• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

7. Tokoh Panutan

5.2.2. Pembahasan Faktor Internal

Berikut ini adalah pembahasan dari setiap variabel pada faktor internal berdasarkan analisis karakteristik responden dan analisis variabel faktor internal.

1. Kebutuhan akan Prestasi

Pengusaha yang berusia cukup muda ketika memutuskan berbisnis menjadi sebagian responden dalam penelitian ini. Pengusaha yang berumur 26-30 tahun ini umumnya adalah mereka yang memang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang pengusaha, namun sebagian dari mereka juga ada yang sengaja telah dipersiapkan oleh orang tuanya atau anggota keluarganya yang lain untuk memasuki dunia bisnis. Para pengusaha muda dapat dikategorikan sebagai

individu dengan kebutuhan akan prestasi yang tinggi. Mereka pasti menempuh saat-saat dimana harus bekerja keras dalam merintis bisnisnya. Agar bisnisnya tersebut dapat terus bertahan dari waktu ke waktu, para pengusaha ini harus melakukan yang terbaik pada pekerjaannya, terus berusaha memperbaiki hasil pekerjaannya, dan selalu belajar dalam pekerjaan yang diberikan yang kepadanya.

Pengusaha muda ini biasanya merintis bisnis kreatif yang sedang menjadi tren di kalangan anak muda dan bisnis tersebut tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Beberapa bisnis semacam ini ada yang kemudian mati karena perubahan tren yang cepat, namun sebagian lain dapat terus bertahan berkat kerja keras para pemiliknya. Dalam penelitian ini, hampir seluruh responden memberikan jawaban setuju hingga sangat setuju pada variabel kebutuhan akan prestasi. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kebutuhan akan prestasi adalah salah satu motivasi utama ketika seorang pengusaha memutuskan untuk berbisnis.

2. Kebutuhan akan Kebebasan

Jenis kelamin seseorang terkadang masih dikaitkan dengan motivasi seseorang dalam memutuskan berbisnis. Hal ini tidak salah karena laki-laki cenderung diposisikan sebagai pihak yang harus mencari nafkah dalam keluarga. Akan tetapi hal tersebut tidak berpengaruh dalam penelitian ini, karena perbandingan antara pengusaha laki-laki dan pengusaha perempuan yang menjadi responden ternyata seimbang. Seorang perempuan juga ingin menjadi individu yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri, termasuk dalam menjalankan kegiatan usaha atau bisnisnya sendiri. Karena itu para pengusaha perempuan dapat dikategorikan sebagai individu dengan kebutuhan akan

kebebasan yang tinggi. Mandiri berarti para pengusaha tidak menggantungkan keputusan tentang apa yang harus dilakukannya kepada orang lain. Mereka mengerjakan sesuatu karena kemauan sendiri serta tidak merasa besar karena orang lain, namun merasa besar karena usaha kerasnya sendiri. Hal inilah yang menyebabkan pengusaha merasa lebih bebas jika dapat memegang kendali langsung atas kegiatan bisnisnya.

Saat ini dapat dilihat bahwa perempuan juga sudah banyak yang memilih karir sebagai seorang pengusaha. Selain dapat membantu ekonomi keluarganya, pengusaha perempuan juga dapat menjalankan bisnisnya sambil tetap memenuhi perannya sebagai seorang istri atau ibu. Dalam penelitian ini, hampir seluruh responden memberikan jawaban setuju hingga sangat setuju pada variabel kebutuhan akan kebebasan. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kebutuhan akan kebebasan adalah salah satu motivasi utama ketika seorang pengusaha memutuskan untuk berbisnis.

