• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Ornamen Melayu Yang Bertahan Hingga Saat Ini

BAB V ANALISA HASIL

5.4. Analisa Pertanyaan Kuesioner Berdasarkan Variabel Yang Dinilai

5.4.18. Analisa Ornamen Melayu Yang Bertahan Hingga Saat Ini

Responden lebih banyak mengatakan bahwa masih ada ornamen Melayu yang bertahan hingga saat ini yaitu 97 % , sedangkan yang mengatakan tidak ada yang bertahan adalah 3 %.

Berdasarkan data diatas bahwa menurut responden masih ada ornamen Melayu yang bertahan hingga saat ini di Kota Medan. Ornamen yang paling

banyak bertahan yang disebutkan responden adalah ornamen lebah bergantung. Pernyataan responden tentang ornamen Melayu yang bertahan hingga saat ini sesuai dengan yang ada di lapangan. Tetapi ada sebagian responden yang tidak mengerti tentang peletakan ornamen Melayu. Responden mengatakan bahwa ornamen yang masih bertahan hingga saat ini adalah Istana Maimun dan kantor Camat, Lurah di Kota Medan. Pernyataan responden tersebut tidak sesuai karena pertanyaannya adalah ornamen Melayu yang masih bertahan hingga saat ini sedangkan yang mereka jawab adalah bangunan yang menggunakan ornamen Melayu bukan ornamennya.

5.5. Pembahasan

Berdasarkan pertanyaan tentang pengetahuan responden terhadap ornamen Melayu, diketahui bahwa yang mengetahui ornamen Melayu sebanyak 97%. Jawaban pertanyaan pengetahuan responden terhadap ornamen Melayu tidak sesuai atau tidak berkorelasi dengan jawaban pertanyaan lainnya yaitu jenis ornamen yang paling banyak diketahui dan jawaban pertanyaan penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal. Jawaban responden tentang jenis ornamen yang paling banyak diketahui adalah dari 30 jenis ornamen yang ada hanya 8 ornamen saja yang diketahui. Sedangkan ada 22 jenis ornamen yang tidak diketahui. Jawaban pertanyaan lainnya adalah responden banyak yang tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ketertarikan responden terhadap ornamen Melayu sudah berkurang karena banyak yang sudah tidak mengetahui dan tidak menggunakannya pada rumah tinggal.

Perubahan (Change) yang terjadi pada pertanyaan analisa pengetahuan responden terhadap ornamen Melayu adalah dari jawaban responden banyak yang tidak mengetahui ornamen Melayu dan dari 30 jenis ornamen Melayu hanya 8 ornamen saja yang diketahui oleh responden.

Pertanyaan analisa jenis ornamen Melayu yang paling banyak diketahui oleh responden adalah dari 30 jenis ornamen Melayu hanya 8 ornamen saja yang diketahui dan ada 22 ornamen yang tidak diketahui. Ornamen yang diketahui oleh responden adalah lebah bergantung, bunga sekaki, ragam hias jala – jala, bunga

kuda laut, semut beriring, ricih wajid, kelompok daun pakis, dan bintang – bintang. Ornamen lebah bergantung adalah ornamen yang paling banyak diketahui oleh responden. Pertanyaan analisa jenis ornamen Melayu yang paling banyak diketahui yaitu ornamen lebah bergantung sesuai dengan pertanyaan analisa ornamen Melayu yang digunakan pada rumah tinggal. Ornamen yang digunakan pada rumah tinggal adalah ornamen lebah bergantung. Dari jawaban responden di atas dapat disimpulkan bahwa saat ini tidak semua ornamen Melayu diketahui oleh masyarakat Melayu. Hanya sebagian kecil saja yang masih diketahui oleh masyarakat Melayu dan ornamen lebah bergantung adalah ornamen yang paling banyak diketahui kerena ornamen lebah bergantung yang paling banyak digunakan pada rumah tinggal.

Perubahan (Change) yang terjadi pada pertanyaan analisa jenis ornamen Melayu yang paling banyak diketahui adalah banyak jenis ornamen Melayu yang sudah tidak diketahui oleh responden. Responden hanya mengetahui ornamen lebah bergantung, bunga sekaki, ragam hias jala – jala, bunga kuda laut, semut beriring, ricih wajid, kelompok daun pakis, dan bintang – bintang.

Pertanyaan analisa penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal oleh leluhur, diketahui bahwa 79% menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal. Jawaban pertanyaan tentang penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal oleh leluhur tidak sesuai atau tidak berkorelasi dengan jawaban pertanyaan lainnya yaitu penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal. Diketahui bahwa banyak yang tidak menggunakan ornamen pada rumah tinggal. Alasan responden

tidak menggunakan ornamen Melayu karena biaya yang mahal. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian responden yang tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal diakibatkan karena biaya yang mahal dan bagi sebagian responden yang menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal dikarenakan pengaruh dari kekeluargaan karena leluhur memakai maka responden ikut memakai.

