• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Pembahasan Analisis Selektifitas

Pulsa T=32 detik 20 100 Segitiga T=32 detik 18 90 Sinus T=32 detik 9 45 Pulsa T=16 detik 17 85 Pulsa T=48 detik 17 85 Pulsa T=64 detik 17 85

Hasil dari proses pelatihan JST-BP menggunakan arsitektur jaring dengan 22 unit pada lapis tersembunyi pertama, 14 unit pada lapis tersembunyi kedua dan parameter pelatihan error 0.000001, learning rate 0.01 serta faktor momentum 0.9 dapat dilihat pada Tabel 4.18. Hasil dari proses pengujian untuk 20 sampel yang terdiri dari masing-masing 5 sampel untuk tiap bahan bakar dapat dilihat pada Tabel 4.19.

4.4 Pembahasan Analisis Selektifitas

Dari Gambar 4.4 tentang profil tegangan diskrit sensor untuk tiap jenis pemanas dapat dilihat bahwa tegangan sensor berubah menurut bentuk tegangan pemanas. Perubahan tegangan sensor ini sebanding dengan perubahan suhu pada

ruang didalam sensor. Dari Gambar 4.5 tentang profil frekwensi tiap gas untuk tiap jenis pemanas setelah dinormalisasi, dapat dilihat bahwa perubahan bentuk dan frekwensi sinyal pemanas akan menghasilkan perubahan profil frekwensinya untuk tiap gas sehingga pola tiap gas akan berbeda dan dapat diidentifikasi. Tampilan profil frekwensi ini masih sulit untuk menentukan jenis pemanas yang paling baik untuk membuat sensor paling selektif karena perubahan bentuk untuk tiap jenis gas pada tiap jenis pemanas tidak jauh berbeda. Berdasarkan Gambar 4.6 hingga 4.11 pola tiap gas dengan diagram batang untuk tiap pemanas dapat lebih mudah dibedakan. Dari keseluruhan pola yang ada dapat dilihat bahwa pada penggunaan pemanas pulsa periode 32 detik, pola tiap gas lebih berbeda dibandingkan dengan pola-pola tiap gas pada penggunaan pemanas yang lain.

Berdasarkan plot 1st dan 2nd PC pada plot PCA pada Gambar 4.12 dapat ditentukan bahwa jenis pemanas pulsa periode 32 detik adalah jenis pemanas terbaik dari semua jenis pemanas yang diujikan karena pengelompokan jenis gas yang berbeda lebih baik sehingga lebih mudah dikenali karena tidak ada sampel gas yang berbeda berada pada satu kelompok yang sama. Hal ini dapat ditunjukkan dari jarak antara plot tiap gas berbeda yang berdekatan pada Tabel 4.15 menunjukkan jarak terkecil 0,033531, yaitu jarak antara sampel solar dan minyak tanah. Pada penggunaan pemanas pulsa periode 64 detik terdapat jarak yang lebih kecil antara sampel minyak tanah dan premium sebesar 0,021601. Pada penggunaan pemanas pulsa periode 48 detik terdapat jarak yang lebih kecil lagi, yaitu antara sampel minyak tanah dan solar sebesar 0,017912. Penggunaan pemanas segitiga periode 32 detik memberikan jarak lebih kecil lagi antara pertamax dan solar sebesar 0,012361. Pada penggunaan pemanas pulsa periode 16 detik terdapat jarak antara sampel solar dan pertamax sebesar 0,012156, disusul dengan penggunaan sinus periode 32 detik yang memberikan jarak 0,002265 antara sampel pertamax dan solar. Berdasarkan hasil yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pemanas pulsa periode 32 detik adalah yang terbaik disusul oleh pulsa periode 64 detik, pulsa periode 48 detik, segitiga periode 32 detik, pulsa periode 16 detik dan sinus periode 32 detik.

