• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Teknologi Hasil Litbang Nasional di Industri

Pemanfaatan teknologi hasil litbang nasional di Industri bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri nasional, mendorong tumbuhnya industri nasional serta meningkatkan kontribusi iptek nasional dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ini ada anggapan di kalangan calon pengguna (industri) bahwa teknologi baru yang dikembangkan lembaga litbang belum teruji dengan baik, kesenjangan pengetahuan (knowledge gap), biaya terlalu tinggi, risiko permintaan, kemitraan, risiko ekonomi, serta kurangnya personil yang berkualitas. Permasalahan lain adalah kesesuaian antara ilmu dan teknologi yang dikembangkan oleh lembaga-lembaga litbang dengan

ilmu dan teknologi yang dibutuhkan oleh pengguna masih rendah. Untuk itu, Kementerian Riset dan Teknologi berinisiatif mengembangkan suatu lembaga intermediasi yaitu Business Technology Center (BTC) yang tersebar di berbagai daerah dan Business Innovation Center (BIC). Keberadaan lembaga intermediasi ini dimaksudkan untuk menjembatani komunikasi dan intermediasi antara lembaga litbang dengan dunia industri dengan harapan agar terjadi komunikasi timbal balik antara para peneliti dan pelaku industri. Pencapaian indikator kinerja pada tahun 2013 terkait dengan pemanfaatan teknologi hasil litbang nasional di industri adalah :

No. Teknologi Penghasil Teknologi Industri Pengguna

1. Pemanfaatan Mesin RUSNAS 500 cc BPPT CV. RAM

2. Teknologi home purifier water berbasis membran dan bahan hollow fibre

ITB PT. IFA

3 Teknologi Teknologi Pigmen Besi Oksida dari Pasir Besi LIPI, BATAN PT Sigma Utama,

4 Teknologi Brown Coal CV Asri Keramik PT. Baramulti Suguh Sentosa

Tabel 3.31. Pemanfaatan Teknologi Hasil Litbang Nasional

Tabel 3.32. Pemanfaatan Teknologi Hasil Litbang Nasional di Industri tahun 2013

t5FLOPMPHJ.FTJO364/"4DD

Kegiatan trial production untuk mendifusikan teknologi hasil rancang bangun mesin RUSNAS pada mitra industri terpilih yaitu PT. NEFA di Kabupaten Tegal telah dimulai tahun 2010. Target kegiatan trial production adalah menghasilkan mesin RUSNAS yang kualitasnya sama dengan hasil uji kinerja sebelumnya dan mempunyai harga murah. Difusi teknologi ini menghasilkan prototipe mesin RUSNAS yang telah diaplikasikan pada beberapa prototipe kendaraan seperti GEA yang dibuat dan didanai PT. INKA, dan Silent Genset atas pendanaan Pemda Kabupaten Tegal.

Pada tahun 2011 BPPT mempunyai kegiatan untuk menginkubasi pembuatan mesin RUSNAS di Kabupaten Tegal melalui perusahaan baru. Kegiatan ini menghasilkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPPT dengan CV. Rejeki Abadi Mandiri (RAM) sebagai salah satu nama perusahaan baru setelah PT. NEFA memberikan hak memproduksi dan menjual mesin RUSNAS pada CV. RAM.

Pada tahun 2013 kegiatan ini difokuskan pada penguatan kemampuan CV. RAM dalam memproduksi mesin 500 cc, khususnya dibidang permesinan, setelah teknologi pengecoran dikuasai oleh CV. RAM melalui program-program sebelumnya. Uji kinerja prototipe mesin RUSNAS di dyno test BTMP Puspiptek Serpong telah menghasilkan daya mesin yang sangat mendekati daya hasil perhitungan teoritis desain. Pengembangan lanjutan setelah proses prototyping adalah kegiatan difusi ke industri mitra. Saat ini mesin RUSNAS sudah memasuki fase awal komersialisasi melalui proses trial production di CV RAM Tegal. Proses komersialisasi ini dilakukan untuk menyiapkan dan memantapkan fasilitas produksi menghasilkan mesin yang kualitasnya tidak berbeda dengan spesifikasi hasil prototyping dan harga produk yang bersaing.

