• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan dan Analisa Manajemen Management Discussions and Analysis

Dalam dokumen Sustainable Integration (Halaman 29-33)

Perseroan dan anak perusahaan, PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (”Lontar Papyrus”) bergerak dalam bidang usaha industri bubur kertas (pulp), kertas, tissue dan kertas kemasan

(packaging). Saat ini, Perseroan memiliki fasilitas produksi di

Karawang, propinsi Jawa Barat dan di Perawang, propinsi Riau, sedangkan Lontar Papyrus memiliki fasilitas produksi di Desa Tebing Tinggi, Tungkal Ulu, propinsi Jambi. Total kapasitas produksi Perseroan dan anak perusahaan adalah pulp sebesar 1.020.800 ton per tahun, kertas 913.000 ton per tahun, tissue 372.000 ton per tahun dan kertas kemasan 96.000 ton per tahun.

Pendapatan Perseroan dan anak perusahaan terutama diperoleh dari penjualan produk pulp, kertas, tissue dan kertas kemasan baik domestik (44,0%) maupun ekspor (56,0%). Pasar ekspor Perseroan terutama ke negara-negara di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika.

Kinerja Perseroan sensitif terhadap fluktuasi harga pulp dan kertas yang berlaku di pasaran dunia yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di tingkat regional dan internasional. Dengan pertumbuhan ekonomi kawasan Asia-Pasifik yang cukup baik, Perseroan berharap permintaan atas produk Perseroan dan harga produk Perseroan dapat meningkat.

Berikut adalah tinjauan kinerja operasional konsolidasi dan kondisi keuangan Perseroan pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008:

Penjualan Bersih Konsolidasi

Penjualan terdiri dari penjualan pulp, kertas, tissue, kertas kemasan dan produk lainnya. Penjualan bersih konsolidasi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar US$1.269,7 juta, turun sebesar 3,5% dibandingkan dengan tahun 2008 sebesar US$1.316,0 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan harga jual produk Perseroan.

Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan terdiri dari biaya bahan baku, bahan penolong, biaya tenaga kerja dan biaya tidak langsung lainnya. Biaya bahan baku terutama terdiri dari kayu, pulp dan kertas bekas. Biaya tidak langsung lainnya terutama terdiri dari biaya

The core business of the Company and its subsidiary, PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry (“Lontar Papyrus”) is pulp, paper, tissue and packaging manufacturing. Currently, the Company has production facilities in Karawang – West Java province and in Perawang – Riau province while Lontar Papyrus has production facilities in Desa Tebing Tinggi, Tungkul Ulu, Jambi province. The total annual production capacity of the Company and subsidiary in 2009 was 1,020,800 tons for pulp, 913,000 tons for paper, 372,000 tons for tissue and 96,000 tons for packaging.

The Revenue of the Company and subsidiary are mainly generated from the local (44.0%) and export (56.0%) sales of pulp, paper, tissue and packaging. The Company exports its products to countries such as the Middle East, Europe, Africa, and other countries in Asia.

The Company’s performance is highly affected by the fluctuations in world prices of pulp and paper which are affected by the regional and international demand and supply. With a better economic growth in Asia Pacific region, the Company expects the demand and price of the Company’s products will also increase.

The following are the Company’s consolidated operational review and financial condition in 2009 compared to 2008:

Consolidated Net Sales

Company’s sales are derived from sales of pulp, paper, tissue, packaging and other products. The consolidated net sales of the Company for the year ended December 31, 2009, were US$1,269.7 million, a decrease of 3.5% compared to the consolidated net sales of US$1,316.0 million in 2008. This was mainly due to a decrease in selling price of the Company’s products.

Cost of Goods Sold

Cost of goods sold consists of raw material, indirect material costs, labor expenses and overhead expenses. Raw material costs consist of wood, pulp and waste paper. Overhead expenses mainly consist of packaging, repairs and maintenance expenses,

Pembahasan dan Analisa Manajemen

Management Discussions and Analysis

kemasan, biaya reparasi dan pemeliharaan, penyusutan aset tetap, biaya energi, biaya transportasi, biaya listrik dan air. Beban pokok penjualan turun sebesar 4,2% dibandingkan dengan tahun lalu, hal ini terutama disebabkan oleh turunnya sebagian harga bahan baku dan penolong.

