain, sedangkan manusia purba mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit kayu dan

bahwa Jenny adalah seorang wanita yang hidup pada zaman batu, dimana pakaian dan asesoris yang ia gunakan, didapatnya dari kulit dan tulang hewan. Zaman di mana Jenny tinggal adalah zaman batu tua, atau disebut dengan Paleolithikum. Karena, Jenny memanfaatkan tulang-tulang hewan sebagai asesoris.

Kemudian Jenny menggerak-gerakan kedua tangannya ke arah dadanya, dan terlihat tengah memukul dadanya. Makna yang tersirat dari gerakan tubuhnya, seperti seekor hewan, yaitu gorila. Sehingga, memberi kesan bahwa Jenny adalah seorang wanita yang hidupnya di hutan dan meniru tingkah laku hewan.

kulit hewan.

Tingkah laku yang Jenny tunjukkan, terkesan bahwa manusia purba bertingkah laku seperti seekor gorilla. Hal-hal di atas menimbulkan hegemoni, dimana pembuat isi pesan atau konten memberikan gambaran bagaimana kehidupan manusia purba pada zaman batu. Padahal pesan yang disampaikan tidak sesuai, sehingga terjadinya hiperealitas.

Pada tabel 4.3.1.1 menunjukkan aktivitas pertama dari program “Eat Bulaga Indonesia” kali ini. Terlihat Jenny Tan yang mengenakan mini dress berwarna ungu dan rompi warna cokelat dengan corak macan tutul, ditambah asesoris berupa kalung berbentuk kumpulan tulang kecil. Ia tengah menari dengan

menggerak-gerakan kedua tangannya ke arah dadanya. Makna konotasi yang terkandung dalam gambar ini, yaitu Jenny Tan adalah seorang wanita berparas cantik yang hidup pada zaman batu. Karena dapat terlihat dari asesoris yang ia gunakan dan gerakan saat ia menari.

Penggunaan asesoris berupa tulang, mempunyai arti bahwa ia hidup pada zaman batu tua atau disebut dengan Paleolithikum, di mana manusia purba saat itu masih memanfaatkan tulang-tulang hewan untuk dijadikan alat yang dapat digunakan untuk kegiatan sehari-hari mereka. Dapat dilihat dari konten pada episode kali ini, bahwa manusia purba seharusnya memiliki fisik atau wujud tubuh yang sedikit membungkuk, kemudian kulit berwarna kecokelatan, wajah yang dapat dikatakan kurang cantik apabila menurut manusia pada zaman sekarang, dan pakaian yang terbuat dari kulit kayu dan kulit hewan. Namun, terlihat nilai jual pada konten episode kali ini, karena adanya perubahan wujud yang seharusnya dari manusia purba yang diaplikasikan kepada para pembawa acara Eat Bulaga Indonesia. Contohnya adalah Jenny Tan, ia mempunyai paras yang cantik dan berkulit putih, dan ia juga mengenakan pakaian yang terbuat dari kain. Akan tetapi berbeda dari wujud asli manusia purba, serta apa yang mereka gunakan.

Itu semua bertujuan untuk menarik dan menghibur penonton diberbagai daerah, dengan program Eat Bulaga Indonesia melalui media televisi. Dengan memperlihatkan kebudayaan pada zaman batu, konten diubah sesuai kebutuhan. yaitu, pakaian yang dikenakan oleh Jenny. Pada kenyataannya, manusia purba di zaman batu, tidak memakai pakaian yang dikenakan oleh Jenny pada zaman

sekarang. Namun, program ini masih memberikan unsur pada zaman batu, melalui asesoris berupa tulang, dan gerakan yang ditunjukan oleh Jenny.

