• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil sidik ragam yang diperoleh diketahui bahwa varietas yang di uji berbeda nyata pada pengamatan parameter tinggi tanaman 2 MST dan 4 MST, umur berbunga, jumlah cabang, umur panen, panjang buah dan diameter buah. Perlakuan pupuk berpengaruh nyata pada pengamatan parameter jumlah

cabang dan belum berpengaruh nyata pada pengamatan parameter tinggi tanaman 2-5 MST, umur berbunga, umur panen, produksi buah per tanaman, panjang buah,

diameter buah dan berat buah per tanaman. Interaksi antara varietas dengan perlakuan pupuk belum berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang, umur panen, produksi buah per tanaman, panjang buah, diameter buah dan berat buah per tanaman.

Tinggi tanaman (cm)

Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dari tinggi tanaman pada 2 MST hingga 5 MST dapat dilihat pada (Lampiran 5 hingga 12). Hasil sidik

ragam menunjukkan bahwa varietas yang di uji berbeda nyata terhadap tinggi tanaman 2 MST dan 4 MST, sedangkan perlakuan pupuk dan interaksi antara varietas dengan pupuk belum berbeda nyata. Rataan tinggi tanaman 2 MST hingga 5 MST dari varietas dan perlakuan pupuk dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Rataan Tinggi Tanaman (cm) 2 MST hingga 5 MST terhadap varietas dan perlakuan pupuk

Perlakuan Minggu ke...

2 3 4 5 Varietas V1(Hercules) 16,28 a 26,91 62,32 b 133,67 V2 (Mercy) 15,19 b 26,14 81,84 a 158,31 V3 (Lokal) 11,58 c 28,01 63,36 b 142,01 Pupuk P1 (NPK) 15,48 27,25 74,46 159,38 P2 (NPK + Golden Harvest) 15,09 30,12 81,61 159,83 P3 (NPK + EM4) 13,35 26,63 67,66 144,37 P4 (Golden Harvest) 14,08 25,19 60,03 128,24 P5 (EM4) 13,75 25,85 62,12 131,50 Keterangan: huruf yang sama pada satu kolom menunjukkan belum berbeda nyata

pada taraf 5 %.

Dari Tabel 3 dapat dilihat bahwa rataan tanaman tertinggi pada minggu ke 2 dapat dilihat pada varietas Hercules (16,28 cm) yang berbeda nyata terhadap

varietas Mercy dan varietas Lokal. Tinggi tanaman minggu ke 4 dapat dilihat pada tabel bahwa rataan tanaman tertinggi adalah pada varietas Mercy (81,84 cm) yang berbeda nyata terhadap varietas Lokal dan varietas Hercules. Perlakuan pupuk belum diperoleh perbedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman.

Umur berbunga

Data hasil pengamatan dari sidik ragam umur berbunga dapat dilihat pada (Lampiran 13 hingga 14). Sidik ragam menunjukkan bahwa varietas yang di uji berbeda nyata terhadap umur berbunga sedangkan perlakuan pupuk serta interaksi antara pupuk dengan varietas belum berbeda nyata. Rataan umur berbunga terhadap varietas dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Rataan umur berbunga (hari) terhadap varietas dan perlakuan pupuk

Varietas Pupuk Rataan

P1 P2 P3 P4 P5

V1 (Hercules) 29,00 28,58 28,87 28,62 28,50 28,71 a V2 (Mercy) 27,25 28,00 27,75 27,83 28,50 27,86 b V3 (Lokal) 28,25 27,75 27,87 28,50 28,37 28,15 b Rataan 28,17 28,11 28,16 28,32 28,46 28,24 Keterangan: huruf yang sama pada satu kolom menunjukkan belum berbeda nyata

pada taraf 5 %.

Dari Tabel 4 dapat dilihat bahwa rataan umur berbunga tertinggi adalah pada varietas Hercules (28,71 hari) yang berbeda nyata terhadap varietas Lokal dan varietas Mercy. Perlakuan pupuk dan interaksi antara varietas dengan pupuk belum berbeda nyata.