Laba Kotor Konsolidasi

Laba kotor konsolidasi Perseroan mengalami penurunan dari US$242,5 juta pada tahun 2008 menjadi US$241,2 juta pada tahun 2009 atau mengalami penurunan sebesar 0,5%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan penjualan bersih Perseroan. Margin laba kotor konsolidasi mengalami peningkatan dari 18,4% menjadi 19,0%.

Beban Usaha

Beban usaha terdiri dari beban penjualan dan beban administrasi dan umum. Beban penjualan terutama terdiri dari beban pengangkutan, beban ekspor, iklan dan promosi. Beban administrasi dan umum terutama terdiri dari jasa profesional, beban gaji dan beban penyusutan aset tetap. Beban usaha mengalami penurunan sebesar 14,2% dibandingkan tahun 2008, terutama karena adanya penurunan beban pengangkutan dan ekspor.

Laba Usaha Konsolidasi

Laba usaha konsolidasi Perseroan mengalami peningkatan dari US$106,1 juta pada tahun 2008 menjadi sebesar US$124,2 juta pada tahun 2009 atau mengalami kenaikan sebesar 17,1%, yang terutama disebabkan oleh turunnya beban usaha Perseroan.

Pendapatan (Beban) Lain-lain

Pada tahun 2009, beban lain-lain mengalami peningkatan sebesar 46,0% dibanding tahun 2008, hal ini terutama karena Perseroan mengalami kerugian selisih kurs dari US$32,7 juta pada tahun 2009 dibandingkan dengan laba selisih kurs sebesar US$3,7 juta pada tahun 2008. Laba atau rugi selisih kurs disebabkan oleh menguat atau melemahnya mata uang Dolar Amerika Serikat terhadap mata uang lainnya.

depreciation of fixed assets, energy expenses, transportation expenses, water and electricity expenses. Costs of goods sold decrease by 4.2% compared to previous year, this was mainly due to a decrease in raw materials and indirect material pricing.

Consolidated Gross Profit

The consolidated gross profit of the Company decreased from US$242.5 million in 2008 to US$241.2 million in 2009, a decrease of 0.5%. This was mainly due to a decrease in net sales of the Company. The consolidated gross profit margin increased from 18.4% to 19.0%.

Operating Expenses

Operating expenses consist of selling expenses and general and administrative expenses. Selling expenses mainly consist of freight expense, export expenses, advertising and promotion expenses. General and administrative expenses mainly consist of professional fees, salaries and depreciation of fixed assets. Operating expenses decreased by 14.2% compared to previous year, mainly because there was a decrease in transportation and export charges.

Consolidated Operating Income

The consolidated operating income of the Company increased from US$106.1 million in 2008 to US$124.2 million in 2009 or a 17.1% increased. The increase was mainly due to a decrease in operating expenses of the Company.

Other Income (Expenses)

Other expenses increased 46.0% in 2009 compared to previous year. This was because there a was loss on foreign exchange of US$32.7 million in 2009 compared to a gain on foreign exchange of US$3.7 million in 2008. Gain or loss on foreign exchange was mainly caused by the strength or weakness in US Dollar currency against other currencies.

Pembahasan dan Analisa Manajemen

Management Discussions and Analysis

Laba Bersih Konsolidasi

Laba bersih konsolidasi Perseroan turun sebesar 51,3% dari US$67,3 juta pada tahun 2008 menjadi US$32,8 juta pada tahun 2009. Penurunan laba bersih tersebut terutama karena pengaruh rugi selisih kurs dan pengakuan beban pajak tangguhan pada tahun 2009.

Jumlah Aset dan Jumlah Ekuitas

Pada tanggal 31 Desember 2009, jumlah aset konsolidasi Perseroan tercatat sebesar US$3.043,5 juta, meningkat sebesar 2,9% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$2.956,7 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya kenaikan kas dan setara kas serta aset lancar lainnya.

