RENCANA DAN REALISASI PENJUALAN BATUBARA TAHUN 2020 DAN RENCANA TAHUN 2021
2.7. Perlindungan Lingkungan
2.7.2. Pemantauan Lingkungan
CV. Indra Berjaya (IB) melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi lingkungan di sekitar area penambangan dengan tujuan meminimalisir kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi, sekaligus sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko lingkungan. Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan meliputi antara lain pemantauan kualitas udara, pemantauan kualitas tanah, pemantauan kualitas air, pemantauan reklamasi dan revegetasi, pemantauan limbah padat dan B3 dan pemantauan stabilitas lereng dan erosi.
CV. Indra Berjaya (IB) rencana akan melakukan pemantauan lingkungan terhadap beberapa komponen lingkungan antara lain :
1. Pemantauan Kualitas Udara
Pemantauan kualitas udara ambien termasuk kebisingan ini dilakukan setiap 6 bulan sekali, namun jika diperlukan dapat dilakukan tanpa batasan waktu. Pemantauan ini bekerjasama dengan Pihak ke-3 yang Independent dan/atau Instansi Pemerintah, dalam hal ini PPLH Universitas Mulawarman. Adapun parameter yang dipantau adalah Kadar Debu, Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2), Oksidan (O3), Hydrocarbon, Tingkat Kebisingan, Suhu, Arah Angin dan Kecepatan Angin.
2. Pemantauan Kualitas Tanah
Pemantauan kualitas tanah dilakukan setiap 6 (enam) bulan dan dilakukan pada tempat yang akan direvegetasi. Analisa ini juga akan bekerjasama dengan pihak ke-3 yang independent dalam hal ini Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.
Pemantauan kualitas tanah dilakukan dengan cara pengambilan contoh tanah, pengujian di laboratorium dengan parameter yang diuji antara
37
lain pH H2O, C organic, N total, K2O, Fe, Mn, KTK, Kation Asam, Kation Basa, DHL, Permeabilitas, Porositas dan penyebaran partikel.
Kontinuitas pelaksanaan pemantauan dilakukan sejak tanah buangan bekas galian telah ditata dan tertutup oleh top soil dan daerah yang telah dilakukan reklamasi tersebut ditumbuhi vegetasi dengan dilakukan pemantauan untuk pengujian sample tanah dengan frekunsi 2 (dua) kali dalam setahun.
3. Pemantauan Kualitas Air
Rencana pemantauan sebanyak 3 (tiga) titik pantau untuk memantau air limbah tambang, lokasi titik pengambilan contoh air dilakukan pada mata air sumber warga di Kelurahan Tanjung Harapan dan Beloro Badan air sungai yang berada di sekitar areal pelabuhan muat dan outlet dari beberapa settling pond yang ditempatkan dekat stockpile batubara, pit tambang dan dumping area serta outlet oil trap.
4. Pemantauan Reklamasi dan Revegetasi
Kegiatan Reklamasi dan Revegetasi yang dilakukan hingga saat ini (s/d Desember tahun 2020) adalah dengan melakukan penanganan pekerjaan sebagai berikut :
Penataan lahan, meliputi : kegiatan penimbunan lapisan tanah penutup yang stabil, pekerjaan pemadatan tanah, pembersihan lahan dan batuan besar/boulder, perapian lereng, pekerjaan reconturing, penebaran top soil, pembuatan penirisan air permukaan sehingga lahan sesuai dan siap untuk dilakukan revegetasi. Peralatan yang digunakan adalah bulldozer.
Pekerjaan Pengendalian Erosi. Untuk mencegah terjadinya erosi maka pekerjaan yang dilakukan adalah pembuatan saluran, pemasangan batu pada saluran (sistem aerasi), perawatan saluran dan pembuatan kolam pengendap lumpur (sedimen pond), pengurasan lumpur di sedimen pond serta penanaman covercrop.
38
Pekerjaan Revegetasi. Kegiatan revegetasi meliputi penyiapan bibit tanaman, penanaman pohon, penyulaman tanaman yang mati dan pemeliharaan tanaman.
Pemeliharaan tanaman. Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan meliputi penyulman tanaman yang mati, penambahn tanaman baru dan pemupukan.
Tanah dan batuan penutup akan dibedakan menjdi dua yakni tanah pucuk (humus) dan tanah non pucuk (overburden). Lapisan tanah pucuk merupakan lapisan tanah dimana akar kayu masih mungkin untuk tembus (zona perakaran), dikupas secara terpisah dan diangkut ketempat tertentu yang aman dari erosi dan operasional tambang dan/atau dipergunakan langsung sebagai covering pada pekerjaan penataan lahan dan geometri lereng yang akan direklamasi (recounturing). Lapisan non tanah pucuk atau material buangan (Over Burden) dikupas dengan menggunakan bulldozer, kemudian dimuat dan diangkut dengan menggunakan Excavator dan Dump Truck. Lokasi penimbuna material buangan semaksimal mungkun dekat lokasi galian karena untuk mengisi kembali bekas daerah tambang (backfilling).
Lahan yang terkena kegiatan penambangan semaksimal mungkin diusahakan untuk dikembalikan pada keadaan semula atau dialih-fungsikan guna peruntukan lain melalui program reklamasi bekas tambang.