Jumlah cabang (cabang)

Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dari jumlah cabang tanaman mentimun dapat dilihat pada (Lampiran 15-16). Sidik ragam menunjukkan bahwa varietas yang di uji dan perlakuan pupuk mempunyai beda yang nyata pada jumlah cabang. Sedangkan interaksi varietas dengan pupuk belum berbeda nyata. Rataan jumlah cabang terhadap varietas dan perlakuan pupuk dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Rataan Jumlah cabang (cabang) terhadap varietas dan perlakuan pupuk

Varietas Pupuk Rataan

P1 P2 P3 P4 P5

V1 (Hercules) 5,00 4,83 4,25 4,25 3,50 4,36 a V2 (Mercy) 4,50 4,87 3,50 3,12 2,50 3,70 b V3 (Lokal) 2,50 3,62 2,87 3,25 3,25 3,10 c Rataan 4,00 b 4,44 a 3,54 bc 3,54 bc 3,08 c 3,72 Keterangan: huruf yang sama pada satu kolom menunjukkan belum berbeda

Dari Tabel 5 dapat dilihat bahwa rataan jumlah cabang tertinggi adalah pada varietas Hercules (4,36 cabang) yang berbeda nyata terhadap varietas Mercy dan varietas Lokal. Pada perlakuan pupuk rataan jumlah cabang tertinggi adalah pada pupuk NPK + Golden Harvest (4,44 cabang) yang berbeda nyata terhadap pupuk NPK, pupuk NPK + EM4, pupuk Golden Harvest dan pupuk EM4.

Umur panen

Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dari umur panen buah mentimun dapat dilihat pada (Lampiran 17 hingga 18). Sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan varietas yang di uji berbeda nyata terhadap umur panen buah mentimun. Sedangkan perlakuan pupuk dan interaksi antara varietas dengan pupuk belum berbeda nyata terhadap umur panen buah mentimun. Rataan umur panen buah mentimun terhadap varietas dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6. Rataan umur panen (hari) terhadap varietas dan perlakuan pupuk

Varietas Pupuk Rataan

P1 P2 P3 P4 P5

V1 (Hercules) 51,26 51,03 52,27 54,24 53,70 52,50 a V2 (Mercy) 48,39 47,83 47,04 48,42 48,52 48,04 b V3 (Lokal) 47,80 49,94 46,25 52,10 49,63 49,14 b Rataan 49,15 49,60 48,52 51,59 50,62 49,89 Keterangan: huruf yang sama pada satu kolom menunjukkan belum berbeda nyata

pada taraf 5 %.

Dari Tabel 6 dapat dilihat bahwa rataan umur panen tertinggi adalah pada

varietas Hercules (52,50 hari) yang berbeda nyata terhadap varietas Mercy

dan varietas Lokal. Dan yang terendah adalah pada varietas Mercy (48,04 hari) yang berbeda nyata terhadap varietas Hercules dan belum

Produksi buah per tanaman

Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dari produksi buah per tanaman dapat dilihat pada (Lampiran 19 hingga 20). Sidik ragam menunjukkan bahwa varietas yang di uji, perlakuan pupuk dan interaksi antara varietas dengan pupuk belum berbeda nyata terhadap produksi buah per tanaman. Rataan produksi buah per tanaman terhadap varietas dan perlakuan pupuk dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Rataan produksi buah per tanaman (g) terhadap varietas dan pemberian

pupuk

Varietas Pupuk Rataan

P1 P2 P3 P4 P5 V1 (Hercules) 1233,06 1279,30 1449,76 1015,16 975,42 1190,54 V2 (Mercy) 1312,30 1320,36 1237,74 1038,74 858,31 1153,49 V3 (Lokal) 1159,15 1207,00 1219,15 1079,49 1220,72 1177,12 Rataan 1234,84 1268,89 3906,65 1044,46 1018,19 1173,72 Panjang buah (cm)

Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dari panjang buah dapat dilihat pada (Lampiran 21 hingga 22). Sidik ragam menunjukka n bahwa varietas yang di uji berbeda nyata terhadap panjang buah, sedangkan perlakuan pupuk serta interaksi antara varietas dengan pupuk belum berbeda nyata. Rataan panjang buah terhadap varietas dan perlakuan pupuk dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Rataan panjang buah (cm) terhadap varietas dan perlakuan pupuk

Varietas Pupuk Rataan

P1 P2 P3 P4 P5

V1 (Hercules) 24,67 25,35 25,35 23,02 23,32 24,34 a V2 (Mercy) 23,00 23,16 21,63 21,16 21,37 22,06 b V3 (Lokal) 20,18 20,48 19,61 18,58 20,68 19,90 c Rataan 22,62 23,00 22,19 20,92 21,79 22,10 Keterangan: huruf yang sama pada satu kolom menunjukkan belum berbeda nyata

Dari Tabel 8 dapat dilihat bahwa rataan panjang buah tertinggi dapat dilihat pada varietas Hercules (24,34 cm) yang berbeda nyata terhadap varietas

Mercy dan Varietas Lokal. Dan yang terendah adalah pada varietas Lokal (19,90 cm) yang berbeda nyata terhadap varietas Hercules dan Varietas Mercy.

