• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIS

2.4. Pemanfaatan Layanan Perpustakaan

Dalam mencapai produktivitas perpustakaan diperlukan pemanfaatan perpustakaan yang maksimal. Menurut Sutarno (2006: 215) dinyatakan “Pemberdayaan atau pendayagunaan perpustakaan adalah suatu upaya bagaimana memanfaatkan perpustakaan dan segala fasilitas yang tersedia, baik oleh penyelenggara maupun oleh pemakaiannya secara maksimal atau optimal”.

Kata pemanfaatan berasal dari kata “manfaat” yang bermakna faedah dan guna. Dalam Kamus Besar Indonesia (1992: 626) dinyatakan bahwa pemanfaatan mengandung arti “proses, cara dan pembuatan memanfaatakan”.

Sedangkan menurut Purwako (2007: 2) bahwa ”Pemanfaat pelayanan perpustakaan adalah memberikan bantuan kepada pembaca untuk memperoleh bahan pustaka/informasi sesuai kebutuhannya”.

Hal ini dapat diartikan bahwa pemanfaatan layanan perpustakaan adalah suatu proses pendayagunaan layanan yang tersedia di perpustakaan oleh pengguna dimana dimana ada suatu kebutuhan dan minat pengguna dalam pemanfaatan perpustakaan.

Untuk mencapai pemanfaatan perpustakaan secara maksimal perlu dilakukan suatu kegiatan pembinaan pengguna agar membantu penggunaan memanfaatkan setiap layanan. Mufid (2008: 2) yang dikutip oleh Wilson menyatakan bahwa:

Salah satu cara optimalisasi pemanfaatan layanan di perpustakaan adalah melalui pendidikan pemakaian, pendidikan pemakaian adalah mendidik pemakai perpustakaan apakah itu mahasiswa, staf dan anggota masyarakat umum, tentang bagaimana memanfaatkan perpustakaan dan layanan – layanannya.

Sehubungan dengan hal di atas Sutarno (2003: 112) mengemukakan bahwa pembinaan masyarakat pemakaian dapat dilakukan dengan cara:

1. Mengadakan bimbingan pemakai perpustakaan yaitu menuntun, mengarahkan, memberi penjelasan tentang cara – cara menggunakan kartu katalog, menelusur sumber informasi dan menggunakan pedoman perpustakaan yang lain.

2. Memberitahukan pendidikan pemakai yaitu kegiatan yang dilakukan oleh petugas layanan mengenai seluk beluk perpustakaan, cara menjadi anggota. Persyaratan keanggotaan, tata tertib, jenis layanan, kegunaan sistem katalogisasi dan klasifikasi, partisipasi, masyarakat didalam perpustakaan. Semua ini dikerjakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan keterampilan pemakai dalam memanfaatkan perpustakaan secara cepat dan tepat tanpa mengalami kesulitan.

3. Melakukan sosialisasi, publikasi dan promosi perpustakaan yakni dengan cara:

• Membuat papan nama dan papan petunjuk perpustakaan • Mengadakan kegiatan yang melibatkan anggota perpustakaan • Membuat sarana publikasi melalui media cetak dan elektronika • Mengadakan pameranan perpustakaan

• Mengadakan pertemuan atau forum ilmiah

Mengundang para tokoh , pakar, figure public ke perpustakaan

• Mengadakan berbagai perlombaan dengan hadiah piagam, piala dan penghargaan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembinaan masyarakat mencapai pemanfaatan perpustakaan yang maksimal dilakukan dengan cara melaksanakan bimbingan pemakaian dengan menuntut dan mengarahkan pengguna, memberitahukan pendidikan pemakai dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan pemakai, selanjutnaya melakukan sosialisasi, publikasi, dan promosi perpustakaan.

2.4.2. Tujuan Pemanfaatan Layanan

Dalam memberikan pelayanan kepada pengguna perpustakaan selalu memberikan pelayanan yang maksimal agar pengguna perpustakaan dapat memanfaatkan sumber informasi yang ada di perpustakaan, dengan baik hal ini sesuai dengan tujuan perpustakaan yaitu memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Menurut Sutarno (2003: 112) menyatakan bahwa:

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan masyarakat dapat menemukannya di perpustakaan. Apabila kedatangan anggota masyarakat di perpustakaan atas pengaruh, desakan, perintah ataupun ajakan orang lain, maka hanya bersifat sementara/spontan. Sedangkan yang diharapkan adalah kunjungan rutin sebagai suatu kegemaran, kebiasaan, dan keperluan yang berkaitan perpustakaan.

Dari pendapat di atas jelas bahwa untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Perpustakaan haruslah berorientasi pada kegemaran, kebiasaan dan kebutuhan informasi pengguna perpustakaan.

