• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembaharuan Russia National Security Strategy tahun 2015 sebagai confrontation strategy Rusia

Ketegangan yang diakibatkan oleh hadirnya NATO di Eropa Timur

menimbulkan adanya pembaharuan doktrin kebijakan luar negeri dalam aspek militer dalam Rusia National Security Strategy pada akhir 2014, dimana dengan hal itu Rusia telah menyetujui tentang adanya perubahan terhadap semua kebijakan keamanan, dengan itu Rusia National Security Strategy telah berevolusi jika dibandingkan dengan versi strategi yang sebelumnya. Tepatnya pada tanggal 31 Desember 2015 telah dikeluarkan redaksi mengenai doktrin strategi Keamanan Nasional Rusia atau Russia National Security Strategy yang mana dalam salah satunya mendefinisikan mengenai kebijakan luar negeri Rusia yang diambil telah menempatkan Rusia dalam konteks keamanan yang lebih luas lagi baik itu dalam lingkup internal maupun eksternal.32

31 ЮРИЙ НИКОЛАЕВИЧ КАЛЮЖНЫЙ, 2016, БЕЗОПАСНОСТЬ ДОРОЖНОГО ДВИЖЕНИЯ В СИСТЕМЕ НАЦИОНАЛЬНОЙ БЕЗОПАСНОСТИ РОССИЙСКОЙ ФЕДЕРАЦии. diakses pada tanggal 5 Juni 2020 di https://cyberleninka.ru/article/n/bezopasnost-dorozhnogo-dvizheniya-v-sisteme-natsionalnoy-bezopasnosti-rossiyskoy-federatsii pukul 13.01.

32 Katri, Pynnoniemi, “Russia’s National Security Strategy: Analysis of Conceptual Evolution”, The Journal of Slavic Military Studies”, Vol 31 No 2, 2018, hal 242.

66

Dilain hal doktrin yang telah ada sebelumnya yang muncul pada 2009 pasca terjadinya perang Rusia dan Georgia tetap dirancang dan berlaku hingga tahun 2020 yang mana membahas mengenai kewajiban Rusia dalam melindungi keamanan nasional Rusia dengan cara bergantung dalam bidang ekonomi ditambah dengan Rusia harus menjada masyarakat negaranya di near abroad, namun strategi yang diperbarui pada tahun 2015 ini dikeluarkan dengan adanya sebab dari perang di Ukraina Timur dan krisis hubungan yang semakin memburuk antara Rusia dengan Barat. Russia National Security Strategy tahun 2015 ini merupakan kebijakan luar negeri Rusia yang telah diperbarui dari kebijakan sebelumnya pada tahun 2009. Dilihat dari keseluruhan kedua kebijakan ini masih dalam aturan dan bahasan yang sama, seperti dalam membahas mengenai penggunaan senjata nuklir Rusia yang hanya dapat dilakukan ketika ingin mencegah konflik seperti pada pencegahan konflik nuklir Kremlin dan saat mendapat ancaman keamanan yang berbahaya.33 Dalam doktrin kali ini kita bisa melihat mengenai perbedaan makna antara “ancaman” dengan “bahaya” dimana ancaman tertuju pada konflik dan bahaya merupakan ekspresi kekhawatiran yang hadir. Pembaharuan kebijakan ini merupakan tanda akan adanya bahaya dari perilaku dan niat dari NATO di wilayah Eropa Timur. Dimana mendekati tahun 2015 Rusia melihat bahaya di dunia berkembang sangat cepat terlebih dalam melihat NATO.34 Pada 2009 Rusia melihat NATO masih berencana dalam mengembangkan perananya dalam keamanan global yaitu menyebarkan

33 Vladimir, Aleksandrovich, “National Security Strategy 2015 – a Step Towards the New Phase of Russia’s Development”, Economic and Social Changes: Facts, Trends, Forescast Vol 1 No 43, 2016, hal 15.