Tabel 4.3.1.2

Shot Visual

Group Shoot

Denotatif Konotatif

Setelah Jenny, kemudian muncullah Bianca Liza (host), dengan mengenakan baju tanpa lengan berwarna cokelat dengan motif macan tutul, terlihat terbuat dari kulit hewan, dan rok pendek berwarna merah yang tidak rata pada bagian bawahnya, terkesan bahwa ia adalah seorang wanita yang pemberani. Ditambah dengan kalung berwarna putih berbentuk kumpulan tulang, terkesan ia memanfaatkannya untuk memperindah

Pengambilan gambar secara group

shoot ini ingin memperlihatkan dengan

jelas aktifitas yang tengah dilakukan oleh sekelompok orang. Dengan menampilkan Bianca yang tengah membawa tulang berukuran besar, kemudian Farid (host) yang tengah duduk di dekat api unggun, dan beberapa dancer yang tengah menari. Pada zaman batu, manusia purba mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit kayu atau kulit hewan, sehingga

dirinya. Sedangkan tulang berukuran besar berwarna putih yang digenggam ditangan kanannya, memberi kesan bahwa tulang tersebut berasal dari seekor hewan yang memiliki tubuh berukuran besar. Hal ini menandakan bahwa Bianca hidup pada zaman di mana hewan-hewan berukuran besar masih hidup, yaitu zaman batu. Dan tulang tersebut menjadi sebuah alat yang digunakan dalam aktifitasnya.

menyerupai baju yang dikenakan oleh Bianca, namun tidak dengan rok yang digunakan olehnya. Kemudian perkakas atau alat yang digunakan oleh manusia purba, terbuat dari batu, bukan tulang yang diperlihatkan pada gambar. Sehingga timbulah hiperealitas dan rasisme yang melekat pada benak khalayak bagaimana kondisi pada zaman batu.

Pada gambar 4.3.1.2 terlihat Bianca keluar dengan membawa tulang berukuran besar dan melihat ke arah depan dengan tatapan tajam. Pada episode kali ini, ia mengenakan baju tanpa lengan bermotif macan tutul dan rok pendek berwarna merah. Makna konotasi yang dapat dilihat, bahwa Ia adalah seorang wanita pemberani yang hidup pada zaman batu, terlihat dari tulang berukuran besar yang ia bawa, dan asesoris berupa kalung yang ia pakai.

Episode kali ini dikemas sedemikian rupa, untuk menunjang tema pada zaman batu, sehingga dapat memperlihatkan unsur kebudayaannya secara jelas.. Seperti yang terlihat pada Bianca, ia memiliki rambut hitam yang panjang, dan dibiarkannya terurai sehingga terlihat indah. Pada zaman batu, manusia purba tidak memiliki rambut indah dan terawat seperti Bianca. Yang dapat dilihat oleh

para penonton baik di studio maupun di rumah, hanya mitos mengenai tulang hewan yang berukuran besar, beserta tulang-tulang hewan lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia purba. Namun, wujud manusia purba yang memiliki kulit berwarna gelap, rambut dan wajah yang tidak terurus, telah diubah menjadi manusia purba yang cantik.

Hal ini bertujuan untuk menarik dan menghibur penonton diberbagai daerah, dengan program Eat Bulaga Indonesia melalui media televisi. Dengan tema pada zaman batu, konten diubah sesuai kebutuhan. yaitu, pakaian yang dikenakan oleh Bianca. Pada kenyataannya, manusia purba di zaman batu, tidak memakai pakaian yang dikenakan oleh Bianca pada zaman sekarang. Namun, program ini masih memberikan unsur pada zaman batu, melalui asesoris berupa tulang. Karena pada zaman sekarang ini, tulang berukuran besar tersebut, dapat dikatakan tidak ada.

