• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. Pembaharuan Russia National Security Strategy. satu persatu dalam setiap sub-bab yang mana berguna dalam melihat benang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II. Pembaharuan Russia National Security Strategy. satu persatu dalam setiap sub-bab yang mana berguna dalam melihat benang"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

40 BAB II

Pembaharuan Russia National Security Strategy

Pada bab ini peneliti ingin menjabarkan mengenai dinamika hubungan yang terjadi antara Rusia dan NATO. Dimana dinamika tersebut akan dikupas satu persatu dalam setiap sub-bab yang mana berguna dalam melihat benang merah untuk dapat menghubungkan pada konflik yang terjadi diantara NATO dan Rusia. Sehingga Rusia mengeluarkan kebijakan dalam strategi keamanan nasional yang tegas dan langsung menempatkan NATO sebagai ancaman nyata negaranya.

Hal pertama yang dijelaskan adalah dinamika hubungan antara NATO dan juga Rusia yaitu dimulai dari menjelaskan masing2 aktor dan hubunganya pasca berakhirnya perang dingin pada tahun 1991. Kedua masuk kedalam penjelasan mengenai kebijakan Rusia dalam Russia National Security Strategy dan yang terakhir mengenai dampak pembaharuan Russia National Security Strategy tahun 2015 sebagai strategi pertahanan Rusia.

2.1 Dinamika Hubungan Rusia dan NATO

Pada mulanya NATO berdiri di tahun 1949 ditujukan untuk menjadi benteng

pertahanan Eropa Barat dalam serangan yang dilakukan oleh Uni Soviet. Dimana ancaman utama yang mengancam bagi kemanan NATO yaitu adanya senjata pemusnah masal dan juga tersedianya sarana dalam penyebaranya. Selain itu, ancaman juga datang dari hadirnya alat-alat militer musuh bersamaan dengan teknologinya yang sangat canggih. Kemudian tujuan utama NATO

(2)

41

bertransformasi yaitu menjadi sebuah aliansi pertahanan dalam menghadang adanya agresi yang hadir dari Uni Soviet di Eropa Barat. NATO sendiri memiliki dua tujuan yaitu tujuan untuk mempertahankan militer dalam menghadapi adanya agresi dari luar dan membela sekutunya dalam menghadapi agresi serta juga menjadi penyeimbang dalam memelihara kawasan Eropa. Aliansi dengan NATO ini disiapkan dalam menghadapi perang, membangun kemampuan konvensional dan juga nuklir. Hal tersebut dilakukan dalam upaya pertahanan kolektif menjadi sebuah kunci untuk membuat pertahanan menjadi lebih kuat.1

2.1.1 NATO

NATO (North Atlantic Treaty Organisation) atau dikenal sebagai Pakta Pertahanan Atlantik Utara ini terbentuk pasca terjadinya Perang Dunia II di Brussel, Belgia pada tanggal 4 April 1949. NATO sendiri terbentuk dengan tujuan untuk mengekspansi Uni Soviet yang dilakukan sebagai upaya Amerika Serikat beraliansi dengan Eropa Barat selain itu untuk mencegah kebangkitan militerisme di Eropa. Kesepakatan pertahanan Eropa membentuk pakta NATO yang disponsori oleh Amerika Serikat guna mengatasi ketakutan akan merajalelanya kekuatan Uni Soviet. Pakta pertahanan Atlantik Utara yang hadir di tahun 1949 ini dibentuk oleh dua belas negara dari Eropa dan Amerika Utara yaitu Amerika Serikat, Kanada, Italia, Inggris, Islandia, Belgia, Portugal, Perancis, Luksemburk, Denmark, Belanda, dan Norwegia. Secara singkat hadirnya North Atlantic Treaty

1 Silmina, Fadiah, skripsi: “Alasan Rusia Menganggab NATO Sebagai Ancaman Dalam Sistem Pertahanan Anti Rudal Pasca Perang Dingin Tahun 2008-2015”, 2016, FISIP, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

(3)

42

Organization ini adalah untuk stabilisasi ideologi dengan pendekatan keamanan yang mana di dalamnya terdapat nilai-nilai dasar sebagai landasan utamanya yaitu mengenai demokrasi, kebebasan individu, aturan hukum dan juga keutuhan aliansi.

NATO merupakan aliansi dari militer berskala regional yang mana pada dasarnya dukungan anggota didalamnya dibutuhkan untuk membangun solidaritas terlebih apabila dalam negara keanggotaannya sedang dilanda serangan militer dari wilayah lain. NATO berprinsip Collective Deffence artinya disetiap keanggotaan negara bersedia membantu anggota lain apabila terjadi penyerangan sehingga anggota NATO memiliki pertahanan bersama.2Dengan bubarnya Uni Soviet dengan pakta warsawanya, NATO mulai melakukan transformasi dengan lingkungan baru dalam realitas geopolitik yang mana berusaha dalam melakukan pembebasan dan perdamaian Eropa namun melalui perluasan stabilitas Barat ke Timur Eropa. Dalam badan NATO sendiri tolak utama roda perputaran tujuanya dipegang oleh Amerika Serikat hal ini dapat diketahui melalui sebagian besar misi dan program-program yang dijalankan oleh NATO adalah misi Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, bukti lain yang menunjukkan kuasa besar Amerika Serikat di dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara sendiri adalah bagaimana negara adidaya itu memberikan donor besar dalam anggaran militer NATO yang mulanya di tahun 1995 sebesar 56% terus meningkat di tahun 2013 sebesar 73%. Kemudian untuk mendukung fasilitas-fasilitas di dalamnya seperti penyediaan infrasturtur militer tentunya perlu adanya anggaran keuangn. NATO sendiri memiliki sekitar

2 Ibid., hal 10.

(4)

43

2,5 miliar euro dalam anggaran tahunanya, pendanaan dalam NATO berasal dari coomon funding dan joint funding. Pertama, Common funding disepakati oleh negara-negara anggota sesua dengan pembagian biaya yang disepakati bersama berdasar pada Pendapatan Nasional Bruto.3

Sebagai pakta pertahanan tentunya NATO memiliki cara dalam politik maupun militer untuk melindungi keamanan juga kebebasan dengan tetap patuh di bawah prinsip-prinsip yang ada dalam Piagam PBB. Seiring berjalanya waktu tantangan yang dihadapi NATO turut berganti oleh sebab itu dari tujuan awal yang ada dalam priambul traktat perjanjian Washington yaitu:4

“.. are determined to safeguard the freedom, common heritage, and civilization of their peoples, founded on the principles of democracy, individual liberty and the rule of law”

Dengan itu terlihat secara jelas bahwasanya tujuan nato ingin menciptakan perdamaian di dunia dan menghindari konflik-konflik yang akan merugikan segala pihak. Pengambil keputusan di dalam organisasi ini adalah keputusan kolektif semua negara-negara anggota. Berikut adalah negara-negara yang tergabung dalam aliansi NATO:5

3 Funding NATO, North Atlantic Treaty Organization,

https://www.nato.int/cps/en/natohq/topics_67655.htm diakses pada (03/05/2021 pukul 15.00)

4 Damon, Wilon, “Reimagine the Washington Treaty”, dari Atlantic Council, 2020, https://www.atlanticcouncil.org/content-series/nato20-2020/reimagine-the-washington-

treaty/#:~:text=The%20Washington%20Treaty's%20preamble%20underscores,allies%20to%20%

E2%80%9Ccontribute%20toward%20the diakses pada 02/05/2021 pukul 12.00)

5 NATO Member Countries, NATO, https://www.nato.int/cps/en/natohq/nato_countries.htm

(5)

44 Tabel 2.1

Daftar negara-negara anggota NATO

No Negara Tahun 16 Spanyol 1982

1 Amerika Serikat 1949 17 Ceko 1999

2 Belanda 1949 18 Polandia 1999

3 Belgia 1949 19 Hungaria 1999

4 Inggris 1949 20 Bulgaria 2004

5 Denmark 1949 21 Estonia 2004

6 Islandia 1949 22 Latvia 2004

7 Italia 1949 23 Lituania 2004

8 Kanada 1949 24 Rumania 2004

9 Luksemburg 1949 25 Slowakia 2004

10 Norwegia 1949 26 Slovenia 2004

11 Prancis 1949 27 Albania 2009

12 Portugal 1949 28 Kroasia 2009

13 Yunani 1952 29 Montenegro 2017

14 Turki 1952 30 Makedonia Utara 2020

15 Jerman 1952

(6)

