• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Biogas

Dalam dokumen PENDAHULUAN. Ruswendi (Halaman 88-92)

Biogas dapat dimanfaatkan untuk menyalakan kompor gas menggantikan peran gas LPG. Caranya dengan memodifikasi kompor gas

89

sehingga bisa disambungkan dengan instalasi biogas yang tersedia. Kran dipasang untuk membuka dan menutup aliran gas ke kompor. Kran dibuka perlahan sehingga gas mengalir ke kompor lalu nyalakan penyulut api dan dekatkan dengan kompor sehingga kompor menyala kemudian atur api sesuai dengan yang diinginkan. Jika telah selesai memasak kompor dimatikan dan pastikan kran gas tertutup sehingga aman.

Untuk menghidupkan mesin generator, maka pastikan persediaan gas cukup untuk waktu dan kapasitas listrik yang digunakan. Pastikan saluran gas yang menuju generator sudah terpasang dengan baik. Kemudian kran gas dibuka sehingga gas mengalir ke generator. Mesin generator dihidupkan dengan menarik tali starter. Setelah mesin generator hidup stabil dan normal tunggu beberapa menit sampai lampu indicator menyala , kemudian masukkan kabel ke colokan untuk mendapatkan aliran listrik. Setelah selesai matikan generator dengan cara menutup kran gas yang menuju generator. Mesin generator hanya dapat digunakan 5 jam, setelah mesin dingin geneator dapat didihupkan lagi.

Membuat Alat Penghasil Biogas Sederhana a. Bahan Yang Diperlukan adalah:

1. 4 buah drum bekas, tiga ukuran 200 liter dan satu buah ukuran 120 liter.

2. Pipa besi dengan garis tengah 1 – 1,5 cm yang dilengkapi dengan kran untuk saluran gas.

3. Pipa besi dengan garus tengah 5 cm untuk saluran isian dan buangan. 4. Seng tebal atau plat besi setebal 1 -2 mm untuk membuat corong

pemasukan isian, dapat pula digunakan corong yang telah jadi. 5. Slang karet atau slang plastik untuk mengalihkan gas.

b. Cara Pembuatan.

Cara pembuatan alat penghasil biogas dapat dibagi menjadi dua bagian penting, yaitu pembuatan tabung penampungan isian (tabung pencerna) dan pembuatan tabung pengumpul gas. Untuk proses pengerjaannya diperlukan alat-alat yaitu martil pahat baja, alat pengelas dan lain-lain.

1. Pembuatan Tabung Pencerna

Tabung ini dibuat dari dua buah drum besar (tabung 200 liter) yang dirangkai dengan cara dilas. Setelah tabung dirangkaikan, dilengkapi dengan pipa pemasukan isian dan pipa pengeluaran buangan. Tahap-tahap pembuatanya secara lengkap sebagai berikut: a. Drum pertama dibuka salah satu tutupnya (bagian yang ada

90

b. Drum kedua dipotong separo salah satunya (bagian yang ada lubang bekas pemasukan minyak)

c. Drum yang akan digunakan perlu dibersihkan dahulu dari kotoran-kotoran yang menempel.

d. Lakukan uji kebocoran dengan cara memasukkan air dan diamati seluruh bagian drum. Kebocoran ditandai dengan keluarnya air dari bagian tersebut.

e. Jika ada kebocoran perlu dilakukan penambalan dengan cara dilas.

f. Buatlah lubang dengan diameter 5 cm tepat disisi tutup yang masih utuh kedua drum tersebut.

g. Buatlah lubang berdiameter 1 – 1,5 cm di posisi atas drum yang tutupnya terbuka (berlawanan dengan posisi lubang berdiameter 5 cm).

h. Kedua drum disambungkan satu sama lain dengan cara dilas. Untuk mempekuat sambungan, sebaiknya digunakan baut dan mur. Sebelum disambung, perlu diperhatikan agar kedua lubang yang telah dibuat tepat pada posisi dasar.

i. Sambungkan pipa pemasukan isian (60 cm) yang telah dilengkapi corong pada salah satu lubang dengan membentuk sudut 30 derajat, kemudian dilas. Untuk memperkuat kedudukannya, perlu ditopang dengan plat baja.

j. Sambungkan pula pipa pengeluaran buangan (60 cm) pada salah satu lubang dengan membentuk sudut 30 derajat, kemudian dilas Untuk memperkuat kedudukannya, perlu ditopang dengan plat baja.

k. Sedangkan pipa pengeluaran gas dengan cara dilas pada lubang berdiameter 1 – 1,5 cm. Dengan demikian, pembuatan tabung pencerna telah selesai.