Tabel 4.3.1.3

Shot Visual

Group Shoot

Denotatif Konotatif

memakai kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna biru untuk Reza, dan Hijau untuk Farid, dengan tali. Mereka tengah duduk di dekat sebuah properti berwarna oranye yang menyerupai sebuah api unggun. Api unggun memiliki makna bahwa Farid dan Reza membutuhkan sebuah api untuk penerangan di malam hari. Dan mereka tinggal di dalam hutan, atau hidup pada zaman dimana belum adanya aliran listrik. Sedangkan kegiatan yang mereka lakukan, menandakan bahwa itu merupakan sebuah aktifitas yang sering mereka lakukan bersama.

menunjukkan aktifitas yang tengah terjadi. Farid dan Reza yang tengah duduk di dekat api unggun dan para juga para host yang tengah menari di sekeliling mereka. Terlihat tengah ada sebuah kegiatan, yaitu berkumpul dan menari di dekat api unggun.

Pakaian yang dikenakan oleh Farid dan Reza terbuat dari kain, sedangkan manusia purba terbuat dari kulit kayu atau kulit hewan. Kemudian penggunaan properti berupa api unggun masih terbilang wajar dan sesuai dengan fakta, karena pada zaman batu belum terdapat listrik, dan api unggun dijadikan sebagai alat penerangan.

Pada gambar 4.3.1.3 digambarkan Farid dan Reza tengah duduk di dekat api unggun, dan disekelilingnya ada beberapa host serta dancer yang tengah menari. Makna konotasi yang terlihat, yaitu mereka membutuhkan api unggun sebagai penghangat tubuh, penerangan di malam hari, dan masih menggunakan api unggun untuk acara berkumpul dan menari. Nilai jual yang dapat dilihat dari gambar ini, yaitu berupa mitos pada zaman batu, dimana pada waktu itu manusia

purba menciptakan penerangan dari api unggun, dengan mengumpulkan ranting-ranting pohon dan menghasilkan api dengan cara memutar-mutarkan ranting-ranting diantara bebatuan. Untuk menunjang tema pada episode kali ini, maka dibuatlah properti berupa api unggun.

Hal itu bertujuan untuk menarik penonton, agar penonton dapat terhibur dengan konten yang disajikan di dalam Program Eat Bulaga Indonesia. Dengan tema pada zaman batu, konten diubah sesuai kebutuhan. yaitu, pakaian yang dikenakan oleh Farid dan Reza. Pada kenyataannya, manusia purba di zaman batu, tidak memakai pakaian yang dikenakan oleh Farid dan Reza yang dikenakan pada zaman sekarang. Program ini memberikan unsur pada zaman batu melalui api unggun, yang berfungsi sebagai penerangan dan penghangat tubuh di waktu malam hari. Kebudayaan dengan menggunakan api unggun, adalah salah satu yang dijual oleh media, khususnya pada konten program Eat Bulaga Indonesia.

Tabel 4.3.14

Shot Visual

Group Shoot

Denotatif Konotatif

Christie Micel (Host) yang mengenakan mini dress berwarna biru muda terkesan bahwa ia adalah seorang wanita feminim, dan memakai asesoris berbentuk tulang berwarna putih pada rambut dan tangannya menimbulkan kesan bahwa ia mudah mendapatkan tulang-tulang tersebut pada zaman di mana ia hidup, dan menjadikannya sebagai asesorisnya, yaitu zaman batu. Dengan berlari-lari kecil dan posisi badan yang membungkuk, menimbulkan kesan bahwa sikapnya berjalan meniru dari seekor hewan, yaitu gorila. Christie juga membawa tulang berwarna putih dengan ukuran besar, kemudian terlihat digigit olehnya, memberi kesan bahwa tulang tersebut diperoleh dari hewan yang berukuran besar. Dan hewan yang berukuran besar itu hidup ketika pada zaman batu. Sehingga tersirat bahwa Christie Micel hidup pada zaman batu.

menampilkan kegiatan pada sekelompok orang. Yaitu, dengan menampilkan seorang Christie Micel yang tengah menggigit tulang berukuran besar, kemudian ada beberapa orang yang tengah menari di belakangnya.