45 2.1.2 Rusia

Rusia diproklamirkan sebagai negara yang berdaulat tepat pada 12 Juni 1990. Rusia diharuskan untuk menjaga high profile dari Uni Soviet sebagai bentuk pewarisan garis politik Uni Soviet yang merupakan salah satu Negara adidaya. Dengan mengusung bentuk negara Republik Federasi dengan kepala negara dijabat oleh Presiden dan kepala pemerintahan yang dijabat oleh seorang Perdana Menteri. Letak geografis Rusia berada dalam perbatasan antara benua Asia Utara dan juga Eropa timur. Rusia memiliki wilayah yang luas yakni 17.098.242 km2 yang mana luasnya sekitar sembilan kali dari luas wilayah Indonesia. Rusia berbatasan langsung dengan Ukraina, Norwegia, Estonia, Finlandia, Latvia, dan Belarus di wilayah barat. sebelah selatan berbatasan dengan Cina, Mongolia, Korea Utara, Pegunungan Kaukasus dan Kazakhstan. Kemudian di wilayah barat daya berbatasan dengan negara Laut Caspia, Georgia, Pegunungan Kaukasus dan Azerbaijan. Dengan wilayah yang luas ini menjadikan Rusia memiliki banyak keuntungan seperti adanya sumber daya alam yang sangat melimpah khususnya bersumber langsung dari pertambangan.6

Pada kebangkitan awal, Rusia mengalami peristiwa yang berat mulai dari penurunan demografis, militer dan juga masalah struktural mengenai ekonomi negara ditambah Rusia juga harus menghadapi pemberontakan seperti di Kaukasus utara. Dengan itu pekerjaan berat harus dilakukan oleh pemimpin Rusia, membuat kebijakan luar negera sangat diperlukan dalam menciptakan

6 “Letak Astronomis, Geografis dan Geologis Negara Rusia Serta Keuntunganya”. Geologinesia.

2018. https://www.geologinesia.com/2018/11/letak-astronomis-geografis-dan-geologis-rusia.html diakses pada ( 12/05/2021 pukul 12.00)

(7)

46

lingkungan yang lebih menguntungkan dalam modernisasi ekonomi, kehidupan sosial politik, dan tetap memastikan Rusia tidak semakin jatuh dalam luasnya sistem internasional.7

Rusia menghadapi keadaan politik internasional yang lebih berat setelah terjadinya perang dingin daripada Uni Soviet ketika bentrok dengan Amerika serikat. Rusia kehilangan gelar sebagai Negara adikuasa ketika Uni Soviet runtuh dan mengalami situasi krisis sistem yang berdampak pada berbagai bidang meliputi bidang politik, sosial, ekonomi, militer hingga mengancam disintegrasi Negara. Kremlin Rusia harus mampu mengatasi permasalahan yang menyebabkan ketidakseimbangnya struktur masyarakat yang cenderung plural ditambah dengan wilayah yang besar dengan hasil buruknya kondisi ekonomi yang dialami Rusia.

Oleh karena itu Rusia tergabung dalam CIS (Commonwealth of Independent States) dimana di dalamnya merupakan negara – negara yang bekas dari Uni Soviet atau anggota persemakmuran negara – negara merdeka, beberapa negara yang ada di Kawasan Eropa, Amerika serta Asia untuk mengatasi ancaman terisolasi secara geopolitik dengan memperkuat hubungan dengan negara – negara tersebut. Prioritas saat itu merupakan manifestasi dari kebijakan luar negeri yang dibuat oleh Rusia.8

7 Ozkan, Ozgur. Thesis and Disertation: “NATO-Russia relations in the twent-first century:

obtacles and opportunities for strategic partnership”. 2012, California: Naval Postgraduate School.

8 Kazantsev, Andrei A, “Eurasian Perspectives on Regionalism : Central Asia and Beyond”, Eurasian Integration – The View from Within. Oxford: Routledge.

(8)

47

Pada tahun 2000 bertepatan dengan Boris Yeltsin selaku presiden Rusia mengundurkan diri, untuk mengatasi permasalahan yang ada masyarakat Rusia mencari pemimpin baru. Vladrimir Putin yang menjadi presiden baru yang mampu mengarahkan Rusia menjadi negara yang lebih makmur ditandai dengean mulainya reformasi di bidang politik, dalam bidang sosial dan juga tentunya dalam ekonomi hingga berfokus pada adanya perubahan terhadap kebijakan dan keamanan luar negeri. Diawal kepemimpinannya Putin menjadikan orang – orang terdekatnya bagian dari tingkat pemerintahan sebagai bentuk usaha perbaikan sistem. Pada era Vladimir Putin terdapat sebuah kebijakan yang memiliki mekanisme dalam tujuan mengontrol negara menjadi lebih baik dalam sektor perekonominya dimana terdapat pada strategi industri berfokus dalam industri sektor logam, kemudian gas, dan juga industri minyak. Pada rezim politik Vladimir Putin prioritas utamanya merupakan distribusi pendapatan yang merata sebagai bentuk upaya peningkatan standart hidup dan status sosial warga Rusia.

Kontrol akan sumber daya alam juga menjadi prioritas pada rezim Putin sebagai bentuk dukungan atas reformasi menjadi lebih baik.9 Dengan itu, makin meningkatnya ekonomi secara langsung mampu membawa Rusia menjadi negara besar dan kuat dalam lingkup internasional.

Rusia berhasil membenahi negaranya dengan sangat baik dalam negeri maupun luar negeri setelah dipimpin oleh Vladimir Putin. Di bawah kepemimpinan Putin politik luar negeri Rusia telah mampu menjadikan negara dihormati dan dipandang memiliki martabat tinggi selain itu kebijakan politik luar

9 Theresia, Devina, “Pengaruh IMF Terhadap ebangkitan Ekonomi Rusia Pada Kepemimpinan Vladimir V. Putin Tahun (2000-2008)”, Global Insight Journal Vol 03 No 01, 2018, hal 87.

(9)

48

negeri telah berhasil membuat Rusia menjadi negara yang mandiri dan merdeka.

Terlebih dalam Visi Misi politik luar negeri Rusia juga menunjukkan bahwa negaranya telah bebas dari pengaruh kepentingan asing. Dibawah pemerintahan Vladimir Putin dari tahun 200 sampai dengan 2008, Rusia telah berhasil melampaui buruknya sosial ekonomi dan politik negara. Poin terpenting adalah Rusia telah berhasil menjadi salah satu kekuatan di ekonomi dunia internasional didukung dengan perubahan strategi politik pada masa pemerintahan Vladimir Putin. 10

2.1.3 Dinamika NATO dan Rusia

Setelah berakhirnya perang dingin dan juga runtuhnya Uni Soviet tentunya memiliki pengaruh yang sangat besar dalam lingkungan dan hubungan keamanan negara-negara, aliansi dan juga perdamaian dunia. Namun pasca perang dingin sejak runtuhnya Uni Soviet hubungan antara NATO dan pewaris terbesar Uni Soviet yaitu Rusia mengalami keadaan yang tidak baik, namun hubungan yang terjalin diantara NATO dan Rusia tidak hanya mengenai perselisihan. Pada tahun 1947 dimulainya perang dingin yang melibatkan Uni Soviet selaku pemimpin dari Negara -negara Blok Timur dan Amerika Serikat yang memimpin Blok Barat. Perang yang terjadi akibat perbedaan ideologi juga perkembangan teknologi oleh dua negara adidaya. Ideologi Amerika Serikat dengan mengusung kapitalisme sedangkan Uni Soviet dengan ideologinya komunis yang berakhir

10 Ibid., hal 97.

(10)

49

menjadi perang dingin yang tidak berakhir konflik diantara kedua Negara adikuasi tersebut.

NATO dan Rusia juga sempat menjalin kerjasama namun tidak berarti Rusia masuk di dalam anggota NATO disini hubungan tersebut hanyalah mengenai kerjasama, seperti North Atlantic Cooperation Council atau NACC, kemudian Partnership for Peace dan juga beberapa kerjasama dalam membentuk suatu mitra dalam mencapai perdamaian.11

Sumber: Dibuat Oleh Peneliti

11 Ibid., hal, 10.

Berakhirnya Perang Dingin 1991

Partnership for Peace Programme (PfP) 1994

Ketegangan 1999-2014

Konflik Aneksasi Krimea 2014

Bagan 2.1

Kronologi Dinamika Hubungan NATO dan Rusia (1991-2014)

(11)

50

Diketahui dari sudut pandang sejarah Eropa seusai perang dingin berakhir pada tahun 1991 dimulailah awal baru dari hubungan kemitraan yang terjalin antara NATO dan juga Rusia. Terjadinya perubahan pengaturan geopolitik yang mulanya unipolar menjadi multipolar turut menjadi perhatian pada era ini. Yang mana ekonomi dan demografi ekonomi di setiap wilayah terus meningkat ditambah dengan kebangkitan terorisme dalam lingkup internasional. Oleh karena itu dua aktor utama dalam perang dingin, Rusia sebagai pewaris terbesar Uni Soviet dan sekutu dalam NATO memfokuskan tujuan dalam membaca adanya perubahan yang terjadi dalam dunia internasional dan mengurangi resiko yang tidak diinginkan. Rusia dan NATO sebagai aktor utama dan komponen keamanan global mengalami permasalahan dan ancaman yang sama yaitu dalam konflik agama, menjamurnya kelompok-kelompok terorisme yang sangat radikal, cyber terorisme, peningkatan narkoba ilegal, dan juga kejahatan-kejahatan lainya yang terorganisir, dengan alasan-alasan itu munculah kerja sama dan upaya yang dilakukan semua negara khususnya aktor utama Rusia dan NATO.12

Hubungan kerjasama pertama ini adalah dibentuknya NACC atau the North Atlantic Cooperation Council yang mana pada tahun 1997 dikenal dengan EAPC atau Euro Atlantic Partnership Council, dengan tujuan membangun relasi baru bersama negara-negara di kawasan Eropa Timur dan juga Eropa Tengah.

