MAKALAH ILMU AL ASHWAT MAD DAN QASHAR
Dosen Pengampu
Ahmad Rizki Nugrahawan M.Pd
Disusun oleh:
Muhammad Nuzulullail Mifta Syalaisa Marlinda
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR.
HAMKA
FAKULTAS AGAMA ISLAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB
i
DAFTAR ISI
Daftar Isi
DAFTAR ISI ... i
KATA PENGANTAR... ii
BAB I ... 1
MAD DAN QASHAR ... 1
1. Pengertian Mad dan Qashr ... 1
2. Pembagian Mad ... 1
3. Huruf-huruf mad ... 12
4. Panjang Bacaan Mad ... 12
5. Bacaan Qashar ... 12
BAB II ... 14
HUKUM NUN DAN MIM SUKUN ... 14
BAB III ... 18
PENUTUP ... 18
ii
KATA PENGANTAR
Segala puji senantiasa selalu kita panjat kan kepada Allah Subhanawata’ala yang telah memberikan rahmat dan kekuatan-Nya kepada kami, Sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan tugas makalah ini dengan lancar. Tugas makalah ini di susun dengan kerja keras oleh penulis da pihak-pihak yang turut serta berperan di dalam nya.
Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada penulis dan pihak-pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan penyusunan tugas ini
-Muhammad Nuzulullail Mifta - Syalaisa Marlinda
Tugas ini memberikan penjelasan tentang apa itu Mad dan Qashr. Selama proses penyusunan dan hasil yang di sajikan dalam bentuk laporan ini, Penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan di dalam nya. Karena itu penulis senantiasa memohon maaf ,apabila masih menemukan kesalahan dalam penulisan.
Kami dari pihak penulis, mengharapkan adanya kritik dan saran dari pembaca, dengan begitu dapat meningkatkan dan membantu penulis untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik di masa depan. Akhir kata, Kami penulis mengharapakan semoga laporan yang kami susun ini dapat menambah ilmu dan wawasan bagi pembaca secara umum dan secara khusus bagi penulis.
1
1. Pengertian Mad dan Qashr
Menurut Muhammad Mahmud dalam kitab Hidayatul Mustafid dinyatakan bahwa mad dalam arti bahasa adalah طملا (memanjangkan) atau ةدابرلا (tambah). Sedangkan menurut arti istilah adalah:
دملا فورحلا نم فرحي توصلا هلاطا وه دملا
“Mad yaitu memanjangkan suara dengan satu huruf diantara huruf-huruf Mad”
Menurut Imam Asy-Syathibi, Mad merupakan memanjangkan bunyi huruf atau huruf layyin ketika bertemu hamzah atau huruf mati. Asy- Syathibi mendefinisikan Mad dengan menisbatkan huruf mad dalam suatu kata.
Pengertian pertama Asy-Syathibi mirip dengan pengertian oleh Muhammad Mahmud diatas. Dan pada pengertian kedua ini menunjukkan adanya perbedaan dengan pengertian yang lazim dipakai, sebab huruf yang di isbatkan sebenarnya bukan mad akan tetapi dianggap mad. Misalnya : تسرد pada QS Al-An’am, ayat 105 dibaca panjang dengan تسراد
Sedangkan pengertian Qashar menurut arti bahasa adalah “tertahan”.
Menurut arti istilah yaitu memendekkan bunyi huruf mad atau layyin yang aslinya dibaca panjang atau membuang huruf mad dari suatu kata.
2. Pembagian Mad
Bacaan mad dibagi menjadi 2 bagian yaitu Mad asli (ىلصا دم) dan Mad Far’i (ىعرف دم).
Mad asli menurut bahasa yaitu mad yang masih asli, adalah panjang bacaannya tetap satu alif atau 2 ketukan. Sedangkan menurut pengertian istilah adalah :
هبلاا دملا فرح تاد موقتلا يذلا عبيطلا دملا
Maksud dari pengertian ini yaitu bahwa panjang bacaan mad tak melebihi panjang semula, yakni satu alif karena tak dimasuki hamzah ataupun sukun.