5. Pemantauan Limbah Padat dan B3
Kegiatan pengelolaan limbah padat dan B3 yang dilakukan pada fasilitas Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3 yang bertempat di area perbengkelan (workshop). Adapun pengelolaan yang dilakukan hanya berupa penyimpanan limbah B3 yang bersifat sementara.
39
Pelaporan pengelolaan limbah B3 secara rutin setiap 6 bulan atau per-semester kepada instansi yang berwenang yaitu BLH Kota Samarinda, DLH dan Dinas ESDM Provinsi Kaltim. Hal ini untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) khusnya pasal 11 ayat 2 yaitu kewajiban bagi penghasil limbah B3 untuk menyampaikan kepada instansi yang bertanggung jawab.
Disamping itu beberapa jenis limbah padat (non B3) dilakukan pemanfaatan antara lain :
Drum bekas dimanfaatkan untuk tempat sampah, rambu, saluran air, pot bunga dan lain-lain.
Filter bekas dimanfaatkan sebagai tempat duduk (kursi), meja dan cover speaker dan lain-lain.
Ban bekas dimanfaatkan untuk tanggul, bantalan tanki, pot tanaman, rambu K3, pencegah erosi pada settling pond dan lain-lain.
6. Pemantauan Stabilitas Lereng dan Erosi
Pemantauan stabilitas lereng (slope stability) ini merupakan alat yang sangat berharga untuk menilai kinerja desain tambang dan potensi risiko longsor yang akan terjadi dan membantu meminimalisir risiko keselamatan. Adapun tujuan dari pemantauan stabilitas lereng ini adalah :
Memelihara kondisi operasional yang aman untuk melindungi personil dan peralatan.
Memberikan pemberitahuan dini dari area yang berpotensi tidak stabil sehingga rencana tambang dapat dimodifikasi untuk meminimalkan dampak dari ketidakstabilan lereng.
Memberikan informasi geoteknik untuk menganalisis ketidakstabilan lereng yang berkembang, merancang tindakan perbaikan yang tepat dan melakukan desain lereng selanjutnya.
40
Menilai kinerja dari implementasi desain lereng.
Dalam usaha untuk mengendalikan atau mencegah erosi dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi erosi, maka untuk menentukan usaha pengendalian erosi didasarkan pada prinsip-prinsip :
Memperbesar resistensi permukn tanah sehingga lapisan permukaan tanah tahan terhadap pengaruh tumbukan butir-butir air hujan.
Memperbesar kapasitas infiltrasi tanah, sehingga lajunya aliran permukaan dapat direduksi (dikurangi)
Memperbesar resistensi tanah resistensi tanah sehingga daya rusak dan daya hanyut aliran permukaan terhadap partikel-pertikel taah dapat diperkecil atau reduksi.
Pada tahun 2021, pemantauan stabilitas lereng dan erosi akan dilakukan secara terus menerus dan berkala dengan metode swapantau.
Hasil pemantauan akan disampaikan setiap hari sebagai bahan pertimbangan untuk perencanaan kagiatan harian.
41
Tabel 2.32
Hasil Pemantauan Kualitas Air Tahun 2020
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
1 pH - 6 - 9 6.32 7.125 6.82
2 TSS mg/L 400 12.3 26.5 4
3 Fe mg/L 7 1.41 5.11 0.369
4 Mn mg/L 4 0.92 1.345 0.036
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
1 CO µg/Mn³ 30000
2 NO₂ µg/Mn³ 400
3 SO₂ µg/Mn³ 900
4 Pb µg/Mn³ 230
5 Dust µg/Mn³ 230
Pemantauan Kualitas Udara
Pemantauan Kualitas Air (Titik Pemantauan dan Titik Penaatan)
No. Parameter Satuan Baku Mutu
Lingkungan (BML)
Rerata Hasil Pemantauan Kualitas Air Tahun 2020
No. Parameter Satuan Baku Mutu
Lingkungan (BML)
Rerata Hasil Pemantauan Kualitas Udara Tahun 2020
42
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
1 pH - 6 - 9 6.32 7.125 6.82
2 TSS mg/L 400 12.3 26.5 4
3 Fe mg/L 7 1.41 5.11 0.369
4 Mn mg/L 4 0.92 1.345 0.036
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
1 CO µg/Mn³ 30000
2 NO₂ µg/Mn³ 400
3 SO₂ µg/Mn³ 900
4 Pb µg/Mn³ 230
5 Dust µg/Mn³ 230
Pemantauan Kualitas Udara
Pemantauan Kualitas Air (Titik Pemantauan dan Titik Penaatan)
No. Parameter Satuan Baku Mutu
Lingkungan (BML)
Rerata Hasil Pemantauan Kualitas Air Tahun 2020
No. Parameter Satuan Baku Mutu
Lingkungan (BML)
Rerata Hasil Pemantauan Kualitas Udara Tahun 2020
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Tingkat Kebisingan dB
Pemantauan Kualitas Kebisingan
No. Parameter Satuan Baku Mutu
Lingkungan (BML)
Rerata Hasil Pemantauan Kualitas Kebisingan Tahun 2021
43