Perubahan (Change) yang terjadi pada pertanyaan analisa penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal oleh leluhur adalah saat ini responden banyak yang tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal hanya sebagian kecil saja yang menggunakannya yaitu 14%. Perubahan terjadi karena biaya yang mahal dimana saat ini untuk mencari tukang dan kayu yang digunakan untuk pembuatan ornamen Melayu sangat sulit.

Pertanyaan analisa mengapa tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal diketahui bahwa responden banyak mengatakan biaya yang mahal. Jawaban pertanyaan responden tentang mengapa tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal tidak sesuai atau tidak berkorelasi dengan jawaban pertanyaan lainnya yaitu tentang rumah yang ditempati adalah rumah sendiri dengan persentase sebanyak 67% dan jawaban pertanyaan tentang luas rumah tinggal dengan tipe 90 dan tipe >90 persentasenya sebanyak 63%. Jawaban pertanyaan rumah tinggal yang ditempati adalah rumah sendiri dan jawaban pertanyaan luas rumah tinggal menunjukkan bahwa responden adalah masyarakat kaya. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa alasan responden tidak

menggunakan ornamen Melayu karena biaya yang mahal tidak sesuai karena responden adalah masyarakat kaya.

Perubahan (Change) yang terjadi pada pertanyaan analisa mengapa tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal adalah karena saat ini untuk menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal membutuhkan biaya yang mahal. Perubahan terjadi karena biaya yang mahal dimana saat ini untuk mencari tukang dan kayu yang digunakan untuk pembuatan ornamen Melayu sangat sulit.

Pertanyaan analisa rumah yang ditempati adalah rumah sendiri, diketahui bahwa sebanyak 67% memiliki rumah sendiri. Jawaban pertantaan ini dapat disimpulkan bahwa responden menggunakan ornamen Melayu dan dapat menjaga, merawat ornamen jika terjadi kerusakan. Jawaban pertanyaan di atas tidak sesuai atau tidak berkorelasi dengan jawaban pertanyaan lainnya yaitu tentang penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal. Diketahui bahwa jawaban responden adalah tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal sebanyak 86%. Namun dari jawaban pertanyaan lainnya yaitu tentang penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal oleh leluhur diketahui bahwa leluhur menggunakan ornamen Melayu, dengan persentase sebanyak 79%. Jawaban pertanyaan – pertanyaan di atas membuktikan bahwa leluhur tidak memaksakan penerusnya (responden) untuk tetap menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal. Perubahan (Change) yang terjadi pada pertanyaan analisa rumah yang ditempati milik sendiri adalah dahulu leluhur menggunakan ornamen

Melayu tetapi saat ini banyak responden yang sudah tidak menggunakan ornamen Melayu.

Pertanyaan analisa rumah yang ditempati adalah rumah yang dibangun sendiri, diketahui bahwa sebanyak 69% responden tidak membangun rumah sendiri (membeli langsung jadi). Jawaban pertanyaan ini sesuai dengan jawaban pertanyaan tentang mengapa tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal. Alasannya karena banyak responden yang tidak membangun rumah tinggal sendiri. Jawaban pernyataan inilah yang mengakibatkan banyak responden tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal. Rumah yang tidak dibangun sendiri (rumah dibeli langsung jadi) tidak ada yang menggunakan ornamen Melayu. Biasanya rumah yang dibangun langsung jadi ditujukan untuk masyarakat luas (tidak memandang suku tertentu) maka rumah yang dibangun adalah rumah modern. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa rumah yang tidak dibangun sendiri (dibeli langsung jadi) adalah rumah yang tidak menggunakan ornamen Melayu karena rumah yang dibangun adalah rumah modern.

Perubahan (Change) yang terjadi pada pertanyaan analisa rumah yang ditempati adalah rumah yang dibangun sendiri adalah banyak responden yang membeli rumah langsung jadi yang tidak menggunakan ornamen Melayu karena rumah yang dibeli langsung jadi biasanya adalah rumah modern.

Pertanyaan analisa material yang digunakan pada rumah tinggal diketahui bahwa responden banyak yang menjawab menggunakan bahan batu bata.