3. Efikasi Diri

Efikasi diri adalah kepercayaan seseorang atas kemampuan dirinya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Semakin banyak pengalaman seseorang maka semakin tinggi pula efikasi diri atau kepercayaan dirinya dalam mengerjakan sesuatu. Kepercayaan diri tersebut dapat ditunjukkan melalui keteguhan hati, kematangan mental, kestabilan emosional, serta optimisme tinggi dalam melakukan suatu pekerjaaan. Para pengusaha yang percaya diri akan memiliki kemampuan untuk bekerja sendiri dalam mengorganisasi, mengawasi, dan meraih kesuksesan bisnis mereka.

Para pengusaha yang menjadi responden dalam penelitian ini sebagian besar berusia antara 31 sampai 50 tahun. Pengusaha yang berumur antara 31-50 tahun umumnya adalah mereka yang berada dalam usia produktif dan telah memiliki cukup banyak pengalaman dalam hidupnya. Pengalaman ini tentunya dapat dijadikan sebagai salah satu motivasi seseorang dalam memutuskan berbisnis dan terkait erat dengan efikasi diri seseorang. Dalam penelitian ini, sebagian besar responden memberikan jawaban setuju pada variabel efikasi diri. Hal ini menunjukkan bahwa variabel efikasi diri adalah salah satu motivasi ketika seorang pengusaha memutuskan untuk berbisnis.

4. Harga Diri

Harga diri menunjukkan sejauh mana seorang pengusaha menilai dirinya sebagai orang yang memiliki kompetensi yang pantas untuk dihargai, dihormati, serta bergengsi. Dengan memiliki bisnis, pengusaha menjadi kelas tersendiri di masyarakat dan dianggap memiliki wibawa tertentu. Banyak pengusaha yang sukses dalam menjalankan bisnisnya kemudian menjadi contoh bagi masyarakat, apalagi jika mampu memberikan peluang kerja yang sangat dibutuhkan.

Dalam penelitian ini, hampir seluruh responden memberikan jawaban kurang setuju pada variabel harga diri. Para pengusaha yang kurang setuju ini memang merasa bangga jika memiliki bisnis sendiri, namun mereka memutuskan berbisnis bukan karena ingin lebih dihargai atau untuk meningkatkan gengsi, sehingga harga diri tidak mendukung motivasi mereka dalam memutuskan berbisnis. Hal ini juga yang menyebabkan variabel harga diri tidak menunjukkan

hubungan yang signifikan terhadap motivasi pengusaha dalam memutuskan berbisnis.

5. Tantangan Pribadi

Tantangan pribadi terkait dengan kemauan dan kemampuan untuk mengambil suatu resiko. Dengan kemauan dan kemampuannya mengambil resiko yang diperhitungkan, pengusaha tidak takut menghadapi situasi yang tidak menentu dimana tidak ada jaminan keberhasilan. Pengusaha adalah orang yang lebih memilih melakukan hal-hal baru dan beresiko yang belum tentu dilakukan orang lain untuk mencapai kesuksesan. Para pengusaha harus dapat memperhitungkan secara cermat dan selalu membuat antisipasi atas kemungkinan adanya hambatan yang dapat mengancam bisnisnya.

Sebagian responden dalam penelitian ini adalah pengusaha muda yang berumur 26-30 tahun. Para pengusaha muda adalah individu yang berani menghadapi tantangan karena tentu banyak resiko ketika mereka memutuskan berbisnis. Berbagai resiko tersebut lebih baik mereka hadapi ketika masih muda karena memiliki tenaga dan waktu yang relatif lebih banyak dibandingkan ketika mereka menghadapinya saat usia mereka sudah menua atau menjelang masa pensiun. Dalam penelitian ini, sebagian besar responden memberikan jawaban setuju pada variabel tantangan pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa variabel tantangan pribadi adalah salah satu motivasi ketika seorang pengusaha memutuskan untuk berbisnis.