Tujuan pemanfaatan perpustakaan menurut Soedibyo (1987: 71) adalah : 1. Keperluan tugas sekolah

2. Tugas studi yang dilakukan di fakultasnya 3. Tugas reseach dan

4. Recreational readings

Berdasarkan tujuan di atas diketahui bahwa banyak tujuan kunjungan ke perpustakaan dimana keperluan setiap pengguna berbeda – beda, untuk siswa tujuannya adalah untuk keperluan tugas sekolah, mahasiswa untuk pemenuhan tugas studi, untuk penelitian untuk tugas penelitian, dan Recreational Reading.

2.4.3. Frekuensi Pemanfaatan Layanan

Dalam upaya agar masyarakat teratur dan terus – menerus memanfaatkan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dalam hal ini informasi yang tersedia harus dapat menarik minat pengguna sehingga frekuensi pemanfaatan

perpustakaan oleh pengguna dapat berkembang. Menurut Salim (2002: 425) bahwa ”Frekuensi adalah sejumlah pengulangan kejadian tertentu yang teratur”.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1992: 275) frekuensi mempunyai arti ”Kekerapan”

Jadi jelas bahwa keseringan pemanfaatan merupakan suatu rutinitas pengguna perpustakaan, dimana frekuensi pemanfaatan tersebut berhubungan dengan kebutuhan pengguna sehingga frekuensi pemanfaatan dapat menjadi tolak ukur pemanfaatan perpustakaan.

2.5. Pengguna Perpustakaan

2.5.1. Pengertian Pengguna Perpustakaan

Pengguna adalah seseorang atau sekelompok yang pada umumnya bberpotensi membutuhkan jasa pelayanan dan hubungan dengan perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan informasi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001: 372), disebutkan bahwa “pengguna adalah seseorang yang menggunakan atau memanfaatkan”. Sedangkan Menurut Sulistyo - Basuki (1993: 8),

Pengguna dapat dibedakan sebagai pengguna yang aktif dan yang tidak aktif. Dalam istilah yang lebih luas, pengguna dapat dikatakan sebagai orang yang berhubungan perpustakaan, baik langsung maupun tidak langsung dalam rangka mencari informasi yang dibutuhkan.

Pendapat lain tentang pengguna dikemukan Lupiyoadi (2001: 143) menyatakan bahwa:

Pelanggan/pengguna adalah seseorang yang secara kontinu dan berulang kali datang ke suatu tempat yang sama untuk memuaskan keinginannya dengan memiliki suatu produk atau mendapatkan suatu jasa dan membayar produk atau jasa tersebut.

Dengan demikian, pengguna perpustakaan adalah seseorang atau sekelompok orang yang datang ke perpustakaan atas dasar kebutuhan informasi dan menggunakan jasa layanan perpustakaan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan.

2.5.2. Kelompok Pengguna Perpustakaan

Sulistyo - Basuki (2004: 399 - 400) mengkategorikan pengguna informasi ilmiah menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Ilmuwan (peneliti), yang bergerak dalam penelitian dasar dan eksperimental dalam ilmu - ilmu dasar.

2. Insinyur (engineers, rekayasawan, spesialis praktis), bergerak dalam bidang disain eksperimental, proyeksi dan aktivitas operasional dalam berbagai bidang teknologi dan industri.

3. Manajer dalam ruang lingkup sains, teknologi dan ekonomi nasional. Selain itu, Saepudin (2009: 8), menyatakan bahwa:

Pustakawan harus melihat dari kelompok pembaca yang dilayani dan yang memanfaatkan sumber informasi tersebut. Pustakawan sebagai selektor harus memiliki kriteria tertentu terhadap bahan koleksi yang akan mereka layangkan kepada masyarakat pengguna informasi tersebut yang dapat ditinjau dari berbagai sudut, antara lain :

1. Usia Kelompok Pembaca

Selektor harus memiliki pengetahuan dalam menentukan bahan pustaka mana yang boleh dan tidak boleh dilayangkan kepada pembaca dengan memprediksi kesesuaian bahan pustaka tersebut dengan usia pembaca. 2. Pendidikan Kelompok Pembaca

Seorang selektor harus memprediksi kesesuaian suatu bahan pustaka dengan pendidikan kelompok pembaca, karena beberapa kalangan pembaca tentu memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda - beda. Tentu sangat tidak mungkin seseorang yang memilikki latar belakang pendidikan sosial disuguhi bahan pustaka yang berhubungan dengan bidang kedokteran.

3. Keterbatasan Fisik Kelompok Pembaca

Selektor harus mampu menyeleksi bahan - bahan pustaka yang dibutuhkan oleh kelompok pembaca yang memiliki keterbatasan fisik. Misalnya dengan menyediakan bahan - bahan pustaka bagi saudara - saudara kita yang Tuna Netra.

4. Gender Kelompok Pembaca

Seorang selektor harus mampu menyeleksi bahan - bahan pustaka dengan mellihat sudut pandang gender kelompok pembaca tersebut, agar tercapai penyampaian informasi yang tepat sasaran.

Dokumen terkait