Pakaian yang dikenakan oleh Christie Micel terbuat dari kain, berbeda dengan manusia purba yang mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit kayu dan kulit hewan. Penggunaan asesoris berupa tulang pada rambutnya, dan tulang yang berukuran besar yang tengah digigit olehnya menimbulkan hiperealitas. Terkesan manusia purba memakan tulang tersebut, sehingga menimbulkan rasisme. Karena manusia purba memakan makanan yang sama seperti manusia pada zaman modern, disesuaikan tempat di mana mereka tinggal, seperti berburu pada manusia purba di zaman batu tua.

Pada tabel 4.3.1.4 terlihat Christie Micel yang mengenakan mini dress tanpa lengan berwarna biru muda, dengan memakai asesoris berupa jepitan rambut dan gelang berbentuk tulang. Ia tengah menggigit tulang berwarna putih yang berukuran besar, dengan membungkukkan badannya. Makna konotasi yang terkandung di dalam gambar ini, yaitu Christie adalah seorang wanita feminim yang berparas cantik. Dari ekspresi membungkukkan badannya, terkesan Christie mencontoh perilaku salah satu hewan, yaitu gorila. Sedangkan penggunaan asesoris berupa tulang, mempunyai arti bahwa ia hidup pada zaman batu tua, atau disebut dengan Paleolitikum. Di mana manusia purba pada saat itu masih memanfaatkan tulang-tulang hewan.

Dapat dilihat dari konten pada episode kali ini, bahwa manusia purba seharusnya memiliki fisik atau wujud tubuh yang sedikit membungkuk, kemudian kulit berwarna kecokelatan, wajah yang dapat dikatakan kurang cantik apabila menurut manusia pada zaman sekarang, dan pakaian yang terbuat dari kulit kayu dan kulit hewan. Namun, terlihat komoditas yang sudah melalui proses modifikasi pada konten episode kali ini, karena adanya perubahan wujud yang seharusnya dari manusia purba yang diaplikasikan kepada para pembawa acara Eat Bulaga Indonesia. Contohnya adalah Christie Micel, ia mempunyai paras yang cantik dan berkulit putih, dan ia juga mengenakan pakaian yang terbuat dari kain. Akan tetapi berbeda dari wujud asli manusia purba, dan apa yang mereka gunakan.

Hal itu bertujuan untuk menarik penonton, agar penonton dapat terhibur dengan konten yang disajikan di dalam Program Eat Bulaga Indonesia. Dengan tema pada zaman batu, konten diubah sesuai kebutuhan. yaitu, pakaian yang

dikenakan oleh Christie Micel. Pada kenyataannya, manusia purba di zaman batu, tidak memakai pakaian yang dikenakan olehnya pada zaman sekarang. Namun, program ini masih memberikan unsur pada zaman batu, melalui asesoris berupa tulang, dan gerakan yang ditunjukan oleh Christie.

Tabel 4.3.1.5

Shot Visual

Three Shoot

Denotatif Konotatif

Setelah Christie Micel, kemudian muncullah Leo Consul, Christie Julia, dan Steven (host) tengah menari-nari. Leo mengenakan baju berwarna oranye dengan motif tumpukan kain berwarna biru pada bagian depan dan celana cokelat dengan membawa batu yang berbentuk lonjong dan sambil tertawa. Dan Christie Julia mengenakan baju berwarna putih dengan rok pendek

Pengambilan gambar yang diambil secara three shoot ini memiliki makna ingin memperlihatkan secara jelas aktifitas yang dilakukan oleh kelompok tersebut.