Dalam kondisi demikian, mad asli disebut mad thabi’i yaitu mad yang sesuai dengan watak aslinya yang selanat dari tambahan hamzah atau sukun, sehingga tidak menambah panjang bacaan semula.
Setiap alif yang jatuh setelah huruf berharakat fathah, ya’ yang jatuh setelah huruf berharakat kasrah, wawu jatuh setelah huruf berharakat dhomah, maka dibaca mad thabi’i yang artinya dibaca dengan panjang bacaannya satu alif.
contoh
A. Mad asli (Mad Thabi’i)
Mad asli dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a) Mad asli Zhahiry, yaitu mad asli yang huruf madnya jelas berikut bacaannya.
b) Mad asli Muqaddar, yaitu mad asli yang huruf madnya tidak jelas, namun bacaannya sepanjang mad asli. Mad kedua ini dalam Mushaf Utsmani ditandai adanya fathah tegak, kasroh tegak dan dhommah terbalik.
Contoh
B. Mad Far’i
Sedangkan yang dimaksud mad far’i adalah mad cabang.
Dalam istilah ayat :” mad yang melebihi mad asli dikarenakan ada hamzah dan sukun”.
Pada pengertian diatas, ditunjukkan bahwa mad far’i dibaca lebih dari satu alif. Ketentuan ini berlaku setelah huruf mad didepannya terdapat hamzah atau sukun, hingga cara membacanya melebihi semestinya. Dalam pengertian itu juga disebutkan bahwa panjang bacaannya yang menyebabkan perselisihan: berapakah panjang yang sebenarnya dan harus bertemu apa, hamzah atau sukun.
Perselisihan ini mengakibatkan pembagian mad far’i sebanyak 13 macam yaitu:
1) Mad wajib muttasil 2) Mad jaiz munfasil 3) Mad ‘aridh lis sukun 4) Mad badal
5) Mad ‘iwadh
6) Mad lazim mutsaqqal kilmi 7) Mad lazim mukhaffaf kilmi 8) Mad lazim mutsaqqal harfi 9) Mad lazim mukhaffaf harfi 10) Mad layyin
11) Mad shilah 12) Mad farq 13) Mad tamkin
1. Bacaan mad wajib muttasil
Mad wajib memiliki arti wajib dibaca panjang, sedangkan muttasil artinya bersambung. Jadi mad wajib muttasil ialah wajib dibaca panjang. Karena ada huruf mad dalam satu kalimat dengan hamzah. Pengertian itu diperjelas oleh Mahmud Muhammad dalam batasan:
وه ةدحاو ةملك يف ةرمهلاو دملا نوكي نا
“antara mad dan hamzah terdiri atas satu kalimat”
Ukuran panjang bacaan mad wajib muttasil adalah 2 setengah alif (5 ketukan). Panjang pendek ketukan tersebut disesuaikan dengan irama bacaan yang dialunkan. Karenanya, diharapkan dalam bacannya tidak
melebihi ketentuan yang sudah disepakati oleh ulama ahli qurra’.
Contoh
2. Bacaan mad jaiz munfasil
Mad jaiz artinya boleh dibaca panjang dan boleh tidak dari ketentuan mad asli, sedangkan munfasil artinya terpisah. Jadi yang dimaksud dengan mad jaiz munfasil adalah kebolehan membaca panjang karena ada huruf mad bertemu hamzah dalam dua kalimat.
Pengertian ini selanjutnya diungkapkan oleh Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“disebut mad jaiz munfasil karena huruf mad berada disatu kalimat sedang hamzah berada dikalimat lain”.
Dari pengertian yang diterangkan diatas bahwa cara membaca mad jaiz munfasil tidak wajib dibaca panjang seperti mad wajib muttasil, karenanya terdapat 5 macam cara membacanya yaitu:
➢ Imam Nawawi dan Imam Hamzah membacanya 3 alif (6 ketukan)
➢ Imam Ashim seorang guru dari imam Hafas dan Syu’bah membacanya 2 setengah alif (5 ketukan). Bacaan inilah yang banyak dianut ahli qurra’.