Panjang buah untuk varietas yang diuji dan perlakuan pupuk yang digunakan dapat dilihat pada (Lampiran 33).

Diameter buah (cm)

Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dari diameter buah dapat dilihat pada (Lampiran 23 hingga 24). Sidik ragam menunjukkan bahwa varietas yang di uji berbeda nyata terhadap diameter buah, sedangkan perlakuan pupuk dan interaksi antara varietas dengan pupuk belum berbeda nyata. Rataan diameter buah terhadap varietas dan perlakuan pupuk dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Rataan diameter buah (cm) terhadap varietas dan perlakuan pupuk

Varietas Pupuk Rataan

P1 P2 P3 P4 P5

V1 (Hercules) 7,33 7,41 7,43 7,48 7,18 7,37 a V2 (Mercy) 7,53 7,46 7,56 7,00 7,19 7,35 b V3 (Lokal) 8,27 8,31 8,68 8,57 8,61 8,49 c Rataan 7,71 7,73 7,89 7,68 7,66 7,71 Keterangan: huruf yang sama pada satu baris atau kolom menunjukkan belum

berbeda nyata pada taraf 5 %.

Dari Tabel 9 dapat dilihat bahwa rataan diameter buah tertinggi dapat dilihat pada varietas Lokal (8,49 cm) yang berbeda nyata terhadap varietas Mercy dan Varietas Hercules.

Berat buah per tanaman (g)

Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dari barat buah dapat per tanaman dapat dilihat pada (Lampiran 25 hingga 26). Sidik ragam menunjukkan bahwa varietas yang di uji, perlakuan pupuk dan interaksi antara varietas dengan pupuk belum berbeda nyata terhadap berat buah per tanaman. Rataan berat buah per tanaman terhadap varietas dan perlakuan pupuk dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10. Rataan diameter buah (cm) terhadap varietas dan perlakuan pupuk

Varietas Pupuk Rataan

P1 P2 P3 P4 P5 V1 (Hercules) 358,51 364,38 362,44 336,29 620,21 310,10 V2 (Mercy) 328,07 330,09 309,43 259,68 296,10 304,67 V3 (Lokal) 332,77 347,51 354,02 305,91 359,09 339,86 Rataan 339,78 347,33 341,97 300,63 321,77 330,29 Heritabilitas

Nilai duga heritabilitas (h2) untuk masing-masing karakter dapat dievaluasi. Nilai duga heritabilitas (h2) dapat dilihat pada (lampiran 27). Nilai heritabilitas berkisar antara 0,00-0,81. Berdasarkan kriteria heritabilitas diperoleh 4 (empat) parameter yang mempunyai heritabilitas tinggi, 1 (satu) parameter yang mempunyai heritabilitas sedang dan 2 (dua) parameter yang mempunyai heritabilitas rendah. Nilai duga heritabilitas untuk masing-masing parameter dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Nilai duga heritabilitas untuk masing-masing parameter

Parameter Nilai Duga Heritabilitas (h2)

Tinggi tanaman (cm) 0,09 r

Umur berbunga (hari) 0,33 s

Jumlah cabang (cabang) 0,52 t

Umur panen (hari) 0,60 t

Produksi buah pertanaman (g) 0,00 r

Panjang buah (cm) 0,79 t

Diameter buah (cm) 0,87 t

Berat buah per tanaman (g) 0,09 r Keterangan:

t = tinggi s = sedang r = rendah

Pembahasan

Dari hasi pengamatan dan sidik ragam dapat dilihat bahwa varietas berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman 4 MST, dimana rataan tertinggi terdapat pada varietas Mercy (81,84 cm) dan terendah pada varietas Hercules (62,32). Hal ini diduga karena terdapat perbedaan yang beragam dari masing – masing varietas terhadap parameter yang diamati. Hal tersebut karena adanya perbedaan genetik pada ketiga varietas tanaman. Setiap varietas memiliki ciri dan sifat khusus yang berbeda satu sama lain sehingga akan menunjukkan keragaman penampilan. Seperti yang dikemukakan Sitompul dan Guritno (1995) bahwa perbedaan varietas sangat besar pengaruhnya terhadap perbedaan sifat tanaman dan faktor genetik tersebut diekspresikan pada berbagai sifat tanaman seperti bentuk dan fungsi tanaman sehingga menghasilkan keragaman pertumbuhan tanaman.

Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dapat dilihat bahwa varietas berbeda nyata terhadap parameter rataan umur berbunga, dimana rataan umur

berbunga tertinggi terdapat pada varietas Hercules (28,71 hari) dan terendah pada varietas Mercy (27,86 hari). Umur berbunga dari kedua varietas ini lebih lama jika dibandingkan dengan deskripsi tanaman (Lampiran 3). Hal ini diduga sebagai akibat dari pengaruh lingkungan yang kurang sesuai dengan varietas tersebut, khususnya pengaruh suhu dan curah hujan. Seperti yang dikemukakan Samadi (2002) bahwa dalam masa pertumbuhan tanaman mentimun lebih cocok ditanam pada lahan terbuka dengan suhu yang berkisar 21o C - 27o

Dari hasil pengamatan dan sidik ragam dapat dilihat bahwa varietas berbeda nyata terhadap parameter jumlah cabang, dimana rataan jumlah cabang tertinggi terdapat pada varietas Hercules (4,36 cabang) dan terendah terdapat pada varietas Lokal (3,10 cabang). Dan pada perlakuan pupuk juga berbeda nyata dimana rataan tertinggi terdapat pada pupuk NPK + Golden Harvest (4,44 cabang) dan terendah terdapat pada pupuk EM4 (3,08 cabang). Pupuk hayati yang di padukan dengan pupuk anorganik tidak hanya membuat tanaman dapat tumbuh dengan cepat, ternyata perpaduan antara pupuk hayati dengan pupuk anorganik (kimia) juga dapat memperbanyak jumlah cabang yang tumbuh. Hal ini dikarenakan kandungan N yang disediakan oleh pupuk kimia cukup banyak dan diimbangi dengan mikroorganisme yang terkandung dalam pupuk hayati sehingga pertumbuhan dapat seimbang dan cepat. Pernyataan ini di dukung oleh

C. Panjang atau laman penyinaran, intensitas sinar dan suhu udara merupakan faktor yang sangat penting, karena berpengaruh terhadap munculnya bunga.

Harvest berisikan micro biologi yang berguna untuk mengurai unsur hara N,P,K dan lain-lain yang terdapat di dalam tanah menjadi senyawa yang mudah di serap

oleh tanaman dan mampu mengurai pestisida di tanah, memudahkan penyerapan fosfat dan ternyata perpaduan antara pupuk hayati dengan pupuk anorganik (kimia) juga dapat memperbanyak jumlah daun yang tumbuh, jumlah cabang sehingga produktivitas tinggi dan ramah lingkungan.

Perlakuan pupuk berpengaruh tidak nyata pada tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, produksi buah per tanaman, panjang buah per tanaman dan diameter buah per tanaman. Hal tersebut disebabkan karena pengaruh pupuk hayati terhadap tanaman pada umumnya responnya lambat dan mudah tercuci sehingga kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan tanaman tidak mencukupi untuk

tumbuh dan berproduksi dengan baik. Seperti yang dikemukakan Hasibuan (2008), pupuk hayati mempunyai perbedaan yang besar dibandingkan

dengan pupuk kimia baik ditinjau dari respon terhadap tanaman, penyediaan hara maupun dampaknya terhadap lingkungan dimana respon pupuk hayati terhadap tanaman adalah lambat.

Berdasarkan analisis statistik pada pengamatan varietas yang di uji berbeda nyata terhadap umur panen. Dari tabel rataan dapat dilihat bahwa rataan umur panen tertinggi adalah pada varietas Hercules (52,50 hari) yang berbeda nyata terhadap varietas Mercy dan varietas Lokal dan terendah adalah pada varietas Mercy (48,04 hari) yang berbeda nyata terhadap varietas Hercules dan belum berbeda nyata terhadap varietas Lokal. Perbedaan umur panen diduga karena adanya pengaruh lingkungan terhadap proses fisiologis tanaman pada setiap varietas. Selain itu perbedaan ini dapat pula dikarenakan adanya pengaruh genetik yang dapat diketahui dari nilai heritabilitas yang tinggi. Sesuai dengan pernyataan Allard (2005) bahwa gen dari tanaman tidak dapat menyebabkan

berkembangnya suatu karakter terkecuali bila mereka berada dalam kondisi yang sesuai dan sebaliknya tudak ada pengaruhnya terhadap berkembangnya kaarakteristik dengan mengubah tingkat keadaan lingkungan terkecuali gen yang diperlukan ada.

