Bacaan mad dibagi menjadi 2 bagian yaitu Mad asli (ىلصا دم) dan Mad Far’i (ىعرف دم).
Mad asli menurut bahasa yaitu mad yang masih asli, adalah panjang bacaannya tetap satu alif atau 2 ketukan. Sedangkan menurut pengertian istilah adalah :
هبلاا دملا فرح تاد موقتلا يذلا عبيطلا دملا
Maksud dari pengertian ini yaitu bahwa panjang bacaan mad tak melebihi panjang semula, yakni satu alif karena tak dimasuki hamzah ataupun sukun.
Dalam kondisi demikian, mad asli disebut mad thabi’i yaitu mad yang sesuai dengan watak aslinya yang selanat dari tambahan hamzah atau sukun, sehingga tidak menambah panjang bacaan semula.
Setiap alif yang jatuh setelah huruf berharakat fathah, ya’ yang jatuh setelah huruf berharakat kasrah, wawu jatuh setelah huruf berharakat dhomah, maka dibaca mad thabi’i yang artinya dibaca dengan panjang bacaannya satu alif.
contoh
A. Mad asli (Mad Thabi’i)
Mad asli dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a) Mad asli Zhahiry, yaitu mad asli yang huruf madnya jelas berikut bacaannya.
b) Mad asli Muqaddar, yaitu mad asli yang huruf madnya tidak jelas, namun bacaannya sepanjang mad asli. Mad kedua ini dalam Mushaf Utsmani ditandai adanya fathah tegak, kasroh tegak dan dhommah terbalik.
Contoh
B. Mad Far’i
Sedangkan yang dimaksud mad far’i adalah mad cabang.
Dalam istilah ayat :” mad yang melebihi mad asli dikarenakan ada hamzah dan sukun”.
Pada pengertian diatas, ditunjukkan bahwa mad far’i dibaca lebih dari satu alif. Ketentuan ini berlaku setelah huruf mad didepannya terdapat hamzah atau sukun, hingga cara membacanya melebihi semestinya. Dalam pengertian itu juga disebutkan bahwa panjang bacaannya yang menyebabkan perselisihan: berapakah panjang yang sebenarnya dan harus bertemu apa, hamzah atau sukun.
Perselisihan ini mengakibatkan pembagian mad far’i sebanyak 13 macam yaitu:
1) Mad wajib muttasil 2) Mad jaiz munfasil 3) Mad ‘aridh lis sukun 4) Mad badal
5) Mad ‘iwadh
6) Mad lazim mutsaqqal kilmi 7) Mad lazim mukhaffaf kilmi 8) Mad lazim mutsaqqal harfi 9) Mad lazim mukhaffaf harfi 10) Mad layyin
11) Mad shilah 12) Mad farq 13) Mad tamkin
1. Bacaan mad wajib muttasil
Mad wajib memiliki arti wajib dibaca panjang, sedangkan muttasil artinya bersambung. Jadi mad wajib muttasil ialah wajib dibaca panjang. Karena ada huruf mad dalam satu kalimat dengan hamzah. Pengertian itu diperjelas oleh Mahmud Muhammad dalam batasan:
وه ةدحاو ةملك يف ةرمهلاو دملا نوكي نا
“antara mad dan hamzah terdiri atas satu kalimat”
Ukuran panjang bacaan mad wajib muttasil adalah 2 setengah alif (5 ketukan). Panjang pendek ketukan tersebut disesuaikan dengan irama bacaan yang dialunkan. Karenanya, diharapkan dalam bacannya tidak
melebihi ketentuan yang sudah disepakati oleh ulama ahli qurra’.
Contoh
2. Bacaan mad jaiz munfasil
Mad jaiz artinya boleh dibaca panjang dan boleh tidak dari ketentuan mad asli, sedangkan munfasil artinya terpisah. Jadi yang dimaksud dengan mad jaiz munfasil adalah kebolehan membaca panjang karena ada huruf mad bertemu hamzah dalam dua kalimat.