34 Ibid., hal 22.

67

militernya ke kawasan Eropa. Dalam realitasnya dengan cepat Georgia dan Ukraina berencana bergabung ke dalam keanggotaan NATO hal ini secara tidak langsung mengijinkan invasi barat secara gamblang mengepung perbatasan NATO dengan senjata-senjata dan nuklir jarak pendek. Munculnya RNSS 2015 menjadi pernyataan jelas Rusia dalam merespon kekhawatiran yang timbul dari perkembangan bahaya NATO ketika melaksanakan aksi dari rencana yang dibuat sebelumnya dan secara eksplisit Rusia menyatakan tidak bisa menerima akan tindakan yang diambil oleh NATO.35 Dengan itu, tidak heran jika Rusia melakukan pembaharuan terhadap kebijakanya dalam Russia National Security Strategy. Yang mana hal tersebut merupakan wujud manifestasi dari tindakan yang berdampak buruk pada kemanan di wilayah Eropa. Berbeda dengan Russia National Security Strategy yang sebelumnya, redaksi yang diperbarui pada 2015 lebih moderat yang hanya berfokus pada perlindungan dan juga stabilitas negara dalam menanggapi ancaman dari eksternal. Terdapat dua prioritas utama dalam Russia National Security Strategy tahun 2015 yaitu pertahanan nasional dan keamanan negara dan publik sesuai dalam pasal 31.36

Dokrin strategi keamanan terbaru Rusia ini masih tetap mempertahankan beberapa narasi keamanan yang sebelumnya terdapat dalam Russia National Security Strtaegy tahun 2009, sesuai dalam pasal 6 yang mendifinisikan bahwa kemanan nasional yang dimaksud adalah keamanan dan perlindungan untuk

35 Olga, Oliker, “Unpacking Russia’s New National Security Strategy”, 2016, Center for Strategis

& International Studies, https://www.csis.org/analysis/unpacking-russias-new-national-security-strategy

36 Pavel, Shchelin, “Russian National Security Strategy: Regime Security and Elite’s Struggle for

‘Great Power’ Status”, School of Slavonic and Eastern European Studies, Vol 28 No 2, 2016, hal 87.

68

individu, masyarakat, dan juga negara dari ancaman dalam maupun luar negeri.

Dalam pembaharuan kebijakan pada tahun 2015 definisi ini masih tetap sama namun terdapat perbedaan besar yang kemudian muncul karena adanya ancaman dari luar. Masih sejalan dengan kebijakan keamanan nasional Rusia sebelumnya, strategi keamanan kali ini memperluas pemahaman keamananya sesuai dengan pasal 6 dalam pembaharuan Russia National Security Strategy tahun 2015 mengenai keamanan negara, sosial, informasi, ekononomi, teknologi, transportasi, keamanan energi dan juga keamanan individu. Bertolak belakang dengan definisi singkatnya, kemanan nasional kali ini berfokus kepada kesejahteraan negara yang berada dalam prioritas pertama disusul dengan keamanan individu yang berada di pada akhir urutan.37

Dalam melihat Kebijakan pemerintah Rusia pada Russia National Security Strategy dapat dilihat bahwasanya Rusia memiliki kepentingan nasionalnya.

Dalam bidang internasional kepentingan ini terdapat pada kedaulatan dan posisi Rusia sebagai kekuatan besar dan pusat yang memiliki pengaruh besar dalam dunia multipolar. Dalam hubungan yang saling menguntungkan dan adanya kebebasan HAM. Kemudian, dalam bidang militer kepentingan Rusia ada pada perlindungan keamanan terhadap kedaulatan, intergrasi, dan kemerdekaan negara.

Poin-point tersebut juga termasuk pada upaya pencegahan agresi militer terhadap wilayah rusia dan sekutu karena Rusia akan selalu memastikan kondisi damai dalam perkembangan negara. Dan dalam kepentingan nasional bidang perbatasan yaitu terletak dalam kepastian perlindungan perbatasan dari penetapan kondisi

37 Pavel, Shcelin, “Russian National Security Strategy: Regime Security and Elite’s Struggle for

‘Great Power’ Status”, SLOVO Vol 28 No 2, 2016, hal 86.

69

hukum, politik dan organisasi. Dengan tetap memathui aturan yang terdapat dalam Undang-Undang Federasi Rusia.38

Tepat pada 31 Desember 2015 Russia National Security Strategy diperbarui di bawah persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pembaharuan ini tidak hanya berupa hitam diatas putih namun juga sudah diimplementasikan melalui tindakan penerapan doktrin militer baru dan adanya strategi angkatan laut di awal tahun 2015. Russia National Security Strategy sendiri memang diperbarui setiap enam tahun sekali oleh dewan keamanan Rusia, di tahun 2015 ini pembaharuan secara khusus terbuka dalam mencerminkan permusuhan yang saat ini sedang berkembang terhadap Barat. Strategi keamanan nasional ini merupakan buah dari kebijakan luar negeri Rusia yang secara terbuka menyatakan bahwasanya NATO adalah ancaman.39

