• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2 Analisis Univariat

4.2.3 Pembahasan Efek Interaksi Obat

Dalam penelitian ini didapatkan 26 jenis kombinasi obat yang memiliki efek interaksi, namun ada beberapa efek interaksi yang sama yang ditimbulkan oleh 2 kombinasi obat berbeda. Hal ini disebabkan obat tersebut masih dalam golongan yang sama, misalkan interaksi antara Kaptopril – Prednison dan Kaptopril – Deksametason. Selain itu, didapatkan beberapa kombinasi yang dinyatakan berpotensi memiliki efek interaksi oleh program di situs www.drugs.com namun tidak dapat dikonfirmasi lebih lanjut dari literatur, hal ini mungkin disebabkan hal tersebut masih sebatas penelitian dan laporan dari beberapa kasus. Berikut adalah kombinasi obat yang berpotensi menimbulkan efek interaksi menurut literatur :

a. Piroksikam – Glibenklamid

Piroksikam dapat meningkatkan efek hipoglikemi dari Glibenklamid.22 Namun NSAID lain dari golongan salisilat seperti aspirin dapat meningkatkan efek hipoglikemi dari antidiabetik oral lebih signifikan. Hal ini disebabkan salisilat diketahui juga memiliki efek hipoglikemi sehingga efek dari kedua obat itu saling bertambah. Penurunan dosis dari obat antidiabetik diperlukan jika digunakan bersamaan dengan dosis salisilat yang tinggi.22

b. Piroksikam – Kaptopril

Piroksikam tidak memilik efek dengan ACE-inhibitor, namun NSAID lain seperti indometasin dan aspirin dapat menurunkan efek antihipertensi dari ACE-inhibitor. Hal ini diduga terjadi melalui mekanisme penghambatan sintesis prostaglandin ginjal oleh NSAID, yang akhirnya menyebabkan hipertensi. Selain

27

itu, NSAID dapat menyebabkan retensi cairan, yang juga mempengaruhi tekanan darah. Beberapa NSAID juga dapat mengubah farmakokinetik dari beberapa obat

ACE-inhibitor tertentu.22

c. Piroksikam – Ranitidin

Konsentrasi piroksikam dapat meningkat oleh pemberian H-2 reseptor antagonis khususnya simetidin. Hal ini mungkin disebabkan oleh penghambatan metabolisme oleh simetidin. Tidak ada dampak klinis yang signifikan, pemberian rantidin justru ditujukan untuk memproteksi mukosa lambung karena efek iritan dari NSAID.22

d. Piroksikam – Dexametason

Penggunaan kombinasi antara kortikosteroid dengan NSAID dapat meningkatkan toksisitas terhadap gastrointestinal, termasuk resiko terjadinya inflamasi, pendarahan, ulserasi dan perforasi. 22

e. Kaptopril – Diazepam

Banyak obat psikoterapi dan obat yang mempengaruhi SSP seperti misalnya, anti ansietas, sedatif, hipnotik,antidepresan, antipsikotik, opioid, alkohol, relaksan otot, menunjukkan efek hipotensi, terutama selama inisiasi terapi dan peningkatan dosis. Pemberian bersamaan dengan obat antihipertensi khususnya vasodilator dan alpha-blocker, dapat mengakibatkan efek aditif pada tekanan darah.22

f. Kaptopril – Allopurinol

Kombinasi antara allopurinol dengan ACE-inhibitor sering dihubungkan dengan resiko reaksi hipersensitifitas yang hebat, neutropenia, agranulositosis, dan infeksi yang serius. Mekanisme interaksinya masih belum diketahui karena pemberian alopurinol atau Kaptopril sendiri juga bisa menimbulkan reaksi hipersensitifitas. Akan tetapi gangguan fungsi ginjal dan penggunaan diuretik dapat menjadi faktor predisposisi. Demam, nyeri sendi, nyeri otot, dermatitis, dan

stephen-johnson sindrom sudah pernah dilaporkan, setelah 3 sampai 5 minggu penggunaan allopurinol bersamaan dengan Kaptopril.22

g. Kaptopril – Prednison , Kaptopril – Dexametason, Nifedipine – Dexametason

Kortikosteroid dapat menghambat efek dari obat antihipertensi dengan meningkatkan retensi cairan dan natrium. Efek ini lebih sering ditemui pada kortikosteroid alami seperti kortison dan hidrokortison karena memiliki efek mineralo kortikoid yang lebih besar. Sebaliknya beberapa jenis obat penyekat kanal kalsium seperti diltiazem dan verapamil dapat meningkatkan jumlah kortikosteroid dalam plasma sehingga efeknya meningkat . Hal ini terjadi akibat penghambatan pemnbersihan kortikosteroid oleh metabolisme enzim CYP 3A4. 27

h. Kaptopril – Antasid

Antasida ditemukan dapat menurunkan absorbsi dari Kaptopril sebanyak 40%. Mekanismenya masih belum jelas, namun diperkirakan bukan karena penurunan pH lambung karena simetidin tidak mempunyai efek yang sama. Signifikansi klinis dari interaksi ini tampaknya kecil karena ditemukan tidak mempengaruhi efek penurunan tekanan darah oleh Kaptopril. Sebagai tindakan pencegahan, pasien mungkin memisahkan penggunaan ACE-inhibitor dan antasida dengan 1 sampai 2 jam. 22

