BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.6 Pembahasan
4.6.1 Goodness Of Fit Outer Model
Berdasarkan hasil pengujin Goodness Of Fit yang telah dilakukan terhadaap Outer Model dapat diketahui bahwa untuk pengujian Convergent Validity bahwa semua indikator pada variabel laten adalah valid yang ditunjukkan pada nilai Loading Factor lebih besar dari 0,5. Hal ini dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator yang digunakan mampu mengukur variabel laten.
Adapun untuk hasil pengujian Composite Reliability menunjukkan hasil bahwa nilai Composite Reliability Gaji adalah sebesar 0,849 untuk Pelatihan Profesional adalah sebesar 0,814 sedangkan untuk Nilai-Nilai Sosial adalah 0,818 dan untuk Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik adalah sebesar 0,847. Dimana semua nilai variabel laten tersebut lebih besar dari 0,7 dan menunjukkan semua kontraks adalah handal.
Uji Discriminant Validity menunjukkan hasil bahwa variabel Penghargaan Finansial memiliki kemampuan untuk menjelaskan variabel Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik sebesar 0,738 lebih besar dari pada variabel Nilai-Nilai Sosial berada diurutan kedua sebesar 0,604 dan disusul oleh variabel Pelatihan Profesional sebesar 0,593.
Dari ketiga hasil pengujian Gooness Of Fit Inner Model dapat dijabarkan bahwa Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik pada mahasiswa jurusan akuntansi UPN “Veteran” Jawa Timur telah terbukti efektif, hal ini telah dibuktikan dari hasil pengujian terhadap inner model
keseluruhan adalah valid bahwa indikator-indikator mampu menjelaskan masing-masing variabel latennya.
4.6.2 Goodness Of Fit Inner Model
Hasil pengujian Goodness Of Fit yang telah dilakukan terhadap Inner
Model adalah dapat diketahui dari hasil R square yang selanjutnya
digunakan untuk menghitung nilai Q square untuk melihat pengaruh variable laten endogen secara keseluruhan terhadap variable eksogennya, dari hasil perhitungan didapatkan hasil Q square sebesar 0.224 yang dapat disimpulkan bahwa variabel Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik dapat dipengaruhi oleh variabel Gaji, Pelatihan Profesional dan Nilai-Nilai Sosial sebesar 22,40% dan sisanya sebesar 87,60% dijelaskan oleh variabel lain selain Penghargaan Finansial, Pelatihan Profesional dan Nilai-Nilai Sosial.
Hasil pengujian untuk melihat pengaruh masing-masing variabel laten endogen terhadap variabel laten eksogennya yaitu Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik dapat dilihat dari hasil pengujian inner weight yang terlihat dari koefisien regresi dan uji T-statistik. Gaji tidak mempengaruhi Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik, dibuktikan dari hasil koefisien sebesar 0,101 belum dapat diterima dimana T-statistik diperoleh 0,786 yaitu masih kurang dari 1,96. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh Astami (2001) bahwa Penghargaan Finansial tidak berpengaruh terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik.
Pengujian kedua untuk melihat adanya pengaruh Pelatihan Profesional terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik, diketahui dari hasil pengujian adalah Pelatihan Profesional tidak berpengaruh terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik pada mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur, hal ini dibuktikan dari hasil koefisien sebesar 0,169 belum dapat diterima dimana T-statistik diperoleh 1,235 yaitu masih kurang dari 1,96. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang sebelumnya dilakukan oleh Rahayu (2003). bahwa Pelatihan Profesional berpengaruh terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik.
Pengujian ketiga untuk melihat adanya pengaruh Nilai-Nilai Sosial terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik, diketahui dari hasil pengujian adalah Nilai-Nilai Sosial berpengaruh signifikan terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik pada mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur. Hal ini dibuktikan dari hasil koefisien sebesar 0.356 dapat diterima dimana T-statistik diperoleh 3.393 yaitu lebih besar dari 1,96.Hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rahayu (2003). bahwa Nilai-Nilai Sosial tidak mempunyai pengaruh terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik.
4.6.3 Implikasi Penelitian
Hasil pengujian pertama bahwa variabel Gaji tidak berpengaruh terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik. Tidak berpengaruhnya variabel Gaji ini disebabkan karena sebagian responden beranggapan
bahwa masih banyak pihak atau instansi lain yang dapat memberikan suatu gaji yang lebih layak di luar dari pekerjaan sebagai akuntan pemerintah, misalkan dari pihak-pihak swasta atau pihak-pihak lain yang lebih menawarkan gaji yang lebih tinggi. Hal ini tentunya dapat meragukan responden terhadap gaji dari pekerjaan sebagai akuntan pemerintah.
Dilihat dari uji Composite Reability nilai Penghargaan Finansial diatas 0,7 yakni 0,849 berarti dapat disimpulkan bahwa memiliki reliability yang tinggi atau dapat dikatakan kuesioner memiliki kehandalan. Dalam uji Average Variaance Extracted (AVE) nilai Gaji lebih besar dari 0,5 yaitu sebesar 0,738 sehingga dapat disimpulkan bahwa memiliki sifat discriminat validity yang baik.
Hasil pengujian variabel kedua bahwa Pelatihan Profesional tidak berpengaruh terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik. Tidak berpengaruhnya Pelatihan Profesional ini disebabkan karena sebagian responden masih belum memiliki suatu gambaran yang nyata terhadap pelatihan sebagai akuntan publik. Inilah yang menyebabkan masih ada keraguan dalam diri responden mengenai pelatihan-pelatihan yang akan ditempuh ketika memilh karir sebagai akuntan publik.
Selain itu, tidak berpengaruhnya gaji dan Pelatihan Profesional terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik disebabkan karena faktor Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik hanya dapat dipengaruhi oleh variable gaji, Pelatihan Profesional dan Nilai-Nilai Sosial sebesar
presentase sebesar 22,40% tersebut yang nilainya cukup kecil maka inilah yang dapat menjadi sebab tidak berpengaruhnya vaiabel gaji dan Pelatihan Profesional.
Hasil pengujian ketiga bahwa variabel Nilai-Nilai Sosial berpengaruh terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik. Nilai-Nilai Sosial yang menjadi pertimbangan sebagian besar responden dalam Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik adalah ketika mereka berkesempatan untuk dapat melakukan kegiatan sosial, berinteraksi dengan orang lain, kesempatan untuk menjalankan hobi mereka seperti travelling, pekerjaannya lebih bergengsi dibanding karir yang lain, dan juga daapt memberi kesempatan untuk bekerja dengan ahli di bidang lain. Faktor-faktor inilah yang menjadi pertimbangan sebagaian besar responden mengapa mereka memilih karir sebagai akuntan publik sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai-Nilai Sosial berpengaruh terhadap Pemilihan Karir sebagai Akuntan Publik.