Latar belakang hadirnya kebijakan ini adalah lanjutan dari konflik internal yang ada di Ukraina atau Revolusi Euromaidan yang mana pada akhirnya terjadi aneksasi Semenanjung Krimea sebagai perebutan wilayah antara Ukraina dan Rusia. Berawal pada 21 November 2013 ketika perjanjian dagang Ukraina dengan Uni Eropa ditarik oleh Presiden Viktor Yanukovich. Namun, pada akhirnya konflik ini diakhiri dengan dipecatnya Presiden Ukraina tersebut. Revolusi mulai mereda ketika Viktor Yanukovich menandatangani perjanjian bersama pada 21

38 MFA Russia, “National Security Concept of Te Russian Federation”,

https://www.mid.ru/en/foreign_policy/official_documents/-/asset_publisher/CptICkB6BZ29/content/id/589768

39 Katri, Pynnoniemi, “Russia’s National Security Strategy: Analysis of Conceptual Evolution”, The Journal of Slavic Military Studies, Vol 31 No 2, 2018, hal 241.

70

Februari 2014 bersama pihak oposisi, setelahnya dia pergi dari Ukraina menuju Rusia dengan dalih mencari perlindungan. Otomatis pemerintahan Ukraina tidak lancar karena kosongnya kekuasaan, hingga menunggu pemilu tiba pemerintahan digantikan oleh presiden dan perdana menteri sementara. Hal ini tidak membuat keadaan membaik dan sebaliknya muncul aksi demonstrasi dari semenanjung Krimea yang menentang pemerintahan baru. Poin utama aksi itu dimotori oleh gerakan pro Rusia, karena sebagian besar penduduk mayoritas menggunakan Bahasa Rusia bahkan dibeberapa wilayah juga menggunakan bendera nasional Rusia. Dan dalam pemerintahan sementara ini banyak keputusan yang bertolak belakang dengan Rusia dengan itu masyarakat melihat bahwa pemerintah saat ini tidak pro lagi terhadap Rusia. Dengan itu, wilayah Krimea menjadi pelopor gerakan dalam penentangan pemerintah saat ini dan mulai melancarkan demonstrasi dengan menduduki gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas-fasilitas negara.40

Dalam konflik Ukraina, Rusia menunjukkan keikutsertaanya karena berkaitan dengan keamanan dan keutuhan wilayah yang mana Rusia ikut bertanggung jawab atas aksi yang ada dalam wilayah kekuasaanya di Eropa Timur karena keamanan Eropa Timur merupakan keamanan bagi negaranya. Seperti yang kita ketahui Rusia sendiri tentunya memiliki banyak kepentingan di wilayah Ukraina khususnya di Krimea dalam pembangunan militernya. Wilayah Laut Hitam sendiri bagi Rusia merupakan wilayah yang utama hal ini karena Laut

40 Sophia, Dimitrakopoulou; Andrew, Liaropoulos, “Russia’s National Security Strategy to 2020:

A Great Power In The Making”, Caucasian Review of International Affairs, Vol 4 No 1, hal 36-37.

71

Hitam dianggap mampu untuk memberi kekuatan pasukan Rusia dan daerah ini pada akhirnya menjadi wilayah yang diperebutkan. Oleh karena itu, pada 1 Maret 2014 Rusia mengerahkan pasukan militer ke perbatasan Ukraina dan ke Krimea.

Diketahui bahwasanya pada Februari 2015 terdapat korban tewas dalam konflik Ukraina yaitu sebanyak lebih 2000 tentara Rusia gugur dan lebih dari 3000 terluka.41 Krimea mengadakan referendum dengan hasil 96,7% rakyat Krimea memilih untuk masuk dalam Federasi Rusia dan secara langsung Rusia memasukkan Semenanjung Krimea ini kedalam subjek federal baru Rusia dan diresmikan dalam tanda tangan pemerintah Rusia dalam Undang-Undang.