12 Ozkan, Ozgur. Thesis and Disertation: “NATO-Russia relations in the twent-first century:

obtacles and opportunities for strategic partnership”. 2012, California: Naval Postgraduate School.

(12)

51

Kemudian berlanjut pada tahun 1994 Rusia menjadi negara pertama yang masuk ke dalam mitra kerjasama NATO dan negara mitranya dalam partnership for peace programme (PfP). Tujuanya sendiri yaitu untuk memperluas kerjasama dalam lingkup Erpa yang mana dapat mengurangi ancaman negara dan dapat meningkatkan stabilitas negara. Dibentuknya program ini juga untuk menunjang hubungan bilateral dengan berfokus pada banyak masalah dan kerjasama perdamaian keamanan antara keduanya hal ini sesuai dalam The Brussel Summit Declaration dari tahun 1994.13 Bahkan hingga tahun 1997 Rusia di bawah pimpinan Presiden Boris Yeltsin berhasil melakukan kerjasama dengan menandatangani NATO-Rusia founding act yang mana bergerak dalam budang pertahanan meliputi pemeliharaan dan kontrol senjata, dan lainya dengan berdasar pada prinsip kemanusiaan.14 Dalam menyeimbangkan kekuatan, upaya yang dilakukan Rusia dalam the “Founding Act on Mutual Relations, Cooperation and Security” ini mampu menjadikan Rusia untuk tergabung dalam bagian dari PJC atau Permanent Joint Council dengan artian Rusia memiliki kedudukan yang sama dengan anggota NATO. Kerjasama-kerjasama terus berjalan hingga pada tahun 1998 secara khsusu Rusia mulai membentuk misi diplomatik yang ditujukan untuk NATO. Tetapi menginjak tahun 1999 hubungan mulai terganggu hal ini dikarenakan adanya intervensi aliansi di Yugoslavia saat Rusia memutuskan menarik wakilnya dari NATO kemudian disusul dengan negara-negara bekas

13 North Atlantic Treaty Organization, “NATO-Russia Relations: The Background”

https://www.nato.int/nato_static_fl2014/assets/pdf/2020/4/pdf/2003-NATO-Russia_en.pdf

14 Ibid.

(13)

52

satelit Soviet seperti Hongaria, Republik Chech dan Polandia bergabung dengan keanggotaan NATO.

Terjadinya serangan teroris pada 11 September 2001 tepatnya di Amerika Serikat menjelaskan hal baru mengenai ancaman keamanan sangat penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, di tahun 2002 kerjasama berlanjut dengan ditandatanginya perjanjian antara Rusia melalui Presiden Vladimir Putin dan NATO di Roma dengan judul “NATO-Russia Council” atau disingkat NRC yang mana format kerja sama ini menggantikan kerja sama sebelumnya dalam Permamanent Joint Council. Kedua mitra ini memiliki ambisi untuk mitra yang sama dalam keamanan di kawasan Eropa Atlantik yang sesuai dengan Foundation Act. Dengan adanya NRC kedudukan Rusia disini dianggap setara dengan 27 anggota lain. Kerja sama ini berfungsi sebagai wadah untuk penyelesaian masalah keamanan yang terjadi dalam waktu tersebut dan lebih mengarah ke dalam kerja sama di berbagai bidang. Dimana bidang tersebut dapat meliputi manajemen krisis terorisme, kontrol senjata dan juga pertahanan rudal.15

Pada tahun 2008 kerja sama NATO-Russia Council ditangguhkan untuk sementara hal ini berkaitan dengan adanya perang yang dialami antara Rusia dan Georgia. Pemberhentian sementara kerja sama ini karena NATO dilain sisi tidak ingin mendukung peristiwa yang dialami oleh Rusia. Namun masuk ke tahun 2009 memutuskan kembali untuk melanjutkan kerja sama dengan pertemuan Rusia dan Dewan NATO pada NATO Summit di Strasbourg dan Kehl. Mereka

15 Jitka, Richterova, “NATO-Russia Relations” Prague Student Summit 2014, hal 4.

(14)

53

meluncurkan Joint Review of 21 century ommon Security Challenges. Pada tahun 2010 dimulai kerja sama kemitraan yang lebih strategis dengan menyetujui Lisbon Summit yang mana kerja sama dilakukan dalam perluasan pertahanan rudal ntuk dapat bersama memerangi terorisme. Masuk ke tahun berikutnya pada 2011 Ketua Komite Militer NATO, Jenderal Knud Bartels berkunjung ke Rusia yang tidak lain membahas mengenai kerja sama dalam bidang militer. Dalam membahas permasalahan rudal di tahun 2013 Sergey Lavrov sebagai Menteri Luar Negeri Rusia bertemu dengan Anders Fogh.16

Ketegangan diantara keduanya mulai muncul pada maret 2014 melalui peristiwa pencaplokan ilegal Krimea dari wilayah keulatan Ukraina oleh Rusia.

Permasalahan ini tidak diterima oleh NATO karena menurutnya Rusia tidak menghormati sistem internasional. Permasalah ini adalah gelombang demonstrasi krisis Krimea yang ingin berdiri sendiri lepas dari Ukraina, Rusia membantu Krimea karena menganggap pemerintahan Yanukovych sebagai bentuk kudeta, Rusia juga melihat bahwa Amerika turut mendanai revolusi Ukraina. Dengan itu tepatnya pada 16 Maret 2014 terjadi referendum dalam politik Krimea yang mana ingin masuk bergabung dengan Federasi Rusia didukung dengan perolehan suara sebesar 96,77%.17 Hal ini mendapat kecaman NATO yang awalnya hubungan keduanya telah terintegrasi dengan baik menjadi skeptis. Oleh karena itu semua kerja sama militer maupun sipil di bawah NATO-Russia Council ditangguhkan

16 Manfred Wörner Fellowship under the auspices of the North Atlantic Treaty Organization. 2000.

“The Security Quadrangle for The XXI Century: NATO, NATO Partners, Russia and Ukraine”.

Belgium: CEEFAG

17 Devindra, Ramkas; Yuli, Fachri, “Kepentingan Rusia Me-Aneksasi Semenanjung Krimea Tahun 2014”, Jurnal Transnasional, Vol 7 No 1, 2015.

(15)

54

sejak 2014 sebagai tanggapan intervensi Rusia. Sesuai dengan perkataan Alexander Vershbow sebagai wakil sekretaris jenderal NATO:

“Clearly the Russians have declared NATO as an adversary, so we have to begin to view Russia no longer as a partner but as more of an adversary than a

partner”.18

Ditambah dengan perkataan Menteri Luar Negeri NATO:

“.... We have decided to suspend all practical civilian and military cooperation between NATO and Russia....” dimana pada akhirnya NATO dan Rusia sama-sama menganggap musuh satu sama lain.19 Dengan itu terlihat secara jelas konsep tujuan masing-masing mitra ini, dimana mereka mempunya tujuan berbeda dalam kerja sama yang di bangun. Dalam sudut pandang Rusia melihat bahwasanya negaranya memiliki kekuatan dunia yang bisa mendapat suara penuh di dalam keamanan wilayah Eropa, tetapi NATO tidak ingin Rusia memiliki hak mengenai keputusan yang dibuat oleh NATO. Hal ini merupakan perbedaan tujuan dalam melihat wilayah Eropa dimana NATO sebagai organisasi keamanan ingin tetap menjaga keamanan dan stabilitas Eropa sedangkan Rusia memiliki tanggung jawab dalam konflik di negara-negara Eropa seperti Georgia, Ukraina dan juga Moldova yang tidak lain untuk memperluas pengaruh di kawasan Eropa dan mencegah perluasan pengaruh NATO yang mulai gencar dalam melakukan perluasan kekuasaan. Hubungan antara Rusia dan NATO juga mengalami pasang surut pasca adanya hubungan kerja sama yang terjalin mulai muncul beberapa