➢ Imam Ibnu Ameer dan Imam Kisa’i membacanya 2 alif (4 ketukan)
➢ Imam Qolun dan Imam Dury membacanya 1 setengah alif (3 ketukan)
➢ Imam Ibnu Katsir dan Imam Susy membacanya 1 alif (2 ketukan)
Contoh
3. Bacaan Mad Aridh lissukun
Mad yaitu artinya panjang, sedangkan Aridh lis Sukun artinya baru karena dimatikanatau diwakafkan.
Maka yang dimaksud dengan Mad Aridh lis Sukun yaitu bacaanpanjang karena ada pertemuan antara huruf mad dengan huruf yang dimatikan (sukun)setelah diwakafkan. Pengertian itu diperjelas oleh Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“Berhenti pada akhir kalimat dan sebelum huruf yang di hentikan itu ada huruf MadThabi’i”
Para ulama Qurra’ belum sepakat sepenuhnya mengenai seberapa panjang bacaanMad Aridh lis Sukun ini. Sebagian ada yang membaca qashar dengan 1 alif, sebagian juga ada yang membaca tawasuth yaitu dengan 2 alif, dan ada yang membacanyathulun dengan 3 alif.
Dan pendapat terakhir inilah yang paling banyak dipakai oleh Ahlul Qurra’. Contoh
4. Bacaan Mad Badal
Badal dalam arti bahasa adalah pengganti.
Sedangkan menurut istilah adalah:
“Huruf mad dan hamzah berkumpul dalam satu kalimat akan tetapi yang hamzahtersebut lebih dulu daripada mad”.
Para ulama’ sepakat, panjang bacaan mad badal yaitu 1 alif, sebagaimana mad Thabi’i. Dikatakan mad badal dikarenakan mad itu sebagai Badal (pengganti) dari huruf hamzahyang dibuang. Mad badal semula berupa hamzah, lalu diganti dengan bacaan ini. Alasan penggantian itu sebab ada dua hamzah dalam satu kalimat yang pertama hidupsedangkan yang kedua mati, maka hamzah yang mati itu diganti mad, agarmembacanya tak terlalu berat.
Contoh
5. Bacaan Mad Iwadh
Iwadh artinya pengganti, sedang yang dimaksud mad iwadh adalah:
“Mad yang terjadi karena wakaf (berhenti) pada lafad yang ditanwin, dibaca nashab diakhir kalimat”
Pada pengertian tersebut, tampak bahwa mad iwadh semula berupa kalimat yangdibaca nasab, kemudian diwakafkan sehingga tanwinnya diganti dengan tanda bacabiasa (bukan tanwin). Setelah diganti, maka cara membacanya menjadi lebih panjang.Dan untuk panjang bacaannya sekitar 1 alif (2 ketukan).