Pengakuan Rusia ini memicu penolakkan dari sejumlah pihak terkhusus NATO, dengan itu NATO mengambil tindakan dengan memperluas kekuasaanya di Eropa Timur. Rusia tidak tinggal diam atas tindakan yang dilakukan oleh NATO ini karena mengganggu stabilitas wilayah dan mengancam tujuan Rusia di Eropa Timur. Dengan itu muncul Russia National Security Strategy sebagai dokumen dasar dalam memperkuat keamanan nasional Rusia.42

Pada 25 Desember 2014 doktrin militer diadopsi oleh Rusia, dan satu tahun kemudian sebagai representatif Rusia, Presiden Vladimir Putin menandatangani Russia National Security Strategy sebagai strategi keamanan baru yang mana di dalamnya terdapat perencanaan strategis dalam kepentingan dan prioritas nasional Federasi Rusia, tujuan dan tindakan politik dalam negeri

41 Syahrul. Skripsi: “Serangan Rusia ke Ukraina Sebagai Intrumen Balance of Power Terhadap NATO” 2016, Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

42 Issabelle FACON. European Parliament’s Sub-Committe on Security and Defence. “Russia’s National Security Strategy and Military Doctrine and Their Implications for the EU”, hal 9.

72

dan politik luar negeri, yang mana berguna dalam memperkuat keamanan nasional negara. Dalam wawancara pada bulan Januari 2016 Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa dari dulu NATO dan Amerika Serikat ingin kemenangan penuh atas Uni Soviet dan tetap hingga saat ini ingin duduk di atas tahta Eropa sendirian. dapat dilihat bahwa Russia National Security Strategy tahun 2015 adalah sebuah cerminan dari respon Rusia yang dikelilingi oleh musuh. Jika dibandingkan dengan RNSS tahun 2009 terdapat tiga poin dalam bidang utama yang masih tetap dipertahankan dalam dokumen keamanan.43 Yang pertama adalah bagaimana peningkatan kemitraan antara Amerika Serikat dan juga Rusia dalam membangun kepercayaan bidang militer seperti kontrol senjata, memerangi terorisme, menyelesaikan adanya konflik dalam lingkup regional dan menyelesaikan masalah yang menyangkut dengan non-poliferasi bom pemusnah masal. Kedua mengenai hubungan dengan NATO, tetapi tegangnya hubungan NATO dan Rusia membuat keduanya tidak berlanjut dalam aliansi militernya, bahkan NATO membawa militernya lebih dekat ke perbatasan Rusia, dan menciptakan sistem pertahanan anti-rudal, hal ini dikarenakan pelanggaran hukum internasional konflik Ukraina. Dan terakhir bagaimana strategi kemanan Rusia terbaru ini dalam diskusi media asing yang mana melihat mengenai tantangan yang dihadapi oleh Rusia termasuk ancaman keamanan nasional dari NATO dan

43 PGRU. “Указ Президента Российской Федерации от 31 декабря 2015 года N 683 "О Стратегии национальной безопасности Российской Федерации".

https://rg.ru/2015/12/31/nac-bezopasnost-site-dok.html

73

Amerika Serikat. Dimana Rusia terus berupaya dalam menyelesaikan konflik global yang bertolak belakang dengan reaksi Barat.44

Dengan itu pada 30 November 2015 konsep kebijakan luar negeri dalam RNSS 2015 diadopsi. Sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh Rusia dimana merujuk ke kemanan lingkungan yang telah berubah secara drastis. Dokumen terbaru ini menggaris bawahi visi dari Rusia dalam enam klasifikasi yaitu :

1 General Provisions

Berdasarkan Russia National Security Strategy tahun 2015, poin 1 – 6 menjelaskan mengenai general provisions. Tujuanya sendiri dijelaskan dalam poin ke 3 :45

“The current Strategy is intended to consolidate the efforts of federal organs of state power, other state organs, Russian Federation components’ organs of state power (hereinafter organs of state power), organ of local self-government, and institutions of civil society to create favorable internal and external conditions for the realization of the Russian Federation’s national interests and strategic national priorities”

Secara umum dalam Russia National Security Strategy tahun 2015 membahas mengenai pembentukan dan juga pelaksanaan kebijakan Rusia sebagai wujud dari kepentingan negara, keamanan nasional negara, dan juga bagaimana sistem dalam pelaksanaanya. Segala upaya sesuai dengan kepentingan Rusia dalam poin 1-6 akan dilakukan oleh Rusia yang tidak lain untuk menciptakan keutuhan negara.

44 Roger, McDermott, “Russia’s 2015 National Security Strategy”. Eurasia Daily Monitor, Vol 13 No 7, 2016, https://jamestown.org/program/russias-2015-national-security-strategy/#.Vp9FwPkrKUk

45 Document The Russian Federation’s Security Strategy 2015, http://www.ieee.es/Galerias/fichero/OtrasPublicaciones/Internacional/2016/Russian-National-Security-Strategy-31Dec2015.pdf

74 2 Russia in the Modern World

Russia National Security Strategy 2015 juga memperhatikan bagaimana Rusia melaksanakan roda pemerintahan dalam perkembangan dunia saat ini.