18 Jitka, Richterova, “NATO-Russia Relations” Prague Student Summit 2014, hal 4.

19 North Atlantic Treaty Organization, “Statement by NATO Foreign Ministers”, 2014, https://www.nato.int/cps/en/natohq/news_108501.htm

(16)

55

konflik. Konflik itu diawali dari ekspansi NATO ke wilayah Eropa Timur seperti Polandia, Republik Ceko, dan juga Hongaria. Ekspansi yang dilakukan dalam rangka menambah keanggotaan NATO dan mendukung adanya transformasi di negara-negara bekas Uni Soviet kemudian juga melakukan penyebaran nilai-nilai demokrasi. Dengan itu menjadikan Rusia menjadi terancam karena semakin lama ekspansi yang dilakukan oleh NATO mencapai perbatasan Rusia, dan dengan ini Rusia memutuskan untuk menanggulangi ancaman ini. Hal tersebut pemicu konflik antara Rusia dengan NATO.20

Konflik di Ukraina pada tahun 2014 ini memiliki dampak atas kemerosotan hubungan yang tajam diantara keduanya. Terlebih setelah peristiwa tersebut NATO memutuskan untuk lebih berani melakukan perluasan dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Perluasan NATO ini semakin mendekati wilayah perbatasan Rusia yang mana menimbulkan adanya ancaman eksternal, hal ini dikemukakan oleh penasihat ikhail Popov. Dengan itu Rusia merespon melalui sebuah pembaharuan kebijakan yang tertuang dalam dokumen strategis dengan menekan peran dari kekuatan militer dalam hubungan internasional, hal ini menunjukkan bilamana Rusia juga memiliki hak untuk mengembangkan militer dalam menghadapi kondisi tersebut. Karena Rusia melihat dengan memiliki kemampuan militer yang kredibel menjadi tolak ukur pihak lain dalam melihat kepentingan diplomatik dan keamanan negara. Oleh karena itu, pada tahun 2014 Rusia mengemukakan responya terhadap kehadiran NATO di Eropa Timur dan

20 Hatzivassiliou, Evanthis, “Revisiting NATO’s Stabilizing role in South-Eastern Europe: The Cold War Experience and the Longue Duree”, Southeast European and Black Sea Studies, Vol 12 No 4, 2012.

(17)

56

krisis di Ukraina. Hal ini di manifestasikan dalam pembaharuan strategi keamanan nasional atau Russia National Security Strategy yang mana ditandatangani pada hari Kamis oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Di dalam dokumen tersebut dijelaskan secara mendetail mengenai tujuan dan kritik Rusia terhadap NATO.

Dalam kebijakan tersebut menyoroti secara eksplisit mengenai tantangan dan tindakan yang muncul akan masuknya NATO di Eropa Timur.21 Pada sub bab selanjutnya akan dibahas mengenai apa itu Russia National Security Strategy, sejarah munculnya, kemudian tujuan, dan mengenai hasil dari adanya kebijakan tersebut.

2.2 Russia National Security Strategy

Dalam menghadapi tantangan, Rusia telah mencantumkan dan menjelaskan ke dalam dokumen-dokumen penting negara seperti dalam strategi dan keamanan dalam konsep kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri yang dimiliki Rusia sendiri merupakan sebuah produk dari budaya, sejarah, lingkungan masyarakat, geopolitik dan pilihan rasional elit politik Rusia. Banyak sekali elemen yang turut mempengaruhi desain dari hadirnya kebijakan luar negeri Rusia hal ini ditujukan untuk membantu proyeksi keputusan dan masa depan Rusia yang lebih baik. Kepentingan nasional di Rusia yang pertama kali hadir setelah runtuhnya Uni Soviet adalah adanya dokumen yang diadopsi pada Desember 1997 dimana isinya mengenai konsep keamanan nasional federasi Rusia, strategi ini

21 BBC. 2015. Russia security paper designnates NATO as threat.

https://www.bbc.com/news/world-europe-35208636 diakses pada (14/08/2021 pukul 12.12)

(18)

57

pertama kali dibentuk atas dasar dapat mengimplementasikan kebijakan Rusia dalam pengamanan negara. Seperti yang diketahui kepentingan nasional menjadi suatu syarat yang paling utama dalam penyesuaian strategi kemanan nasional.

Keamanan disini dimaksud dalam keamanan perlindungan individu, rakyat atau masyarakat dan juga negara di wilayah domestik atau internal dan luar atau eksternal, dengan itu dapat membuat masyarakat memiliki kualitas dan standar hidup mereka sendiri, mendapat kedaulatan, integritas, kedaulatan dan pembangunan ekonomi sosial yang berkelanjutan di dalam Federasi Rusia dijamin didalamnya. Oleh karena itu berdasarkan kepentingan nasional tersebut menjadi sebuah dasar akan adanya pembuatan kebijakan strategi keamanan Rusia.22

2.2.1 Hadirnya Russia National Security Stratgey pada tahun 2009

Doktrin yang ada di dalam Russia National Security Strategy merupakan salah satu wujud dari dokumen-dokumen lain yang mana telah mengartikan mengenai kebijakan luar negeri Rusia dengan memikirkan konteks keamanan yang lebih luas lagi. Kebijakan-kebijakan ini muncul untuk membahas dan menanggulangi berbagai permasalahan contohnya munculnya Russia National Security Strategy pada tahun 2009 yang dimotori atau dilatar belakangi dengan adanya perang Rusia - Georgia atau dalam dokumen terbaru yang diperbarui pada 2015 yang muncul diakibatkan terjadi sebuah ancaman dari luar yang mulai masuk ke wilayah internal. Karena dapat dilihat munculnya kebutuhan dalam melindungi stabilitas negara biasanya muncul dari adanya ancaman. Pada

22 Satrio, Pringgondani. Skripsi: Kebijakan Pertahanan Rusia dan Dampaknya Terhadap NATO.

2016. Prodi Hubungan Internasional. Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya. Bandung: Universitas Pasundan.

(19)

58

mulanya Russia National Strategy ini dibuat untuk dapat mengintegrasikan atau menyatukan komponen-komponen yang ada di Rusia seperti pemerintah, lembaga-llembaga masyarakat dan masyarakat itu sendiri dalam rangka menciptakan kondisi internal dan eksternal negara dalam melakuka kepentingan nasionalnya. Salah satu kepentingan nasional Rusia dalam bidang kemananya berfokus pada perlindungan kemerdekaan, kedaulatan, dan juga integritas negara serta wilayahnya.23

Dokumen keamanan sendiri ditandatangani oleh presiden Rusia seperti pada tahun 2000 ketika Vladimir Putin mempublikasikan kemanan dan menjadi nama baru yaitu Russia National Security Concept yang mana berisi mengenai upaya-upaya dalam memperkuat Rusia untuk meraih tujuanya. Tujuan yang dimaksut dalam RNSC adalah bagaimana modernisasi dalam pengembangan militer Rusia agar tidak lagi vacum. Dokumen kebijakan ini yang diawali pada tahun 2000 memiliki pembaharuan hingga di tahun 2010. Dewan Keamanan bertanggungjawab penuh atas pembuatan RNSS, dewan ini berisikan staf presiden, staf pemerintahan, dan staf perwakilan setiap akademisi, komunitas bisnis maupun distrik di Rusia. Pada intinya doktrin militer yang terdapat di dalam National Security Concept yang ditandatangani oleh Putin ini mengenai pertahanan sesuai dengan background aktor dan tentang penggunaan Weapon Missile Defense atau senjata pemusnah masal bilamana akan diperlukan dalam mempertahankan keamanan setelah Putin. Dokumen keamanan Rusia atau yang

23 Manurung, Hendra, “Russia Domination Policy: Implementation of Military Operation in Ukraine (2014-2015)”, Jurnal Insigna, Vol 4 N0 2, 2017.