6. Fleksibilitas

Fleksibilitas dapat diartikan sebagai keinginan pengusaha untuk menyesuaikan kondisi kerja sesuai dengan keinginan mereka. Menjadi seorang pengusaha adalah suatu kesempatan untuk dapat membagi kehidupan pribadi dan pekerjaan secara seimbang. Seorang pengusaha tidak akan terikat peraturan yang mengharuskannya bekerja pada waktu-waktu tertentu. Di satu sisi, hal ini memang menyebabkan para pengusaha harus selalu standby, namun di sisi lain mereka dapat menentukan kapan waktu yang tepat untuk bekerja.

Dalam penelitian ini, sebagian responden memberikan jawaban setuju dan sebagian responden lainnya memberikan jawaban kurang setuju pada variabel fleksibilitas. Para pengusaha yang kurang setuju ini memang ingin dapat mengatur waktu luang bersama keluarga dan teman, namun mereka tidak menginginkan fleksibilitas seperti bisa bekerja kapan saja dan bekerja lebih santai. Para pengusaha ini tetap menginginkan waktu kerja yang jelas dan bahkan bekerja lebih giat untuk menjalankan bisnisnya, sehingga fleksibilitas kurang mendukung motivasi mereka dalam memutuskan berbisnis.

7. Inovasi dan Kreasi

Bidang usaha fashion adalah salah satu bidang yang digeluti oleh sebagian responden dalam penelitian ini. Responden yang terjun dalam bidang ini hampir seluruhnya adalah perempuan. Kebanyakan pengusaha perempuan yang menggeluti bidang ini awalnya hanya ingin memuaskan hobinya dalam mengoleksi atau mengkreasikan suatu produk fashion tertentu. Produk-produk yang mereka kreasikan tersebut ternyata diminati dan dipesan oleh banyak orang

di sekitar mereka dan kemudian permintaan tersebut memicu mereka untuk memutuskan berbisnis produk tersebut.

Selain bisnis kuliner, bisnis fashion juga merupakan salah satu bidang bisnis yang sangat dinamis. Karena itu para pengusaha di bidang ini harus terus memiliki inovasi dan kreasi agar produk mereka dapat tetap bertahan di pasar. Pengusaha yang inovatif dan kreatif tidak berarti harus dapat menciptakan produk yang baru sama sekali, tetapi produk tersebut dapat mencerminkan hasil kombinasi atau integrasi dari komponen-komponen yang sudah ada sebelumnya sehingga akan melahirkan sesuatu yang baru. Dalam penelitian ini, hampir seluruh responden memberikan jawaban setuju hingga sangat setuju pada variabel inovasi dan kreasi. Hal ini menunjukkan bahwa variabel inovasi dan kreasi adalah salah satu motivasi utama ketika seorang pengusaha memutuskan untuk berbisnis.

8. Pendapatan

Beberapa pengusaha dalam penelitian ini adalah pengusaha yang berusia di atas 50 tahun ketika memutuskan berbisnis. Sebagian dari pengusaha ini memutuskan berbisnis untuk mengisi waktu di masa pensiunnya, namun ada juga yang memang ingin mewujudkan cita-citanya yang belum tercapai untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses. Hal ini terkait dengan pendapatan yang selalu dibutuhkan setiap orang bahkan ketika sudah memasuki usia tua.

Ketika memasuki masa pensiun, pendapatan seseorang tidak lagi seperti saat dirinya masih bekerja. Untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kemampuan ekonomi di usia tua tersebut, seseorang dapat memutuskan untuk berbisnis. Seorang pengusaha dapat menetapkan target bisnis, sumber-sumber

modal, serta pendapatannya sesuai dengan keinginan dan kemampuannya masing- masing. Karena itu pengusaha berumur ini cenderung memilih bidang bisnis yang disukainya atau bisnis milik keluarga atau kerabatnya untuk kemudian dikembangkan. Dalam penelitian ini, sebagian besar responden memberikan jawaban setuju pada variabel pendapatan. Hal ini menunjukkan bahwa variabel pendapatan adalah salah satu motivasi ketika seorang pengusaha memutuskan untuk berbisnis.

Dokumen terkait