• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen ( File) (Halaman 47-63)

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Pembahasan

Dari hasil penelitian di RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA Medan bahwa pelaksanaan pelayanan penerima pasien rawat jalannya adalah sangat efektif dari segi tata pelayanan dari yang telah dilaksanakan dan pelaksanaan nya pelayanan sesuai dengan alur prosedur yang telah di buat.

Rumah Sakit sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan yang melakukan pelayanan rawat jalan maupun pelayanan rawat inap wajip membuat rekam medis. Yang membuat atau mengisi rekam medis adalah dokter dan tenaga medis lainnya :

1. Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi dan Dokter Gigi Spesialis yang melayani pasien di rumah sakit

2. Dokter Tamu yang merawat Pasien di Rumah Sakit 3. Residen yang sedang melaksanakan kepaniteraan klinik

4. Tenaga para medis dan tenaga para medis non prawatan yang langsung terlihat didalam antara lain : Perawat, Perawat Gigi, Bidan, Tenaga Lab. Klinik, Gizi, Anestesi, Penata Ronsen, Rehabilitasi Medik dan lain sebagainya.

Ketentuan Pengisian Rekam Medis

1. Setiap tindakan konsultasi yang dilakukan terhadap pasien, selambat-lambatnya dalam waktu 1x24 Jam harus di tulis dalam lembaran rekam medis.

34

2. Semua pencatatan harus di tanda tangani oleh doketer atau tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan kewanangannya dan ditulis nama terangnya serta diberi tanggal.

3. Pencatatan yang dibuat oleh mahasiwa/i kedokteran dan mahasiswa/i lainnya di tanda tangani dan menjadi tanggung jawab dokter yang merawat atau oleh dokter pembimbingnya.

4. Catatan yang dibuat oleh residens harus diketahui oleh dokter pembimbingnya.

5. Dokter yang merawat, dapat memperbaiki keselahan penusan dan melakukan nya pada saat itu juga serta di bubuhi paraf.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Tempat Penlitian

4.1.1 Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum IMLEDA Pekerja Indonesia Medan

Awal mula pembentukkan Yayasan Imelda adalah sebuah klinik bersalin kecil yang bernama Klinik Bersalin Imelda, berdiri pada tahun 1979 di Jalan Bilal No.103, Medan. Klinik bersalin ini sedemikian majunya, sehingga oleh pendirinya dr Rosa Dalima bersama suaminya dr H.R.I. Ritonga, MSc., klinik bersalin ini dikembangkan menjadi sebuah rumah sakit umum yang bernama Rumah Sakit Umum Imelda, berdiri pada tahun 1986. Perlu pula dijelaskan pada sejarah ini bahwa nama IMELDA adalah nama dari anak kedua dari pasangan pendiri yayasan ini, yang saat pendirian yayasan tersebut menyatakan cita-citanya untuk menjadi dokter. Klinik bersalin yang kecil ini pula berubah menjadi sebuah gedung di Jalan Bilal no 103 A, sekarang no. 24. Saat ini, rumah sakit ini telah pula berkembang pesat. Pada tahun 2004 Rumah Sakit Imelda mendapat kesempatan dari Departemen Tenaga Kerja untuk menjadi rumah sakit pekerja sehingga Rumah sakit Imelda ini berubah namanya menjadi Rumah Sakit Imelda Pekerja Indonesia (RS. IPI). Tahun demi tahun berbagai perkembangan terjadi di rumah sakit ini mulai dari kapasitas tempat tidur sampai kepada peralatan- peralatan kedokteran dan lainnya yang diperlukan untuk mendukung pemberian

26

IPI juga terkait dengan peningkatan jumlah pasien yang meminta pelayanan di RS IPI ini.

Selanjutnya, pada tahun 1992 Yayasan Imelda mendapat kesempatan dari Departemen Kesehatan untuk membuka Akademi Keperawatan (AKPER Imelda). Pada awal pendiriannya, AKPER Imelda menerima 38 orang sebagai mahasiswa. Saat ini, AKPER Imelda telah pula memiliki gedung tersendiri dengan segala sarana prasarana untuk menunjang pendidikan Kebidanan yang berwawasan IPTEK sesuai dengan visinya. Mahasiswa AKPER Imelda juga meningkat dimana saat ini AKBID Imelda memiliki 513 mahasiswa dan 1013 alumni.

Institusi pendidikan kesehatan termuda di Yayasan Imelda adalah Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan (APIKES) yang berdiri pada tahun 2008. Saat ini APIKES Imelda memiliki kelas tahun pertama sebanyak 50 orang.

Perkembangan setiap institusi pendidikan di Yayasan Imelda bertujuan untuk memberikan pendidikan yang berwawasan IPTEK sesuai dengan visi Yayasan Imelda untuk pendidikan yakni menjadikan institusi di Yayasan Imelda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) berwawasan IPTEK tahun 2012. Dengan visi ini, saat ini Yayasan Imelda sedang mengajukan permohonan untuk ijin sekolah tinggi tersebut dan membenahi sarana prasarana yang dapat menunjang pembentukkan wawasan IPTEK. Peningkatan sarana prasarana yang menunjang IPTEK yakni dengan penerbitan Website Yayasan Imelda, menciptakan perpustakaan on line dan pemasangan sistem informasi terpadu yang

27

secara bertahap telah masuk dalam rencana pengembangan institusi pendidikan di Yayasan Imelda. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia (SDM) di setiap institusi juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pengembangan SDM ini juga sangat didukung dengan beralihnya pembinaan institusi pendidikan kesehatan kebawah naungan Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (DIKTI). Dengan wawasan pendidikan tinggi yang diberikan secara lebih meluas dari DIKTI, seluruh satf pengajar di lingkungan pendidikan Yayasan Imelda telah menyadari betapa pentingnya pengembangan diri sebagai bagian dari pengembangan karir seorang staf pengajar.

Pada masa yang akan datang Yayasan Imelda terus akan berusaha meningkatkan diri agar kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat kepada Yayasan Imelda tidak sia-sia.

4.1.2. Visi dan Misi 4.1.2.1 Visi

Adapun Visi RSU. IMELDA PEKERJA INDONESI adalah sebagai berikut :

“Rumah Sakit Umum Imeda Pekerja Indonesia menjadi rumah sakit”dan pendidikan dengan standart Jolat Committee International (JCI) tahun 2020”

4.1.2.2 Misi

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pekerja, pengusaha dan umum demi terciptanya produktivitas kerja yang tinggi melalui upaya promotif,

28

4.2 HASIL PENELITIAN

4.2.1 Hasil Penelitian Wawancara

Berdasarkan hasil penelitian wawancara saya tentang pelayanan penerimaan pasien rawat jalan di RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA adalah bahwasanya sarana dan prasarana yang telah disediakan di Rumah Sakit tersebut sarana dan prasarananya lengkap dan cara pelaksanaan yang telah mereka laksanakan sesuai dengan standart oprasional prosedur ( SOP ).

Alur prosedur penerimaan pasien rawat jalan RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA.

Cara pendaftaran rawat jalan di RSU. IMELDA PEKERJA INDINESIA Medan.

B. Datang Langsung

6. Pasien datang langsung ke poliklinik rawat jalan dan mengambil nomor antrian,

7. Pasien menunggu diruang tunggu sampai antrian di panggil, apabila nama telah di panggil pasien menuju ke loket (Pendaftaran),

8. Untuk pasien lama menunjukan kartu identias berobat kepada petugas dan menyebutkan poliklinik dan dokter yang di tuju, 9. Untuk pasien baru mengisi formulir pasien baru di conter serta

menyebutkan poliklinik dan dokter yang dituju,

10. Setelah selesai mendaftar pasien menuju ruang tunggu sesuai dengan poliklinik dan doketer yang dituju.

29

Cara mendaftarkan pasien rawat jalan dengan menggunakan kartu Jaminan Sehat, yaitu seperti ASKES dan JAMKESMAS.

C. Syarat bagi Peserta ASKES :

1. Syarat pasien askes dalam daerah ( Solo/Surakarta ), a. Kartu ASKES asli

b. Rujukan asli dari PUSKESMAS / Dokter Keluarga 2. Syarat Pasien ASKES luar daerah,

a. Kartu ASKES asli

b. Rujukan asli dari RSUD setempat 3. Syarat Pasien ASKES luar provinsi,

a. Kartu ASKES asli

b. Rujukan asli dari RSUD setempat disertai pengantar luar dari PT. ASKES

D. Syarat bagi perserta JAMKESMAS 1. Syarat JAMKESMAS dalam daerah :

a. Kartu JAMKESMAS asli

b. Surat Rujukan asli dari PUSKESMAS c. Fotocopy Kartu keluarga dan KTP d. Semua di Fotocopy rangkap dua 2. Syarat JAMKESMAS luar daerah :

a. Kartu JAMKESMAS asli

30

atau surat keterangan dari kantor ASKES setempat d. Fotocopy Kartu Keluarga ( KK ) dan KTP

e. Semua di fotocopy rangkap dua 4.2.2 Hasil Penelitian Lembar Observasi

4.2.2.1 Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis

Hasil Penelitian yang di lakukan pada 100 sampai berkas rekam medis rawat pasien rawat jalan di RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA Medan Tahun 2016 diketahui bahwa pelaksanaan penulisan berkas rekam medis sering tidak ditulis atau dilengkapi oleh petugas pasien rawat jalan pada berkas rekam medis sehingga terdapat masalah dan kendala pada pengelolahan data. Untuk mencari presentase nya dapat dicari dengan menggunakan rumus

Presentase =Hasil Penelitian

31

Dengan perhitungan sebagi berikut :

a. Presentase kelengkapan pengisian berkas rekam medis Jumlah sampel : 100 dokumen rekam medis Jumlah berkas yang lengkap : 50 dokumen rekam medis

Presentase = 50

100x100%

= 50% Jadi presentase berkas yang tidak lengkap sebesar 50%

Tabel 1.1 Presentase Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA MEDAN

No Berkas Rekam Medis Jumlah Dokumen Rekam Medis Persentase 1 2 Lengkap Tidak Lengkap

50 Dokumen Rekam Medis 50 Dokumen Rekam Medis

50 % 50% Jumlah 100 Dokumen Rekam Medis 100%

Berdasarkan Tabel 1.1 dari 100 sampel berkas rekam medis pasien rawat jalan di RSU. IMELDA MEDAN PEKERJA INDONESIA Medan Tahun 2016 pengisian kelengkapan berkas rekam medis yang lengkat atau sebanyak 50 berkas rekam medis dengan persentase 50%, sedangkan berkas rekam medis yang tidak lengkap/tidak disi sebanyak 50 berkas rekam medis dengan persentase 50%.

32

Tabel 1.2 Gambaran Pelaksaan Pelayanan Penerimaan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Rawat Jalan di RSU IMELDA PEKERJA INDONESIA Medan

No Penulisan Lengkap % Tidak Lengkap %

1 Identitas Pasien 50 50 50 50

2 Tanggal dan Waktu 80 80 20 20

3 Anammesis 70 70 30 30 4 Hasil Pemeriksaan Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Medis 70 70 30 30 5 Diaknosis 40 40 60 60 Rata-rata 62 62 38 38

Berdasarkan Tabel 1.2 diatas dapat di simpulkan bahwa gambaran pelaksaan penerimaan pasien rawat jalan terhadap kelengkapan pengisian berkas rekam medis identitas yang lengkap 50% sedangkan yang tidak lengkap 50% dan tanggal waktu yang lengkap terdapat 80% sedangkan yang tidak lengkap 20, pada anammesis terdapat 70% yang lengkap dan yang tidak lengkap 30%, pada hasil pemeriksaan fisik dan penunjang yang lengkap 70% dan yang tidak lengkap 30%, pada diagnosis yang lengkap sebanyak 40% dan yang tidak lengkap 60%.

33

4.3 Pembahasan Penelitian

Dari hasil penelitian di RSU. IMELDA PEKERJA INDONESIA Medan bahwa pelaksanaan pelayanan penerima pasien rawat jalannya adalah sangat efektif dari segi tata pelayanan dari yang telah dilaksanakan dan pelaksanaan nya pelayanan sesuai dengan alur prosedur yang telah di buat.

Rumah Sakit sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan yang melakukan pelayanan rawat jalan maupun pelayanan rawat inap wajip membuat rekam medis. Yang membuat atau mengisi rekam medis adalah dokter dan tenaga medis lainnya :

1. Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi dan Dokter Gigi Spesialis yang melayani pasien di rumah sakit

2. Dokter Tamu yang merawat Pasien di Rumah Sakit 3. Residen yang sedang melaksanakan kepaniteraan klinik

4. Tenaga para medis dan tenaga para medis non prawatan yang langsung terlihat didalam antara lain : Perawat, Perawat Gigi, Bidan, Tenaga Lab. Klinik, Gizi, Anestesi, Penata Ronsen, Rehabilitasi Medik dan lain sebagainya.

