HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3 Biaya Pemasaran, Profit Margin , Price Spread dan Share Margin yang Dikeluarkan oleh Setiap Lembaga Pemasaran
Untuk menganalisa efisiensi pemasaran kelapa perlu dihitung biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran yang berperan dalam proses
pemasaran. Dalam proses pemasaran kelapa, petani tidak menangung biaya pemasaran, karena pada umumnya para pedagang yaitu agen langsung mendatangi petani untuk membeli langsung kelapa dan menangung semua biaya seperti pengangkutan, timbangan dan marketing lost.
a. Saluran pemasaran I
Tabel 14. Biaya pemasaran dan profit margin pemasaran saluran I
No Uraian Rp/Gandeng
1 Harga Jual Petani 3,000
2 Harga Beli Agen 3,000
Transportasi 50
Total Biaya Pemasamran 50
Profit Margin 200
Marjin pemasaran 250
3 Harga Beli Pedagang Pengumpul Desa 3,250
Transportasi 182
Timbangan 17
Retribusi 27
Merketing Lost (3%) 98
Total Biaya Pemasaran 324
Profit Margin 426
Marjin pemasaran 750
4 Harga Beli Pedagang Pengumpul Kota 4,000
Marketing Lost (3%) 120
Total Biaya Pemasaran 120
Profit Margin 380
Marjin pemasaran 500
5 Harga Beli Pedagang Pengecer 4,500
Transportasi 100
Retribusi 50
Marketing Lost (3%) 135
Total Biaya Pemasaran 285
Profit Margin 1,215
Marjin pemasaran 1,500
6 Harga Beli Konsumen 6,000
Sumber: Data primer diolah, Lampiran 6
Biaya pemasaran tertinggi terdapat pada tingkat Pedagang Pengumpul Desa yaitu sebesar Rp 324 / gandeng dan biaya pemasaran terendah terdapat pada tingkat agen sebesar Rp 50 / gandeng. Tingginya biaya pemasaran pada tingkat Pedagang Pengumpul Desa disebabkan karena Pedagang Pengumpul Desa
menjual kelapa ke Medan dimana biaya pemasaran terbesar di biaya transportasi. Biaya pemasaran di tingkat agen terendah karena agen di desa hanya mengumpulkan kelapa dari petani-petani di desa yang hanya di kenakan biaya transportasi saja.
Profit margin tertinngi terdapat di tingkat pengecer sebesar Rp 1215/gandeng dan profit margin terendah di tingkat agen sebesar Rp 200/gandeng. Marjin pemasaran yang tinggi terdapat pada tingkat pengecer sebesar Rp 1500/gandeng dan marjin pemasaran terendah pada tingkat agen sebesar Rp 250/gandeng. Marketing lost yang merupakan penurunan nilai kuantitatif atau nilai kualitatif barang dalam perhitungan biaya pemasaran kelapa ini diambil marketing lost sebesar tiga persen yang diperoleh dengan perkalian harga beli beli per gandeng kelapa .
Tabel 15. Price spread dan share margin saluran I
No Komponen Biaya Price spread ( Rp/Gandeng)
Share Margin (%)
1 Harga Jual Petani 3,000 50.00
2 Biaya Pemasaran Transportasi 332 5.53 Timbangan 17 0.28 Retribusi 77 1.28 Marketing Lost (3%) 353 5.88 Total Biaya 779 12.98
3 Profit Margin Agen 200 3.33 4 Profit Margin Pedagang Pengumpul Desa 426 7.10 5 Profit Margin Pedagang Pengumpul Kota 380 6.33
6 Profit Margin Pengecer 1,215 20.25
7 Harga Beli Konsumen 6,000 100.00
Sumber: Data primer diolah, 2009
Dari tabel dapat dilihat bahwa share margin tertinggi terdapat pada harga jual petani sebesar 50% dan share margin terendah terdapat pada pada tingkat agen sebesar 3,33%. Share margin harga jual petani sebesar 50%, dari angka
tersebut seakan-akan penerimaan petani cukup besar padahal petani harus mengeluarkan biaya produksi dan biaya pengolahan pasca panen.
b. Saluran pemasaran II
Tabel 16. Biaya pemasaran dan profit margin pemasaran saluran II
No Uraian Rp/Gandeng
1 Harga Jual Petani 3,000
2 Harga Beli Agen 3,000
Transportasi 50
Total Biaya Pemasaran 50
Profit Margin 200
Marjin pemasaran 250
3 Harga Beli Pedagang Pengumpul Desa 3,250
Transportasi 200
Timbangan 17
Retribusi 36
Merketing Lost (3%) 98
Total Biaya Pemasaran 351
Profit Margin 899
Marjin pemasaran 1,250
4 Harga Beli Pedagang Pengecer 4,500
Transportasi 133
Retribusi 50
Merketing Lost (3%) 135
Total Biaya Pemasaran 318
Profit Margin 1,182
Marjin pemasaran 1,500
5 Harga Beli Konsumen 6,000
Sumber: Data primer diolah, Lampiran 7
Pada saluran pemasaran kelapa yang kedua, rata-rata harga jual petani sampel Rp 3000/gandeng. Biaya pemasaran tertinggi terdapat pada tingkat Pedagang pengumpul desa yaitu sebesar Rp 351/gandeng dan biaya pemasaran terendah terdapat pada tingkat agen sebesar Rp 50/gandeng. Biaya pemasaran pada tingkat pedagang pengumpul desa saluran pemasaran kedua ini lebih tinggi daripada biaya pemasaran pada tingkat pedagang pengumpul desa saluran pemasaran satu disebabkan karena pedagang pengumpul desa saluran dua langsung menjual kelapa tersebut ke tingkat pengecer masing-masing langganan
yang man lebih akan menambah biaya pemasaran terutama di transportasi dan retribusi. Biaya pemasaran di tingkat agen terendah karena agen di desa hanya mengumpulkan kelapa dari petani-petani di desa yang hanya di kenakan biaya transportasi saja setelah terkumpul para pedagang pengumpul desa yang akan mendatangi agen untuk membeli kelapa.