Contoh
6. Bacaan Mad Lazim Mutsaqal Kilmi
Mad lazim yaitu artinya kelaziman untuk memanjangkan. Sedangkan Mutsaqqal berartiberat, dan kilmi memiliki arti satu kalimat. Maka yang dimaksud Mad Lazim Mutsaqqaladalah bacaan mad yang dipanjangkan, karena ada tasydid di dalam satu kalimat.Pengertian ini selanjutnya dirumuskan Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“Mad yang terjadi karena setelah huruf mad ada huruf yang ditasydid dalam satu kalimat”
Tasydid merupakan huruf dobel (ganda) yang satu hidupdan yang satu mati, dan yangmati itu sama dengan sukun. Sebab itu, jika ada huruf mad yang bertemu dengan sukun(dalam hal ini tasydid), maka kelaziman untuk dibaca panjang dengan syarat antarahuruf mad dan huruf yang ditasydid itu masih satu kalimat.panjang b acaan ini semua ulama Qurra sepakat 3 alif atau (6 ketukan) ز
Contoh:
7. Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi
Mad Lazim yaitu artinya kelaziman untuk dipanjangkan, sedang mukhaffaf artinyadiringankan, dan kilmi yaitu artinya satu kalimat. Maka yang dimaksud Mad LazimMukhaffaf Kilmi yaitu bacaan mad yang terjadi ketika huruf mad bertemu dengan hurufyang mati pada satu kalimat. Pengertian ini selanjutnya dirumuskan oleh MuhammadMahmud sebagai berikut:
“Mad yang terjadi disebabkan setelah huruf mad ada huruf yang mati atau disukun”
Cara membacanya agak ringan dibandingkan dengan Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi,tetapi dalam panjang bacaanya sama, yaitu 3 alif (6 ketukan). Sebab itu, perbedaaankedua mad itu adalah: jika mad lazim mutsaqqal setelah mad ada huruf yang di tasydid,sedang mad lazim mukhaffaf setelah huruf mad ada huruf yang disukun. Adapunpersamaannya yaitu : sama-sama dibaca panjang 3 alif serta sama-sama dalam satukalimat.Contoh Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi : 1. ىابحم Setelah mad ada huruf yang disukun 2. نلاأ Setelah mad ada huruf yang disukun
8. Bacaan Mad Lazim Mutsaqqal Harfi
Mad Lazim artinya kelaziman membaca panjang, Mutsaqqal artinya berat dan Harfi berarti dalam huruf.
Maka yang dimaksud dengan Mad Lazim Mutsaqqal Harfi yaitubacaan mad yang terjadi pada huruf tertentu
di permulaan surah tertentu. pengertian itukemudian dirumuskan Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“Mad yang ditemukan pada huruf permulaan surah dan huruf itu mempunyai 3 bagian huruf, huruf kedua adalah huruf mad, sedang huruf yang terakhir adalah huruf yang disukun”.
Dari pengertian diatas, dap at ditentukan syarat - syarat Mad Lazim Mutsaqqal Harfi yaitu:
1. Terjadi pada huruf di permulaan surah
2. Huruf yang dimaksud bersifat 3 bagian huruf.
Misalnya huruf داص, maka bagian hurufitu adalah ,ا ,ص د dimana huruf tengah mad, sedangkan huruf terakhir mati.
3. Cara membacanya sepanjang 3 alif (6 ketukan). Di dalam Al - Qur’an, huruf - huruf yang digunakan pada permulaan surah yang disebutdengan Fawatihus Suwar ( ّروسلا حباوف )* adalah sebagai berikut:
1. Q.S. Al - Baqarah :ملا 2. Q.S. Aali- Imran :ملا 3. Q.S. Al - A’raf : صملا
9. Bacaan Mad Lazim Mukhaffaf Harfi
Mad Lazim yaitu artinya kelaziman untuk dipanjangkan, sedang mukhaffaf artinyadiringankan, harfi memiliki arti yang bersifat huruf. Maka yang dimaksud dengan MadLazim Mukhaffaf Harfi yaitu Mad yang biasa terjadi pada huruf permulaan surah yanghurufnya bersifat dua bagian. Pengertian ini kemudian dirumuskan oleh MuhammadMahmud sebagai berikut:
“Mad bertemu dengan huruf yang bersifat dua bagian”
Dari pengertian tersebut, maka bisa ditentukan syarat-syarat Mad Lazim Mukhaffaf Harfiyaitu:
1. Terjadi pada huruf dipermulaan surah
2. Huruf yang dimaksud bersifat 2 bagian, contohnya huruf اه yang terdiri dari: ا dan ه
3. Panjangnya 1 alif (2 harakat),
Beranjak dari huruf - huruf yang mengawali surah di atas, maka huruf Mad LazimMukhaffaf Harfi ada 5 macam yaitu terkumpul dalam lafadz: َرهط يح
Contoh:
1 هط Mad bertemu huruf sebangsa 2 dalam satu kalimat 2 مح Mad bertemu huruf sebangsa 2 dalam satu kalimat 3 رملا Mad bertemu huruf sebangsa 2 dalam satu kalimat
Dalam Mushaf Utsmani, Mad ini ditandai dengan tanda baca ( ا ) pada huruf yang mengawali surah.