(20)

59

dikenal sebagai Russia National Security Strategy muncul pertama kali pada tahun 2009 sebagai hasil dari adanya konflik antara Rusia dan Georgia.24

Latar belakang munculnya Russia National Security Strategy adalah konflik Rusia dan Georgia, tetapi sebelumnya kedua negara ini tidak memiliki konflik dan gencar dalam melakukan kerja sama di berbagai bidang. Pasca berakhirnya perang dingin pada tahun 1991 hubungan yang dibangun oleh Rusia dan Georgia sangat lancar, terlebih kedua negara ini secara langsung berbatasan wilayah darat dan jika dilihat melalui faktor sejarah keduanya pernah sama-sama tergabung dalam Uni Soviet. Karena latar yang sama sebagai bekas pecahan dari Uni Soviet menjadikan Rusia dan Georgia menjaga hubungan baik bahkan Rusia juga masih menganggap Georgia dalam wilayah kesatuan negaranya hal ini disebabkan oleh banyaknya kedekatal kultural dan historis. Namun pada tahun 2006 mulai terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan hubungan kedua negara menjadi buruk. Mulanya Georgia menuduh Rusia telah mensabotase aliran listrik yang mengalir dari Rusia ke Georgia karena pada bulan Januari di perbatasan wilayah Rusia terjadi peristiwa ledakan pipa.25 Tidak berhenti pada peristiwa tersebut masih di tahun yang sama pada bulan Maret Rusia tidak melanjutkan impor makanan dan minuman yang diperoleh dari Georgia dengan alasan kualitas dari anggur dan air mineral Georgia standarnya tidak memenuhi peraturan yang ada dalam kebijakan pemerintah di Rusia.

24 Pavel, Shcelin, “Russian National Security Strategy: Regime Security and Elite’s Struggle for

‘Great Power’ Status”, SLOVO Vol 28 No 2, 2016, hal 95.

25 Ali, Wibowo Laksono. Skripsi: Konflik Georgia dan Rusia di Ossetia Selatan Pada Bulan Agustus 2008. 2012. Prodi Kajian Wilayah Eropa. Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya: Universitas Indonesia.

(21)

60

Gambar 2.3

Peta Wilayah Georgia

Hubungan diantara keduanya lambat laun menjadi makin buruk hingga muncul ketegangan pada tahun 2008 yang mana disebabkan oleh adanya konflik internal di Georgia. Masalah internal yang dialami adalah adanya salah satu wilayah di Georgia yaitu Ossetia Selatan yang ingin memisahkan diri dan membangun negara sendiri didasarkan pada banyaknya perbedaan historis dan etnisitas antara Ossetia Selatan dan Georgia. Keinginan dari Ossetia Selatan telah ada sejak runtuhnya Uni Soviet namun hal itu selalu diabaikan oleh Georgia.

Untuk tetap mempertahan wilayah tersebut Georgia mulai menggunakan hard power dengan gencar melakukan aksi militer dimana mengakibatkan banyak

(22)

61

korban berjatuhan. Melihat kejadian tersebut Rusia tidak tinggal diam dengan berdasar pada hak asasi manusia Rusia melakukan intervensi ke Georgia. Di tahun 1993 Georgia mempercayai Rusia sebagai mediator untuk penyelesaian konflik hingga sepakat untuk membangun pasukan penjaga perdamaian JPKF (Joint Peace Keeping Force). Namun ketika Mikhail Saakashvili terpilih menjadi Presiden Georgia pada tahun 2004 terjadi revolusi mawar yang ingin menggulingkan rezim berkuasa dengan disebabkan karena banyaknya korupsi, kemiskinan dan juga pengangguran yang tak kunjung teratasi. Pemerintah baru Georgia ini mengambil strategi baru dalam pembangunan kuat demokrasi di negaranya, untuk itu negara ini berani secara gamblang menyatakan pro terhadap barat dengan membawa negaranya masuk menjadi bagian dari anggota NATO.26

Hubungan yang dibangun oleh Georgia ini tidak lain untuk dapat mengembangkan dan juga memperkuat pemerintahan demokrasinya dengan dapat perlindungan HAM, kebebesan berpikir, beragama dan berpendapat, menciptakan rule of law, karena Georgia ingin menciptakan sistem yang dapat menjamin keamanan seluruh masyarakatnya. Oleh karena itu, ketidakmampuan pemerintah dalam menyeleaikan kasus kelompok separatis yang ingin menguasai wilayahnya, negara ini meminta bantuan negara-negara lain. Selain itu, Georgia juga memiliki keinginan dalam menjadi bagian dari EuroAtlantik dan Eropa yang bertujuan dalam memperkuat keamanan nasional dan demokrasi dengan itu memilih bergabung dalam keanggotaan NATO. Namun, hal ini bertolak belakang dengan kepentingan Rusia dan justru membuat tidak stabilnya keamanan regional karena

26 Dila, Adita, “Strategi Buck-Passing NATO Terhadap Keanggotaa Georgia di Dalam NATO Tahun 2014”, Jom FISIP Vol 3 No 2, 2016, hal 2.

(23)

62

wilayah Georgia dan Rusia letaknya berbatasan langsung. Dimana kita dapat mengetahui Rusia telah lama menjadi negara yang menentang perluasan NATO ke wilayah Eropa Timur, terlebih ke wilayah yang memiliki berbatasan langsung dengan negaranya.27

Keputusan Georgia bergabung dalam NATO tentunya menjadikan Rusia terhalang untuk mewujudkan kepentingan nasionalnya, untuk tetap memegang hegemoni di wilayah Eropa. Selain itu, dalam politik Rusia tidak ingin wilayah Eropa dikuasai oleh Barat. Jika dilihat dari faktor ekonomi Georgia memiliki wilayah yang strategis dan berbatasan langsung dengan sumber energi yang besar dimana digunakan oleh negara-negara sekitar termasuk juga Rusia, wilayah tersebut merupakan Laut Hitam. Georgia juga menjadi wilayah strategis karena posisinya yang menyimpan sumber daya minyak, gas dan energi juga dapat menjadi rute yang aman bagi energi di Rusia. Karena jalur transip ini menghubungkan ekspor minyak dan gas ke pasar global, Eropa, dan Mediteranian tentu menjadi pertimbangan besar bagi Rusia.28 Selain itu, Rusia mengirimkan militer ke Krimea tidak lain untuk mengendalikan wilayah tersebut dengan tujuan dapat mengendalikan Krimea yang mana mayoritas didalamnya berisikan etnis Rusia. Bahkan Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyuarakan bahwasanya Rusia akan siap mengirimkan lagi pasokan senjata dan pasukan militer yang mana hal ini tujuanya yaitu membela hak etnis Rusia dimana pun mereka menetap.

Dalam perspektif Rusia, pemerintah yang digulingkan ini merupakan dampak dari

27 Timothy, L Thomas, “The Bear Went Through the Mountain: Russia Appraises its Five-Day War in South Ossetia”, Journal of Slavic Military Studies Vol 22 No 1 hal 35

28 Pujayanti, Adirini, “Posisi Rusia dan Perkembangan Krisi Ukraina”, Info Singkat Hubungan Internasional Vol 6 No 13 hal 6.

(24)

63

adanya dorongan pihak ekternal yaitu Uni Eropa dan Amerika Serikat. Pada akhirnya terjadilah kekacauam di Ukraina dan mengancam kehidupan etnis Rusia yang ada di seluruh wilayahnya. NATO melihat respon Rusia sebagai invasi tetapi Rusia dalam peristiwa ini berusaha untuk menjaga stabilitas dan juga perdamaian dalam perang saudara yang terjadi di negara tetangga. Oleh karena itu Rusia mendukung Ossetia Selatan dan memberi bantuan baik militer maupun politik.

Pada akhirnya terjadilah perang pada 8 Agustus hingga 12 Agustus 2008 yang dikenal dengan fife days war antara Rusia dan Georgia, dan berakhir karena tanda tangan yang dimoderatori oleh Uni Eropa.29

Sehubungan dengan kebijakan luar negeri Rusia yang condong untuk tidak menginginkan perluasan Barat maka turunlah kebijakan keamanan Rusia.

Presiden Rusia Medvedev pada masa pemerintahanya turut doktrin militer setelah Februari 2010 yang mana menjadikan adanya doktrin kemanan sebelumnya menjadi Russia National Strategy. Masih memiliki keterkaitan dengan sebelumnya di dalam dokumen ini terdapat kebijakan mengenai aspek militer.

Pada masa Medvedev ini sudah mulai terlihat adanya ikut campur NATO dalam kepentingan Rusia tidak hanya itu kegiatan yang dilakukan Rusia pun juga terhalang olehnya, oleh sebab itu Russia Security Strategy saat ini melihat adanya ancaman eksternal yang saat itu dihadapi oleh Rusia salnya dari kekuatan NATO.

Presiden Medvedev memiliki lima prinsip dasar dalam doktrin pertahanan yang ditandatanganinya yang dikenal dengan doktrin mendedev diantaranya yaitu:

29 Ibid., hal 31

(25)

64

1. Pertama, mengakui dasar norma aturan yang tertuang dalam hukum internasional, yang telah menentukan hubungan antar masyarakat dan mematuhi prinsip dalam hukum internasional

2. Kedua, Rusia tidak menginginkan dunia tidak bisa menerima kekuatan tunggal yang mana melihat bahwasanya dunia ini haruslah multipolar, tidak ada kekuatan tunggal yang diatur dalam satu kekuatan.

