Pada bagian pembahasan hasil analisis data, peneliti akan menjawab serta membahas hal-hal pada rumusan masalah dengan menggunakan data yang didapatkan di lapangan saat melaksanakan penelitian. Berikut adalah pembahasan dari hasil penelitian :
1. Proses dan Hasil Mengembangkan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis HOTS pada Topik Segiempat
Potensi dan Masalah. Langkah pertama yang dilakukan dalam proses mengembangkan modul ini adalah dengan melakukan penggalian potensi dan masalah. Pada pelaksanaannya tahapan ini dilakukan dengan melakukan wawancara bersama Bapak Alexander
Sigid Dwi H., S.Si selaku guru matematika di SMP Bruderan Purworejo dan bersama 3 orang peserta didik yang diambil secara acak oleh peneliti. Dari hasil wawancara terbuka tersebut diperoleh beberapa informasi sebagai berikut :
a. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika di kelas masih teacher center, dengan metode ceramah.
b. Peserta didik pasif selama mengikuti pembelajaran.
c. Kemampuan intelektual peserta didik di SMP Bruderan adalah menengah ke bawah sehingga untuk soal berbasis HOTS sendiri belum banyak diberikan oleh guru selama proses pembelajaran. d. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran hanyalah
buku paket yang diberikan oleh pemerintah dan LKS yang disusun oleh MGMP.
Pengumpulan Data. Langkah kedua yang dilakukan oleh peneliti adalah mengumpulkan data untuk menemukan solusi dari permasalahan yang ditemukan pada tahap potensi dan masalah. Pada langkah ini peneliti melakukan studi pustaka dari beberapa jurnal dan skripsi yang memiliki latar belakang masalah yang hampir sama atau setipe. Dari hasil studi pustaka tersebut peneliti menemukan beberapa peluang yang dapat dicobakan guna membantu mengatasi permasalahan yang ada, diantaranya :
a. Peserta didik didorong/dipaksa secara tidak langsung untuk terlibat secara aktif di dalam proses pembelajaran melalui kegiatan dan aktivitas siswa secara mandiri.
b. Guru diposisikan sebagai pendamping bagi peserta didik dalam menemukan jawaban atas pertanyaan yang ada.
c. Dibuat modul yang sesuai dengan karakteristik peserta didik Desain Produk. Tahap selanjutnya adalah desain produk. Dalam pelaksanaannya peneliti membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan untuk menyelesaikan desain modul. Dimulai dari membuat RPP,
menyusun materi, mendesain kegiatan pembelajaran, membuat soal latihan dan evaluasi, melengkapinya dengan unsur-unsur yang harus ada dalam modul, dan diakhiri dengan mendesain modul dari cover dan isi. Dalam setiap langkahnya peneliti selalu mengkonsultasikannya dengan dosen pembimbing. Kritik dan saran dari dosen pembimbing kemudian digunakan sebagai pedoman peneliti guna melakukan perbaikan pada desain modul. Hasil yang diperoleh dari langkah ini adalah modul pembelajaran matematika berbasis HOTS yang terbagi ke dalam 3 bagian, yaitu bagian 1 tentang : jenis dan definisi dari bangun datar segiempat, bagian 2 tentang : sifat-sifat dan kekeluargaan pada bangun datar segiempat, dan bagian 3 tentang : keliling dan luas pada bangun datar segiempat.
Validasi Desain. Setelah modul dianggap siap oleh dosen pembimbing, tahap selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah melakukan validasi desain produk. Modul yang sudah siap tersebut kemudian diserahkan kepada guru matematika di SMP Bruderan Purworejo, yaitu Bapak Alexander Sigid Dwi H., S.Si untuk divalidasi kembali kelayakannya baik dari segi isi materi, segi kelayakan penyajian, dan dari segi HOTS. Berdasarkan Tabel 4.5 sampai dengan Tabel 4.7 dapat dilihat bahwa modul ini telah cukup baik dikembangkan dengan hasil validasi modul untuk aspek kelayakan isi, memperoleh predikat cukup valid dengan persentase 83,85%, aspek kelayakan penyajian memperoleh predikat sangat valid dengan persentase 85,24%, dan aspek HOTS memperoleh predikat cukup valid dengan persentase 81,25%. Berdasarkan Tabel 4.8 diperoleh kesimpulan bahwa modul dapat digunakan dengan revisi dibeberapa bagian dengan rata-rata persentase untuk setiap aspek sebesar 83,45% dan predikat cukup valid.
Revisi Desain. Langkah selanjutnya adalah melakukan revisi desain. Kritik dan saran dari hasil validasi guru kemudian digunakan sebagai pedoman untuk memulai tahap revisi produk. Berdasarkan
Tabel 4.2 terdapat 2 hal yang digaris bawahi oleh guru sebagai hal yang harus diperbaiki yaitu pada petunjuk guru dan pada acuan pustaka. Pada petunjuk guru disarankan untuk ditambahkan petunjuk penilaian sikap bagi guru, sedangkan pada acuan pustaka disarankan untuk melengkapi penulisan sumber pustaka agar mempermudah peserta didik dalam mengakses sumber yang direkomendasikan tersebut. Hasil dari langkah ini adalah modul yang digunakan oleh peserta didik dalam proses uji coba produk (dapat dilihat pada lampiran).