Ketentuan Pengisian Rekam Medis

1. Setiap tindakan konsultasi yang dilakukan terhadap pasien, selambat- lambatnya dalam waktu 1x24 Jam harus di tulis dalam lembaran rekam medis. 2. Semua pencatatan harus di tanda tangani oleh doketer atau tenaga kesehatan

lainnya sesuai dengan kewanangannya dan ditulis nama terangnya serta diberi tanggal.

34

3. Pencatatan yang dibuat oleh mahasiwa/i kedokteran dan mahasiswa/i lainnya di tanda tangani dan menjadi tanggung jawab dokter yang merawat atau oleh dokter pembimbingnya.

4. Catatan yang dibuat oleh residens harus diketahui oleh dokter pembimbingnya.

5. Dokter yang merawat, dapat memperbaiki keselahan penusan dan melakukan nya pada saat itu juga serta di bubuhi paraf.

DAFTAR PUSTAKA

Angreini. 2009. Audit Implementasi Biometries Fingerprint (Studi Kasus Sistem Presensistmik Amikom Yogyakarta). Seminar Nasional

Aplikasi Teknologi Informassi 2009 (SNATI 2009).

Ardhianto, E.2010. Pengolah Citra digital Untuk Identifikasi Ciri Sidik Jari Berbaris Minutiae.

Bustami, Penjaminan Mutu Pelayanan Kesehatan & Akseptabillitasnya, Erlangga.

Jurnal DINAMIKA INFORMATIKA. Vol II No. I, Maret 2010.

Kembaren, S.B., Praptiningsih, Y. E., Nuraningsih, D., dan Warmansyah, J., Optimalisasi Rancangan Sistem Informasi Rawat Jalan Menggunakan DFD- ERD Dikombinasikan denganUser Intergace di Rumah Sakit Ibu Anak Budhi Jaya Jakarta, Jurnal Informatika Komputer, Volume 13 No. I, Jakarta, 2008.

Kementrian Republik Indonesia, Keputusan Mentri Kesehatan RI Nomor : 129/MENKES/SK/II/2008 tentang Standart Pelayanan Minimal Rumah Sakit, 2008.

Rustiyanto, E., Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit yang Terintegrasi, Gosyen Publishing, Yogyakarta, 2010.

LEMBAR WAWANCARA NAMA : ATIKAH SAHRONI RANGKUTI NIM : 1313466005

INSTITUSI : D-III APIKES IMELDA

1. Bagaimana pelaksaan pelayanaan penerimaan pasien rawat jalan di RSU. Imelda Pekerja Indonesia Medan ?

2. Bagaimanakah proses penerimaan pasien rawat jalan di RSU. Imelda Medan ?

3. Ada berapakah tempat loket penerimaan pasien rawat jalan di RSU. Imelda Medan ?

4. Bagaimanakah cara pendaftaran pasien di unit Rawat Jalan pada RSU. Imelda Medan ?

5. Bagaimanakah cara pendaftaran pasien rawat jalan di RSU. Imelda Medan berdasarkan kartu jaminan kesehatan ?

6. Apakah penerimaan pasien rawat jalan di RSU. Imelda Medan sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) ?

BUKTI REVISI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Atikah Sahroni Rangkuti Nim : 1313466005

Tingkat : III-A Apikes

Benar telah melakukan revisi penelitian saya yang berjudul Gambaran Pelaksanaan Pelayanan Penerimaan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016.

Demikian surat ini saya perbuat untuk dipergunakan seperlunya.

Diketahui oleh: Penguji I

BUKTI REVISI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Atikah Sahroni Rangkuti Nim : 1313466005

Tingkat : III-A Apikes

Benar telah melakukan revisi penelitian saya yang berjudul “.Gambaran Pelaksanaan Pelayanan Penerimaan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016.

Demikian surat ini saya perbuat untuk dipergunakan seperlunya.

Diketahui oleh: Penguji II

BUKTI REVISI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Atikah Sahroni Rangkuti Nim : 1313466005

Tingkat : III-A Apikes

Benar telah melakukan revisi penelitian saya yang berjudul “Gambaran Pelaksanaan Pelayanan Penerimaan Pasien Rawat Jalan Terhadap Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medis Di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia Medan Tahun 2016.

Demikian surat ini saya perbuat untuk dipergunakan seperlunya.

Diketahui oleh: Penguji III

Dalam dokumen ( File) (Halaman 47-63)

Dokumen terkait