Pakaian yang dikenakan oleh Leo, Christie, dan Steven, terbuat dari kain, sedangkan pakaian manusia purba terbuat dari kulit kayu atau kulit hewan. Dan didominasi hanya beberapa warna

berwarna merah beserta asesoris berbentuk tulang pada rambutnya memberi kesan bahwa di mana ia tinggal banyak ditemukannya tulang-tulang, sehingga dapat dimanfaatkan olehnya sebagai asesoris, dengan ekspresi wajah ceria dan menjulurkan lidahnya. Sedangkan Steven, mengenakan baju berwarna hijau dan bermotif polkadot berwarna hitam dengan celana pendek hitam, dengan membawa batu berbentuk lonjong. Properti berupa batu yang mereka pakai, mengesankan bahwa batu tersebut digunakan sebagai alat dalam beraktifitas sehari-hari. Batu tersebut disebut dengan Kapak Perimbas. Kapak Perimbas merupakan kapak berwarna hitam dan berbentuk lonjong, yang terbuat dari batu. Kapak ini ada pada zaman Paleolothikum, atau zaman batu tua.

saja, yaitu cokelat muda atau tua, dan hitam. Tidak seperti pakaian yang berwarna-warni yang dikenakan oleh mereka. Mereka mempunyai wajah yang menarik, sedangkan manusia purba memiliki wajah yang terlihat menyeramkan karena rambut yang menutupi wajahnya.

Makna yang tersirat dari ekspresi mereka bertiga, bukan mempunyai arti bahwa itu merupakan sikap dari manusia purba, hal tersebut terlalu berlebihan, sehingga timbulnya hiperealitas. Mereka terlihat seperti orang yang tidak waras karena berekspresi seperti itu.

Kapak perimbas yang dijadikan properti menyerupai dengan kapak perimbas asli pada zaman batu paleolithikum, dan memiliki tekstur yang kasar.

Pada tabel 4.3.1.5 terlihat tiga host, yaitu Leo, Christie Julia, dan Steven tengah menari. Leo mengenakan kaos berwarna hijau dan celana pendek cokelat, dengan membawa kapak perimbas. Christie Julia, mengenakan baju berwarna putih dan rok merah, dengan ditambahi asesoris berbentuk tulang pada rambutnya. Sedangkan Steven, mengenakan baju berwarrna hijau dan celana pendek hitam, dengan membawa kapak perimbas. Makna konotasi yang terkandung dalam gambar ini, yaitu mereka bertiga tengah menari, dan terkesan mempunyai hubungan yang akrab. Pakaian yang mereka kenakan terlihat seperti terbuat dari kulit kayu. Untuk jepitan rambut yang dikenakan oleh Christie dan kapak yang digunakan oleh Leo dan Steven, mengesankan bahwa mereka bertiga adalah manusia purba yang hidup pada zaman batu tua, disebut dengan Paleolitikum. Karena, memanfaatkan tulang, dan adanya kapak perimbas. Kapak yang ada pada zaman batu tua.

Dapat dilihat dari konten pada episode kali ini, bahwa manusia purba memiliki fisik atau wujud tubuh yang sedikit membungkuk, kemudian kulit berwarna kecokelatan, wajah yang dapat dikatakan kurang cantik atau tampan, apabila menurut manusia pada zaman sekarang, dan pakaian yang terbuat dari kulit kayu dan hewan. Namun, terlihat nilai jual pada konten episode kali ini, karena adanya perubahan wujud yang seharusnya dari manusia purba yang diaplikasikan kepada para pembawa acara Eat Bulaga Indonesia. Contohnya adalah ketiga host tersebut, Akan tetapi berbeda dari wujud asli manusia purba, serta apa yang mereka gunakan.

Itu semua bertujuan untuk menarik penonton, agar penonton dapat terhibur dengan konten yang disajikan di dalam Program Eat Bulaga Indonesia. Kebudayaan pada zaman batu, diubah sesuai kebutuhan, yaitu, pakaian yang dikenakan. Pada kenyataannya, manusia purba di zaman batu, tidak memakai pakaian yang dikenakan oleh Leo, Christie dan Steven yaitu pakaian pada zaman sekarang. Namun, program ini masih memberikan unsur pada zaman batu, melalui asesoris berupa tulang, kapak perimbas, dan gerakan yang ditunjukan oleh Leo, Christie, dan Steven, seperti membungkukan badan.