10. Bacaan Mad Layyin
Mad Layyin yaitu adalah mad yang terjadi pada huruf wawu dan ya’ yang jatuh setelah tanda baca fathah, dengan syarat cara membacanya tetap diwashalkan (terus), dantidak boleh diwakafkan (berhenti), karena jika berhenti maka menjadi qalqalah kubra.
Panjang bacaan Mad Layyin yaitu 1 alif (2 harakat) jika ditengah-tengah kalimat, dan 2alif atau 3 alif jika diakhir kalimat.
Contoh:
1 تيب Bai - tun Huruf layyin jatuh setelah fathah 2 فوخ Khau - fun Huruf layyin jatuh setelah fathah 3 بير Rai - bun Huruf layyin jatuh setelah fathah 4 بيغ Ghai - bun Huruf layyin jatuh setelah fathah
11. Bacaan Mad Shilah
Mad Shilah artinya bacaan mad yang tersambung.
Atau dengan istilah lain Mad Shilah yaitu huruf mad tambahan yang diperkirakan setelah huruf ha’ dhomir, yang dikira -kirakan dengan harakat dhmmah ataupun kasrah. Pengertian ini kemudian dipertegasoleh Muhammad Mahmud sebagai berikut:
“Mad shilah adalah huruf mad tambahan yang dikira - kirakan setelah ha’ dhamir dan dikira- kirakan dengan harakat dhammah dan kasrah”.
Yang dimaksud dengan ha’ dhamir dalam pengertian ini adalah ha’ sebagai kata ganti,misalnya: هب ,هب ,هب
Mad Shilah dibagi dua macam yaitu : 1. Mad Shilah Qashir
2. Mad shilah Thawil
Mad Shilah Qashir adalah a pabila ada dhamir jatuh setelah huruf hidup dan tidakbersambung dengan kalimat sesudahnya yang diberi al - Ta’rif. Cara membaca Mad Shilah Qoshir adalah 1 alif dan ada yang membacanya 2 alif.
Contoh:
1 ناك هنإ Dhamir jatuh setelah huruf hidup dan tidak sambung hamzah
2 تاومسلا يف ام هلو Dhamir jatuh setelah huruf hidup dan tidak sambung hamzah
12. Bacaan Mad Farqu
Mad Farqu yaitu artinya mad pembeda, atau dengan istilah lain mad farqu yaityu madyang memiliki fungsi pembeda antara istifham (kata tanya) dengan khabar (berita).hingga jika tidak ada mad ini, maka orang akan menyangka bahwa hamzah khabar,padahal sebenarnya hamzah itu yang berfungsi untuk istifham (kata tanya).Panjang bacaan Mad farqu yaitu 3 alif (6 harakat).
Di dalam al- Qur’an, bacaan Mad farqu ini ada 4 tempat yaitu:
1 Al An’am: 143 نيركدلاأMad sebagai istifham 2 Al An’am: 144 نيركدلاأ Mad sebagai istifham 3 Yunus: 59 للهأ Mad sebagai istifham
4 An Naml: 59 للهأ Mad sebagai istifham
13. Bacaan Mad Tamkin
Mad Tamkin yaitu mad karena ada dua ya’ yang satu mati dan yang lain hidup, bertandabaca kasrah dan tasydid. Ya’ yang berkasrah dan bertasydid itu lebih dahulu daripadaya’ yang mati tersebut
Untuk panjang bacaan mad ini yaitu 1 alif (2 harakat).Contoh:
1 متييح Sebelum ya’ ada ya’ kasrah dan tasydid 2 نييبنلا Sebelum ya’ ada ya’ kasrah dan tasydid`
3. Huruf-huruf mad
Huruf mad yang dipanjangkan ada tiga macam, yaitu:
1. Huruf و mati yang jatuh setelah huruf bertanda baca dhommah. Contoh : اوملع ,اوركذ ,وملظ ,ولعج
2. Huruf mati yang jatuh setelah huruf bertanda baca kasroh. Contoh ي لا
اح ,ميلحلا ,ريبخ : اهيف ,نيظف
3. Huruf ا mati yang jatuh setelah huruf bertanda baca fathah. Contoh ةاكزلا ,مايصلا ,ةلاصلا
4. Panjang Bacaan Mad
Panjang bacaan mad terdapat tiga bagian yaitu:
1. Panjang yang pendek (رصق ) yaitu car a membaca huruf mad sepanjang 1 لا alif (duaketukan/harakat)
2. Panjang yang tengah - tengah ( طسوتلا) yaitu cara membaca huruf mad sepanjang 1 ½ alif (3 ketukan/harakat)
3. Panjang yang panjang (لوطلا) yaitu cara membaca huruf mad sepanjang 2
½ ali f (5ketukan/harakat) atau 3 alif (6 ketukan).