Jumlah Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2009 adalah sebesar US$625,8 juta, naik sebesar 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$603,0 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya defisit sebesar US$32,8 juta yang sejalan dengan perolehan laba bersih tahun 2009 dan adanya penerbitan saham baru pada bulan Desember 2009.

Likuiditas

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancar, yang tercermin dalam rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar perusahaan. Tingkat likuiditas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 masing-masing adalah sebesar 71,3% dan 60,5%. Peningkatan likuiditas terutama disebabkan adanya peningkatan aset lancar lainnya serta kas dan setara kas pada tahun 2009.

Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, yang dihitung dari rasio jumlah seluruh kewajiban perusahaan, masing-masing terhadap jumlah aset dan terhadap ekuitas. Rasio seluruh kewajiban terhadap jumlah aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2009 dan 2008 adalah masing-masing sebesar 79,4% dan 79,6%, sedangkan rasio seluruh kewajiban terhadap ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal tersebut masing-masing adalah sebesar 390,2% dan 386,2%.

Consolidated Net Income

The consolidated net income of the Company decreased by 51.3%, from US$67.3 million in 2008 to US$32.8 million in 2009. The decreasing in net income was mainly due to the impact of the losses on foreign exchange and deferred tax expenses in 2009.

Total Assets and Total Equity

The consolidated assets of the Company increased from US$2,956.7 million in 2008 to US$3,043.5 million in 2009, an increase of 2.9%. This was mainly because there was an increase in cash and equivalents and others current assets.

As of December 31, 2009, total equity increased by 3.8% from US$603.0 million to US$625.8 million. This was mainly caused by the decrease in deficit of US$32.8 million in line with net income achievement in 2009, and there was a new shares issued in December 2009.

Liquidity

Liquidity is the Company’s ability to fulfill its current liabilities, which is reflected by the Company’s current ratio. The Company’s level of liquidity as of December 31, 2009 and 2008 was 71.3% and 60.5%, respectively. The increasing in liquidity was mainly due to an increase in cash and equivalent and others current assets in 2009.

Solvability

Solvability is the Company’s ability to accomplish all of its liabilities, which is measured by the debt to assets ratio and debt to equity ratio. The debt to assets ratio of the Company as of December 31, 2009 and 2008 was 79.4% and 79.6%, respectively. The debt to equity ratio in 2009 and 2008 was 390.2% and 386.2%, respectively.

Imbal Hasil Investasi

Imbal Hasil Investasi adalah kemampuan aset produktif perusahaan untuk menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan jumlah aset perusahaan. Imbal Hasil Investasi Perseroan pada tahun 2009 adalah sebesar 1,1%, sedangkan pada tahun 2008 adalah sebesar 2,3%. Penurunan Imbal Hasil Investasi pada tahun 2009 sebanding dengan perolehan laba bersih pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008, sedangkan jumlah aset tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Imbal Hasil Ekuitas

Imbal Hasil Ekuitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih, yang dihitung dari laba bersih dibagi dengan ekuitas. Imbal Hasil Ekuitas Perseroan pada tahun 2009 adalah sebesar 5,2% sedangkan pada tahun 2008 adalah sebesar 12,9%. Penurunan Imbal Hasil Ekuitas pada tahun 2009 terutama karena penurunan perolehan laba bersih pada tahun 2009 dibandingkan dengan tahun 2008.

Return on Investment

Return on Investment is the Company’s ability to use assets to generate net income, which is measured by dividing the net income to total assets of the Company. The Company’s Return on Investment was 1.1% in 2009 and 2.3% in 2008. The decreased in Return on Investment in 2009 in line with the net income in 2009 compared to 2008 whereas, there was no significant increased in total assets.

Return on Equity

Return on Equity is the Company’s ability to generate a net income, which is calculated from net income to total equity. The Company’s Return on Equity was 5.2% in 2009 and 12.9% in 2008. The decreased in Return on Equity in 2009 was mainly due to the decrease of net income in 2009 compared to 2008.

Pembahasan dan Analisa Manajemen

Management Discussions and Analysis

Tata Kelola Perusahaan

Dalam dokumen Sustainable Integration (Halaman 29-33)

Dokumen terkait