Berdasarkan analisis statistik pada pengamatan produksi buah per tanaman pada varietas, perlakuan pupuk dan interaksi antara varietas dengan pupuk belum berbeda nyata. Hal ini bisa terjadi karena dosis pupuk yang diberikan ke tanaman masih dalam dosis standar padahal dosis pupuk yang di butuhkan pada tanah

berbeda-beda tergantung kondisi tanah. Dari data hasil analisis tanah BPTP (2010) diketahui bahwa kualitas tanah pada areal lahan penelitian memiliki

kandungan N yang rendah yaiu (0,14) dan kandungan P dalam tanah sedang yaitu (15,77). Padahal N dan P merupakan unsur hara yang paling banyak di butuhkan tanaman untuk tumbuh dan menghasilkan produksi yang optimal.

Berdasarkan analisis sidik ragam parameter panjang buah bahwa varietas yang diuji berbeda nyata pada parameter panjang buah. Dan dari deskripsi dapat dilihat terbukti bahwa panjang buah mencapai kriteria yang sesuai dengan deskripsi hal ini bisa terjadikarena pengaruh genetik yang dimiliki tiap tetua diturunkan pada turunannya dari penampilan fenotip dimana heritabilitas tinggi menunjukkan viabilitas genetik besar dan pengaruh lingkungan kecil. Sesuai dengan Mangoendidjojo (2003) heritabilitas dinyatakan sebagai presentase dan merupakan bagian pengaruh genetik dari penampakan fenotif yang dapat diwariskan dari tetua dan keturunannya. Heritabilitas tinggi menunjukkan bahwa varian genetik besar dan varian lingkungan kecil.

Berdasarkan analisis sidik ragam pada parameter berat buah per tanaman bahwa parameter berat buah per tanaman belum berbeda nyata pada varietas yang di uji, perlakuan pupuk dan interaksi antara varietas dengan pupuk. Dari data pada (Tabel 10) dapat dibandingkan dengan deskripsi tanaman (Lampiran 3) bahwa berat buah per tanaman berdasarkan analisis sidik ragam (Tabel 10) masih jauh dari karakter berat buah yang ada pada deskripsi tanaman (Lampiran 3) hal ini terjadi karena pengaruh lingkungan seperti suhu udara yang lebih tinggi dari batasan maksimal yang dibutuhkan tanaman maka proses pembentukan buah terhambat serta rendahnya produktivitas dan kualitas buah yang dihasilkan karena untuk mendapatkan kualitas dan produksi buah yang baik dibutuhkan suplai air yang cukup dan kelembapan tanah harus tetap dijaga bila suhu tinggi dengan menyiram air secukupnya pada plot penelitian.

Pada (Tabel 11) diketahui ada 4 parameter yang mempunyai heritabilitas

tinggi yaitu, jumlah cabang, umur panen, panjang buah dan diameter buah, 1 parameter yang mempunyai heritabiliras sedang yaitu parameter umur

berbunga, serta 3 parameter yang mempunyai heritabilitas rendah yaitu tinggi tanaman, produks i buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Dari (Tabel 11) dapat dilhat bahwa terdapat perbedaan yang beragam dari nilai heritabilitas terhadap parameter yang diamati. Hal tersebut karena adanya perbedaan genetik pada ketiga varietas tanaman. Setiap varietas memiliki ciri dan sifat khusus yang berbeda satu sama lain sehingga akan menunjukkan keragaman penampilan. Seperti yang dikemukakan Sitompul dan Guritno (1995) bahwa perbedaan varietas sangat besar pengaruhnya terhadap perbedaan sifat tanaman dan faktor

genetik tersebut diekspresikan pada berbagai sifat tanaman seperti bentuk dan fungsi tanaman sehingga menghasilkan keragaman pertumbuhan tanaman.

Hasil pengamatan dan sidik ragam menunjukkan bahwa interaksi antara varietas dengan pupuk belum berbeda nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Hal ini menunjukkan bahwa antara perlakuan varietas dengan pemberian pupuk tidak saling mempengaruhi satu sama lain.

Dokumen terkait