Responden yang menjawab bahan batu bata sebanyak 78%. Jawaban pertanyaan tentang material yang digunakan sesuai dengan jawaban pertanyaan lainnya yaitu jawaban pertanyaan tentang luas rumah tinggal dan jawaban pertanyaan tentang rumah yang ditempati adalah rumah sendiri. Dari jawaban pertanyaan - pertanyaan di atas dapat disimpulkan bahwa responden adalah masyarakat kaya dimana rumah yang ditempati adalah rumah sendiri yaitu sebanyak 67% dengan luas rumah >90 m2 sebanyak 37%, tipe 90m2 sebanyak 26%.

Pertanyaan analisa kawasan rumah tinggal diketahui bahwa responden banyak yang bertempat tinggal pada kawasan perkotaan (urban). Dimana pada kawasan ini rumah yang dibangun adalah rumah modern. Jawaban pertanyaan tentang kawasan rumah tinggal sesuai dengan jawaban pertanyaan lainnya yaitu tentang mengapa tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal dan tentang rumah yang ditempati adalah rumah yang dibangun sendiri. Berdasarkan jawaban pertanyaan – pertanyaan diatas dapat disimpulkan bahwa responden tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal karena rumah yang ditempati adalah rumah yang tidak dibangun sendiri dan berada pada kawasan perkotaan (urban). Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kawasan perkotaan (urban) adalah kawasan yang penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal sangat jarang karena rumah tinggal pada kawasan tersebut adalah rumah tinggal modern

Perubahan (Change) yang terjadi pada pertanyaan analisa kawasan rumah tinggal adalah karena saat ini banyak responden yang bertempat tinggal pada

kawasan perkotaan (urban) dimana pada kawasan perkotaan rumah yang dibangun adalah rumah modern.

Pertanyaan analisa tentang pentingnya penggunaan ornamen Melayu pada bangunan rumah tinggal dan bangunan lainnya, diketahui bahwa sebanyak 95% responden mengatakan bahwa ornamen Melayu penting digunakan pada rumah tinggal dan bangunan lainnya. Alasannya adalah Kota Medan tanah Deli dan penggunaan ornamen Melayu adalah Identitas. Jawaban dari pertanyaan ini tidak sesuai atau tidak berkorelasi dengan jawaban pertanyaan lainnya yaitu tentang penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal. Dimana banyak responden menjawab tidak menggunakan ornamen Melayu pada rumah tinggal, akan tetapi responden memberikan alasan bahwa penggunaan ornamen Melayu pada rumah tinggal adalah identitas. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa responden mengakui ornamen Melayu penting digunakan sebagai identitas, tetapi tidak menggunakannya pada rumah tinggal mereka.

Perubahan (Change) yang terjadi pada jawaban pertanyaan kepentingan penggunaan ornamen Melayu pada bangunan rumah tinggal adalah pola pikir responden terhadap pentingnya penggunaan ornamen Melayu.

Pertanyaan analisa perubahan yang terjadi pada ornamen Melayu, diketahui bahwa jawaban responden banyak yang mengatakan tidak mengalami perubahan yaitu sebanyak 76%. Jawaban pertanyaan di atas tidak sesuai atau tidak berkorelasi dengan jawaban pertanyaan lainnya yaitu jenis ornamen yang paling banyak diketahui dan jawaban pertanyaan tentang ornamen yang masih bertahan

hingga saat ini. Jawaban responden tentang jenis ornamen yang diketahui adalah dari 30 jenis ornamen hanya 8 ornamen saja yang diketahui. Sedangkan jawaban tentang ornamen yang masih bertahan, responden banyak yang menjawab bahwa ornamen yang bertahan hingga saat ini adalah bangunan Istana Maimun dan kantor pemerintahan di Kota Medan. Yang responden jawab adalah bangunan yang menggunakan ornamen Melayu bukan ornamen Melayu yang bertahan. Dari jawaban pertanyaan tentang ornamen yang masih bertahan diketahui bahwa responden banyak yang tidak mengenal ornamen Melayu. Jawaban pertanyaan – pertanyaan di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden tentang ornamen Melayu sudah mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi adalah karena saat ini kurangnya pengenalan ornamen Melayu oleh leluhur terhadap responden.

Pertanyaan ornamen Melayu yang bertahan hingga saat ini, diketahui bahwa sebanyak 97% ornamen Melayu tidak berubah. Jawaban dari pertanyaan ini tidak sesuai dengan pemahaman responden tentang penggunaan ornamen Melayu. Dimana responden mengatakan bahwa ornamen yang masih bertahan hingga saat ini adalah bangunan Istana Maimun dan kantor pemerintahan di Kota Medan seperti kantor Camat, Lurah, dan lain lain. Yang responden sebutkan adalah bangunan yang menggunakan ornamen Melayu bukan bentuk ornamennya. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa responden sudah tidak memahami penggunaan peletakan ornamen Melayu.

BAB VI

Dokumen terkait