Dalam rangkaian pengujian kendaraan produk baru untuk mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan salah satu kriterianya adalah lolos uji EURO-2 dengan persyaratan emisi yang semakin ketat mengharuskan mesin menggunakan Electronic Fuel Injection (EFI). Riset awal penggunaan EFI untuk engine RUSNAS sudah dilakukan. Modifikasi volume ruang bakar dengan memanfaatkan EFI akan meningkatkan kemampuan kapasitas produksi mesin RUSNAS CV. RAM sehingga mampu menghasilkan mesin RUSNAS dengan kinerja yang lebih baik dan emisi yang lolas persyaratan EURO-2. Dengan kemampuan industri nasional menguasai teknologi permesinan khususnya Mesin RUSNAS 500 cc, hasilnya dapat dimanfaatkan bagi :

- Pemanfaatan mesin RUSNAS 500 cc pada kendaraan fungsi khusus atau peralatan yang membutuhkan mesin sejenis (generator set, dll).

- Sebagai starting point dalam melakukan studi yang lebih mendalam tentang proses produksi engine ringan.

- Pengembangan industri mesin dan komponen terkait.

Dampak kemampuan industri nasional menguasai teknologi permesinan khususnya Mesin RUSNAS 500 cc : Kemampuan industri permesinan di Tegal untuk memproduksi mesin Rusnas meningkat dan produksi massal, karena lebih konsisten spesifikasi produk yang dihasilkan.

t5FLOPMPHJhome purifier water berbasis membran dan bahan hollow fibre

Teknologi membrane dengan hollow fibre yang dihasilkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), mempunyai kekhususan sendiri dibandingkan produk membrane filtration import atau yang lain. Keunggulannya adalah dalam fabrikasi hollow fibre sendiri yang mempunyai kualitas tinggi dengan presisi tinggi, dimana partikel kecil, bakteri dan bahan kimia tidak dapat lolos dari pori-pori

Gambar 3.35.Kendaraan Fungsi khusus yang sedang diuji coba menggunakan Mesin RUSNAS 500 cc

Gambar 3.36.Mesin RUSNAS 500 cc

hollow fibre tersebut. Sistem yang banyak digunakan pihak lain yaitu reverse osmosis, saat ini banyak digunakan oleh masyarakat, di mana pressure tinggi diperlukan untuk dapat menjalankan filtrasi tersebut. Kelebihan dari teknologi ini, adalah dengan menggunakan low pressure system, sehingga mengurangi penggunaan listrik tinggi maupun resiko kebocoran. Life time dari filter ini lebih lama dibandingkan dengan produk yang ada.

Perpaduan dengan pihak bisnis yaitu PT IFA, menjadikan Home Purifier Water produksi bersama ini lain dari yang lain, di mana teknologi ini dapat diklaim sebagai yang pertama di Indonesia bahkan di dunia. Kebanyakan produk lain menggunakan 4 (empat) tabung filter untuk menghasilkan air minum dari sumbernya air sumur atau PAM, sedangkan dengan masuknya konsep bisnis, maka tercipta 4 in 1, hanya dengan 1 filter, hasilnya air minum sehat dan bebas bakteri, kotoran dan bahan kimia, dengan tetap menambah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita, serta cita rasa air murni yang segar.

Model yang didesain pun sangat compact yang disesuaikan dengan selera dan trend masyarakat menengah ke atas untuk menghargai nilai teknologi ini.

Dibandingkan dengan produk lain yang sejenis, teknologi yang diterapkan dalam Home Purifier Water ini mempunyai banyak kelebihannya dan diyakini dapat bersaing baik lokal maupun untuk global.

Dampak Teknologi membrane dengan hollow fibre, tercukupinya kebutuhan air minum masyarakat skala rumah tangga dengan harga relatif lebih murah di bandingkan dengan produk sejenis dipasaran. Alat ini lebih praktis dalam pemeliharaan dan perawatan, dengan pemanfaatan teknologi hasil penelitian nasional, munculnya industri baru berbasis teknologi. Pengguna teknologi (Industri/

Investor) telah membayarkan sebagian biaya royalti yang menjadi hak lembaga litbang.