Dimana tertuang dalam poin 6 – 29. Tujuanya dijelaskan pada poin 8:46

“Russia has demonstrated the ability to safeguard sovereignty, independence, and state and terittorial integrity and to protect the rights of compatriots abroad. There has been an increase in the Russian Federation’s role in resolving the most important international problems, settling military conflicts, and ensuring strategic stability and the supremacy of international law in interstate relations”

Tujuan dari strategi Rusia ini adalah bagaimana Rusia melihat faktor internal maupun eksternal di negaranya sesuai dengan perkembangan waktu yang terus berjalan dan peran Rusia dalam segala bidang untuk memecahkan permasalah yang menjadi tantangan negaranya. Dalam poin-poin tersebut disebutkan bahwasanya Rusia mengalami permasalahan yang disebabkan oleh hadirnya Barat ke wilayah Eropa dan bagaimana Rusia menunjukkan kemampuanya dalam sega;a bidang untuk tetap dapat mempertahankan keamanan wilayahnya.

3. National Interests and Strategic National Priorities

Kepentingan nasional dan juga prioritas strategi nasional dibahas dalam dua poin dimana poin 30 menjelaskan mengenai kepentingan nasional Rusia secara jangka panjang mengenai meningkatkan standar hidup dan kesehatan masyarakat, kemudian mengembangkan nilai-nilai budaya dan spiritua;, meningkatkan ekonomi nasional, dan memperkuat pertahanan keamanan nasional.

46 Ibid.

75

Dan sesuai dalam poin 30, prioritas strategi kepentingan nasional yang pertama adalah pertahanan nasional, kemudian disusul kemanan negara, perkembangan pertumbuhan ekonomi, setelah itu baru masuk ke ranah internal seperti IPTEK dan pendidikan, kesehatan masyarakat, nilai-nilai budaya, ekologi kehidupan dan SDA.47

4. Ensuring National Security

Dalam menjamin keamanan nasional, Rusia mengikuti prioritas nasional sesuai dalam pasal 32 yang berbunyi:

“National security directly depends on the extent to which the strategic national priorities are implemented and how effectively the system for ensuring nasional security operates”

Poin yang dilihat melalui prioritas ini diharapkan bisa sistem keamanan nasional Rusia dapat berjalan secara efektif. Poin dalam Ensuring national security dibagi kedalam sembilan faktor yang pertama National Defence atau pertahanan nasional dengan sembilan poin didalmnya. Kemudian delapan poin dalam State and Public Security atau kemanan negara dan keamanan publik, lima poin Improving the Quality of Life of Russian Citizens atau peningkatan kehidupan masyarakat . Selanjutnya mengenai Pertumbuhan ekonomi sebanyak dua belas poin. Science, Technologies, and Education atau pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan dengan empat poin. Lima poin mengenai Public Health atau kesehatan publik, tujuh poin mengenai Culture. Selanjutnya empat poin yang membahas Ecology of Living Systems and Rational Use of

47 Ibid.

76

Natural Resources dan terakhir paling banyak yaitu dua puluh satu poin mengenai Strategic Stability and Equal Strategic Partnership.

Secara keseluruhan poin penting mengenai bagaimana Rusia dalam menjaga stabilitas dan keamanan dalam lingkup internasional dengan jelas terdapat pada poin 104 hingga poin 107:48

- Rusia ikut berkontribusi dalam keamanan yang sesuai dengan sistem hukum internasional dengan menghormati perjanjian dan kesepakatan nasional, dimana hal tersebut juga berguna dalam menjaga keamanan nasional Rusia

- Dengan membangun kerjasama multilateral, membantu berkontribusi dalam pemeliharaan perdamaian internasional, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang ada dalam naungan PBB dan organisasi internasional lainya.

- Dalam hubungan NATO dan Rusia masih belum menemui titik cerah yang mana hal ini diakibatkan akan adanya peningkatan militer NATO yang mendekati wilayah Rusia dimana menjadi pelanggaran dalam hukum internasional

- Untuk menghormati ketentuan hukum internasional, Rusia siap menjalin mitra dengan NATO hanya untuk memperkuat keamanan yang ada di wilayah Euro-Atlantik.