Berdasarkan variance antara gas berbeda pada tiap pemanas pada Tabel 4.17 dapat dilihat bahwa pada penggunaan pemanas pulsa periode 32 detik

Grafik Selektifitas 85 85 100 85 90 45 0 20 40 60 80 100 120 16 32 48 64 periode (detik) T in g kat k eb en ar an (% )

Pemanas Pulsa Pemanas Segitiga Pemanas Sinus

Gambar 4.14 Grafik analisis selektifitas pada proses pengujian

memberikan nilai beda variance terkecil sebesar 0,00406 antara pertamax dan solar. Pada penggunaan pemanas pulsa periode 64 detik dapat dilihat nilai

variance antara premium dan solar sebesar 0,00259. Pada penggunaan pemanas

pulsa periode 48 detik dapat dilihat nilai variance antara minyak tanah dan solar sebesar 0,00185. Pada penggunaan pemanas segitiga periode 32 detik dapat dilihat nilai varianceantara minyak tanah dan solar sebesar 0,001404. Pada penggunaan pemanas pulsa periode 16 detik dapat dilihat nilai variance antara pertamax dan solar sebesar 0,001233. Pada penggunaan pemanas sinus periode 32 detik dapat dilihat nilai variance antara pertamax dan solar sebesar 0,000078. Berdasarkan hasil yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan pemanas pulsa periode 32 detik adalah yang terbaik disusul oleh pulsa periode 64 detik, pulsa periode 48 detik, segitiga periode 32 detik, pulsa periode 16 detik dan sinus periode 32 detik.

Hasil proses pelatihan JST-BP yang telah dilakukan dapat dilihat pada Tabel 4.18 dimana penggunaan pemanas pulsa periode 32 detik dapat memberikan kinerja pengidentifikasian terbaik karena jumlah epoch terendah dengan jumlah 284 buah. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan pemanas pulsa periode 32 detik membuat sensor TGS 2620 menjadi paling selektif untuk mendeteksi minyak tanah, pertamax, premium dan solar. Hasil yang lebih baik

disusul oleh penggunaan pemanas pulsa periode 64 detik, pulsa periode 48 detik, segitiga periode 32 detik, pulsa periode 16 detik dan sinus periode 32 detik.

Grafik analisis selektifitas yang menjelaskan hubungan antara periode masing-masing sinyal pemanas sensor dengan tingkat kebenaran pengidentifikasian pada proses pengujian dengan masing-masing bahan bakar terdiri dari 5 buah sampel dapat dilihat pada Gambar 4.14. Pada penggunaan pemanas pulsa periode 32 detik, tingkat kebenarannya mencapai 100%, yaitu hasil terbaik dari semua jenis pemanas yang diujikan.

BAB 5

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan analisis pengaruh pemodulasian suhu terhadap sensitifitas dan selektifitas sensor gas semikonduktor maka dapat dibuat kesimpulan dan saran.

5.1. Kesimpulan

Pada analisis sensitifitas, pemodulasian suhu menggunakan tegangan pulsa beramplitudo 5V berperiode 32 detik, duty cycle 50% adalah paling efektif untuk meningkatkan sensitifitas sensor terhadap minyak tanah hingga 1200 ppm. Hal ini dapat ditentukan berdasarkan profil sensitifitasnya yang memiliki nilai sensitifitas 0,00004 V/ppm.

Pada analisis selektifitas, pemodulasian suhu pada sensor menggunakan tegangan pulsa beramplitudo 5V berperiode 32 detik duty cycle-nya 50% paling efektif untuk mendeteksi minyak tanah, pertamax, premium dan solar. Hal ini dapat ditentukan berdasarkan jumlah epochnya 284 buah pada proses pelatihan untuk mencapai error 0.000001.

Pada pendeteksian ke-4 jenis bahan bakar menggunakan tegangan pulsa beramplitudo 5V berperiode 32 detik duty cycle-nya 50% pada proses pengujian dengan masing-masing 5 sampel memberikan tingkat kebenaran identifikasi 100%. Tampilan visual plot PCA untuk masing-masing sampel pada proses pelatihan telah tersebar memisah antara tiap jenis gas.

5.2. Saran-Saran

Hasil penelitian ini masih jauh dari sempurna karena sistem belum menganalisis berbagai bentuk lain dari gelombang pemanas sensor dan belum menggunakan program yang terintegrasi pada sistem analisis selektifitas antara program pengambilan data dan pengidentifikasiannya. Untuk itu perlu diperhatikan pengaruh gelombang pemanas sensor yang lainnya dan pembuatan sistem yang sepenuhnya terintegrasi sehingga sistem menjadi lebih baik lagi.

Dokumen terkait