5.
Bacaan Qashar
Sebagaimana yang diterangkan dalam pengertian di atas tadi, bahwa bacaan qasharadalah bacaan yang dipendekka n, yang semula bacaan itu panjang. Dalam hal ini, kitabisa merujuk kepada pendapat Imam Hafaz tentang bacaan - bacaan yang di qasharkandengan uraian berikut ini:
1. Shafrun Mustadir, yaitu tanda lingkaran seperti bentuk bola (O) yang tertulispada lafal yang diqasharkan.
2. Shafrun Mustathil, yaitu tanda lingkaran yang memanjang seperti bentuk telur burung merpati (0) yang ditulis diatas lafal yang diqasharkan.
Bacaan dalam al- Qur’an yang bertanda Shafrun Mustadir harus dibaca pendek, baikdiwashalkan (terus) maupun diwakafkan (berhenti).
Contoh:
1 Al Kahfi: 23
ئشل ئاشل
14
Nun sukun adalah nun yang bertanda sukun ( ن ) nun sukun juga dikenal dengan sebutan nun mati. Tanwin menurut bahasa ialah at -tashwith artinya suara seperti kicauan burung.
2. Pembahasan dalam hukum Nun sukun atau Tanwin 1) Idzhar Halqi
Idzhar mempunyai arti terang atau jelas. Disebut izhar halqi karena hurufnya keluar dari tenggorokan. Apa bila ada Nun Sukun dan Tanwin bertemu dengan huruf izhar maka cara membacanya harus jelas tidak bleh mantul,dengung atau pun samar-samar huruf izhar ada 6 yaitu:
غ - ع - خ - ح - ه ء-
Contohbacaan Izhar:
َيِتْو ُا ْنَم ٌمْيِل َا ٌبا َذَع
2) Idgham Bighunnah
Idgham artinya memasukkan Bighunnah artinya dengan dengung Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huru Idgham maka cara membacanya dengan dengung, huruf idgham bighunnah ada 4 yaitu :
-و م - ن - ي
Contoh Idgham Bighunnah :ذِئ َمْوَي ٌهْو ُجُو
ُب ْوُتَي ْنَا
ىَرَي ْنَ ِلِ
3) Idgham Bilaghunnah
Bilaghunnah artinya tanpa memakai gunnah Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf Idghanm Bilaghunnah maka cara membacanya memasukkan suara nun sukun atau tanwin ke huruf Idgham Bilaghunnah, huru Idgham Bilaghunnah ada 2 yaitu:
-ر ل
Contoh Idgham Bilaghunnah:ِكْن ُد َ ل ْن ِم
َنْيَلِلَع ْلِلٌرْكِذ 4) Iqlab
Iqlab ialah memindahkan sesuatau dari bentuk asalnya kepada bentuk lain Apabila ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ba’
ب)
maka ditukar dengan huruf mim(م)
Contoh Iqlab:
ٌنيِب ُّم ٌناَء ْر ُقَو اَنَثَعَب ْن َم 5) Ikhfa’ Haqiqi
Secara bahasa Ikhfa’ Haqiqi berarti samar. Jika ada nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa’, maka harus dibaca samar. Huruf ikhfa’ ada lima belas, yaitu:
ث – ت
– د – ذ – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ف – ق –
ك
. Caramembaca bacaan ikhfa’ haqiqi adalah dari dalam rongga hidung sampai dengan terlihat samar atau bisa juga menjadi suara “NG”
atau “N” , sesudah itu disambut dengan dengung sepanjang 1 – 1 1/2 Alif atau bisa kurang lebih 2 – 3 harakat, kemudian setelah itu barulah masuk untuk membaca huruf sesudah nun mati ataupun tanwin tersebut.