48 Ibid.

77

5 Organizational, Regulatory-Legal, and Information Foundations for Implementing This Strategy

Untuk memastikan keberhasilan keamanan nasional maka semua elemen harus sama-sama melakukan upaya bersama hal ini sesuai dalam poin ke 108 yaitu:49

“The state policy of the Russian Federation in the sphere of ensuring national security shall be executed through the concerted actions of all elements of the system for ensuring it under the direction of the president of the Russian Federation and with the coordinating role of the Russian Federation Security Council”.

Dengan itu perlu koordinasi antara semua elemen yang ada dalam negara yang mana dilaksanakan secara terstruktur dengan mengikat semua organ kekuasaan negara. Semua dilakukan di bawah kepemimpinan presiden Rusia dan berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan yang telah dibuat.

6 Main Indicators of the State of National Security

Dalam Russia National Security Strategy tahun 2015 terdapat beberapa faktor dalam mengukur indikator keamanan negara yang mana hal ini digunakan untuk mengavaluasi apakah strategi berjalan dengan baik.50

kebijakan luar negeri secara langsung merupakan hasil dari produk yang terjadi di dalam maupun di luar negara dengan itu berkembangnya kekuatan militer diiringi dengan perlombaan senjata yang terjadi di sekitar Rusia membuat

49 Ibid.

50 Ibid.

78

tambahan poin dalam Russia National Security Strategy. Tentunya sebagai negara besar dan berdaulat Rusia mengidentifikasi ancaman keamanan nasional mana yang paling mendesak dan mendapatkan bahwa NATO dengan militer serta insfrastruktur militernya yang berada di perbatasan Rusia menjadi fokus utama.

Diikuti dengan ancaman lain seperti meningkatnya kekuatan nuklir di suatu negara yang berpotensi dalam peningkatan resiko, konfrontasi global, ketegangan Timur Tengah, Afika, Asia Selatan, Semenanjung Korea juga Timur Tengah dan banyak hal lainya. Melalui RNSS 2015 Rusia menjelaskan tindakan-tindakan yang diambil dalam melawan ancaman-ancaman yang ada. Tindakan yang dilakukan Rusia paling utama adalah membangun dan menguatkan pertahanan negara, dengan ditingkatkanya peralatan modern sebagai senjata pertahanan juga dilengkapi oleh kesiapan mobilisasi anggaran dalam mendukung kebutuhan negara dan masyarakat Rusia.51

Russia National Security Strategy tahun 2015 ini menjadi dokumen yang dapat ditakuti oleh NATO hal ini dapat dijelaskan melalui beberapa tahapan.

Pertama sebuah negara tidak terkecuali Rusia tentunya bertindak sesuai dalam ketetapan yang telah dibuat dimana tertuang dalam sebuah kebijakan, yang mana di dalamnya tentunya terdapat kepentingan nasional seperti prioritas utama Rusia dalam RNSS tahun 2015 yang terdapat pada kemanan negara.

51 Vladimir, Aleksandrovich, Op.Cit., hal 15.

79

“Rusia has taken responsibility for comprehensive support of priority direction of state policy in the sphere of national security, thus made a new significant step toward the strengthening of the Russian nation.”52

Penjelasan tersebut menunjukan tujuan dalam kebijakan luar negeri Rusia dalam sebuah kertas yang kita kenal sebagai Russia national Security Strategy. Kedua, dalam dokumen ini mengungkapkan secara jelas bahwasanya NATO adalah ancaman yang mana ancaman akan keamanan nasional Rusia harus ditindak lanjuti demi keamanan bersama

“all threats to Russia’s national security will be considered and dealt with and, if necessary, be amended in the founding documents.”53 Dmitry

Peskov,

Pernyataan ini didukung dengan argumen dari jurnalis terkemuka yaitu Rusia Alexander Golts, dia mengatakan bahwa RNSS tahun 2015 yang ditanda tangani oleh Putin baru-baru ini mencerminkan “paranoia” Kremlin, dan pondasi di dalamnya melihat bahwa Rusia saat ini sedang dikelilingi oleh musuh yang tidak lain yaitu pakta pertahanan utara NATO. Terakhir, dengan adanya dokumen tersebut menunjukkan keseriusan Rusia dalam menghadapi ancaman NATO

“we will in a powerfull military bloc appearing near our borders will be

“we will in a powerfull military bloc appearing near our borders will be

Dokumen terkait