t 5FLOPMPHJ1JHNFO#FTJ0LTJEBEBSJ1BTJS#FTJ

Industri cat dan coating salah satu dari beberapa industri strategis di Indonesia. Posisinya sangat menentukan ketahanan dari infrastruktur bangsa Indonesia. Hampir sebagian besar bangunan, kerangka baja, menara, jembatan, dan gedung-gedung pencakar langit membutuhkan cat dan teknologi coating untuk

memproteksi pengaruh iklim dan cuaca. Menghindari terjadinya korosi dini dan penghancuran karena organisme perusak. Korosi merupakan salah satu permasalahan penting pada kerusakan material logam. Kerusakan tersebut dapat berdampak pada peningkatan biaya penggantian material yang jika tidak diantisipasi akan menyebabkan kerugian. Bahkan, kondisi iklim Indonesia adalah promotor yang baik untuk terjadinya proses korosi, sehingga perlu adanya langkah pencegahan berupa penyempurnaan proses fabrikasi logam ataupun perlindungan logam dari lingkungan.

Cara pelindungan korosi yang banyak digunakan saat ini adalah teknik pelapisan logam dengan cat. Lapisan tersebut akan melindungi logam dari lingkungan sekitar sehingga akan meminimalisir penyebab korosi. Karena mudah dan murahnya proteksi dengan menggunakan lapisan cat maka orang-orang mulai berlomba-lomba untuk meneliti dan mengembangkan teknologi cat, mulai dari mencari bahan baku terbaik, teknologi proses dan cara mengaplikasiannya.

Dalam hal proteksi korosi dengan teknologi cat, Indonesia memiliki potensi pasir besi yang jumlahnya banyak dan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pigmen iron oxide. Pigmen iron oxide ini nantinya akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan cat primer sebagai cat anti korosi. Pusat Penelitian Metalurgi LIPI (sintesis) dan Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir BATAN (pengujian) bersama mengembangkan pigmen red Iron Oxide (Besi Oksida Merah) dengan hasil penelitian dibandingkan dengan produk impor ternyata memiliki performance lebih baik.

Sehingga hasil inovasi diadopsi dan akan dikembangkan skala pabrik oleh PT Sigma Utama, anak perusahaan BUMN PT. PUSRI Tbk.

Dampak Teknologi Pigmen Besi Oksida dari Pasir Besi, tercukupinya kebutuhan industri terhadap cat dan coating dengan harga relatif lebih murah dibandingkan dengan produk sejenis dipasaran.

Gambar 3.37. Teknologi home purifier water berbasis membran dan bahan hollow fibre

Gambar 3.38. Hasil Sintesis Pigmen Red Iron Oxide Made in Indonesia

Gambar 3.39. Pabrik Cat PT Sigma Utama sebagai off-taker inovasi pigmen red iron oxide

t 5FLOPMPHJBrown Coal (Batu Bara Muda)

Brown Coal adalah batubara muda yang berwarna kecoklat-coklatan, memiliki kadar air sekitar 30%, dan berkalori rendah (4000-5000 kcal/kg). Batubara kategori ini tidak dapat dijual sebagai batubara komersial, karena kadar kalori yang terlalu rendah dan umumnya kadar airnya tinggi. Dalam kegiatan tambang, brown coal umumnya dianggap sebagai hasil ikutan yang tidak bernilai komersial, dan tidak menghasilkan pendapatan bagi perusahaan, tapi justru mengakibatkan biaya tambahan, karena brown coal memerlukan tempat stockpiling di areal tambang, dan seringkali harus dipindah-pindahkan, termasuk saat reklamasi lahan tambang harus dilakukan.

Oleh karena itu, PT Baramulti Suguh Sentosa sebagai perusahaan penambangan batubara membutuhkan

inovasi untuk memberikan nilai tambah brown coal. Inovasi perlu dijajaki untuk memanfaatkan brown coal hasil ikutan dalam operasi tambang ini, agar brown coal dapat dijadikan produk yang dapat dijual oleh perusahaan. Keberhasilan pemanfaatan teknologi ini, selain memberikan pendapatan bagi perusahaan juga diharapkan bisa membebaskan areal stock pile brown coal dari kawasan pertambangan, dan mengurangi biaya perusahaan dalam operasi produksi dan reklamasi tambang,

Dampak Teknologi Brown Coal (Batu Bara Muda), tercukupinya kebutuhan bahan bakar dan energi masyarakat dengan harga relatif lebih murah dibandingkan dengan produk batubara di pasaran. Munculnya industri baru berbasis teknologi.

Gambar 3.40. Produk Turunan Brown Coal

IKU 10.