i. Glibenklamid – Kaptopril, Kaptopril – Metformin

Kejadian hipoglikemia pernah ditemukan pada penggunaan bersamaan antara antidiabetik oral dengan ACE-inhibitor meskipun hanya dalam beberapa kasus. Mekanisme yang pasti masih belum dimengerti, tetapi terdapat dugaan hal ini terjadi akibat peningkatan sensitifitas insulin oleh Kaptopril. Interaksi ini belum sepenuhnya terbukti dan mekanismenya yang masih diperdebatkan, namun kejadian hipoglikemia yang parah dapat ditemukan pada beberapa kasus. Hal ini berarti pada praktiknya, penggunaan bersamaan Glibenklamid dengan Kaptopril sebenarnya tidak harus dihindari, namun perlu diedukasikan pada pasien yang menggunakan antidiabetik oral bersaman dengan ACE-inhibitor bahwa efek

29

hipoglikemia yang berlebihan dapat terjadi sewaktu waktu dan tidak dapat diprediksi.22

j. Glibenklamid – Antasid

Antasid dapat meningkatkan rasio absorbsi dari sulfonilurea secara signifikan. Namun tidak ada bukti bahwa terjadi pengaruh klinis pada pasien diabetes akibat dari interaksi tersebut. Pemberian Glibenklamid 30 menit sampai 1 jam lebih awal dari antasid disarankan untuk mencegah interaksi.22

k. Glibenklamid – Ranitidin

Antagonis reseptor H2 seperti Simetidin dan Ranitidin dapat meningkatkan efek hipoglikemi. Mekanismenya diduga berhubungan dengan inhibisi metabolisme sulfonilurea di hati oleh simetidin sehingga meningkatkan efeknya.22

l. Glibenklamid – Deksametason

Efektifitas dari obat antidiabetik oral dan insulin dapat terganggu oleh obat obatan kortikosteroid karena kortikosteroid memiliki efek hiperglikemi, sehingga dosis obat antidiabetik oral mungkin dperlu ditingkatkan dengan tepat untuk mencapai efek terapi yang diinginkan.22

m. Piroksikam - Nifedipine

Data yang terbatas mengindikasikan bahwa inhibitor siklooksigenase dapat meningkatkan efek anti hipertensif dari calsium channel blocker. Mekanismenya diduga berhubungan dengan perubahan tonus vaskular yang dipengaruhi oleh prostasiklin dan vasodilator prostanoid lainnya. Ketika NSAID diberikan pada pasien yang sudah mendapakan terapi Ca2+ channel blocker, sering dijumpai peningkatan tekanan darah. Dokter juga harus memperhatikan resiko terjadinya hipotensi ketika pemberian NSAID dihentikan pada pasien dengan terapi obat antihipertensi golongan Ca2+ channel blocker.22

n. Kalsium - Nifedipine

Obat yang mengandung kalsium termasuk suplemen kalsium dapat mengurangi efek antihipertensif dari obat antihipertensi golongan Ca2+ channel blocker dengan meningkatkan konsentrasi kalsium dalam kanal. Salah satu buktinya, kalsium klorida digunakan untuk mengatasi keracunan verapamil 22

o. Nifedipine – Metformin

Efek hipoglikemi dari obat antidiabetik oral dapat terganggu akibat pemberian bersamaan dengan obat obatan Ca2+ channel blocker .Beberapa mekanisme yang diduga adalah penghambatan sekresi insulin oleh Ca2+ channel blocker , perubahan uptake glukosa oleh sel hati dan sel lain, peningkatan kadar glukosa darah setelah sekresi katekolamin pada keadaan vasodilatasi, dan perubahan metabolisme glukosa akibat obat Ca2+ channel blocker. 22

p. Antasid – Diazepam

Antasid dapat menurunkan rasio absorbsi dari obat golongan benzodiazepine seperti Clorazepate, Chlordiazepoxide dan Diazepam. Mekanisme pastinya belum diketahui namun diduga berhubungan dengan keterlambatan pengosongan lambung dan mengganggu pengikatan benzodiazepine. Akhirnya onset obat benzodiazepine tertunda dan efek terapi menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan jika penggunaan pada kondisi akut.22

q. Antasid – Ranitidin

Antasida oral yang mengandung beberapa jenis mineral seperti aluminium, kalsium, dan magnesium dapat menurunkan konsentrasi plasma dari obat antagonis reseptor H2. Mekanisme yang mungkin terkait adalah penurunan absorbsi pada lambung dan penurunan bioavailabilitas yang diakibat oleh efek penetralan asam lambung. Data yang didapatkan dari studi sebelumnya bervariasi dan signifikansi klinis belum jelas. Disarankan bahwa H2 blocker diberikan 1-2 jam sebelum pemberian antasid.22

31

r. Antasid - Allopurinol .

Obat-obatan yang mengandung alumunium dapat menghambat absorbsi dari allopurinol yang akan menurunkan efek terapinya.22

s. Antasid – Deksametason, Antasid – Prednison

Penggunaan antasida dosis tinggi dapat mempengaruhi absorbsi dari Deksametason, Prednison, Prednisolon dan kortikosteroid lainnya. Mekanisme interaksi dan perbedaan klinisnya masih belum diketahui karena data dari penelitian yang masih terbatas.22

Dokumen terkait