Pengertian ini selanjutnya diungkapkan oleh Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“disebut mad jaiz munfasil karena huruf mad berada disatu kalimat sedang hamzah berada dikalimat lain”.
Dari pengertian yang diterangkan diatas bahwa cara membaca mad jaiz munfasil tidak wajib dibaca panjang seperti mad wajib muttasil, karenanya terdapat 5 macam cara membacanya yaitu:
➢ Imam Nawawi dan Imam Hamzah membacanya 3 alif (6 ketukan)
➢ Imam Ashim seorang guru dari imam Hafas dan Syu’bah membacanya 2 setengah alif (5 ketukan). Bacaan inilah yang banyak dianut ahli qurra’.
➢ Imam Ibnu Ameer dan Imam Kisa’i membacanya 2 alif (4 ketukan)
➢ Imam Qolun dan Imam Dury membacanya 1 setengah alif (3 ketukan)
➢ Imam Ibnu Katsir dan Imam Susy membacanya 1 alif (2 ketukan)
Contoh
3. Bacaan Mad Aridh lissukun
Mad yaitu artinya panjang, sedangkan Aridh lis Sukun artinya baru karena dimatikanatau diwakafkan.
Maka yang dimaksud dengan Mad Aridh lis Sukun yaitu bacaanpanjang karena ada pertemuan antara huruf mad dengan huruf yang dimatikan (sukun)setelah diwakafkan. Pengertian itu diperjelas oleh Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“Berhenti pada akhir kalimat dan sebelum huruf yang di hentikan itu ada huruf MadThabi’i”
Para ulama Qurra’ belum sepakat sepenuhnya mengenai seberapa panjang bacaanMad Aridh lis Sukun ini. Sebagian ada yang membaca qashar dengan 1 alif, sebagian juga ada yang membaca tawasuth yaitu dengan 2 alif, dan ada yang membacanyathulun dengan 3 alif.
Dan pendapat terakhir inilah yang paling banyak dipakai oleh Ahlul Qurra’. Contoh
4. Bacaan Mad Badal
Badal dalam arti bahasa adalah pengganti.
Sedangkan menurut istilah adalah:
“Huruf mad dan hamzah berkumpul dalam satu kalimat akan tetapi yang hamzahtersebut lebih dulu daripada mad”.
Para ulama’ sepakat, panjang bacaan mad badal yaitu 1 alif, sebagaimana mad Thabi’i. Dikatakan mad badal dikarenakan mad itu sebagai Badal (pengganti) dari huruf hamzahyang dibuang. Mad badal semula berupa hamzah, lalu diganti dengan bacaan ini. Alasan penggantian itu sebab ada dua hamzah dalam satu kalimat yang pertama hidupsedangkan yang kedua mati, maka hamzah yang mati itu diganti mad, agarmembacanya tak terlalu berat.
Contoh
5. Bacaan Mad Iwadh
Iwadh artinya pengganti, sedang yang dimaksud mad iwadh adalah:
“Mad yang terjadi karena wakaf (berhenti) pada lafad yang ditanwin, dibaca nashab diakhir kalimat”
Pada pengertian tersebut, tampak bahwa mad iwadh semula berupa kalimat yangdibaca nasab, kemudian diwakafkan sehingga tanwinnya diganti dengan tanda bacabiasa (bukan tanwin). Setelah diganti, maka cara membacanya menjadi lebih panjang.Dan untuk panjang bacaannya sekitar 1 alif (2 ketukan).