Uji Coba Pemakaian. Langkah terakhir yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji coba pemakaian. Proses pelaksanaan uji coba modul dilakukan sesuai dengan tahapan yang telah dijelaskan pada sub bab pelaksanaan penelitian. Hasil daripada uji coba ini adalah nilai hasil belajar peserta didik yang diperoleh dari tes hasil belajar dan eveluasi modul dari peserta didik yang diperoleh melalui kuesioner respon peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data, baik untuk data hasil belajar maupun data respon peserta didik, diperoleh hasil yang cukup memuaskan dimana keduanya memperoleh predikat baik.
Setelah melewati keenam langkah desain produk tersebut, dihasilkanlah 3 buah modul pembelajaran matematika berbasis HOTS yang terdiri dari modul tentang jenis dan definisi dari bangun datar segiempat, modul tentang sifat-sifat dan kekeluargaan pada bangun datar segiempat, dan modul tentang keliling dan luas pada bangun datar segiempat. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli diperoleh hasil persentase rata-rata untuk setiap aspek penilaian dari modul yang dikembangan sebesar 83,45% dengan kategori cukup valid, sehingga, dengan demikian sudah bisa dicobakan kepada peserta didik.
2. Hasil Uji Coba Terbatas dari Penggunaan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis HOTS pada Topik Segiempat
Pada akhir dari proses uji coba produk ini peneliti memberikan tes tertulis untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi dari
peserta didik dan memberikan kuesioner untuk memperoleh evaluasi modul dari peserta didik, setelah mengalami pembelajaran dengan menggunakan modul yang peneliti kembangkan.
Pertama-tama peneliti akan membahas hasil analisis data tes hasil belajar peserta didik terlebih dahulu. Secara umum hasil belajar peserta didik menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dimiliki peserta didik berada pada kategori baik, dimana ditunjukkan pada Tabel 4.12 bahwa persentase rata-rata dari hasil tes belajar peserta didik mencapai 79,33%. Sedangkan untuk kemampuan berpikir tingkat tinggi dari masing-masing level kognitif berturut-turut untuk C4, C5, dan C6 menunjukkan hasil yaitu sangat baik, baik, dan baik. Hal tersebut ditunjukkan padaTabel 4.9, Tabel 4.10, Tabel 4.11, dimana untuk level C4 diperoleh rata-rata persentase hasil belajar sebesar 88%, untuk level C5 sebesar 76%, dan untuk level C6 sebesar 74%. Dari pemaparan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran matematika berbasis HOTS pada topik segiempat ini telah sukses dan efektif membantu peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Selanjutnya peneliti akan membahas tentang hasil analisis data kuesioner respon peserta didik terhadap modul pengembangan yang digunakan. Berdasarkan Tabel 4.16, dapat dilihat bahwa modul ini memperoleh respon yang baik dari peserta didik dimana secara keseluruhan modul ini memperoleh persentase 77,9% yang tergolong ke dalam kategori baik. Sedangkan apabila dicermati pada Tabel 4.15, hasil persentase untuk masing-masing aspek yaitu ciri modul, materi, dan bahasa berturut-turut adalah 75%, 83,75%, dan 75%, yang mana ketiganya tergolong ke dalam kategori baik.
Apabila ditelaah lebih dalam lagi dari berbagai indikator penilaian yang terdapat pada kuesioner respon peserta didik, terdapat 2 hal yang sekiranya perlu diperbaiki yaitu pada ciri modul untuk mengembangkan kemampuan pribadi dan untuk melibatkan peran
siswa secara aktif. Hal tersebut dapat cermati pada Tabel 4.14 dimana kedua hal tersebut dinilai masih kurang nampak dalam modul yang dikembangkan dengan persentase masing-masing 65% dan 70%. Sedangkan untuk aspek yang lain seperti self instructional, tujuan, asosiasi struktur dan urutan, media, evaluasi, manfaat modul dalam pengembangan HOTS, manfaat modul dalam memperdalam pemahaman peserta didik pada topik segiempat, kejelasan bahasa, dan kejelasan ilustrasi, masing-masing memperoleh predikat baik dengan presentase 77,5%, 72,5%, 75%, 82,5%, 82,5%, 82,5%, 85%, 72,5%, dan 77,5%. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ini sudah baik dikembangkan baik dari segi manfaat dalam memperdalam pemahaman peserta didik, mau pun dari segi ciri modul yang mana berguna mengembangkan kepribadian peserta didik.
Secara umum, baik dari analisis tes hasil belajar peserta didik maupun dari analisis kuesioner respon peserta didik dapat ditarik kesimpulan bahwa modul ini sudah dibuat dengan cukup baik dan efektif untuk peserta didik. Namun untuk dapat digunakan secara masal, tentunya modul ini masih membutuhkan beberapa perbaikan. Berdasarkan hasil kuesioner respon peserta didik, hal-hal yang masih perlu diperbaiki dari modul ini diantaranya adalah isi materi dan rancangan kegiatan pada modul yang mana dirasa masih kurang mampu dalam mengembangkan kemampuan pribadi dan meningkatkan keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran.