• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMESINAN DI SMKN 2 JEMBER

D. Analisis Dan Pengujian Hipotesis 1. Analisis Alat Instrument Data

4) Pembahasan

menjadikan fungsi pikiran yang berbeda atau berdiri sendiri (Djaali, 2009: 72-74).

Ketiga tokoh di atas, sama-sama berbicara tentang kecerdasan manusia, akan tetapi ketiganya memiliki perbedaan pendapat. Hal mana tokoh pertama menyatakan bahwa manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan menggunakan tiga kecerdasan yaitu emosional, spiritual, dan intelektual yang berjalan secara seimbang. Akan tetapi tokoh kedua menyatakan bahwa manusia memiliki delapan serta tokoh ketiga memiliki pendapat bahwa kecerdasan manusia berasal dari kecerdasan primer dan berdiri secara independen.

Dalam penelitian ini ingin mempertegas teori pertama yaitu manusia dalam memperoleh pengetahuan menggunakan tiga kecerdasan yaitu emosional, spiritual, dan intelektual. Peneliti juga ingin membuktikan bahwasahnya dalam mempelajari sesuatu pastilah manusia memerlukan kecerdasan spiritual. Hal mana dengan adanya kecerdasan spiritual seseorang bisa berhubungan dengan Allah dan meminta agar segala ikhtiarnya bisa berhasil. Karena, seseorang bisa berhasil apabila Allah menghendaki dia untuk berhasil.

Pada dasarnya pendidikan agama Islam dan budi pekerti merupakan suatu pendidikan agama hal mana pendidikan agama merupakan pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua

jalur, jenjang, dan jenis pendidikan. Selain itu, pendidikan agama memiliki suatu tujuan yang yang tidak hanya menyangkut pembelajaran moral tetapi juga mengena kesegala aspek kehidupan peserta didik, baik itu yang berupa kepribadian maupun akademisi. Hal ini mengacu pada Peraturan Menteri Agama No. 55 Tahun 2007 Pasal II yang menyebutkan bahwa tujuan dari pendidikan agama adalah untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Oleh karena itulah, materi pendidikan agama Islam dan budi pekerti tidak hanya berisikan materi yang bertujuan untuk memberikan wawasan tentang moral dan seputar hukum-hukum keagamaan tetapi juga berisikan materi yang memotivasi peserta didik untuk menguasi mata pelajaran diluar pendidikan keagamaan. Jadi, tidak heran jika pelajaran pendidikan agama Islam dan budi pekerti pada kurikulum saat ini berisikan materi yang sesuai dengan karakteristik lembaga pendidikan masing-masing. Oleh karena itulah, pendidikan agama Islam dan budi pekerti juga memiliki manfaat untuk menunjang keberhasilan peserta didik dibidang akademis.

Pendidikan agama Islam (X1) dan budi pekerti (X2) berpengaruh positif dan signifikan serta sudah terlaksana dengan baik. Sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) 2 Jember benar-benar mengaplikasikan pentingnya pendidikan agama Islam dan budi pekerti yang sangat memiliki dampak positif terhadap kinerja praktik teknik pemesinan. Terbukti dengan dilihat

dari hasil uji validitas dan reliabilitas semua item pertanyaan dikatakan valid dan reliabel.

Ungkapan di atas, dapat dilihat dari keberhasilan peserta didik dalam meraih prestasi. Hal ini tidak hanya dikarenakan penguasaan teori belaka tetapi juga karena usaha yang sungguh-sungguh, komitmen peserta didik untuk terus menjadi yang terbaik, dan juga ridho Allah SWT, ungkap ibu rukmini (wawancara, 3 agustus 2015). Melihat dari ungkapan salah satu guru SMKN 2 Jember tersebut, dapat kita ketahui bahwa kecerdasan spiritual juga berpengaruh terhadap kinerja. Hal ini dikarenakan setiap guru agama memotivasi peserta didik untuk terus berlomba-lomba dalam hal kebaikan, selalu menasehati bahwa pada dasarnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum tanpa ia ada usaha untuk merubah nasibnya, berperilaku sesuai dengan anjuran agama karena, seseorang percuma dia dikatakan pandai tetapi ia bertindak amoral contohnya kasus korupsi, serta guru agama di SMKN 2 Jember juga mengingatkan peserta didik untuk terus memohon tanpa henti kepada Allah SWT, ungkap bu novita (wanwancara, 10 agustus 2015).

Dengan adanya motivasi tersebut secara tidak langsung peserta didik akan mengingat dan mengaplikasikannya, sehingga mampu mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh dan terus berusaha meningkatkan kinerja. Hal ini terbukti dengan hasil regresi berganda menunjukkan hasil koefisien untuk variabel tingkat pendidikan agama Islam sebesar 0.252 dengan nilai probabilitas = 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan kesignifikanan sehingga, diperoleh pengaruh dengan tidak melibatkan nilai kostanta maka, apabila nilai

variabel X1 naik sebesar satu-satuan maka nilai Y akan naik sebesar 2.037 satuan dengan kenaikan yang signifikan.

Berhasil tidaknya kegiatan praktik teknik pemesinan tergantung pada keberhasilan peserta didik dalam menyerap teori yang telah diajarkan oleh guru ketika di ruang kelas teori. Akan tetapi, ketika di kelas praktik atmosfer kelas bisa berubah, yang awalnya menjadi santai dan hanya ada aktifitas mendengarkan berubah menjadi suasana yang memerlukan reaksi antara otak dengan gejolak jiwa, ungkap Bapak agus dedi mustofa (wawancara, 3 agustus 2015). Hal ini dikarenakan ketika praktik peserta didik dituntut untuk mengaplikasikan suatu alat pemesinan dengan tepat dan benar. Apabila mengalami kesalahan peserta didik diharuskan untuk mengulangnya sampai dengan benar, contohnya saja pengaplikasian mesin CNC (Contol Numeric Computer) dalam praktik ini peserta didik harus memiliki ekstra kesabaran, ketelitian, dan ketepatan dalam menghitung kebenaran kode yang sudah diperkirakan. Jadi, dalam kegiatan praktik ini peserta didik harus bisa disiplin, tekun, ulet, sungguh-sungguh, dan tidak mudah putus asa dalam melaksanakan praktik (Agus dedi mustofa, wawancara 3 Agustus 2015). Dari ungkapan guru pemesinan ini dapat kita pahami bahwa pendidikan budi pekerti sebagai wujud pembinaan kecerdasan emosional peserta didik memiliki peranan dalam meningkatkan kualitas kinerja peserta didik. Hal ini terbukti dengan hasil regresi berganda menunjukkan hasil koefisien untuk variabel tingkat pendidikan budi pekerti sebesar 0.279 dengan nilai probabilitas = 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan kesignifikanan sehingga,

diperoleh pengaruh dengan tidak melibatkan nilai kostanta maka, apabila nilai variabel X2 naik sebesar satu-satuan maka nilai Y akan naik sebesar 2.037 satuan dengan kenaikan yang signifikan.

Hasil uji hipotesis menunjukan untuk uji F, F hitung > F tabel maka H0 ditolak dan H1diterima dengan hasil uji 13,167 > 3,18 maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya pada tingkat kepercayaan α=0,05 secara keseluruhan baik pendidikan agama islam (X1) ataupun budi pekerti (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja praktik (Y) pada siswa praktikum di SMKN 2 Jember. Untuk hasil uji t pendidikan agama Islam menunjukan hasil 3,761 >

2,008 maka H0 ditolak dan H1 diterima artinya pada tingkat kepercayaan α=0,05 secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja praktik (Y) dan hasil uji t budi pekerti menunjukan 3,170 > 2,008 maka Ho ditolak dan H2 diterima artinya pada tingkat kepercayaan α=0,05 secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja praktik (Y) siswa praktikum di SMKN 2 Jember dan dari hasil uji tersebut pendidikan agama Islam menunjukan hasil yang sangat berpengaruh dominan terhadap kinerja praktikum siswa di SMKN 2 Jember.

Berdasarkan interpretasi di atas, kedua tokoh tersebut sama-sama benar, tetapi manusia dalam proses berfikir dan mengaplikasikan ilmu yang ia dapat tidak hanya menggunakan delapan kecerdasan yang telah diungkapkan oleh Gardner dan juga ada peran serta kecerdasan emosional dan spiritual seperti halnya yang dikatakan oleh Quraish shihab. Dalam penelitian ini juga membuktikan bahwasahnya semua kecerdasan yang dimilki manusia

sama-sama digunakan walaupun dalam situasi yang berbeda. Sehingga, untuk teori yang ketiga kurang tepat untuk digunakan sebagai teori kecerdasan dalam penelitian ini.

A. Identitas Peserta Didik

Nama Siswa : ……….

Kelas : ……….

Nomor Induk : ……….

Jurusan : ……….

B. Petunjuk Daftar Pertanyaan

1. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, dan e pada ungakapan yang sesuai dengan diri Anda.

2. Isilah jawaban dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan keadaan Anda tanpa dipengaruhi orang lain.

C. Daftar Pertanyaan

I. Pendidikan Agama Islam (X1) A. KEIMANAN

1. Saya selalu merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan dengan itu saya selalu bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan praktik.

a. Sangat setuju b. Setuju c. Cukup setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

a. Sangat setuju b. Setuju c. Cukup setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

3. Saya selalu percaya bahwa Allah akan memberi petunjuk melalui perantara doa dan usaha untuk bisa menyelesaikan tugas praktik.

a. Sangat setuju b. Setuju c. Cukup setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju B. AKHLAK

1. Saya adalah orang yang selalu meneladani kejujuran dan bersikap jujur sehingga saya selalu menghindari aksi membolos di jam pelajaran praktikum dan mencontek saat ujian.

a. Sangat setuju b. Setuju c. Cukup setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju

a. Sangat Setuju b. Setuju

c. Cukup Setuju d. Tidak Setuju

e. Sangat Tidak Setuju

3. Saya adalah orang yang mampu bersaing demi mengukir prestasi di sekolah dan membanggakan sekolah.

a. Sangat setuju b. Setuju c. Cukup setuju d. Tidak setuju e. Sangat tidak setuju II. Budi Pekerti (X2)

Dokumen terkait