Contoh
6. Bacaan Mad Lazim Mutsaqal Kilmi
Mad lazim yaitu artinya kelaziman untuk memanjangkan. Sedangkan Mutsaqqal berartiberat, dan kilmi memiliki arti satu kalimat. Maka yang dimaksud Mad Lazim Mutsaqqaladalah bacaan mad yang dipanjangkan, karena ada tasydid di dalam satu kalimat.Pengertian ini selanjutnya dirumuskan Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“Mad yang terjadi karena setelah huruf mad ada huruf yang ditasydid dalam satu kalimat”
Tasydid merupakan huruf dobel (ganda) yang satu hidupdan yang satu mati, dan yangmati itu sama dengan sukun. Sebab itu, jika ada huruf mad yang bertemu dengan sukun(dalam hal ini tasydid), maka kelaziman untuk dibaca panjang dengan syarat antarahuruf mad dan huruf yang ditasydid itu masih satu kalimat.panjang b acaan ini semua ulama Qurra sepakat 3 alif atau (6 ketukan) ز
Contoh:
7. Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi
Mad Lazim yaitu artinya kelaziman untuk dipanjangkan, sedang mukhaffaf artinyadiringankan, dan kilmi yaitu artinya satu kalimat. Maka yang dimaksud Mad LazimMukhaffaf Kilmi yaitu bacaan mad yang terjadi ketika huruf mad bertemu dengan hurufyang mati pada satu kalimat. Pengertian ini selanjutnya dirumuskan oleh MuhammadMahmud sebagai berikut:
“Mad yang terjadi disebabkan setelah huruf mad ada huruf yang mati atau disukun”
Cara membacanya agak ringan dibandingkan dengan Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi,tetapi dalam panjang bacaanya sama, yaitu 3 alif (6 ketukan). Sebab itu, perbedaaankedua mad itu adalah: jika mad lazim mutsaqqal setelah mad ada huruf yang di tasydid,sedang mad lazim mukhaffaf setelah huruf mad ada huruf yang disukun. Adapunpersamaannya yaitu : sama-sama dibaca panjang 3 alif serta sama-sama dalam satukalimat.Contoh Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi : 1. ىابحم Setelah mad ada huruf yang disukun 2. نلاأ Setelah mad ada huruf yang disukun
8. Bacaan Mad Lazim Mutsaqqal Harfi
Mad Lazim artinya kelaziman membaca panjang, Mutsaqqal artinya berat dan Harfi berarti dalam huruf.
Maka yang dimaksud dengan Mad Lazim Mutsaqqal Harfi yaitubacaan mad yang terjadi pada huruf tertentu
di permulaan surah tertentu. pengertian itukemudian dirumuskan Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“Mad yang ditemukan pada huruf permulaan surah dan huruf itu mempunyai 3 bagian huruf, huruf kedua adalah huruf mad, sedang huruf yang terakhir adalah huruf yang disukun”.
Dari pengertian diatas, dap at ditentukan syarat - syarat Mad Lazim Mutsaqqal Harfi yaitu:
1. Terjadi pada huruf di permulaan surah
2. Huruf yang dimaksud bersifat 3 bagian huruf. permulaan surah yang disebutdengan Fawatihus Suwar ( ّروسلا حباوف )* adalah sebagai berikut:
1. Q.S. Al - Baqarah :ملا 2. Q.S. Aali- Imran :ملا 3. Q.S. Al - A’raf : صملا
9. Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Mad Lazim yaitu artinya kelaziman untuk dipanjangkan, sedang mukhaffaf artinyadiringankan, harfi memiliki arti yang bersifat huruf. Maka yang dimaksud dengan MadLazim Mukhaffaf Harfi yaitu Mad yang biasa terjadi pada huruf permulaan surah yanghurufnya bersifat dua bagian. Pengertian ini kemudian dirumuskan oleh MuhammadMahmud sebagai berikut:
“Mad bertemu dengan huruf yang bersifat dua bagian”
Dari pengertian tersebut, maka bisa ditentukan syarat-syarat Mad Lazim Mukhaffaf Harfiyaitu:
1. Terjadi pada huruf dipermulaan surah
2. Huruf yang dimaksud bersifat 2 bagian, contohnya huruf اه yang terdiri dari: ا dan ه
3. Panjangnya 1 alif (2 harakat),
Beranjak dari huruf - huruf yang mengawali surah di atas, maka huruf Mad LazimMukhaffaf Harfi ada 5 macam yaitu terkumpul dalam lafadz: َرهط يح
Contoh:
1 هط Mad bertemu huruf sebangsa 2 dalam satu kalimat 2 مح Mad bertemu huruf sebangsa 2 dalam satu kalimat 3 رملا Mad bertemu huruf sebangsa 2 dalam satu kalimat
Dalam Mushaf Utsmani, Mad ini ditandai dengan tanda baca ( ا ) pada huruf yang mengawali surah.
10. Bacaan Mad Layyin
Mad Layyin yaitu adalah mad yang terjadi pada huruf wawu dan ya’ yang jatuh setelah tanda baca fathah, dengan syarat cara membacanya tetap diwashalkan (terus), dantidak boleh diwakafkan (berhenti), karena jika berhenti maka menjadi qalqalah kubra.
Panjang bacaan Mad Layyin yaitu 1 alif (2 harakat) jika ditengah-tengah kalimat, dan 2alif atau 3 alif jika diakhir kalimat.
Contoh:
1 تيب Bai - tun Huruf layyin jatuh setelah fathah 2 فوخ Khau - fun Huruf layyin jatuh setelah fathah 3 بير Rai - bun Huruf layyin jatuh setelah fathah 4 بيغ Ghai - bun Huruf layyin jatuh setelah fathah
11. Bacaan Mad Shilah
Mad Shilah artinya bacaan mad yang tersambung.
Atau dengan istilah lain Mad Shilah yaitu huruf mad tambahan yang diperkirakan setelah huruf ha’ dhomir, yang dikira -kirakan dengan harakat dhmmah ataupun kasrah. Pengertian ini kemudian dipertegasoleh Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“Mad shilah adalah huruf mad tambahan yang dikira - kirakan setelah ha’ dhamir dan dikira- kirakan dengan harakat dhammah dan kasrah”.
Yang dimaksud dengan ha’ dhamir dalam pengertian ini adalah ha’ sebagai kata ganti,misalnya: هب ,هب ,هب
Mad Shilah dibagi dua macam yaitu : 1. Mad Shilah Qashir
2. Mad shilah Thawil
Mad Shilah Qashir adalah a pabila ada dhamir jatuh setelah huruf hidup dan tidakbersambung dengan kalimat sesudahnya yang diberi al - Ta’rif. Cara membaca Mad Shilah Qoshir adalah 1 alif dan ada yang membacanya 2 alif.
12. Bacaan Mad Farqu
Mad Farqu yaitu artinya mad pembeda, atau dengan istilah lain mad farqu yaityu madyang memiliki fungsi pembeda antara istifham (kata tanya) dengan khabar (berita).hingga jika tidak ada mad ini, maka orang akan menyangka bahwa hamzah khabar,padahal sebenarnya hamzah itu yang berfungsi untuk istifham (kata tanya).Panjang bacaan Mad farqu yaitu 3 alif (6 harakat).
Di dalam al- Qur’an, bacaan Mad farqu ini ada 4 tempat yaitu:
1 Al An’am: 143 نيركدلاأMad sebagai istifham 2 Al An’am: 144 نيركدلاأ Mad sebagai istifham 3 Yunus: 59 للهأ Mad sebagai istifham
4 An Naml: 59 للهأ Mad sebagai istifham
13. Bacaan Mad Tamkin
Mad Tamkin yaitu mad karena ada dua ya’ yang satu mati dan yang lain hidup, bertandabaca kasrah dan tasydid. Ya’ yang berkasrah dan bertasydid itu lebih dahulu daripadaya’ yang mati tersebut
Untuk panjang bacaan mad ini yaitu 1 alif (2 harakat).Contoh:
1 متييح Sebelum ya’ ada ya’ kasrah dan tasydid 2 نييبنلا Sebelum ya’ ada ya’ kasrah dan tasydid`