3. Ketiga, Rusia ingin mengajak dalam kedamaian dengan tidak menimbulkan dan memacu adanya konflik maupun pertikaian, dengan itu Rusia akan menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara lain.

4. Keempat, Rusia memiliki prioritas keamanan bagi kehidupan masyarakatnya, dimanapun masyarakat berada baik itu di dalam ataupun di luar negeri

5. Terakhir, kepentingan istimewa di wilayah lain yang mungkin memiliki hubungan dalam faktor tertentu seperti sejarah, ataupun kerja sama.30

Dengan meninjau kembali mengenai doktrin keamanan Rusia dapat diketahui bahwasanya hal ini merupakan salah satu upaya yang serius Rusia dalam ikut serta memperbaiki tatanan internasional yang dimulai dari pengambilan keputusan strategis pada tahun 1991. Dengan melewati doktrin militer dalam Russia National Security Strategy Rusia ingin menjadi sebuah

30 George, Friedman, “The Medvedev Doctrine and American Strategy”, Geopolitical Intelligence Report Stanford, 2008, https://worldview.stratfor.com/article/medvedev-doctrine-and-american- strategy diakes pada (04/06/2021 pukul 21.00)

(26)

65

kekuatan penyeimbang untuk mewujudkan dunia yang multipolar tidak terpacu pada satu kekuatan.31 Jika dilihat dari peristiwa tersebut turunya kebijakan ini dilatar belakangi karena Rusia ingin menjadi polar dan menjadi kekuatan baru dalam lingkup internasional, Rusia tidak menginginkan satu kekuatan yang mendominasi oleh karena itu Rusia menindak tegas dalam kebijakan luar negerinya yang dituangkan pada Russia National Security Strategy.

2.2.2 Pembaharuan Russia National Security Strategy tahun 2015 sebagai confrontation strategy Rusia

Ketegangan yang diakibatkan oleh hadirnya NATO di Eropa Timur

menimbulkan adanya pembaharuan doktrin kebijakan luar negeri dalam aspek militer dalam Rusia National Security Strategy pada akhir 2014, dimana dengan hal itu Rusia telah menyetujui tentang adanya perubahan terhadap semua kebijakan keamanan, dengan itu Rusia National Security Strategy telah berevolusi jika dibandingkan dengan versi strategi yang sebelumnya. Tepatnya pada tanggal 31 Desember 2015 telah dikeluarkan redaksi mengenai doktrin strategi Keamanan Nasional Rusia atau Russia National Security Strategy yang mana dalam salah satunya mendefinisikan mengenai kebijakan luar negeri Rusia yang diambil telah menempatkan Rusia dalam konteks keamanan yang lebih luas lagi baik itu dalam lingkup internal maupun eksternal.32

31 ЮРИЙ НИКОЛАЕВИЧ КАЛЮЖНЫЙ, 2016, БЕЗОПАСНОСТЬ ДОРОЖНОГО ДВИЖЕНИЯ В СИСТЕМЕ НАЦИОНАЛЬНОЙ БЕЗОПАСНОСТИ РОССИЙСКОЙ ФЕДЕРАЦии. diakses pada tanggal 5 Juni 2020 di https://cyberleninka.ru/article/n/bezopasnost- dorozhnogo-dvizheniya-v-sisteme-natsionalnoy-bezopasnosti-rossiyskoy-federatsii pukul 13.01.

32 Katri, Pynnoniemi, “Russia’s National Security Strategy: Analysis of Conceptual Evolution”, The Journal of Slavic Military Studies”, Vol 31 No 2, 2018, hal 242.

(27)

66

Dilain hal doktrin yang telah ada sebelumnya yang muncul pada 2009 pasca terjadinya perang Rusia dan Georgia tetap dirancang dan berlaku hingga tahun 2020 yang mana membahas mengenai kewajiban Rusia dalam melindungi keamanan nasional Rusia dengan cara bergantung dalam bidang ekonomi ditambah dengan Rusia harus menjada masyarakat negaranya di near abroad, namun strategi yang diperbarui pada tahun 2015 ini dikeluarkan dengan adanya sebab dari perang di Ukraina Timur dan krisis hubungan yang semakin memburuk antara Rusia dengan Barat. Russia National Security Strategy tahun 2015 ini merupakan kebijakan luar negeri Rusia yang telah diperbarui dari kebijakan sebelumnya pada tahun 2009. Dilihat dari keseluruhan kedua kebijakan ini masih dalam aturan dan bahasan yang sama, seperti dalam membahas mengenai penggunaan senjata nuklir Rusia yang hanya dapat dilakukan ketika ingin mencegah konflik seperti pada pencegahan konflik nuklir Kremlin dan saat mendapat ancaman keamanan yang berbahaya.33 Dalam doktrin kali ini kita bisa melihat mengenai perbedaan makna antara “ancaman” dengan “bahaya” dimana ancaman tertuju pada konflik dan bahaya merupakan ekspresi kekhawatiran yang hadir. Pembaharuan kebijakan ini merupakan tanda akan adanya bahaya dari perilaku dan niat dari NATO di wilayah Eropa Timur. Dimana mendekati tahun 2015 Rusia melihat bahaya di dunia berkembang sangat cepat terlebih dalam melihat NATO.34 Pada 2009 Rusia melihat NATO masih berencana dalam mengembangkan perananya dalam keamanan global yaitu menyebarkan

33 Vladimir, Aleksandrovich, “National Security Strategy 2015 – a Step Towards the New Phase of Russia’s Development”, Economic and Social Changes: Facts, Trends, Forescast Vol 1 No 43, 2016, hal 15.

34 Ibid., hal 22.

(28)

67

militernya ke kawasan Eropa. Dalam realitasnya dengan cepat Georgia dan Ukraina berencana bergabung ke dalam keanggotaan NATO hal ini secara tidak langsung mengijinkan invasi barat secara gamblang mengepung perbatasan NATO dengan senjata-senjata dan nuklir jarak pendek. Munculnya RNSS 2015 menjadi pernyataan jelas Rusia dalam merespon kekhawatiran yang timbul dari perkembangan bahaya NATO ketika melaksanakan aksi dari rencana yang dibuat sebelumnya dan secara eksplisit Rusia menyatakan tidak bisa menerima akan tindakan yang diambil oleh NATO.35 Dengan itu, tidak heran jika Rusia melakukan pembaharuan terhadap kebijakanya dalam Russia National Security Strategy. Yang mana hal tersebut merupakan wujud manifestasi dari tindakan yang berdampak buruk pada kemanan di wilayah Eropa. Berbeda dengan Russia National Security Strategy yang sebelumnya, redaksi yang diperbarui pada 2015 lebih moderat yang hanya berfokus pada perlindungan dan juga stabilitas negara dalam menanggapi ancaman dari eksternal. Terdapat dua prioritas utama dalam Russia National Security Strategy tahun 2015 yaitu pertahanan nasional dan keamanan negara dan publik sesuai dalam pasal 31.36

Dokrin strategi keamanan terbaru Rusia ini masih tetap mempertahankan beberapa narasi keamanan yang sebelumnya terdapat dalam Russia National Security Strtaegy tahun 2009, sesuai dalam pasal 6 yang mendifinisikan bahwa kemanan nasional yang dimaksud adalah keamanan dan perlindungan untuk

35 Olga, Oliker, “Unpacking Russia’s New National Security Strategy”, 2016, Center for Strategis

& International Studies, https://www.csis.org/analysis/unpacking-russias-new-national-security- strategy

36 Pavel, Shchelin, “Russian National Security Strategy: Regime Security and Elite’s Struggle for

‘Great Power’ Status”, School of Slavonic and Eastern European Studies, Vol 28 No 2, 2016, hal 87.

(29)

68

individu, masyarakat, dan juga negara dari ancaman dalam maupun luar negeri.

Dalam pembaharuan kebijakan pada tahun 2015 definisi ini masih tetap sama namun terdapat perbedaan besar yang kemudian muncul karena adanya ancaman dari luar. Masih sejalan dengan kebijakan keamanan nasional Rusia sebelumnya, strategi keamanan kali ini memperluas pemahaman keamananya sesuai dengan pasal 6 dalam pembaharuan Russia National Security Strategy tahun 2015 mengenai keamanan negara, sosial, informasi, ekononomi, teknologi, transportasi, keamanan energi dan juga keamanan individu. Bertolak belakang dengan definisi singkatnya, kemanan nasional kali ini berfokus kepada kesejahteraan negara yang berada dalam prioritas pertama disusul dengan keamanan individu yang berada di pada akhir urutan.37

Dalam melihat Kebijakan pemerintah Rusia pada Russia National Security Strategy dapat dilihat bahwasanya Rusia memiliki kepentingan nasionalnya.