Contoh bacaan Ikhfa’ Haqiqi:
ا َم ِهِنوُد نِم.
Lafaz tersebut harus dibaca ming duunihimaa.3. Pengertian Mim mati/Mim sukun
Mim
( ْم)
adalah salah satu dari huruf hijaiyyah yang berjumlah 28 huruf, sedang sukun artinya mati atau berbaris mati. Pemahaman akan hukum bacaan mim mati, sebagaimana pemahaman akan hukum bacaan nun mati adalah bagian dari kaidah dasar dalam Ilmu Tajwid, agar bacaan Al-Qur’an kita semakin baik dan lebih baik lagi.4. Pembahasan hukum Mim sukun/Tanwin
Hukum mim mati merupakan salah satu dari ilmu tajwid sebagaimana halnya hukum nun mati. Mim mati atau mim sukun ( م) apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah maka memiliki tiga hukum bacaan, yaitu ikhfa syafawi, idghom mimi dan idhar syafawi.
1) Ikhfa Syafawi
Ikhfa Syafawi adalah menyembunyikan atau menyamarkan huruf mim.Hukum bacaan disebut ikhfa syafawi apabila mim mati atau mim sukun bertemu dengan huruf ba
( ب)
. Adapuncara membacanya harus dibunyikan samar-samar di bibir dan didengungkan. Contoh:
Mim mati bertemu huruf ba,:
َكِل َذِب ْمُهَل اَمَو
Mim mati bertemu huruf ba’:
ةَرا َج ِحِب ْمِهْيِمْر َت 2) Idghom Mimi
Hukum bacaan disebut idgham mimi apabila mim sukun bertemu dengn mim yang sejenis. Cara membacanya adalah seperti menyuarakan mim rangkap atau ditasydidkan dan wajib dibaca dengung. Idgham mimi sering pula disebut idgham mitslain atau idgham mutamatsilain (idgham yang hurufnya serupa atau sejenis) Contoh:
Mim mati bertemu huruf mim :
ِالل َنِم ْمُه ل ا َم َو َ
Mim mati bertemu huruf mim :
َنْيِنِمْؤ ُم ْمُتْن ُك ْنِا 3) Idhar Syafawi
Idhar syafawi artinya apabila mim mati bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim dan ba’, maka hukum bacaannya disebut idhar syafawi. Cara membacnya
bunyi mim disuarakan dengan terang dan jelas tanpa berdengung di bibir dengan mulut tertutup. Huruf-huruf idhar stafawi jumlahnya ad 26 huruf, yaitu:
ـ ق ـ ف ـ غ ـ ع ـ ظ ـ ط ـ ض ـ ص ـ ش ـ س ـ ز ـ ر ـ ذ ـ د ـ خ ـ ح ـ ج ـ ث ـ ت ـ ا
ي ـ ھ ـو ـ ن ـ ل ـ ك
18
Dari apa yang telah kami tulis dengan ini kami mengharapkan kepada pembaca untuk selalu giat dan gigih dalam memperlajari ilmu tajwid khususnya seperti apa yang kami tulis yaitu terkait Mad dan Qashr serta Hukum Nun sukun dan Mim sukun.
Dan semoga apa yang kami tulis dapat menjadi bekal untuk di masa yang akan datang bagi para pembaca. Dan kami ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kekurangan, kesalahan dari apa yang kami tulis, jika itu ada kekurangan.