BAB V BENTUK KOHESI SOSIAL SANRO – GURU DALAM
B. Pembahasan
Penjelasan dari Jamaluddin dg.serang (L 53) Beliau adalah orang yang menjabat sebagai Sanro ( dukun) di kampung Ballaparang yang menjelaskan bahawa “ Pengobatan saya bermula pada waktu itu saya pernah mengalami yang namanya mati suri kurang lebih 1 jam lamanya, usia saya pada waktu itu masih sangat muda, sebenarnya saya tidak mempunyai penyakit pada saat itu saya sehat walafiat maka dari itu saya pergi kepasar akan tetapi tiba-tiba saya muntah-muntah darah sangat parah sekali darah yang terus keluar bahkan baskon pun
penuh dengan muntahan darah saya, karena melihat kondisi saya yang parah mengeluarkan muntahan darah terus maka orang tua beserta keluraga membawah aku pergi berobat ke orang pintar, sampai disana kurang lebih setengah jam aku dikabarkan meninggal, keluarga pun membawah mayatku pulang kerumah singkat cerita menurut orang-orang mayat ku kurang lebih 1 jam lamanya dirumah tiba-tiba goyang lah jempol kaki dan alhamdulillah sampai sekarang ini masih hidup dan sudah mempunyai istri dan 3 orang anak. itu lah awal mula saya mendapat kemampuan mengobati orang, banyak yang datang berobat disini dengan berbagai macam keluhan penyakit tapi saya hanyalah manusia biasa kemampuan saya ini hanya datangnya dari allah, saya mengobati orang juga meminta kepada allah.
Saya sebagai sanro hanyalah perantara dari allah untuk bisa mengobati penyakit orang dalam pengobatan saya ini saya meniupkan orang air dengan bacaan suci al-quran dan juga memberikan ramuan-ramuan,tergantung dari penyakit mereka masing-masing, karena ada halnya juga penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh dokter seperti kesurupan. tugas saya disini sebgai sanro untuk bisa mengobati penyakit orang-orang dan juga membatu dalam tugas kepala adat. perlu saya tekankan sekali lagi saya hanyalah manusia biasa semua kemampuan itu dari allah, begitu pun penyakit datangnya dari allah dan dalam penyembuhanku pun meminta kesembuhan dari allah swt.
Penjelasan dari Ramani dg. Muji selaku informan dan juga merupakan Guru ( ketua adat ) dikampung Ballaparang mengemukakan bahwa :
” Saya adalah orang yang dituakan dalam kampung Ballaparang ini, membahas tentang kebiasaan-kebiasaan atau tradisi yang sampai sekarang masih
dipertahankan yaitu salah satunya kaddo’ minyak yang dari dulu dilakukan oleh nenek moyang kami dan sampai sekarang masih diteruskan atau dilaksanakan oleh masyarakat Ballaparang, kedua yaitu maulid yang sampai sekarang juga dilaksanakan oleh semua warga Ballaparang, ketiga yaitu tradisi bangun rumah, adat perkawinan, dan adat kematian, Sampai sekarang pun masyarakat Ballparang masih mempertahankan tradisi atau kebiasaan tersebut, seperti Kaddo minyak (sejenis makanan yang terbuat dari beras ketan) yang setiap tahunnya masih tetap dilaksanakan guna untuk mengingat nenek moyong kita dan juga sebagai rasa syukur kepada sang pencipta karena telah memberikan hasil panen yang melimpah. tradisini ini dilakukan untuk tetap menjaga kekompakan warga masyarakat dan tetap menjaga rasa kekeluargaan masyarakat Ballaparang. Saya sebagai guru memiliki hubungan yang sangat penting dengan guru meskipun kami memiliki tugas yang berbeda namun mempunyai tujuan yang sama.
Adapun hasil penelitian yang relevan atau teori yang relevan dalam mendukung skripsi ini yaitu sebagai berikut :
Desi Ramadani. 2014 : “Peran Sanro dan Puang Guru antara Tradisi dan Agama pada Lembaga Adat Karampuang Kabupaten Sinjai”. Eksisnya Kampung Karampuang ini, karena memiliki rumah adat, lembaga adat, kesenian, ritual yang masih dijalankan dan dilestarikan oleh masyarakatnya sampai sekarang. Adapun ritual yang diperankan oleh sanro adalah Mappabitte, Mappogau Hanua, Mangampo, Mangampi, Mappalesso Ase dan sejumlah ritual lainnya. Sedangkan, ritual yang diperankan oleh puang guru adalah Buruda, Elong Poto, Sikkiri Juma, Ritual Maulu dan Miraje, serta sejumlah ritual lainnya yang berhubungan dengan
agama islam. Pada dasarnya ritual yang diperankan oleh Sanro dan puang guru tujuannya sama yaitu untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Karampuang. Tetapi, dalam masyarakat perbedaan peran sangat menonjol.Sanro bertanggung jawab mengurusi masalah kesehatan, sedangkan puang guru mengurusi masalah pendidikan.
Nirmawati R. Abas. 2014 : “ Peran Sanro Dalam poengobatan Tradisional Di kabupaten Bone”. Warisan budaya pada intinya adalah suatu pengetahuan yang dapat berfungsi menghadapi tantangan kehidupan. Dalam masyarakat tradisional pengetahuan umumnya diperoleh dengan cara belajar dan mewarisinya secara turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dukun Mantra Dan Kepercayaan. Sebagai salah satu unsur kebudayaan daerah yang bersifat universal yang telah diwarisi secara turun tenurun oleh masyarakat pendukungnya, salah satu diantaranya adalah pengetahuan yang berkenaan dengan kesehatan khususnya pengobatan tradisional. Setiap kelompok etnis relatif telah menguasai dan mengembangkan pengetahuan kesehatan. Pengetahuan kesehatan tradisonal dengan pengetahuan medis modern memiliki persamaan dan juga perbedaan, namun secara umum pengobatan kesehatan tradisional yang dikenal dan dipahami oleh dukun berbeda dengan pengobatan kesehatan medis modern. Dukun merupakan seseorang yang membantu masyarakat dalam upaya penyembuhan penyakit melalui tenaga supranatural, dan dukun ini pula dikenal dengan orang yang dapat meringgankan penyakit yang diderita oleh pasien model penyembuhanya pula dilakukan dengan cara model penyembuhan kesehatan tradisional, alat yang digunakan, obat yang digunakan terkadang memakai ritual,
iringan musik tradisional, tari-tarian, penggunaan mantra, mengenal kemali (pantangan), atau dengan kata lain penyembuhan dengan menggunakan keterampilan tangan seperti cara mengalun, bagian-bagaian tertentu, di samping itu memberikan berbagai obatobatan dari macam-macam ramuan yang berasal dari dedaunan, akar tumbuh-tumbuhan, dan umbi-umbian yang keseluruhan jarang dijumpai dalam sistem kesehatan medis modern.
BAB VI
Dampak Peran Sanro – Guru Terhadap Masyarakat Ballaparang Desa Biringala Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa
A. Bentuk Dampak peran Sanro-Guru Terhadap Masyarakat Ballaparang