Dalam bidang internasional kepentingan ini terdapat pada kedaulatan dan posisi Rusia sebagai kekuatan besar dan pusat yang memiliki pengaruh besar dalam dunia multipolar. Dalam hubungan yang saling menguntungkan dan adanya kebebasan HAM. Kemudian, dalam bidang militer kepentingan Rusia ada pada perlindungan keamanan terhadap kedaulatan, intergrasi, dan kemerdekaan negara.

Poin-point tersebut juga termasuk pada upaya pencegahan agresi militer terhadap wilayah rusia dan sekutu karena Rusia akan selalu memastikan kondisi damai dalam perkembangan negara. Dan dalam kepentingan nasional bidang perbatasan yaitu terletak dalam kepastian perlindungan perbatasan dari penetapan kondisi

37 Pavel, Shcelin, “Russian National Security Strategy: Regime Security and Elite’s Struggle for

‘Great Power’ Status”, SLOVO Vol 28 No 2, 2016, hal 86.

(30)

69

hukum, politik dan organisasi. Dengan tetap memathui aturan yang terdapat dalam Undang-Undang Federasi Rusia.38

Tepat pada 31 Desember 2015 Russia National Security Strategy diperbarui di bawah persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pembaharuan ini tidak hanya berupa hitam diatas putih namun juga sudah diimplementasikan melalui tindakan penerapan doktrin militer baru dan adanya strategi angkatan laut di awal tahun 2015. Russia National Security Strategy sendiri memang diperbarui setiap enam tahun sekali oleh dewan keamanan Rusia, di tahun 2015 ini pembaharuan secara khusus terbuka dalam mencerminkan permusuhan yang saat ini sedang berkembang terhadap Barat. Strategi keamanan nasional ini merupakan buah dari kebijakan luar negeri Rusia yang secara terbuka menyatakan bahwasanya NATO adalah ancaman.39

Latar belakang hadirnya kebijakan ini adalah lanjutan dari konflik internal yang ada di Ukraina atau Revolusi Euromaidan yang mana pada akhirnya terjadi aneksasi Semenanjung Krimea sebagai perebutan wilayah antara Ukraina dan Rusia. Berawal pada 21 November 2013 ketika perjanjian dagang Ukraina dengan Uni Eropa ditarik oleh Presiden Viktor Yanukovich. Namun, pada akhirnya konflik ini diakhiri dengan dipecatnya Presiden Ukraina tersebut. Revolusi mulai mereda ketika Viktor Yanukovich menandatangani perjanjian bersama pada 21

38 MFA Russia, “National Security Concept of Te Russian Federation”, https://www.mid.ru/en/foreign_policy/official_documents/-

/asset_publisher/CptICkB6BZ29/content/id/589768

39 Katri, Pynnoniemi, “Russia’s National Security Strategy: Analysis of Conceptual Evolution”, The Journal of Slavic Military Studies, Vol 31 No 2, 2018, hal 241.

(31)

70

Februari 2014 bersama pihak oposisi, setelahnya dia pergi dari Ukraina menuju Rusia dengan dalih mencari perlindungan. Otomatis pemerintahan Ukraina tidak lancar karena kosongnya kekuasaan, hingga menunggu pemilu tiba pemerintahan digantikan oleh presiden dan perdana menteri sementara. Hal ini tidak membuat keadaan membaik dan sebaliknya muncul aksi demonstrasi dari semenanjung Krimea yang menentang pemerintahan baru. Poin utama aksi itu dimotori oleh gerakan pro Rusia, karena sebagian besar penduduk mayoritas menggunakan Bahasa Rusia bahkan dibeberapa wilayah juga menggunakan bendera nasional Rusia. Dan dalam pemerintahan sementara ini banyak keputusan yang bertolak belakang dengan Rusia dengan itu masyarakat melihat bahwa pemerintah saat ini tidak pro lagi terhadap Rusia. Dengan itu, wilayah Krimea menjadi pelopor gerakan dalam penentangan pemerintah saat ini dan mulai melancarkan demonstrasi dengan menduduki gedung-gedung pemerintahan dan fasilitas- fasilitas negara.40

Dalam konflik Ukraina, Rusia menunjukkan keikutsertaanya karena berkaitan dengan keamanan dan keutuhan wilayah yang mana Rusia ikut bertanggung jawab atas aksi yang ada dalam wilayah kekuasaanya di Eropa Timur karena keamanan Eropa Timur merupakan keamanan bagi negaranya. Seperti yang kita ketahui Rusia sendiri tentunya memiliki banyak kepentingan di wilayah Ukraina khususnya di Krimea dalam pembangunan militernya. Wilayah Laut Hitam sendiri bagi Rusia merupakan wilayah yang utama hal ini karena Laut

40 Sophia, Dimitrakopoulou; Andrew, Liaropoulos, “Russia’s National Security Strategy to 2020:

A Great Power In The Making”, Caucasian Review of International Affairs, Vol 4 No 1, hal 36- 37.

(32)

71

Hitam dianggap mampu untuk memberi kekuatan pasukan Rusia dan daerah ini pada akhirnya menjadi wilayah yang diperebutkan. Oleh karena itu, pada 1 Maret 2014 Rusia mengerahkan pasukan militer ke perbatasan Ukraina dan ke Krimea.

Diketahui bahwasanya pada Februari 2015 terdapat korban tewas dalam konflik Ukraina yaitu sebanyak lebih 2000 tentara Rusia gugur dan lebih dari 3000 terluka.41 Krimea mengadakan referendum dengan hasil 96,7% rakyat Krimea memilih untuk masuk dalam Federasi Rusia dan secara langsung Rusia memasukkan Semenanjung Krimea ini kedalam subjek federal baru Rusia dan diresmikan dalam tanda tangan pemerintah Rusia dalam Undang-Undang.

Pengakuan Rusia ini memicu penolakkan dari sejumlah pihak terkhusus NATO, dengan itu NATO mengambil tindakan dengan memperluas kekuasaanya di Eropa Timur. Rusia tidak tinggal diam atas tindakan yang dilakukan oleh NATO ini karena mengganggu stabilitas wilayah dan mengancam tujuan Rusia di Eropa Timur. Dengan itu muncul Russia National Security Strategy sebagai dokumen dasar dalam memperkuat keamanan nasional Rusia.42

Pada 25 Desember 2014 doktrin militer diadopsi oleh Rusia, dan satu tahun kemudian sebagai representatif Rusia, Presiden Vladimir Putin menandatangani Russia National Security Strategy sebagai strategi keamanan baru yang mana di dalamnya terdapat perencanaan strategis dalam kepentingan dan prioritas nasional Federasi Rusia, tujuan dan tindakan politik dalam negeri

41 Syahrul. Skripsi: “Serangan Rusia ke Ukraina Sebagai Intrumen Balance of Power Terhadap NATO” 2016, Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

42 Issabelle FACON. European Parliament’s Sub-Committe on Security and Defence. “Russia’s National Security Strategy and Military Doctrine and Their Implications for the EU”, hal 9.

(33)

72

dan politik luar negeri, yang mana berguna dalam memperkuat keamanan nasional negara. Dalam wawancara pada bulan Januari 2016 Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa dari dulu NATO dan Amerika Serikat ingin kemenangan penuh atas Uni Soviet dan tetap hingga saat ini ingin duduk di atas tahta Eropa sendirian. dapat dilihat bahwa Russia National Security Strategy tahun 2015 adalah sebuah cerminan dari respon Rusia yang dikelilingi oleh musuh. Jika dibandingkan dengan RNSS tahun 2009 terdapat tiga poin dalam bidang utama yang masih tetap dipertahankan dalam dokumen keamanan.43 Yang pertama adalah bagaimana peningkatan kemitraan antara Amerika Serikat dan juga Rusia dalam membangun kepercayaan bidang militer seperti kontrol senjata, memerangi terorisme, menyelesaikan adanya konflik dalam lingkup regional dan menyelesaikan masalah yang menyangkut dengan non-poliferasi bom pemusnah masal. Kedua mengenai hubungan dengan NATO, tetapi tegangnya hubungan NATO dan Rusia membuat keduanya tidak berlanjut dalam aliansi militernya, bahkan NATO membawa militernya lebih dekat ke perbatasan Rusia, dan menciptakan sistem pertahanan anti-rudal, hal ini dikarenakan pelanggaran hukum internasional konflik Ukraina. Dan terakhir bagaimana strategi kemanan Rusia terbaru ini dalam diskusi media asing yang mana melihat mengenai tantangan yang dihadapi oleh Rusia termasuk ancaman keamanan nasional dari NATO dan

43 PGRU. “Указ Президента Российской Федерации от 31 декабря 2015 года N 683 "О Стратегии национальной безопасности Российской Федерации".

https://rg.ru/2015/12/31/nac-bezopasnost-site-dok.html

(34)

73

Amerika Serikat. Dimana Rusia terus berupaya dalam menyelesaikan konflik global yang bertolak belakang dengan reaksi Barat.44

Dengan itu pada 30 November 2015 konsep kebijakan luar negeri dalam RNSS 2015 diadopsi. Sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh Rusia dimana merujuk ke kemanan lingkungan yang telah berubah secara drastis. Dokumen terbaru ini menggaris bawahi visi dari Rusia dalam enam klasifikasi yaitu :

1 General Provisions

Berdasarkan Russia National Security Strategy tahun 2015, poin 1 – 6 menjelaskan mengenai general provisions. Tujuanya sendiri dijelaskan dalam poin ke 3 :45

“The current Strategy is intended to consolidate the efforts of federal organs of state power, other state organs, Russian Federation components’ organs of state power (hereinafter organs of state power), organ of local self-government, and institutions of civil society to create favorable internal and external conditions for the realization of the Russian Federation’s national interests and strategic national priorities”

Secara umum dalam Russia National Security Strategy tahun 2015 membahas mengenai pembentukan dan juga pelaksanaan kebijakan Rusia sebagai wujud dari kepentingan negara, keamanan nasional negara, dan juga bagaimana sistem dalam pelaksanaanya. Segala upaya sesuai dengan kepentingan Rusia dalam poin 1-6 akan dilakukan oleh Rusia yang tidak lain untuk menciptakan keutuhan negara.

44 Roger, McDermott, “Russia’s 2015 National Security Strategy”. Eurasia Daily Monitor, Vol 13 No 7, 2016, https://jamestown.org/program/russias-2015-national-security- strategy/#.Vp9FwPkrKUk

45 Document The Russian Federation’s Security Strategy 2015, http://www.ieee.es/Galerias/fichero/OtrasPublicaciones/Internacional/2016/Russian-National- Security-Strategy-31Dec2015.pdf

(35)

74 2 Russia in the Modern World

Russia National Security Strategy 2015 juga memperhatikan bagaimana Rusia melaksanakan roda pemerintahan dalam perkembangan dunia saat ini.

Dimana tertuang dalam poin 6 – 29. Tujuanya dijelaskan pada poin 8:46

“Russia has demonstrated the ability to safeguard sovereignty, independence, and state and terittorial integrity and to protect the rights of compatriots abroad. There has been an increase in the Russian Federation’s role in resolving the most important international problems, settling military conflicts, and ensuring strategic stability and the supremacy of international law in interstate relations”

Tujuan dari strategi Rusia ini adalah bagaimana Rusia melihat faktor internal maupun eksternal di negaranya sesuai dengan perkembangan waktu yang terus berjalan dan peran Rusia dalam segala bidang untuk memecahkan permasalah yang menjadi tantangan negaranya. Dalam poin-poin tersebut disebutkan bahwasanya Rusia mengalami permasalahan yang disebabkan oleh hadirnya Barat ke wilayah Eropa dan bagaimana Rusia menunjukkan kemampuanya dalam sega;a bidang untuk tetap dapat mempertahankan keamanan wilayahnya.

3. National Interests and Strategic National Priorities

Kepentingan nasional dan juga prioritas strategi nasional dibahas dalam dua poin dimana poin 30 menjelaskan mengenai kepentingan nasional Rusia secara jangka panjang mengenai meningkatkan standar hidup dan kesehatan masyarakat, kemudian mengembangkan nilai-nilai budaya dan spiritua;, meningkatkan ekonomi nasional, dan memperkuat pertahanan keamanan nasional.

46 Ibid.

(36)

75

Dan sesuai dalam poin 30, prioritas strategi kepentingan nasional yang pertama adalah pertahanan nasional, kemudian disusul kemanan negara, perkembangan pertumbuhan ekonomi, setelah itu baru masuk ke ranah internal seperti IPTEK dan pendidikan, kesehatan masyarakat, nilai-nilai budaya, ekologi kehidupan dan SDA.47

4. Ensuring National Security

Dalam menjamin keamanan nasional, Rusia mengikuti prioritas nasional sesuai dalam pasal 32 yang berbunyi:

“National security directly depends on the extent to which the strategic national priorities are implemented and how effectively the system for ensuring nasional security operates”

Poin yang dilihat melalui prioritas ini diharapkan bisa sistem keamanan nasional Rusia dapat berjalan secara efektif. Poin dalam Ensuring national security dibagi kedalam sembilan faktor yang pertama National Defence atau pertahanan nasional dengan sembilan poin didalmnya. Kemudian delapan poin dalam State and Public Security atau kemanan negara dan keamanan publik, lima poin Improving the Quality of Life of Russian Citizens atau peningkatan kehidupan masyarakat . Selanjutnya mengenai Pertumbuhan ekonomi sebanyak dua belas poin. Science, Technologies, and Education atau pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan dengan empat poin. Lima poin mengenai Public Health atau kesehatan publik, tujuh poin mengenai Culture. Selanjutnya empat poin yang membahas Ecology of Living Systems and Rational Use of

47 Ibid.

(37)

76

Natural Resources dan terakhir paling banyak yaitu dua puluh satu poin mengenai Strategic Stability and Equal Strategic Partnership.

Secara keseluruhan poin penting mengenai bagaimana Rusia dalam menjaga stabilitas dan keamanan dalam lingkup internasional dengan jelas terdapat pada poin 104 hingga poin 107:48

- Rusia ikut berkontribusi dalam keamanan yang sesuai dengan sistem hukum internasional dengan menghormati perjanjian dan kesepakatan nasional, dimana hal tersebut juga berguna dalam menjaga keamanan nasional Rusia

- Dengan membangun kerjasama multilateral, membantu berkontribusi dalam pemeliharaan perdamaian internasional, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang ada dalam naungan PBB dan organisasi internasional lainya.

- Dalam hubungan NATO dan Rusia masih belum menemui titik cerah yang mana hal ini diakibatkan akan adanya peningkatan militer NATO yang mendekati wilayah Rusia dimana menjadi pelanggaran dalam hukum internasional

- Untuk menghormati ketentuan hukum internasional, Rusia siap menjalin mitra dengan NATO hanya untuk memperkuat keamanan yang ada di wilayah Euro-Atlantik.

48 Ibid.

(38)

77

5 Organizational, Regulatory-Legal, and Information Foundations for Implementing This Strategy

Untuk memastikan keberhasilan keamanan nasional maka semua elemen harus sama-sama melakukan upaya bersama hal ini sesuai dalam poin ke 108 yaitu:49

“The state policy of the Russian Federation in the sphere of ensuring national security shall be executed through the concerted actions of all elements of the system for ensuring it under the direction of the president of the Russian Federation and with the coordinating role of the Russian Federation Security Council”.

Dengan itu perlu koordinasi antara semua elemen yang ada dalam negara yang mana dilaksanakan secara terstruktur dengan mengikat semua organ kekuasaan negara. Semua dilakukan di bawah kepemimpinan presiden Rusia dan berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan yang telah dibuat.

6 Main Indicators of the State of National Security

Dalam Russia National Security Strategy tahun 2015 terdapat beberapa faktor dalam mengukur indikator keamanan negara yang mana hal ini digunakan untuk mengavaluasi apakah strategi berjalan dengan baik.50

kebijakan luar negeri secara langsung merupakan hasil dari produk yang terjadi di dalam maupun di luar negara dengan itu berkembangnya kekuatan militer diiringi dengan perlombaan senjata yang terjadi di sekitar Rusia membuat

49 Ibid.

50 Ibid.

Referensi

Dokumen terkait

Terpumpun dengan kepala sekolah dan guru senior 2 Pengelompokan indikator Standar Nasional Pendidikan yang dianggap penting ( construct ) Indikator Standar Nasional

Dari hasil pengamatan yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu yang digunakan dan semakin lama waktu pemanasan maka nilai *b yang didapat semakin

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kondisi optimum pengukuran Fe(III), Co(III) dan Ni(II) dengan simultan secara voltammetri stripping adsorptif

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroba yang terdapat  pada kompos yang berasal dari limbah popok sekali pakai (diapers)  berisi mikroba yang selama ini

Adapun besar kemungkinan permasalah di dalam hukum perkawinan anak kedepan juga turut menjadi permasalahan yang mana tanpa pensyaratan yang lengkap maka akan timbul lah lagi

Pertemuan inimenunjukkan terus adanya peningkatan dari pertemuan sebelumnya.Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik pembelajaran word flow ini sangat membantu siswa untuk

13 Revolusi Mesir 23 Juli 1952 disambut oleh rakyat dan tentara karena dengan demikian telah tersingkirkan pimpinan yang tidak mendapatkan kepercayaan di bawah Raja

Jika merah berada atas biru maka berlaku trend sell. Jika biru berada atas merah trend