Profit margin tertinggi terdapat di tingkat pedagang pengecer sebesar Rp 1182/gandeng dan profit margin terendah di tingkat agen sebesar Rp 200/gandeng. Marjin pemasaran yang tinggi terdapat pada tingkat pengecer
sebesar Rp 1500/gandeng dan marjin pemasaran terendah pada tingkat agen sebesar Rp 250/gandeng yang mana tidak terlalu jauh berbeda dengan saluran pemasaran pertama. Semakin tinggi biaya pemasaran semakin tinggi marjin pemasaran atau selisih harga yang dibayarkan oleh konsumen dengan harga jual petani semakin tinggi juga.
Tabel 17. Price spread dan share margin saluran II
No Komponen Biaya Price Spread ( Rp/Gandeng)
Share Margin
(%)
1 Harga Jual Petani 3,000 50.00
2 Biaya Pemasaran Transportasi 383 6.38 Timbangan 17 0.28 Retribusi 86 1.43 Marketing Lost (3%) 233 3.88 Total Biaya 719 11.98
3 Profit margin agen 200 3.33
4 Profit Margin Pedagang Pengumpul Desa 899 14.98
5 Profit Margin Pengecer 1,182 19.70
6 Harga Beli Konsumen 6,000 100.00
Sumber: Data primer diolah, 2009
Dari tabel dapat dilihat bahwa share margin tertinggi terdapat pada harga jual petani sebesar 50% dan share margin terendah sebesar 3,33% terdapat pada
tingkat agen. Share margin tertinggi dan terendah di saluran pertama dan kedua sama disebabkan harga jual petani dan harga beli konsumen yang sama.
c. Saluran pemasaran III
Pada saluran pemasaran ketiga ini agen langsung menjual ke pedagang pengecer di Pasar Kecamatan Tanjung Tiram.
Tabel 18. Biaya pemasaran dan profit margin pemasaran saluran III
No Uraian Rp/Gandeng
1 Harga Jual Petani 3,000
2 Biaya Beli Agen 3,000
Transportasi 167
Merketing Lost (3%) 90
Total Biaya Pemasaran Agen 257
Profit Margin 243
Marjin pemasaran 500
3 Harga Beli Pedagang Pengecer Kecamatan 3,500
Retribusi 100
Merketing Lost (3%) 105
Total Biaya Pemasaran Pedagang Pengecer 205
Profit Margin 295
Marjin pemasaran 500
4 Harga Beli Konsumen 4,000
Sumber: Data primer diolah, Lampiran 8
Biaya pemasaran tertinggi terdapat pada tingkat agen sebesar Rp 257/gandeng dan biaya pemasaran terendah terdapat pada tingkat pedagang
pengecer kecamatan sebesar Rp 205/gandeng. Biaya pemasaran agen lebih besar daripada pedagang pengecer kecamatan disebabkan agen yang langsung mengantar ke tempat pedagang pengecer di pasar kecamatan.
Profit margin tertinggi terdapat di tingkat pedagang pengecer sebesar Rp 1182/gandeng dan profit margin terendah di tingkat agen sebesar Rp 200/gandeng. Marjin pemasaran yang tinggi terdapat pada tingkat pengecer
sebesar Rp 1500/gandeng dan marjin pemasaran terendah pada tingkat agen sebesar Rp 250/Besar profit margin diantara tingkat agen dan pengecer di pasar
kecamatan tidak jauh berbeda disebabkan karena sedikitnya volume penjualan oleh pedagang pengecer di pasar kecamtan dikarenakan permintaan kelapa sedikit di daerah sentra produksi kelapa itu sendiri.
Tabel 19. Price spread dan share margin saluran III
No Komponen Biaya Price spread
( Rp/Gandeng) Share Margin (%)
1 Harga Jual Petani 3,000 75.00
2 Biaya Pemasaran
Transportasi 167 4.18
Retribusi 100 2.50
Marketing Lost (3%) 195 4.88
Total Biaya 462 11.55
3 Profit Margin Agen 243 6.08
4 Profit Margin Pengecer 295 7.38
5 Harga Beli Konsumen 4,000 100.00
Sumber: Data primer diolah, 2009
Dari tabel dapat dilihat bahwa share margin tertinggi terdapat pada harga jual petani sebesar 75% dan share margin terendah sebesar 6,08% terdapat pada tingkat agen. Pada saluran pemasaran ketiga ini share margin harga jual petani lebih besar dari share margin harga jual petani pada saluran satu dan dua. Hal ini dikarenakan pendeknya saluran pemasaran.
Tabel 20. Rekapitulasi share margin masing-masing saluran pemasaran
No Uraian Saluran Pemasaran
I II III
1 Share margin Petani (%) 50.00 50.00 75.00
2 Share margin Agen (%) 3.33 3.33 6.08
3 Share margin Pedagang Pengumpul Desa (%) 7.10 14.98 - 4 Share margin Pedagang Pengumpul Kota (%) 6.33 - - 5 Share margin Pedagang Pengecer (%) 20.25 19.70 7..38
Sumber: Data primer diolah, 2009