2. Pembuatan Tabung Pengumpul Gas

Tabung pengumpul gas yang akan dibuat ini terpisah dari tabung pencerna. Model ini merupakan penembangan dari model sederhana yang tabung pengumpul gasnya masih bersatu dengan tabung pencerna. Tabung ini terbuat dari dua buah drum yaitu satu buah drum berukuran 200 liter dan satu buah drum berukuran 120 liter. Cara pembuatan tabung ini lebih mudah dari pembuatan tabung pencerna. Proses pembuatannya secara lengkap sebagai berikut: a. Drum besar (200 liter) dibuka salah satunya tutupnya (bagian

91

kecil (120 liter) dibuka salah satu tutupnya (baguan yang ada lubang bekas pemasukan minyak).

b. Drum yang akan digunakan perlu dibersihkan dahulu dari kotoran yang menempel.

c. Lakukan uji kebocoran dengan cara memasukkan air dan diamati seluruh bagian drum. Kebocoran ditandai dengan keluarnya air dari bagian tersebut.

d. Jika ada kebocoran perlu dilakukan penambalan dengan cara dilas.

e. Buat dya kubang berdiameter 1 – 1,5 cm pada tutup drum kecil. f. Sambungkan pada kedua lubang tersebut dua pipa berdiameter 1

– 1,5 dengan cara dilas. Salah satu pipa untuk pemasukan gas dari tabung pemasukan gas dari tabung pencerna dan satu lagi yang telah dilengkapi dengan kran untuk penegluaran gas. Dengan demikian pembuatan tabung pengumpul gas telah selesai.

3. Cara Menggunakan Alat Penghasil Biogas

Cara mengoperasikan alat ini cukup mudah. Setelah semua perlengkapannya siap digunakan, yang perlu dilakukan yaitu: pembuatan isian dari kotoran ternak. Kebutuhan awal isian untuk alat ini sekitar 380 liter. Isian sebanyak itu terdiri dari 8 ember kotoran sapi atau kerbau yang dicampur dengan sekitar 11 ember air. Ember yang digunakan berukuran 22 liter.

Selanjutnya, isian yang telah dibuat dimasukkan ke dalam tabung pencerna. Adapun drum besar tabung pengumpul gas diisi dengan air, kemudian drum kecilnya (penutup) dimasukkan ke dalam drum besar. Cara penggunaan secara lengkap sebagai berikut: • Buat isian dengan mencampurkan kotoran ternak segar dengan

air, perbandingannya 1 : 1,5. Aduklah kotoran sampai merata sambil membuang benda-benda keras yang mungkin ikut tercampur.

• Masukkan isiann yang telah siap kedalam tabung pencerna melalui pipa pemasukan isian. Pemasukan isian dihentikan setelah tabung pencerna penuh yang ditandai dengan keluarnya buangan dari pipa buangan.

• Buka kran pengeluaran gas yang dihubungkan denganpipa pemasukan gas tabung pengumpul dengan selang karet atau plastik yang telah disiapkan.

• Masukan air kedalam drum besar tabung pengumpul gas sampai ketinggian sekitar 60 cm.

• Masukkan pula drum kecil ke dalam drum besar yang telah diisi air dan biarkan drum tersebut tenggelam sebagian badannya.

92

• Tutup kran pengeluaran gas tabung pengumpul.

Setelah 3 – 4 minggu, biasanya gas pertama mulai terbentuk yang ditandai dengan terangkatnya drum kecil tabung pengumpul gas. Gas pertama ini masih bercampur dengan udara sehingga belum dapat digunakan karena mudah meledak. Gas pertama ini perlu dibuang dengan membuka kran pengeluaran gas tabung pengumpul. Setelah gas pertama terbuang habis yang ditandai dengan turunnya permukaan drum kecil pengumpul gas ke posisi semula, kran pengeluaran gas ditutup kembali. Gas yang terbentuk kemudian sudah dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Pengisian isian selanjutnya dapat dilakukan setiap hari. Kebutuhan isian perhari sekitar 1 ember berukuran 22 liter.

Pustaka

Wahyuni,S. 2008. Biogas.Penebar Swadaya.

Simamora, Salundik, Wahyuni, dan Surajudin, 2008. Membuat Biogas. PT Agromedia Pustaka.

Setiawan, A.I. 2004. Memanfaatkan Kotoran Ternak. Penebar Swadaya.

PEMANFAATAN LIMBAH BIOGAS MENJADI PUPUK

Dalam dokumen PENDAHULUAN. Ruswendi (Halaman 88-92)