Tabel 4.3.1.6

Shot Visual

Long Shoot

Denotatif Konotatif

Pada saat Opening host, semua host yang berada di-indoor terlihat berada di depan panggung, mereka berjumlah 9 orang dengan mengenakan pakaian ala manusia purba, beserta dengan asesoris yang mereka kenakan, dan properti

Pengambilan gambar yang diambil secara long shoot ini, terkesan ingin memperlihatkan seluruh host indoor beserta latar belakangnya, yaitu tulisan berupa nama program beserta lambang program Eat Bulaga Indonesia.

yang mereka bawa. Seperti jepitan berbentuk tulang, tulang berukuran besar, dan kapak perimbas.

Pakaian yang dikenakan oleh para

host terbuat dari kain dan memiliki

warna yang beragam, sedangkan pakaian manusia purba, terbuat dari kulit kayu dan kulit hewan, dan hanya memiliki sedikit warna, seperti cokelat dan hitam.

Penggunaan properti tulang yang berukuran besar menimbulkan hiperealitas, karena pada zaman mereka hidup tulang hewan yang berukuran besar tersebut tidak ada. Sehingga hal ini berhasil mempengaruhi khalayak tentang adanya tulang berukuran tersebut pada zaman batu.

Pada gambar 4.3.1.6 memperlihatkan 9 (Sembilan) host ayng berada di depan panggung. Mereka mengenakan pakaian ala manusia purba, yang terlihat terbuat dari kulit hewan dan kulit kayu, serta dengan membawa properti, yaitu berupa tulang berukuran besar dan kapak perimbas. Makna konotasi yang dapat dilihat, bahwa Sembilan host tersebut, merupakan manusia purba, lebih tepatnya manusia yang hidup pada zaman batu tua. Zaman dimana manusia purba memanfaatkan tulang-tulang baik sebagai hiasan pada tubuh mereka, atau untuk

aktifitas mereka. Tulang yang berukuran besar menandakan, pada zaman batu tua masih terdapat hewan yang mempunyai tubuh berukuran besar. Sedangkan kapak perimbas, yaitu kapak yang terbuat dari batu, dan digunakan oleh manusia purba untuk aktifitas mereka.

Episode kali ini bertemakan Zaman Batu dan manusia yang hidup atau tinggal pada zaman itu disebut dengan Manusia Purba. Konsep dikemas semenarik mungkin, bertujuan untuk menghibur para penonton, baik yang di rumah maupun studio. Pakaian yang dikenakan oleh para host berbeda dengan pakaian yang dikenakan oleh manusia purba pada zaman mereka, karena terbuat dari kulit hewan dan kulit kayu. Namun, karena ini merupakan sebagai nilai jual dari program Eat Bulaga Indonesia, maka pakaian yang dikenakan oleh para host harus terlihat menarik. Dan mereka tetap terlihat cantik dan tampan. Berbeda dengan manusia purba pada zaman batu, dapat dikatakan mereka tidak terlihat cantik maupun tampan, tidak berkulit putih bersih dan berambut indah. Karena manusia purba memiliki kulit berwarna gelap, rambut tidak rapih dan indah, paras tidak cantik maupun tampan apabila menurut manusia pada zaman sekarang. Selain itu, untuk memberikan unsur pada zaman batu, maka terdapat properti berupa tulang besar dan kapak perimbas, ini sebagai simbol dari kehidupan pada zaman batu tua, atau disebut dengan Paleolitikum. Kebudayaan manusia purba menggunakan kapak perimbas inilah, yang dijadikan simbol pada program ini.

Tabel 4.3.1.7

Shot Visual

Medium Shoot

Denotatif Konotatif

Sesaat setelah dibukanya acara, Boss Uya Kuya datang dengan menaiki kendaraan berwarna cokelat, yang

Dokumen terkait